REDESIGN CORPORATE IDENTITY PADA
PT SENTRAL MEGA KONSULTAN
TUGAS AKHIR
Oleh :
Priki Adimarta 4311223003
Disusun untuk memenuhi syarat kelulusan Program Diploma IV
PROGRAM STUDI TEKNIK MULTIMEDIA DAN JARINGAN POLITEKNIK NEGERI BATAM
BATAM 2014
ii
LEMBAR PENGESAHAN
Tugas Akhir dengan judul:
Redesign Corporate Identity Pada PT Sentral Mega KonsultanSebagai syarat kelulusan Diploma IV Program Studi Teknik Multimedia dan Jaringan Politeknik Negeri Batam tahun 2014 telah diterima dan disahkan oleh pembimbing tugas akhir.
Batam, 20 Agustus2014
Pembimbing,
Meyti Eka Apriyani, M.T NIK. 111081
iii
LEMBAR PERNYATAAN
Dengan ini, saya:
NIM : 4311223003 Nama : Priki Adimarta
Adalah mahasiswa Teknik Multimedia dan Jaringan Politeknik Negeri Batam yang menyatakan bahwa tugas akhir dengan judul:
Redesign Corporate Identity Pada PT Sentral Mega Konsultan disusun dengan:
1. tidak melakukan plagiat terhadap naskah karya orang lain 2. tidak melakukan pemalsuan data
3. tidak menggunakan karya orang lain tanpa menyebut sumber asli atau tanpa ijin pemilik
Jika kemudian terbukti terjadi pelanggaran terhadap pernyataan di atas, maka saya bersedia menerima sanksi apapun termasuk pencabutan gelar akademik.
Lembar pernyataan ini juga memberikan hak kepada Politeknik Batam untuk mempergunakan, mendistribusikan ataupun memproduksi ulang seluruh hasil Tugas Akhir ini.
Batam, 20 Agustus 2014
Priki Adimarta
iv
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan bimbingan dan rahmat-Nya sehingga tugas akhir ini dapat terselesaikan setelah melalui perjalanan waktu yang cukup panjang. Tanpa bimbinga-Nnya, mustahil bagi saya dapat menyelesaikan tugas akhir ini di tengah kesibukan bekerja yang sangat menguras energi kami setiap hari.Sehingga Penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir dengan judul Redesign Corporate Identity Pada PT Sentral Mega Konsultan dalam Laporan Akademik Politeknik Negeri Batam ini dengan baik.
Adapun Laporan ini dibuat sebagai Tugas Akhir. Selama pembuatan Tugas Akhir ini penulis banyak mendapatkan bantuan dari berbagai pihak, oleh sebab itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Allah Subhana Huwata’Ala,
2. Kedua Orangtua yang selalu memberi perhatian, dukungan dan do’anya, 3. Ibu Meyti Eka Apriyani, M.T selaku dosen Pembimbing Tugas Akhir.
4. Teman-teman (Wira Suganda, Natasya Rofalina, Aldilla Yulandina dan Rackbone) yang telah memberikan dukungan semangat dan moral.
Sebelum mengakhiri, penulis mengucapkan permohonan maaf apabila selama massa study Tugas Akhir banyak melakukan kesalahan baik yang disengaja maupun tidak kepada pihak Dosen selaku Pembimbing dan pihak-pihak lain yang ikut terkait. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, oleh sebab itu kritik dan saran yang membangun dari pembaca sangat diharapkan demi kesempurnaan Laporan ini. Akhirnya Penulis berharap semoga Laporan ini bermanfaat bagi Penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.
Batam, 20Agustus 2014
v
ABSTRAK
REDESIGN CORPORATE IDENTITY PADA
PT SENTRAL MEGA KONSULTAN
PT Sentral Mega Konsultan yang berdiri akhir tahun 2012 dan terbilang baru di bidang konsultan TI.Perusahaan ini telah banyak menangani berbagai kerjasama untuk instansi pemerintah maupun swasta di Provinsi Kepri.PT Sentral Mega Konsultan telah memiliki identitas perusahaan layaknya perusahaan-perusahaan lainnya. Namun identitas perusahaan tersebut bisa dikatan tidak pernah digunakan untuk keperluan operasional sehari-hari perusahaan, terlebih untuk keperluan promosi perusahaan yang sama sekali belum pernah dilakukan. Identitas perusahaan berupa logo itu belum pernah diterapkan kedalam media yang biasa digunakan oleh suatu perusahaan untuk kegiatan promosi dan bahkan dalam penerapan pada logo tampak kurang menarik cendrung monoton.Sejauh ini klien-klien yang datang, mengenal perusahaan ini hanya melalui informasi dari mulut ke mulut. Tidak pernah ada upaya promosi yang dilakukan oleh perusahaan, Namun dengan semakin banyak munculnya perusahaan-perusahaan dibidang yang sama, pihak perusahaan merasa perlu melakukan sesuatu untuk tetap mempertahankan eksistensi perusahaan salah satunya yaitu upaya promosi untuk semakin mengenalkan PT Sentral Mega Konsultan kepada masyarakat luas. Dari permasalahan yang didapat perlu adanya desain ulang identitas visual perusahaan yang nantinya akan diimplementasikan pada berbagai media promosi.
vi
ABSTRACT
REDESIGN OF CORPORATE IDENTITY
PT SENTRAL MEGA KONSULTAN
PT Sentral Mega Konsultan standing end of 2012 and is relatively new in the field of IT consulting. This company has a lot of cooperation to deal with various government and private agencies in the province of Kepulauan Riau. PT Sentral Mega Konsultan has had a corporate identity like other companies. However, the identity of the company could never used for daily operations of the company, especially for the purposes of promotion that have not been done. The identity of a company logo that has not been implemented into the medium which is used by a company for promotional activities and even in the application of the logo looks less attractive tends to monotony. So far clients are coming, get to know the company is only through word of mouth information. There was never any promotional efforts undertaken by the company, however with the advent of more and more companies in the same field, the company felt the need to do something to maintain the existence of companies one of which is the promotion to introduce the PT Sentral Mega Konsultan to the general public. Of the problems that come necessary to redesign the visual identity of the company which will be implemented in a variety of media promotion.
vii
Daftar Isi
Halaman Judul ...i
Lembar Pengesahan ... ii
Lembar Pernyataan ... iii
Kata Pengantar ...iv
Abstrak ... v
Daftar Isi ... vii
Daftar Gambar ... x
Bab I Pendahuluan ... 1
I.1 Latar Belakang ... 1
I.2 Rumusan Masalah ... 2
I.3 Tujuan ... 2
I.4 Batasan Masalah ... 2
I.5 Sistematika Penulisan ... 3
Bab II Landasan Teori ... 4
II.1 Corporate Image dan Identity ... 4
II.2 PT Sentral Mega Konsultan ... 8
II.3 Warna ... 8
II.4 Logo ... 10
II.5 Stationery ... 11
II.5.1 Kartu Nama ... 11
II.5.1 Kop Surat Dan Amplop ... 13
II.6 Corel Draw ... 14
Bab III Metode Perancangan dan Analisis Data ... 17
III.1 Metode Perancangan ... 17
III.2 Sistematika Perancangan ... 17
III.2.1 Latar Belakang Perancangan ... 18
III.2.2 Identifikasi ... 18
III.2.3 Konsep perancangan ... 18
viii
III.2.5 Desain Final ... 18
III.3 Prosedur Perancangan ... 19
III.3.1 Tahap Persiapan ... 19
III.3.2 Penyusunan Instrument Penelitian ... 19
III.3.3 Tahap Pelaksanaan ... 20
III.3.4 Tahap Laporan dan Pembahasan... 21
III.4 Jenis Data ... 21
III.4.1 Data Primer ... 21
III.4.2 Data Skunder ... 22
III.5 Metode Pengumpulan Data ... 22
III.5.1 Observasi ... 22
III.5.2 Mengadakan Wawancara ... 22
III.5.3 Studi Dokumentasi ... 23
III.5.4 Kuesioner ... 23
III.6 Analisis Data ... 23
III.7 Data Perusahaan ... 24
III.7.1 PT Sentral Mega Konsultan ... 24
III.7.2 Logo PT Sentral Mega Konsultan ... 25
III.8 Data Kompetitor ... 25
III.8.1 PT Global Teknologi media baru ... 26
III.9 Data Target Market ... 26
III.10 Data Kuesioner ... 26
BabIV Perancangan ... 28
IV.1 Strategi Perancangan ... 28
IV.1.1 Pendekatan Komunikasi ... 28
IV.1.2 Strategi Kreatif ... 29
IV.2 Acuan Visual ... 29
IV.2.1 Format Desain ... 29
IV.2.2 Tata Letak ... 30
IV.2.3 Tipografi ... 30
ix
IV.2.5 Warna ... 32
IV.3 Eksekusi Visual ... 32
IV.3.1 Sketsa Kasar ... 32
IV.3.2 Hasil Akhir Logo ... 33
IV.3.3 Penjabaran Visual Logo ... 33
Bab V Media Aplikasi ... 36
V.1 Konsep dan Jenis Media Aplikasi ... 36
V.1.1 Stationery Set ... 36 V.1.2 Properti ... 41 Bab VI Penutup ... 44 VI.1 Kesimpulan ... 44 VI.2 Saran ... 45 Daftar Pustaka ... 46 Lampiran
