Teks penuh

(1)

Panduan Closing

Jurus Jitu Meningkatkan Penjualan

Dengan Formula SMIT

By

Arfah Husaifah

(2)

Pendahuluan

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Bagaimana kabar Anda hari ini? Semoga dalam keadaan sehat dan mendapatkan limpahan rezeki yang berkah. 

Dalam e-book ini, saya akan membagikan pengetahuan saya tentang selling, dan formula SMIT (situasi, masalah, implikasi, tuntaskan) serta teknik closing. Pengetahuan ini saya dapatkan dari mengikuti berbagai pelatihan selling serta bimbingan dari mentor selling saya. Besar harapan saya, dengan membaca dan mempraktekan pengetahuan yang ada di ebook ini, akan membantu dalam melejitkan penjualan produk anda.

Ebook ini terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama, akan membuka wawasan kita tentang selling. Dengan membacanya, semoga pikiran kita menjadi terbuka, dan mampu memahami hakikat selling. Bagian kedua, saya akan berbagi tentang teknik jitu closing sales. Semoga dengan membacanya, anda semakin termotivasi untuk berinovasi dalam selling di jalan

yang lurus dan benar (he he ). Bagian ketiga, adalah bagian inti dari ebook ini, yaitu

formula SMIT. Dengan formula ini, saya harap, anda tidak lagi kebingungan untuk melakukan closing sales, dan bisa melejitkan omset penjualan anda.

Ebook ini berisi teknik-teknik dan teori tentang sales dan closing sales. Artinya, ebook ini hanya akan menjadi pengetahuan jika dibaca dan dipahami. Namun ebook ini akan menjadi sangat praktis dan bermanfaat dalam menjalankan bisnis anda, jika DIPRAKTEKAN, alias diterapkan. So, jangan ragu-ragu untuk mmencobanya, terus praktekan, insya Allah hasilnya akan terasa dibanding tidak mempraktekkan sama sekali.

SELAMAT MEMBACA DAN PRAKTEK

(3)

BAGIAN I

What is Selling?

Untuk mengetahui makna penjualan/sales, saya ingin anda menjawab beberapa pertanyaan berikut.

1. Apakah anda pernah menjual sesuatu (melakukan selling)? 2. Kendala apa yang biasanya anda hadapi pada saat berjualan? Pernahkah anda mengalami hal-hal berikut?

1. Promosi dimana-mana, tapi tidak ada yang menghubungi anda.

2. Cerita detil tentang produk anda, tapi orang tidak tertarik dengan produk anda. 3. Costumer memiliki banyak alasan untuk tidak membeli.

4. Sudah bicara panjang lebar dalam menawarkan produk, tapi tetap saja tidak bisa closing.

5. Bahkan calon costumer anda mungkin mengatakan begini; Maaf gak tertarik

Produknya jelek Kemahalan

Apa untungnya buat saya? Saya sudah punya langganan Lain kali saja

Saya tanya suami/istri dulu

Jika anda pernah mengalami kejadian-kejadian di atas (sama seperti saya), artinya ada hal yang belum kita ketahui tentang sales dan hakikat penjualan. Rata-rata orang memahami penjualan, hanyalah melulu tentang menjual barang, sehingga aspek-aspek kedekatan tidak terbangun. Bahasa gaulnya, no chemistry antara penjual dengan costumer. Jadi, jangan heran. Jangankan membeli, calon costumer malah lari karena kesal dijadikan target penjualan. Inilah yang akan saya gali di bagian pertama ini, yaitu HAKIKAT PENJUALAN

(4)

Sebenarnya, selling bukanlah sekedar menjual sesuatu, tapi lebih dari itu. Bahkan selling adalah aktivitas yang mulia karena bisa membantu orang untuk memenuhi kebutuhannya. Jika selling dianggap hanya sekedar menjual, maka wajar jika kegagalan closing akan terjadi.

Tugas 1. Bermain imajinasi yuk!

1. Mari kita sama-sama membayangkan diri kita, sebagai orang yang ditarget oleh para penjual. (sudah berimajinasi?)

2. Seseorang menghampiri kita untuk menjual produknya. (misal produk diet pelangsing tubuh)

3. Dia menawarkan produknya dengan sangat lincah, menyampaikan keunggulan produknya, harganya, diskonnya, dan sebagainya (mungkin mirip-mirip penjual obat tradisional di pasar-pasar tradisional)

4. Tuliskan perasaan anda pada saat dijualin (dijadikan target penjualan) ...

Survey membuktikan:

 Banyak orang tidak suka dijualin (dijadikan target operasional penjualan, apalagi penjualnya maksa. Be-Te deh)

Sehingga, pada saat selling jangan melulu menawarkan produk (tidak ada pendekatan, tidak ada empati, tidak mengapresiasi orang, gak mau tau urusan orang, yang penting dagangannya laku, titik, gak pake koma).

