Direktorat Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan
Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Pendidikan Departemen Pendidikan Nasional
Gedung D Lantai 15 Jl. Jendral Sudirman Pintu I Senayan Jakarta
Telp/fax. 021-57974128, 57974129, 57974130, 57974131, 57974132, 57974133 [email protected]
Bahan Belajar Mandiri BAGI GURU
Bahasa Inggris SMP
Paket Pembelajaran BERMUTU
Better Education Through Reformed Management and
Universal Teacher Upgrading
Program BERMUTU Drs. Djodi Etman, M.Ed
Pengembang
Ni’matulloh, S.Pd, MM Penelaah
Cipto Margono
Yance Ferdian Perancang Grafis:
Bagus Dwipayana Alamsyah
Arief
Rindy Andina
Bahan Belajar Mandiri Bahasa Inggris SMP
© 2008
Direktorat Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan
Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Pendidikan
Departemen Pendidikan Nasional
Gedung D Lantai 15 Jl. Jendral Sudirman Pintu I Senayan Jakarta
Telp/fax. 021-57974128, 57974129, 57974130, 57974131, 57974132, 57974133 [email protected]
KATA PENGANTAR
PB/B.INGGRIS/SMP
i
KATA PENGANTAR
Dalam rangka mengimplementasikan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Menteri Pendidikan Nasional melalui Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK) melaksanakan Program Better Education through Reformed Management and Universal Teacher Upgrading (BERMUTU) yang dimulai pada tahun 2008 sampai tahun 2013 yang dilaksanakan di 75 Kabupaten/Kota di 16 provinsi. Program BERMUTU bertujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran sebagai dampak peningkatan kompetensi, kualifikasi, dan kinerja guru peserta. Salah satu komponen strategis Program BERMUTU untuk mencapai tujuan tersebut adalah penguatan peningkatan mutu dan profesional guru peserta secara berkelanjutan.
Besarnya jumlah guru peserta yang belum memenuhi kualifikasi minimal S1/D4 menjadi dasar pemikiran untuk memberdayakan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) yang mewadahi guru bidang studi di SMP, dalam hal ini adalah MGMP Bahasa Inggris SMP. Dalam Program BERMUTU, peningkatan kompetensi guru peserta akan ditingkatkan dengan memberdayakan MGMP sehingga mampu menyelenggarakan berbagai kegiatan pengembangan profesional guru termasuk pendidikan dan pelatihan yang terakreditasi bagi guru peserta yang belum memiliki Ijazah S1/D4.
Paket Pembelajaran Model BERMUTU telah dikembangkan untuk dimanfaatkan sebagai perangkat utama dalam proses pendidikan dan pelatihan terakreditasi bagi guru peserta di MGMP. Paket Pembelajaran Model BERMUTU yang dirancang dengan mengintegrasikan pendekatan penelitian tindakan kelas, lesson study, dan studi kasus, diharapkan dapat memandu guru-guru peserta untuk melakukan kajian kritis terhadap proses pembelajaran yang dilaksanakan, memperbaiki dan mengembangkan kurikulum pembelajarannya, serta mempraktekkan pembelajaran yang baik berdasarkan metode PAKEM dan strategi pembelajaran inovatif lainnya.
Paket Pembelajaran Model BERMUTU dikembangkan dengan melibatkan sejumlah widyaiswara dari P4TK, dosen LPTK, guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah, serta mengintegrasikan berbagai masukan dari praktisi lapangan dan nara sumber ahli dari LPTK. Dengan Paket Pembelajaran Model BERMUTU, beragam kegiatan pengembangan profesional guru di MGMP dapat dilaksanakan secara aktif.
Penghargaan dan terima kasih setinggi-tingginya disampaikan kepada semua pihak yang telah terlibat dalam pengembangan Paket Pembelajaran Model BERMUTU ini yang dikoordinasikan oleh Direktorat Pembinaan Diklat, Ditjen PMPTK. Semoga Paket Pembelajaran Model BERMUTU ini dapat bermanfaat bagi guru-guru dan komunitas pendidikan pada umumnya, sehingga pada akhirnya dapat tercapai cita-cita luhur peningkatan kualitas pendidikan di tanah air.
Jakarta, 20 November 2008 Direktur Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan
Sumarna Surapranata, Ph,D.
NIP. 131 470 163
PB/B.INGGRIS/SMP
ii
Paket Pembelajaran BERMUTU merupakan program inovatif untuk meningkatkan kualitas pengajaran melalui kelompok kerja guru, kepala sekolah, dan pengawas.
Program ini akan diadakan di 76 kabupaten/kota di Indonesia dengan harapan akhirnya program ini dapat dijadikan model pengembangan profesional yang sistematis bagi KKG dan MGMP di seluruh Indonesia.
PENDAHULUAN
Ada dua Paket Pembelajaran BERMUTU, yaitu Paket Pembelajaran Bidang Ilmu untuk guru dan Paket Pembelajaran Manajemen untuk kepala sekolah dan pengawas.
Terdapat 3 tujuan utama dari program ini.
Tujuan
• Meningkatkan kompetensi guru, kepala sekolah, dan pengawas dalam memperbaiki kualitas pengajaran.
• Memberikan kontribusi pada peningkatan kualifikasi para peserta dengan adanya angka kredit yang diberikan kepada yang berhasil menyelesaikan program ini.
• Memberikan kontribusi pada peningkatan kualitas sistem pengembangan tenaga profesional melalui tersedianya program kelompok kerja guru, kepala sekolah, dan pengawas yang dapat diterapkan, sistematis, dan berkelanjutan.
Paket Pembelajaran Bidang Ilmu diharapkan akan meningkatkan kualifikasi dan kompetensi guru dalam pembelajaran bidang ilmu secara profesional, serta diarahkan untuk mencapai peningkatan keterampilan guru dalam:
Paket Pembelajaran Bidang Ilmu
• melakukan kajian sistematis terhadap proses belajar mengajar dari beberapa aspek, yaitu aspek kurikulum, aspek bidang ilmu, dan aspek praktek mengajar;
• merancang tindakan perbaikan secara cermat dan sistematis;
• melaksanakan tindakan perbaikan, dan
• melakukan refleksi terhadap proses belajar mengajar yang dilaksanakan, menganalisis dampak perbaikan yang dijalankan, serta merangkum hasil-nya untuk menjadi acuan untuk proses belajar mengajar berikutnya.
SI MASALAH/09/IPA PANDUAN PENGELOLAAN
PB/B.INGGRIS/SMP
iii
Paket Pembelajaran Bidang Ilmu terdiri atas beberapa komponen:
Struktur Paket
(1) Bahan Belajar Mandiri (BBM) Generik yang memperkenalkan strategi belajar yang diutamakan dalam Paket Pembelajaran Bidang Ilmu;
(2) Bahan Belajar Mandiri Bidang Studi per jenjang (4 mata pelajaran per SD Kelas Tinggi dan SMP; satu-tematik-untuk Kelas Awal)
(3) Bahan Belajar Mandiri TIK (ICT) dalam pembelajaran;
(4) Laman (Website) Cakrawala guru sebagai media penyimpan (repository) sumber belajar pendukung dan fasilitas interaksi, dan
(5) Bahan Belajar Mandiri Pengelolaan Program Belajar Bermutu, yang ditujukan kepada Dinas setempat dan pengurus program Bermutu di tingkat KKG/MGMP.
Ruang Lingkup Paket Pembelajaran Bidang Ilmu dapat dilihat pada Tabel 1.
Jenjang TIK Kajian
Pengajaran Bidang Ilmu Bahan Belajar
Mandiri (BBM) Tematik
Bahan Belajar Mandiri (BBM) TIK dalam Pembelajaran
Bahan Belajar Mandiri (BBM) Generik
Tematik
Bahan Belajar Mandiri (BBM) SD/MI Kelas tinggi
Bahan Belajar Mandiri (BBM) TIK dalam Pembelajaran
Bahan Belajar Mandiri (BBM) Generik
Maths IPA IPS BInd Bahan Belajar
Mandiri (BBM) SMP/MTs
Bahan Belajar Mandiri (BBM) TIK dalam Pembelajaran
Bahan Belajar Mandiri (BBM) Generik
Maths IPA BInd BIngg Tabel 1: Ruang Lingkup Paket Pembelajaran Bidang Ilmu
Bahan Belajar Mandiri (BBM) Generik mengembangkan tiga jenis strategi yang terfokus pada peningkatan kompetensi guru dalam mengevaluasi dan meningkatkan kemampuan mengajar, serta pengembangan kompetensi guru menggunakan strategi tersebut. Ketiga strategi tersebut adalah sebagai berikut:
(1) menggunakan dan menuliskan studi kasus pribadi sebagai catatan pengalaman mengajar;
(2) menggunakan beberapa strategi dalam Studi Pelajaran (Lesson Study), terutama pengamatan dan pemodelan pengajaran di kelas terbuka, refleksi kelompok dan perencanaan, serta
(3) menggunakan keterampilan PTK guna peningkatan pengajaran.