x
Daftar Gambar
Gambar II.1 Kekuatan warna ... 9
Gambar II.2 Warna primer ... 10
Gambar II.3 Warna sekunder ... 10
Gambar II.4 Warna tersier ... 10
Gambar II.5 Layout kartu nama ... 12
Gambar II.6 Layout kop surat dan amplop ... 14
Gambar III.7 Kantor PT Sentral Mega Konsultan ... 24
Gambar IV.8 Logo PT Sentral Mega Konsultan... 25
Gambar IV.9 Pemilihan jenis huruf ... 31
Gambar IV.10 Sketsa Kasar ... 32
Gambar IV.11 Hasil Akhir Logo ... 33
Gambar IV.12 Logogram ... 33
Gambar IV.13 Tahapan Pembuatan Logogram ... 34
Gambar IV.14 Logotype ... 34
Gambar IV.15 Komposisi Warna Biru ... 35
Gambar IV.16 Komposisi Warna Putih ... 35
Gambar V.17 Kop Surat ... 36
Gambar V.18 Amplop Depan ... 37
Gambar V.19 Amplop Belakang ... 37
Gambar V.20 Map Depan ... 38
Gambar V.21 Map Belakang ... 39
Gambar V.22 Kartu Nama Depan ... 40
Gambar V.23 Kartu Nama Belakang ... 40
Gambar V.24 Pena ... 41
Gambar V.25 Kalender Meja Tampak Depan ... 41
Gambar V.26 Kalender Meja Tampak Isi ... 42
Gambar V.27 Mug ... 42
Gambar V.28 Papan Nama Perusahaan ... 43
1
Bab I
Pendahuluan
I.1 Latar Belakang
Di era digital seperti sekarang ini bisnis yang berhubungan dengan perangkat TI (Teknologi Informasi) menjadi lahan yang mempunyai prospek yang cerah. Berbagai macam jasa ditawarkan mulai dari instalasi jaringan, maintenance komputer, development software atau website. Bisnis konsultan TI merupakan bisnis yang bergerak di bidang jasa, dimana seorang konsultan memberikan saran pada klien teknologi informasi apa yang harus digunakan untuk memenuhi sasaran bisnis, menyelesaikan suatu masalah atau memperbaiki struktur dan efisiensi pada sistem TI. Dengan banyaknya perusahaan yang bersaing untuk menarik perhatian konsumen agar membeli atau menggunakan produknya. Salah satu cara untuk bersaing dan dapat bertahan di dalam pasar yang terus berkembang adalah dengan menciptakan suatu corporate identity. Didalam pasar yang penuh dengan perusahaan besar dan kecil, yang masing – masing bersaing untuk menarik perhatian konsumen, identitas suatu perusahaan menjadi sangat penting terhadap keberhasilan perusahaan tersebut.
Banyak perusahaan, terutama perusahaan besar yang sadar akan pentingnya menciptakan dan mempertahankan sebuah identitas yang kuat dan baik yang didalamnya terkandung struktur rupa seperti garisds, warna, dan komposisi. Sehingga saat ini perusahaan besar dan kecil yang memiliki pengetahuan mendalam tentang kemampuan berkomunikasi secara visual mulai berkembang pesat. Sebagai konsekkuensinya, banyak desainer komunikasi visual yang dibutuhkan tenaganya untuk menciptakan dan mengembangkan konsep suatu sistem identitas perusahaan. Selain itu, seorang desainer komunikasi visual mempunyai tanggung jawab untuk membuat identitas perusahaan menjadi alat jual atau media promosi yang efektif.
2
Saat ini pada PT Sentral Mega Konsultan yang berdiri akhir tahun 2012 dan terbilang baru di bidang konsultan TI, namun memiliki prospek yang baik untuk kedepannya. Tetapi pada perusahaan tersebut khususnya pada corporate identity masih kurang baik, hal tersebut dapat mengurangi nilai persaingan pada perusahaan - perusahaan lain yang di bidangnya. Untuk itu perlu adanya pengembangan corporate identity pada PT Sentral Mega Konsultan. Identitas perusahaan tersebut dapat dikatakan tidak pernah digunakan untuk keperluan operasional sehari - hari perusahaan, terlebih untuk keperluan promosi perusahaan yang sama sekali belum pernah dilakukan. Identitas perusahaan berupa logo itu belum pernah diterapkan kedalam media yang biasa digunakan oleh suatu perusahaan untuk kegiatan promosi dan bahkan dalam penerapan pada logo tampak kurang menarik cenderung monoton. Diharapkan setelah pengembangan ini selesai, corporate identity pada perusahaan tersebut akan lebih baik.
I.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas dapat dirumuskan permasalahan yang akan diselesaikan dalam tugas akhir ini, adalah bagaimana mengembangkan corporate identity agar mampu menjadi media promosi pada PT Sentral Mega Konsultan lebih baik.
I.3 Batasan Masalah
Untuk menghindari permasalahan yang terlalu luas, maka ditetapkan batasan masalah yaitu redesign corporate identity pada PT Sentral Mega Konsultan melalui media komunikasi visual mulai dari perancangan logo, business stationery (kop surat, amplop, map dan kartu nama), papan nama perusahaan, kalender meja, pena, seragam karyawan (non formal) dan mug.
I.4 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah mendesain ulang sebuah identitas perusahaan yang lebih dinamis dan mampu menjadi salah satu media promosi untuk PT Sentral Mega Konsultan.
3
I.5 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan laporan tugas akhir ini adalah berikut:
Bab I Pendahuluan berisi tentang latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian dan sistematika penulisan.
Bab II Landasan Teori berisi tentang corporate image dan identity, PT Sentral Mega Konsultan, warna, logo, stationery dan corel draw.
Bab III Metode perancangan dan analisis data berisi tentang metode perancangan, sistematika perancangan, prosedur perancangan, jenis data, metode pengumpulan data, analisis data, data perusahaan, data kompetitor, data target market dan data kuesioner.
Bab IV Perancangan berisi tentang strategi perancangan, acuan visual dan eksekusi visual.
Bab V Media aplikasi berisi tentang konsep dan jenis media aplikasi.
Bab VI Penutup berisi tentang kesimpulan dan saran.
4
Bab II
Landasan Teori
Penelitian ini dikembangkan dengan menggunakan beberapa referensi yang berhubungan dengan obyek pembahasan. Penggunaan referensi ditujukan sebagai pedoman penyelesaian masalah.
II.1 Corporate Image dan Identity
[1]
Suatu bagian dari identitas perusahaan yang lebih sering tampak, membantu suatu perusahaan dengan menampilkan sifat perusahaan tersebut dalam bentuk simbol. Simbol yang ditampilkan mencerminkan identitas perusahaan dan membentuk image perusahaan itu secara positif. Inilah salah satu perbedaan antaracorporate image dan identity.
a. Corporate Image
Corporate image adalah bagaimana suatu perusahaan dipersepsikan dan dilihat oleh masyarakat atau publik, dalam hal ini konsumen, pesaing, suplier, pemerintah dan masyarakat umum. Corporate image terbentuk dari kontak dengan perusahaan tersebut dan dengan menginterpretasikan informasi mengenai perusahaan tersebut. Informasi ini dapat didapatkan dari produk-produk dan iklan-iklan dari perusahaan tersebut.
Image dapat terus berubah secara konsisten. Dengan berkembangnya informasi, jaman dan trend bisnis, informasi-informasi baru ditambahkan atau memodifikasi kesan yang telah ditampilkan. Contohnya, sebuah perusahaan yang berkembang dan memiliki staf dari sebanyak 10 orang menjadi 75 orang dalam waktu 2 tahun dapat memberikan kesan bahwa perusahaan itu menguntungkan. Tetapi, kepada orang lain dapat berkesan bahwa perusahaan ini terla1u cepat maju.
Pesan dan kesan yang hendak disampaikan oleh suatu perusahaan dapat disalahartikan dan dapat pula diacuhkan oleh masyarakat. Dan karena
5
pesan dan kesan yang hendak disampaikan itu umumnya lebih dari satu, maka suatu corporate image yang baik harus mempunyai dan menunjukkan karakter-karakter di bawah ini:
1. Memiliki respon emosional yang kuat.
Kekuatan respon ini berkembang seiring dengan lamanya suatu image digunakan. Suatu image yang baik dapat bertahan menghadapi tekanan-tekanan dan para pesaing dan mendarahdaging dalam benak konsumen. Contohnya, perusahaan minuman ringan Coca Cola yang ingin memberikan image bahwa minuman ringan tersebut menyegarkan. Walaupun saat ini banyak pesaing yang memproduksi minuman ringan sejenis, seperti Pepsi, perusahaan ini tetap menduduki puncak penjualan minuman ringan dan disukai oleh konsumen tua maupun muda.
