• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR ISI. Sistem Manajemen Barang dan Aset Daerah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "DAFTAR ISI. Sistem Manajemen Barang dan Aset Daerah"

Copied!
60
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ... 1

DAFTAR GAMBAR ... 2

SISTEM MANAJEMEN BARANG DAN ASET DAERAH ... 5

I. PENDAHULUAN ... 5

II. TAHAPAN PROSES PENGELOLAAN ASET DAERAH ... 6

1. Menu Sistem ... 6

a. Set Pemda ... 6

b. Organisasi ... 7

c. Daftar Aset ... 16

d. Daftar Ruang ... 18

e. Ganti Password ... 20

f. Master Nilai Kapitalisasi ... 20

g. Master Masa Manfaat Penyusutan... 22

h. Setting Pengguna ... 22

2. Menu Transaksi ... 23

a. Daftar Transaksi ... 23

b. Daftar Penempatan Aset ... 29

c. Mutasi Barang ... 31

d. Reklas Aset ... 34

e. Hapus Aset ... 36

f. Buat Penyusutan ... 39

3. Menu Laporan ... 40

a. Kartu Inventaris Barang ... 40

b. Kartu Inventaris Ruang ... 48

c. Mutasi Barang ... 49

d. Inventaris ... 54

e. Penyusutan ... 57

(2)

DAFTAR GAMBAR

GAMBAR 1 FORM LOGIN APLIKASI ... 6

GAMBAR 2 MENU SIMBADA ... 6

GAMBAR 3 MENU SISTEM SET PEMDA ... 7

GAMBAR 4 TAMPILAN FORM SET PEMDA ... 7

GAMBAR 5 MENU ORGANISASI ... 7

GAMBAR 6 FORM ORGANISASI TAB URUSAN ... 8

GAMBAR 7 FORM ORGANISASI TAB SUB URUSAN ... 8

GAMBAR 8 FORM ORGANISASI TAB ORGANISASI ... 9

GAMBAR 9 FORM TAMBAH ORGANISASI ... 9

GAMBAR 10 INFORMASI PENYIMPANAN ORGANISASI BERHASIL ... 10

GAMBAR 11 PERINGATAN PENYIMPANAN ORGANISASI ... 10

GAMBAR 12 FORM UBAH ORGANISASI ... 10

GAMBAR 13 KONFIRMASI HAPUS ORGANISASI ... 11

GAMBAR 14 FORM ORGANISASI TAB UNIT ... 11

GAMBAR 15 FORM TAMBAH UNIT ... 12

GAMBAR 16 INFORMASI PENYIMPANAN UNIT BERHASIL ... 12

GAMBAR 17 PERINGATAN PENYIMPANAN UNIT ... 12

GAMBAR 18 FORM UBAH UNIT ... 13

GAMBAR 19 KONFIRMASI HAPUS UNIT ... 13

GAMBAR 20 FORM ORGANISASI TAB SUB UNIT ... 14

GAMBAR 21 FORM TAMBAH SUB UNIT ... 14

GAMBAR 22 INFORMASI PENYIMPANAN SUB UNIT BERHASIL ... 15

GAMBAR 23 PERINGATAN PENYIMPANAN UNIT ... 15

GAMBAR 24 FORM UBAH SUB UNIT ... 15

GAMBAR 25 KONFIRMASI HAPUS SUB UNIT ... 16

GAMBAR 26 FORM DAFTAR ASET / MASTER ASET ... 16

GAMBAR 27 FORM TAMBAH DAFTAR ASET ... 17

GAMBAR 28 FORM UBAH DAFTAR ASET ... 17

GAMBAR 29 KONFIRMASI HAPUS DAFTAR ASET ... 18

GAMBAR 30 MENU DAFTAR RUANG ... 18

GAMBAR 31 FORM DAFTAR RUANG ... 19

GAMBAR 32 FORM TAMBAH RUANG ... 19

GAMBAR 33 FORM UBAH RUANG ... 19

GAMBAR 34 FORM UBAH / GANTI PASSWORD ... 20

GAMBAR 35 FORM MASTER NILAI KAPITALISASI ... 20

GAMBAR 36 FORM UBAH NILAI KAPITALISASI ... 21

GAMBAR 37 KONFIRMASI PENGHAPUSAN NILAI KAPITALISASI ... 21

(3)

GAMBAR 39 FORM SETTING PENGGUNA ... 22

GAMBAR 40 FORM TAMBAH PENGGUNA ... 23

GAMBAR 41FORM UBAH PENGGUNA ... 23

GAMBAR 42 FORM DAFTAR TRANSAKSI ... 24

GAMBAR 43 PEMILIHAN GOLONGAN KIB ... 25

GAMBAR 44 FORM DAFTAR TRANSAKSI SESUAI GOLONGAN ... 25

GAMBAR 45 FORM TAMBAH KIB A ... 26

GAMBAR 46 FORM UBAH KIB ... 27

GAMBAR 47 KONFIRMASI PENGHAPUSAN TRANSAKSI ... 27

GAMBAR 48 FORM DETAIL TRANSAKSI ... 28

GAMBAR 49 FORM TAMBAH DETAIL TRANSAKSI... 28

GAMBAR 50 LINK DETAIL NO. BAP ... 29

GAMBAR 51 FORM DETAI NO. BAP ... 29

GAMBAR 52 FORM GAMBAR KIB ... 29

GAMBAR 53 MENU DAFTAR PENEMPATAN ASET ... 30

GAMBAR 54 FORM DAFTAR PENEMPATAN ASET ... 30

GAMBAR 55 FORM DETAIL PENEMPATAN ASET ... 30

GAMBAR 56 MENU BUAT MUTASI BARANG ... 31

GAMBAR 57 FORM DAFTAR MUTASI BARANG ... 31

GAMBAR 58 FORM DAFTAR MUTASI DENGAN DATA ... 32

GAMBAR 59 FORM MUTASI KELUAR ... 32

GAMBAR 61 FORM DAFTAR TERIMA MUTASI ... 33

GAMBAR 62 FORM DAFTAR TERIMA MUTASI BELUM DITERIMA ... 33

GAMBAR 63 GAMBAR TERIMA ASET KIB ... 34

GAMBAR 64 MENU REKLAS ASET ... 34

GAMBAR 65 FORM REKLAS ASET ... 35

GAMBAR 66 FORM REKLAS ASET DENGAN DATA ... 35

GAMBAR 67 FORM INPUT KIB REKLAS ... 36

GAMBAR 68 PERINGATAN DATA TIDAK ADA PENGHAPUSAN ASET ... 36

GAMBAR 69 MENU HAPUS ASET ... 37

GAMBAR 70 FORM DAFTAR ASET HAPUS ... 37

GAMBAR 71 FORM DAFTAR PENGHAPUSAN DENGAN DATA ... 37

GAMBAR 73 INPUT BAP ... 38

GAMBAR 74 MENU BUAT PENYUSUTAN ... 39

GAMBAR 75 KONFIRMASI PEMBUATAN PENYUSUTAN ... 39

GAMBAR 76 FORM PROSES PENYUSUTAN ... 39

GAMBAR 77 MENU LAPORAN KIB - A ... 40

GAMBAR 78 LAPORAN KIB A ... 40

GAMBAR 79 OUTPUT LAPORAN KIB A - TANAH ... 41

GAMBAR 80 MENU LAPORAN KIB - B ... 41

(4)

GAMBAR 81 LAPORAN KIB B ... 42

GAMBAR 82 OUTPUT LAPORAN KIB-B MESIN DAN PERALATAN ... 42

GAMBAR 83 MENU LAPORAN KIB C ... 43

GAMBAR 84 LAPORAN KIB C ... 43

GAMBAR 85 OUTPUT LAPORAN KIB C - GEDUNG DAN BANGUNAN ... 44

GAMBAR 86 MENU LAPORAN KIB D ... 44

GAMBAR 87 LAPORAN KIB D ... 44

GAMBAR 88 OUTPUT LAPORAN KIB D - JALAN, IRIGASI DAN JARINGAN ... 45

GAMBAR 89 MENU LAPORAN KIB E... 46

GAMBAR 90 LAPORAN KIB E ... 46

GAMBAR 91 OUTPUT LAPORAN KIB E - JALAN, IRIGASI DAN JARINGAN ... 46

GAMBAR 92 MENU LAPORAN KIB F ... 47

GAMBAR 93 LAPORAN KIB E ... 47

GAMBAR 94 OUTPUT LAPORAN KIB F - KONSTRUKSI DALAM PENGERJAAN ... 48

GAMBAR 95 MENU KARTU INVENTARIS RUANG (KIR) ... 48

GAMBAR 96 FORM LAPORAN KIR ... 48

GAMBAR 97 OUTPUT LAPORAN KARTU INVENTARIS RUANG (KIR) ... 49

GAMBAR 98 MENU KARTU INVENTARIS RUANG (KIR) ... 50

GAMBAR 99 FORM LAPORAN MUTASI BARANG ... 50

GAMBAR 100 OUTPUT LAPORAN MUTASI BARANG ... 51

GAMBAR 101 MENU DAFTAR MUTASI BARANG ... 51

GAMBAR 102 FORM LAPORAN DAFTAR MUTASI BARANG ... 52

GAMBAR 103 OUTPUT LAPORAN DAFTAR MUTASI BARANG... 52

GAMBAR 104 MENU REKAP MUTASI BARANG ... 54

GAMBAR 105 FORM LAPORAN REKAP MUTASI BARANG ... 54

GAMBAR 106 OUTPUT LAPORAN REKAP MUTASI BARANG ... 54

GAMBAR 108 FORM LAPORAN BUKU INVENTARIS ... 55

GAMBAR 109 OUTPUT LAPORAN BUKU INVENTARIS ... 55

GAMBAR 111 FORM LAPORAN REKAP BUKU INVENTARIS ... 56

GAMBAR 112 OUTPUT LAPORAN REKAP BUKU INVENTARIS ... 56

GAMBAR 114 FORM LAPORAN PENYUSUTAN ... 58

GAMBAR 115 OUTPUT LAPORAN PENYUSUTAN ... 58

GAMBAR 117 FORM LAPORAN REKAP PENYUSUTAN ... 59

GAMBAR 118 OUTPUT LAPORAN REKAP PENYUSUTAN ... 59

(5)

