• Tidak ada hasil yang ditemukan

Meningkatkan Kesejahteraan Transmigrans. Meningkatnya Kesejahteraan Tansmigrans. Meningkatnya pendapatan transmigrans

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Meningkatkan Kesejahteraan Transmigrans. Meningkatnya Kesejahteraan Tansmigrans. Meningkatnya pendapatan transmigrans"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

Sasaran

IKU ES II 1Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 1

Persentase Perselisihan Hubungan Industrial 1

Persentase perusahaan yang taat aturan ketenagakerjaan 1 Meningkatnya pendapatan transmigrans 2Angka partisipasi angkatan kerja 1 2 3 4 IKU ES III1Persentase angkatan kerja

yang Bekerja 1

Persentase peningkatan perusahaan yang memiliki sarana HI

1

Persentase penurunan perusahaan yang melanggar aturan ketenaga kerjaan

Persentase luas lahan kimtrans yang

diusahakan 1

2persentase penyelesaian perselisihan HI melalui PB

Jumlah kelembagaan ekonomi dan sosial

budaya yang dikembangkan di kimtrans 2 3

Persentase peningkatan perusahaan yang menerapkan perlindungan Jamsos 3 4 5 6 7 IKU ES IV1

Persentase Pencari Kerja yang Memperoleh sertifikat kompetensi

1Jumlah Perusahaan yang membentuk LKS Bipartit 1

Persentase perusahaan yang melanggar norma ketenagakerjaan

Jumlah kepala keluarga kimtrans yang

meningkat 1

Nilai komponen pelaporan pada LKIP SKPD 1

Jumlah dokumentasi pelayanan surat menyurat 1

Jumlah dokumen laporan keuangan secara berkala

2

Persentase angkatan kerja yang dapat ditempatkan di Pasar Kerja

2 Jumlah Perusahaan yang

membuat PP/PKB 2

Persentase perusahaan yang melanggar norma K3

Jumlah kimtrans yang menjadi pusat

pertumbuhan baru 2

Nilai komponen

perencanaan pada LKIP SKPD 2

Jumlah dokumentasi terkait sarana

dan prasarana 2 Jumlah aset yang tercatat 3

Persentase angkatan kerja yang mampu berwirausaha

3

Jumlah Perusahaan yang menerapkan struktur skala upah

3

Persentase penindakan terhadap perusahaan yang melanggar peraturan ketenagakerjaan

Jumlah lahan dan sarana prasarana

yang ada dikimtrans 3

Jumlah pegawai yang administrasi kepegawaian nya dilayani secara tertib

4Jumlah Perusahaan yang

menerapkan program jamsos 4

Jumlah ASN yang mengikuti peltihan bersertifikasi

Menyusun perencanaan dan administrasi keuangan SKPD

Meningkatnya jumlah kawasan transmigrasi yang diberdayakan

Menyusun perencanaan dan

pelaporan kinerja SKPD Menyusun data kepegawaian, evaluasi serta administrasi kepegawaian SKPD Melaksanakan peningkatan kapasitas

SDM Meningkatnya jumlah

tenaga kerja yang diterima di pasar kerja

Meningkatnya penerapan syarat-syarat kerja dan peningkatan jaminan sosial bagi tenaga kerja

Meningkatnya Pembinaan Pengawasan dan Perlindungan

Tenaga Kerja Meningkatnya Daya saing

Tenaga Kerja

Pelayanan administrasi keuangan Meningkatkan Kompetensi, Produktivitas, Penempatan dan Perluasan Kesempatan kerja serta

Sarana Hubungan industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan

Persentase kenaikan nilai komponen pelaporan pada LKIP SKPD Persentase kenaikan nilai komponen perencanaan pada LKIP SKPD Peningkatan kualitas dan pengembangan

kawasan transmigrasi

2

Merencanakan dan mengadakan sarana dan prasarana serta administrasi

perkantoran Meningkatkan Akuntabilitas Kinerja

SKPD Disnakertrans

Meningkatnya Nilai Akuntabilitas Kinerja SKPD

Nilai SAKIP Disnakertrans

Persentase penyerapan anggaran SKPD

Persentase ASN SKPD yang memiliki sertifikat keahlian

Persentase pemenuhan pengurusan administrasi kepegawaian PNS SKPD

Meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaporan kinerja Pelayanan sarana prasarana dan administrasi perkantoran Meningkatkan Kesejahteraan Transmigrans

Meningkatnya kualitas daya

saing tenaga kerja Meningkatnya Kesejahteraan Tansmigrans

1

1 2

3 Hubungan Industrial harmonis

dan Kondusif Zero Case

Peningkatan kualitas SDM SKPD Meningkatnya perusahaan yang

taat terhadap aturan ketenaga kerjaan Penguatan kelembagaan hubungan

industrial dan jamsostek

Persentase aset yang tercatat ( harus 100 % )

(2)

1

DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROV. KALSEL

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Rencana Pembangunan Tahunan Satuan Kerja Perangkat Daerah, yang selanjutnya disebut Rancangan Awal Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja-SKPD) adalah dokumen perencanaan Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk periode 1 (satu) tahun.

Sebagai dokumen rancangan awal rencana tahunan Satuan Kerja Perangkat Daerah, Renja mempunyai arti yang strategis dalam mendukung penyelenggaraan program pembangunan tahunan pemerintahan daerah mengingat beberapa hal sebagai berikut :

a. Rancangan awal Renja SKPD merupakan dokumen yang secara substansial penerjemahan dari visi, misi dan program Satuan Kerja Perangkat Daerah yang ditetapkan dalam Rencana Strategis (Renstra) Instansi sesuai arahan operasional dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

b. Rancangan Awal Renja merupakan acuan SKPD untuk memasukkan program kegiatan kedalam KUA dan PPAS dan perencanaan program kegiatan yang akan dilaksanakan dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) tahun 2018.

c. Rancangan Awal Renja SKPD merupakan salah satu instrument untuk evaluasi pelaksanaan program/kegiatan instansi untuk mengetahui sejauhmana capaian kinerja yang tercantum dalam Rencana Kinerja Tahunan sebagai wujud dari kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah pada tahun 2018 yang merupakan pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam Perencanaan Strategis (Renstra).

(3)

2

DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROV. KALSEL

Mengingat arti strategis dokumen Rancangan Awal Renja SKPD dalam mendukung penyelenggaraan program pembangunan tahunan pemerintah daerah, maka sejak awal tahapan penyusunan hingga penetapan dokumen Renja SKPD harus mengikuti tata cara dan alur penyusunannya sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, yang antara lain :

a. Program dalam Renja harus sesuai dengan Program Prioritas sebagaimana tercantum dalam Misi RPJMD pada tahun berkenaan;

b. Program dan kegiatan dalam Renja SKPD harus selaras dengan progam dan kegiatan yang disepakati oleh seluruh pemangku kepentingan dalam forum Musrenbang;

c. Program dan Kegiatan dalam Renja dilengkapi dengan indikator kinerja hasil (outcome), indikator kinerja keluaran (output) dan dilengkap dengan pendanaan yang menunjukkan prakiraan maju

Berbagai upaya yang telah dan sedang dikembangkan untuk makin memperkuat peranan program ketenagakerjaan dan ketransmigrasian adalah meningkatkan efisiensi dan efektifitas penggunaan anggaran pemerintah dan sumber daya lainnya yang semakin terbatas. Dengan dilatarbelakangi keterbatasan sumber daya yang tersedia serta peluang dan tantangan yang harus dihadapi maka disusunlah Rancangan Awal Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja-SKPD) Tahunan 2018.

