• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tugas Akhir CG Kasus Toshiba

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Tugas Akhir CG Kasus Toshiba"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

UNIVE

UNIVERSITARSITASS INDONINDONESIAESIA UNIVE

UNIVERSITASRSITAS INDONINDONESIAESIA

KASUS KASUS KAS

KASUSUS PENPENYIMPANGANPENYIMPANGAN AKUNTAPENYIMYIMPANPANGANGAN AKUAKUNTANSI AKUNTANTANSI TOSHIBANSI NSI TOSHIBATOSHIBA CORPOTOSHIBA CORPOCORPOCORPORATIONRATIONRATIONRATION

TUG

TUGASAS AKHAKHIR IR  TUG

TUGASAS AKHAKHIR IR  TAT

TATAA KELKELOLAOLA PERPERUSAUSAHAAHAANN TAT

TATAA KELKELOLAOLA PERPERUSAUSAHAAHAANN

A A AN ANNTNTTOTOONONNINIII 1113133030060663633838818115155050020222 H H HE

HEESESSTSTTITII I SSSESEETETTITIIAIAANANNINIININNGNGGSGSSIIHSIIHHH 1113133030060663633737797992922626656555 N N NA NAADADDIDIIR IR RARAAHAHHAHAASASSASAANANNANAAPAPPP 1113133030060663633838808001011111151555 S S SA

SAAFAFFIFIIR IR RARAAADDHDDHHYHYYAYAANANNTNTTIIITI 1313113030060663633939959552522525565666 T

T TR 

TR RIRII I EEENENNDNDDADAAHAHHHSSESESETETTITIIAIAASASSIIHSIIHHH 1113133030060663633737797997977878828222

FA FA

FAKULT

FAKULTKULTASEKONOMIKULTASEKONOMIASEKONOMI DANASEKONOMI DANDADANN BIBISNISBISNBISNISSNISIS PROGRAMSTUDI AKUNTANSI PROGRAMSTUDI AKUNTANSI PROGRAMSTUDI AKUNTANSI PROGRAMSTUDI AKUNTANSI DEPOK   DEPOK   DEPOK   DEPOK   2016 2016 2016 2016

(2)

Toshiba merupakan perusahaan elektronik dan listrik dari Jepang, dengan kantor utama di Tokyo sekaligus merk yang terkenal secara global yang pertama didirikan pada tahun 1875. Pada tahun 1939 terdapat dua perusahaan, enki dan !hibaura !eisako, yang merger  yang melebur men"adi satu hingga terbentuknya Toshiba. Toshiba mulai kuat adidaya#nya dengan melakukan akuisisi pada tahun 19$% sampai 195%an, dan yang diakuisisi adalah perusahaan alat berat dan industri primer. !ampai tahun &%1', Toshiba (orporation telah memiliki &$7 anak perusahaan dan a)iliasi, Toshiba "uga telah berkontribusi pada dunia dengan melakukan pen"ualan lebih dari 1%% "uta unit. !alah satu anak perusahaan yang didirikan pada saat Toshiba mulai mengakuisisi pada tahun 197%an adalah* grup Toshiba +ighting  Teknologi -1989, Toshiba (arrier (orporation -1999, Toshiba /le0ator  uilding !ystem (orp -&%%1, Toshiba !olutions (orp -&%%3, Toshiba 2edical !ystems (orp -&%%3 dan Toshiba 2aterials (o +td -&%%3

!etelah kesuksesan memasarkan peralatan elektronik dan listrik Toshiba, atau Toshiba (orporation, mulai tertarik untuk memasarkan notebook, P(, dan P( ser0er untuk rumah, kantor dan pengguna mobile pada masa tahun &%%% sampai &%%5. arena pada tahun tersebut penggunaan komputerisasi mulai banyak diminati masyarakat, maka Toshiba mengeluarkan Toshiba 4osmio otebook P(, yaitu series notebook P( yang dapat digunakan sebagai hiburan prbadi dengan tingkat daya tahan pemakaian dan mobilisasi tinggi. Tidak hanya itu, model seri gaming, seri mahasis6a "uga dikeluarkan oleh Toshiba.