SISTEM MANAJEMEN BARANG DAN ASET DAERAH

I. PENDAHULUAN

Pemerintah daerah memerlukan sebuah program pengelolaan aset yang dapat dipertanggung jawabkan. Manajemen aset adalah metode yang dapat digunakan oleh Pemerintah Daerah untuk memaksimalkan potensi yang ada di daerahnya. Untuk mencapai tujuan pengelolaan aset secara terencana, terintegrasi, dan sanggup menyediakan data dan informasi yang dikehendaki dalam tempo yang singkat, dibutuhkan suatu sarana yang efektif untuk mendukung pengambilan keputusan atas aset.

Sistem informasi manajemen aset adalah sistem manajemen pendataan aset yang ada secara terintegrasi seluruh instansi yang difokuskan pada pendataan dan pengelolaan. Dalam sistem ini aset-aset yang dimiliki oleh suatu instansi akan dapat dipantau tentang keberadaan, nilai, perpindahan, dan kondisinya. Sistem informasi aset dipersiapkan untuk kebutuhan perencanaan dalam utilisasi ruang, terkait dengan aset apa saja yang ada di dalam ruang yang bisa dilakukan utilisasi dan sharing fasilitas antar department atau pihak terkait.

Aplikasi ini dibangun untuk meningkatkan kualitas dari kinerja pengelolaan aset daerah baik dari sisi ketepatan waktu, akurasi, verifiable dan sesuai kaidah-kaidah pengelolaan asset daerah lainnya sehingga meningkatkan ketepatan dalam pengambilan keputusan daerah.

(6)

II. TAHAPAN PROSES PENGELOLAAN ASET DAERAH

Untuk dapat masuk kedalam aplikasi ini, isi address bar sesuai dengan alamat dari aplikasi aset, pada internet explorer, mozila, chrome atau yang sejenisnya kemudian akan muncul kotak untuk log in Aplikasi sebagaimana ditunjukkan dalam gambar berikut :

Gambar 1 Form Login Aplikasi

Setelah mengisi pengguna dan password kemudian tekan tombol login untuk masuk kedalam aplikasi, setelah itu akan muncul menu-menu utama sebagai berikut :

Gambar 2 Menu Simbada

1. Menu Sistem a. Set Pemda

Menu ini berfungsi untuk mengelola informasi mengenai data identitas Pemda. Cara untuk menambah Set Pemda dari aplikasi adalah dengan memilih menu Konfigurasi

 sub menu Pemda seperti yang ditampilkan dalam gambar berikut :

(7)

Gambar 3 Menu Sistem Set Pemda kemudian akan muncul form set pemda sebagai berikut :

Gambar 4 Tampilan Form Set Pemda

Setelah data diinputkan, untuk menyimpan pemda klik tombol simpan, sedangkan untuk keluar tekan tombol tutup.

b. Organisasi

Menu Organisasi digunakan untuk menampilkan, mengubah, menghapus dan menambahkan Organisasi. Cara untuk menambah organisasi adalah dengan memilih menu Sistem

sub menu Organisasi sebagaimana ditunjukkan dalam gambar berikut :

Gambar 5 Menu Organisasi

(8)

kemudian akan muncul form organisasi sebagai berikut :

Gambar 6 Form Organisasi Tab Urusan

Pada form organisasi terbagi menjad 5 (lima) tab yaitu : Urusan, Sub Urusan, Organisasi, Unit, Sub Unit, lebih lanjut akan kita uraikan masing-masing kegunaan dari tab-tab tersebut.

1.) Urusan

Tab Urusan berisi informasi tentang urusan dari pemerintah daerah. Pada tab ini pengguna hanya diperkenankan untuk melihat informasi dan tidak bisa melakukan pengeditan, penambahan ataupun penghapusan.

2.) Tab Sub Urusan

Berisi informasi tentang Sub Urusan dari pemerintah daerah. Pada tab ini pengguna hanya diperkenankan untuk melihat informasi dan tidak bisa melakukan pengeditan, penambahan ataupun penghapusan. untuk tampilan tab Sub Urusan dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 7 Form Organisasi Tab Sub Urusan

(9)

3.) Tab Organisasi

Tab Organisasi berisi informasi tentang Daftar Organisasi dari pemerintah daerah. Pada tab ini pengguna dapat meruabah, menambahkan maupun menghapus Daftar Organisasi. Tampilan tab Organisasi dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 8 Form Organisasi Tab Organisasi

Dari gambar diatas dapat kita lihat terdapat beberapa filter untuk menampilkan daftar organisasi. Filter Urusan dan filter Sub Urusan, filter urusan digunakan untuk memfilter daftar sub urusan berdasarkan urusan, sedangkan filter sub urusan digunakan untuk memfilter daftar organisasi berdasarkan sub urusan.

 Tambah Organisasi

Untuk Menambahkan data organisasi pengguna tinggal mengklik tombol tambah, maka akan tampil form tambah organisasi, seperti gambar dibawah ini.

Gambar 9 Form Tambah Organisasi

Setelah semua kolom pengisian diisikan maka tekan tombol simpan untuk menyimpan dan tekan tombol tutup untuk menutup form. Apabila

(10)

penyimpanan berhasil maka akan tampil informasi bahwa penyimpanan organisasi telah berhasil dilakukan.

Gambar 10 Informasi Penyimpanan Organisasi Berhasil

Namun apabila ada kesalahan pengisian maka akan keluar peringatan bahwa penginputan data masih salah. Kesalahan penginputan data bisa disebabkan karena field inputan belum diisi atau masih kosong.

Gambar 11 Peringatan Penyimpanan Organisasi

 Ubah Organisasi

Sedangkan untuk mengubah data dapat dilakukan dengan mengklik tombol ubah, pastikan terlebih dahulu pengguna memilih data yang akan diubah, pada grid daftar organisasi. Setelah pengguna mengklik tombol ubah maka akan keluar tampilan form seperti dibawah ini.

Gambar 12 Form Ubah Organisasi

Setelah data diisi sesuai dengan perubahan yang diinginkan tekan tombol simpan untuk menyimpan data, apabila data berhasil disimpan maka akan keluar tampilan informasi penyimpanan berhasil seperti ditunjukkan pada gambar 9. Untuk menutup form ubah organisasi tekan tombol tutup.

 Penghapusan Data Organisasi

Untuk menghapus data organisasi dapat dilakukan dengan mengklik tombol hapus, namun pastikan dulu pengguna memilih data yang akan dihapus di grid organisasi. Setelah tombol hapus diklik maka akan tampil konfirmasi

(11)

apakah data benar-benar akan dihapus. Untuk menghapus tekan tombol 'Ya' dan 'Tidak' untuk batal menghapus. Seperti pada gambar dibawah ini.

Gambar 13 Konfirmasi Hapus Organisasi 4.) Tab Unit

Tab Unit berisi informasi tentang Daftar Unit dari pemerintah daerah. Pada tab ini pengguna dapat merubah, menambahkan maupun menghapus Daftar Unit.

Tampilan tab Unit dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 14 Form Organisasi Tab Unit

Dari gambar diatas dapat kita lihat terdapat beberapa filter untuk menampilkan daftar Unit. Filter Urusan, filter Sub Urusan dan filter Organisasi.

Filter urusan digunakan untuk memfilter daftar sub urusan berdasarkan urusan, sedangkan filter sub urusan digunakan untuk memfilter daftar organisasi berdasarkan sub urusan dan filter organisasi digunakan untuk memfilter daftar unit berdasarkan organisasi yang dipilih.

 Tambah Unit

Untuk Menambahkan data unit pengguna tinggal mengklik tombol tambah, maka akan tampil form tambah unit, seperti gambar dibawah ini.

(12)

Gambar 15 Form Tambah Unit

Setelah semua kolom pengisian diisikan maka tekan tombol simpan untuk menyimpan dan tekan tombol tutup untuk menutup form. Apabila penyimpanan berhasil maka akan tampil informasi bahwa penyimpanan organisasi telah berhasil dilakukan.

Gambar 16 Informasi Penyimpanan Unit Berhasil

Namun apabila ada kesalahan pengisian maka akan keluar peringatan bahwa penginputan data masih salah. Kesalahan penginputan data bisa disebabkan karena field inputan belum diisi atau masih kosong.