 Sebaliknya, orang suka belanja

 Disinilah tugas seorang salesman (penjual), yaitu membantu mereka dalam

berbelanja. Mulailah dengan bertanya tentang permasalahan yang mereka hadapi. Lanjutkan dengan pertanyaan tentang mimpi mereka. Akhiri dengan memberikan solusi terhadap masalah dan mimpi mereka.

Oleh karenanya, selling adalah suatu aktivitas yang lebih mengacu pada proses membantu calon costumer atau klien mendapatkan barang yang mereka perlukan

(5)

dan inginkan. Di dalam aktivitas tersebut, ada interaksi aktif, seperti menanyakan apa kebutuhan mereka dan memberi solusi.

Dasar- dasar Penjualan

Dasar-dasar penjualan, merupakan materi wajib yang harus dipahami setiap pebisnis, siapa pun dia, termasuk seorang Affiliate Marketer.

Riset membuktikan, bahwa 80% orang membeli produk karena emosi atau terbawa perasaan, sedangkan 20% orang membeli karena logika. Misalnya, istri saya adalah orang yang sangat konsisten dalam belanja, yaitu hanya membeli barang yang dibutuhkan, bukan yang diinginkan. Namun, pernah dia membeli sebuah mug (yang tidak dibutuhkan) dengan alasan, harganya murah dan gratis sebungkus roti tawar berikut mesisnya (tadinya dia hanya mau beli roti tawar).

Saya yakin, anda ataupun keluarga anda juga pernah atau malah sering membeli produk karena tertarik dengan penawaran yang diberikan, bukan karena memerlukan barang tersebut.

Atas dasar inilah, sales, berjualan, tidak boleh dilepaskan dari aspek pendekatan emosi.

Coba anda tuliskan beberapa pengalaman anda berbelanja karena tertarik dengan penawaran yang diajukan.

1. Saya membeli produk ini karena ada hadiahnya 2. ...

3. ...

Resapi kata-kata ini

Stop Sekedar Jualan

(6)

1. Supaya produk yang kita jual laris, kita tidak hanya membutuhkan sikap optimis, namun harus paham, bahwa ini adalah bisnis. Oleh karenanya harus tahu dan mempraktekan teknik closing.

2. Ilmu tentang closing sales ini tidak dipelajari di sekolah ataupun di kuliah, namun didapatkan di lapangan, pada saat praktik yaitu berjualan.

3. Sukses ada polanya, sukses jualan juga ada polanya. Ebook ini akan membagikannya pada anda. Semoga berhasil  .

Berjualan memerlukan persiapan yang matang. Apa saja persiapan itu? Yuk jawab pertanyaan-pertanyaan berikut.

1. Kenapa orang lain harus membeli produk anda? 2. Kenapa mereka harus percaya pada Anda? 3. Kenapa mereka harus beli sekarang?

Lalu pertanyaan sebaliknya yang bisa jadi persiapan 1. Kenapa orang tidak membeli produk anda?

2. Bagaimana caranya agar mereka langsung merespon penawaran anda? 3.

Coba anda kerjakan LKB (Lembar Kerja Bisnismen) di bawah ini:

Silakan tuliskan 7 alasan kenapa orang lain harus membeli produk anda 1. ... 2. ... 3. ... 4. ... 5. ... 6. ... 7. ...

Sekarang tuliskan 7 alasan kenapa orang lain harus percaya pada anda? 1. ...

2. .... 3. .... 4. ....

(7)

5. .... 6. .... 7. ....

Lalu, tuliskan 7 alasan, kenapa mereka harus membeli produk anda sekarang? 1. .... 2. .... 3. .... 4. .... 5. .... 6. .... 7. ....

Sekarang, tulisakan 7 alasan, kenapa orang lain tidak membeli produk anda? 1. .... 2. .... 3. .... 4. .... 5. .... 6. .... 7. ....

Lalu tuliskan bagaimana caranya agar orang lain mau merespon penawaran anda secara langsung ! (yang ini tidak mesti 7, tapi juga jangan 1 ya).

Survey membuktikan bahwa 80% keberatan yang diajukan oleh calon costumer adalah sama:

1. Tidak butuh 2. Tidak tertarik 3. Tidak ada waktu 4. Tidak ada uang 5. Harganya mahal

(8)

6. Produknya jelek

7. Produk kompetitor lebih bagus 8. Saya sudah punya langganan

9. Saya tanya Suami/istri dulu (alias ngeles) 10. Pikir-pikir dulu

11. Dll

Jadikan jawaban-jawabban tersebut sebagai amunisi untuk mengatasi calon costumer seperti itu.

Apa Yang harus dilakukan untuk melakukan penjualan

Setelah kita mampu mengidentifikasi masalah, maka kita coba untuk mengatasi masalah. Dalam penjualan, ada beberapa hal yang harus anda lakukan untuk menyelesaikan masalah selling.