B. Landasan Hukum

Adapun yang menjadi Landasan Hukum Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2018 adalah sebagai

berikut :

(4)

3

DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROV. KALSEL

b. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN).

c. Undang-Undang Nomor 32 Tahun2004 tentang Pemerintahan Daerah

d. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah

e. Peraturan Pemerintah Nomor 108 Tahun 2000 tentang Tata Cara Pertanggungjawaban Kepala Daerah

f. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah

g. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal

h. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah

i. Permendagri Nomor 59 tahun 2007 tentang perubahan Permendagri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah

j. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah

k. Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 053 Tahun 2009 tentang Tugas Pokok, Fungsi dan Uraian Tugas Unsur-unsur Organisasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Unit-unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan

l. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 dan RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan telah disempurnakan dengan Keputusan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor : 188.44/0647/KUM/2012 tanggal 28 Desember 2012

m. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 1 tahun 2012 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 6 tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan. Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun 2017.

(5)

4

DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROV. KALSEL

n. Surat Edaran Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 050/052/P2E/Bappeda tentang Pedoman Penyusunan Rancangan Renja Perangkat Daerah Tahun 2018.

C. Maksud dan Tujuan

Maksud dari penyusunan Rancangan Awal Rencana Kerja ini adalah sebagai panduan dalam mengevaluasi pelaksanaan program Tahun 2018, meliputi /kegiatan tahun 2017, dan perencanaan program/kegiatan yang akan dilaksanakan dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2018.

Sedangkan Tujuan disusunnya Rencana Kerja SKPD adalah untuk memasukkan program/kegiatan yang ada di Rancangan Awal Rencana Kerja (RENJA) kedalam Kebijakan Umum Anggaran.

D. Sistematika Penyusunan Renja SKPD

Sistematika Penyusunan Renja SKPD Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan:

BAB I PENDAHULUAN

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU BAB III TUJUAN, SASARAN PROGRAM DAN KEGIATAN

BAB IV PROGRAM DAN KEGIATAN PERANGKAT DAERAH a. Indikator Kinerja

b. Kelompok Sasaran c. Lokasi Kegiatan

d. Kebutuhan Dana Indikatif e. Sumber dana

(6)

5

DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROV. KALSEL

BAB ii

EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN 2017

A. Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2017 dan Capaian Renstra

Hasil Evaluasi terhadap pelaksanaan Renja Dinas tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2017, capaian Rencana Kerja Tahun 2018 ( tahun n-1) dan capaian target Renstra Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan, pada urusan wajib Ketenagakerjaan dan Urusan Pilihan Ketransmigrasian.

Capaian kinerja tahun 2017 didukung dengan pelaksanaan program/kegiatan mencakup 10 program dengan 196 kegiatan secara kumulatif capaian kinerja kegiatan (output) rata-rata hampir tercapai 100%. sebagaimana tabel berikut:

No Uraian APBN APBD Jumlah

1 Jumlah Program 4 4 10 2 Jumlah Kegiatan 43 144 187 3 Alokasi Dana (Rp) 6.713.218.000,- 12.408.988.820,- 19.122.206.820,-4 Realisasi Keuangan (Rp) 2.948.052.632 ,- 5.391.765.762,- 8.339.818.394,-5 % Keuangan 44 % 43 % 44 % 6 % Fisik 50 % 47 % 50 % Per Juli 2017

(7)

6

DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROV. KALSEL

Capaian indikator kinerja Tahun 2016 terhadap target Renstra Tahun 2017 sebagai berikut : Indikator Capaian 2016 Realisasi 2016 Target 2017 Target 2018 1. Jumlah Kabupaten / kota

yang membuat dokumen PTK dan usulan RTK Dokumen 8 9 10 2. Tingkat pengangguran Terbuka (TPT) % 4,8 -4,78 4,77 – 4,71 4,7 – 4,5 3. Angka Partisipasi angkatan kerja % 69,31 69,72 69,91 4. Persentase angkatan yang bekerja % 95,30 96,00 96,50 5. Persentase Pencari Kerja yang memperoleh sertifikat kompeansi

% 30 35 40

6. Persentase Angkatan kerja yang dapat ditempatkan di pasar kerja

% 7,16 10 12,84

7. Persentase Angkatan Kerja yang mampu berwirausaha % 10 15 20 8. Persentase Perselisihan HI % 85 85 85 9. Persentase peningkatan perusahaan yang memiliki sarana HI % 0 10 10 10. Persentase penyelesaian perselisihan HI melalui PB % 0 20 20 11. Persentase Peningkatan % 0 20 25

(8)

7

DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROV. KALSEL perusahaan yang menerapkan perlindungan Jamsos 12. Jumlah perusahaan yang membentuk LKS Bipartit % 0 50 60 13. Jumlah perusahaan yang membuat PP / PKB % 25 25 25 14. Jumlah perusahaan yang menerapkan struktur skala upah

% 0 50 60 15. Jumlah perusahaan yang menerapkan Jamsos % 0 50 60 16. Peresentase

perusahaan yang taat aturan ketenagkerjaan % 0 100 100 17. Persentase penurunan perusahaan yang melanggar aturan ketenagkerjaan % 0 10 10 18. Persentase perusahaan yang melanggar norma ketenagklerjaan

% 0 25 20

19. Persentaseperusahaan yang melanggar Norma K3 % 0 25 20 20. Persentase penindakan terhadap perusahaan yang melanggar peraturan ketenagkerjaan % 0 10 10 21.Meningkatnya pendapatan Transmigran % 0 20 20

22. Persentase Luas Lahan Kimtrans yang

diusahakan

% 0 30 30

23. Jumlah Kelembagaan ekonomi dan Sosial Budaya yang dikembangkan di

Lembaga ekonomi

(9)

8

DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROV. KALSEL

kimtrans

24. Jumlah Kepala

Keluarga Kimtrans yang meningkat

KK 0 20 25

25. Jumlah Kimtrans yang menjadi pusat

pertumbuhan baru

Wil Kimtrans

0 4 5

26. Jumlah sarana dan prasarana yang ada di Kimtrans

Sarpras 0 2 2

B. Program dan Kegiatan yang dilaksanakan tahun 2017

Program Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan yang dikembangkan dalam mencapai visi dan misi adalah sebagai berikut :

No NAMA PROGRAM DANA PENANGGUNG

JAWAB 1 Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja dan

Produktifitas

APBN Bid. PKP

2 Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja

APBD

3 Perluasan dan Pengembangan Kesempatan Kerja APBD

4 Pengembang Hubungan Industrial dan Peningkatan Jaminan Sosial Tenaga Kerja

APBN Bid. Hub Industrial

Bid. Pengawasan

5 Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan

APBD

6 Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

APBN 7 Pembangunan dan Pengembangan Kawasan

Transmigrasi

APBN Bid. Transmigrasi

8 Pengembangan Wilayah Transmigrasi APBD

9 Pengembangan Sumber Daya Kawasan Transmigrasi

APBD

(10)

