LAPORAN PENDAHULUAN LAPORAN PENDAHULUAN
TB PARU TB PARU A.
A. KoKonsnsep Mep Mededisis 1
1.. DDeeffiinniissii
Menurut Christantie effendy ( 2003 ), tuberkulosis adalah infeksi penyakit Menurut Christantie effendy ( 2003 ), tuberkulosis adalah infeksi penyakit menular yang disebabkan oleh
menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis Mycobacterium tuberculosis, suatu basil aerobik tahan, suatu basil aerobik tahan asam yang ditularkan melalui udara. Sebagian kasus, infeksi tuberculosis didapat asam yang ditularkan melalui udara. Sebagian kasus, infeksi tuberculosis didapat melalui inhalasi partikel kuman yang sangat kecil (sekitar !" mm).
melalui inhalasi partikel kuman yang sangat kecil (sekitar !" mm). #$C
#$C %aru %aru adalah adalah %enyakit %enyakit infeksi infeksi yang yang terutama terutama mengenai mengenai åan åan paruparu dan dapat menyebar ke bagian tubuh lain yaitu ' otak, gin&al, tulang. %enyebab infeksi dan dapat menyebar ke bagian tubuh lain yaitu ' otak, gin&al, tulang. %enyebab infeksi adalah kuman mycobacterium tuberculosa ($runner
adalah kuman mycobacterium tuberculosa ($runner Suddarth 2000) Suddarth 2000)
#uberkulosis (#$C) adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh #uberkulosis (#$C) adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman #$ (
kuman #$ (mycobacterium tuberculosismycobacterium tuberculosis). ). SebSebagiagian an besbesar ar kumkuman an #$ #$ menmenyeryerangang paru, tetapi dapat &uga mengenai organ tub
paru, tetapi dapat &uga mengenai organ tubuh lainnya ( inkes, 200* ).uh lainnya ( inkes, 200* ).
+adi dapat disimpulkan #$C (tuberculosis) merupakan suatu penyakit menular +adi dapat disimpulkan #$C (tuberculosis) merupakan suatu penyakit menular yang disebabkan oleh
yang disebabkan oleh microbacterium tuberculosismicrobacterium tuberculosis yang ditularkan melalui udara dan yang ditularkan melalui udara dan &ika
&ika tidak tidak ada ada pengobatan pengobatan yang yang efektif efektif dapat dapat mengakibatkan mengakibatkan per&alanan per&alanan penyakitpenyakit yang kronis dan bias menimbulkan kematian.
yang kronis dan bias menimbulkan kematian.
2
2.. EEttiioollooggii #$
#$ paparu ru didisesebababkbkan an ololeh eh kukumaman n tatahahan n asasam am yyaiaitu tu MyMycocobabactctereriuiumm #u
#ubebercurculolosa. sa. SeSetetelalah h teteririnfnfekeksi si kukumaman n tertersebsebut ut kikirara!k!kirira a "0"0 kukumaman n akakanan berkembang
berkembang men&adi men&adi #$C #$C aktif aktif dalam dalam satu satu tahun, tahun, sisanya sisanya kuman kuman ini ini akanakan menyebabkan infeksi laten.
menyebabkan infeksi laten.
-dapun faktor yang mungkin ter&adi antara lain ' -dapun faktor yang mungkin ter&adi antara lain ' a.
a. onontak latak langsngsung dung dengengan pean pendenderita #rita #$C ak$C aktiftif.. b.
b. Menurunnya kekebalan tubuhMenurunnya kekebalan tubuh c.
c. uuranrang nug nutritrisi ysi yanang adg adekekuauat.t. d.
d. /in/ingkugkungangan dengn dengan prean prealenalensi #$ yasi #$ yang tingng tinggigi e.
e. %en%engobgobataatan pn paru aru yayang tng tidaidak tuk tuntantas.s.
3.
3. PPatatoofifisisiololoogigi
--11alnalnya ya kliklien en terterinfinfekseksi i oleoleh h tubtubercuerculoslosis is yayang ng disdisebuebut t dendengan gan infinfekseksii perimer.
perimer. nfeksi nfeksi primer primer biasanya biasanya terdapat terdapat pada pada apeks apeks paru paru atau atau dekat dekat lobus lobus ba1ah.ba1ah. nfeks
#empat infeksi primer dapat mengalami proses degenerasi nekrotik tetapi bisa sa&a tidak,yang menyebabkan pembentukan rongga yang terisi oleh massa basil tuberkell seperti ke&u,sel!sel darah putih yang mati dan åan paru nekrotik. %ada 1aktunya,material ini mencair dan dapat mengalir ke dalam percabangan trakheobronkhial dan dibatukkan. ongga yang terisi udara tetap ada dan mungkin terdeteksi ketika dilakukan rontgen dada.