Temukan Hot Button

Hot Button adalah tombol utama yang bisa membuat calon costumer tertarik. Hot button

ini meliputi impian atau cita-cita, kebutuhan, dan masalah costumer. Misalnya, jika kita

mau menawarkan program sekolah Afiliasi pada calon costumer, maka temukan dulu, cita-cita/impian costumer. Jika cita-citanya ingin menjadi pengusaha sukses baik di offline ataupun online, maka tawaran program sekolah Afiliasi akan dianggap bisa menjadi

jembatan untuk meraih mimpi. Demikian juga bagi orang yang sudah memulai bisnis, namun bisnisnya stagnan, alias jalan di tempat, bahkan bisnisnya mengikuti pepatah hidup segan mati tak mau, maka tawaran sekolah Afiliasi bisa jadi solusi terhadap permasalahan bisnisnya, dan dibutuhkan untuk memajukan bisnisnya.

Bagi orang yang sudah merasa nyaman dan enjoy dengan pekerjaannya, dan tidak suka mengambil resiko, tawaran sekolah Afiliasi, tidak akan menarik buat dia. Paling dia berkata, buat apa? Saya tidak butuh. Maka meyakinkan orang dengan mengkaitkan impiannya (menjadi orang kaya, bebas finansial, punya penghasilan pasif, tidak perlu bekerja seumur hidup, tapi bisa tetap hidup nyaman), adalah penting alias urgent. Dari impian itu, dia akan butuh dan bisa jadi solusi untuk meraih mimpinya.

(9)

Inilah tiga kata kuncinya:

Untuk bisa mengetahui hot button, maka pertanyaan-pertanyaan ini bisa membantu anda. A. Apa yang paling DIINGINKAN Customer?

B. Apa yang paling DITAKUTKAN Customer? C. Apa MIMPI Customer yang Ingin Anda bantu? D. Apa KEBUTUHAN Customer yang ingin Anda penuhi E. Apa MASALAH Customer yang ingin Anda selesaikan?

Bangun kedekatan

Membangun kedekatan dengan calon costumer adalah hal yang mutlak harus dilakukan untuk bisa menarik perhatiannya. INGAT, manusia punya perasaan, jangan diabaikan. Jika kita melakukan penjualan tanpa memberikan empati pada calon costumer, maka dia akan merasa bahwa anda seperti robot, tidak berperasaan.

Bayangkan jika anda sedang membawa anak kecil (anak, adik, keponakan, atau saudara anda jalan-jalan. Lalu ada penjual mainan yang menawarkan mainannya)

Skenario pertama, penjual mainan itu menawarkan mainan nya pada anda dengan ungkapan ‘sayang anak, sayang anak’. Lalu anak yang anda bawa, memintanya. Penjual tersebut mengatakan “ayo pak/bu, masak gak sayang sama anaknya, daripada nanti nangis” (sambil memperagakan mainan yang membuat si anak tambah ngotot untuk membeli). Skenario kedua, penjual mainan itu menyapa anda, lalu mengatakan, ‘anak bapak terlihat cerdas dan aktif, pasti bapak sangat sayang pada anak tersebut.’ Ketika anak tersebut meminta barang mainan yang dijualnya, si penjual berkata; “adik pintar, jangan menangis ya!”. Lalu dia menjelaskan barang mainan yang diminta si anak dan memberi pilihan

DREAMS

PROBLEMS

(10)

alternatif yang sesuai dengan isi kantong anda. Bahkan dia menawarkan kartu nama jika anda tidak bisa membelinya karena tidak bawa uang.

Penjual mana, yang bisa menarik perhatian anda untuk membeli barangnya? Bahkan mungkin membuat anda jadi tidak tega untuk tidak membeli produknya?

Penjual di skenario satu, hanya peduli terhadap penjualannya. Dia hanya berfikir “yang penting, barangnya laku”.

Sedangkan penjual di skenario kedua, tidak bersikap memaksa, dan mau mengerti keadaan anda, bahkan merebut hati anda dengan memuji anak anda. Sudah pasti anda akan memilih membeli produk jualannya dan menjadi langganannya.

Ketahui ciri-ciri closing

Jika kedekatan telah terbangun, maka penting bagi anda untuk mengetahui ciri-ciri closing. Biasanya diawali dengan calon costumer yang :

ANTUSIAS. Terlihat dari gerakan tubuh mulai mengikuti, pemilihan kata mulai sama, tatapan mata fokus, manggut-manggut. Jika ada berbisnis secara offline, gerak tubuh akan terbaca pada saaat calon costumer tertarik dan antusias. Misalnya, yang asalnya sedang memainkan gadget, lalu dia menghentikannya, memandang anda, mengiyakan atau menjawab

pertanyaan anda dengan serius, alias tidak asal-asalan. Di bisnis online, antusiasme tidak terlihat dari gerak tubuh tapi dari komunikasi.

