• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proposal Penyusunan Tata Ruang Wilayah Kota.docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Proposal Penyusunan Tata Ruang Wilayah Kota.docx"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Proposal Penyusunan Tata Ruang Wilayah Kota/Kabupaten - Propinsi Proposal Penyusunan Tata Ruang Wilayah Kota/Kabupaten - Propinsi

PENDAHULUAN PENDAHULUAN

Wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan Wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan

geografis beserta segenap unsur terkait padanya, yang geografis beserta segenap unsur terkait padanya, yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administrasi dan atau fungsional. Manusia dan segala administrasi dan atau fungsional. Manusia dan segala kegiatannya, melakukan interaksi dengan lingkungannya kegiatannya, melakukan interaksi dengan lingkungannya menyebabkan terjadinya proses perkembangan wilayah menyebabkan terjadinya proses perkembangan wilayah dan menyebabkan peningkatan intensitas kegiatan dan menyebabkan peningkatan intensitas kegiatan ekonomi.

ekonomi.

Undang undang nomor 24 tahun 1992 mengamanatkan bahwa semua kegiatan Undang undang nomor 24 tahun 1992 mengamanatkan bahwa semua kegiatan pembangunan, baik itu dilakukan oleh Pemerintah, Swasta maupun Masyarakat, pembangunan, baik itu dilakukan oleh Pemerintah, Swasta maupun Masyarakat, seyogyanya sesuai dengan Tata Ruang Wilayah yang telah ditetapkan. Selain untuk seyogyanya sesuai dengan Tata Ruang Wilayah yang telah ditetapkan. Selain untuk mencapai efisiensi dan efektivitas pemanfaatan ruang dalam pelaksanaan

mencapai efisiensi dan efektivitas pemanfaatan ruang dalam pelaksanaan

pembangunan, rencana tata ruang digunakan pula sebagai landasan koordinasi dalam pembangunan, rencana tata ruang digunakan pula sebagai landasan koordinasi dalam mengurangi konflik ruang dan optimasi pencapaian tujuan. Sebagai tindak lanjut dari mengurangi konflik ruang dan optimasi pencapaian tujuan. Sebagai tindak lanjut dari amanat tersebut, maka Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara bermaksud untuk

amanat tersebut, maka Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara bermaksud untuk

melakukan Penyusunan tata ruang wilayah Kabupaten kecamatan. Rancana tata ruang melakukan Penyusunan tata ruang wilayah Kabupaten kecamatan. Rancana tata ruang ini diperlukan karena telah terjadi pemekaran wilayah dari Kabupaten Halmahera.

ini diperlukan karena telah terjadi pemekaran wilayah dari Kabupaten Halmahera. Memperhatikan Rencana Tata Ruang Wilayah sebagaimana muatannya ditetapkan Memperhatikan Rencana Tata Ruang Wilayah sebagaimana muatannya ditetapkan dalam UU No. 24 tahun 1992 tentang Penataan Ruang, Rencana Tata Ruang tersebut dalam UU No. 24 tahun 1992 tentang Penataan Ruang, Rencana Tata Ruang tersebut berfungsi sebagai arahan untuk :

berfungsi sebagai arahan untuk :

• Keterpaduan dalam pengembangan wilayah. • Keterpaduan dalam pengembangan wilayah. • Kegiatan pembangunan sektor.

• Kegiatan pembangunan sektor.

• Mengupayakan pemanfaatan ruang beserta sumberdaya di dalamnya secara optimal. • Mengupayakan pemanfaatan ruang beserta sumberdaya di dalamnya secara optimal. • Mewujudkan kesatuan Ipoleksosbudhankam se

• Mewujudkan kesatuan Ipoleksosbudhankam sesuai wawasan nusantara dalam suatusuai wawasan nusantara dalam suatu wilayah.

wilayah.

MAKSUD KEGIATAN MAKSUD KEGIATAN

Maksud penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten Halmahera Utara adalah Maksud penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten Halmahera Utara adalah untuk memperoleh Rancangan Tata Ruang Kota yang aktual, akurat, terpadu,

untuk memperoleh Rancangan Tata Ruang Kota yang aktual, akurat, terpadu,

terpercaya dan dapat diterima oleh semua pihak yang berkepentingan (stakeholders), terpercaya dan dapat diterima oleh semua pihak yang berkepentingan (stakeholders), sehingga dapat dimanfaatkan sebagai acuan pembangunan sesuai dengan aspirasi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai acuan pembangunan sesuai dengan aspirasi warga kota.

warga kota.

TUJUAN KEGIATAN TUJUAN KEGIATAN

(2)

Tujuan Penyuunan Rencana Kota adalah supaya kehidupan dan penghidupan warga kota yang aman, tertib, lancar dan sehat melaui :

1. Mewujudkan pemanfaatan ruang kota yang serasi, dan seimbang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan daya dukung pertumbuhan dan perkembangan kota. 2. Perwujudan pemanfaatan ruang kota yang sejalan dengan tujuan serta kebijakan Pembangunan Daerah dan Nasional.