2. Memperlihatkan kekuatan.
Konsumen ingin merasakan kekuasaan dan kekuatan dari suatu perusahaan melalui produk dan jasanya. Konsumen juga membutuhkan perasaan bahwa mereka berurusan dengan perusahaan yang stabil dan dapat diandalkan pada saat mereka membeli produk dan jasa atau berinvestasi dalam perusahaan itu. Contohnya, dari berpuluhpuluh merek mie instan yang tersedia di pasar, merek Indomie yang paling dicari dan dibeli oleh konsumen. Salah satu a1asannya adalah karena produsen Indo Mie termasuk perusahaan yang dapat dipercaya dan diandalkan mutu dan produknya.
3. Menunjukkan pengalaman, kepercayaan diri dan tradisi.
Jika sebuah perusahaan telah memiliki dan mengembangkan karakter-karakter ini, maka ia dapat memperkenalkan produk atau jasa baru berdasarkan "penampilan" terdahulu. Keyword seperti, "Satu lagi dari Mayora", sangat efektif. Di sini perusahaan makanan ringan (snack) Mayora selain memperkenalkan satu produk baru lagi, juga secara tidak langsung menekankan pada pengalaman mereka selama bertahun-tahun di bidang ini.
6 b. Corporate Identity
[1]
Corporate identity adalah suatu bentuk visual dan ekspresi dari image dan identitas suatu perusahaan. Sebagai bentuk visual, corporate identity menampilkan simbol yang mencerminkan imageyang hendak disampaikan. Sebagai suatu ekspresi grafis, sebuah identitas perusahaan dapat diciptakan dan mempengaruhi nasib dari perusahaan tersebut. Sebuah corporate identity yang efektif harus memiliki karakter-karakter sebagai berikut:
1. Simbolisme yang sederhana tetapi mengena.
Kesederhanaan adalah dasar dari kombinasi identitas brand-package-symbol yang baik. Semakin sederhana suatu simbol, semakin jelas pula pesan yang hendak disampaikan.
2. Mempunyai pemicu visual yang kuat.
Sebuah simbol yang efektif harus mampu memicu respon terhadap suatu produk atau perusahaan. Di saat di mana konsumen berurusan dengan perusahaan itu, maka ia hanya perlu memikirkan produk atau jasa dari perusahaan tersebut, dan nama perusahaan itu akan diingat dengan sendirinya. Contohnya, bila kita ingin membeli minyak goreng, maka kebanyakan dari kita akan mengingat bahkan langsung membeli merek Bimoli.
3. Identitas sebagai alat promosi dan pemasaran.
Corporate identity adalah alat promosi yang sangat efektif dan aktif. Walaupun kampanye untuk suatu iklan produk berakhir, tetapi identitas tetap dipakai sampai bertahun-tahun.
4. Corporate identity harus dapat diingat dan mengesankan.
Suatu corporate identity yang baik mempunyai dua sifat yaitu mengusulkan (suggestiveness) dan mengingatkan (recall). Bila konsumen ingin membeli suatu produk, maka ia akan teringat nama suatu perusahaan, ini disebut mengusulkan (suggestion) . Bila konsumen ini kemudian datang lagi dan membeli produk yang sama
7
dan ia menghubungkan kembali dengan produsennya, maka ini disebut mengingatkan (recall).
Sebuah perusahaan yang baik harus dapat menyampaikan image sesuai dengan identitasnya. Dalam suatu perusahaan, image adalah kesan yang diberikan oleh perusahaan itu kepada publik melalui produk, kegiatan, dan usaha pemasarannya. Karena itu dibutuhkan sebuah identitas yang kuat sebagai patokan untuk menciptakan image atau kesan yang ingin disampaikan. Sebaliknya, identity merupakan cerminan dari suatu perusahaan.Selain berfungsi sebagai identitas perusahaan, corporate identity juga mempunyai fungsi-fungsi lain, antara lain:
1. Sebagai alat yang menyatukan strategi perusahaan.
Sebuah corporate identity yang baik harus sejalan dengan rencana perusahaan tersebut bagaimana perusahaan itu sekarang dan bagaimana di masa yang akan datang. Selain itu corporate identity harus dapat dengan tepat mencerminkan image perusahaan, melalui produk dan jasanya.
2. Sebagai pemacu sistem operasional suatu perusahaan.
Pertanyaan pertama yang muncul dalam pembuatan corporate identity adalah bagaimana suatu perusahaan ingin dilihat oleh publik. Pertanyaan ini secara tidak langsung membuat personil-personil perusahaan tersebut berpikir dan mengevaluasi sistem operasional mereka selama ini. Dari sini dapat ditemukan kelemahan atau kesalahan yang selama ini dilakukan, sehingga tercipta tujuan perusahaan yang lebih baik dan mantap.
3. Sebagai pendiri jaringan network yang baik.
Sebuah perusahaan yang berimage positif, stabil, dapat dipercaya dan diandalkan akan menarik perhatian para investor untuk menanamkan modal dalam perusahaan tersebut. Jenis perusahaan yang seperti ini juga yang mendapat banyak keringanan saat ia membutuhkan
8
tambahan modal dari bank. Produk-produk dari perusahaan ini juga mungkin menjadi produk yang paling laku dan digemari di pasar. 4. Sebagai alat jual dan promosi.
Perusahaan dengan image yang positif berpeluang besar untuk mengembangkan sayapnya dan memperkenalkan produk atau jasa baru. Konsumen yang telah lama memakai produk dari perusahaan tersebut akan dengan setia terus memakai produk itu. Mereka akan lebih menerima karena telah membuktikan sendiri bahwa produk itu benar-benar cocok untuk mereka.
II.2 PT Sentral Mega Konsultan
PT Sentral Mega Konsultan berdiri akhir tahun 2012 yang bergerak dalam bidang IT (Teknologi informasi) walaupun terbilang baru, namun memiliki prospek yang baik untuk kedepannya. Dengan pengalaman dari akhir tahun 2012 sampai sekarang, serata SDM yang memiliki keahlian atau spesialisasi dalam bidang terkait. Perusahaan tersebut memiliki komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh klien yang menginginkan kinerja terbaik.
Visi dan misi perusahaan merupakan “roh” dari suatu usaha yang dikembangkan sedemikian rupa dan mencapai titik tertentu dalam suatu ukuran waktu tertentu pula. Suatu usaha tanpa visi dan misi sering kali tidak dapat bergerak dengan jelas. Jadi visi dan misi suatu perusahaan tentu sangat penting dan menjadi pijakan perusahaan untuk bergerak maju. Pada PT Sentral Mega Konsultan dalam visi dan misinya berusaha memberikan layanan teknologi informasi terbaik untuk memenuhi kebutuhan teknologi informasi masyarakat, perusahaan, dinas pendidikan dan instansi pemerintahan.
II.3 Warna
[2]
Salah satu elemen visual yang dapat dengan mudah menarik perhatian adalah warna. Betapa sepinya dunia desain grafis tanpa kehadiran warna. Namun demikian harus berhati-hati dalam penggunaan warna. Apabila pemakian warna
9
kurang tepat maka dapat merusa kcitra, mengurangi nilai keterbacaan, dan bahkan dapat menghilangkan gairah baca. Jika anda menggunakan denga ntepat, warna dapat membantu menciptakan mood dan membuat teks lebih berbicara. Seperti warna-warna soft dapat menyampaikan kesan lembut, tenang dan romantis. Warna-warna kuat dan kontras dapat memberi kesan dinamis, cenderung meriah. Kekuatan warna sangat dipengaruhi oleh background.
Bentuk-bentuk segi empat berikut mempunyai ukuran dan warna yang sama (merah), dengan pemberian warna yang berbeda pada background sehingga terjadi efek kontras yang berlainan.
Gambar II.1Kekuatan warna
Pada gambar II.1, warna merah tampak lebih brilian di atas latar hitam, dan lebih redup ketika diletakkan di atas latar putih. Diatas hijau, merah tampak “tidak berbicara”. Di atas biru, merah tampak menyala. Jika anda perhatikan, bidang merah di atas hitam tampak lebih besar dibandingkan yang lain.
Dalam senirupa, warna dapat dilihat dari tiga dimensi, yaitu:
1. Hue, pembagian warna berdasarkan nama-nama warna, seperti merah, biru, hijau, kuning dan seterusnya.
2. Value, terang gelapnya warna.
3. Intensity, tingkat kemurnian atau kejernihan warna. Berdasarkan hue, warna dipilahkan menjadi tiga golongan, yaitu:
1. Warna primer terdiri dari merah, kuning, dan biru.
2. Warna sekunder, merupakan campuran dua warna primer dengan perbandingan seimbang (1 : 1), menghasilkan warna oranye (merah + kuning), hijau (kuning + biru), ungu (biru + merah).