BANYAK NANYA. Tanya spesifikasi produk, berupa warna, rasa, varian, jenis, harga, cara pembayaran, nomor rekening.

MENGHUBUNGI ANDA BERKALI-KALI. Jika calon costumer mulai menghubungi anda berkali-kali melalui berbagai sarana komunikasi (sms, bbm, telepon, ngajak ketemuan), artinya sudah 90% dia membeli produk anda.

Sesudah tiga tahapan tersebut, saat nya anda melakukan CLOSING SALE.

(11)

Bagian II

17 Teknik Closing Sales (Ringkasan materi Kang Dewa Eka Prayoga)

Bagian kedua dari ebook ini adalah kupas tuntas mengenai teknik closing, untuk mengatasi problem-problem penolakan. Penguasaan teknik closing ini sangat penting, karena akan memperbesar konversi (% closing) anda. Jika tingkat konversi anda besar, maka costumer pun akan banyak. Sebaliknya, jika tingkat konversi anda kecil, maka costumer anda pun akan sedikit.

Misalnya, jika dulu anda presentasi atau melakukan penawaran produk pada 100 orang, lalu yang menjadi costumer hanya 10, maka setelah tahu teknik closing dari SekolahAfiliasi.com, diharapkan dari 100 penawaran, anda bisa melakukan 80% closing, alias mendapatkan buyer, atau pelanggan sebanyak 80.  Amiin

Teknik closing yang akan saya ajarkan, bisa dilakukan untuk penjualan di bisnis offline ataupun online. Karena internet hanyalah media, sedangkan materi ini bersifat umum bagi setiap penjual. Khususnya adalah penjual yang punya cita-cita tinggi seperti anda. Jadi, anda bisa melakukan penawaran yang berakhir closing sale bukan penawaran yang bikin pusing. Anda dapat memberi manfaat pada pelanggan/costumer, dan costumer pun memberi manfaat pada anda dengan membeli produk anda. Win-win solution. Keren kan?

I

NILAH

17

TEKNIK

C

LOSING SALES YANG HARUS ANDA KETAHUI

,

PAHAMI

,

DAN PRAKTEKAN

.

Teknik 1. Ya ya ya

Buat Calon Customer berkata“YA” sebanyak-banyaknya

Misalnya

(12)

“Bu, sebelumnya ibu memang sering kesini, ya?” | “Iya….” “Mudah kan bu, menemukan alamat kami?” | “Iya…” “Produk ini cantik sekali bu, ya?” | “Iya…”

“Ibu mau ambil produk yang ini?” | “Iya…” Atau

“Bapak sebelumnya mohon maaf, bapak rencana mau beli mobilnya untuk keperluan pribadi atau keluarga?” |”Keluarga…”

“Oh begitu ya pak… Bapak lebih suka yang warna hitam atau putih?” | ”Hitam…” “Bapak pilih yang manual atau matic? | “Manual…”

“Oh ya, ngomong-ngomong, rencana bapak maubayar cash atau kredit? | “Kredit…”

Kuncinya

Jangan biarkan Calon Customer berkata: “NGGAK!”, “TIDAK!”, dan hal-hal yang serupa Contoh pertanyaan SALAH: “Ibu jadi beli apa nggak? | “NGGAK!!!”

Pertanyaan tersebut secara tidak langsung mengarahkan pikiransi ibu untuk berkata: “NGGAK!

Arahkan pikiran mereka untuk menyetujui pernyataan Anda. Gunakan pertanyaan terbuka. Contohnya: “Ibu pilih yang ini atau yang ini?, “Suka yang ini atau yang ini?”, dll

Atau gunakan pertanyaan yang jawabannya “YA... YA… YA…” (seperti contoh sebelumnya)

“YA” yang terulang akan membentuk sebuah Pola

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa diperlukan 3-8 jawaban “YA” agar pola ini benar-benar terbentuk. Yang harus Anda ingat, jangan terlalu banyak juga. Kenapa? Orang jadi BT! Nah, jika sekiranya Anda sudah tahu kapan harus benar-benar CLOSING, pada akhir

pertanyaan, arahkan pikiran calon customer untuk berkata “YA, SayaMau Beli…”

Teknik 2. YANG NANYA YANG MENANG

Jangan Menghentikan Percakapan Berakhir di Anda. Tanya balik…

(13)

“Wah Harganya MAHAL!” | “Iya bu, dari sananya emang mahal” (GAGAL CLOSING!), Pasrah….

“Wah Harganya MAHAL!” RESPONNYA BEGINI….

“Oh iya bu memang Mahal… Tapi sebelumnya mohon maaf, ibu membandingkannya dengan apa, ya?”

“Memang mahal bu.. Tapi sebentar, bukankah ibu menginginkan produk yang sangat berkualitas?”