Sebagian besar tuberkel primer menyembuh dalam periode bulanan dengan membentuk åan parut dan pada akhirnya terbentuk lesi pengapuran yang disebut sebagai #uberkel 4hon. /esi ini dapat mengandung basil hidup yang dapat aktif kembali,meski telah bertahun!tahun dan menyebabkan infeksi sekunder.
nfeksi #$ primer menyebabkan tubuh mengalami reaksi alergi terhadap basil tuberkel dan proteinnya. espon imun seluler ini tampak dalam bentuk sensitifitas sel!sel # dan terdeteksi oleh reaksi positif pada tes tuberkulin. %erkembangan sensitiitas tuberkulin ini ter&adi pada semua sel!sel tubuh 2 sampai * minggu setelah infeksi primer. an akan dipertahankan selama basil hidup berada dalam tubuh. munitas didapat ini biasanya menghambat pertumbuhan basil lebih lan&ut dan ter&adinya infeksi aktif.
5aktor yang mempunyai peran dalam perkembangan #$ men&adi penyakit aktif termasuk usia lan&ut,imunosupresif,infeksi 67, malnutrisi, alkoholisme dan penyalahgunaan obat,adanya keadaan penyakit lain dan predisposisi genetik.
Selain infeksi primer yang progesif, infeksi ulang &uga mengarah pada bentuk klinis #$ aktif. #empat primer infeksi yang mengandung basil #$ dapat tetap laten selama tahun!tahun dan kemudian teraktifkan kembali &ika daya tahan klien menurun. %enting artinya untuk mengka&i kembali secar periodek klien yang telah mengalami infeksi #$ untuk mengetahui adanya penyakit aktif.
. Pat!"a# TB Pa$%
&. Tanda Dan 'e(ala .
4ambaran klinik #$ paru dapat dibagi men&adi 2 golongan, ge&ala respiratorik dan ge&ala sistemik'
a. 4e&ala respiratorik, meliputi' ) $atuk
4e&ala batuk timbul paling dini dan merupakan gangguan yang paling sering dikeluhkan. Mula!mula bersifat non produktif kemudian berdahak bahkan bercampur darah bila sudah ada kerusakan åan.
2) $atuk darah
arah yang dikeluarkan dalam dahak berariasi, mungkin tampak berupa garis atau bercak!bercak darak, gumpalan darah atau darah segar dalam ¨ah sangat banyak. $atuk darak ter&adi karena pecahnya pembuluh darah.
$erat ringannya batuk darah tergantung dari besar kecilnya pembuluh darah yang pecah.
3) Sesak napas
4e&ala ini ditemukan bila kerusakan parenkim paru sudah luas atau karena ada hal!hal yang menyertai seperti efusi pleura, pneumothora8, anemia dan lain!lain.
9) :yeri dada
:yeri dada pada #$ paru termasuk nyeri pleuritik yang ringan. 4e&ala ini timbul apabila sistem persarafan di pleura terkena.
b. 4e&ala sistemik, meliputi' ) emam
Merupakan ge&ala yang sering di&umpai biasanya timbul pada sore dan malam hari mirip demam influe;a, hilang timbul dan makin lama makin pan&ang serangannya sedang masa bebas serangan makin pendek.
2) 4e&ala sistemik lain
4e&ala sistemik lain ialah keringat malam, anoreksia, penurunan berat badan serta malaise. #imbulnya ge&ala biasanya gradual dalam beberapa minggu! bulan, akan tetapi penampilan akut dengan batuk, panas, sesak napas
1alaupun &arang dapat &uga timbul menyerupai ge&ala pneumonia.
). Pe*e$i+saan Pen%n(ang
eteksi dan diagnosa #$ dicapai dengan tes ob&ektif dan pengka&ian sub&ektif. nfeksi #$ primer sering tidak dikenali karena biasanya infeksi ini asimptomatis. /esi pengapuran dan tes kulit positif sering men&adi satu!satunya indikasi infeksi #$ telah ter&adi. %emerikasaan penun&ang yang dapat dilakukan antara lain'
a. ultur sputum. %ositif untuk M. tuberculosis pada tahap aktif penyakit. b. <iehl!:eelsen (pe1arnaan tahan asam). %ositif untuk basil tahan asam
c. #es kulit Mantou8. eaksi yang signifikan pada indiidu yang sehat biasanya menun&ukkan infeksi yang disebabkan oleh microbacterium yang berbeda.
d. ontgen dada. Menun&ukkan infiltrasi kecil lesi dini pada bidang atas paru,deposit kalsium dari lesi primer yang telah menyembuh atau cairan dari suatu efusi. %erubahan yang menandakan #$ lebih lan&ut mencakup kaitasi,area fibrosa.
e. $iopsi &arum åan paru. %ositif untuk granuloma #$. -danya sel!sel raksasa menun&ukkan nekrosis.
f. -4 (analisa gas darah). ikatakan abnormal bergantung pada letak ,keparahan,dan kerusakan paru residual.
g. %emeriksaan fungsi pulmonal. %enurunan kapasitas ital,peningkatan ruang rugi,peningkatan rasio udara residual terhadap kapasitas paru total dan penurunan saturasi oksigen sekunder akibat infiltrasi=fibrosa parenkim.