Toshiba mengeluarkan "enis#"enis computer yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. ntuk mempertahankan standar kualitas Toshiba, dengan melalui di0isi n berdedikasi secara maksimal pada penetap an standar rekayasa dan prosedur  pengu"ian, bahkan sebelum produk tersebut masuk kedalam tahap produksi. !erta memastikan keamanan dan perlindungan konsumen dengan melakukan serangkaian tes terhadap produk tersebut.

B

B O-.!O-.!-$./ K)-$./ K)&& T&& T""&'$(&'$() C"!*) C"!*"!)+"!)+$",$",

Padatahun &%15, timbulskandal Toshiba dimana Toshiba

telahmemalsukanlaporankeuangansehingga Toshiba memperbesarlabanyahingga !1,&2iliarse"aktahun &%%8 yang dilakukansendirioleh Top 2anagement Toshiba. Jepang, merupakannegarapenganutketeraturandanke"u"urantinggi.

!elainituJepang"ugamemilikireputasi :ood (orporate :o0ernance yang baik, yaitumemilikiperingkatsembilandari 1&% perusahaanpublik di Jepangdalamkarya )irma

(3)

hukum 2ori ;amada  2atsumoto. asusiniter"adikarenaadainisiati)dariPemerintahanPerdana2enteri <be dimanamenggencarkan program transparasikeperusahaanJepangdengantu"uanuntukmenarik  in0estor asing.2akadariitu, Toshiba menye6aparaindependen pro)essional untukmenilaitransparasiperusahaan Toshiba, dankiner"aperusahaanbeberapatahun yang

lalu.;asildaripenilaianpro)esionalindependen yang dise6a Toshiba

yaitubah6atigadireksitelahberperanakti)dalammenggelembungkanlabausaha Toshiba sebesar  =151,8 miliar -setaradenganp 15,85 triliun se"aktahun &%%8 dalam panel independen. ;isao Tanaka -'$ dan orio !asaki -'', telahbergabungdengan Toshiba se"aktahun 197%an. orio !asaki telahmen"abai di Toshiba daritahun &%%9 sampai &%13, danmemimpinsaat Toshiba telahdinyatakanmelakukanpenggelembungankeuntungan.

!kandalpemanipulasilaporankeuanganmulaidiketahuiolehindependensidan regulator  keamanansaatmenyelidikilaporankeuangan Toshiba padaa6altahun &%15..

uabulanse"aklaporan audit pengin0estigasianresmiyang dipimpinoleh oichi eda sertapakarakuntansi di Jepang, delapandari 1' Top 2anagement Toshiba terlibatskandalakuntansiresmimengundurkandiri. TermasukdiantaranyaPresidenirektur;isao Tanaka, >akilPresdir orio !asaki dan (hie) /?ecuti0e <tsutoshi ishida dandigantioleh 2asashi 2uromachi yang akanmen"abatsebagaidirekturbarusedangkan>akilirektur  Toshiba, karenadianggapsebagaipertanggung"a6abanpelakuterhadappenyimpanganakuntansi yang dideraoleh Toshiba. !elaininter0ensidari top management Toshiba, skandatmemanipulasilaporankeuanganinikarena,

berdasarkantemuan timpenyelidikindep enden, karya6an Toshiba

ditekanuntukmenundapengakuankerugianataupergerakanbiayatertentuketahunselan"utnya. Ter"adinyapenyimpanganakuntansitersebut"ugadisebabkanolehbudayaperusahaan yang mengharuskankarya6anuntukmematuhisemuaperintahatasan -mana"emen, sehinggakarya6antidakdii@inkanuntukmelanggarkeputusanmana"emen.erikutmerupakankuti   panpernyataansalahsatudarikarya6an Toshiba*

A<kuntansi yang sistematis, yang akibatdarimana"emen,

telahmengkhianatikepercayaanberbagaipihak.<dapun pula,

  bah6akeputusandarimene"ementidakdapatdiganggugugatlagi. A

<kibatskandal Toshiba, Toshiba telahmem#P; karya6annyasebanyak 7%%% orang setelah Tanaka mengundurkandiri.