10
3. Warna tersier, pencampuran warna-warna primer dengan sekunder, yaitu kuning-oranye, merah-oranye, merah-ungu, biru-ungu, biru-hijau, dan kuning-hijau.
Gambar II.2 Warna primer: kuning, merah dan biru
Gambar II.3 Warna sekunder: hijau, oranye, ungu
Gambar II.4 Warna tersier: kuning-oranye, oranye, merah-ungu, biru-ungu, biru-hijau, dan kuning-hijau
Dimensi warna yang kedua adalah value, yaitu terang gelapnya warna. Semua warna dapat dikurangi atau diperlemah kekuatannya dengan cara dimudakan (dibuat lebih terang) atau di tuakan (dibuat lebih gelap). Sebagai contoh, warna biru dapat dimudakan menjadi biru muda atau dituakan menjadi biru tua sehingga tampak lebih lembut dan kalem. Selain hue dan value, warna dapat dilihat dari aspek intensity, yaitu tingkat kemurnian atau kejernihan warna. Suatu warna disebut memiliki intensitas penuh ketika tidak dicampur warna lain.
II.4 Logo
[2]
Logo yang efektif adalah logo yang mudah diingat dan mampu mengekspresikan spirit perusahaan atau organisasi. Seorang desainer terkemuka, John Williams, mengatakan, “jika anda melihat logo selama kurang dari 10 detik kemudian anda tidak mampu mengingat dan menggambarkan logo tersebut maka
11
kemungkinan besar logo tersebut kurang efektif jika dikecilkan atau di cetak hitam-putih. Senada dengan Williams, desainer grafis Australia, Jacob Cass, memberikan tips atau prinsip-prinsip desain logo sebagai berikut.
1. Logo harus mampu mendeskripsikan perusahaan atau produk. 2. Jika dicetak hitam-putih, logo tetap efektif dan menarik. 3. Logo harus simple dan mudah diingat.
4. Dalam ukuran kecil, logo masih bias dibaca dan dapat dikenali.
Paling utama dalam merancang logo adalah konsep desain. Logo yang efektif umumnya memiliki konsep visual yang kuat. Tidak semua perusahaan dapat divisualisasikan dengan mudah. Sebagai contoh, perusahaan yang menangani jasa programming, sulit mencari image yang spesifik selain gambar computer, padahal gambar semacam itu sudah dipakai oleh banyak perusahaan sehingga tidak spesifik lagi. Desainer bisa memfokuskan pada bentuk abstrak yang mempresentasikan visi misi perusahaan, juga bisa menggunakan bentuk dan warna logo.
II.5 Stationery
[2]
Perusahaan atau organisasi yang telah mapan umumnya memiliki perangkat bisnis yang disebut stationery kit. Perangkat ini terdiri dari kartu nama, kop surat, amplop. Di era informasi global saat ini, stationery kit masih di anggap efektif dan esensial untuk mempromosikan perusahaan atau organisasi. Selain sebagai media promosi, banyak dokumen yang harus diwujudkan dalam bentuk fisik atau hard copy, misalnya surat perjanjian atau MoU, Surat keterangan, surat pengantar, dan surat-surat bisnis lainnya yang harus menggunakan kop surat.
II.5.1 Kartu Nama
Jangan pernah mengabaikan kartu nama, benda kecil ini memiliki pengaruh cukup kuat dalam bisnin. Di Negara-negara maju, para pebisnis selalu bertukar kartu nama di setiap kesempatan. Kartu nama merupakan perangkat bisnis yang dapat bercerita, menunjukkan identitas dan image perusahaan. Elemen-elemen desain
12
kartu nama yang dapat memberikan kepercayaan pada konsumen adalah logo yang menarik, pemilihan warna, jenis huruf, layout, jenis kertas yang digunakan dan teknik cetak. Semua unsur desain tersebut harus seimbang, menyatu, tidak monoton, mudah dibaca, informatif, dan mampu merefleksikan citra perusahaan. Informasi yang perlu dimuat dalam kartu nama umumnya terdir dari logo, nama perusahaan, nama dan jabatan pemilik kartu nama, alamat perusahaan disertai nomor telepon, faks, e-mail dan website. Nomor handphone pemilik kartu nama sebaiknya disertakan untuk mempermudah komunikasi.
Gambar II.5 Layout kartu nama yang seimbang, informative dan simple
Ukuran standar kartu nama adalah 9cm x 5,5cm. Secara umum, ada empat jurus untuk membuat desain kartu nama tampak menarik dan komunikatif, yaitu kontras, repetisi, alignment dan proximity. Keempat jurus tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.
1. Kontras
Jurus pertama dalam mendesain kartu nama adalah kontras. cara paling mudah untuk menciptakan kontras adalah dengan menetapkan teks hitam atau warna gelap di atas background warna terang. cara lain, anda dapat memadukan warna-warna kontras secara kreatif, seperti biru dan oranye,
13
merah dan hijau dan warna-warna komplementer lainnya. Huruf juga bisa dibuat kontras dengan memadukan huruf ekstra tebal dan huruf tipis. 2. Repetisi
Repetisi adalah penataan elemen-elemen visual secara berulan-ulang, misalnya dengan penggunaan warna, bidang, huruf, ukuran, tekstur dan image yang sama secara berulang. Semua elemen grafis tersebut harus tampak konsisten dan menyatu. Hindari penggunaan huruf dan warna yang terlalu banyak dan bervariasi.
3. Penjajaran (Alignment)
Penjajaran adalah penataan unsur-unsur grafis (teks, image) dengan cara di luruskan agar tampak rapi dan menyenangkan. Penjajaran teks dalam kartu nama dapat dibuat rata kiri, rata kanan dan simetris secara konsisten. awal dan ujung teks diratakan segaris dengan image lainnya.
4. Proximity
Jurus terakhir yang membuat kartu nama tampak harmonis adalah elemen-eleman grafis disusun dengan memperhitungkan kedekatan hubungan (proximity). Informasi-informasi yang saling berhubungan disusun berdekatan dalam satu group. sebagai contoh, nama pemilik kartu nama dengan jabatannya, disusun berdekatan karena kedua elemen ini merupakan satu unit informasi. Demikian pula alamat pos, email, website, nomor telepon dan fax, semuanya harus dikelompokkan menjadi satu kesatuan.
II.5.2 Kop Surat Dan Amplop
Desain kop surat dan amplop harus mampu mengekspresikan karakter perusahaan atau organisasi. Selain itu, kop surat dan amplop berfungsi memperkenalkan dan mempromosikan perusahaan, memuat nama perusahaan, logo, alamat, telepon, fax, e-mail dan alamat website. Perusahaan atau organisasi yang sudah established umumnya tidak sembarangan membuat stationery kit karena menganggapnya sebagai senjata bisnis yang efektif. Kop surat dan amplop merupakan satu pasangan. oleh karena itu, keduanya harus memiliki unsur-unsur
14
visual yang serupa secara konsisten. Penggunaan huruf, warna, garis dan image pada kop surat dan amplop secara keseluruhan tidak boleh dibedakan. perbedaan hanya pada penataan atau layout unsur-unsur desain yang disesuaikan dengan fungsi masing-masing.
Gambar II.6 Layout kop surat dan amplop yang konsisten
Tidak ada rumus yang pasti bagaimana desain kop surat dan amplop yang efektif. Desainer dapat berangkat dari pemikiran, desain kop surat dan amplop dapat mencerminkan sifat perusahaan. Elemen-elemen desain yang perlu dimasukkan pada kop surat dan amplop hamper sama dengan kartu nama, hanya tetapi tanpa diberi nama pribadi. Hal penting lainnya yang dapat menentukan citra perusahaan adalah kualitas kertas dan teknik cetak.
II.6 Corel Draw
[3]
Pengertian Corel Draw adalah sebuah program komputer yang melakukan editing pada garis vektor. Program ini dibua toleh Corel, sebuah perusahaan software yang berkantor pusat di Ottawa, Kanada. Corel draw memiliki kegunaan untuk mengolah gambar, oleh karena itu banyak digunakan pada pekerjaan dalam bidang publicasi atau percetakan atau pekerjaan di bidang lain yang membutuhkan
15
proses visualisasi. Suatu program yang baik tentu saja memiliki keunggulan yang signifikan. Beberapa keunggulan program corel draw antara lain adalah:
a. Gambar yang dihasilkan dengan vector atau berbasis vector bias ditekan pada tingkat yang paling rendah namun hasilnya tidak kalah dengan gambar yang berbasis bitmap atau raster.
b. Penggunaan Corel Draw, terutama pada tool-tool yang ada di dalamnya sangat mudah dipahami oleh penggunanya, bahkan oleh orang yang baru pertama menggunakannya.
c. Corel Draw sangat baik untuk mengkolaborasikan antara tulisan dengan gambar, seperti layaknya Adobe Potoshop.
d. Banyaknya pengguna Corel Draw, membuat adanya komunitas dengan jumlah anggota yang besar. Hal ini akan membuat kita tidak kesulitan jika ingin mempelajari Corel Draw lebih mendalam karena banyak ditemukan tutorial, tips dan trik yang diproduksi oleh pengguna lain.