,. Ko*pli+asi
a. 6emoptisis berat (pendarahan dari saluran pernapasan) yang dapat mengakibatkan kematian karena syok hipoolemik atau tersumbatnya &alan napas.
-. olaps lobus retaksi brinkial
. $ronkhiektasis dan fibrosis fau ' ter&adi pelebaran bronkus dan ter&adi pembentukan åan ikat pada proses pemulihan atau reaktif
d. %neumotorak spontan ' kerusakan åan paru dan adanya udara di dalam rongga pleura
e. %enyebaran infeksi
/. Penatala+sanaan Medis dan Kepe$a"atan
ebanyakan indiidu dengan #$ aktif yang baru didiagnosa tidak dira1at di rumah sakit. +ika #$ paru terdiagnosa pada indiidu yang sedang dira1at,klien mungkin akan tetap dira1at sampai kadar obat terapeutik telah ditetapkan. $eberapa pasien yang di rumah sakit karena alasan '
a. Mereka sakit akut
b. Situasi kehidupan mereka dianggap beresiko tinggi c. Mereka diduga tidak patuh terhadap pengobatan d. #erdapat ri1ayat #$ sebelumnya
e. #erdapat penyakit lain yang bersamaan dan bersifat akut f. #idak ter&adi perbaikan setelah terapi
g. Mereka resisten terhadap pengobatan yang biasa.
%engobatan dan pera1atan singkat di rumah sakit diperlukan untuk memantau keefektifan terapi dan efek samping obat!obat yang diberikan. lien dengan diagnosa #$ aktif biasanya mulai diberikan 3 &enis medikasi untuk memastikan bah1a
organisme yang resisten telah disingkirkan. osis dari beberapa obat cukup besar karena basil sulit untuk dibunuh. %engobatan berlan&ut cukup lama untuk menyingkirkan atau mengurangi secara subtansial ¨ah basil dorman atau semidorman. Medikasi yang digunakan untuk #$ dibagi men&adi preparat primer dan preparat baris kedua. %reparat primer selalu diresepkan pertama kali sampai laporan
hasil kultur dan laboratorium memberikan data yang pasti. lien dengan ri1ayat terapi #$ yang tidak selesai mungkin mempunyai organisme yang men&adi resisten dan preparat sekunder harus digunakan. /amanya pengobatan mempunyai pendekatan 2 fase '
a. 5ase intensif yang menggunakan dua atau tiga &enis obat,ditu&ukan untuk menghancurkan se¨ah besar organisme yang berkembang biak dengan cepat b. 5ase rumatan,biasanya denagan dua obat diarahkan pada pemusnaan sebagian
besar basil yang masih tersisa.
%rogram pengobatan dasar yang direkomendasikan bagi klien yang sebelumnya belum diobati adalah dosis harian isonia;id, rifampin dan pira;inamid selama 2 bulan. ultur sputum digunakan untuk mengealuasi kesakilan terapi. +ika kepatuhan terhadap pendosisan harian men&adi masalah,maka diperlukan protokol #$ yang memberikan medikasi 2 atau 3 kali seminggu. %rogram ini diberikan di klinik untuk memastikan klien menerima obat yang diharuskan. +ika medikasi yang digunakan tidak aktif,program harus diealuasi kembali dan kepatuhan klien harus dika&i. Medikasi yang digunakan untuk mengobati #$ mempunyai efek samping yang serius,bergantung pada obat spesifik yang diresepkan. #oleransi obat,efek obat dan toksisitas obat bergantung pada faktor!faktor seperti usia,dosis obat,1aktu se&ak obat terakhir digunakan,formula kimia dari obat,fungsi gin&al dan usus serta kepatuhan klien. lien penderita #$ yang tidak membaik atau yang tidak mampu menoleransi medikassi membutuhkan pengka&ian dan pengobatan pada fasilitas medis yang mengkhususkan dalam pengobatan #$ paru berkomplikasi.
#u&uan pengobatan pada penderita #$ %aru selain untuk mengobati &uga mnecegah kematian, mencegah kekambuhan atau resistensi terhadap >-# serta memutuskan mata rantai penularan. %engobatan tuberkulosis terbagi men&adi 2 fase yaitu fase intensif (2!3 bulan) dan fase lan&utan (9!? bulan). %aduan obat yang digunakan terdiri dari obat utama dan obat tambahan. +enis obat utama yang digunakan sesuai dengan rekomendasi @6> adalah ifampisin, :6, %irasinamid,
Streptomisin dan Atambutol. Sedang &enis obat tambahan adalah anamisin, uinolon, Makrolide dan -moksisilin B -sam laulanat, deriat ifampisin=:6.