9

DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROV. KALSEL

D

Dalam rangka pencapaian strategi dan program kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang telah dilaksanakan mencakup :

A. Program Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja dan Produktifitas (APBN) ditindaklanjuti dengan kegiatan-kegiatan sebagai berikut :

1. Pengembangan sistem dan pelaksanaan sertifikasi Kompetensi Profesi

2. Peningkatan Kompetensi Instruktur dan Tenaga Pelatihan 3. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pelatihan Kerja dan Produktivitas

4. Pengembangan dan Peningkatan Penyelenggaraan Pemagangan dalam dan Luar Negeri

5. Pengembangan dan Peningkatan Produktivitas

6. Pengembangan standarisasi Kompetensi kerja dan pelatihan kerja 7. Dukungan Manajemen dan dukungan teknis lainnya Ditjen Binalattas 8. Peningkatan Kompetensi Instruktur dan Tenaga kepelatihan Binalattas 9. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pelatihan dan Produktivitas

Binalattas

10. Peningkatan penyelenggaraan pemagangan dalam dan luar negeri Binalattas

11. Pengembangan dan Peningkatan Produktivitas Binalattas

12. Pengembangan standarisasi kompetensi kerja dan pelatihan kerja Binalattas

B. Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja (APBD), ditindaklanjuti dengan kegiatan-kegiatan sebagai berikut :

1. Pelatihan Pengelola Lembaga Latihan Kerja 2. Monotoring Lembaga Latihan Swasta

3. Pemagangan berbasis pengguna

11 Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur APBD 12 Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur APBD 13 Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan

Capaian Kinerja dan Keuangan

(11)

10

DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROV. KALSEL

C. Pengembangan Kesempatan Kerja (APBD)

a. Penyelenggaraan Padat Karya Produktif

b. Pembinaan Terapan Teknologi Padat Karya Sistem Kader c. Pengembangan Bursa Kerja

d. Pengembangan Informasi Pasar Kerja

e. Penyusunan dan penyebarluasan Informasi Ketenagakerjaan f. Bimtek Bursa Kerja Online

g. Gerakan Penanggulangan Pengangguran h. Bimtek Pembinaan Perusahaan Pengguna TKA i. Forum Kerjasama Penyediaan Tenaga Kerja

j. Koordinasi Lintas Sektor untuk Tenaga Kerja ke luar Negeri

D. Program Pengembangan Hubungan Industrial dan Peningkatan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (APBN)

1. Pelaksanaan Teknik Negosiasi bagi pekerja / Buruh / SP/ SB dan Pengusaha

2. Bimtek Peningkatan Kapasitas pengurus SP/SB 3. Sosialisasi pengupahan

4. Efektifitas Dewan Pengupahan 5. Penyelesaian perselisihan HI

6. Penyelesaian Program dan Rencana Kerja Teknis

7. Konsultasi Teknis program Informasi dan pelaporan Bidanh HI di Prov dengan Kab /Kota

8. Sinkronisasi dan sinergitas pendataan HI dan Jamsostek Provinsi dan Kabupaten

9. Efektivitas Sistem pelaporan SAI 10. Pelaporan PP 39

11. Layanan Perkantoran

12. Peningkatan penerapan Jamsostek Tenaga kerja

E. Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Tenaga Kerja (APBD) 1. Pengembangan pengupahan

(12)

11

DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROV. KALSEL

3. Pengawasan TKA

4. Sosialisasi Upah Minimum Provinsi

5. Perundingan Upah Minimum Sektoral Provinsi 6. Pengawasan Pelaksanaan Upah Minimum 7. Komite Pengawasan Ketenagakerjaan 8. Forum Komunikasi Tripartit

9. Pelaksanaan Bulan K3 & Verifikasi / Penilaian Nihil Kecelakaan Kerja 10. Bimbingan Teknis / Pelatihan K3 Umum

11. Sosialisasi Penerapan Norma Perlindungan Tenaga Kerja Perempuan 12. Inventarisasi dan pendataan pekerja anak informal

13. Sosialisasi SMK3 kepada P2K3 di 6 Kabupaten

F. Program Perlindungan Tenaga Kerja dan Pengembangan Sistem Pengawasan Ketenagakerjaan (APBN)

1. Peningkatan Kualitas Teknis pemeriksaan dan penyidikan Norma Ketenagkerjaan

2. Peningkatan perlindungan Pekerja perempuan dan penghapusan Pekerja Anak

3. Peningkatan Penerapan Norma keselamatan dan kesehatan kerja 4. Peningkatan Penerapan Norma Kerja dan Jamsostek

5. Dukungan Manajemen dan dukungan teknis lainnya

6. Peningkatan Kualitas dan pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)

G. Program Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (APBN)

1. Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis

2. Pembangunan dan pengembangan sarana dan prasarana di kawasan transmigrasi

3. Pengembangan Usaha Transmigrasi

4. Pengembangan Sosial Budaya Transmigrasi 5. Pelayanan pertanahan transmigrasi

6. Promosi dan Kemitraan

H. Program Pengembangan Wilayah Transmigrasi (APBD)

(13)

12

DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROV. KALSEL

2. Inventarisasi Kepemilikan Lahan Transmigrasi

3. Pengembangan Gapoktan dan Poktan di Lokasi Transmigrasi/ Lokasi Eks Transmigrasi

I. Program Pengembangan Sumberdaya Kawasan Transmigrasi (APBD)

1. Perencanaan Sarana dan Prasarana Lokasi Eks Transmigrasi Calon Desa Berkembang

2. Pengembangan Promosi dan Investasi dan Kemitraan 3. Pengembangan Kampung Inggris di kawasan transmigrasi 4. Fasilitasi Kerjasama Antar Daerah

J. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran (APBD) 1. Penyediaan Jasa Surat Menyurat

2. Penyediaan Jasa Komunikasi Sumberdaya air dan listrik 3. Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan

4. Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor 5. Penyediaan Alat Tulis Kantor

6. Penyediaan Barang Centakan dan Penggandaan

7. Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor 8. Penyediaan Bahan Bacaan dan PerUUan

9. Penyediaan Bahan Logistik Kantor 10. Penyediaan Makanan dan Minuman

11. Rapat-rapat Koordinasi dan konsultasi keluar daerah 12. Rapat-rapat Koordinasi dan konsultasi ke dalam daerah 13. Pengelolaan Sistem Informasi Nakertrans

K. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 1. Pengadaan Peralatan gedung kantor

2. Pemeliharaan Rutin/Berkala gedung kantor

3. Pemeliharaan rutin / berkala kendraan dinas operasional 4. Pemeliharaan Rutin / berkala peralatan gedung / kantor L. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

1. Pendidikan dan Pelatihan Formal dan Informal 2. Percepatan Peningkatan IPK Kalsel

(14)

13

DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROV. KALSEL

3. Pembinaan Kesehatan Aparatur

M. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan keuangan

1. Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ihtisar Realisasi Kinerja SKPD 2. Penyusunan Laporan Keuangan semesteran