Gambar 17 Peringatan Penyimpanan Unit

 Ubah Unit

Sedangkan untuk mengubah data dapat dilakukan dengan mengklik tombol ubah, pastikan terlebih dahulu pengguna memilih data yang akan diubah, pada grid daftar organisasi. Setelah pengguna mengklik tombol ubah maka akan keluar tampilan form seperti dibawah ini.

(13)

Gambar 18 Form Ubah Unit

Setelah data diisi sesuai dengan perubahan yang diinginkan tekan tombol simpan untuk menyimpan data, apabila data berhasil disimpan maka akan keluar tampilan informasi penyimpanan berhasil seperti ditunjukkan pada gambar 9. Untuk menutup form ubah Unit tekan tombol tutup.

 Penghapusan Data Unit

Untuk menghapus data Unit dapat dilakukan dengan mengklik tombol hapus, namun pastikan dulu pengguna memilih data yang akan dihapus di grid Unit.

Setelah tombol hapus diklik maka akan tampil konfirmasi apakah data benar-benar akan dihapus. Untuk menghapus tekan tombol 'Ya' dan 'Tidak' untuk batal menghapus. Seperti pada gambar dibawah ini.

Gambar 19 Konfirmasi Hapus Unit

5.) Tab Sub Unit

Tab Sub Unit berisi informasi tentang Daftar Sub Unit dari pemerintah daerah.

Pada tab ini pengguna dapat merubah, menambahkan maupun menghapus Daftar Sub Unit. Tampilan tab Sub Unit dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

(14)

Gambar 20 Form Organisasi Tab Sub Unit

Dari gambar diatas dapat kita lihat terdapat beberapa filter untuk menampilkan daftar Unit. Filter Urusan, filter Sub Urusan, filter Organisasi, dan filter Unit. Filter urusan digunakan untuk memfilter daftar sub urusan berdasarkan urusan, filter sub urusan digunakan untuk memfilter daftar organisasi berdasarkan sub urusan sedangkan filter organisasi digunakan untuk memfilter daftar unit berdasarkan organisasi dan filter unit digunakan untuk memfilter daftar sub unit berdasarkan unit yang dipilih.

 Tambah Sub Unit

Untuk Menambahkan data sub unit pengguna tinggal mengklik tombol tambah, maka akan tampil form tambah sub unit, seperti gambar dibawah ini.

Gambar 21 Form Tambah Sub Unit

Setelah semua kolom pengisian diisikan maka tekan tombol simpan untuk menyimpan dan tekan tombol tutup untuk menutup form. Apabila

(15)

penyimpanan berhasil maka akan tampil informasi bahwa penyimpanan Sub Unit telah berhasil dilakukan.

Gambar 22 Informasi Penyimpanan Sub Unit Berhasil

Namun apabila ada kesalahan pengisian maka akan keluar peringatan bahwa penginputan data masih salah. Kesalahan penginputan data bisa disebabkan karena field inputan belum diisi atau masih kosong.

Gambar 23 Peringatan Penyimpanan Unit

 Ubah Sub Unit

Sedangkan untuk mengubah data dapat dilakukan dengan mengklik tombol ubah, pastikan terlebih dahulu pengguna memilih data yang akan diubah, pada grid daftar Sub Unit. Setelah pengguna mengklik tombol ubah maka akan keluar tampilan form seperti dibawah ini.

Gambar 24 Form Ubah Sub Unit

Setelah data diisi sesuai dengan perubahan yang diinginkan tekan tombol simpan untuk menyimpan data, apabila data berhasil disimpan maka akan keluar tampilan informasi penyimpanan berhasil seperti ditunjukkan pada gambar 22. Untuk menutup form ubah Sub Unit tekan tombol tutup.

 Penghapusan Data Sub Unit

(16)

Untuk menghapus data Sub Unit dapat dilakukan dengan mengklik tombol hapus, namun pastikan dulu pengguna memilih data yang akan dihapus di grid Sub Unit. Setelah tombol hapus diklik maka akan tampil konfirmasi apakah data benar-benar akan dihapus. Untuk menghapus tekan tombol 'Ya' dan 'Tidak' untuk batal menghapus. Seperti pada gambar dibawah ini.

Gambar 25 Konfirmasi Hapus Sub Unit c. Daftar Aset

Daftar Aset/Master Aset digunakan untuk menyimpan data master aset sesuai dengan peraturan menteri 17 tahun 2007. Form daftar aset yang ditampilkan dalam aplikasi ini dalam bentuk tree sehingga akan memudahkan pengguna dalam memanage daftar aset.

Pada form ini pengguna dapat mengedit, menambahkan maupun menghapus daftar aset yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan pemerintah daerah masing-masing. Form daftar aset/master aset dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 26 Form Daftar Aset / Master Aset

 Tambah Daftar Aset

Seperti terlihat pada gambar 26, untuk menambahkan daftar aset pengguna terlebih dahulu memilih daftar aset yang akan ditambahkan kemudian tekan tombol tambah.

(17)

Gambar 27 Form Tambah Daftar Aset

Setelah Uraian Aset diinputkan tekan tombol simpan untuk menyimpan data, sedangkan untuk menutup form tambah tekan tombol tutup.

 Ubah Daftar Aset

Untuk Merubah daftar Aset pengguna terlebih dahulu memilih daftar aset yang akan ditambahkan kemudian tekan tombol Ubah. Maka akan tampil form ubah daftar aset, seperti terlihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 28 Form Ubah Daftar Aset

(18)

Untuk menyimpan perubahan klik tombol simpan, dan tekan tombol tutup untuk menutup form ubah daftar aset.

 Hapus Daftar Aset

Untuk menghapus daftar aset, pastikan terlebih dahulu pengguna memilih data yang akan dihapus. Tekan tombol hapus untuk menghapus data, maka akan keluar konfirmasi penghapusan seperti gambar dibawah ini.

Gambar 29 Konfirmasi Hapus Daftar Aset

Untuk melanjutkan penghapusan tekan tombol 'Ya', sedangkan untuk membatalkan tekan tombol 'Tidak'

d. Daftar Ruang

Daftar ruang digunakan untuk pendataan daftar ruangan yang ada pada pemerintah daerah. Untuk menampilkan daftar ruang pengguna dapat mengklik Konfigurasi  Sub Menu Daftar Ruang seperti ditunjukkan pada gambar dibawah ini.

Gambar 30 Menu Daftar Ruang

Setelah pengguna mengklik menu daftar barang maka akan keluar form Daftar ruangan seperti terlihat pada gambar dibawah ini.

(19)

Gambar 31 Form Daftar Ruang

 Tambah Ruang

Untuk menambah ruang pengguna tinggal megklik tombol tambah, maka akan tampil form tambah ruang, seperti pada gambar dibawah ini.

Gambar 32 Form Tambah Ruang

Setelah nama ruang diisi tekan tombol simpan, untuk keluar tekan tombol tutup.

 Ubah Ruang

Ubah ruang digunakan untuk mengubah ruang yang sudah pernah diinputkan. Untuk mengubah ruang terlebih dahulu pengguna memilih data yang akan di ubah pada daftar ruang, kemudian tekan tombol ubah. Setelah tombol ubah diklik maka akan keluar form ubah ruang, seperti gambar dibawah ini.

Gambar 33 Form Ubah Ruang

Setelah nama ruang diubah tekan tombol simpan, untuk keluar tekan tombol tutup.

 Hapus Ruang

Untuk menghapus ruang yang telah ada, pengguna cukup memilih data ruang yang akan dihapus kemudian tekan tombol hapus

(20)

e. Ganti Password

Menu ini digunakan untuk merubah password, dari pengguna yang sedang aktif.

Gambar 34 Form Ubah / Ganti Password

Untuk merubah password, pengguna tinggal menginputkan password baru, kemudian mengulang password yang telah diinputkan tersebut. Setelah itu tekan tombol simpan.

f. Master Nilai Kapitalisasi

Master nilai kapitalisasi digunakan untuk pendataan nilai kapitalsiasi dari suatu aset.

Untuk mengubah maupun pengisian nilai kapitalisasi dapat dilakukan dengan menekan tombol aksi yang ada pada grid daftar nilai kapitalisasi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 35 Form Master Nilai Kapitalisasi

Seperti gambar diatas tombol ubah digunakan untuk mengubah nilai kapitalisasi. Apabila pengguna memilih tombol ubah maka akan keluar form ubah nilai kapitalisasi seperti ditunjukkan pada gambar dibawah ini.

(21)

Gambar 36 Form Ubah Nilai Kapitalisasi

Untuk menyimpan perubahan tekan tombol simpan, dan tekan tombol batal untuk membatalkan perubahan.

Sedangkan tombol hapus pada gambar diatas digunakan untuk menghapus nilai kapitalisasi dari aset yang terpilih. Setelah tombol hapus diklik maka akan keluar konfirmasi penghapusan, seperti pada gambar dibawah ini.