RUANG LINGKUP

Dalam melaksanakan Rencana Detail Tata Ruang Kota dilakukan dengan batasan kegiatan yaitu : lingkup tahapan kegiatan, kedalaman meteri dan cakupan wilayah kajian.

Rencana Detail tata ruang kota ini akan dilakukan sampai tahap detail, menggunakan poto udara dengan Resolusi 0,6 meter sebagai acuan analisis keruangannya.

SASARAN KEGIATAN

Sasaran dari penyusunan rencana detail tata ruang kota adalah :

1. RDTRK memuat informasi dan data yang dapat digunakan untuk analisis pengkajian, penjabaran dalam rencana struktur dan rumusan pelaksanaan pembangunan yang diwujudkan dalam bentuk uraian/teks rencana tata ruang, dalam peta rencana dengan skala 1:15.000

2. Mampu memberikan rumusan prioritas pengembangan pembangunan, pengembangan administrasi dan keuangan kota serta aspek hukum.

3. RDTRK, merupakan pendalaman materi Rencana Detail Tata Ruang Kota agar dapat lebih operasional dalam sistem pengendalian dan pengawasan pelaksanaan

pembangunan fisik kota yang dilaksanana oleh instansi terkait.

4. Merupakan dasar pertimbangan bagi penyusunan Rencana Teknis Ruang Kota yang mencakup ketentuan mengenai bagian wilayah tersebut dan ketentuan mengenai

kerangka meteri pokok bagi penyusunan Rencana Teknis Ruang Kota.

METODE KEGIATAN

Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kota akan dilakukan melalui pendekatan wilayah. Hal ini didasarkan pada suatu pandangan bahwa keseluruhan unsur makhluk hidup dan kegiatannya, beserta lingkungannya, berada dalam satu sistem wilayah. Perencanaan Detail Tata Ruang Kota dengan Pendekatan Wilayah adalah suatu upaya perencanaan agar interaksi makhluk hidup (utamanya manusia) dengan lingkungannya dapat berjalan serasi, selaras dan seimbang, guna tercapainya kesejahteraan umat manusia dalam konteks kelestarian lingkungan.

Untuk memahami kondisi, ciri dan hubungan keterkaitan dari unsur-unsur pembentuk wilayah (unsur unsur tata ruang wilayah) tersebut di atas, dilakukan analisis secara

(3)

menyeluruh (comprehensive), meliputi keseluruhan aspek pembentuk ruang (sosial-budaya, ekonomi, sumberdaya alam, sumberdaya buatan, geografi dan sumberdaya manusia), untuk mengenali kondisi tata ruang aktual dan hubungan keterkaitan faktor-faktor pembentuk ruang. Dalam melakukan analisis ini digunakan model-model dari berbagai disiplin ilmu yang ada.

Langkah-langkah yang dilakukan untuk menyusun rencana tata ruang wilayah

kecamatan di Kabupaten dapat dikelompokkan menjadi lima tahapan utama, yaitu : 1. Tahapan Persiapan Survey.

2. Tahapan Kegiatan Survey. 3. Tahapan Kompilasi Data. 4. Tahapan Analisis.

5. Tahapan Penyusunan Rancangan Rencana.

TAHAP KEGITAN

1. Tahapan Persiapan Survey

1. Merupakan tahap pengkajian data dan literatur yang berkaitan dengan rencana tata ruang masing-masing wilayah kecamatan, yang hasilnya dapat memberikan gambaran umum tetang kecamatan dan memberikan gambaran tuntutan kebutuhan

masyarakatnya, baik masa kini maupun dimasa yang akan datang.

2. Mempersiapkan instrumen survey berupa peta-peta dasar dan tematik, daftar data /informasi yang dibutuhkan, daftar pertanyaan khusus untuk melengkapi data

sekunder/dokumen.

2. Tahap Kegiatan Survey

1. Merupakan survey data instansional, berupa pengumpulan data instansi. Hasilnya dapat memberikan gambaran wilayah masing-masing Kecamatan di Kabupaten. 2. Pengecekan data instansional yang diperoleh, dengan kondisi lapang, seperti peta topografi, geologi, tata guna lahan, transportasi dan lain sebagainya.

3. Observasi dan wawancara dengan penduduk untuk memperoleh gambaran kondisi sosial budaya dan ekonomi masyarakat, serta gambar data kebutuhan masyarakatnya. 3. Tahap Kompilasi Data.

Merupakan tahap proses seleksi data dan tabulasi data. Tabulasi tersebut terdiri dari 1. Skala makro mencakup:

 Aspek kebijaksanaan Regional yang mempengaruhi perkembangan kecamatan yang

direncanakan.

 Aspek kependudukan.  Aspek perekonomian.  Aspek sumber daya alam.

 Aspek fasilitas pelayanan dan prasarana.

2. Skala mikro mencakup • Aspek kependudukan • Aspek perekonomian • Aspek fisik dasar  • Aspek tata guna lahan

(4)

• Aspek administrasi/pangelolaan pembangunan.