Bahan Belajar Mandiri (BBM) Program BERMUTU bertujuan memantapkan pengetahuan, kapasitas dalam mengembangkan kurikulum, dan praktik mengajar
PB/B.INGGRIS/SMP
iv
Generik untuk diterapkan pada bidang ilmu tertentu.
Bahan Belajar Mandiri TIK dalam Pembelajaran menyediakan kompetensi dasar komputer yang relevan bagi para guru: dasar pengolah kata, dasar lembar sebar untuk merekam kemajuan para siswa, dan penggunaan internet untuk pencarian informasi.
Para guru diharapkan untuk menggunakan bahan-bahan ini secara kolaboratif di dalam pertemuan-pertemuan KKG/MGMP. Di dalam pertemuan tersebut terjadi pembelajaran sesama/ sejawat yang dipandu oleh guru pemandu. Sesi tatap muka dari modul dirancang berdasarkan asumsi bahwa pertemuan KKG/MGMP biasanya berlangsung selama 4 jam.
Model Belajar Bermutu
Bahan Belajar Mandiri ditujukan bagi guru pemandu yang akan memandu pembelajaran guru di tingkat KKG/MGMP. Bahan Belajar Mandiri dimaksudkan pula agar digunakan oleh para peserta KKG/MGMP sebagai paket pembelajaran mandiri untuk memeriksa kembali yang mereka pelajari dalam sesi tatap muka;
untuk mengerjakan tugas-tugas yang terdapat di dalam paket; dan untuk menggunakan bahan-bahan yang terdapat di dalamnya guna meningkatkan cara mereka mengajar.
Pertemuan tatap muka ini ditindaklanjuti dengan kegiatan pembelajaran terstruktur (Tugas Terstruktur) dan studi bebas (Tugas Belajar Mandiri). Dalam Tugas Terstruktur setiap guru peserta menerapkan di kelas atau sekolah masing- masing hal-hal yang telah dipelajari. Hasil tugas terstruktur dari masing-masing guru peserta akan menjadi dasar untuk belajar pada pertemuan KKG/MGMP berikutnya.
Tugas belajar mandiri dimaksudkan untuk memantapkan, memperluas, dan memperdalam pemahaman guru. Tugas belajar mandiri dilaksanakan pada setiap tahap kegiatan. Uraian tugas terstruktur dan mandiri terdapat di dalam BBM.
Guru yang menyelesaikan paket Pembelajaran BERMUTU akan menghasilkan portofolio belajar yang minimal terdiri atas: satu rancangan atau proposal PTK, satu laporan PTK, dan 3 buah hasil kajian kritis.
Program Pembelajaran BERMUTU dirancang untuk membantu peningkatan kualifikasi para guru. Sesuai dengan Undang-Undang No 14/2005 tentang Guru dan Dosen, kesempatan recognition of prior learning (RPL) atau pengakuan hasil belajar sebelumnya diciptakan melalui program studi yang sesuai yang disampaikan di dalam kegiatan pengembangan profesional KKG dan MGMP.Bahan Belajar Mandiri telah dikembangkan agar para guru dapat memperoleh angka kredit dari program pembelajaran BERMUTU pada KKG dan MGMP. Jumlah jam tatap muka dan jumlah jam tugas belajar mandiri didasarkan pada jumlah jam yang diwajibkan pada alokasi SKS.
Kerjasama dengan LPTK
SI MASALAH/09/IPA PANDUAN PENGELOLAAN
PB/B.INGGRIS/SMP
v
Selain itu LPTK akan berpartisipasi dalam pembimbingan yang diberikan kepada para guru khususnya dalam aspek PTK. Guna memenuhi persyaratan penjaminan mutu untuk pengakuan studi para guru oleh LPTK, para dosen perlu menyediakan pembimbingan setidaknya dua kali dalam 16 (enam belas) kali pertemuan. Sangat direkomendasikan agar mereka mengunjungi titik-titik proses PTK yang teridentifkasi di dalam tabel untuk membantu para guru menganalisis temuan mereka. Para dosen juga akan menjadi asesor portofolio para guru.
Setiap Paket Pembelajaran BERMUTU memiliki bobot untuk dipelajari selama 16 minggu dalam waktu 1 semester sampai satu tahun. Meskipun demikian, proses pertemuan di KKG/MGMP diatur untuk mengakomodasikan peserta mempelajari beberapa Paket Pembelajaran selama 16 kali pertemuan, sehingga diperoleh pola pertemuan sebagai berikut.
Kalender pembelajaran program Bermutu
NDUAN PENGELOLAAN
PB/B.INGGRIS/SMP
vi
16 x pertemuan dalam waktu 1 tahun
I 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
Generik TIK/ICT Bidang Ilmu Laporan
Pen-dahuluan (Model BERMUTU
Identifi- kasi Masalah
Perencana- an Tindakan
Pelaksana- an Tindakan
Analisis dan Interpre- tasi
Reflek si dan Tindak Lanjut
Keterampil- an TIK/ICT 1& 2
Identifika -si Masalah
Perencana- an Tindakan
Penyusun- an Proposal
Pelaksana- an Tindakan
Analisis dan Interpreta -si
Refleksi dan Perencana- an Siklus 2
Penyusun- an Laporan
Tabel 2: Urutan Paket Pembelajaran BERMUTU
PANDUAN PENGELOLAAN
PB/B.INGGRIS/SMP
vii
Agar pembelajaran terkait bidang studi ini berhasil optimal, guru pemandu dan guru peserta hendaknya mengikuti urutan belajar sebagaimana tampak dalam Tabel 2. Dengan urutan ini keterampilan yang dibutuhkan untuk mengikuti BBM ilmu sudah tercapai.
KESIMPULAN
Program BERMUTU diciptakan untuk membuka era baru pengembangan guru yang diangkat berdasarkan Undang-Undang Tentang Guru dan Dosen. Program ini mentransformasikan kelompok kerja guru menjadi sumber pengembangan mutu profesional yang berkelanjutan.
Selain menggunakan bahan-bahan yang merupakan ‘good practice’ yang telah dikembangkan untuk peningkatan mengajar belajar, BERMUTU juga membangun kompetensi guru ke arah yang lebih tinggi, dalam arti kompetensi untuk membangun komunitas pembelajaran profesional sebagai sumber utama peningkatan guru pada masa yang akan datang.