Gambar 37 Konfirmasi Penghapusan Nilai Kapitalisasi

(22)

g. Master Masa Manfaat Penyusutan

Master masa manfaat penyusutan digunakan untuk pendataan nilai masa manfaat dari suatu aset. Pada form ini pengguna dapat mengubah maupun menghapus nilai masa manfaat. Untuk mengubah nilai masa manfaat dapat dilakukan dengan menekan tombol ubah pada grid kolom aksi, sedangkan untuk menghapus nilai masa manfaat dapat dilakukan dengan menekan tombol hapus. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 38 Form Masa Manfaat Penyusutan h. Setting Pengguna

Setting Pengguna digunakan untuk memanage pengguna yang bisa mengakses aplikasi ini. Fitur Setting Pengguna ini hanya bisa ditemukan pada pengguna dengan level Administrator.

Gambar 39 Form Setting Pengguna

Pada form ini penguna dapat menambahkan, mengubah maupun menghapus pengguna.

(23)

Untuk menambah pengguna, dapat dilakukan dengan menekan tombol tambah, maka akan keluar form tambah pengguna, seperti terlihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 40 Form Tambah Pengguna

Setelah semua inputan diisikan tekan tombol simpan untuk menyimpan dan tekan tombol batal untuk membatalkan.

Keterangan : Hak Akses digunakan untuk membagi level-level setiap pengguna.

 Ubah Pengguna

Untuk dapat mengubah pengguna dapat dilakukan dengan cara mengklik tombol ubah pada form setting pengguna. Pada form ubah pengguna ini, tidak semua data bisa diubah hanya beberapa inputan saja yang bisa diubah, contoh : password.

Gambar 41Form Ubah Pengguna

 Hapus Pengguna

Untuk menghapus Pengguna yang telah ada, pengguna cukup memilih data Pengguna yang akan dihapus kemudian tekan tombol hapus

2. Menu Transaksi a. Daftar Transaksi

(24)

Gambar 42 Form Daftar Transaksi

Data aset yang ada di dalam daftar transaksi ini berisi data aset pada tahun yang sedang berjalan. Data transaksi yang berasal dari saldo awal, hanya bisa melakukan 2 jenis transaksi, yaitu :

1) Perubahan Peningkatan Nilai Kualitas (+) 2) Perubahan Penurunan Kualitas (-)

Data Transaksi barang pada tahun berjalan (pengadaan baru) di input di register transaksi, transaksi yang dilakukan bisa terdiri dari 11 transaksi, yaitu :

1) Pengadaan Baru (Pembelian) (+) 2) Sumbangan/Hibah/Hadiah (+) 3) Tukar Menukar (+)

4) Perubahan Peningkatan Nilai Kualitas (+) 5) Pindahan dari SKPD Lain (+)

6) Dijual/Dihapuskan (-) 7) Musnah/Hilang/Mati (-)

8) Tukar Menukar/Ruilslag/Tukar Guling/Dilepaskan (-) 9) Dihibahkan/Disumbangkan/Dihadiahkan (-)

10) Dipindah ke SKPD Lain (-)

11) Perubahan Penurunan Kualitas (-)

Pada daftar transaksi ini dibagi menjadi 6 golongan yaitu 1. Golongan Tanah

2. Golongan Peralatan dan Mesin 3. Golongan Gedung dan Bangunan 4. Golongan Jalan, Irigasi dan Jaringan 5. Golongan Aset Tetap Lainnya

6. Golongan Konstruksi dalam Pengerjaan.

Untuk mengelola daftar transaksi, pengguna hanya tinggal memilih jenis golongan, sebagaimana diperlihatkan gambar berikut ini :

(25)

Gambar 43 Pemilihan Golongan KIB

Setelah Golongan dipilih langkah selanjutnya memilih satuan kerja, dengan cari mengklik tombol satuan kerja. Kemudian akan tampil form Daftar transaksi seperti gambar berikut ini :

Gambar 44 Form Daftar Transaksi Sesuai Golongan

Di dalam jendela Daftar Transaksi ini, user bisa melakukan filtering data yaitu berdasakan : tahun pembelian dan klasifikasi. Filtering data digunakan untuk memudahkan pengguna dalam melakukan pemilahan data. Selain itu pengguna juga dapat melakukan proses tambah, ubah maupun penghapusan data. Untuk penjelasan tombol-tombolnya bisa dilihat seperti di bawah ini.

1) Tambah Transaksi

Untuk melakukan penambahan transaksi dapat dilakukan dengan menekan tombol maka akan tampil form tambah transaksi sesuai dengan golongan yang dpilih, seperti terlihat pada gambar dibawah ini.

(26)

Gambar 45 Form Tambah KIB A

Pada form ini juga telah disediakan fitur upload gambar yang digunakan untuk memasukkan gambar-gambar pendukung aset. Untuk mengupload gambar silahkan pilih tab Gambar KIB seperti ditunjukkan pada gambar diatas, langkah selanjutnya adalah tekan tombol simpan untuk menyimpan data. Setelah data berhasil disimpan maka Form tambah kib akan tertutup dan data yang sudah diinputkan akan tertampil pada grid daftar transaksi.

Keterangan : Jenis Transaksi yang tersedia di List Box, Field ini tidak boleh kosong.

Jenis Transaksi ini terdiri dari 11 transaksi, diantaranya yaitu :

i. Pengadaan Baru (Pembelian) (+)  transaksi ini akan menambah nilai harga perolehan

ii. Sumbangan/Hibah/Hadiah (+)  transaksi ini akan menambah nilai harga perolehan

iii. Tukar Menukar (+)  transaksi ini akan menambah nilai harga perolehan iv. Perubahan Peningkatan Nilai Kualitas (+)  transaksi ini akan menambah nilai

harga perolehan

v. Pindahan dari SKPD Lain (+)  transaksi ini akan menambah nilai harga perolehan

vi. Dijual/Dihapuskan (-)  transaksi ini akan mengurangi nilai harga perolehan vii. Musnah/Hilang/Mati (-)  transaksi ini akan mengurangi nilai harga perolehan viii. Tukar Menukar/Ruilslag/Tukar Guling/Dilepaskan (-)  transaksi ini akan

mengurangi nilai harga perolehan

ix. Dihibahkan/Disumbangkan/Dihadiahkan (-)  transaksi ini akan mengurangi nilai harga perolehan

x. Dipindah ke SKPD Lain (-)  transaksi ini akan mengurangi nilai harga perolehan

(27)

xi. Perubahan Penurunan Kualitas (-)

transaksi ini akan mengurangi nilai harga perolehan

2) Ubah Transaksi

Ubah transaksi digunakan untuk merubah data transaksi yang pernah diinputkan.

Untuk dapat merubah transaksi yang telah ada pengguna tinggal mengklik tombol pada form daftar transaksi, maka akan tampil form ubah transaksi dengan isian data sesuai dengan data yang telah terpilih, seperti pada gambar dibawah ini.

Gambar 46 Form Ubah KIB

Seperti halnya pada penambahan data, pada pengubahan data ini juga bisa untuk mengubah gambar pendukung.

3) Hapus Transaksi

Terkadang dalam proses penginputan data juga bisa terjadi kesalahan dalam penginputan data. Apabila telah terjadi kesalahan dalam hal penginputan data, maka pengguna dapat menghapus data transaksi yang salah/tidak sesuai tersebut dengan cara menekan tombol , maka akan tampil konfirmasi seperti ditunjukkan pada gambar dibawah ini.

Gambar 47 Konfirmasi Penghapusan Transaksi

4) Detail Transaksi

Di dalam jendela Daftar Transaksi ini, user juga bisa melakukan pengelolaan transaksi secara detil. Tombol Detail digunakan untuk menambah, menghapus,

(28)

Gambar 48 Form Detail Transaksi

Pada Form detail transaksi ini pengguna dapat melakukan penambahan ,perubahan data, maupun menghapus data detail transaksi. Data detail transaksi ini digunakan untuk pengelolaan dari suatu aset. Contoh : Suatu aset mengalami peningkatan nilai kwalitas atau overhaul, maka pada aset tersebut dapat ditambahkan penambahan detail nilai kwalitas/overhaul dari aset tersebut. Untuk menambahkan detail transaksi tekan tombol , maka akan tampil jendela tambah detail transaksi, seperti terlihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 49 Form Tambah Detail Transaksi

Untuk mengubah data detail transaksi, pengguna dapat mengklik tombol kemudian akan tampil jendela seperti pada gambar 49, hanya saja data sudah terisi sesuai dengan data yang akan diubah. Sedangkan untuk menghapus data detail transaksi pengguna dapat mengklik tombol dan akan keluar konfirmasi penghapusan detail transaksi. Selain fitur-fitur yang telah dijelaskan diatas, pengguna juga dapat melihat detail dari dasar No. BAP yang telah diinputkan. Untuk melihat detail No. BAP dapat dilakukan dengan cara mengklik data No. BAP seperti ditunjukkan pada gambar dibawah ini.

(29)

Gambar 50 Link Detail No. BAP

Setelah No. BAP diklik maka akan tampil jendela seperti dibawah ini

Gambar 51 Form Detai No. BAP

5) Lihat Gambar KIB

Pada Daftar Transaksi ini juga telah disediakan penginputan data-data pendukung dari suatu aset yang berupa gambar. Untuk melihat data-data pendukung (Gambar) tersebut, pengguna dapat mengklik tombol maka akan tampil jendela Gambar KIB seperti ditunjukkan pada gambar dibawah ini.