3. Penyusunan Laporan Keuangan Akhir tahun 4. Penyusunan Rencana Kerja SKPD

5. Penyusunan Laporan Data Terpilah Bidang Ketenagkerjaan

C. Aspek Keuangan

1. Anggaran dan Realisasi APBD 2017

Anggaran APBD tahun 2017 dalam rangka penyelenggaraan pembangunan bidang Ketanagakerjaan dan Ketransmigrasian di Kalimantan Selatan, Satuan Kerja Perangkat Daerah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2017 mendapat anggaran APBD dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sebesar Rp.12.408.988.821,- (terdiri Dinas Provinsi, Balai Produktivitas, Balai Hiperkes dan KK, Balai Latihan Kerja) dengan rincian dan realisasi anggaran, disajikan pada tabel berikut :

No. Uraian Anggaran

Tahun 2017 (Rp) Realisasi (Rp) Lebih/Kurang (Rp) A Dinas Provinsi 1 Belanja Langsung 5.279.193.000,- 1.780.631.574,- 3.498.561.426,- B Balai Produktivitas 1 Belanja Langsung 907.217.200,- 546.501.084,- 360.716.116,- C Balai Hiperkes dan KK

1 Belanja Langsung 1.733.598.000,- 1.095.306.655,- 638.291.345,- D Balai Latihan Kerja

1 Belanja Langsung 4.488.980.620,- 1.969.326.449,- 2.519.654.171,-

JUMLAH 12.408.988.820,- 5.391.765.762,- 7.017.223.058,-

(15)

14

DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROV. KALSEL

Sedangkan Dana yang bersumber dari APBN untuk tahun 2017 sebesar

Rp.6.713.218.000,- dengan rincian sebagai berikut : No. Program Anggaran 2017

(Rp) Realisasi (Rp) Lebih/Kurang (Rp) 1 Peningkatan Kompetensi

Tenaga Kerja dan Produktivitas

1.877.830.000,- 1.036.010.400,- 841.819.600- 2 Perlindungan Tenaga Kerja

dan Pengem sistem Pengawasan

Ketenagakerjaan

1.776.030.000,- 512.930.132,- 1.263.099.868,-

3 Pembinaan Hubungan Industrial dan Jamsos Tenaga Kerja 1.111.583.000,- 753.896.100,- 642.313.100,- 4 Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi 1.947.775.000,- 645.216.000,- 1.302.559.000,- JUMLAH 6.713.218.000,- 2.948.052.632,- 4.049.791.568,- Per Juli 2017 D. Kendala/Permasalahan/Hambatan Pelaksanaan Kendala/Hambatan Pelaksanaan

Dalam rangka merealisasikan seluruh program dan kegiatan yang telah direncanakan SKPD Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan, terdapat beberapa kendala yang cukup berpengaruh yakni :

a. Minimnya tenaga fungsional ketenagkerjaan seperti Pengantar Kerja, Mediator, Pengawas dan Instruktur, baik ditingkat Provinsi dan atau Kabupaten / Kota

b. Fasilitasi pengurusan sertifikat tanah transmigrasi tidak sesuai target dikarenakan sulitnya melakukan verifikasi data objek dan subjek tanah transmigran akibat dari peralihan hak yang berganti –ganti secara ilegal serta adanya aturan dari BPN setempat yang ketat terkait dengan proses sertifikasi itu sendiri.

(16)

15

DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROV. KALSEL

BAB III

TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

A. Visi dan Misi a. V i s i

Visi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan adalah:

Dz PRO BERSAMA SEJAHTERAdz

“Terwujudnya Tenaga Kerja dan Masyarakat Transmigrasi Yang Produktif, Berdaya Saing, Mandiri dan Sejahtera “

Penjabaran makna dari Visi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan adalah sebagai berikut :

 Produktif mengandung makna :

Bahwa tenaga kerja dan transmigrasi mempunyai produktivitas yang tinggi sehingga mampu meningkatkan produksi

 Berdaya saing mengandung makna :

Bahwa tenaga kerja dan transmigran mampu bersaing di pasar kerja maupun menjadi wirausaha

 Mandiri mengandung makna :

Bahwa Tenaga kerja dan transmigrasi mampu hidup mandiri tidak tergantung dari bantuan pemerintah

 Sejahtera mengandung makna :

Bahwa tenaga kerja dan transmigrasi tingkat kehidupan menjadi sejahtera yang mampu memenuhi kebutuhan diri sendiri beserta keluarga baik kebutuhan material maupun spiritual

b. M i s i

Dalam rangka pencapaian Visi, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan menetapkan misi, yaitu :

(17)

16

DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROV. KALSEL

1. Memberdayakan dan mendayagunakan Tenaga Kerja dan Transmigrans secara optimal dan manusiawi

2. Menyediakan Tenaga Kerja yang kompeten dan produktif dengan meningkatkan Penempatan dan Perluasan Kesempatan kerja untuk memenangkan persaingan global

3. Meningkatkan pembinaan hubungan industrial dan perlindungan jaminan sosial tenaga kerja

4. Meningkatkan perlindungan ketenagakerjaan dan K3

5. Meningkatkan Pemberdayaan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi

B. Tujuan dan Sasaran

Dalam rangka mewujudkan visi dan misi pembangunan ketenagakerjaan dan ketransmigrasian tersebut, lebih lanjut dirumuskan 5 tujuan dan 5 sasaran sebagai berikut :

Tujuan merupakan pernyataan – pernyataan tentang hal-hal yang perlu dilkukan untuk mencapai visi, melaksanakan misi, memecahkan masalah dan menangani isu strategis yang dihadapi. Tujuan Jangka menengah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan adalah sebagai berikut :

1. Mewujudkan pemerataan kesempatan kerja dan penyediaan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah

2. Meningkatkan kompetensi, produktivitas, Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja

3. Menciptakan Hubungan Industrial yang Harmonis dan Kondusif

4. Menurunnya pelanggaran terhadap peraturan perusahaan sehingga terlindungnnya hak-hak Tenaga Kerja

5. Memberdayakan dan Mengembangankan Kawasan Transmigrasi

Sasaran adalah hasil yang diharapkan dari suatu tujuan yang diformulasikan secara terukur, spesifik, mudah dicapai, rasional, untuk dapat dilaksanakan dalam jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan. Perumusan

(18)

17

DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROV. KALSEL

sasaran memperhatikan indikator kinerja sesuai tugas dan fungsi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantasn Selatan serta profil pelayanan yang terkait dengan indikator kinerja.

Untuk lima tahun mendatang, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan menetapkan sasaran sebagai berikut :

1. Peningkatan Kualitas Perencanaan Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian Kal Sel

2. Meningkatnya daya saing tenaga kerja

3. Hubungan Industrial yang harmonis dan Konwdusif 4. Pembinaan dan Pengawasan Perusahaan

5. Memfasilitasi Pemberdayaan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi

C. Kebijakan dan Strategi

Selaras dengan agenda pembangunan Nasional, arah kebijakan dan strategi pembangunan Ketenagakerjaan dan ketransmigrasian merupakan bagian dari arah kebijakan dan strategi pembangunan Nasional, pembangunan bidang ekonomi dan pembangunan wilayah.