(4)

C

C F)+"!F)+"! F)+"!P.,F)+"!P.,.()(T.()(T.!.!4)$,)P.,$*),   4)$,)P.,$*),),),

Pada dasarnya, perusahaan mengharapkan laporan keuangan yang akan dipublikasikan ialah dengan kondisi keuangan yang terbaik. Bleh sebab itu, mere)leksikan mana"er untuk meningkatkan kiner"a perusahaan supaya laporan keuangan terlihat baik tiap tahunnya. <kan tetapi, keinginan mana"er untuk mencapai hal tersebut seringkali gagal dan pada akhirnya timbul keinginan untuk melakukan tindak kecurangan (fraud)       agar laporan keuangan tampak ber"alan baik -  smoothly       sehingga dapat memancing in0estor untuk  berin0estasi. !ampai saat ini, berbagai kasus mengenai skandal laporan keuangan dan   pelanggaran lainnya kerap kali ter"adi. !alah satunya adalah kasus   fraud atas laporan

keuangan di salah satu perusahaan elektronik terbesar di Jepang, yakni Toshiba.

Toshiba berdirise"aktahun 1875 sebagaiperusahaan yang

bergerakpadaindustrielektronik.enganberbagaiino0asidankreati0itasakanteknologimemberik  an Toshiba mampumengembangkanberbagaiprodukelektronik yang sangatdiminatipelanggan di berbagaibelahandunia. enganmarket share        yang sangatluastersebut, mere)leksikanbah6atingkatkepercayaan public akanproduk Toshiba sangatlahtinggi, selainitu Toshiba "ugamampubersaingdenganbeberapakompetiorutamaseperti ell dan <sus.

!ampaiakhirnya, padatahun &%1$,

omiteCndependenmenemukanpenyimpanganpadalaporankeuangan

Toshiba.Penyimpanganyang sangat )atal, yaknioverstated profit       yang mencapai 151.8 bn yen

- 1.&& 2iliar se"aktahun)iskal &%%8.

eberapapenyebabter"adinyapenyimpangandalamkasus Toshiba, diantaranyaD 1.

1. Performanc          Performance-basede-based Management          Management         Performance-based

management      ataudisebutdenganmana"emenberbasiskiner"amerupakanbudayakiner"a yang

mengalirdalamtubuhsuatuentitasatauperusahaan.i satusisi,

budayainibertu"uanuntukmembantuperusahaandalammencapaitargetnya.<kan tetapi, di

sisilain, "ustrusebaliknya,

  budayakiner"atersebutdapatdiman)aatkanmana"emenuntukmelakukanpenyimpangan demi

mencapai target perusahaan.Penyimpangan yang terdapatdalamtubuh

Toshibabera6alpadamana"er yangmenetapkan target yang tidakrealistisuntukdicapai. !elain target yang terlalutinggi, terdapattekananataspemenuhantargettersebut,

(5)

dimanaterdapatprinsipbah6aba6ahanharustundukterhadapatasan. ;al ini"ugadisinggungdalamakuntansimana"emen, mengenaiakuntansipertanggung"a6aban, yaitubagaimanakepaladalam unit bisnismelaporkanpencapaiankiner"anyaatastanggung"a6ab yang diberikantop management        perusahaankepadanya.

alampraktiknya,

akuntansipertanggung"a6abanmemangdian"urkanagarmenciptakankiner"a perusahaanyang

lebihbaik, namundalamkasus Toshiba, terdapatkesalahan yang

terletakpadatumpuanpenilaiankiner"akeuangan yang semata#

matadalamkondisibaik.>alaupunkitamengenalterdapatempatperspekti)penilaiankiner"adalam balance score card -      financial perspective, customer perspective, internal business process      , sertalearning and growth       , tetapipada)aktanya      financial perspective      selalumen"adihalutama yang mempengaruhikiner"aperusahaan.

Performance-based management seringkalidisalahgunakanbagiperusahaan      yang mayoritashanyaberoerientasipada       good financial performance      semata.!alah satupraktik yang

dilakukanoleh Toshiba, yaitutop management memberikan      target    yang        luarbiasatinggikepadabusiness unit supervisor      diba6ahnya, sebenarnyatop        

management      mengetahuibah6a target itusangattidakrealistis, namunhaltersebutsenga"adiberikan agar memacubusiness unitmenghasilkanmelebihi target

normal, agar target yang dibebankankepadanyabisadicapai.