PB/B.INGGRIS/SMP
viii
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ... i
Pendahuluan ... ii
Daftar Isi ... viii
Pedoman Penggunaan Bahan Belajar Mandiri ... xi
Pola Umum ... xii
Pemetaan Kompetensi ... xvii
IDENTIFIKASI MASALAH ... 1
1. Pengantar ... 2
a. Kedudukan Identifikasi Masalah dalam Pembelajaran ... 2
b. Pentingnya Prosedur Identifikasi Masalah ... 2
c. Ruang Lingkup ... 3
d. Petunjuk Kegiatan Pembelajaran ... 3
2. Kompetensi dan Indikator Pencapaian Kompetensi ... 5
3. Persiapan ... 6
4. Sumber Belajar ... 7
5. Kegiatan Belajar ... 8
6. Penilaian ... 12
Lampiran - lampiran ... 13
PERENCANAAN ... 27
1. Pengantar ... 28
a. Kedudukan Perencanaan dalam Pembelajaran ... 28
b. Pentingya Langkah Perencanaan ... 28
c. Ruang Lingkup ... 28
d. Petunjuk Kegiatan Pembelajaran ... 29
2. Kompetensi dan Indikator Pencapaian Kompetensi ... 31
3. Persiapan... 32
4. Sumber Belajar ... 33
5. Kegiatan Belajar ... 34
6. Penilaian ... 39
Lampiran - lampiran ... 39
PENYUSUNAN PROPOSAL ... 48
1. Pengantar ... 49
a. Kedudukan Topik Penyusunan Proposal ... 49
b. Pentingnya Prosedur Penyusunan Proposal ... 50
c. Ruang Lingkup ... 50
d. Petunjuk Kegiatan ... 50
2. Kompetensi dan Indikator Pencapaian Kompetensi ... 51
3. Persiapan ... 52
4. Sumber Belajar ... 53
DAFTAR ISI
PB/B.INGGRIS/SMP
ix
5. Kegiatan Belajar... 54
6. Penilaian ... 59
Lampiran - lampiran ... 60
PELAKSANAAN TINDAKAN DAN PENGUMPULAN DATA ... 65
1. Pengantar ... 66
a. Kedudukan Pelaksanaan Tindakan dan Pengumpulan Data ... 66
b. Pentingnya Prosedur Pelaksanaan Tindakan dan Pengumpulan Data . 66 c. Ruang Lingkup ... 67
d. Petunjuk Kegiatan ... 67
2. Kompetensi dan Indikator Pencapaian Kompetensi ... 69
3. Persiapan ... 69
4. Sumber Belajar ... 70
5. Kegiatan ... 71
6. Penilaian ... 75
Lampiran - lampiran ... 76
ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA ... 93
1. Pengantar ... 94
2. Kompetensi dan Indikator Pencapaian Kompetensi ... 95
3. Persiapan ... 96
4. Sumber Belajar ... 97
5. Kegiatan Belajar ... 98
6. Penilaian ... 104
Lampiran - lampiran ... 104
REFLEKSI DAN TINDAK LANJUT ... 114
1. Pengantar ... 115
a. Kedudukan Refleksi ... 116
b. Fungsi Refleksi ... 116
c. Ruang Lingkup ... 116
d. Petunjuk Kegiatan ... 117
2. Kompetensi dan Indikator Pencapaian Kompetensi ... 117
3. Persiapan ... 118
4. Sumber Belajar ... 119
5. Kegiatan Belajar ... 120
6. Penilaian ... 127
Lampiran - lampiran ... 128
PENYUSUNAN LAPORAN ... 131
1. Pengantar ... 132
a. Kedudukan Topik Penyusunan Laporan ... 132
b. Pentingnya Topik Penyusunan Laporan ... 132
c. Ruang Lingkup ... 132
d. Petunjuk Kegiatan ... 132
PB/B.INGGRIS/SMP
x
2. Kompetensi dan Indikator Pencapaian Kompetensi ... 134
3. Persiapan... 134
4. Sumber Belajar ... 136
5. Kegiatan Belajar ... 136
6. Penilaian ... 139
Lampiran - lampiran ... 139
PENYUSUNAN LAPORAN 2 (LANJUTAN) ... 162
1. Pengantar ... 163
a. Kedudukan Topik Penyusunan Laporan ... 163
b. Pentingnya Topik Penyusunan Laporan ... 163
c. Ruang Lingkup ... 163
d. Petunjuk Kegiatan ... 164
2. Kompetensi dan Indikator Pencapaian Kompetensi ... 166
3. Persiapan... 166
4. Sumber Belajar ... 167
5. Kegiatan Belajar ... 167
6. Penilaian ... 169
Lampiran - lampiran ... 170
PEDOMAN PENGGUNAAN
PB/B.INGGRIS/SMP
xi
PEDOMAN PENGGUNAAN BAHAN BELAJAR MANDIRI
BIDANG STUDI BAHASA INGGRIS SMP
Bahan Belajar Mandiri (BBM) Bahasa Inggris pada dasarnya ini disusun untuk menjadi pedoman bagi guru pemandu dan guru anggota MGMP dalam melaksanakan kegiatan belajar dalam upaya meningkatkan kemampuan diri dan memperbaiki kualitas pem-belajaran melalui implementasi Program BERMUTU.
Kegiatan belajar guru peserta di MGMP dalam Program BERMUTU menggunakan pendekatan PTK, Lesson Study, dan Case Study. Melalui penerapan kegiatan PTK, Lesson Study, dan Case Study, diharapkan guru peserta dapat melakukan pengkajian dan perbaikan pembelajaran secara komprehensif.
Kegiatan belajar guru peserta di MGMP akan dilakukan minimal 16 kali pertemuan (tatap muka) masing-masing 4 x 50 menit, ditambah dengan tugas- tugas terstruktur dan mandiri. Dari 16 kali pertemuan MGMP, 6 kali pertemuan pertama guru peserta dan pemandu melaksanakan kegiatan belajar menggunakan BBM Generik, berikutnya 2 kali pertemuan belajar dengan BBM ICT, dan 8 kali pertemuan berikutnya belajar menggunakan BBM Bidang Studi.
Bahan Belajar Mandiri (BBM) Generik dan BBM ICT digunakan untuk semua guru peserta dari jenjang SD dan SMP serta untuk semua bidang studi. Sementara itu BBM Bidang Studi disiapkan spesifik untuk setiap jenjang dan bidang studi.
Alur kegiatan belajar, mulai dari pertemuan pertama sampai pertemuan terakhir mengikuti alur yang dijelaskan pada “Pola Umum Kegiatan Belajar Guru peserta dalam Program BERMUTU. Pada prinsipnya guru peserta harus secara aktif mengikuti kegiatan belajar tatap muka, kemudian menyelesaikan tugas-tugas terstruktur dan tugas mandiri. Tugas-tugas tersebut disusun dengan pertimbangan tidak terlalu memberatkan guru peserta. Karena pada dasarnya setiap guru peserta yang mengikuti kegiatan Program BERMUTU tetap menjalankan tugas mengajar rutin di sekolahnya.
Selain menggunakan BBM para guru peserta juga menggunakan kumpulan sumber belajar yang disiapkan, dan menggunakan hasil kerjanya dalam Buku Kerja Guru. Sumber belajar dihimpun dalam dua bentuk, yakni berupa bahan cetak dan kumpulan file komputer. Kegiatan belajar dalam Program BERMUTU ini menuntut partisipasi aktif para peserta agar alur kegiatan belajar dapat dilaksanakan, serta tujuan yang ditetapkan dapat dicapai seperti yang diharapkan.
POLA UMUM
PB/B.INGGRIS/SMP
POLA UMUM KEGIATAN BELAJAR GURU DI MGMP BAHASA INGGRIS SMP DALAM PROGRAM BERMUTU Perte-
muan
Topik Kegiatan Pokok dalam Tatap Muka (Kegiatan Pemandu dan Peserta)
Tugas
Terstruktur Mandiri
9 Pertemuan ke 9:
Identifikasi Masalah
Peserta dengan difasilitasi Pemandu:
1) melaksanakan curah pendapat (brainstorming) mengenai masalah- masalah yang dihadapi guru dalam pembelajaran,
2) berlatih mengidentifikasi masalah dari studi kasus (Case Study). Dilanjutkan dengan menganalisis faktor penyebab timbulnya masalah dan merumuskan masalah,
3) berlatih merumuskan masalah
berdasarkan masalah yang dipilih oleh masing-masing guru peserta belajar di MGMP, dan
4) berlatih mengklasifikasi masalah ke dalam aspek pengembangan kurikulum, materi subjek, dan praktik pembelajaran.
1) Melaksanakan
pembelajaran dan diamati oleh rekan sejawat 2) Menyusun studi kasus 3) Menentukan masalah dan
kalimat rumusan masalah yang akan dicari solusinya
Mempelajari buku sumber yang terkait dengan topik yang sudah dipelajari (Identifikasi Masalah) dan yang akan didiskusikan pada pertemuan selanjutnya (perencanaan tindakan)
POLA UMUM
PB/B.INGGRIS/SMP
xiii
10 Pertemuan ke 10:
Perencanaan
Peserta dengan difasilitasi Pemandu:
1) berdiskusi tentang rumusan masalah dari masing-masing guru (dalam kelompok kecil/ berpasangan),
2) berlatih menyusun rencana tindakan dan instrumennya (secara pleno, satu masalah terpilih), dan
3) berlatih menyusun rencana tindakan dan instrumen (berdasarkan rumusan masalah dari masing-masing peserta).