Gambar 52 Form Gambar KIB b. Daftar Penempatan Aset

Data aset yang ada di dalam penempatan aset (KIR) ini berisi data aset yang telah melalui proses penempatan aset. Penempatan aset bisa dilakukan jika aset yang bersangkutan sudah masuk ke Register Transaksi. Untuk menggunakan fitur ini pengguna

(30)

dapat memilih pada menu Daftar Penempatan Aset seperti terlihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 53 Menu Daftar Penempatan Aset

Setelah menu dipilih maka akan tampil jendela Form Daftar Penempatan Aset seperti terlihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 54 Form Daftar Penempatan Aset

Untuk menempatkan aset, hal yang terlebih dilakukan adalah memilih satuan kerja dari aset yang akan ditempatkan. Untuk memilih satuan kerja dapat dilakukan dengan cara mengklik tombol satuan kerja. Setelah tombol Satuan Kerja dipilih maka data aset akan tertampil pada grid seperti terlihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 55 Form Detail Penempatan Aset

(31)

langkah selanjutnya adalah memilih ruangan dengan memilih tombol daftar ruangan.

Setelah itu untuk menempatkan aset tersebut, centang pada aset yang akan ditempatkan, tekan tombol simpan untuk menyimpan penempatan aset.

Keterangan :

 Untuk memudahkan dalam proses penempatan daftar bisa diatur jumlah yang akan ditampilkan dengan menambah jumlah baris sedangkan untuk

berpindah kehalaman selanjutnya klik pada halaman

.

 Data yang sudah ditempatkan maka pada kolom ruangan akan tertera nama ruangan, sedangkan aset yang belum ditempatkan pada kolom ruangan kosong.

c. Mutasi Barang

Mutasi barang digunakan untuk memindah barang antar SKPD. Menu mutasi ini dibagi menjadi 2 yaitu Buat Mutasi dan Terima Mutasi.

1. Buat Mutasi Barang

Untuk membuat mutasi klik menu Buat Mutasi Barang seperti terlihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 56 Menu Buat Mutasi Barang

Maka akan tampil jendela buat mutasi barang seperti ditunjukkan pada gambar dibawah ini.

Gambar 57 Form Daftar Mutasi Barang

(32)

Setelah tampil form Buat Mutasi Barang, pilih Golongan Aset yang akan dimutasikan

dengan cara memilih Golongan Aset ,

kemudian pilih satuan kerja, maka pada form buat mutasi barang akan terlihat seperti pada gambar dibawah ini.

Gambar 58 Form Daftar Mutasi Dengan Data

Langkah selanjutnya pilih aset yang akan dimutasikan kemudian pilih tombol mutasi , maka akan tampil form Mutasi Keluar seperti pada gambar dibawah ini.

Gambar 59 Form Mutasi Keluar

Dari gambar mutasi keluar terdapat 2 input, yaitu No. BAP dan Unit Tujuan, keduanya harus diisi dan tidak boleh dikosongkan, apabila No. BAP belum ada maka dapat kita tambahkan dengan cara mengklik tombol , kemudian tekan tombol simpan.

2. Terima Mutasi

Terima Mutasi digunakan untuk menerima data yang telah dimutasikan ke Satuan kerja terpilih. Untuk menerima mutasi klik menu Terima Mutasi seperti terlihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 60 Menu Terima Mutasi

(33)

Maka akan tampil jendela terima mutasi barang seperti ditunjukkan pada gambar dibawah ini.

Gambar 61 Form Daftar Terima Mutasi

Setelah tampil form Terima Mutasi Barang, pilih Golongan Aset dengan cara memilih

Golongan Aset , kemudian pilih satuan kerja

dan pilih daftar mutasi yang belum diterima. Apabila ada data aset yang akan diterima maka data akan tampil di grid terima mutasi barang, namun apabila tidak ada data yang akan diterima maka akan keluar peringatan bahwa data tidak ada atau kosong. Untuk lebih jelasnya dapat kita lihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 62 Form Daftar Terima Mutasi Belum Diterima

Untuk menerima aset yang telah dimutasikan, klik tombol terima , maka akan tampil form Tambah KIB dengan isian sesuai aset yang akan diterima, isikan NO. BAP kemudian simpan, seperti pada gambar dibawah ini.

(34)

Gambar 63 Gambar Terima Aset KIB

Keterangan : Pada saat keluar gambar diatas semua data tidak bisa dirubah dan tidak perlu dirubah, pengguna hanya cukup menginputkan No. BAP.

d. Reklas Aset

Reklas aset digunakan untuk merubah klasifikasi aset. Reklas aset dapat dilakukan apabila aset tersebut telah berada dibawah nilai kapitalisasi ataupun aset tersebut sudah tidak dapat digunakan karena aus, ketinggalan jaman, tidak sesuai dengan kebutuhan organisasi yang makin berkembang, rusak berat, tidak sesuai dengan rencana umum tata ruang (RUTR) atau masa kegunaannya telah berakhir, maka aset tetap tersebut hakekatnya tidak lagi memiliki manfaat ekonomi masa depan, sehingga penggunaannya harus dihentikan. Apabila suatu aset tetap dimaksudkan untuk dihentikan dari penggunaan aktif, maka aset tetap tersebut direklasifikasi dalam kelompok aset lainnya. Sedangkan Aset yang berada dibawah nilai kapitalisasi maka aset tersebut harus direklas ke Extrakomptabel.

Untuk melakukan proses reklas aset klik menu Reklas Aset seperti terlihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 64 Menu Reklas Aset

(35)

Maka akan tampil jendela Reklas Aset seperti ditunjukkan pada gambar dibawah ini.

Gambar 65 Form Reklas Aset

Setelah tampil form Reklas Aset, pilih Golongan Aset yang akan Reklas dengan cara

memilih Golongan Aset , kemudian pilih

satuan kerja, maka pada form Reklas Aset akan terlihat seperti pada gambar dibawah ini.

Gambar 66 Form Reklas Aset Dengan Data

Untuk melakukan proses reklas aset, pilih data yang akan direklas kemudian tekan tombol reklas, maka akan tampil jendela Input KIB Reklas, seperti pada gambar dibawah ini.

(36)

Gambar 67 Form Input KIB Reklas

Setelah klasifikasi aset dirubah klik tombol simpan untuk menyimpan data.

Keterangan : Pada form input KIB reklas semua data tidak bisa dirubah dan tidak perlu dirubah, pengguna hanya bisa merubah klasifikasi aset.

e. Hapus Aset

Data aset yang dihapus di menu penghapusan aset akan mempengaruhi harga perolehan di data Saldo Awal maupun Daftar Transaksi. Penghapusan aset hanya bisa dilakukan apabila aset yang akan dihapus telah direklas di aset lainnya. Apabila data pada klasifikasi aset lainnya tidak ada maka akan keluar informasi bahwa data aset yang akan dihapus tidak ada, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 68 Peringatan Data Tidak Ada Penghapusan Aset

Untuk melakukan proses Penghapusan aset klik menu Hapus Aset seperti terlihat pada gambar dibawah ini.

(37)

Gambar 69 Menu Hapus Aset

Maka akan tampil jendela Penghapusan Aset seperti ditunjukkan pada gambar dibawah ini.

Gambar 70 Form Daftar Aset Hapus

Setelah tampil form Hapus Aset, pilih Golongan Aset yang akan Hapus dengan cara

memilih Golongan Aset , kemudian pilih

satuan kerja, maka pada form Penghapuasan Aset akan terlihat seperti pada gambar dibawah ini.

Gambar 71 Form Daftar Penghapusan Dengan Data

(38)

Untuk menghapus data aset, pilih data yang akan dihapus kemudian tekan tombol hapus maka akan tampil form Penghapusan Aset seperti pada gambar dibawah ini.

Gambar 72 Form Penghapusan Aset

Pada form penghapusan aset diatas dapat kita lihat ada 3 inputan yaitu No. BAP, Jenis Transaksi, Keterangan, dari ketiga inputan tersebut untuk No. BAP dana Jenis Transaksi harus diisi dan tidak boleh dikosongkan. Apabila No. BAP belum ada maka bisa kita tambahkan dengan memilih tombol .

Setelah data dinputkan dengan benar klik tombol simpan.

Keterangan :

 Saat tambah BAP, pilih jenis transaksi sesuai dengan jenis BAP yang akan digunakan, seperti gambar dibawah ini.

Gambar 73 Input BAP

 Pada form Penghapusan Aset, Jenis transaksi yang bisa dipilih adalah :

o Dijual/Dihapuskan (-)  transaksi ini akan mengurangi nilai harga perolehan o Musnah/Hilang/Mati (-)  transaksi ini akan mengurangi nilai harga perolehan o Tukar Menukar/Ruilslag/Tukar Guling/Dilepaskan (-)  transaksi ini akan

mengurangi nilai harga perolehan

o Dihibahkan/Disumbangkan/Dihadiahkan (-)  transaksi ini akan mengurangi nilai harga perolehan

(39)

f. Buat Penyusutan

Buat penyusutan digunakan untuk membuat daftar penyusutan, yang akan digunakan untuk laporan akuntansi.

Untuk menggunakan fitur ini klik menu buat penyusutan seperti pada gambar dibawah ini.