Cara ker&a, potensi dan dosis >-# utama dapat dilihat pada tabel berikut'
>bat -nti #$
Asensial -ksi %otensi
ekomendasi osis (mg=kg $$) %er 6ari %er Minggu
38 2 8 sonia;id (6) ifampisin () %irasinamid (<) Streptomisin (S) Atambutol (A) $akterisidal $akterisidal $akterisidal $akterisidal $akteriostatik #inggi #inggi endah endah endah " 0 2" " " 0 0 3" " 30 " 0 "0 " 9"
ntuk keperluan pengobatan perlu dibuat batasan kasus terlebih dahulu berdasarkan lokasi tuberkulosa, berat ringannya penyakit, hasil pemeriksaan bakteriologik, hapusan dahak dan ri1ayat pengobatan sebelumnya. i samping itu perlu pemahaman tentang strategi penanggulangan #$ yang dikenal sebagai irectly >bsered #reatment Short Course (>#S) yang direkomendasikan oleh @6> yang terdiri dari lima komponen yaitu'
a. -danya komitmen politis berupa dukungan pengambil keputusan dalam penanggulangan #$.
b. iagnosis #$ melalui pemeriksaan dahak secara mikroskopik langsung sedang pemeriksaan penun&ang lainnya seperti pemeriksaan radiologis dan kultur dapat
dilaksanakan di unit pelayanan yang memiliki sarana tersebut.
c. %engobatan #$ dengan paduan >-# &angka pendek dengan penga1asan langsung oleh %enga1as Menelan >bat (%M>) khususnya dalam 2 bulan pertama dimana penderita harus minum obat setiap hari.
d. esinambungan ketersediaan paduan >-# &angka pendek yang cukup. e. %encatatan dan pelaporan yang baku.
B. KON0EP KEPERAATAN 1. Peng+a(ian Kepe$a"atan
a. dentitas
dentitas %8 meliputi ' nama, &enis kelamin, umur, peker&aan, pendidikan, status perka1inan, agama, kebangsaan, suku, alamat, tanggal dan &am masuk S, :o.
eg, ruangan, serta identitas yang bertanggung &a1ab. b. eluhan tama
$iasanya %8 #$ %aru ditandai dengan sesak nafas, batuk dan berat badan menurun
c. i1ayat esehatan
) i1ayat kesehatan sekarang.
%ada umumnya %8 #$C ering mengalami panas lebih dari 2 minggu sering ter&adi bentuk berulang!ulang, anore8ia, lemah, berkeringat banyak pada malam hari dan hemaptoe
2) i1ayat kesehatan lalu
%8 mempunyai ri1ayat tertentu seperti, iare kronik, inestasi cacing, malaria kronik, campak dan infeksi 67
d. i1ayat kesehtan keluarga.
%8 keluarganya tidak mempunyai penyakit menular atau mempunyai penyakit menular
e. i1ayat psikososial.
i1ayat psikososial sangat berpengaruh dalam psikologis %8 dengan timbul ge&ala!ge&ala yang dialami dalam proses penerimaan terhadap penyakitnya, meliputi '
) %erumahan yang padat
2) /ingkungan yang kumuh dan kotor
3) eluarga yang belum mengerti tentang kesehatan f. %ola 5ungsi esehatan
Meliputi ' kebiasaan merokok, banyaknya rokok yang dihabiskan, penggunaan alkohol, tembakau dan kebiasaan olah raga.
h. %ola nutri dan Metabolisme
Meliputi ' nafsu makan, diit khusus = suplemen, fluktuasi berat badan * bulan terakhir, kesukaran menelan.
i. %ola eliminasi
Meliputi ' kebiasaan eliminasi urine = defekasi, 1arna, konsistensi dan bau sebelum MS atau MS.
&. %ola istirahat dan tidur
Meliputi ' lama tidur %8 sebelum MS dan MS, gangguan 1aktu tidur, merasa tenang setelah tidur.
k. %ola aktifitas dan latihan
Meliputi ' kegiatan %8 dirumah dan di S, serta lamanya aktiitas. l. %ola persepsi dan konsep diri
Meliputi ' body image, self sistem, kekacauan identitas, depersonalisasi. m. %ola sensori dan kognitif
Meliputi 'daya pengelihatan, pendengaran, penciuman, perabaan dan kognitif %8 baik atau tidak.
n. %ola reproduksi se8ual
Meliputi ' penyakit yang diderita pasien dapat mempengaruhi pola seksual %8, pemeriksaan payudara setiap bulan sekali = 2 bulan, masalah seksual yang berhubungan dengan penyakit.
o. %ola hubungan peran
Meliputi ' hubungan dengan keluarga, rekan ker&a dan teman atau masyarakat. p. %ola penanggulangan stress
Meliputi ' penyebab stres, koping terhadap stres, adaptasi terhadap stres, pertahanan diri terhadap dan pemecahan masalah.
D. %ola tata nilai dan kepercayaan
Meliputi ' agama, keyakinan dan ritualitas. r. %emeriksaan 5isik
) eadaan umum.
eadaan penyakit, kesadaran, suhu, nadi, pernafasan, $$, #$. 2) epala dan leher
$entuk, kelainan, tanda!tanda trauma, 1arna rambut dan kebersihan rambut. ! Mata ' Sklera, kon&ungtia dan kornea.
! 6idung ' $entuk, bersih atau tidak ada polip atau tidak, daya penciuman normal atau tidak.
