BAB II KONSEP GADAI MENURUT HUKUM PERDATA POSITIF DAN DESKRIPSI GADAI SAHAM TANPA WARKAT MENURUT HUKUM PERDATA POSITIF
Teks penuh
Dokumen terkait
Gadai KUHPerdata Sesuai dengan awal dari tulisan ini bahwa pokok masalah gadai yang terjadi di Desa Morosunggingan, Kabupaten Jombang ialah penguasaan barang gadai berada pada
“Gadai adalah suatu hak yang diperoleh penerima gadai atas suatu barang bergerak, yang diberikan kepadanya oleh pemberi gadai atau orang lain atas namanya untuk
Gadai adalah suatu hak yang diperoleh kreditur atas suatu barang bergerak, yang diserahkan kepadanya oleh debitur, atau oleh kuasanya, sebagai barang jaminan atas utangnya, dan
ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa “orang yang menggadaikan (pemberi gadai) adalah orang yang mempunyai hak atas manfaat barang yang digadaikan, meskipun barang yang
ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa “orang yang menggadaikan (pemberi gadai) adalah orang yang mempunyai hak atas manfaat barang yang digadaikan, meskipun barang yang
Dari definisi yang dikemukakan tersebut dapat diambil intisari bahwa gadai ( rahn ) adalah menjadikan suatu barang sebagai jaminan atau utang dengan ketentuan
Apabila utang (marhun bih) telah jatuh tempo, maka penggadai (murtahin) memperingatkan pemberi gadai (rahin), untuk segera melunasi utang (marhun bih), jika tidak
Bahwa dengan harus dilepaskannya benda yang menjadi objek gadai dari kekuasaan debitur dan penguasaannya diserahkan kepada kreditur atau pihak ketiga yang