• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENAJAMAN RENCANA PROGRAM TA Ditjen. Pembiayaan Perumahan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENAJAMAN RENCANA PROGRAM TA Ditjen. Pembiayaan Perumahan"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

PENAJAMAN

RENCANA PROGRAM TA. 2018

Jakarta, 9 Juni 2017

Disampaikan dalam rangka:

Konsultasi Regional Kementerian PUPR Tahun 2017 Oleh:

Dr. Ir. Lana Winayanti, MCP

DIREKTUR JENDERAL PEMBIAYAAN PERUMAHAN

Ditjen. Pembiayaan Perumahan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan

(2)

BIDANG PEMBIAYAAN PERUMAHAN KEBIJAKAN

adalah setiap penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau setiap pengeluaran yang akan diterima kembali untuk kepentingan penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman baik yang berasal dari dana masyarakat, tabungan perumahan, maupun sumber dana lainnya.

(Pasal 1 UU No. 1/2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman)

UU No. 17/ 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025

Skala Prioritas RPJMN Ke-3 (2015-2019) :“Pemenuhan kebutuhan hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana pendukung bagi seluruh masyarakat terus meningkat karena didukung oleh sIstem pembiayaan perumahan jangka panjang dan

berkelanjutan, efisien dan akuntabel”

UU No. 1/ 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman

Ps. 5 ayat(1), “Negara bertanggung jawab atas penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman yang pembinaannya dilaksanakan oleh pemerintah”.

Ps. 121 ayat (1), “Pemerintah dan/atau pemerintah daerah harus melakukan upaya pengembangan sistem pembiayaan untuk penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman

UU No. 20/ 2011 tentang Rumah Susun

Ps. 5 ayat(1), “ Negara bertanggung jawab atas penyelenggaraan rumah susun yang pembinaannya dilaksanakan oleh pemerintah”.

UU No. 4/ 2016 tentang Tabungan Perumahan Rakyat

Ps. 4 ayat (1):“Pengelolaan Tapera dilakukan untuk menjamin tercapainya dana murah berkelanjutan untuk pembiayaan perumahan dalam rangka memenuhi kebutuhan rumah yang layak dan terjangkau”

Landasan Hukum

Pembiayaan Perumahan

(3)

DITJEN. PEMBIAYAAN PERUMAHAN TAHUN 2015-2019 SASARAN OUTCOME 01

02

TARGET RENSTRA REALISASI FLPP REALISASI SSB

Tingkat Aksesibilitas Terhadap Bantuan Pendanaan dan Pembiayaan Perumahan untuk Rumah Tangga Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Persentase Penurunan Kekurangan Tempat Tinggal (Backlog) melalui Bantuan Pendanaan dan Pembiayaan Perumahan

0.00%

1.00%

2.00%

3.00%

4.00%

5.00%

6.00%

7.00%

8.00%

6.01%

1.98%

6.38%

0.09%

7.63%

2.88%

2.34%

0.30%

4.32%

0.39%

0.00%

3.00%

6.00%

9.00%

12.00%

15.00%

18.00%

21.00%

16.14%

6.13%

17.05%

0.23%

20.45%

7.73%

6.27%

0.81%

12.40%

1.04%

3 71,88%

76,83%

(4)

Subsidi Bantuan Uang Muka Subsidi Selisih Bunga

Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan

REALISASI

2015-2016 DIPA 2017 RENCANA 2018 Subsidi Selisih Bunga 124.737 225.000 225.000

REALISASI

2015-2016 DIPA 2017 RENCANA 2018 Subsidi Bantuan Uang Muka 75.933 289.800 *) 344.500

DITJEN. PEMBIAYAAN PERUMAHAN TAHUN 2015-2019 CAPAIAN RENSTRA (BA. 999)

Ket.

*) Target DIPA TA. 2017 adalah sebanyak 550.000 unit, namun demikian saat ini sedang diproses revisi menjadi 289.800 unit pada

APBN-P 2017

REALISASI

2015-2016 DIPA 2017 RENCANA 2018 KPR Sejahtera Tapak 134.958 119.900 114.750

Kredit Konstruksi 0 0 1.500

KPR Swadaya 0 0 5.000

KPR Satuan Rumah Susun 0 100 250

01 FLPP

02 SSB

03 SBUM

KPR BERSUBSIDI

Target

1.350.000

Sisa Target

1.090.305

SBUM

Target

476.000

Sisa Target

400.067

(5)

PROYEK PRIORITAS NASIONAL KEGIATAN

PRIORITAS PROGRAM

PRIORITAS PRIORITAS

NASIONAL

Perumahan dan Permukiman

Penyediaan Perumahan Layak

Penciptaan Iklim Kondusif Penyediaan Rumah MBR

Fasilitasi Pembiayaan Perumahan MBR

1

2

Pengembangan Sistem Informasi Perumahan Pengembangan Sistem Pembiayaan Primer dan Sekunder Perumahan

Fasilitasi Pembiayaan Perumahan Sisi Permintaan

Fasilitasi Pembiayaan Perumahan Sisi Pasokan

1a 1b

2a 2b

5

DITJEN. PEMBIAYAAN PERUMAHAN TA. 2018 PROGRAM PRIORITAS

(6)