Program Corel Draw sering kali dimanfaatkan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan dibawah ini, yaitu:
1. Menciptakan desain logo atau simbol, yang mana ini adalah kegunaan Corel Draw yang paling banyak dimanfaatkan oleh penggunanya, terutama pembuatan logo dua dimensi karena kemudahannya dalam mengolah garis dan warna.
2. Membuat desain undangan, brosur dan lain-lain juga menjadi suatu kegunaan dari program Corel Draw. Media publikasi offline lainnya juga menggunakan Corel Draw sebagai alat untuk mendesain. Corel Draw memiliki banyak jenis font yang dapat memudahkan desainer untuk mengeksplorasi imajinasi desain dan tulisan yang akan dibuat.
3. Membuat cover buku juga dapat dilakukan di Corel Draw. Dengan Corel Draw maka tugas desain akan menjadi mudah karena dapat memanfaatkan desain sampul dan teknik pewarnaan yang lebih sempurna oleh Corel Draw. Detail gambar pun akan terlihat lebih jelas.
16
Pembuatan gambar ilustrasi juga dapat dilakukan dengan Corel Draw. Gambar yang dihasilkan lebih berkualitas, terutama ketika berhubungan dengan lengkungan, garis atau sudut. Ukuran yang diperoleh dijamin sangat akurat.
17
Bab III
Metode Perancangan dan Analisis Data
III.1 Metode Perancangan
Proses Perancangan Redesign Corporate Identity pada PT Sentral Mega Konsultan sebagai media promosi tersebut menggunakan metode prosedural. Dalam metode prosedural terdapat dua jenis data antara lain data primer dan data sekunder. Metode prosedural yaitu metode yang bersifat deskriptif, yaitu menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Model yang bersifat deskriptif adalah menjelaskan suatu keadaan mengenai apa dan bagaimana, berapa banyak, sejauh mana dan sebagainya. Untuk menghasilkan sebuah produk yang dikehendaki, dalam konteks ini akan dilakukan proses perancangan melalui beberapa tahapan yang terstruktur dan teratur.
Metode perancangan yang bersifat procedural ini mengadaptasi metode perancangan Sadjiman Edi Sanyoto[4], metode dimulai dengan adanya kebutuhan dan fakta-fakta yang ditemukan dan yang selanjutnya menjadi identifikasi masalah perancangan desain. Setelah diuraikan melalui analisa target yang diikuti tujuan perancangan, selanjutnya baru dapat ditentukan tema perancangan. Tahap berikutnya adalah dilakukan pengumpulan data yang dibutuhkan, baik data pustaka maupun data lapangan yang akan dianalisis dan disintesis menjadi sebuah konsep, baik konsep kreatif maupun konsep media yang menjadi acuan proses kreatif.
III.2 Sistematika Perancangan
Sistem perancangan Redisign Corporate Identity pada PT Sentral Mega Konsultan, akan digambarkan bagaimana tahap-tahap perancangan menemukan masalah hingga menemukan pemecahan masalah. Berikut ini merupakan skema dalam perancangan.
18
III.2.1 Latar Belakang Perancangan
Latar belakang perancangan yaitu apa yang melatar belakangi diadakannya perancangan ini. Dimulai dengan penjelasan masalah yang lebih luas, secara umum yang berhubungan dengan perancangan judul ini. Dilanjutkan dengan menjelaskan pada pokok inti permasalahan yang terkait dengan obyek perancangan ini secara khusus.
III.2.2 Identifikasi
Identifikasi data sebagai bagian dari sistematika laporan perancangan merupakan proses yang bertujuan untuk mengidentifikasi semua data yang didapat. Data-data yang dimaksud meliputi teori, konsep, prosedur, dan data kepustakaan lain yang disesuaikan dengan kebutuhan perancangan ini. Data-data tersebut diperoleh dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi, kuesioner, dan analisa data.
III.2.3 Konsep Perancangan
Konsep perancangan yang dimaksud adalah konsep perancangan untuk media utama, beserta media pendukungnya. Konsep perancangan yang terdiri dari konsep verbal dan konsep visual.
III.2.4 Evaluasi
Setelah didapat hasil dari tahapan sebelumnya, yaitu tahap konsep tata letak, dilakukanlah sebuah evaluasi. Evaluasi berguna untuk mengoreksi desain yang telah dikerjakan, sebelum akhirnya mencapai desain final. Jika pada tahap ini ditemukan beberapa kesalahan atau tidak sesuai, maka proses perancangan diulang kembali ke tahap alternatif desain.
III.2.5 Desain Final
Desain final merupakan hasil karya yang telah disetujui dan telah melewati beberapa proses perancangan. Dalam perancangan ini akan dihasilkan sebuah desain final untuk Identitas Visual PT Sentral Mega Konsultan.
19
III.3 Prosedur Perancangan
Prosedur perancangan merupakan langkah lebih lanjut dari model perancangan. Prosedur penelitian adalah memaparkan langkah-langkah prosedural yang ditempuh oleh peneliti dalam menghasilkan produk. Dalam prosedur perancangan ini terdapat beberapa tahap utama perancangan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, laporan dan pembahasan.
III.3.1 Tahap Persiapan
Tahap persiapan ini merupakan tahap pengumpulan informasi awal untuk mengidentifikasi, merumuskan dan menentukan tujuan dari pemecahan masalah dengan mempertimbangkan pengetahuan berdasarkan literatur yang ada. Beberapa hal yang dilakukan pada tahap persiapan antara lain:
1. Perizinan
Tindakan awal yang dilakukan pada tahap persiapan ialah perizinan dari pihak terkait yaitu PT Sentral Mega Konsultan. Ijin Observasi ini diperlukan agar penulis lebih muda melakukan tahap-tahap selanjutnya yang diperlukan. 2. Penjajakan Lokasi Penelitian
Dalam hal ini peneliti melakukan penjajakan lokasi penelitian dengan mendatangi pihak yang terkait untuk mengajukan permohonan melalui surat ijin dari pihak kampus untuk melakukan observasi.
III.3.2 Penyusunan Instrument Penelitian
Penyusunan instrument penelitian terbagi menjadi empat bagian yaitu instrument observasi, pedoman wawancara, studi dokumentasi dan pedoman kuesioner. Instrument merupakan alat bantu yang digunakan dalam melakukan pengumpulan data agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan efisien. Perancangan ini menggunankan empat instrument penelitian, yaitu:
1. Pedoman Observasi Data/ Catatan Lapangan
Pengumpulan informasi teori sebagai acuan melalui sumber-sumber pustaka dan literature yang berkaitan dengan masalah yang dikaji.
20 2. Pedoman Wawancara
Berupa daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan untuk melakukan wawancara agar pelaksanaan wawancara dapat berlangsung secara terarah dan efektif sesuai dengan variabel penelitian
3. Studi Dokumentasi
Dokumentasi dalam perancangan ini dilakukan untuk memperoleh informasi melalui benda-benda tertulis maupun gambar dan foto, seperti catatan dokumen yang sudah ada dari pihak terkait.
4. Pedoman Kuesioner
Pada perancangan ini akan menggunakan kuesioner tertutup dengan bentuk kuesioner pilihan ganda. Kuesioner tertutup merupakan kuesioner yang menyediakan pilihan jawaban kepada responden sehingga responden tinggal memilih jawaban yang telah disediakan.
III.3.3 Tahap Pelaksanaan
Pelaksanaaan ini menggunankan empat tahap penelitian, yaitu: 1. Pengumpulan Data
Langkah selanjutnya adalah melakukan pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, kuesioner, dan studi dokumentasi.Metode pengumpulan data ini berguna untuk mengumpulkan data-data tentang klien, competitor dan target audience.
2. Pengelompokan Data
Data yang diperoleh dipilih hal-hal yang pokok, di fokuskan pada hal-hal penting. Setelah memilah-milah berdasarkan satuan konsep, tema dan kategori tertentu akan memberikan gambaran yang lebih tajam tentang hasil pengamatan.
3. Penganalisaan Data
Data yang telah dikumpulkan selanjutnya diseleksi dan dianalisa hingga terhimpun menjadi data-data siap pakai. Terbagi menjadi analisa data produk serta analisa data target audience yang digunakan sebagai acuan perumusan konsep kreatif maupun konsep media. Untuk memperkuat analisis, maka
21
digunakanlah metode SWOT untuk menganalisa PT Sentral Mega Konsultan.Analisis ini menggunakan kerangka kerja kekuatan maupun kelemahan serta kesempatan dan ancaman.