Melanjutkan penulisan rencana tindakan dan menyusun instrumen untuk pengambilan data
Mempelajari buku sumber yang terkait dengan topik
(Perencanaan Tindakan) atau yang dirujuk dalam BBM
11 Pertemuan ke 11:
Penyusunan Proposal
Peserta dengan difasilitasi Pemandu:
1) Mendiskusikan tentang rencana tindakan dari masing-masing guru (dalam kelompok kecil/berpasangan)
2) Berlatih menyusun proposal (secara pleno, dari satu masalah terpilih, dan menetapkan calon guru model) 3) Setiap peserta berlatih menyusun
proposal (berdasarkan rumusan masalah masing-masing)
Melanjutkan penulisan Proposal PTK berdasarkan masalah yang dipilih oleh masing-masing guru.
1) Mempelajari buku sumber yang terkait dengan topik (Penyusunan Proposal)
2) Menyiapkan pelaksanaan open class (tugas khusus untuk calon guru model)
POLA UMUM
PB/B.INGGRIS/SMP
xiv
12 Pertemuan ke 12:
Pelaksanaan Tindakan
Peserta dengan difasilitasi Pemandu:
1) mempersiapkan pelaksanaan open class di di sekolah tempat kegiatan. Kegiatan persiapan meliputi klarifikasi kesiapan kelas dan penjelasan skenario
pembelajaran serta penggunaan instrumen oleh Pemandu dan Guru Model,
2) melaksanakan tindakan (open class) oleh guru model, peserta yang lain
mengobservasi,
3) mlakukan diskusi refleksi berdasarkan hasil observasi (secara pleno, dipimpin Pemandu), dan
4) berdiskusi atau membahas draf proposal dari masing-masing guru (dalam
kelompok kecil /berpasangan).
1) Melaksanakan pelaksanaan tindakan di sekolah masing- masing (disarankan
berpasangan dengan peserta lain agar dapat saling mengobservasi, atau meminta observer dari teman guru di sekolahnya.
2) Menyusun Case Study 3) Mengumpulkan data
(kompilasi)
1) Mempelajari buku sumber yang terkait dengan topik (Pelaksanaan Tindakan) atau yang dirujuk dalam BBM.
2) Menpelajari contoh rencana tindakan dari laporan- laporan PTK
13 Pertemuan ke 13:
Analisis dan Interpretasi Data
Peserta dengan difasilitasi Pemandu:
1) berlatih menganalisis dan menginterpretasi data (secara pleno, dari salah satu
peserta/open class), dan 2) berlatih melakukan analisis dan
interpretasi data (berdasarkan data dari masing-masing peserta).
1) Melanjutkan analisis dan interpretasi data.
2) Menuliskan hasil analisis dan interpretasi data
1) Mempelajari buku sumber yang terkait dengan topik (Analisis dan Interpretasi Data) 2) Menpelajari contoh
rencana tindakan dari laporan- laporan PTK.
POLA UMUM
PB/B.INGGRIS/SMP
xv
14 Pertemuan ke 14:
Refleksi dan
Peserta dengan difasilitasi Pemandu:
1) berdiskusi tentang hasil analisis dan interpretasi data dari masing-masing guru (dalam kelompok kecil/berpasangan), 2) berlatih merefleksi hasil pelaksanaan
tindakan berdasarkan hasil analisis dan interpretasi data serta menyusun rencana tindakan Siklus II (secara pleno, dari salah satu hasil terpilih atau dari data open class, dipimpin oleh Pemandu,
3) berlatih melakukan refleksi dan menyusun rencana tindakan untuk siklus 2
berdasarkan data/hasil tindakan masing- masing peserta, dan
4) berdiskusi tentang rencana tindakan untuk Siklus II dari masing-masing peserta.
1) Melanjutkan menulis hasil refleksi dan rencana tindakan pada siklus II.
2) Melaksanakan tindakan siklus II di sekolah masing- masing (disarankan
berpasangan atau meminta observer dari teman di sekolahnya, diberi waktu 2- 3 minggu)
1) Mempelajari buku sumber yang terkait dengan topik (Refleksi dan Tindakan Lajut) 2) Mempelajari contoh
hasil refleksi dari contoh-contoh laporan PTK
15 PERTEMUAN KE 15:
PENYUSUNAN LAPORAN
Peserta dengan difasilitasi Pemandu:
1) berdiskusi tentang hasil pelaksanaan tindakan Siklus II yang sudah dianalisis, diinterpretasi dan direfleksikan dari masing-masing guru (dalam kelompok kecil/berpasangan),
2) brlatih menyusun laporan (secara pleno, dari salah satu hasil PTK terpilih, dipimpin oleh Pemandu), dan
3) berlatih menyusun laporan PTK
berdasarkan hasil PTK dalam dua siklus dari masing-masing peserta.
Melanjutkan penulisan Laporan PTK (sampai menjadi draf-1)
1) Membaca buku rujukan untuk memperoleh tambahan rujukan ilmiah untuk melengkapi pembahasan.
2) Mempelajari contoh format penulisan laporan dari contoh-contoh laporan PTK.
POLA UMUM
PB/B.INGGRIS/SMP
xvi
16 PERTEMUAN KE 16:
PENYUSUNAN LAPORAN
Peserta dengan difasilitasi Pemandu:
1) berdiskusi dalam kelas (secara pleno) untuk membahas contoh hasil penulisan laporan draf-1 dari salah satu peserta.
2) berdiskusi dalam kelompok
kecil/berpasangan untuk membahas hasil penulisan laporan draf-1 dari masing- masing peserta, dan
3) melanjutkan penyelesaian penulisan laporan PTK oleh masing-masing peserta.
1) Merampungkan penulisan laporan akhir (termasuk penjilidan)
2) Melengkapi Lembar Kerja Guru/Portofolio.
Membaca buku rujukan untuk memperoleh tambahan rujukan ilmiah untuk melengkapi pembahasan.
POLA UMUM PEMETAAN KOMPETENSI
PB/B.INGGRIS/SMP
xvii
PEMETAAN KOMPETENSI BAHAN BELAJAR MANDIRI BAGI GURU BAHASA INGGRIS SMP
Kompetensi Guru Topik
Kegiatan Pendukung Kompetensi Tatap Muka Tugas
Terstruktur Tugas Belajar Mandiri A. Pedagogik
1. Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu.
Perenca-
naan Mempelajari silabus dan menyusun RPP
2. Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik
Perenca-
naan Membicarakan model
pembelajaran yang sesuai dengan
topiksyang akan diajarkan
Membuat perangkat pembelajaran yang meliputi silabus, RPP, dan bahan ajar (LKS) berdasarkan rencana tindakan Menentukan
media
pembelajaran yang dapat membantu siswa memahami topik yang akan diajarkan Pelaksa-
naan Melaksanakan
pembelajaran sesuai dengan rencana tindakan 3. Mengembangkan
instrumen penilaian
Peren-
canaan Menyusun instrumen penilaian (alat pengumpul data hasil belajar)
Mengembangkan instrumen observasi
POLA UMUM
PB/B.INGGRIS/SMP
xviii
(mengumpulkan bukti atau data proses
pembelajaran) Pelaksa-
naan Mengumpulkan data tentang hasil pelaksanaan dengan
menggunakan instrumen yang sesuai
B. Profesional
1. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu
Identifi- kasi Masalah
Menentukan masalah yang akan di-PTK-kan sesuai dengan hasil yang telah dibicarakan 2. Mengembangkan
keprofesionalan secara ber- kelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif.
Identifi- kasi Masalah
Mengidentifikasi masalah,
menganalisis masalah, dan merumuskan masalah dari berbagai sumber
Mengidentifi- kasi masalah yang
menghambat proses
pembelajaran dan solusi yang digunakan Penyusunan
Proposal Menganalisis bagian-bagian proposal
Menyusun proposal tindakan kelas
Menelaah teknik atau cara penyusun- an proposal Analisis dan
Interpre- tasi
Memilah data ke dalam data kualitatif dan data kuantitatif, mengorganisasi- kan data,
menganalisis, dan menginterpretasi- kannya
Menganalisis data hasil tindakan dan membuat interpretasi- nya
Mempelajari contoh meng- organisasikan data,
Menganalisis, menginte- pretasikan, serta
merefleksikan hasil PTK Refleksi
dan Tindak Lanjut
Berlatih melakukan refleksi terhadap tindakan yang sudah dilakukan dan menentukan
Membuat refleksi tindakan pertama dan merancang tindak lanjut
POLA UMUM
PB/B.INGGRIS/SMP
xix
PEMETAAN KOMPETENSI
tindak lanjutnya untuk tindakan selanjutnya Penyusunan
Laporan
Menghimpun
data atau dokumen hasil pelaksanaan
tindakan siklus 1 dan 2
Menuliskan hasil penelitian sesuai sistematika/
komponen- komponen laporan PTK
Menilai laporan
PTK sesuai kriteria
penilaian
laporan PTK yang dirujuk
3. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengembangkan diri
Semua
topik Menyeminarkan
hasil PTK Menyusun
kajian kritis dari sumber belajar yang tersedia dan sumber yang relevan di website
PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA PB/IDENTIFIKASIMASALAH/09/B.INGGRIS/SMP
1
BAHAN BELAJAR MANDIRI
Sebelum pertemuan ini dimulai, guru peserta sebaiknya telah memahami materi pada pertemuan sebelumnya, antara lain (1) pengenalan proses pembelajaran BERMUTU, (2) pengenalan PTK, Lesson Study, dan Case Study, serta (3) pelaksanaan PTK model BERMUTU. Pemahaman materi tersebut merupakan prasyarat untuk memulai diskusi prosedur identifikasi masalah.