Urusan Ketenagakerjaan

a. Meningkatkan penyelesaian perselisihan hubungan industrial b. Melibatkan partisipasi masyarakat

c. Optimalisasi informasi lowongan kerja, dan tindak lanjut dari program yang telah dijalankan

d. Optimalisasi kerjasama dengan perusahaan penerima tenaga kerja e. Tingkatkan informasi lowongan kerja

f. Tingkatkan keterampilan tenaga kerja

Urusan Transmigrasi

a. Optimalisasi kerjasama dengan daerah pengirim dan penerima peserta transmigrasi

b. Tingkatkan pemahaman peserta transmigrasi

(19)

18

DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROV. KALSEL

Program yang dilaksanakan untuk mendukung visi misi merupakan kumpulan kegitan nyata, sistematis dan terpadu guna mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Program yang telah ditetapkan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan adalah sebagai berikut :

No NAMA PROGRAM DANA PENANGGUNG

JAWAB

1 Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja

APBD

Bidang PKP 2 Program Penempatan Kompetensi

Tenaga Kerja dan Produktivitas

APBN

3 Program Perluasan

Pengembangan Kesempatan Kerja

APBD

4 Program Pengembangan HI dan Peningkatan Jamsostek

APBN

Bidang HIPK 5 Program Perlindungan dan

Pengembangan Lembaga Tenaga Kerja

APBD

6 Program Perlindungan dan

Pengembangan Lembaga Tenaga Kerja

APBD

Bidang Pengawasan 7 Program Perlindungan Tenaga

Kerja dan Pengembangan Sistem Pengawasan Ketenagakerjaan

APBN

8 Program Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi

APBN

Bidang Transmigrasi

(20)

19

DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROV. KALSEL

9 Program Pengembangan Wilayah Transmigrasi

APBD

10 Program Pengembangan Sumber Daya Kawasan Transmigrasi

(21)

20

DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROV. KALSEL

BAB IV

prOGRAM DAN KEGIATAN SKPD TAHUN 2018

A. Indikator Kinerja

Indikator Kinerja SKPD yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD

SASARAN TARGET KINERJA

URAIAN INDIKATOR SATUAN 2016 2017 2018

Peningkatan kualitas Pembangunan ketenagkerjaan dan ketransmigrasian Kalsel 1. Jumlah Kabupaten / kota yang membuat dokumen PTK dan usulan RTK Dokumen 8 9 10 Meningkatnya daya saing tenaga kerja 2. Persentase Tingkat pengangguran Terbuka (TPT) % 4,8 -4,78 4,77 – 4,71 4,7 – 4,5 3. Angka Partisipasi angkatan kerja % 69,72 69,91 70,07 4. Persentase Angkatan kerja yang bekerja % 95,30 96,00 96,50 5. Persentase Pencari kerja yang memperoleh sertifikasi kompetensi % 30 35 40 6. Persentase Angkatan kerja yang dapat ditempatkan di pasar kerja % 7,16 10 12,84 7. Persentase % 10 15 20

(22)

21

DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROV. KALSEL Angkatan Kerja yang mampu berwirausaha Penguatan Kelembagaan Hubungan Industrial dan Jamsostek 8. Persentase Perselisihan Hubungan Industrial % 85 85 85 9. Persentase peningkatan perusahaan yang memiliki sarana HI % 0 10 10 10. Persentase penyelesaian perselisihan HI melalui PB % 0 20 20 11. Persentase Peningkatan perusahaan yang menerapkan perlindungan Jamsos % 0 20 25 12 . Persentase perusahaan yang membentuk LKS Bipartit % 0 20 20 13. Jumlah perusahaan yang membuat PP/PKB Perusahaan 25 25 25 14. Jumlah perusahaan yang menerapkan skala Upah perusahaan 0 50 60 Meningkatnyan perusahaan yang taat terhadap aturan 15. Jumlah perusahaan yang menerapkan perusahaan 0 50 60

(23)

22

DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROV. KALSEL

ketenagkerjaan Jamsos

16. Peresentase Perusahaan yang taat aturan ketenagkerjaan % 0 100 100 17. Persentase penurunan perusahaan yang melanggar aturan ketenagkerjaan % 0 10 10 18. Persentase perusahaan yang melanggar norma ketenagkerjaan % 0 25 20 19. Persentase perusahaan yang melanggar Norma K3 % 0 25 20 20. Persentase penindakan terhadap perusahaan yang melanggar peraturan ketenagkerjaan % 0 10 10 Peningkatan Kualitas dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi 21. Meningkatnya pendapatan transmigran % 0 20 20 22. Persentase luas lahan kimtrans yang diusahakan % 0 30 30 23. Jumlah Kelembagaan ekonomi dan sosial budaya yang dikembangkan di kimtrans Lembaga ekonomi 0 5 7 24. Jumlah Kepala Keluarga Kimtrans yang meningkat KK 0 20 25 25. Jumlah Kimtrans yang menjadi Wil Kimtrans 0 4 5

(24)

23

DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROV. KALSEL pusat pertumbuhan baru 26. Jumlah Sarana dan prasarana yang ada di kimtrans Sarpras 0 2 2 B. Kelompok Sasaran

Kelompok sasaran yang dituju pada kegiatan yang akan dilaksanakan pada Tahun 2018 adalah Angkatan Kerja, Pengangguran atau Setengah pengangguran, Perusahaan, Pekerja , Pemerintah dan Warga Transmigrasi.

C. Lokasi Kegiatan

Adapun Lokasi Kegiatan pelaksanaan pada Tahun 2018 adalah 13 Kab/kota dan Provinsi Lainnya

D. Kebutuhan dan dana Indikatif

(terlampir)

E. Sumber Dana

Dalam rangka menunjang program dan kegiatan sumber dana yang diperlukan berasal dari dana APBN dan dana APBD berupa dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan.

Dana yang diperlukan pada masing-masing program APBN Tahun 2018 sesuai dengan usulan Prioritas Nasional sebagai berikut :

NO. PROGRAM JUMLAH DANA 2018

(Rp) 1. Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja dan

Produktivitas 1.877.830.000,-

2. Pengembangan Hubungan Industrial dan Peningkatan Jaminan Sosial Tenaga Kerja

2.100.000.000,- 3. Perlindungan Tenaga Kerja dan Pengembangan

Sistem Pengawasan Ketenagakerjaan 2.685.000.000,-

4. Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi

1.947.775.000,-

(25)

24

DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROV. KALSEL

Sedangkan usulan APBD untuk masing-masing program dan unit Dinas untuk tahun 2018 sebagai mana tabel berikut.

No SKPD / UPTD BESARAN DANA 2018 (Rp.)

1 DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI 6.315.726.600,-

2 BALAI HIPERKES DAN KK 2.877.437.100,-

3 BALAI LATIHAN KERJA 2.909.449.000,-

4 BALAI PRODUKTIVITAS TANAGA KERJA 1.576.310.000,-

(26)

13.678.922.700,-25

DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROV. KALSEL

BAB V

pENUTUP

Dalam pelaksanaan kebijakan, program dan kegiatan yang diarahkan pada sasaran dan tujuan dengan mengacu pada visi dan misi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan. Rencana Kerja tahun 2018 harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku, baik untuk kegiatan administrasi umum yang bersifat rutin maupun kegiatan pembangunan.

Upaya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrassi Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2018 ini sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, dengan berbagai hambatan dan kendala, harus mampu meningkatkan capaian kinerja secara keseluruhan lebih optimal.

Rencana Kerja ini diharapkan agar mampu memperoleh manfaat dari berbagai peluang yang ada, dan dapat memperkecil atau menghilangkan dampak negatif yang akan mengancam kesinambungan operasionalisasi organisasi. Untuk itu semua, diperlukan dukungan penuh dari semua stakeholders terutama seluruh pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan.