“Oh gitu… Menurut ibu nih, berapa harga yang pantas untuk produk ini?”

“Saya Nggak Butuh!” | “Oh gitu. Ya udah deh pak…” (GAGAL CLOSING!), Pasrah…. “Saya Nggak Butuh!”

RESPONNYA BEGINI….

“Oh begitu… Sekarang mungkin bapak tidak butuh. Tapi apakah bapak nanti tidak membutuhkannya?”

“Sebentar pak, apakah bapak sudah tahu khasiat dari produk ini?”

“Oh gitu.. Kira-kira nih menurut bapak, siapa teman/ saudara bapak yang membutuhkan produk ini?”

Intinya,

Coba Anda perhatikan contoh tadi, setiap kali calon customer mengungkapkan keberatannya, ketika Anda jawab, selalu Anda akhiri dengan pertanyaan… Disinilah maksudnya…

Jangan pernah menghentikan percakapan berakhir di Anda.

Langsung tanya balik…

Contoh percakapan yang berakhir di Anda: P : “Wah Harganya MAHAL!”

A : “Iya bu, dari sananya emangmahal” <--Pasrah… Selesai… NggakCLOSING.. HarusnyaTANYA BALIK!

Penjual yang hebat itu bukan yang banyak nyerocos, tapi yang banyak nanya. Tapi… Nanyanya dengan cara yang elegan. Jangan ngawur!

(14)

Setiap kali calon customer Anda mengungkapkan keberatannya, apapun itu, Anda siapkan Sales Script berupa pertanyaan untuk ditanyakan balik menggunakan teknik “YANG NANYA YANG MENANG” ini…

Pokoknya, yang paling banyak nanya dengan pertanyaan-pertanyaan berkualitas, dialah yang akan memenangkan percakapan. CLOSING….

Teknik 3. 1 2 3

Berikan 3 Keuntungan secara ringkas dalam Satu Penawaran

Misalnya

“Kalau ibu pakai produk ini, ibu akan Lebih Sehat, Lebih Cantik, dan terlihat 10 tahun Lebih Muda. Coba saja bu…”

“Ikut Seminar ini, akan membuat Anda Lebih Kaya, Lebih Sukses, dan memiliki Lebih Banyak Jaringan”

“Produk ini Lebih Murah, Lebih Cepat, dan Lebih Dapat diandalkan untuk berinternet daripada produk lainnya”

“Jika Anda membeli mobil hari ini, kami akan Memberikan Asuransi, Bebas Pajak, dan Tangki Penuh Bahan Bakar”

“Kalau ibu beli hari ini, ibu bisa dapat BONUS ekstra bed, bantal, dan GRATIS diantar sampai rumah”

Intinya

Anda berikan 3 Keuntungan secara ringkas dalam satu penawaran. Orang biasanya suka dengan produk yang manfaatnya banyak, terlepas apakah produknya barang atau jasa.

Teknik 4. NOW or NEVER

Mereka harus memutuskan saat itu juga, kalau tidak, mereka akan MENYESAL

Misalnya

(15)

“Sekaranglah saat yang paling tepat untuk bertransaksi. Besok mungkin harganya akan naik” “Stok kami untuk barang ini sangat terbatas. Jika tidak diambil sekarang, Anda akan

kehabisan.”

“Sudah ada calon pembeli yang menawarnya. Saya khawatir barangnya habis. Lebih baik ambil sekarang”

“Ini adalah hari terakhir promo…”

“Sekali seumur hidup. Tidak akan diadakan lagi…”

“Jika Anda mendaftar hari ini, aku akan berikan tambahan diskon 2%. Tetapi khusus hari ini saja.”

“Silakan ambil atau tinggalkan. Ini adalah satu-satunya kesempatan” “Hari ini harga hanya Rp150.000. Besok harga naik 10x lipat”

“Voucher DISKON ini hanya berlaku sampai malam ini. Besok vouchernya hangus!” Bisa dipahami contohnya?

Yang harus Anda ingat, calon customer itu SUKA MENUNDA! Misal:

“Nanti saja ya…” “Besok aja deh…” “Pikir-pikir dulu ya…”

“Aku harus tanya suami dulu nih….”, dll

Intinya,

Teknik “NOW OR NEVER” ini akan memaksa calon customer untuk tidak menunda. Kenapa? Karena jika dia menunda, akan ada kerugian besar. Entah masa promo nya (DISKON,

HADIAH, BONUS, dll) yang habis, atau produknya yang tidak ada lagi, atau bahkan harganya yang akan naik.

Teknik ini cocok untuk Anda yang sedang mengadakan promo-promo kreatif. Atau memang momen khusus yang memiliki keterbatasan jumlah produk, jumlah waktu, atau jumlah pembeli.