Praktikinisebenarnyasudahumumter"adibagiperusahaan,

namundenganadanya      pressure      dan      punishment      dariatasan agar target tercapaiitulah yang membuatbusiness unit      melakukanpenyimpanganataslaporannya.

2

2 PP..,,))/)/)&&)),,

Penyebabpenyimpanganlainnyaadalahmasalahpenga6asan.2inimnyapenga6asansecarala

ngsungdalammana"emen Toshiba,

dimanapenga6asanatasankepadaba6ahanmereka.!ehinggaketikaparaoknumdalam Toshiba

yang melakukanpenggelembunganpendapatan Toshiba,

mana"emen"ustrutidakmengetahuihalinidanmalahmemberikaninsenti)atau

bonuskepadaparaoknumtersebut.2ana"emen Toshiba"ugaterlalupercayakepadaparaoknum yang

(6)

 patan yang diperolehnya.<kan tetapidenganadanyaomiteCndependendalamtubuh Toshiba,   penyimpangan#penyimpangantersebutdapatsegeradibongkar.

itambahlagiperanJapan Einancial !uper0ision <gency -JE!< yang terbatasdalammendeteksikasusToshiba ini, denganberagamperaturan yang dikeluarkanJE!< ternyatamasihbelummampumencegahter"adinyapraktik       fraud       padaperusahaanterda)tar di   bursa.!amahalnyadengan  external auditor       Toshiba yang "ugatidakmampumenemukan      fraud.

D

D P.(P.()')&)')&), K)&& B.), K)&& B.!)&!)&)!))!), T., T."!$"!$ D1

D1 LO D1 T'. R"%. "# TLO D1 T'. R"%. "# T'. BOC ), BOD I, A'. BOC ), BOD I, A&&!$, S", I,+&&!$, S", I,+.!,)% C",+!".!,)% C",+!"% ),% ), R$& M),)..,+ S&+.

R$& M),)..,+ S&+.

!ecara umum, terdapat dua "enis sistem tata kelola perusahaan yang digunakan oleh

negara#negara di dunia, yaitu sistem one-tier       dan two-tier       . alam sistem two-tier       , struktur  de6an dibagi men"adi dua )ungsi yang berbeda, yaitu de6an penga6as - non-     executive/supervisory board dan de6an pelaksana - executive/management board. e6an penga6as terdiri dari direktur non#eksekuti) yang melaksanakan )ungsi penga6asan atas operasi bisnis perusahaan sedangkan de6an pelaksana terdiri dari direktur eksekuti) yang melaksanakan )ungsi operasional dalam perusahaan.!ementara itu, dalam sistem one-tier       , )ungsi de6an penga6as dan de6an pelaksana tidak dipisahkan dan di"adikan dalam satu )ungsi yaitu de6an direksi -board of directors       .

erdasarkan Prinsip ' B/(, F The esponsibilities of The !oard G, tanggung"a6ab utama de6an adalah memonitor kiner"a mana"erial dan mencapai tingkat imbal balik -return       yang memadai bagi pemegang saham. !elain itu, dalam upaya me6u"udkan tata kelola   perusahaan yang baik -"ood #orporate "overnance/"#"       , de6an "uga harus memastikan

sistem pengendalian internal yang diterapkan oleh perusahaan. !istem pengendalian internaltersebut meliputi pengendalian resiko, operasional, dan keuangan.

Pada kasus Toshiba, dapat diketahui bah6a )ungsi de6an penga6as dan de6an   pelaksana dalam memastikan sistem pengendalian internal perusahaan belum memadai. ;al

tersebut ditun"ukka n dengan adanya bukti keterlibatan #hief $xecutive %fficer       -(/B, ;isao Tanaka, dan 6akil (/B, orio !asaki, dalam manipulasi laporan keuangan.Tim penyelidik  independen menemukan bah6a Tanaka mengetahui manipulasi laporan keuntungan yang dilakukan oleh perusahaanselama beberapa tahun terakhir, dengan nilai mencapai ! 1,&

(7)

miliar. !elain itu, tim penyelidik independen "uga menemukan bah6a penasihat Toshiba, <tsutoshi ishida, "uga terlibat dalam manipulasi keuntungan.