4. Perancangan
Setelah didapatkan sebuah hasil analisis dan sintesis data, akan diketahui mengenai selera serta kebutuhan target audience, serta aturan-aturan yang berlaku dan data-data apa yang akan menjadi konten, maka dapat dirumuskan sebuah konsep desain yang sesuai.
III.3.4 Tahap Laporan dan Pembahasan
Pada tahap laporan ini merupakan tahap akhir prosedur perancangan yang membahas konsep perancangan maupun yang memuat keseluruhan proses penelitian perancangan baik yang terkait teori data maupun hasil rancangan.
III.4 Jenis Data
Terdapat dua jenis data antara lain data primer dan data sekunder. Penjelasannya sebagai berikut.
III.4.1 Data Primer
Data primer merupakan data yang diperoleh langsung oleh peneliti dari obyek penelitian, khususnya data yang diperoleh dari wawancara langsung dengan pihak-pihak yang mewakili PT Sentral Mega Konsultan. Pada perancangan ini, data primer diperoleh melalui wawancara, kuesioner, dan observasi.
Observasi dilakukan untuk mengetahui data, karakteristik, konsumen, serta kompetitor. Wawancara dilakukan kepada klien, yaitu PT Sentral Mega Konsultan yang bertujuan untuk dapat mengerti mengenai keadaan perusahaan, karakteristik perusahaan, pengalaman apa saja yang telah diperoleh dalam menjalankan perusahaan, selain itu juga dilakukan kepada kompetitor guna mengetahui media komunikasi visual apa saja yang pernah digunakan dalam promosi. Kuesioner dilakukan untuk mempelajari kecenderungan perilaku konsumen terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan Perancangan
22 Identitas visual yang akan dibuat.
III.4.2 Data Sekunder
Data sekunder merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung tetapi masih berhubungan dengan objek perancangan, yakni berupa data yang didapat dari sumber informasi, berupa dokumentasi, buku, jurnal, majalah, koran, tabloid, dari media internet, dan arsip-arsip yang terkait dengan perancangan.
III.5 Metode Pengumpulan Data
Dalam perancangan ini terdapat proses procedural yang dilakukan dalam pengumpulan dan identifikasi data. Data yang dimaksud meliputi teori dan konsep yang disesuaikan dengan kebutuhan perancangan ini. Data tersebut diperoleh dengan cara:
III.5.1 Observasi
Pengumpulan data juga dilakukan dengan cara observasi pada manajemen perusahaan sendiri. Bagaimana keadaan serta situasi yang dihadapi oleh manajemen dan langkah-langkah apa saja yang telah dilaksanakan sehingga dapat dilihat kembali serta diamati kekurangan apa yang terjadi dan dapat diberikan solusi melalui perancangan ini.
III.5.2 Mengadakan Wawancara
Wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan pewancara untuk memperoleh informasi dari narasumber. Wawancara dilakukan menggunakan system Tanya jawab langsung. Jadi, wawancara merupakan proses pengumpulan data berupa pendapat atau pandangan seorang narasumber yang akan digunakan sebagai salah satu bahan perancangan.Ada dua teknik wawancara berstruktur wawancara yang sering digunakan, yaitu teknik wawancara berstruktur. Dalam teknik ini, semua pertanyaan dirumuskan sebelumnya dengan cermat. Teknik wawancara tidak berstruktur, pada teknik wawancara ini tidak dilakukan persiapan tentang pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan kepada narasumber. Narasumber dari
23
wawancara ini adalah pimpinan dan karyawan PT Sentral Mega Konsultan, yang mengerti seluk-beluk aktifitas pencitraan yang selama ini perusahaan lakukan dan mengetahui informasi tentang merchandise yang telah mereka buat.
III.5.3 Studi Dokumentasi
Dokumentasi yaitu teknik pengambilan data dengan cara mengumpulkan data yang berupa dokumen yang didapatkan dari obyek penelitian. Hasil dari dokumentasi ini nantinya akan dijadikan sebagai bahan referensi pengumpulan data untuk analisis. Peneliti mencari data-data yang terkait dengan media komunikasi visual yang pernah digunakan untuk kegiatan promosi.
III.5.4 Kuesioner
Pengambilan data kuesioner dilaksanakan pada hari libur, di mana pada hari-hari tersebut dapat dengan mudah mencari responden. Jumlah responden yang diperlukan dalam penyebaran ini berjumlah 40 orang dengan karakteristik sama yang merupakan audience sasaran PT Sentral Mega Konsultan. Hasil perolehan data kemudian dianalisis dengan mempresentasekan jumlah jawaban yang masuk dan kemudian diambil kesimpulannya.
Pada perancangan ini akan menggunakan kuesioner tertutup dengan bentuk kuesioner pilihan ganda. Kuesioner tertutup merupakan kuesioner yang menyediakan pilihan jawaban kepada responden sehingga responden tinggal memilih jawaban yang telah disediakan.
III.6 Analisis Data
Untuk memperkuat analisis, peneliti mencari SWOT klien dan competitor untuk perbandingan, sehingga diharapkan peneliti dapat melakukan strategi yang tepat dalam melakukan kegiatan Redesign Corporate Identity pada PT Sentral Mega Konsultan sebagai media promosi. Metode ini digunakan karena dinilai paling mudah dan tepat untuk perancangan ini. Analisis ini menggunakan kerangka kerja kekuatan dan kelemahan serta kesempatan dan ancaman. SWOT sendiri
24
merupakan singkatan dari Strength (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunity (peluang), dan Threat (ancaman). Menggunakan metode analisis SWOT untuk lebih mencari peluang yang ada, khususnya dalam hal ini sebuah perusahaan itu sendiri.
III.7 Data Perusahaan
III.7.1 PT Sentral Mega Konsultan
PT Sentral Mega Konsultan berdiri akhir tahun 2012, lebih akrab dikenal dengan nama “PT Mega” yang bergerak dalam bidang TI (Teknologi Informasi) walaupun terbilang baru namun memiliki prospek yang baik untuk kedepannya. Dengan pengalaman dari akhir tahun 2012 sampai sekarang, saat ini SDM pada PT mega berjumlah tujuh orang, yang memiliki keahlian atau spesialisasi dalam bidang terkait seperti programmer dan designer. Pada PT Mega sudah menangani atau kerjasama dengan instansi-instansi pemerintah di Kota Batam, kantor notaris dan sekolahan. Untuk program kerja 2014 PT Mega sedang merancang system logistic pada PT Labberu dan Vychat. Perusahaan tersebut memiliki komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh klien yang menginginkan kinerja terbaik.
25
Pada PT Sentral Mega Konsultan memiliki visi yaitu menjadi perusahaan teknologi informasi yang mampu memberikan layanan teknologi informasi terbaik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan pengembangan sumber daya manusia di indonesia. Dan memiliki misi, ingin menjadi perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi informasi yang bersekala nasional, serta berupaya mengembangkan seluruh divisi yang dimilikinya untuk menjadi perusahaan dibidang TI yang handal, terpercaya dan memiliki integritas tinggi dalam pelayanan. PT Sentral Mega Konsultan berlokasi di Ruko Mega Legenda Blok B3 No. 20, layanan yang disediakan PT Mega yaitu service development, website dan multimedia.
III.7.2 Logo PT Sentral Mega Konsultan
Gambar IV.8 Logo PT Sentral Mega Konsultan
Logo PT Sentral Mega Konsultan yang tampak monoton ini memiliki arti tersendiri, yaitu berwujud “M” bermakna besar atau luas. Dua garis horizontal pada logo tersebut melambangkan dua orang manusia yang memiliki visi dan misi yang sama untuk membangun perusahaan teknologi informasi, dan mereka merupakan pendiri sekaligus pimpinan pada PT Sentral Mega Konsultan. Untuk warna hitam pada logo menyiratkan penekanan pada warna lain dan terlihat lebih elegan.
III.8 Data Kompetitor
Dari data primer dicatat bahwa terdapat beberapa kompetitor yang memiliki kesamaan paling dekat dan paling berpotensi dalam menggantikan pekerjaan
26
pekerjaan yang biasa ditangani oleh perusahaan. Dari hasil wawancara setidaknya satunama perusahaan kompetitor yaitu PT Global Teknologi media baru.