Topik
Identifikasi MasalahAlokasi waktu 4 jam tatap muka(4 x 50 menit), 6 jam tugas terstruktur (6 x 50 menit) dan 6 jam tugas mandiri (6 x 50 menit)
Pertemuan ke-9
PB/IDENTIFIKASI MASALAH/09/B.INGGRIS/SMP
2
IDENTIFIKASI MASALAH
1. PENGANTAR
Bahan Belajar Mandiri (BBM) pada pertemuan ini ditujukan untuk guru pemandu yang akan memandu kegiatan belajar di MGMP bahasa Inggris SMP dalam merefleksi pembelajaran yang telah dilakukan sebagai dasar untuk memperbaiki kinerja pembelajaran dan mengidentifikasi masalah sebagai dasar penyusunan rencana PTK. Sebagai bahan untuk melatih guru, BBM ini memberikan contoh cara melakukan prosedur awal Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Selanjutnya, guru peserta dapat menerapkan contoh tersebut pada masalah lain.
Sebelum pembelajaran dimulai, agar lebih terarah dan terfokus, ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh guru pemandu. Hal-hal tersebut di antaranya adalah berikut ini.
a. Kedudukan Identifikasi Masalah dalam Pembelajaran
Identifikasi masalah merupakan topik bahasan pada pertemuan minggu ke-8 dari 16 pertemuan dalam proses belajar BERMUTU. Topik yang merupakan bagian dari tahap perencanaan, yaitu tahap pertama dari empat tahap utama dalam PTK ini pada dasarnya adalah aplikasi topik generik yang telah dipelajari dalam pertemuan sebelumnya.
b. Pentingnya Prosedur Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah merupakan langkah awal dalam pelaksanaan PTK, karena PTK bertolak dari adanya permasalahan dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru peserta. Tanpa adanya permasalahan, langkah berikutnya tidak akan bisa direncanakan dan PTK tidak dapat dilaksanakan. Setelah menyadari adanya masalah, guru peserta memikirkan cara pememecahannya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang dikelolanya. Jadi, tahapan ini sangat penting dilakukan karena merupakan modal dasar untuk perbaikan kinerja guru dalam pembelajaran.
PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA PB/IDENTIFIKASIMASALAH/09/B.INGGRIS/SMP
3
c. Ruang Lingkup
Pada pembelajaran Bahasa Inggris, masalah yang dihadapi guru peserta berkenaan dengan tiga hal, meliputi pengembangan kurikulum, penguasaan materi, dan pelaksanaan pembelajaran. Aspek pengembangan kurikulum meliputi pemahaman tujuan mata pelajaran, kemampuan menganalisis standar kompetensi dan kompetensi dasar, pengembangan silabus, RPP, dan penilaian. Penguasaan materi meliputi pemahaman dan penguasaan materi dalam aspek mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis, serta tata bahasa dan kosakata. Sedangkan, pelaksanaan pembelajaran mencakup pemilihan strategi/model pembelajaran, pendekatan, metode, media pembelajaran, pengelolaan kelas dan penilaian proses dan hasil belajar. Berdasarkan hal tersebut, ruang lingkup pembahasan dalam topik ini adalah permasalahan yang terkait dengan keterampilan mengidentifikasi masalah tersebut.
d. Petunjuk Kegiatan Pembelajaran
Agar pemahaman terhadap langkah ini lebih baik, ada dua sesi yang harus ditempuh, yaitu sesi tatap muka di MGMP (4 x 50 menit), tugas terstruktur (6 x 50 menit) dan tugas mandiri (6 x 50 menit).
Kegiatan Tatap Muka
Kegiatan pembelajaran pada sesi ini berupa diskusi prosedur identifikasi masalah. Dalam kegiatan ini guru pemandu memandu guru peserta untuk melakukan hal- hal berikut.
• Curah pendapat (brainstorming) mengenai permasalahan yang dihadapi pada waktu pembelajaran.
• Diskusi untuk memahami cara mengidentifikasi masalah dari berbagai sumber belajar.
• Latihan mengidentifikasi masalah, menganalisis masalah, dan merumuskan masalah berdasarkan case study yang tersedia.
Kegiatan Mandiri
Setelah kegiatan belajar tatap muka di forum MGMP, guru peserta diharuskan melakukan kegiatan mandiri, yaitu mengerjakan tugas terstruktur dan belajar
PB/IDENTIFIKASI MASALAH/09/B.INGGRIS/SMP
4
IDENTIFIKASI MASALAH
mandiri. Kegiatan ini sebagai bagian dari kegiatan tetap muka di MGMP. Hal-hal yang harus dilakukan untuk mendukung kegiatan tersebut dapat dideskripsikan berikut ini.
Tugas Terstruktur
(1) Guru peserta melakukan pembelajaran di kelas.
Proses pembelajaran diamati oleh teman sejawat dengan menggunakan lembar observasi yang telah disediakan.
(2) Setelah pembelajaran selesai, guru peserta merenungkan proses pembelajaran tersebut dan menuangkannya dalam refleksi tertulis.
(3) Hasil refleksi, hasil observasi dari teman sejawat, RPP, LKS, dan hasil kerja siswa dibuat dalam laporan singkat dan dibahas pada pertemuan berikutnya di forum MGMP.
(4) Laporan tugas terstruktur akan menjadi salah satu tagihan yang akan dijadikan bukti untuk melihat ketercapaian indikator hasil belajar dan dijadikan bahan portofolio guru
Tugas Mandiri
(1) Menugasi guru peserta untuk membaca dan memahami langkah identifikasi masalah dari sumber belajar
(2) Membuat identifikasi masalah dan membawanya dalam pertemuan berikut di forum MGMP.
PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA PB/IDENTIFIKASIMASALAH/09/B.INGGRIS/SMP
5
2. KOMPETENSI DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
Kompetensi yang hendak dicapai pada pertemuan ini ditunjukkan dalam indikator pencapaian kompetensi.
Kompetensi Indikator Pencapaian Kompetensi Mengidentifikasi dan merumus-
kan masalah PTK dalam pembelajaran bahasa Inggris di SMP
a. Menentukan ruang lingkup permasalahan dalam pembelajaran bahasa Inggris b. Mengidentifikasi permasalahan
yang bisa dijadikan PTK dalam pembelajaran bahasa Inggris c. Mengklasifikasi permasalahan
dalam pembelajaran bahasa Inggris
d. Menganalisis permasalahan dalam pembelajaran bahasa Inggris
e. Merumuskan masalah yang terkait dengan pembelajaran bahasa Inggris
PB/IDENTIFIKASI MASALAH/09/B.INGGRIS/SMP
6
IDENTIFIKASI MASALAH
3. PERSIAPAN
Untuk melaksanakan pembelajaran topik identifikasi masalah, diperlukan persiapan seperti berikut ini.
a. Guru pemandu mempelajari topik dan sumber belajar yang relevan.
b. Guru pemandu menyiapkan bahan ajar dalam bentuk tayang Bahan Ajar atau bentuk lain.