Pengembangan

Sistem Informasi Perumahan

Pengembangan

Sistem Informasi

Bidang Pembiayaan Perumahan (untuk mengintegrasikan informasi industri dan pasar perumahan)

Pengembangan Sistem Pembiayaan Primer dan Sekunder Perumahan

Penyusunan dokumen kebijakan, strategi, analisis makro, dan program pembiayaan perumahan

Pelaksanaan Diseminasi Sistem Pembiayaan Perumahan (untuk peningkatan kapasitas stakeholder)

Pelaksanaan Fasilitasi dan Koordinasi MOU Kerjasama Pembiayaan Perumahan

(dalam rangka penyaluran KPR Bersubsidi)

Pelaksanaan Pembinaan dan Bantuan Teknis pada Lembaga Jasa Keuangan (LJK), Pemerintah dan Pemerintah Daerah

Pelaksanaan

Pendayagunaan Sumber-Sumber Pembiayaan Perumahan

(termasuk TAPERA dan SMF)

Dokumen 14

Dokumen 9

51

MoU Provinsi 34

Lembaga 82

1a.

1b.

PENCIPTAAN IKLIM KONDUSIF PENYEDIAAN RUMAH MBR KEGIATAN PRIORITAS

Dokumen 4

(7)

5

69 LEMBAGA

Pelaksanaan

Kerjasama dan

Rekonsiliasi

Lembaga Jasa Keuangan (LJK)

PAMERAN

Pelaksanaan

Promosi, Perencanaan,

dan

Bantuan Hukum

PPDPP

4 RAPERMEN

Penyusunan Rumusan

Rapermen Pola

Pembiayaan Rumah Tapak dan Rumah Susun

Penyusunan Rumusan

Rapermen Pola

Pembiayaan Rumah Swadaya

Penyusunan Rumusan

Rapermen Pola Pembiayaan Mikro

Penyusunan Rumusan

Rapermen Pola Investasi

Perumahan

11,5 T

PENYALURAN FLPP (termasuk dana pengembalian)

120.000 Unit

114.750

unit

KPR Sejahtera Tapak

100

unit

KPR Sejahtera Susun

150

KPR Sejahtera Sewa Beli

5.000

KPR Swadaya

unit

unit

1.500

KPR Kredit Konstruksi unit

PENYALURAN SSB

2,5 T

225.000 Unit

PENYALURAN SBUM

344.500 Unit

1,4 T

BANTUAN PEMBIAYAAN PERUMAHAN BERBASIS TABUNGAN (BP2BT)

10 M

312 Unit

BA. 999.03

BA. 033 BA. 999.07

BA. 999.07

BA. 999.03

TOTAL Rp. 15,4 T

FASILITASI PEMBIAYAAN PERUMAHAN SISI PASOKAN

2b.

FASILITASI PEMBIAYAAN PERUMAHAN

SISI PERMINTAAN

2a.

FASILITASI PEMBIAYAAN PERUMAHAN MBR KEGIATAN PRIORITAS

7

(8)

1

Penyaluran Bantuan Pembiayaan Perumahan

(FLPP & SSB)

345.000 Unit

2

Penyaluran Bantuan Pembiayaan Berbasis

Tabungan (BP2BT)

3

Dekonsentrasi

Pendataan Pembiayaan Perumahan dan

Swadaya Mikro Perumahan

4

Fasilitasi penyiapan amanat UU

TAPERA, yaitu RPP tentang

Penyelenggaraan Tabungan Perumahan

Rakyat

312 Unit 34 Provinsi

5

Pengembangan

Skema Bantuan

Pembiayaan

Perumahan

4 Rapermen, 1 NSPK, 10 Mastek

6

Penyusunan Kebijakan, Program dan Anggaran, Data Informasi serta kerjasama evaluasi Kinerja

Pembiayaan Perumahan

18 Dokumen, 51 MoU

7

Pendayagunaan/mobilisasi sumber- sumber dana bagi Pembiayaan Perumahan (LKB/LKBB) dan fasilitasi

pemanfaatan CSR untuk pendanaan/Pembiayaan Perumahan

20 Perusahaan, 62 LJK

8

Pengembangan kerjasama baik dengan LKB/LKBB untuk penyaluran bantuan

perumahan maupun dengan lembaga donor

(luar negeri)

26 LKB/LKBB

9

Pemantauan, analisis, evaluasi

dan pelaksanaan pengendalian bantuan pembiayaan

14 Laporan, 4 Dokumen

1 RPP, 1 NSPK,

3 Dokumen

(DALAM RANGKA PEMENUHAN RPJMN DAN PROGRAM SEJUTA RUMAH) PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS PEMBIAYAAN PERUMAHAN TA. 2018

(9)

P A G U I N D I K A T I F 259,09 M

PAGU KEBUTUHAN MENGIKAT

46,00 M

PRIORITAS NASIONAL

114,12 M

PRIORITAS LAINNYA

98,97 M

Penyusunan Kebijakan, Program Dan Anggaran, Kerjasama, Data Informasi Serta Evaluasi Kinerja