Demikian Rencana Kerja Tahun 2018 disusun, semoga dapat dijadikan acuan dan bahan pertimbangan dalam pelaksanaan kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di Bidang Ketenagakerjaan dan Bidang Ketransmigrasian, serta mampu menyajikan kinerja yang lebih Optimal.

(27)

i

DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROV. KALSEL

KATA PENGANTAR

Sesuai dengan Surat Edaran dari Gubernur Kalimantan Selatan Nomor : 050 / 052/P2E/Bappeda tanggal 24 Januari 2017 tentang Pedoman penyusunan Rancangan Rencana Kerja (RENJA) Perangkat daerah Tahun 2018. Sehubungan dengan hal itu, dibidang perencanaan Setiap instansi pemerintah dituntut untuk menyiapkan dan menyusun Rancangan Awal Rencana Kinerja Tahun 2018 dengan mengacu kepada rancangan awal RKPD, berpedoman kepada Renstra ,RPJMD dan RPJPD.

Penyusunan Rancangan Awal Rencana Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2018 SOPD Wajib melaksanakan Forum perangkat Daerah dalam bentuk Rakernis dengan peserta terdiri atas 13 Kabupaten / kota dengan Narasumber dari Bappeda Provinsi Kalsel dan Komisi DPRD.

Dalam Rancangan Awal Rencana Kerja ini, diuraikan hal-hal yang menjadi sasaran, program, kegiatan, dana dan indikator kinerja dari masing-masing satuan kerja. Oleh karena itu kegiatan Rancangan Awal Rencana Kerja (Renja) tahun 2018 perlu diselenggarakan sebagai komitmen yang ingin diwujudkan oleh pimpinan dan seluruh satuan kerja organisasi.

Demikian Rencana Kerja (Renja) ini disusun sebagai penjabaran dari sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam Renstra (Rencana Strategis), yang akan dilaksanakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan melalui berbagai kegiatan.

Banjarmasin, 2017

Kepala Dinas

Ir. ANTONIUS SIMBOLON,MM

Pembina Utama Madya NIP. 19571202 198503 1 006

(28)

ii

DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROV. KALSEL

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...

i

DAFTAR ISI...

ii

BAB – I PENDAHULUAN ...

1

A.

Latar Belakang ...

1

B.

Landasan Hukum ...

2

C.

D.

Maksud dan Tujuan ...

Sistematika Penyusunan Renja ...

3

3

BAB – II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU ...

5

A.

Evaluasi dan Capaian Renstra ...

5

B.

Program dan Kegiatan yang Dilaksanakan ...

8

C.

Aspek Keuangan ...

13

D.

E.

Kendala / Hambatan ... Keberhasilan yang telah dicapai ...

14

14

BAB – III TUJUAN DAN SASARAN ...

16

A.

Visi dan Misi ...

16

B.

Tujuan dan Sasaran ...

17

C. Kebijakan dan Strategi ...

17

BAB

– IV Program dan Kegiatan ... 21

(29)
(30)

Target Capaian Kinerja

Kebutuhan Dana/ Pagu

Indikatif Sumber Dana

0 RUTIN

0.00.1 PELAYANAN ADMINISTRASI PERKANTORAN Pelayanan Sarana dan prasarana dan Administrasi Perkantoran

Persentase penyerapan anggaran SOPD 1. Jumlah dokumentasi pelayanan surat menyurat

2. Jumlah dokumentasi terkait sarana dan prasarana

3. Jumlah Pegawai yang administrasi kepegawaiannya dilayanai secara tertib 4. Jumlah ASN yang mengikuti pelatihan bersertifikat

0.00.1.05 1. Penyediaan Alat tulis Kantor Jumlah Alat Tulis kantor yang disediakan Provinsi Kalimantan Selatan 12 Bulan 30.000.000 APBD ASN Disnakertrans Prov.Kalsel

0.00.1.02 2.Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber daya Air dan Listrik

Jumlah pemakaian jasaKomunikasi, sumber daya air dan listrik

Provinsi Kalimantan Selatan 12 Bulan 300.000.000 APBD kantor dinas tenaga kerja dan transmigrasi

prov.kalsel

0.00.1.01 3.Penyediaan Jasa Surat Menyurat Jumlah surat menyurat yang tercatat Provinsi Kalimantan Selatan 12 Bulan 5.000.000 APBD SOPD di Prov Kalsel, stake holder terkait

0.00.1.06 4.Penyediaan Barang cetakan dan penggandaan

Jumlah barang cetakan dan penggandaan yang disediakan

Provinsi Kalimantan Selatan 12 Bulan 15.000.000 APBD ASN Disnakertrans

0.00.1.09 5.Peyediaan Bahan Logistik Kantor Jumlah Bahan bakar / bahan logistik yang dipakai

Provinsi Kalimantan Selatan 12 Bulan 150.000.000 APBD kendraan operasional Roda 4 dan roda 2

0.00.1.11 6Rapat - rapat Koordinasi dan Konsultasi keluar daerah

Jumlah pertemuan yang dihadiri keluar daerah Provinsi Kalimantan Selatan 12 Bulan 325.000.000 APBD ASN Disnakertrans Prov.Kalsel

0.00.1.04 7.Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor Jumlah Peralatan kebersihan dan jasa kebersihan yang disediakan

Provinsi Kalimantan Selatan 12 Bulan 304.280.000 APBD pembeliaan perlengkapan kebersihan kantor dan honor tenaga teknis cleaning service dan tukang kebun

0.00.1.07 8.Penyediaan komponen instalasi listrik / penerangan bangunan kantor

Jumlah komponen instalasi listrik / penerangan bangunan kantor yang disediakan

Provinsi Kalimantan Selatan 12 Bulan 20.000.000 APBD Kantor Disnakertrans Prov.Kalsel

0.00.1.08 9.Penyediaan Bahan bacaan dan peraturan perundang - undangan

Jumlah bahan bacaan dan peraturan yang disediakan

Provinsi Kalimantan Selatan 12 Bulan 15.000.000 APBD Kantor dinas tenaga kerja dan transmigrasi

Prov.Kalsel

0.00.1.10 10.Penyediaan Makanan dan Minuman Jumlah makanan dan minuman yang disediakan

Provinsi Kalimantan Selatan 12 Bulan 104.000.000 APBD ASN Disnakertrans Prov.Kalsel

0.00.1.12 11.Rapat - rapat Koordinasi dan konsultasi ke dalam Daerah

Jumlah pertemuan yang dihadiri kedalam daerah

Provinsi Kalimantan Selatan 12 Bulan 156.830.000 APBD ASN Disnakertrans Prov.KAlsel

0.00.1.03 12Penyediaan Jasa Administrasi keuangan Jumlah ASN yang melaksanakan administrasi keuangan

Provinsi Kalimantan Selatan 26 orang 358.168.000 APBD pengelola jasa administrasi keuangan 0.00.3 PENGEMBANGAN SISTEM PERENCANAAN,

PELAPORAN, CAPAIAN KINERJA DAN KEUANGAN

Meningkatkan Kualitas Perencanaan dan Pelaporan Kinerja

Persentase aset yang tercatat (harus 100%) Persentase pemenuhan pengurusan administrasi kepegawaian PNS SOPD