Bahan Ajar 1 Pengantar Pembelajaran Pertemuan Identifikasi Masalah
Bahan Ajar 2 Kedudukan Identifikasi Masalah dalam PTK
Bahan Ajar 3 Contoh Daftar Masalah dalam Pembelajaran B.Inggris
Bahan Ajar 4 Format Pengklasifikasian Permasalahan dalam Pembelajaran Bahasa Inggris
Bahan Ajar 5 Masalah dan Perumusannya Bahan Ajar 6 Pertanyaan untuk Diskusi
Bahan Ajar 7 Contoh Jawaban Pertanyaan Guru tentang Case Study Bahan Ajar 8 Contoh Analisis dan Rumusan Masalah
Bahan Ajar 9 Rangkuman
Bahan Ajar 10 Tugas Terstruktur dan Tugas Mandiri
c. Guru pemandu menyiapkan format penilaian untuk mengukur keberhasilan pembelajaran
d. Guru pemandu menyiapkan case study
e. Guru pemandu menyiapkan alat pembelajaran, seperti ATK, papan tulis, kertas plano, spidol, OHP, plastik tranparancies, LCD dan laptop (jika memungkinkan).
PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA PB/IDENTIFIKASIMASALAH/09/B.INGGRIS/SMP
7
4. SUMBER BELAJAR
Sumber belajar yang dapat digunakan dalam pembelajaran topik ini antara lain:
Sumber belajar 1
Handout pembelajaran topik identifikasi masalahSumber belajar 2
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMP/MTs (disediakan pada waktu pelatihan)Sumber belajar 3
Format Penilaian Proses PembelajaranSumber belajar 4
Format Penilaian ProdukSumber belajar 5
Format Observasi Kegiatan PembelajaranSumber belajar 6
Contoh case study dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa Inggris ”Miming, membuat Sedih, Senang dan Tertawa ”5. KEGIATAN BELAJAR
Kegiatan 1 Pengantar (10 menit)
Kegiatan 2 Curah Pendapat
(30 menit)
Kegiatan 3 Diskusi Kelompok (90 menit)
Kegiatan 6 Penutup (10 menit)
Kegiatan 5 Presentasi (60 menit)
PB/IDENTIFIKASI MASALAH/09/B.INGGRIS/SMP
8
IDENTIFIKASI MASALAH
Kegiatan 1 Pengantar
Langkah awal pembelajaran guru pemandu mengucapkan salam dan menginformasikan topik yang akan dipelajari, kompetensi, indikator pencapaian kompetensi, ruang lingkup pembelajaran, dan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan melalui tayangan Bahan Ajar 1: Pengantar Pembelajaran Identifikasi Masalah
Langkah selanjutnya, guru pemandu memberikan penguatan kedudukan identifikasi masalah dalam tahapan pelaksanaan PTK. Kedudukan identifikasi masalah dapat dilihat melalui tayangan Bahan Ajar 2:
Kedudukan Identifikasi Masalah dalam PTK. Untuk mengingatkan, sebelum menanyangkan Bahan Ajar sebaiknya guru peserta dipandu dengan pertanyaan- pertanyaan berikut.
• Mengapa identifikasi masalah perlu dilakukan dalam PTK?
• Bagaimana hubungan identifikasi masalah dengan langkah selanjutnya dalam penelitian tindakan kelas pembelajaran bahasa Inggris?
Pada saat menayangkan Bahan Ajar 2, guru pemandu mengingatkan kembali bahwa Identifikasi Masalah berada pada tahapan Refleksi Awal. Refleksi awal dilakukan oleh guru peserta berkolaborasi dengan teman sejawat atau praktisi lain untuk mencari informasi dalam mengenali dan mengetahui kondisi awal permasalahan yang akan dicarikan solusinya.
Refleksi awal dapat dilakukan dengan cara menelaah kekuatan atau kelemahan suatu proses pembelajaran yang telah dilakukan baik dari aspek diri sendiri, siswa, sarana atau sumber/lingkungan belajar, aspek pengembangan kurikulum, materi subjek, dan pelaksanaan pembelajaran. Berdasarkan temuan awal, diskusi/kegiatan difokuskan pada identifikasi masalah yang nyata, jelas, dan mendesak untuk dicarikan solusinya.
PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA PB/IDENTIFIKASIMASALAH/09/B.INGGRIS/SMP
9
Kegiatan 2 Curah Pendapat (Brainstorming)
Guru pemandu memandu kegiatan curah pendapat mengenai berbagai masalah yang dihadapi dalam pembelajaran Bahasa Inggris di SMP. Sebagai langkah awal agar kegiatan curah pendapat berjalan dengan baik, guru pemandu dapat menggunakan pertanyaan pemandu berikut.
- Apakah Anda pernah mengalami kesulitan dalam pembelajaran Bahasa Inggris? Coba sebutkan! Apa yang menyebabkan hal tersebut?
Berdasarkan hasil curah pendapat, guru pemandu mengumpulkan dan menuliskan di papan tulis permasalahan yang sering dihadapi para guru peserta.
Sebagai pembanding, guru pemandu menayangkan Bahan Ajar 3: Contoh Daftar Masalah dalam Pembelajaran Bahasa Inggris. Selanjutnya, guru pemandu meminta guru peserta duduk berkelompok.
Satu kelompok terdiri atas 4 orang untuk menelaah dan mengklasifikasi permasalahan ke dalam aspek pengembangan kurikulum, materi subjek, dan pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan format terlampir (Bahan Ajar 4: Format Pengklasifikasian Permasalahan dalam Pembelajaran Bahasa Inggris).
Selanjutnya, guru pemandu meminta salah satu kelompok untuk melaporkan hasil diskusinya dan meminta anggota kelompok lain untuk menyimak dan menanggapinya. Sebagai penguatan, guru pemandu mengingatkan guru peserta pada topik sebelumnya yang telah dipelajari dalam materi generik PTK mengenai makna masalah dan ciri-ciri rumusan masalah dengan menggunakan tayangkan Bahan Ajar 5:
Masalah dan Perumusannya
Kegiatan 3 Case Study dan Diskusi Kelompok
Setelah para guru peserta memiliki persepsi yang sama mengenai makna masalah dan rumusan masalah, guru pemandu mengajak mereka untuk berlatih mengidentifikasi masalah pada case study beberapa hal yang tak terduga (Sumber Belajar 4). Mintalah
PB/IDENTIFIKASI MASALAH/09/B.INGGRIS/SMP
10
IDENTIFIKASI MASALAH
salah seorang guru peserta untuk membacakan case study tersebut. Selanjutnya, guru pemandu meminta para guru peserta untuk menanggapi pengalaman yang direkam dalam case study tersebut secara bebas.
Tujuan diskusi bebas ini adalah menarik rasa empati dan ownership atas masalah yang mungkin pernah mereka alami sendiri.
Langkah selanjutnya, guru inti meminta guru peserta duduk berkelompok kembali untuk menjawab pertanyaan yang telah dipersiapkan guru inti (Bahan Ajar 6: Pertanyaan untuk Diskusi). Setelah itu, guru peserta diminta untuk mengklasifikasikan permasalahan yang dihasilkan dari case studi dan diskusi kelompok ke dalam aspek pengembangan kurikulum, materi subjek, dan pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan format terlampir.
Kemudian, guru pemandu minta kelompok untuk mengidentifikasi salah satu permasalahan yang sangat penting dan merumuskannya.
Kegiatan 4 Presentasi
Setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya dan kelompok lain menanggapinya. Setelah selesai, guru pemandu memberikan penguatan dengan menanyangkan Bahan Ajar 7: Contoh jawaban pertanyaan guru tentang case study. Kemudian, guru pemandu memperlihatkan bagaimana rumusan masalah bisa ditarik dari analisis masalah yang dilakukan (Bahan Ajar 8: Contoh analisis dan rumusan masalah).
Kegiatan 5 Penutup (Tanya Jawab, Rangkuman, Refleksi, dan Tindak Lanjut)
Guru pemandu memberikan kesempatan kepada guru peserta untuk mengajukan pertanyaan atau pernyataan terkait dengan topik identifikasi masalah. Setelah tanya jawab, guru peserta diminta untuk merangkum pembelajaran dan diperkuat oleh guru pemandu dengan menayangkan Bahan Ajar 9: Rangkuman Pembelajaran Identifikasi Masalah
Pada langkah selanjutnya, guru pemandu dan guru peserta melakukan refleksi pembelajaran. Kegiatan ini dilakukan dengan cara mengecek apakah indikator yang telah ditetapkan dalam mempelajari topik pada pertemuan ini telah tercapai. Berdasarkan hal
PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA PB/IDENTIFIKASIMASALAH/09/B.INGGRIS/SMP
11
tersebut, guru pemandu memberikan arahan tindak lanjut pembelajaran dengan memberikan kegiatan mandiri yang berupa tugas struktur dan tugas belajar mandiri. Tugas terstrukur yang harus dikerjakan guru pembelajar sesuai dengan langkah yang disusun pada Pengantar. Tugas ini dituliskan dalam Buku Kerja. Guru pemandu mengingatkan guru peserta dengan menayangkan Bahan Ajar 9: Tugas Terstruktur dan Tugas Belajar Mandiri. Kemudian guru pemandu mengakhiri kegiatan dengan ucapan salam dan informasikan topik bahasan pertemuan minggu berikutnya yang akan dibahas, yaitu Perencanaan.