! Mulut ' $entuk, kebersihan, ada perdarahan atau tidak, mukosa bibir.
! #elinga ' $entuk, kebersihan, daya pendengaran.
! /eher ' -da pembesaran kelen&ar tynoid atau tidak ada pembengkakan atau tidak.
3) #hora8
9) %aru
$entuk dada tidak simetris, pergerakan paru tertinggal, adanya 1he;ing atau ronkhi, ada suara nafas $ronchial
") +antung
idapatkan suara dan suara 2 tunggal *) -bdomen
$iasanya %8 #$ terdapat pembesaran limpha dan hati ?) nguinal!4enetalia!-nus
-da kemerahan atau tidak, ada leat atau tidak E) #ulang belakang.
-da kelainan atau tidak, ada edema atau tidak. F) ulit
#idak didapatkan kelainan pada tekstur kulit, 1arna kulit, turgor kulit menurun atau tidak
0) Akstrimititas
-kral hangat dan dingin, ada edema dikaki atau tidak, nyeri 1aktu ber&alan s. %emeriksaan penun&ang
) /A meningkat. 2) /eukosit meningkat. 3) 6b menurun.
9) G!foto
• i dapatkan pembesaran kelen&ar para tracheal atau hiler dengan atau
tanpa adanya infiltrat.
• 4ambaran milier atau bercak kalsifikasi.
") %emeriksaan sputum = $akteriologis
• %emeriksaan sputum $#- memastikan diagnosis #$ %aru, namun
pemeriksaan ini tidak sensitif karena hanya 30!?0 %8 #$ yang dapat di diagnoisis berdasarkan pemeriksaan ini.
• %emeriksaan sputum dilakukan dengan cara pengambilan cairan di
lambung dan dilakukan setiap pagi 3 hari berturut!turut yaitu se1aktu pagi H se1aktu (S%S).
*) %emeriksaan mantoo8 test = u&i tuberculin
Sebagai standar dipakai %%> S atau ># 0, mg.
• ndurasi 0 mm atau lebih ' reaksi positif. • ndurasi " mm H F mm ' reaksi meragukan. • ndurasi 0!" mm ' reaksi negatif.
?) #es #uberkulin dapat negatif pada %enyakit 67 = -S, malnutrisi berat, #$ milier, morbili meskipun orang tersebut menderita tuberkulosis
a. 4angguan pertukaran gas berhubungan dengan %enurunan permukaan efektif paru, atelektasis, erusakan membran aleolar!kapiler, Sekret kental, tebal,
Adema bronkial.
b. bersihan &alan nafas tidak efektif berhubungan dengan penumpukan sekret.
c. :utrisi kurangd ari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake kurang dari kebutuhan tubuh, anore8ia.
d. ntoleransi -ktiitas berhubungan dengan etidakseimbangan antara suplai oksigen = kebutuhan, elemahan umum, #irah baring lama = immobilisasi .
e. 4angguan pada istirahat tidur berhubungan dengan sesak nafas dan batuk. 3. nte$ensi Kepe$a"atan
Diagnosa 1 4
Resi+o tinggi infe+si
K$ite$ia Hasil 4
1. Mengidentifi+asi inte$ensi %nt%+ *enega!5*en%$%n+an $esi+o pen#e-a$an infe+si
2. Men%n(%+an te+!ni+5*ela+%+an pe$%-a!an pola !id%p %nt%+ *ening+at+an ling+%ngan* #ang a*an
nte$ensi 4 Rasional 4
MANDR
. a&i patologi penyakit (aktif=fase tak aktifI desiminasi infeksi melalui bronkus untuk membatasi åan atau melalui aliran darah=system limfatik) dan potensial penyebaran infeksi melalui droplet udara selama batuk, bersin, meludah, bicara, terta1a,
menyanyi.
2. dentifikasi orang lain yang berisiko, contoh anggota rumah, sahabat karib=teman.
3. -n&urkan pasien untuk batuk=bersin dan mengeluarkan pada tisu dan menghindari meludah. a&i pembuangan tisu sekali pakai dan
. Membantu pasien menyadari=menerima perlunya mematuhi program pengobatan untuk mencegah pengaktifan berulang=komplikasi. %emahaman bagaimana penyakit disebarkan dan kesadaran kemungkinan transmisi membantu pasien=orang terdekat untuk mengambil langkah untuk mencegah infeksi ke orang lain. 2. >rang!orang yang terpa&an ini perlu program terapi obat untuk mencegah penyebaran=ter&adinya infeksi.
3. %rilaku yang diperlukan untuk mencegah penyebaran infeksi.
tekhnik mencuci tangan yang tepat. orong untk mengulangi demonstrasi. 9. a&i tindakan control infeksi sementara,
contoh masker atau isolasi pernapasan. ". -1asi suhu sesuai indikasi
*. dentifikasi factor resiko indiidu terhadap pengaktifan berulang tuberculosis, contoh tahanan ba1ah (alkoholisme, malnutrisi=bedah bypass intestinal)I gunakan obat penekan imun=kortikosteroidI adanya diabetes militus, kanker, kalium.