Gambar 74 Menu Buat Penyusutan

Maka akan tampil konfirmasi pembuatan data penysutan seperti terlihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 75 Konfirmasi Pembuatan Penyusutan

Tekan tombol 'Ya' untuk melanjutkan proses pembuatan data penyusutan. Maka akan keluar form indikator proses pembuatan penyusutan seperti gambar dibawah ini.

Gambar 76 Form Proses Penyusutan

Tunggu sampai selesai, maka proses pembuatan data penyusutan telah berhasil.

(40)

3. Menu Laporan

a. Kartu Inventaris Barang

Kartu Inventaris Barang (KIB) adalah Kartu untuk mencata barang-barang Inventaris secara tersendiri atau kumpulan/kollektif dilengkapi data asal, volume, kapasitas, merk, tipe, nilai/harga, tahun pembelian/pembuatan dan data lain mengenai barang tersebut, yang diperlukan untuk inventarisasi maupun tujuan lain dan dipergunakan selama barang itu belum dihapuskan.

Ada 6 jenis Kartu Inventaris Barang (KIB) terdiri dari:

1. KIB A - Tanah

Untuk mencetak laporan KIB A - Tanah klik menu Kartu Inventaris Barang, kemudian klik sub menu KIB A -Tanah, seperti gambar dibawah ini.

Gambar 77 Menu Laporan KIB - A

Maka akan muncul jendela Laporan KIB A, seperti bisa kita lihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 78 Laporan KIB A

Kemudian untuk mencetak Laporan KIB A -Tanah, pengguna terlebih dahulu harus memilih satuan kerja, setelah satuan kerja dipilih langkah selanjutnya adalah memilih klasifikasi aset, baru kemudian tekan tombol cetak untuk mencetak Laporan KIB A - Tanah. Hasil dari laporan KIB A - Tanah dapat kita lihat pada gambar dibawah ini.

(41)

Gambar 79 Output Laporan KIB A - Tanah

Keterangan :

a. Apabila ada data tanah yang tidak jelas, dapat diisi ke dalam kolom atau lajur maka untuk tidak menghambat pencatatan (Sensus Barang Daerah), kolom atau lajur tersebut dapat dikosongkan atau di strip, kecuali 2 (dua) hal yang tidak boleh dikosongkan dan harus ditaksir atau diperkirakan, yakni :

 Tahun Perolehan, karena tahun perolehan termasuk dalam Kode Lokasi.

 Harga, oleh karena menyatakan/menggambarkan besarnya aset/kekayaan yang ada pada SKPD, dan menggambarkan seluruh aset/kekayaan dan masing-masing Daerah Provinsi/Kabupaten/ Kota.

b. Khusus mengenai harga, yang diisi/dicantumkan Harga Beli/sesuai ketentuan yang berlaku. Namun dalam rangka Sensus barang Daerah, untuk mendapatkan data/harga yang wajar, dapat dengan harga pada saat dilaksanakan Sensus Barang Daerah, seperti:

a. Untuk tanah berdasarkan Harga Umum tanah atau NJOP setempat.

b. Untuk bangunan berdasarkan Harga standar dari Dinas PU.

2. KIB B - Mesin dan Peralatan

Untuk mencetak laporan KIB B - Mesin dan Peralatan klik menu Kartu Inventaris Barang, kemudian klik sub menu KIB B - Mesin dan Peralatan, seperti gambar dibawah ini.

Gambar 80 Menu Laporan KIB - B

(42)

Maka akan muncul jendela Laporan KIB B, seperti bisa kita lihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 81 Laporan KIB B

Kemudian untuk mencetak Laporan KIB B - Mesin dan Peralatan, pengguna terlebih dahulu harus memilih satuan kerja, setelah satuan kerja dipilih langkah selanjutnya adalah memilih klasifikasi aset, baru kemudian tekan tombol cetak untuk mencetak Laporan KIB B - Mesin dan Peralatan. Hasil dari laporan KIB B - Mesin dan Peralatan dapat kita lihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 82 Output Laporan KIB-B Mesin dan peralatan

KIB-B Mesin dan peralatan ini digunakan untuk mencatat:

a. alat-alat besar

Alat-alat Besar Darat, Alat-alat Besar Apung. Alat-alat Bantu dan lain lain sejenisnya.

b. alat-alat angkutan

Alat Angkutan Darat Bermotor, Alat Angkutan Darat Tak Bermotor, Alat Angkut Apung Bermotor, Alat Angkut Apung tak Bermotor, Alat Angkut Bermotor Udara, dan lain-lainnya sejenisnya.

c. alat-alat bengkel dan alat ukur

Alat Bengkel Bermotor, Alat Bengkel Tak Bermotor, dan lain-lain sejenisnya.

d. alat-alat pertanian/peternakan

Alat Pengolahan Tanah dan Tanaman, Alat Pemeliharaan Tanaman/Pasca

(43)

e. alat-alat kantor dan rumah tangga

Alat Kantor, Alat Rumah Tangga, dan lain-lain sejenisnya.

f. alat studio dan alat komunikasi

Alat Studio, Alat Komunikasi dan lain-lain sejenisnya.

g. alat-alat kedokteran

Alat Kedokteran seperti Alat Kedokteran Umum, Alat Kedokteran Gigi, Alat Kedokteran Keluarga Berencana, Alat Kedokteran Mata, Alat Kedokteran THT, Alat Rontgen, Alat Farmasi, dan lain-lain sejenisnya.

h. alat-alat laboratorium

Unit Alat Laboratorium, Alat Peraga/Praktek Sekolah dan lain-lain sejenisnya.

i. alat-alat keamanan

Senjata Api, Persenjatan Non Senjata Api, Amunisi, Senjata Sinar dan lain- lain sejeinsnya.

3. KIB C - Gedung dan Bangunan

KIB-C ini digunakan untuk mencatat setiap inventaris bangunan gedung dan bangunan monumen. KIB ini dipergunakan juga untuk mencatat setiap bangunan gedung dan bangunan monumen.

Untuk mencetak laporan KIB C - Gedung dan Bangunan klik menu Kartu Inventaris Barang, kemudian klik sub menu KIB C - Gedung dan Bangunan, seperti gambar dibawah ini.

Gambar 83 Menu Laporan KIB C

Maka akan muncul jendela Laporan KIB C, seperti bisa kita lihat pada gambar dibawah ini.

(44)

Kemudian untuk mencetak Laporan KIB C - Gedung dan Bangunan, pengguna terlebih dahulu harus memilih satuan kerja, setelah satuan kerja dipilih langkah selanjutnya adalah memilih klasifikasi aset, baru kemudian tekan tombol cetak untuk mencetak Laporan KIB C - Gedung dan Bangunan. Hasil dari laporan KIB C - Gedung dan Bangunan dapat kita lihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 85 Output Laporan KIB C - Gedung dan Bangunan

4. KIB D - Jalan, Irigasi dan Jaringan

Untuk mencetak laporan KIB D klik menu Kartu Inventaris Barang, kemudian klik sub menu KIB D - Jalan, Irigasi dan Jaringan, seperti gambar dibawah ini.

Gambar 86 Menu Laporan KIB D

Maka akan muncul jendela Laporan KIB D, seperti bisa kita lihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 87 Laporan KIB D

(45)

Kemudian untuk mencetak Laporan KIB D - Jalan, Irigasi dan Jaringan, pengguna terlebih dahulu harus memilih satuan kerja, setelah satuan kerja dipilih langkah selanjutnya adalah memilih klasifikasi aset, baru kemudian tekan tombol cetak untuk mencetak Laporan KIB D - Jalan, Irigasi dan Jaringan. Hasil dari laporan KIB D - Jalan, Irigasi dan Jaringan dapat kita lihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 88 Output Laporan KIB D - Jalan, Irigasi dan Jaringan

KIB D digunakan untuk mencatat:

a. Jalan dan jembatan

Jalan, Jembatan, terowongan dan lain-lain jenisnya.

b. Bangunan air/irigasi

Bangunan Air Irigasi, Bangunan Air Pasang, Bangunan Air Pengembangan Rawa dan Polde, Bangunan Air Pengaman Surya dan Penanggul, Bangunan Air Minum, Bangunan Air Kotor dan Bangunan Air lain yang sejenis.

c. Instalasi

Instalasi Air Minum, Instalasi Air Kotor, Instalasi Pengolahan Sampah, Instalasi Pengolahan Bahan Bangunan, Instalasi Pembangkit Listrik, Instalasi Gardu Listrik dan lain-lain sejenisnya.

d. Jaringan

Jaringan Air Minum, Jaringan Listrik dan lain-lain sejenisnya.

5. KIB E - Aset Tetap Lainnya

Untuk mencetak laporan KIB E klik menu Kartu Inventaris Barang, kemudian klik sub menu KIB E - Jalan, Irigasi dan Jaringan, seperti gambar dibawah ini.