(16)

Teknik 5. Surprise

Berikan sesuatu yang menyenangkan mereka

Misalnya,

“Khusus untuk Anda, Saya akan memberikan Powerbank secara GRATIS! Tolong jangan cerita ke pelanggan lain ya…”

“Saya akan menambahkan ekstra baterai untuk setiap pembelian Blackberry tipe xxxx” “Karena mba sudah jadi customer kami, untuk pembelian berikutnya FREE Ongkos kirim…” “Karena ibu sering belanja di sini, kami akan berikan Sesuatu Khusus untuk ibu…”

“Akang ini orang spesial bagi perusahaan kami. Saya akan berikan BONUS Spesial khusus untuk akang…”

Intinya,

Orang itu suka dengan Kejutan. Lebih baik Anda tidak menjanjikan lebih tapi pada akhirnya akan memberikan sesuatu yang lebih, daripada menjanjikan lebih tapi pada kenyataannya Anda tidak menepatinya.

Teknik ini akan sangat berguna terutama untuk memancing pembelian berikutnya. Orang kalau sudah puas dan bahagia, biasanya akan terus-terusan beli ke kita. Bahkan bisa jadi dia akan menyebarkan virus WOMM ke teman-temannya karena kebahagiaan tersebut.

Gak ada ruginya kan, berbagi kebahagiaan?

Teknik 6. PERBANDINGAN

Beri tiga penawaran. Yang akan dijual, simpan di urutan 2.

Anda ingin menjual produk “X”, harganya Rp 185.000. Produk ini awalnya nggak laku. Kalau Anda menggunakan teknik Perbandingan, Anda akan buat produk A dan B yang notabene produk A lebih mahal dan produk B lebih murah. Sedangkan produk X harganya di tengah-tengah, kualitasnya pun demikian.

(17)

“Ibu, produk A harganya Lebih Mahal. Kualitasnya pun memang sangat bagus. Kalau produk X ini harganya lumayan terjangkau. Kualitasnya juga bagus. Cocok untuk Ibu. Kalau produk B harganya murah banget. Tapi ya itu, kualitasnya pun biasa-biasa saja.

Jika Anda HARUS memilih, Anda mau beli produk yang mana?

Berdasarkan survei Saya ke beberapa orang di beberapa tempat, ternyata orang cenderung memilih produk yang pertengahan, yaitu produk X. Apalagi kalau yang A dan B sudah kita setting lebih mahal dan lebih murah.

Akan terasa berbeda jika Anda hanya menjual produk X saja. Tidak ada yang dibandingkan. Orang justru cenderung tidak beli.

Alhasil, teknik Perbandingan sangat efektif jika dibandingkan dengan tanpa adanya perbandingan.

Tenik 7. HARGA CORET

Tunjukan Harga Asli dan Harga Penawaran terbaru. Biarkan dia menghitung sendiri…

Teknik ini mirip-mirip dengan teknik Perbandingan. Perbedaannya terletak pada

kesederhanaannya, karena lebih simpel. Anda tinggal cantumkan harga terdahulu (harga aslinya) terus dicoret dan tampilkan harga Penawaran Anda saat ini.

Perhatikan 2 contoh berikut ini:

A B

A. Rp 95.000 B. Rp 309.000

Rp 95.000

Lebih emosional mana? A, atau B?

Orang cenderung ingin MENGHEMAT. Sadar nggak sadar, kalau pakai Teknik Harga Coret, orang akan menghitung sendiri berapa uang yang akan mereka hemat ketika dia

memutuskan untuk membeli. Rp 95.000

(18)

Teknik 8. MENJILAT

Katakan bahwa DIA HEBAT. Anda KAGUM dan TERKESAN dengannya

Anda puji calon customer Anda. Karena orang suka dengan pujian..

Semakin Anda jago dalam memujinya dan membuat ‘hidungnya melayang’, semakin besar potensi Anda CLOSING… Hehehe

Misal

Wiih mantep! Cantik sekali mba… Baju ini memang cocok banget dipake sama mba” “Wow kereeen…!! Mas terlihat lebih muda pake kemeja itu. Pas banget…”

“Wah sepertinya bapak ini ahli komputer. Pasti bapak dapat melihat betapa bagusnya komputer ini untuk bapak gunakan.”

“Gaun ini terlihat sangat bagus ibu kenakan. Teman-teman ibu pasti juga akan terkesan jika ibu memakai gaun merah ini.”

“Bapak ini LUAR BIASA! Istri bapak pasti akan senang jika bapak membelikan kalung ini untuknya. ”

Teknik 9. BANDING PESAING

Terutama berlaku untuk Produk Mahal, Edukasi dengan cost total.