?. #ekankan pentingnya tidak menghentikan terapi obat.
E. a&i pentingnya mengikuti dan kultur ulang secara periodic terhadap sputum untuk lamanya terapi.
F. orong memilih=mencerna makanan seimbang. $erikan makan sering kecil makanaan kecil pada ¨ah makanan besar yang tepat.
KOLABORA0
. $erikan agen anti infeksi sesuai indikasi, contoh'
>bat utama' isonia;id (:6) etambutal (Myambutol)I rifampin (M%=ifadin).
pasien dan membuang stigma social sehubungan dengan penyakit menular
". eaksi demam indicator adanya infeksi lan&ut *. %engetahuan tentang factor ini membantu
pasien untuk mengubah pola hidup dan menghindari=menurunkan insiden eksaserbasi.
?. %eriode singkat berkhir 2!3 hari setelah kemoterapi a1al, tetapi pada adanya rongga atau penyakit luas sedang, resiko penyebaran infeksi dapat berlan&ut sampai 3 bulan.
E. -lat dalam penga1asan efek dan keefektifan obat dan respons pasien terhadap terapi.
F. -danya anoreksia dan=atau malnutrisi sebelumnya merendahkan tahanan terhadap proses infeksi dan mengganggu penyembuhan. Makan kecil dapat
meningkatkan pemasukam semua.
. ombinasi agen anti infeksi digunakan, contoh 2 obat primer atau primer tambah dan obat skunder. :6 biasanya obat dipilih untuk pasien infeksi dan pada resiko ter&adi #$. emotrapi :C dan efampin &angan pernah (selama F bulan). engan etambutal (selama 2 bualn pertama) pengobatan cukup untuk #$ paru. Atambutal harus diberkan bila sinstem saraf pusat atau takterkomplikasi, penyakit diseminata ter&adi atau bila dicurigai resistensi :6. #erapi luas (sampai 29 bulan) diindikasikan untuk kasus reaktifasi, reaktifasi #$ ekstrapulmonal, atau adanya masalah medic lain, contoh diabetes militus atau silicosis. %rofilaksis dengan :6 selama 2
2. %ira;imida (%<-=aldinamide)I para! amino salisik (%-S), sikloserin (seromycin)I streptomisin (strycin)
3. -1asi pemeriksaanlaboratorium, contoh hasil usap sputum.
9. -S#=-/#
". /apotkan ke departemen kesehatan lokal
bulan garus dipertimbangkan pada pasien dengan 67 positif dengan %% positif.
2. ni obat skunder diperlukan bila infeksi resisten terhadap atau tidak toleran obat primer.
3. %asien yang mengalami tiga usapan negatie (memerlukan 3!" bulan), perlu mentaati program obat, dan asimtomatik akan
diklasifikasikan tak!menyebar.
9. Afek merugikan terapi obat termasuk hepatitis ". Membantu mengidentifikasi lembaga yang
dapat dihubungi untuk penurunan penyebaran infeksi
Diagnosa 2 4
'angg%an pe$t%+a$an gas -e$!%-%ngan dengan Pen%$%nan pe$*%+aan efe+tif pa$%6 atele+tasis6 Ke$%sa+an *e*-$an aleola$7+apile$6 0e+$et +ental6 te-al6 Ede*a -$on+ial.
K$ite$ia !asil 4
0. Melaporkan tak adanya = penurunan dispnea
. Menun&ukkan perbaikan entilasi dan oksigenasi åan adekuat dengan 4- dalam rentang normal (?0 H 2" mg=d/)
2. $ebas dari ge&ala distres pernapasan
nte$ensi 4 Rasional 4
. a&i frekuensi, kedalaman pernafasan pernapasan dan ekpansi dada. Catat upaya pernafasan, termasuk penggunaan otot bantu = penggunaan otot bantu = pelebaran
nasal
2. -uskultasi bunyi napas dan catat adanya bunyi napas adentisius
3. #inggikan kepala dan bantu mengubah posisi. $angunkan pasien turun tempat tidur
dan ambulasi sesegera mungkin
. ecepatan kebiasaan meningkat. ispne dan ter&adi peningkatan ker&a napas. %ada a1al atau hanya tanda A% sub akut) kedalaman pernafasan beraariasi tergantung dera&at sesak nafas. Akspansi dada terbatas yang berhubungan dengan nyeri pleuritis
2. $unyi nafas menurun = tidak ada bila &alan napas terdpat ronchi atau 1he;ing.
3. uduk tinggi memungkinkan ekspansi paru dan memudahkan pernafasan. %engubahan posisi dan ambulasi meningkatkan pengisin udara segmen
9. >bserasi pola batuk dan karakter sekret
". orong = bantu pasien dalam nafas dalam dan latihan batuk
paru berbeda sehingga memperbaiki difusi gas. 9. ongesti aleoli mengakibatkan batuk kering =
iritasi.