(46)

Gambar 89 Menu Laporan KIB E

Maka akan muncul jendela Laporan KIB E, seperti bisa kita lihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 90 Laporan KIB E

Kemudian untuk mencetak Laporan KIB E - Jalan, Irigasi dan Jaringan, pengguna terlebih dahulu harus memilih satuan kerja, setelah satuan kerja dipilih langkah selanjutnya adalah memilih klasifikasi aset, baru kemudian tekan tombol cetak untuk mencetak Laporan KIB E - Jalan, Irigasi dan Jaringan. Hasil dari laporan KIB E - Jalan, Irigasi dan Jaringan dapat kita lihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 91 Output Laporan KIB E - Jalan, Irigasi dan Jaringan

KIB E ini digunakan untuk mencatat : a. buku dan perpustakaan

Buku seperti Buku Umum Filsafah, Agama, Ilmu Sosial, Ilmu Bahasa, Matematika dan Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Praktis, Arsitektur,

(47)

b. barang bercorak kesenian/kebudayaan

Barang Bercorak Kesenian, Kebudayan seperti Pahatan, Lukisan Alat-alat Kesenian, Alat Olahraga, Tanda Penghargaan, dan lain-lain sejenisnya.

c. hewan/ternak dan tumbuhan

Hewan seperti Binatang Ternak, Binatang Unggas, Binatang Melata, Binatang Ikan, Hewan Kebun Binatang dan lain-lain sejenisnya. Tumbuhan-tumbuhan seperti Pohon Jati, Pohon Mahoni, Pohon Kenari, Pohon Asem dan lain-lain sejenisnya termasuk pohon ayoman/pelindung.

6. KIB F - Konstruksi dalam Pengerjaan

Untuk mencetak laporan KIB F klik menu Kartu Inventaris Barang, kemudian klik sub menu KIB F - Konstruksi dalam Pengerjaan, seperti gambar dibawah ini.

Gambar 92 Menu Laporan KIB F

Maka akan muncul jendela Laporan KIB F, seperti bisa kita lihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 93 Laporan KIB E

Kemudian untuk mencetak Laporan KIB F - Konstruksi dalam Pengerjaan, pengguna terlebih dahulu harus memilih satuan kerja, setelah satuan kerja dipilih langkah selanjutnya adalah memilih klasifikasi aset, baru kemudian tekan tombol cetak untuk mencetak Laporan KIB F - Konstruksi dalam Pengerjaan.

Hasil dari KIB F - Konstruksi dalam Pengerjaan dapat kita lihat pada gambar dibawah ini.

(48)

Gambar 94 Output Laporan KIB F - Konstruksi dalam Pengerjaan

b. Kartu Inventaris Ruang

Kartu Inventaris Ruangan (KIR) ini digunakan untuk mencatat inventaris yang berada diruangan masing-masing. Pada sudut kiri atas diisi nama Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota, Unit, Satuan Kerja dan ruangan.

Untuk mencetak laporan Kartu Inventaris Ruangan (KIR) klik menu Kartu Inventaris Ruang, seperti gambar dibawah ini.

Gambar 95 Menu Kartu Inventaris Ruang (KIR)

Maka akan tampil jendela laporan Kartu Inventaris Ruang, seperti pada gambar dibawah ini.

Gambar 96 Form Laporan KIR

Kemudian untuk mencetak Laporan Kartu Inventaris Ruang (KIR), pengguna terlebih dahulu harus memilih satuan kerja, setelah satuan kerja dipilih langkah selanjutnya

(49)

adalah memilih klasifikasi aset, baru kemudian tekan tombol cetak untuk mencetak Laporan Kartu Inventaris Ruang (KIR). Hasil dari Laporan Kartu Inventaris Ruang (KIR) dapat kita lihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 97 Output Laporan Kartu Inventaris Ruang (KIR)

c. Mutasi Barang

Laporan mutasi barang merupakan pencatatan barang bertambah dan/atau berkurang selama 6 (enam) bulan untuk dilaporkan kepada Kepala Daerah melalui pengelola.

Laporan Mutasi Barang merupakan catatan satuan Kerja/Unit selama 6 bulan periode/semester, selanjutnya dibuatkan dalam bentuk Laporan Mutasi Barang, untuk dilaporkan (secara manual). Untuk cara Komputerisasi, langsung dalam bentuk Laporan Mutasi Barang.

Laporan Mutasi Barang dilaksanakan 2 (dua) kali dalam satu tahun kalender yaitu:

1) Laporan Mutasi Barang Semester I terhitung periode waktu antara 1 Januari s/d 30 Juni 20xx

2) Laporan Mutasi Barang Semester II terhitung periode waktu antara 1 July s/d 31 Desember 20xx menjadi Daftar Mutasi Barang (DMB) untuk Tahun itu.

Laporan Mutasi Barang dibuat setiap Semester (1 kali dalam 6 bulan), dan apabila dalam 1 (satu) Semester kebetulan tidak terdapat mutasi barang (bertambah atau berkurang), laporan tetap dibuat dengan mutasi ditulis NIHIL.

Barang daerah yang berada pada masing-masing Satuan Unit Kerja Perangkat Daerah atau instansi dapat saja mengalami mutasi (perubahan) yang bisa kemungkinan bertambah atau bisa juga berkurang dalam jangka waktu tertentu (1 semester atau 1 tahun) antara lain disebabkan karena:

(50)

a. Pengadaan baru karena pembelian b. Sumbangan atau hibah.

c. Tukar-menukar.

d. Perobahan karena peningkatan kualitas (guna susun).

2. Berkurang karena disebabkan:

a. Dijual/dihapuskan.

b. Musnah/hilang/mati.

c. Dihibahkan/disumbangkan.

d. Tukar-menukar/Tukar guling (ruilslag)/dilepaskan dengan ganti rugi.

Laporan Mutasi Barang mempunyai 3 sub menu laporan, yang diantaranya adalah : 1. Laporan Mutasi Barang

Untuk mencetak laporan Mutasi Barang klik menu Mutasi Barang, kemudian klik sub menu Laporan Mutasi Barang, seperti gambar dibawah ini.

Gambar 98 Menu Kartu Inventaris Ruang (KIR)

Maka akan tampil jendela laporan Mutasi Barang, seperti pada gambar dibawah ini.

Gambar 99 Form Laporan Mutasi Barang

Kemudian untuk mencetak Laporan Mutasi Barang, pengguna terlebih dahulu harus memilih satuan kerja, setelah satuan kerja dipilih langkah selanjutnya adalah memilih Semester, baru kemudian tekan tombol cetak untuk mencetak Laporan Mutasi Barang. Hasil dari Laporan Mutasi Barang dapat kita lihat pada gambar dibawah ini.

(51)

Gambar 100 Output Laporan Mutasi Barang

2. Laporan Daftar Mutasi Barang

Daftar Mutasi Barang memuat data barang yang bertambah dan atau yang berkurang dalam suatu jangka waktu tertentu (1 semester dalam bentuk Laporan Mutasi Barang dan Laporan Mutasi Barang Semester I dan Semester II digabungkan menjadi dalam bentuk Daftar Mutasi Barang selama 1 (satu) tahun 1 tahun.

Daftar Mutasi Barang dibuat hanya sekali setiap tahunnya dan dilaksanakan setiap 15 (lima belas) hari setelah berakhirnya tahun anggaran bersangkutan dan dibuatkan Rekapnya dalam 3 (tiga) rangkap. Daftar Mutasi Barang selama 1 (satu) tahun tersebut disimpan di Pembantu Pengelola (di Biro/Bagian Perlengkapan Propinsi/ Kabupaten/Kota).

Untuk mencetak laporan Daftar Mutasi Barang klik menu Daftar Mutasi Barang, kemudian klik sub menu Laporan Daftar Mutasi Barang, seperti gambar dibawah ini.

Gambar 101 Menu Daftar Mutasi Barang

Maka akan tampil jendela laporan Daftar Mutasi Barang, seperti pada gambar dibawah ini.

(52)

Gambar 102 Form Laporan Daftar Mutasi Barang

Kemudian untuk mencetak Laporan Daftar Mutasi Barang, pengguna terlebih dahulu harus memilih satuan kerja, baru kemudian tekan tombol cetak untuk mencetak Laporan Daftar Mutasi Barang. Hasil dari Laporan Daftar Mutasi Barang dapat kita lihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 103 Output Laporan Daftar Mutasi Barang

(53)

Keterangan :

1. Daftar Mutasi Barang, memuat semua jenis barang menurut bidangnya yang ada pada unit/Satuan Kerja.

2. Daftar Mutasi Barang, disimpan di Biro/Bagian Perlengkapan sebagai arsip.

3. Daftar Mutasi Barang dibuatkan Rekapnya.

Rekapitulasi ini tidak memuat jenis-jenis barang, tetapi hanya memuat per Golongan dari 01 s/d 06 (Tanah s/d Konstruksi dalam Pengerjaan) dan bidang barang dari bidang 01 s/d 19 (bidang tanah s/d Hewan, Ternak dan Tumbuhan), jadi hanya memuat pokok-pokoknya Golongan dan bidang barang.

3. Rekapitulasi Daftar Mutasi Barang (RDMB)

Rekapitulasi Daftar Mutasi Barang (Rekapitulasi DMB) per tahun berbeda bentuknya dengan Daftar Mutasi Barang, pada RDMB tidak lagi dalam jenis- jenis Barang tetapi dalam Golongan Barang (01 s/d 06) dan Bidang Barang (Bidang 01 s/d Bidang 19).