III.8.1 PT Global Teknologi media baru
PT Global Teknologi media baru, didirikan dari tahun 2002 yang memiliki prinsip mempelajari bagaimana manusia berinteraksi dengan lingkungan mereka. Dan mendalami bidang pengembangan website interaktif serta software development. Visi misi atau target utama PT Global Teknologi media baru adalah untuk membangun sebuah konsep masa depan antara teknologi dan masyarakat. Termasuk kegiatan dan fokus penelitian teknologi dan budaya. Perusahaan ini beralamat Komplek Perumahan Bida Asri I Blok D2 No. 41 Batam Center 29400. Perusahaan ini memiliki kelebihan yaitu memiliki kelengkapan peralatan dengan teknologi terbaru, yang bermanfaat bagi proses kinerja yang lebih baik. PT Global Teknologi media baru, memiliki target market yaitu pemerintahan dan perusahaan besar.
III.9 Data Target Market
Target market dari PT Sentral Mega Konsultan yaitu instansi-instansi pemerintah yang sebagian besar merupakan dari Kota Batam dan sebagian lainnya merupakan dari kota dan kabupaten lain. Selain itu dari swasta juga ada beberapa perusahaan-perusahaan yang bergerak diberbagai bidang seperti kantor notaris, sekolahan. Dari keterangan beberapa klien yang pernah mempercayakan pekerjaan kepada PT Sentral Mega Konsultan, keseluruhan memberikan kesan positif baik. Dari segi pelayanan atau perlakuan terhadap klien, dari segi kualitas pekerjaan, waktu pengerjaan maupun biaya yang bisa dikatakan sangat bersahabat.
III.10 Data Kuesioner
Jumlah responden dalam penyebaran kuesioner ini berjumlah 40 orang, yang terdiri dari 20 pria dan 20 wanita. Kuesioner terbagi menjadi dua bagian yaitu kuesioner media promosi sebelum perancangan yang didalamnya terdiri dari empat pertanyaan dan kuesioner media promosi setelah perancangan terdiri dari
27
enam pertanyaan, masing-masing pertanyaan menggunakan pilihan ganda. Dari data kuesioner media promosi sebelum perancangan yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa 100% responden menyatakan bahwa tidak mengenal logo PT Sentral Mega Konsultan sebelumnya, 65% responden menyatakan tampilan pada logo PT Mega yang lama tidak baik dan 100% responden menyetujui untuk melakukan desain ulang pada logo PT Mega. Sedangkan kuesioner media promosi, setelah perancangan diperoleh, pada perancangan logo yang baru seluruh responden menyatakan hasil yang positif dan sangat baik bagi PT Sentral Mega Konsultan, dari segi tampilan yang tampak sederhana, modern namun lebih profesional, dari segi kombinasi warna. Untuk penerapan logo diberbagai media promosi juga mendapat respon yang positif dari responden, bahkan seluruh responden menyatakan sangat perlu penerapan logo pada media promosi, agar nantinya masyarakat lebih mengenal atau mengetahui mengenai PT Sentral Mega Konsultan.
28
Bab IV
Perancangan
IV.1 Strategi Perancangan
Dalam redesign corporate identity pada PT Sentral Mega Konsultan dibutuhkan strategi yang tepat agar dapat menyelesaikan masalah dengan baik. Maka perancangan ulang logo diharapkan dapat mengatasi permasalahan yang ada pada identitas visual PT Sentral Mega Konsultan, serta dapat meningkatkan citra perusahaan.
IV.1.1 Pendekatan Komunikasi
1. Pendekatan Visual
Komunikasi visual merupakan sebuah rangkaian proses penyampaian kehendak atau maksud tertentu kepada pihak lain dengan penggunanan media penggambaran yang hanya terbaca oleh indera penglihatan. Komunikasi visual mengkombinasikan seni, logo, tipografi, gambar, desain grafis, ilustrasi dan warna dalam penyampaiannya.
Logo yang sederhana akan lebih mudah untuk diingat dan indah dilihat. Begitu pula penggunaan warna pada logo menggunakan warna kombinasi biru, putih dan hitam yang ditujukan agar logo terlihat labih lembut namun menonjol diantara yang lain. Serta lebih mudah dipahami dan memiliki makna yang mendalam dari bentuk identitas visual. Sedangkan penggunaan huruf dipilih jenis yang memiliki karakter tegas, namun memiliki sisi lembut dan jenis huruf tersebut juga mempunyai tingkat keterbacaan yang baik.
29
IV.1.2 Strategi Kreatif
Strategi kreatif yang dilakukan adalah dengan memanfaatkan seluruh bagian bentuk logo sebagai peluang dalam menyampaikan pesan untuk dikomunikasikan. Untuk menyampaikan identitas visual PT Sentral Mega Konsultan yang lebih baik, maka perlu beberapa hal yang harus menjadi perhatian dalam medesain ulang logo:
Logo dapat mengikuti perubahan dalam perkembangan zaman, original dan unik.
Identitas visual dapat mencerminkan perusahaan yang bergerak dibidang TI (Teknologi Informasi).
Logo dapat menyampaikan visi dan misi yang ditargetkan pihak perusahaan PT Sentral Mega Konsultan.
IV.2 Acuan Visual
Acuan pengolahan bentuk visual dalam proses desain ulang atau redesign logo PT Sentral Mega Konsultan adalah sederhana, modern dan profesional. Konsep dalam redesign logo PT Sentral Mega Konsultan masih mempertahankan desain lamanya, huruf “M” yang diambil dari nama tengah perusahaan yaitu “Mega” dan terdapat “dua garis miring” yang terletak pada huruf “M” menyerupai grafik. Konsep tersebut merupakan ilustrasi penyederhanaan yang identik dengan hal-hal modern dan dilakukan secara profesional. Konsep perancangan desain ulang tersebut terbentuk dari hasil wawancara dan visi misi PT Sentral Mega Konsultan. Pada penerapan warna logo adalah kombinasi biru, putih dan hitam yang menyiratkan profesionalisme, pencapaian diri dan terlihat elegan. Penggunanan jenis huruf Century Gothic memiliki karakter tegas, modern, namun memiliki sisi lembut dan jenis huruf tersebut juga mempunyai tingkat keterbacaan yang baik, sehingga tampak serasi dengan logo.
IV.2.1 Format Desain
Logo yang digunakan adalah gabungan antara logogram dan logotype. Logogram diwakilkan oleh bentuk transformasi huruf “M” yang diambil dari nama tengah
30
perusahaan yaitu “Mega” dan terdapat “dua garis miring” yang terletak pada huruf “M” menyerupai grafik. Konsep tersebut merupakan ilustrasi penyederhanaan yang identik dengan hal-hal modern dan dilakukan secara professional, dan logotype dengan menggunakan tipografi nama lengkap perusahaan yaitu “SENTRAL MEGA KONSULTAN”. Penggunanan jenis huruf Century Gothic memiliki karakter tegas, modern, namun memiliki sisi lembut sehingga dapat dibaca dengan baik.
IV.2.2 Tata Letak
Tata letak atau layout dilakukan dengan konsep yang sesuai dengan anatomi logo pada perancangan yaitu picture mark yang merupakan transformasi dari bentuk letter mark dengan perbandingan ukuran yang sesuai, dengan mempertimbangkan nilai estetika secara fungsional.
IV.2.3 Tipografi
Komunikasi yang disampaikan secara visual lewat tulisan merupakan komunikasi non verbal, melalui uraian yang memuat tipografi. Bisa dikatakan tipografi merupakan visualisasi kata-kata. Tipografi yang digunakan adalah jenis font Century Gothic, yang memiliki karakter tegas, modern, namun memiliki sisi lembut sehingga dapat dibaca dengan baik.
31
Gambar IV.9 Pemilihan jenis huruf
IV.2.4 Ilustrasi
Pembentukan elemen gambar yang dapat menciptakan daya tarik serta memiliki bentuk yang unik serta mendukung sebagai identitas visual PT Sentral Mega Konsultan. Ilustrasi merupakan transformasi dari huruf “M” yaitu pada kata “MEGA”, yang diambil dari huruf depan kata tersebut. Pada huruf “M” sedikit dimodifikasi yang menyerupai “coretan” dan terdapat dua “ garis miring” yang diibaratkan sebagai gerafik yang selalu meningkat. Dalam penggunaan warna biru pada logo menyiratkan profesionalisme dan juga kesuksesan.
32
IV.2.5 Warna
Salah satu elemen visual yang dapat dengan mudah menarik perhatian adalah warna. Betapa sepinya dunia desain grafis tanpa kehadiran warna. Namun demikian harus berhati-hati dalam penggunaan warna. Sebagaimana warna biru, putih dan hitam yang digunakan dalam redesain visual logo PT Sentral Mega Konsultan. Penggunaan warna kombinasi biru, putih dan hitam yang kontras ditujukan agar menambah nilai keterbacaan, menarik perhatian serta memiliki kesan dari warna yang digunakan untuk identitas PT Sentral Mega Konsultan.
IV.3 Eksekusi Visual
Perancangan ulang logo sebagai identitas visual PT Sentral Mega Konsultan dilakukan sesuai dengan segala yang berkaitan dengan perusahaan, dan pesan yang mudah dipahami dengan penggabungan logogram dan logotype.