PB/IDENTIFIKASI MASALAH/09/B.INGGRIS/SMP
12
IDENTIFIKASI MASALAH
6. PENILAIAN
Penilaian pencapaian hasil belajar guru peserta dilakukan melalui pengamatan proses pembelajaran.
Penilaian terhadap guru peserta dalam proses belajar dapat mencakup aspek afektif, misalnya: keaktifan dalam diskusi, kontribusi dalam diskusi, kesungguhan mengikuti kegiatan. Instrumen penilaian yang digunakan untuk menilai aspek afektif berupa non tes (Sumber 3: Format Penilaian Proses Pembelajaran).
Selain itu, penilaian hasil belajar dilakukan melalui produk yang dihasilkan (Sumber 4: Format Penilaian Produk). Produk yang dapat dinilai adalah : laporan tugas terstruktur berupa daftar identifikasi masalah, rumusan masalah pembelajaran, data atau deskripsi kondisi penyebab timbulnya masalah. Produk peserta akan dilampirkan dalam portofolio.
PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA PB/IDENTIFIKASIMASALAH/09/B.INGGRIS/SMP
13
Lampiran - Lampiran Bahan Ajar 1:
Pengantar Pembelajaran Identifikasi Masalah dalam PTK
Kompetensi Indikator Pencapaian Kompetensi
Kegiatan
Belajar Hasil Belajar yang diharapkan
Mengidentifikasi dan merumuskan masalah PTK dalam
pembelajaran bahasa Inggris di SMP
Mengidentifikasi permasalahan yang dapat dijadikan PTK dalam pembelajaran bahasa Inggris
Brainstorming Diskusi Latihan
Daftar
masalah dalam pembelajaran bahasa Inggris
Mengklasifikasikan permasalahan
pembelajaran bahasa Inggris ke dalam aspek pengembangan kurikulum,
penguasaan materi, dan praktik/pelaksanaan
pembelajaran
Brainstorming Diskusi Latihan
Tabel klasifikasi masalah
Menganalisis permasalah dalam pembelajaran bahasa Inggris
Brainstorming Diskusi Latihan
Tabel klasifikasi masalah, penyebab, dan solusinya
Merumuskan masalah terkait dengan pembelajaran bahasa Inggris
Brainstorming Diskusi Latihan
Rumusan masalah dalam pembelajaran bahasa Inggris
PB/IDENTIFIKASI MASALAH/09/B.INGGRIS/SMP
14
IDENTIFIKASI MASALAH
Bahan Ajar 2 Kedudukan Prosedur Identifikasi Masalah Dalam Urutan PTK
Bahan Ajar 3 Contoh Daftar Masalah dalam Pembelajaran Bahasa Inggris
Masalah Pengembangan Kurikulum
Guru kurang menguasai pemetaan kurikulum
Guru kurang menguasai penyusunan silabus, RPP, Prota, Promes
Guru menghadapi kesulitan dalam memilih materi yang bervariasi
Guru menghadapi kesulitan memilih metode yang sesuai dengan
Kompetensi Dasar
Guru masih memandang pembelajaran Bahasa Inggris sebagai belajar mengenai struktur bahasa, bukan keterampilan berbahasa.
Refleksi Awal
Pelaksanaan Tindakan I
Observasi Refleksi dan Evaluasi
Revisi Tindakan I (Perencanaan
Tindakan II)
Pelaksanaan Tindakan II
Observasi Refleksi dan Evaluasi Perencanaan
Tindakan I
Revisi Tindakan II (Perencanaan
Tindakan III)
PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA PB/IDENTIFIKASIMASALAH/09/B.INGGRIS/SMP
15
Masalah Penguasaan Materi
Guru kurang menguasai penggunaan bahasa Inggris dalam kelas
Guru kurang menguasai penggunaan ungkapan bahasa Inggris yang tepat
Guru kurang menguasai pembelajaran bermacam-macam jenis teks
Guru kurang menguasai pelafalan kata dalam bahasa Inggris dengan baik
Guru kurang menguasai pengelolaan kelas yang baik
Guru kurang menguasai teknik penyajian yang tepat dalam pembelajaran
Masalah Praktik Pembelajaran
Guru menggunakan strategi pembelajaran yang kurang variatif
Guru kurang menguasai penggunaan TIK
Guru kurang memberdayakan media pembelajaran
Siswa kurang berani mengemukakan pendapat
Siswa tidak mau tampil di depan kelas
Motivasi siswa untuk belajar bahasa Inggris rendah
Siswa tidak mengerjakan tugas yang diberikan guru
Siswa tidak memperhatikan penjelasan guru
Kemampuan membaca, menulis, berbicara dan mendengar siswa rendah
Siswa mengalami kesulitan dalam menguasai kosakata dan penggunaan tenses
PB/IDENTIFIKASI MASALAH/09/B.INGGRIS/SMP
16
IDENTIFIKASI MASALAH
Bahan Ajar 4 Format Pengklasifikasian Permasalahan dalam Pembelajaran Bahasa
No. Masalah Pembelajaran
Area Masalah
Faktor Penyebab Pengembangan
Kurikulum
Materi Subjek
Praktik Pembelajaran
Bahan Ajar 5
Masalah dan Perumusannya
MASALAH:
SITUASI YANG TIDAK MEMUASKAN/ GANJALAN PIKIRAN DAN PERASAAN YANG MENDORONG PENELITI UNTUK MENCARI SOLUSI
RUMUSAN MASALAH:
• MERUPAKAN PERTANYAAN YANG AKAN DICARIKAN JAWABNYA MELALUI PENELITIAN
• BERUPA KALIMAT PERTANYAAN
DIRUMUSKAN SECARA RINCI YANG MENUNJUK PADA PROSES DAN HASIL
PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA PB/IDENTIFIKASIMASALAH/09/B.INGGRIS/SMP
17
Contoh
Masalah :
1. Kesulitan siswa dalam penggunaan ‘to be’ dan ‘to do’.
2. Rendahnya partisipasi siswa dalam kegiatan belajar.
3. Rendahnya kemampuan siswa dalam berbicara.
Rumusan masalah:
1. Bagaimanakah cara mengatasi kesulitan siswa dalam penggunaan be dan do?
2. Strategi pembelajaran apakah yang dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam belajar?
3. Bagaimanakah cara meningkatkan kemampuan berbicara siswa?
Bahan Ajar 6.
Pertanyaan untuk Diskusi
Diskusikan dan jawab pertanyaan berikut:
• Permasalahan apakah yang diceritakan dalam case study ? Miming Membuat Senang, Sedih dan Tertawa
• Hal apakah yang menjadi penyebab permasalahan tersebut?
• Klasifikasikan permasalahan tersebut ke dalam aspek pengembangan kurikulum, materi ajar, dan pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan format terlampir!
• Apakah yang menjadi masalah utama dalam case study!
• Tuliskanlah rumusan masalahnya dalam bentuk pertanyaan!
Bahan Ajar 7. Contoh Jawaban Pertanyaan Guru Tentang Case Study
Permasalahan yang nampak berdasarkan case study:
• Siswa belum dikondisikan untuk belajar sehingga kelas jadi ribut
• Pembelajaran tidak diawali dengan kegiatan apersepsi
• Siswa masih melakukan kesalahan dalam penggunaan ‘to be’ dan ‘to do’ seperti terlihat masih ada siswa yang masih menggunakan ‘Are you feel happy?’ dan ‘Have you stomachache?’
• Belum semua anak terlibat dalam kegiatan pembelajaran.
• Siswa kurang mendapat kesempatan latihan berbicara.
PB/IDENTIFIKASI MASALAH/09/B.INGGRIS/SMP
18
IDENTIFIKASI MASALAH
Penyebab timbulnya masalah
• Guru kurang mengkondisikan siswa untuk siap belajar
• Guru kurang memahami kemampuan siswa
• Guru kurang memberikan bimbingan sewaktu siswa kerja kelompok
• Siswa belum terkondisikan untuk lebih aktif dalam berbicara.