". apat meningkatkan = banyak sputum dimana gangguan entilai dan ditambah ketidaknyamanan berlebihan
Diagnosa 3
Be$si!an (alan nafas tida+ efe+tif -e$!%-%ngan dengan pen%*p%+an se+$et
K$ite$ia !asil 4
3. Mempertahankan &alan napas pasien
9. %asien dapat mengeluarkan sekret tanpa bantuan
". Menun&ukkan perilaku untuk memperbaiki=mempertahankan bersihan &alan napas *. $erpartisipasi dalam program pengobatan, dalam tingkat kemampuan=situasi ?. Mengidentiikasi potensi komplikasi dan melakukan tindakan tepat
nte$ensi 4 Rasional 4
! a&i fungsi pernafasan, contoh bunyi nafas, kecepatan, irama dan kedalaman dan penggunaan otot aksesori.
! %enurunan bunyi nafas dapat menun&ukkan akumulasi sekret = ketidakmampuan untuk membersihkan &alan nafas yang dapat menimbulkan penggunaan otot aksesori pernafasan dan peningkatan ker&a pernafasan.
! Catat kemampuan mengeluarkan mukosa = batuk efektif, catat karakter, ¨ah sputum,
adanya hemoptisis.
! %engeluaran sulit bisa sekret sangat tebal (misal ' efek infeksi dan = tidak adekuat hidrasi). Sputunm berdarah kental atau darah cerah diakibatkan oleh
kerusakan (kaitasi paru) atau luka bronkial dan dapat memerlukan ealuasi = interensi lan&ut.
! $erikan pasien posisi semi = fo1ler tinggi. $antu pasien utnuk batuk dan latihan nafas dalam.
! %osisi membantu memaksimalkan ekpansi paru dan menurunkan upaya pernafasan. 7entilasi maksimal membuka area atelektasis dan meningkatkan gerakan sekret ke dalam &alan nafas besar untuk dikeluarkan.
! $ersihkan sekret dari mulut dan trakea, penghisapan sesuai keperluan.
! Mencegah obstruksi = aspirasi, penghisapan dapat diperlukan bila pasien tak mampu mengeluarkan sekret.
2"00 ml = hari kecuali kontra indikasi. mengencerkan sekret, membuatnya mudah dikeluarkan.
! /embabkan udara = oksigen inspirasi. $eri obat sesuai indikasi '
! Mencegah pengeringan membran mukosa ' membantu pengenceran sekret.
! -gen mukolitik I asetilsistein ! -gen mukolitik menurunkan kekentalan sekret paru untuk memudahkan pembersihan.
! $rankodilatae, akstrefilm, teafilin ! $ronkidilatae meningkatkan ukuran lumen percabang trakeobronkoli, sehingga menurunkan
tahanan terhadap aliran udara.
! eatikosteroid ! $erguna pada adanya keterlibatan luas dengan hipoksia dan bila respon inflamasi mengancam hidup.
! $ersihkan untuk atau membantu intubasi darurat.
! nkubasi diperlukan pada kasus &arang bronkogenetik #$ dengan edema laring = perdarahan paru akut.
Diagnosa 4
N%t$isi +%$angda$i +e-%t%!an t%-%! -e$!%-%ngan dengan inta+e +%$ang da$i +e-%t%!an t%-%!6 ano$e8ia.
K$ite$ia !asil 4
E. Menun&ukkan berat badan meningkat mencapai tu&uan dengan nilai laboratorium normal dan bebas tanda malnutrisi.
F. Melakukan perilaku=perubahan pola hidup untuk meningkatkan dan=atau mempertahankan berat yang tepat.
nte$ensi 4 Rasional 4
! Catat nurisi pasien pada penerimaan, catat turgor kulit, berat badan dan dera&at kekurangan berat badan, integritas mukosa oral, kemampuan = ketidakmampuan menelan, adanya tonus usus, ri1ayat mual = muntah atau diare.
! $erguna dalam mendefinsikan dera&at = luasnya masalah dan pilihan interensi yang tepat.
! pastikan pola diet biasa pasien, yang disukai = tidak disukai
! membantu dalam mengidentifikasi kebutuhan = kekuatan khusus, pertimbangkan keinginan indiidu dapat memperbaiki masukan diet.
! a1asi masukan = pengeluaran dan berat badan secara periodik
! $erguna dalam mengukur keefktian nutrisi dan dukungan cairan.
! Selidiki anareksia, mual dan muntah dan catat kemungkinan hubungan obat. -1asi frekuensi, olume konsistensi feses.
! apat mempengaruhi pilihan diet dan mengidentifikasi pemecahan masalah untuk meningkatkan pemasukan = penggunaan nutrient. ! orong dan berikan periode istirahat sering.! Membantu menghemat energi, khususnya bila
kebutuhan metabolik meningkat saat demam. ! berikan pera1atan mulut sebelum dan
sesudah tindakan pernafasan.
! Menurunkan rasa tidak enak karena sisa sputum atau obat untuk pengobatan respirasi yang merangsang pusat muntah.