 Penjelasan Umum

a. Rekapitulasi Laporan Mutasi Barang per semester, datanya dari laporan Mutasi per semester dimana tidak lagi dalam jenis-jenis barang tetapi dalam Golongan (01 s/d 06) dan Bidang Barang (Bidang 01 s/d 19).

b. Rekapitulasi Daftar Mutasi Barang per tahun, datanya dari Daftar Mutasi Barang per tahun dimana tidak lagi dalam jenis-jenis barang tetapi dalam Golongan (01 s/d 06) Bidang Barang (Bidang 01 s/d Bidang19) c. Rekap-rekap ini dibuat oleh SKPD untuk memudahkan Pengelola/

Pembantu Pengelola untuk mengkompilasi dan membuat Rekapitulasi Induk agar dapat mengetahui besarnya/banyaknya barang atau jumlah kekayaan Daerah.

d. Rekapitulasi Induk Daftar Mutasi Barang ditandatangani oleh Pengelola.

e. Laporan Mutasi Barang dan Daftar Mutasi Barang tersebut tinggal di Pengelola/Pembantu Pengelola dan setelah dikompilasi disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri (Direktur Jenderal BAKD) dalam bentuk Rekapitulasi Induk.

Untuk mencetak laporan Rekap Mutasi Barang klik menu Rekap Mutasi Barang, kemudian klik sub menu Laporan Rekap Mutasi Barang, seperti gambar dibawah ini.

(54)

Gambar 104 Menu Rekap Mutasi Barang

Maka akan tampil jendela laporan Rekap Mutasi Barang, seperti pada gambar dibawah ini.

Gambar 105 Form Laporan Rekap Mutasi Barang

Kemudian untuk mencetak Laporan Rekap Mutasi Barang, pengguna terlebih dahulu harus memilih satuan kerja, baru kemudian tekan tombol cetak untuk mencetak Laporan Rekap Mutasi Barang. Hasil dari Laporan Rekap Mutasi Barang dapat kita lihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 106 Output Laporan Rekap Mutasi Barang

d. Inventaris

Laporan Inventaris adalah himpunan catatan data teknis dan administratif yang diperoleh dari catatan kartu-kartu inventaris barang dari KIB-A, s/d KIB-F ditiap- tiap Satuan Unit Kerja Perangkat Daerah bersangkutan.

Laporan Inventaris mempunyai 2 sub menu laporan, yang diantaranya adalah : 1. Laporan Buku Inventaris

(55)

Untuk mencetak laporan Buku Inventaris klik menu Inventaris, kemudian klik sub menu Laporan Buku Inventaris, seperti gambar dibawah ini.

Gambar 107 Menu Laporan Buku Inventaris

Maka akan tampil jendela laporan Buku Inventaris, seperti pada gambar dibawah ini.

Gambar 108 Form Laporan Buku Inventaris

Kemudian untuk mencetak Laporan Buku Inventaris, pengguna terlebih dahulu harus memilih satuan kerja, kemudian klasifikasi dari aset yang akan dicetak, baru kemudian tekan tombol cetak untuk mencetak Laporan Buku Inventaris.

Hasil dari Laporan Buku Inventaris dapat kita lihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 109 Output Laporan Buku Inventaris

2. Laporan Rekap Buku Inventaris

Untuk mencetak laporan Rekap Buku Inventaris klik menu Inventaris, kemudian klik sub menu Laporan Rekap Buku Inventaris, seperti gambar dibawah ini.

(56)

Gambar 110 Menu Laporan Rekap Buku Inventaris

Maka akan tampil jendela laporan Rekap Buku Inventaris, seperti pada gambar dibawah ini.

Gambar 111 Form Laporan Rekap Buku Inventaris

Kemudian untuk mencetak Laporan Rekap Buku Inventaris, pengguna terlebih dahulu harus memilih satuan kerja, kemudian klasifikasi dari aset yang akan dicetak, baru kemudian tekan tombol cetak untuk mencetak Laporan Rekap Buku Inventaris. Hasil dari Laporan Rekap Buku Inventaris dapat kita lihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 112 Output Laporan Rekap Buku Inventaris

Keterangan :

Untuk keperluan laporan maka Buku Inventaris Barang Kabupaten/Kota dibuat Rekapitulasi untuk menggambarkan jumlah kekayaan Kabupaten/Kota tersebut. Dibuatkan Daftar Rekapitulasi sebanyak rangkap 5 (lima), untuk memudahkan Propinsi guna mengumpulkan/mengkompilasi daftar rekapitulasi

(57)

1. Dirjen BAKD Departemen Dalam Negeri.

2. Setjen Departemen Dalam Negeri.

3. Departemen Keuangan, cq. Ditjen. Anggaran.

4. Arsip (di Propinsi yang bersangkutan)

e. Penyusutan

Aset tetap memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun (satu periode akuntansi).

Semua jenis aset tetap, kecuali tanah, akan makin berkurang kemampuannya untuk memberikan jasa bersamaan dengan berlalunya waktu. Beberapa faktor yang mempengaruhi menurunnya kemampuan ini adalah karena pemakaian, keausan, ketidakseimbangan kapasitas yang tersedia dengan yang diminta dan ketinggalan teknologi.

Berkurangnya kapasitas berarti berkurangnya nilai aset tetap yang bersangkutan.

Hal ini perlu dicatat dan dilaporkan. Pengakuan adanya penurunan nilai aset tetap berwujud disebut penyusutan (depresiasi / depreciation). Penyusutan dapat dihitung tiap-tiap bulan atau ditunda sampai dengan akhir tahun.

Faktor-faktor yang mempengaruhi penyusutan / depresiasi adalah:

1) Cost dari aktiva tetap, 2) Umur ekonomis aktiva tetap, 3) Nilai residu, dan

4) Pola penggunaan aktiva tetap.

Ada beberapa metode penyusutan, dan yang lazim dipakai di Indonesia adalah Metode Garis Lurus (Straight Line Method), Metode Unit Produksi (Unit Production Method) dan Metode Saldo Menurun Ganda (Double Decline Method).

Laporan Penyusutan ini dibagi menjadi 2 Sub Menu Laporan Penyusutan yaitu : 1. Laporan Penyusutan

Untuk mencetak laporan Penyusutan klik Penyusutan, kemudian klik sub menu Laporan Penyusutan, seperti gambar dibawah ini.

Gambar 113 Menu Laporan Penyusutan

Maka akan tampil jendela laporan Penyusutan, seperti pada gambar dibawah ini.

(58)

Gambar 114 Form Laporan Penyusutan

Kemudian untuk mencetak Laporan Penyusutan, pengguna terlebih dahulu harus memilih satuan kerja, kemudian klasifikasi dari aset yang akan disusutan dan dicetak, baru kemudian tekan tombol cetak untuk mencetak Laporan Penyusutan. Hasil dari Laporan Penyusutan dapat kita lihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 115 Output Laporan Penyusutan

2. Laporan Rekap Penyusutan

Untuk mencetak laporan Rekap Penyusutan klik Penyusutan, kemudian klik sub menu Laporan Rekap Penyusutan, seperti gambar dibawah ini.

Gambar 116 Menu Laporan Rekap Penyusutan

Maka akan tampil jendela laporan Rekap Penyusutan, seperti pada gambar dibawah ini.

(59)

Gambar 117 Form Laporan Rekap Penyusutan

Kemudian untuk mencetak Laporan Rekap Penyusutan, pengguna terlebih dahulu harus memilih satuan kerja, kemudian klasifikasi dari aset yang akan disusutan dan dicetak, baru kemudian tekan tombol cetak untuk mencetak Laporan Rekap Penyusutan. Hasil dari Laporan Rekap Penyusutan dapat kita lihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 118 Output Laporan Rekap Penyusutan

(60)

Sekian

Terimakasih

Gambar

Gambar 14 Form Organisasi Tab Unit
Gambar 20 Form Organisasi Tab Sub Unit
Gambar 26 Form Daftar Aset / Master Aset
Gambar 27 Form Tambah Daftar Aset
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pada tabel IV pengujian sistem secara keseluruhan dapat dilihat juga kinerja dari cell motor vibrator, dari tabel pengujian sistem secara keseluruhan cell motor vibrator

Sementara sebagian orang yang tidak paham pada masa sekarang menyangka bahwa orang yang lebih banyak menghimpun lembaran-lembaran dan banyak menulis, berarti dia telah menyaingi

Pada bagian sebelumnya sudah dibahas, bahwa untuk menanggulangi tumpukan sampah organik di TPA yang dapat menimbulkan bau busuk dan menghasilkan gas rumah kaca

Sehubungan dengan proses Prakualifikasi yang akan dilakukan, Penyedia Barang/Jasa diminta mempersiapkan dan menyampaikan dokumen- dokumen kualifikasi yang dipersyaratkan

Penelitian ini adalah yang bersifat deskriptif dengan desain penelitian crossectional untuk mengetahui gambaran konsumsi sumber vitamin dan mineral, status gizi,

Awali langkah pemecahan masalah dengan memecahkan submasalah yang lebih sederhana kemudian gunakan solusi submasalah tersebut untuk memecahkan masalah anda..

PRij : Persentase perubahan pendapatan sektor pertanian yang disebabkan komponen pertumbuhan regional PPij : Persentase perubahan pendapatan sektor pertanian yang disebabkan

Semakin besar konsentrasi mulai-mulai ion logam Pb(II), semakin besar pula konsentrasi ion logam Pb(II) yang teradsorpsi oleh nanomaterial hibrida dari pasir besi pantai