Penyimpangan akuntansi yang dilakukan oleh Toshiba tersebut ter"adi akibat adanya tekanan dari pihak mana"emen untuk meningkatkan keuntungan. alam hal ini, berdasarkan

temuan tim penyelidik independen, karya6an Toshiba ditekan untuk menunda pengakuan kerugian atau pergerakan biaya tertentu ke tahun selan"utnya. Ter"adinya penyimpangan akuntansi tersebut "uga disebabkan oleh budaya perusahaan yang mengharuskan karya6an untuk mematuhi semua perintah atasan -mana"emen.

erdasarkan sudut pandang :(:, Toshiba memiliki sistem pengendalian internal yang tidak memadai. ;al tersebut ter"adi karena lemahnya )ungsi de6an dalam memastikan   pelaksanaan sistem pengendalian internal, baik pengendalian operasional maupun keuangan,

di seluruh tingkatan perusahaan. alam hal ini, de6an Toshiba tidak melaksanakan )ungsi

tersebut dan "ustru terlibat dalam skandal akuntansi. Tidak hanya itu, penasihat perusahaan   "uga terlibat dalam skandal tersebut. ;al ini ter"adi karena tidak adanya independensi dari

penasihat perusahaan dalam memberikan masukan kepada perusahaan karena ishida merupakan mantan (/B perusahaan.

erdasarkan pen"elasan di atas, de6an Toshiba seharusnya dapat memastikan pelaksanaan sistem pengendalian internal yang memadai di seluruh le0el perusahaan mulai dari le0el eksekuti) sampai operasional karena sistem pengendalian internal merupakan salah satu bentuk kontrol atas kegiatan bisnis yang dilakukan perusahaan dan dapat meningkatkan penerapan tata kelola perusahaan yang baik.

D2

D2 LO D2 T'. R"%. "# I,+LO D2 T'. R"%. "# I,+.!,)% A.!,)% A$+"! I, P!$+"! I, P!""+$, G"" C"!*""+$, G"" C"!*"!)+. G"-.!,)"!)+. G"-.!,),.,. Eokus pada tata kelola perusahaan mena6arkan audit internal kesempatan untuk  men"adi pemain tim yang lebih akti) dan strategis. <uditor internal dapat memenuhi ekspektasi tinggi dengan mengambil pandangan yang lebih holistik pada tata kelola perusahaan dan menyelaraskan keterampilan dan kegiatan audit internal untuk menilai, meningkatkan, dan memantau kemampuan tata kelola perusahaan mereka.

&nstitute of &nternal 'uditors       -CC< telah mengklari)ikasi peran dan tanggung"a6ab internal auditor dengan menegaskan pentingnya mana"emen risiko dan tata kelola   perusahaan. <udit internal, menurut C<<, membantu organisasi mencapai tu"uannya dengan

(8)

memba6a pendekatan yang sistematis dan disiplin untuk menge0aluasi dan meningkatkan e)ekti0itas proses mana"emen risiko, kontrol dan tata kelola.

<udit internal akan selalu memiliki tantangan untuk tetap independen dan obyekti)          sementara men"adi bagian dari organisasi. Tantangan terbesar yang dihadapi perusahaan dan

auditor internal mereka adalah kurangnyasatu ukuran yang pas untuk semua metode dalam meningkatkan tata kelola perusahaan. arena tidak ada solusi cepat untuk mengatasi tantangan yang beraneka ragam, maka men"aga )okus pada tata kelola yang baik dalam "angka pan"ang merupakan tu"uan penting bagi sebagian besar perusahaan.

erdasarkan kasus Toshiba, ditemukan bah6a dalam perusahaan tidak terdapat epartemen Cnternal <udit, selain i0isi <kuntansi yang mengecek ketidaktepatan perlakuan akuntansi dan omite <udit. amun, meskipun beberapa anggota komite audit menyadari adanya ketidaktepatan perlakuan akuntansi pada beberapa proyek, tidak ada tindakan yang

diambil untuk membahas isu ini pada omite <udit ataupun kepada orang#orang eksekuti)          lainnya.