1. Nilai Komponen pelaporan pada LKIP SKPD 2. Nilai Komponen Perencanaan Pada LKIP SKPD

3. Jumlah dokumen laporan keuangan secara berkala

PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

Kode Urusan, Program, dan Kegiatan Indikator Kinerja Program (outcome) dan

Indikator Kinerja Kegiatan (output) Lokasi Catatan Penting

(31)

0.00.3.22 14. Penyusunan pelaporan keuangan semesteran

Jumlah Dokumen laporan keuangan semesteran

Provinsi Kalimantan Selatan 2 dokumen ( 4 buku) 7.500.000 APBD Laporan semesteran disnakertrans prov.kalsel

0.00.3.25 15.Penyusunan laporan data terpilah Bidang Ketenagakerjaan

Jumlah Buku laporan data terpilah bidang ketenagkerjaan

Provinsi Kalimantan Selatan 3 Buku 38.250.000 APBD SDM KAb/kota

0.00.3.23 16.Penyusunan pelaporan keuangan akhir tahun

Jumlah Dokumen pelaporan keuangan akhir tahun

Provinsi Kalimantan Selatan 1 dokumen ( 4 buku) 10.000.000 APBD LAporan keuangan Akhir Tahun

0.00.3.21 17.Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD

Jumlah laporan kinerja ( LAKIP, LKPD/LPPD, Evaluasi Triwulan, Evaluasi Program, Laporan E-Plaporan dan Laporan Evaluasi Renja)

Provinsi Kalimantan Selatan 6 Laporan 125.050.000 APBD Laporan LAkip, Laporan LPJJ/ LKPD, laporan evaluasi kinerja dan laporan triwulanan 0.00.6 PENINGKATAN KAPASITAS SUMBER DAYA

APARATUR

Peningkatan Kualitas SDM SKPD 1. Jumlah pegawai yang administrasi kepegawaiannya dilayani secara tertib 2. Jumlah ASN yang mengikuti pelatihan bersertifikasi

0.00.6.18 18.Pembinaan Kesehatan Aparatur Jumlah ASN yang mengikuti senam pagi Provinsi Kalimantan Selatan 135 ASN 49.060.000 APBD ASN Disnakertrans Prov.Kalsel

0.00.6.20 19.Pendidikan dan Pelatihan Formal dan Informal

Jumlah ASN yang mengikuti diklat Provinsi Kalimantan Selatan 6 orang 50.000.000 APBD ASN Disnakertrans

0.00.6.19 21.Percepatan Peningkatan IPK Kalsel Jumlah Dokumen PTK Kab /kota Provinsi Kalimantan Selatan 5 dokumen 225.225.000 APBD data pada dinas prov dan 13 kab/kota

0.00.7 PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR

Persentase penyerapan anggaran SOPD Persentase aset yang tercatat (harus 100%) 1. Jumlah dokumentasi terkait sarana dan prasarana

2. Jumlah Aset yang tercatat

0.00.7.17 22.Pemeliharaan rutin / berkala peralatan gedung / kantor

Jumlah peralatan gedung yang terpelihara Provinsi Kalimantan Selatan 35 unit 40.000.000 APBD KAntor Disnakertrans Prov.Kalsel

0.00.7.14 23.Pengadaan peralatan Gedung / Kantor Jumlah unit peralatan gedung kantor yang diadakan

Provinsi Kalimantan Selatan

Kabupaten Kabupaten Banjar (Martapura) Kabupaten Tanah Bumbu (Batu Licin) Kabupaten Balangan (Paringin)

82 unit 266.700.000 APBD ASN, pegawai pengawasan

0.00.7.15 24.Pemeliharaan rutin / berkala gedung kantor Jumlah gedung kantor yang terpelihara Provinsi Kalimantan Selatan 3 gedung kantor 274.687.000 APBD Kantor Disnakertrans

0.00.7.16 25.Pemeliharaan rutin / berkala kendraan dinas / operasional

Jumlah kendraan dinas operasional yng terpelihara

Provinsi Kalimantan Selatan 20 kendraan dinas 181.856.000 APBD KAntor disnakertrans Prov.Kalsel

2,01 TENAGA KERJA

2.01.15 PENINGKATAN KUALITAS DAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA

Meningkatnya Daya Saing Tenaga kerja 1. Persentase pencari kerja yang memperoleh sertifikat kompetensi

2.01.15.28 26.Pemagangan dalam negeri berbasis pengguna

Jumlah peserta yang mengikuti pemagangan berbasis pengguna

Provinsi Kalimantan Selatan 40 orang 155.000.000 APBD Angkatan kerja di Kalsel

2.01.15.26 27.Pelatihan pengelola lembaga latihan swasta Jumlah lembaga yang mengikuti pelatihan Provinsi Kalimantan Selatan 100 lembaga 70.000.000 APBD pengelola lembaga latihan yang ada di 13 KAb/kota 2.01.16 PERLINDUNGAN PENGEMBANGAN LEMBAGA

KETENAGAKERJAAN

Penguatan Kelembagaan HI dan Jamsostek Meningkatnya perusahaan yang taat terhadap aturan ketenagakerjaan

1. Jumlah perusahaan yang membentuk LKS Bipartit

2.01.16.38 28.Forum komunikasi tripartit Jumlah penyelesaian permasalahan yang bisa diputuskan

Prov. Kalsel, Prov. Lain 3 surat kesepakatan 225.000.000 APBD pemerintah dan pekerja

2.01.16.32 29.Pembinaan Organisasi Pekerja Jumlah permasalahan yang dapat diselesaikan 13 Kab/kota 11 kasus 110.000.000 APBD Pemerintah dan organisasi pekerja

2. Jumlah Perusahaan yang menerapkan struktur skala upah

2.01.16.31 30.Pengembangan Pengupahan Jumlah SK Upah Minimum yang ditetapkan Provinsi Kalimantan Selatan 1 SK 225.000.000 APBD Pemerintah, pengusaha dan pekerja

2.01.16.34 31.Sosialisasi upah minimum provinsi Jumlah perusahaan yang menerapkan Upah Minimum provinsi

(32)

norma ketenagkerjaan

2.01.16.36 33.Pengawasan pelaksanaan upah minimum Jumlah perusahaan yang menerapkan Upah Minimum

Kota. Batola, Kota. Banjarbaru. Kab. Tanah Bumbu dan Kab.Balangan

150 perusahaan 100.000.000 APBD perusahaan di kalsel

2.01.16.41 34.Sosialisasi penerapan norma perlindungan tenaga kerja perempuan

Jumlah peserta yang mengikuti sosialisasi penerapan TK perempuan

Prov Kalimantan Selatan 30 Orang 40.000.000 APBD karyawan / Hrd di perusahaan

2.01.16.42 35.Inventarisasi dan pendataan pekerja anak informal

Jumlah Tenaga Kerja anak yang ada di perusahaan

Kota. Banjarbaru. Kab. Banjar, Kab. Batola, Kab. HST dan Kab. HSU

25 perusahaan 40.000.000 APBD pengawas ketenagakerjaan 4. Persentase perrusahaan yang melanggar

Norma K3

2.01.16.39 36.Pelaksanaan Bulan K3 & verifikasi / penilaian nihil kecelakaan kerja