Contoh Pengklasifikasian Masalah
No. Masalah Pembelajaran
Area Masalah
Faktor Penyebab Pengembangan
Kurikulum Materi
Subjek Praktik Pembelajaran
1. Siswa belum memamahami cara penggunaan
‘to be’ dan ‘to do’
dengan baik
√ bimbingan atau
penjelasan guru kurang menggali potensi kreatif siswa dalam penggunaan ‘to be’ dan ‘to do’dalam berbicara
Masalah esensial dari pembelajaran yang dituangkan dalam case study
• Belum semuanya siswa menguasai penggunaan ‘to be’ dan ‘to do’ dengan benar.
• Alokasi waktu yang tersedia belum efektif dan efisien .
• Bimbingan guru pada kegiatan diskusi belum menggali potensi kreatif siswa dalam penggunaan
‘to be’ dan ‘to do’ dalam berbicara (speaking).
PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA PB/IDENTIFIKASIMASALAH/09/B.INGGRIS/SMP
19
Bahan Ajar 8.
Contoh Analisis dan Rumusan Masalah
Masalah
• Belum semuanya siswa menguasai penggunaan ‘to be’ dan ‘to do’ dengan benar dalam pembelajaran keterampilan berbicara (speaking)
• Alokasi waktu yang tersedia belum efektif dan efisien.
Analisis penyebab masalah
• Guru kurang mengkondisikan siswa agar siap belajar
• Kegiatan belajar mengajar belum efektif karena pada kegiatan diskusi guru belum menggali potensi kreatifitas siswa.
Rumusan Masalah
Berdasarkan analisis penyebab masalah tersebut, masalah dapat dirumuskan sebagai berikut.
Apakah strategi sharing ideas (kerja kelompok) dapat meningkatkan kompetensi berbicara siswa kelas VIII A SMP Negeri 1 Malang?
Bahan Ajar 9.
Rangkuman
Keterampilan mengidentifikasi masalah merupakan langkah pertama PTK yang harus dilakukan. Ini dapat dilakukan pada saat merefleksikan pembelajaran yang telah dilakukan. Dalam refleksi diingat kembali kejadian, atau hal-hal yang membuat guru tidak puas . Masalah merupakan kesenjangan antara harapan dan kenyataan, jadi dapat berupa situasi yang tidak memuaskan. Rumusan masalah dapat dinyatakan dengan pertanyaan yang akan dicarikan solusinya. Jika merasakan adanya ketidakpuasan setelah melaksanakan pembelajaran, tuliskan dalam sebuah catatan. Kaji ulang penyebab timbulnya ketidakpuasan tersebut.
Salah satu cara untuk mendokumentasikan proses pembelajaran yang telah dilakukan adalah dengan membuat case study.
PB/IDENTIFIKASI MASALAH/09/B.INGGRIS/SMP
20
IDENTIFIKASI MASALAH
Bahan Ajar 10.
Tugas Terstruktur dan Tugas Belajar Mandiri
Tugas Terstruktur
1. Lakukan pembelajaran Bahasa Inggris di kelas Anda dengan diamati oleh dua orang guru teman sejawat Anda. Mintalah teman Anda untuk mencatat hal penting yang terjadi dalam pembelajaran.
Gunakan format yang ada (Sumber Belajar 5: Observasi Kegiatan Pembelajaran). Mintalah komentar melalui kegiatan refleksi dengan teman Anda. Jangan lupa tulislah kejadian-kejadian yang Anda alami, rasakan, dan pikirkan ke dalam sebuah case study.
………
………
2. Identifikasi masalah pembelajaran yang muncul, dan rumusan masalah pembelajarannya!
3. Pilih salah satu masalah yang menuntut Anda mendesak untuk segera ditangani atau carikan solusinya.
Masalah Anda………
Rumusan masalah:...
4. Berikan alasan mengapa masalah tersebut penting untuk segera dicarikan
pemecahannya.………
………
5. Tentukan faktor penyebab munculnya masalah yang Anda rumuskan tersebut………
Tugas Belajar Mandiri
Kajilah bahan bacaan dari sumber belajar 5 tentang identifikasi masalah dan tuliskan laporannya
PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA PB/IDENTIFIKASIMASALAH/09/B.INGGRIS/SMP
21
Sumber Belajar 3
FORMAT PENILAIAN PROSES
Pertemuan ke- : ...
Hari, tanggal : ...
Topik : ...
No. Nama
Aspek
Keaktifan Kontribusi Kedisiplinan
1 2 3 1 2 3 1 2 3
Keterangan:
1 = sangat aktif/berkontributif/disiplin 2 = aktif/berkontributif/disiplin
3 = kurang aktif/berkontributif/disiplin
PB/IDENTIFIKASI MASALAH/09/B.INGGRIS/SMP
22
IDENTIFIKASI MASALAH
Sumber Belajar 4
FORMAT PENILAIAN PRODUK TOPIK IDENTIFIKASI MASALAH
Nama Guru : ……….
Asal Sekolah : ……….
No. Aspek yang Dinilai (Indikator) Nilai Keterangan A B C D
1. Mengidentifikasi masalah dalam pembelajaran Bahasa Inggris
2. Mengklasifikasi masalah dalam pembelajaran Bahasa Inggris
3. Mendata faktor penyebab timbulnya masalah
4. Menuliskan rumusan masalah dengan tepat
Nilai A : 85 -100 B: 70 – 84 C : 55 – 69 D : 0 - 54
PB /IDENTIFIKASI MASALAH/09/IPA PB/IDENTIFIKASIMASALAH/09/B.INGGRIS/SMP
23
Sumber Belajar 5
LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN PEMBELAJARAN
No. Pengelolaan Kegiatan
Belajar Siswa Uraian (Deskripsi) Waktu
1. Interaksi siswa dengan siswa
2. Interaksi siswa dengan guru
3. Interaksi siswa dengan materi
4. Interaksi siswa dengan media/sumber belajar/LKS
PB/IDENTIFIKASI MASALAH/09/B.INGGRIS/SMP
24
IDENTIFIKASI MASALAH
Sumber Belajar 6 Contoh Studi Kasus
Case study
Miming: Membuat Senang, Sedih Dan Tertawa.
Oleh: Kimtafsirah
Saya mendapat tugas untuk melaksanakan model pembelajaran di SMP oleh ketua prodi bahasa Inggris.
Ini berarti saya mengajar bahasa Inggris kepada remaja SMP dan saya senang sekali. Segera saya urus surat izin untuk kepala sekolah Lab School yang dipilih sebagai tempat mengajar. Karena hasil pembelajaran akan dipakai sebagai sumber belajar oleh jurusan, saya meminta pak Nana untuk merekamnya dengan video. Bapak kepala sekolah dengan senang hati menerima saya dan langsung mempertemukan saya dengan Pak Gema dan pak Saeful yang mengajar di kelas delapan SMP Lab School yang berlokasi di dekat kampus UPI Bandung.
Pada hari Kamis bulan Agustus 2008 saya datang dengan membawa persiapan untuk mengajar seperti lesson plan atau RPP skenario khusus untuk pembelajaran Miming sebagai instructional media. Kedua teman sejawat, Pak Gema dan Pak Saeful sudah siap membantu baik sebagai pemeran pembantu dalam Miming maupun sebagai pengamat ketika siswa beraktivitas. Agar lebih jelas berikut ini saya uraikan secara singkat apa yang dimaksud dengan Miming sebagai salah satu teknik Educational Drama.
Educational Drama bukan seperti drama dalam panggung tapi lebih merupakan teknik untuk mengajar di kelas. Ada beberapa bagian dalam educational drama yang dapat diterapkan sebagai teknik yaitu miming, role play atau bermain peran,teknik kursi kosong atau the empty chair technique, dan simulasi yang akan saya terapkan adalah Miming saja dengan lampiran RPP nya.
Kegiatan awal saya lakukan dengan salam dan tidak lupa senyum, berdoa dan perkenalan singkat. Kemudian saya jelaskan tujuan khusus yang akan dicapai sesuai dengan kompetensinya. Saya katakan kepada siswa bahwa kita akan belajar berakting sambil belajar bahasa Inggris. “Horee asyik dong Bu”. Kemudian saya