Misal

“Memang benar bu. Kalau ibu ambil produk di tempat lain, harganya memang lebih murah. Tapi ya itu bu, coba ibu hitung sendiri, kalau di kita ambil mahal tapi bisa dipakai untuk 2 tahun. Di tempat lain memang murah, tapi setiap 3 bulan ibu harus mengganti karena mungkin rusak. Ibu bisa hitung sendiri berapa uang yang harus ibu keluarkan dalam duatahun…”

“Suplemen ini harganya memang mahal. Tapi kalau bapak coba minum suplemen ini selama 1 bulan, rasa sakit yang bapak rasakan selama ini Insya Allah bisa sembuh. Kalau suplemen merek lain memang harganya murah, tapi bapak akan ketergantungan dan setiap bulan harus menganggarkan uang untuk beli suplemen tersebut. Silakan bapak pilih sendiri…”

(19)

Teknik 10. TAMPAK MURAH

Pecah Biaya yang Dikeluarkan Customer agar TERLIHAT LEBIH KECIL

Ada sesuatu yang ‘Gelap’ dari harga yang ditawarkan. Sebenarnya, harganya tetap saja sama. Tapi Anda memecahnya menjadi lebih kecil, sehingga terlihat tampak lebih murah Anda bisa pecah menjadi bulanan, mingguan, harian atau sesuai paket yang Anda tawarkan.

Misal

“Hanya dengan Rp 5.000/hari, kini Anda bisa menikmati siaran langsung Serie-A di TV kesayangan Anda.”

“Sekarang cukup Rp 35.000/minggu, Anda bisa menikmati makanan spesial kami SEPUASNYA”

“Cukup Rp 3.000.000/bulan, Anda bisa memiliki rumah impian Anda selama ini…”

Bandingkan dengan

“Hanya dengan Rp 150.000/bln, kini Anda bisa menikmati siaran langsung Serie-A di TV kesayangan Anda”

“Sekarang cukup Rp 140.000/bln, Anda bisa menikmati makanan spesial kami SEPUASNYA” “Cukup sediakan Rp 300.000.000, Anda bisa memiliki rumah impian Anda selama ini…”

Rasakan bedanya

Teknik 11. Todongan

Hadirkan rasa malu JikaTidak Membeli

Anda akan menodong si calon customer secara tidak langsung agar rasa malu atau ‘nggak enakan’ nya muncul

CARANYA?

Anda bisa berikan makanan spesial untuknya jika Anda bertemu dengannya. Atau

(20)

Pokoknya, semakin banyak yang Anda berikan untuknya, bahkan itu spesial, semakin tinggi rasa ‘nggak enakan’ itumuncul<--ini namanya NODONG!

Teknik ini cocok jika Anda punya produk yang nilai harganya besar. Kalau harganya murah, pakai teknik lain saja. Karena teknik ini mengeluarkan biaya, Anda harus ingat itu.

Teknik ini tidak akan mempan untuk orang-orang yang nggak tahu diri! Udah dikasih banyak, eeh nggak CLOSING…

Teknik 12. EMPATI

Tunjukan Anda bisa MERASAKAN apa yang Mereka Rasakan

Misal,

“Sebelumnya Saya juga memiliki masalah yang sama, tetapi setelah memakai produk ini, semua masalah yang mengganggu hilang dalam sekejap!”

“Produk ini cocok untuk Saya. Mungkin Anda bisa mencobanya…”

“Dulu Saya pun berpikir sama seperti Anda. Semua MLM itu sama. Dan Saya benar-benar bisa merasa kan apa yang Anda rasakan sekarang. Tapi setelah Saya menemukan MLM ini, perasaan tersebut berubah. Jika tidak percaya, Anda bisa luangkan waktu 15 menit untuk Saya jelaskan lebih dalam?”

Sekali lagi, NO RAPPORT, NO SALE! Teknik ini adalah teknik Paling Ampuh dalam membangun kedekatan. Semakin Anda dekat, semakin besar potensi CLOSING

Ketika Anda bisa merasa bagaimana rasanya menjadi mereka, CLOSING akan tejadi dengan sendirinya.

Teknik 13. EKSKLUSIF

Tidak Semua Orang Bisa Mendapatkan Produk ini, TERBATAS!

“Maaf, tidak semua orang bisa ikut Training ini. Khusus member saja…” “Produk ini jumlahnya terbatas. Hanya ada 3…”

(21)

“Produknya ini sangat eksklusif…” dll…

Yang perlu Anda catat, Anda tidak boleh berbohong. Kalau memang tidak terbatas, ya jangan katakan terbatas. Gunakan sesuai porsinya.

Yang termasuk terbatas itu, TIDAK sampai puluhan jumlahnya. Kalau sudah sampai puluhan, ratusan, bahkan ribuan, itu sudah tidak terbatas lagi.

Hati-hati, jangan sampai blunder…

Teknik 14. BRIDGING

Arahkan Customer secara tidak langsung. Biarkan mereka Memilih sendiri

Teknik ini mirip-mirip dengan Teknik Perbandingan. Letak perbedaannya adalah kalau teknik Perbandingan ada sedikit kecenderungan untuk beli ke produk yang ke-2, kalau yang ini tidak ada.