PEMBIAYAAN PERUMAHAN

19,29 M

Pengembangan Pola Pembiayaan Perumahan

2,25 M

Pendayagunaan Sumber Pembiayaan Perumahan

12,95 M

Pembinaan Sistem Pembiayaan Perumahan

50,90 M

RPM

42,53 M

Dukungan Manajemen Penyelenggaraan Pembiayaan Perumahan

18,78 M

BLU

56,44 M

Pengendalian Kemudahan Dan Bantuan Pembiayaan Perumahan

12,80 M

RPM

46,00 M

Dukungan Penyaluran

Bantuan Pembiayaan

Perumahan

56,44 M

PHLN

10,00 M

Pengembangan Pola Pembiayaan Perumahan

10,95 M

Dukungan Penyaluran Bantuan Pembiayaan Perumahan

18,73 M

9

DITJEN. PEMBIAYAAN PERUMAHAN TA. 2018 PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS PENYEDIAAN RUMAH LAYAK

(10)

BELANJA PEGAWAI

Rp. 23,64 M

BELANJA BARANG

Rp. 231,97 M

BELANJA MODAL

Rp. 3,48 M

PERANGKAT PENGOLAH DATA DAN KOMUNIKASI

Rp. 1,78 M

PERALATAN DAN FASILITAS PERKANTORAN

Rp. 1,70 M

BELANJA

OPERASIONAL

Rp. 58,05 M

BELANJA NON OPERASIONAL

Rp. 173,92 M

Sekretariat Jenderal Pembiayaan Perumahan

Rp. 16,80 M

Direktorat Perencanaan Pembiayaan Perumahan

Rp. 19.29 M

Direktorat Pola Pembiayaan Perumahan

Rp. 23,20 M

Direktorat Pendayagunaan Sumber Pembiayaan Perumahan

Rp. 12,95 M

Direktorat Bina Sistem Pembiayaan Perumahan

Rp. 50,90 M

Direktorat Evaluasi Bantuan Pembiayaan Perumahan

Rp. 12,80 M

PPDPP

Rp. 37,98 M

PPDPP

Rp. 35,69 M

Ditjen. Pembiayaan Perumahan

Rp. 22,36 M

PAGU INDIKATIF

Rp. 259,09 M

DITJEN. PEMBIAYAAN PERUMAHAN TA. 2018 POHON ANGGARAN

(11)

Fasilitasi Pemberdayaan Pasar Pembiayaan Sekunder Perumahan dalam rangka Program Satu Juta Rumah

MBR

600.000-700.000 UNIT

NON MBR 300.000-400.000

UNIT

DIREKTORAT JENDERAL PEMBIAYAAN PERUMAHAN PENYALUR

KPR-FLPP

PENYALUR KPR

11

Fasilitasi Fasilitasi

Target

Refinancing TA. 2018 Rp. 7,15 T

Target Sekuritisasi TA. 2018

Rp. 2,3 T

(12)

NATIONAL AFFORDABLE HOUSING PROGRAM (NAHP)

(13)

TRANSFORMASI KELEMBAGAAN

12

Direktorat Jenderal Pembiayaan

Perumahan

DIREKTORAT JENDERAL PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR

DAN

PERUMAHAN

Dalam rangka menjawab tantangan pembangunan infrastruktur yang semakin besar, Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan siap bertransformasi menjadi Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur dan Perumahan

“...melalui PINA dan KPBU , pemerintah akan

terus berusaha mendorong partisipasi swasta

dan lembaga pengelola keuangan untuk

terlibat dalam upaya penyediaan

infrastruktur...”

(14)

Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait

89 Desember 2004 sebagai dasar alasan pembenar ataukah pembenaran atas tindakan para Terdakwa dalam melaksanakan perjanjian tersebut berupa pembayaran dengan

Pengertian perpustakaan digital berkembang menjadi sebuah organisasi yang menyediakan sumber daya, termasuk didalammya staff khusus, bertugas memilih, menyusun, dan

4 Data yang dideskripsi lengkap sesuai dengan variabel yang diteliti namun kurang sistematis. 3 Data yang dideskripsi kurang sesuai 2 Data yang dideskripsi tidak sesuai 1 6

 Pada tetanus yang berat akan terjadi gangguan pernapasan sebagai akibat spasme yang terus-menerus atau oleh karena kekakuan otot laring yang dapat menimbulkan anoksia

Memang banyak hal yang menjadi faktor penilai kualitas penjaga gawang sepakbola maupun futsal, akan tetapi penulis mengangkat wacana mengenai waktu reaksi dan

Dalam pengelolaan fasilitas jaringan WLAN ( Wirelass Local Area Network) , terkadang siswa dan guru mendapatkan masalah saat melakukan pratikum jaringan internet

Menurut KDIGO tahun 2012, terdapat berbagai golongan antihipertensi yang direkomendasikandapat menurunkan tekanan darah sehingga mencegah terjadinya komplikasi

Berdasarkan hasil analisis data penelitian tentang pengaruh keaktifan mahasiswa dalam organisasi terhadap prestasi belajar mahasiswa jurusan pendidikan ekonomi FE Unesa