Eaktanya, hanya ada satu anggota penuh 6aktu yang bertanggung "a6ab pada audit keuangan dan akuntansi dalam omite <udit. Terlebih lagi, tidak terdapat banyak anggota sta) pendukung yang ditugaskan pada omite <udit dengan pengetahuan rinci terkait keuangan dan akuntansi. 2aka, melihat situasi tersebut, sulit bagi anggota omite <udit, kecuali satu anggota penuh 6aktu, untuk menyadari ketidaktepatan perlakuan akuntansi yang terus berlangsung di Toshiba. !elain itu, anggota omite <udit penuh 6aktu tersebut yang ditugaskan dalam audit keuangan dan akuntansi adalah mantan (EB selama "angka 6aktu   penggunaan perlakuan akuntansi yang tidak pantas.

apat dikatakan bah6a omite <udit tidak ber)ungsi pada Toshiba.!eharusnya dimulai dasarnya yaitu struktur sumber daya manusia harus ditingkatkan dengan menugaskan sta)          omite <udit dengan pengetahuan keuangan dan akuntansi yang rinci. eabsenan epartemen Cnternal <udit dalam Toshiba "uga memengaruhi ter"adinya manipulasi yang di tambah dengan peran yang men"alankannya tidak cukup terampil -omite <udit. !eharusnya untuk perusahaan yang sangat besar seperti Toshiba memiliki epartemen Cnternal <udit agar  peran Cnternal <udit dapat ber"alan lebih komperhensi) dan menghindari ketidaktepatan sikap yang diambil oleh beberapa anggota omite <udit yang tidak mengungkapakan penemuan ketidaksesuaiaan perlakuan akuntansi kedalam omite <udit. arena, dalam mendukung tata

(9)

kelola perusahaan yang baik, internal audit melakukan peran penting dalam semua aspek tata kelola perusahaan dengan*

1. 2endukung omite <udit dalam memenuhi tanggung"a6abnyaD &. erpartisipasi dalam komite pengungkapan organisasiD

3. 2enin"au e)ekti0itas kode etik, kebi"akan etika, dan whistle-blower       D $. 2embantu menilai risiko dan men gukur kiner"a organisasiD

5. Pemantauan kegiatan tata kel ola perusahaan dan kepat uhan terhadap kebi"akan organisasiD

'. 2em)asilitasi dan meningkatakan komunikasi dengan (/B,penasihat umum, (EB, dan penga6as eksekuti) lainnyaD dan

7. 2enge0aluasi e)ekti0itas kegiatan tata kelola perusahaan dan merekom endasikan area untuk penyempurnaan.

D

D33 LOLO D3D3 T'T'.. R"R"%.%. "#"# E E&+&+.!.!,),)%% AA$+$+"!"! I,I, P!P!""""+$+$,, G"G""" C"C"!*!*"!"!)+)+.. G"-.!,),.

G"-.!,),.

Cnternational <uditing and <ssurance !tandards oards -C<<! mende)inisikan peran eksternal auditor sebagai pihak pemberi opini terkait bagaimana laporan keuangan disiapkan dan disa"ikan secara 6a"ar dan sesuai dengan kerangka pelaporan laporan keuangan yang berlaku. <uditor eksternal memiliki tanggung "a6ab untuk mengidenti)ikasi dan mengukur adanya kesalahan penya"ian yang material dalam pelaporan laporan keuangan karena adanya kesalahan atau kecurangan, merancang dan melaksanakan prosedur audit sebagai respon risiko yang ada, dan mengumpulkan temuan audit yang diperlukan dan sesuai untuk pembentukan opini audit. /ksternal auditor "uga memili ki tanggung "a6ab untuk 

memahami internal kontrol perusahaan untuk diintegrasikan dalam membuat audit prosedur  yang akan dilaksanakan.