4. Tahap Analisis Data

Merupakan penilaian terhadap berbagai keadaan berdasarkan prinsip-prinsip

pendekatan dan metode serta teknis analisis perencanaan wilayah. Pada dasarnya terdapat 3 (tiga) jenis analisis penilaian, yaitu :

a. Analisis keadaan dasar (kondisi saat sekarang).

b. Analisis kecenderungan perkembangan, masa lalu, sekarang dan kemungkinan-kemungkinan masa datang.

c. Analisis kebutuhan ruang, dengan mempertimbangkan ketergantungan antara subsistem atau antara fungsi, dengan pengaruhnya.

Rincian hal-hal yang akan dianalisis adalah sebagai berikut : 1. Analisis skala makro meliputi :

 Analisis kemampuan tumbuh dan berkembangnya masing-masing

kecamatan/Kabupaten.

 Analisis kedudukan kecamatan sebagai pusat pelayanan yang dapat memacu

pertumbuhan wilayah melalui pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kebutuhan dasar masyarakat.

2. Analisis skala mikro meliputi :

 Analisis Kependudukan.  Analisis Perekonomian.

 Analisis Bentuk dan Struktur Wilayah Kecamatan.  Analisis Kondisi Fasilitas dan Prasarana.

 Analisis Unsur-Unsur Utama Wilayah, seperti Permukiman, Tata Guna Lahan dan

Pola Jaringan Jalan.

 Analisis Kebutuhan Dana dan Kemungkinan Pembiayaan.

5.5. Tahap Penyusunan Rancangan Rencana

Tahap ini merupakan tahap rumusan kebijaksanaan dasar dalam pengembangan tata ruang wilayah kecamatan pada kurun waktu 10 tahun mendatang, yang dijabarkan dalam skala waktu pelaksanaan lima tahunan. Rancangan rumusan tersebut meliputi:

 Identifikasi pusat-pusat permukiman yang dapat berfungsi sebagai pusat atau

sub-pusat pelayanan.

 Penentuan strategi dasar pengembangan sektor-sektor kegiatan yang sesuai dengan

pola pembangunan daerah.

 Kebijakan kependudukan dalam Jumlah Populasi, Kepadatan dan Pola Penyebaran

Sumberdaya Manusia.

 Kebijakan pembangunan tata ruang kota dan wilayah kecamatan, berupa intensifikasi

pemanfaatan ruang yang disesuaikan dengan potensi yang dimiliki dan fungsi dari kegiatan yang akan dikembangkan.

 Kebijaksanaan pembangunan prasarana dan sarana sesuai dengan fungsi tingkat

(5)

LAPORAN KEGIATAN

• Album Peta Rancana Detail dan Teknis Tata Ruang Kota (BWK) sebanyak 30 exemplar.

• Cetakan Rancana Detail dan Teknis Tata Ruang Kota ukuran A0 sebanyak 5 lembar. • Buku Laporan Utama sebanyak 30 exemplar.

• Peta digital dalam format ArcGIS yang dimuat dalam CD – ROM keping.

TENAGA PELAKSANA

Dalam pelaksanaan kegiatan ini dibutuhkan dukungan tenaga ahli, pendamping tenaga ahli dan tenaga pendukung. Selain itu dibutuhkan komitmen dari jajaran Pemerintah setempat dalam hal kemudahaan akses terhadap data/informasi yang telah tersedia. Rincian kebutuhan tenaga ahli, pendamping tenaga ahli dan tenaga pendukung adalah sebagai berikut (Kebutuhan tenaga surveyor akan ditetapkan kemudian) :

1. Ahli Perencanaan wilayah (Regional Planner), sebagai ketua tim 2. Ahli Sistem Informasi Geografis (SIG/GIS)

3. Ahli Land Use Planning 4. Ahli Remote Sensing 5. Ahli Ekonomi Wilayah

6. Ahli Perikanan dan Kelautan 7. Ahli Sumberdaya Air

8. Ahli Komputer Programmer 9. Operator Komputer SIG

Referensi

Dokumen terkait

penyusun  meningkatkan  kualitas  ruang  wilayah  merupakan  tujuan  utama  perencanaan 

bumi sebagai satu kesatuan wilayah, tempat manusia dan makhluk lain hidup, melakukan kegiatan, dan memelihara kelangsungan hidupnya.. Direktorat Jenderal Penataan Ruang

Secara implementatif penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Tangerang Selatan yang telah diundangkan dalam Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2011 masih belum

Penelitian nilai lokal dalam perencanaan tata ruang dengan pendekatan Grounded Theory berhasil mendapati nilai-nilai lokal yang terbentuk dari interaksi masyarakat dengan

Peraturan daerah ini berisi tentang rencana tata ruang wilayah Provinsi Kalimantan Barat untuk tahun 2014-2034, bertujuan untuk mengarahkan pembangunan daerah secara berdaya guna, berhasil guna, serasi, selaras, seimbang, dan

Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Kabupaten dilaksanakan berdasarkan tema pengembangan dan karakteristik wilayah perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 ayat 3 untuk Sleman

Laporan analisis rencana detail tata ruang Kecamatan Cluring, Banyuwangi, sebagai tugas studi perencanaan wilayah dan kota di Universitas