IV.3.1 Sketsa Kasar
33
IV.3.2 Hasil Akhir Logo
Gambar IV.11 Hasil akhir logo
IV.3.3 Penjabaran Visual Logo a. Logogram
Gambar IV.12 Logogram
Menganalisa pada perusahaan dan menentukan elemen-elemen yang digunakan pada pembuatan logo maka dibuatlah visual logogram yang terdiri dari transformasi dari huruf “M” yaitu pada kata “MEGA”, yang diambil dari huruf depan kata tersebut. Pada huruf “M” sedikit dimodifikasi yang menyerupai “coretan” dan terdapat dua “garis miring” yang diibaratkan sebagai gerafik yang selalu meningkat. Warna biru pada logo menyiratkan profesionalisme dan juga kesuksesan. Pada desain logogram ini, desainer tidak menghilangkan makna atau arti dari logo lama.
34
Gambar IV.13 Tahapan pembuatan logogram
b. Logotype
Logotype dengan menggunakan tipografi nama lengkap perusahaan yaitu “SENTRAL MEGA KONSULTAN”. Penggunanan jenis huruf Century Gothic memiliki karakter tegas, modern, namun memiliki sisi lembut sehingga dapat dibaca dengan baik.
35
c. Warna
Warna pada logogram dan logotype menggunakan warna kombinasi biru, putih dan hitam yang menyiratkan profesionalisme, pencapaian diri dan terlihat elegan. Selain itu juga memberikan kesan modern, sederhana dan profesional.
Penggunaan warna biru dengan komposisi C: 100 M: 0 Y: 0 K:0
Gambar IV.15 Komposisi warna biru
Penggunaan warna hitam dengan komposisi C: 100 M: 100 Y: 100 K: 100
36
Bab V
Media Aplikasi
V.1 Konsep dan Jenis Media Aplikasi
Media-media yang dipilih sebagai identitas visual untuk mengaplikasikan logo berdasarkan kebutuhan perusahaan.
V.1.1 Stationery Set
Pengaplikasian logo sebagai identitas visual pada kelengkapan kebutuhan-kebutuhan administrasi perusahaan.
1. Kop Surat
Merupakan kertas untuk menulis surat yang digunakan untuk mengirimkan pesan.
(Bahan : HVS 90gr, Ukuran : 21cm x 29.7cm)
37
2. Amplop Depan
Merupakan kertas sebagai sampul surat yang digunakan untuk mengirimkan kabar atau surat kepada rekan kerja maupun perusahaan lain.
( Bahan : Art Paper 150gr, Ukuran : 22cm x 11cm )
Gambar V.18 Amplop depan
3. Amplop Belakang
38
4. Map Depan
Merupakan kertas sebagai sampul surat yang digunakan untuk mengirimkan kabar atau surat kepada rekan kerja maupun perusahaan lain.
(Bahan : Art Paper 260gr, Ukuran : 23cm x 31cm)
Gambar V.20 Map depan
39
5. Map Belakang
40
6. Kartu Nama Depan
Merupakan kertas yang sebagai pengenal identitas seseorang maupun perusahaan.
(Bahan : Art Paper 260gr, Ukuran : 9cm x 5.5cm)
Gambar V.22 Kartu nama depan
7. Kartu Nama Belakang
41
V.1.2 Properti 8. Pena
Pulpen untuk keperluan karyawan dalam mencatat segala sesuatu untuk kepentingan pekerjaan. Pena ini juga diberikan kepada client sebagai media promosi.
Gambar V.24 Pena
9. Kalender Meja Tampak Depan
Digunakan sebagai pengingat tanggal untuk keperluan kantor, menjalankan pekerjaan, membuat janji dengan rekan kerja dan diberikan ke client sebagai media promosi.
(Bahan : Rubber, Ukuran : 4cm x 3cm)
42
10. Kalender Meja Tampak Isi
Gambar V.26 Kalender meja tampak isi
11. Mug
Selain untuk keperluan karyawan dikantor, juga dapat diberikan ke client sebagai media promosi.
43 12. Papan Nama Perusahaan
Digunakan sebagai media informasi nama perusahaan yang terdapat dibagian depan kantor.
(Bahan : Kayu Palet dan Plat Stainless, Ukuran : 2m x 1m)
Gambar V.28 Papan nama perusahaan
13. Baju Seragam Kantor (Non Formal)
Digunakan sebagai baju seragam non formal yang bisa dipakai dalam kegiatan-kegiatan tidak resmi namun tetap mengesankan identitas dan kekompakan.
(Bahan : Combed, Ukuran : M, L, XL)
44
Bab VI
Penutup
VI.1 Kesimpulan
Dalam sebuah perancangan identitas visual sangat diperlukan pemahaman akan teori corporate identity serta pemahaman akan subjek corporate yang akan di rancang sedetail mungkin. Hal ini mengingat seorang desainer harus mampu menyampaikan dan menerjemahkan visi dan misi, serta kompetensi perusahaan ke dalam bahasa visual secara tepat. Dalam perancangan identitas visual ini telah didapat beberapa kesimpulan yang menyangkut permasalahan yang diambil sebagai subyek dari penelitian:
1. Perancangan corporate identity visual tidak hanya berhenti pada Logo saja. Logo hanyalah sebagai identitas awal yang kemudian dilanjutkan pada langkah-langkah membentuk pencitraan (branding).
2. Mendesain ulang sebuah logo beserta elemen grafis pendukungnya harus sejalan dengan visi dan misi serta kompetensi yang ingin dicapai oleh PT Sentral Mega Konsultan.
3. Pesan pencitraan dari coprporate identity visual sebuah perusahaan terbentuk dari disampaikannya brand image, filosofi serta servis bisnis antara PT Sentral Mega Konsultan dengan target audisensnya. Agar tercipta brand awareness yang diharapkan. Diharapkan perancangan corporate identity visual ini dapat menjadi interaksi yang baik antara PT Sentral Mega Konsultan dengan para target audiensnya. Dan diharapkan perancangan corporate identity ini dapat menjadi suatu langkah awal dalam persaingan dunia bisnis.
45
VI.2 Saran
Suatu perusahaan tentu tidak akan pernah jauh dengan adanya competitor. Oleh karena itu, PT Sentral Mega Konsultan harus menggunakan berbagai cara dalam melakukan periklanan untuk memajukan brand image dan lebih kreatif. Di dalam merancang suatu corporate identity terdapat beberapa hal yang harus dipahami, antara lain:
1. Dalam merancang suatu identitas visual jangan hanya berpikir bagaimana menerjemahkan suatu servis bisnis kedalam bahas visual, tetapi perancang juga harus berpikir bagaimana menyesuaikan filosofi serta visi dan misi dimaksudkan agar suatu identitas visual dapat memiliki nyawa.
2. Penggunaan media aplikasi yang dituju harus sesuai dengan aktivitas dan kegiatan dari perusahaan yang bersangkutan. Bukan hanya mengikuti perkembangan media, tetapi harus dapat memahami tentang perusahaan yang bersangkutan.
46
Daftar Pustaka
[1]
Sihombing, Danton 2001. Tipografi dalam Desain Grafis. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
[2]
Supriyono, Rakhmat. 2010. Desain Komunikasi Visual – Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Penerbit ANDI Yogyakarta
[3]
Suyanto, M. 2004. Aplikasi Desain Grafis untuk Periklanan. Yogyakarta: Penerbit ANDI Yogyakarta
[4]
Sadjiman, E.S. 2006. Metode Perancangan Komunikasi Visual. Yogyakarta: Dimensi Press.
Lampiran A: Data wawancara
HASIL LAPORAN WAWANCARA
Narasumber
:
Anggun Firdaus Pewawancara : Priki AdimartaLokasi : Ruko Mega Legenda Blok B3 No. 20 Hari/ Tanggal : Jum’at, 04 Oktober 2013
Pertanyaan:
Siapa nama lengkap bapak?
o Nama saya Anggun Firdaus, tapi biasa dipanggil pak igi
Saat ini bapak menjabat sebagai apa di PT Sentral Mega Konsultan? o Jabatan saya saat ini sebagai CEO
Sejak kapan PT Sentral Mega Konsultan didirikan?
o Usaha ini saya dirikan berdua dengan teman saya yang bernama Mahalano Pela, sejak tahun 2012 akhir
Apa PT Sentral Mega Konsultan itu?
o Merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi informasi, pelayanan yang kami sediakan seperti software, multimedia dan maintenance. Dan beberap klien kami untuk saat ini yang sudah melakukan kerjasama seperti kantor notaris, perusahaan swasta, dan instansi pemerintahan
Bagaimana asal mulanya usaha bapak ini?
o Awalnya saya dan teman saya Mahalano Pela senang “oprek” koding, sampai mendapatkan project dan sering diskusi bareng untuk menyelesaikannya. Sampai pada akhirnya kami memiliki cita-cita untuk membuka perusahaan yang bergerak di bidang