!ebagai salah satu kontrib utor dalam terealisasinya model three lines of defence      , auditor eksternal memiliki secara tidak langsung memiliki peran terhadap tercapainya   good corporate governance      . Eaktor pentingnya audit eksternal sebagai mekanisme corporate         governance       dipengaruhi oleh sebuah )akta bah6a )okus utama auditor adalah memonitor 

proses pelaporan )inansial perusahaan dan dengan men"alankan tanggung "a6abnya secara menyeluruh, auditor dapat mempengaruhi mana"emen perusahaan untuk mengadopsi sistem

akuntansi dan kontrol internal yang sesuai.

erdasarkan kasus toshiba yang hanya memiliki satu anggota penuh 6aktu, yang ditugaskan dalam keuangan dan akuntansi dalam komite audit, dan tidak seorangpun dari

(10)

ketiga anggota komite audit eksternal yang memiiki kemampuan keuangan dan akuntansi yang mamadai atau cukup. Bleh karena itu, tidak ada sta)) pendukung yang dapat di tugaskan kedalam komite audit dengan pengetahuan yang detail mengenai keuangan dan akuntansi. ;al tersebut menyulitkan anggota penuh yang ditugaskan dalam mengaudit keuangan dan )ungsi akuntan si, untuk menyad ari treatment       akuntansi yang dilakukan dan secara terus menerus di dalam Toshi ba. arena hanya di"alankan oleh satu anggota audit eksternal dalam menangani bagian keuangan dan akuntansi di Toshiba, maka dari itu auditor eksternal mengalami kesulitan men"alankan tugas sebagai auditor eksternal dalam hal untuk  mengidenti)ikasi dan mengukur adanya kesalahan penya"ian yang material dalam pelaporan laporan keuangan karena adanya kesalahan atau kecurangan. !elain itu "uga satu anggota komite audit eksternal yang ditugaskan tidak dapat maksimal dalam merancang dan melaksanakan prosedur audit dalam merespon risiko yang ada. alam hal ini auditor  eksternal di Toshiba tidak ber)ungsi dengan baik dalam men"alankan tugas dan tanggung"a6abnya.

erkaitan dengan tatakelola perusahaan yang baik - "ood #orporate        "overnance/"#")      seharusnya dalam komite audit memiliki auditor eksternal yang memiliki

kompetensi dalam hal keuangan dan akuntansi yang memadai. ompetensi tersebut dapat dilihat dari adanya serti)ikasi secara resmi dari badan hukum atau asosiasi akuntan apabila akuntan tersebut memiliki kemampuan dalam hal keuangan dan akuntansi yang memadai, sehingga dapat men"alankan tugasnya dengan baik dan pro)esional.

  alam kasus Toshiba kebanyakan dari perlakuan akuntansi dalam area in0estigasi tidak tercatat dalam rangkaian audit -termasuk re0iu tri6ulanan yang diba6ah kendali oleh accounting auditor ;asilnya adalah pengendalian melalui eksternal audit tidak ber)ungsi dengan cukup -insufficiently) !alah satu masalah dalam perlakuan akuntansi mengenai pertanyaan bagaimana pengendalian internal pada akti0itas operasi accounting treatment, dalam hal metode akuntansi yang digunakan sulit untuk di deteksi perlakuan akuntansinya oleh auditor. 2etode yang digunakan dalam menangani proyek, Toshiba menggunakan basis accounting treatment        pada percentage of completion method       hal ini menyultkan untuk  akuntansi auditor dari luar secara independen menge0aluasi kelayakan atas estimasi yang digunakan oleh Toshiba. ntuk dapat mengatasi hal tersebut, seharusnya Toshiba dapat menggunakan auditor eksternal yang memiliki kompetensi dan legal ekspert yang di rekrut dari luar untuk dapat membantu menge0aluasi semua metode atau estimasi yang digunakan oleh Toshiba dalam men"alankan akti0itas operasional.

