• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN ARSITEKTUR KOLONIAL BELANDA PADA IKLIM TROPIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KAJIAN ARSITEKTUR KOLONIAL BELANDA PADA IKLIM TROPIS"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 2: Istana Bogor, Van Imhoof   Sumber : http://www.skyscrapercity.com
Gambar 3: Prins Alexander Stichting, Bangunan kedua Machlaine, tahun 1922 di Belanda   Sumber : Jessyp 1975, Yulianto, 1988

Referensi

Dokumen terkait

Elemen yang perlu dilakukan pelestarian adalah denah, atap, pintu, jendela, dinding, kolom, gevel, tangga, dan struktur dinding penopang.

Gaya arsitektur kolonial yang memiliki ciri pamakaian atap gavel, bukaan seperti pitu dan jendela yang memilki ukuran besar serta serambi keliling pada bagian depan

Elemen yang perlu dilakukan pelestarian adalah denah, atap, pintu, jendela, dinding, kolom, gevel, tangga, dan struktur dinding penopang.

Judul Skripsi : Adaptasi Arsitektur Nieuwe Bouwen Pada Bangunan Kolonial Belanda di Kota Medan. Rekapitulasi Nilai

Bagaimana bentuk adaptasi pada bangunan Kolonial Belanda di kota Medan yang dipengaruhi oleh arsitektur Nieuwe Bouwen.

Pada sisi-sisi inilah bangunan banyak menerima paparan sinar matahari kurang lebih selama 12 jam/hari.Jika perancangan bangunan dengan orientasi yang kurang

Bangunan dirancang dengan menerapkan konsep Arsitektur Tropis yang pada dasarnya memperhatikan iklim, lingkungan sekitar dan selalu memberikan jawaban atau adaptasi bentuk bangunan

Adapaun adaptasi arsitektur tropis menghadapi iklim yang menjadi ciri – ciri arsitektur tropis adalah sebagai berikut adanya overstek pada bangunan untuk mencegah radiasi sinar matahari