Diagnose &
ntole$ansi A+tiitas -e$!%-%ngan dengan Ketida+sei*-angan anta$a s%plai o+sigen 5 +e-%t%!an6 Kele*a!an %*%*6 Ti$a! -a$ing la*a 5 i**o-ilisasi
K$ite$ia !asil4
20. Menyatakan pemahaman situasi=faktor resiko dan program pengobata indiidu 2. Menun&ukkan teknik=perilaku yang memampukan kembali melakukan aktiitas 22. Melaporkan kemampuan melakukan toleransi aktiitas.
nte$ensi 4 Rasional 4
! -n&urkan pasien = keluarga untuk mengekspresikan perasaannya tentang pera1at di rumah sakit dan penyakitnya secara keseluruhan.
! Mengidentifikasi area perhatinyna dan memudahkan cara pemecaha masalah.
! berikan kesempatan pada keluarga untuk mengekspresikan perhatiannya dan diskusikan cara mereka dapat membantu sepenuhnya terhadap pasien.
! Meningkatkan perasaan terlibat dan memberikan kesempatan keluarga untuk memecahkan masalah untuk membantu mencegah terulangnya (kambuhnya) penyakti pada pasien tersebut.
! #entukan tu&uan = harapan dari pasien = keluarga.
! 6arapan yang realistik atau adanya tekanan dari orang lain atau diri sendiri dapat mengakibatkan perasan frustasi = kehilangan kontrol diri dan mungkin menganggu kemampuan koping.
! -n&urkan pasien untuk membuat keputusan sehubungan dengan pera1atannya, seperti ambulasi, 1aktu beraktifitas, dan seterusnya.
! Mengkomunikasikan pada pasien bah1a beberapa pengendalian dapat dilatihan pada saat pera1atan
dilakukan.
ikut berperan serta dalam pera1atan diri sendiri dan berikan umpan balik positif sesuai dengan usaha yang
dilakukan. Diagnosa ) 4
'angg%an pada isti$a!at tid%$ -e$!%-%ngan dengan sesa+ nafas dan -at%+ K$ite$ia !asil 4
23. %asien dapat tudur dan istirahat tanpa terbangun 29. %asien tampak lebih segar
2". #idak tampak lingkaran hitam disekitar mata pasien
iskusikan perbedaan indiidual dalam kebutuhan tidur berdasarkan hal usia, tingkat aktiitas, gaya hidup tingkat stress.
ekomendasi yang umum untuk tidur E &am tiap malam nyatanya tiduk mempunyai fungsi dasar ilmiah indiidu yang dapat rileks dan istirahat dengan mudah memerlukan sedikit tidur untuk merasa segar kembali dengan bertambahnya usia, 1aktu tidur. #otal secara umum menurun, khususnya tidur tahap 7 dan 1aktu tahap meningkat.
#ingkatkan relaksasi, berikan lingkungan yang gelap dan terang, berikan kesempatan untuk memilih penggunaan bantal, linen dan selimut, berikan ritual 1aktu tidur yang
menyenangkan bila perlu pastikan entilasi ruangan baik, tutup pintu ruangan bila klien menginginkan.
#idur akan sulit sampai tercapai relaksasi, lingkungan rumah sakit dapat mengganggu relaksasi.
. Eal%asi
a. Melaporkan tak adanya = penurunan dispnea
b. Menun&ukkan perbaikan entilasi dan oksigenasi åan adekuat dengan 4-dalam rentang normal (?0 H 2" mg=d/)
c. $ebas dari ge&ala distres pernapasan d. Mempertahankan &alan napas pasien
e. %asien dapat mengeluarkan sekret tanpa bantuan
f. Menun&ukkan perilaku untuk memperbaiki=mempertahankan bersihan &alan napas g. $erpartisipasi dalam program pengobatan, dalam tingkat kemampuan=situasi h. Mengidentiikasi potensi komplikasi dan melakukan tindakan tepat
i. Menun&ukkan berat badan meningkat mencapai tu&uan dengan nilai laboratorium normal dan bebas tanda malnutrisi.
&. Melakukan perilaku=perubahan pola hidup untuk meningkatkan dan=atau mempertahankan berat yang tepat.
k. Menyatakan pemahaman situasi=faktor resiko dan program pengobata indiidu l. Menun&ukkan teknik=perilaku yang memampukan kembali melakukan aktiitas m. Melaporkan kemampuan melakukan toleransi aktiitas.
DA9TAR PU0TAKA
$runner and Suddarth. (FF*). Text book of Medical-Surgical Nursing . A4C. +akarta.
oengoes Merillynn. (FFF) (encana -suhan epera1atan). Nursing care plans. Guidelines for planing and documenting patient care . -lih bahasa ' Made ariasa, :i Made
Sumar1ati. A4C. +akarta.
%rince - Sylia. (FF"). (patofisiologi). Clinical Concept . -lih bahasa ' %eter -nugrah A4C. +akarta.
Carpenito, /ynda +uall, (2000). Buku saku Diagnosa epera!atan. -lih bahasa. Adisi E. +akarta