(11)

Eaktor pentingnya audit eksternal sebagai mekanisme corporate governance       dipengaruhi oleh sebuah )akta bah6a )okus utama auditor adalah memonitor proses pelaporan )inansial perusahaan dan dengan men"alankan tanggung "a6abnya secara menyeluruh, auditor dapat mempengaruhi mana"emen perusahaan untuk mengadopsi sistem akuntansi dan kontrol internal yang sesuai. engan didasari oleh pengalaman, pengetahuan, dan keahlian yang dimiliki, auditor dapat menyediakan in)ormasi#in)ormasi yang bernilai dan rekomendasi untuk meningkatkan proses pelaporan )inansial perusahaan, 6alaupun auditor  tidak memiliki kemampuan untuk mengarahkan mana"emen untuk men"alankan hal tersebut -(hambers, &%%3.

(12)

S(.! R.#.!.,&$ S(.! R.#.!.,&$

asari, 2. Tau)ikul. &%15. Toshiba iguncang !kandal <kuntansi senilai !1,& 2iliar. !itus esmi isnis Cndonesia. iakses pada &% esember &%1'. http*HH)inansial.bisnis.comHreadH&%15%7&1H9H$55185Htoshiba#diguncang#skandal#

akuntansi#senilai#us1&#miliar 

;akim, C)san +ukmannul. &%15. !kandal Terungkap, (/B Toshiba 2undur. !itus esmi erita Bnline +iputan '. iakses pada &% esember &%1'. http*HHbisnis.liputan'.comHreadH&&7711$Hskandal#terungkap#ceo#toshiba#mundur.

;utapea, Eebriamy. &%15. !kandal A2ark pA +aba Perusahaan, (/B Toshiba 2undur. !itusesmierita Bnline erita!atu.iaksespada &% esember   &%1'.http*HH666.beritasatu.comHduniaH&9&'89#skandal#mark#up#laba#perusahaan#ceo# toshiba#mundur.html

Cka, <prillia. &%15. !kandal <kuntansi :oyang 2erek Toshiba. !itus esmi erita Bnline

ompas Cndonesia. iakses pada 19 esember &%1'.

http*HHbisniskeuangan.kompas.comHreadH&%1'H1%H13H&%%%%%5&'Hskandal.akuntansi.goya ng.merek.toshiba

agata, a@uaki. &%15. Pressure to sho6 a pro)it led to ToshibaIs accounting scandal. !itus esmi Bnline Japan Times. iakses pada 19 esember &%1'. http*HH666."apantimes.co."pHne6sH&%15H%9H18HbusinessHcorporate#businessHpressure# to#sho6#a#pro)it#led#to#toshibas#accounting#scandal

B/(. &%15. :&%HB/( (orporate :o0ernance Principles.

Pan"i, <ditya. &%15. Palsukan +aporan euangan, To shiba akan ihukum Pemerintah . !itus esmi erita Bnline ( Cndonesia. iakses pada &% esember &%1'. http*HH666.cnnindonesia.comHteknologiH&%15%7&%1%11%'#185#'7&&8Hpalsukan#

laporan#keuangan#toshiba#akan#dihukum#pemerintahH.

Prihadi, 6i!usetyo. &%15. untut!kandal<kuntansi, Toshiba P; 7 ibuarya6an.!itusesmierita Bnline ( Cndonesia.iaksespada &1 esember  &%1'.http*HH666.cnnindonesia.comHteknologiH&%151&151$$9%8#185#9839'Hbuntut# skandal#akuntansi#toshiba#phk#7#ribu#karya6anH

(13)

!ukmana, oga. &%15. os Toshiba ilaporkan Terlibat !kandal Penyimpangan <kuntansi . !itus esmi erita Bnline ompas. iakses pada &% esember &%1'. http*HHbisniskeuangan.kompas.comHreadH&%15H%7H&1H1'1317%&'H.os.Toshiba.ilaporka n.Terlibat.!kandal.Penyimpangan.<kuntansi.

eda, oichi et. al. &%15. Cn0estigation eport* !ummary Kersion. !itus esmi Toshiba (orporation. iakses pada &% esember &%1'.

ranaka, Tiga et. al. &%15. Japan )ines /rnst  oung a))iliate 17.$ million o0er Toshiba audit. !itus esmi erita Bnline euters Cnternational. iakses pada 19 esember  &%1'.http*HH666.reuters.comHarticleHus#toshiba#accounting#ernst#

Referensi

Dokumen terkait