Jumlah perusahaan yang dinilai nihil kecelakaan kerja

13 Kabupaten / kota 75 perusahaan 80.000.000 APBD pemerintah, pengusaha dan pekerja

2.01.16.40 37.Bimbingan teknis / pelatihan K3 umum Jumlah peserta yang mengikuti Bimtek K3 dan Verifikasi penilaian nihil kecelakaan kerja

Prov Kalimantan Selatan 25 orang 150.000.000 APBD karyawan perusahaan

2.01.16.44 38.Sosialisasi SMK3 kepada P2K3 Jumlah peserta yang mengikuti sosialisasi SMK3

Prov Kalimantan Selatan 60 orang 80.000.000 APBD pengawas, kabupaten dan perusahaan

39. Penerapan Norma Kerja dan Norma K3 Jumlah perusahaan yang menerapkan Norma Kerja dan Norma K3

Kab. Tabalong, Kab. Tanah Bumbu, Kab. Kotabaru, Kab. Tapin dan Kab. Tanah Laut

75 perusahaan 120.000.000 APBD pengawas

ketenagakerjaan dan perusahaan

5. Persentase penindakan terhadap perusahaan yang melanggar peraturan ketenagkerjaan

2.01.16.33 40.Pengawasan Tenaga Kerja Asing ( TKA) Jumlah perusahaan yang mempekerjakan Tenaga Kerja Asing

Kab. Tabalong, Kab. Tanah Laut, Kab. Banjar, Kab. Kotabaru dan Kab. Tanah Bumbu

25 perusahaan 100.000.000 APBD Tenaga Kerja asing yang ada di Kalsel

2.01.18 PERLUASAN DAN PENGEMBANGAN KESEMPATAN KERJA

Meningkatnya Daya Saing Tenaga kerja 1. Persentase angkatan kerja yang dapat ditempatkan di pasar kerja

2.01.18.47 41.Pengembangan Bursa kerja Jumlah pencari kerja yang mendaftar pada Kegiatan Job Fair

Provinsi Kalimantan Selatan 4000 orang 293.951.200 APBD pemerintah, perusahaan dan angkatan kerja

2.01.18.50 42.Bimtek Bursa Kerja Online Jumlah peserta yang mengikuti Bimbingan Teknis Bursa Kerja Online

Provinsi Kalimantan Selatan 20 orang 79.669.400 APBD SDM di Kab/kota

2.01.18.49 43.Penyusunan dan penyebarluasan informasi pasar kerja

Jumlah orang yang mencari informasi lowongan pekerjaan

Provinsi Kalimantan Selatan 300 orang 130.500.000 APBD pemerintah dan SOPD terkait

2. Persentase angkatan kerja yang mampu berwirausaha

2.01.18.45 44.Penyelenggaraan Padat Karya Produktif Jumlah peserta yang mengikuti keterampilan padat karya produktif

Kab. Tanah Bumbu 66 orang 221.737.000 APBD pengangguran / setengah pengangguran

2.01.18.51 45.Gerakan penganggulangan pengangguran Jumlah peserta yang mengikuti Gerakan penanggulangan pengangguran

Provinsi Kalimantan Selatan 80 orang 35.000.000 APBD pengangguran / angkatan kerja

2.01.18.46 46.Pembinaan terpan teknologi padat karya sistem kader

Jumlah peserta yang dibina untuk mampu berwirausaha

Kab. Batola dan Kab. HST 40 orang 113.263.000 APBD Pengangguran dan setengah pengangguran 3,08 TRANSMIGRASI

3.08.16 PENGEMBANGAN WILAYAH TRANSMIGRASI Peningkatan Kualitas dan pengembangan kawadsan transmigrasi

1. Jumlah lahan dan sarana prasarana yang ada di kimtrans

3.08.16.02 47.Inventarisasi kepemilikan lahan transmigrasi Jumlah Lahan yang belum bersertifikat yang dapat diinventarisasi

Kabupaten Tanah Bumbu (Batu Licin) Kabupaten Kotabaru (Kotabaru)

500 bidang lahan 179.700.000 APBD lahan transmigrasi yng belum terinventarisis sertfikatnya

3.08.16.1 48.Identifikasi kemandirian desa definitif di lokasi transmigrasi

Jumlah desa definitif yang teridentifikasi kemandirianya

Kabupaten Tanah Bumbu (Batu Licin) Kabupaten Kotabaru (Kotabaru)

7 desa 205.300.000 APBD desa definitif di kawasan transmigrasi

3.08.17 PENGEMBANGAN SUMBER DAYA KAWASAN TRANSMIGRASI

Peningkatan kualitas dan pengembangan kawasan transmigrasi

1. Jumlah Wilayah trans / kimtrans menjadi pusat pertumbuhan baru

3.08.16.04 49.Pengembangan Gapoktan dan poktan di lokasi transmigrasi

Jumlah Poktan yang berkembang di lokasi transmigrasi

Kabupaten Tanah Bumbu (Batu Licin) 14 poktan 80.000.000 APBD warga transmigrasi

3.08.17.03 50.Koordinasi lintas sektor bidang ketransmigrasian

Jumlah dokumen kerjasama anatara lintas sektor yang disepakati di lokasi transmigrasi

Provinsi Kalimantan Selatan 1 MOU 40.000.000 APBD SOPD terkait dengan ketransmigrasian

3.08.17.02 51.Pengembangan promosi dan Investasi kemitraan

Jumlah dokumen kerjasama antara SKPD dengan pihak ketiga

Provinsi Kalimantan selatan 1 MOU 40.000.000 APBD Bidang Transmigrasi / SDM yang membidangi ketransmigrasian

(33)
(34)
(35)
(36)

DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI

(37)

Referensi

Dokumen terkait

Bersama ini kami mengundang perusahaan saudara untuk mengikuti pembuktian dokumen kualifikasi dengan membawa berkas asli dokumen isian. kualifikasi dan di foto copy

Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa pemberian silase pelepah kelapa sawit dari level 40% sampai dengan 60% tidak memberikan hasil yang baik untuk

(Atau SIR, atau blok rubber, atau karet remah (crumb rubber), Termasuk spesifikasi teknis yang tidak memenuhi standar mutu SIR, kecuali yang memenuhi SNI dibuktikan dengan

Dalam kegiatan belajar mengajar banyak usaha yang dilakukan seorang guru yang bekerja sama dengan siswanya untuk meningkatkan prestasi atau hasil belajar siswa. Salah

Analisis yang dilakukan terhadap hasil pengukuran berat badan selama masa penelitian yang dilakukan secara Kruskal-Wallis diperoleh hasil bahwa pada minggu ke-1 tidak terdapat

Pada lirik lagu yang berjudul “Tangih Manjalang Pagi” dalam data 1 ini ditemukan 1 buah emosi takut dan dikaitkan dengan makna konotasi yang terdiri dari konotasi

Dan hal tersebut diperparah dengan keadaan implementasi pembeajaran Pendidikan Agama Islam yang terkesan tradisionalis konvensional dalam penerapan metode yang monoton

Hasil penelitian Rasio Derajat Desentralisasi kinerja keuangannya dinilai masih kurang, Rasio Ketergantungan Keuangan Daerah menunjukkan ketergantungan Pemerintah Kota Manado