Tunjukkan ke calon customer produknya apa saja. Pastikan mereka memilih apa yang ingin mereka pilih. Anda hanya memastikannya itu cocok untuknya.

Anda hanya berfungsi sebagai jembatan di antara pilihan-pilihan yang mungkin mereka pilih. Teknik ini cocok untuk Bisnis yang basic Jualannya menggunakan Toko, seperti Butik,

Fashion, Retail, dll.

Teknik 15. JOKE

Buat orang TERTAWA atau TERSENYUM dengan penawaran/kata-kata Anda.

Ketika Anda berhasil membuat orang lain tertawa, maka mereka akan lebih menyukai Anda Orang lebih suka membeli dari orang-orang yang disukainya.

Orang kalau sudah berpikir senang, ketawa-ketiwi, jarang berpikir negatif. Termasuk berpikir bahwa Anda tuh sedang Jualan.

Ceritakan cerita-cerita lucu atau lelucon yang sekiranya bisa buat calon customer Anda tersenyum bahkan tertawa lepas.

(22)

Teknik 16. JIKA…MAKA..

APA KERUGIAN MEREKA JIKA TIDAK MEMILIKI PRODUK INI ?

Teknik ini mirip-mirip dengan teknik NOW OR NEVER. Bedanya teknik ini seperti bukan teknik. Padahal sengaja kita ungkapkan agar si calon customer bisa berpikir tentang kerugiannya kalau tidak membeli.

“Jika Anda tidak mencegahnya, maka keluarga Anda ada dalam ancaman demam berdarah. Sebaiknya kita mencegah dengan membeli obat oles anti nyamuk seperti ini.”

“Jika kita tidak ikut asuransi perlindungan, maka akan banya ksekali biaya yang akan kita keluarkan saat terjadi kecelakaan.”

Jika Anda tidak membelinya sekarang, maka besok Anda harus mengeluarkan biaya lebih tinggi untuk membelinya.”

Teknik 17. CERITA ORANG

Beri TESTIMONI atau PENGALAMAN ORANG LAIN

Orang cenderung LEBIH YAKIN jika Anda menceritakan pengalaman orang lain kepadanya. Terlebih, jika pengalaman tersebut ada kemiripan dengan si calon customer.

Misalnya,

Bisnis Anda adalah BimbinganBelajar.Tiba-tiba ada seorang ibu yang ragu dengan kualitas bimbel Anda. Anda bisa mengatasinya dengan teknik ini:

“Tahun lalu ada seorang ibu yang juga mengajukan pertanyaan yang sama. Tampaknya ia juga merasa ragu dengan kualitas bimbingan belajar ini. Setelah putranya mengikuti kelas percobaan, ia akhirnya merasa yakin dengan kualitas kami. Putranya sekarang sudah lulus dan masuk ITB. Dan saya pikir ibu itu sangat puas dengan bimbingan belajar kami, karena baru 2 hari yang lalu sang ibu memasukkan putra keduanya ke bimbingan belajar ini juga.”

Demikianlah, 17 Teknik Closing yang bisa anda praktekan dalam berjualan, termasuk dalam berbisnis Affiliasi.

(23)

Anda TIDAK HARUS Hafal ke 17 teknik tersebut, Yang Paling Penting Anda PAHAM… Banyak Praktik, Banyak Latihan… Hasilnya menyusul…

Perhatian!

KUASAI TEKNIK-TEKNIKNYA LATIH TERUS MENERUS!

Anda bisa mencoba 17 teknik closing tersebut dengan mengerjakan Tugas berikut: Buatlah penawaran produk dengan mengikuti 17 teknik closing dalam bentuk tulisan/iklan yang berpengaruh.

Bagian III

The Killer Closing Sales Technique

Formula SMIT Sales

Setelah anda memahami hakikat selling, dan 17 teknik closing yang terbukti ampuh menghasilkan penjualan, mari kita pelajari formula atau resep closing yang merupakan intisari dari semua teknik closing yang telah kita bahas sebelumnya. Formula ini, saya beri nama SMIT, yaitu singkatan dari Situasi, Masalah, Implikasi, dan Tuntaskan.

No

Selling

Dying

No

(24)

Untuk bisa menguasai formula ini, maka kita harus memulainya dengan bertanya. Mengutip perkataan James Gwee, penulis buku laris “Positive Business Ideas”, “untuk menjadi seorang

sales andal, yang diperlukan bukanlah pintar berbicara, melainkan pintar bertanya.”

Siap untuk mempelajari ini?

1. Situasi

Memahami situasi dan kondisi orang yang akan kita bantu untuk memenuhi kebutuhannya adalah syarat awal yang harus kita lakukan. Mulailah bertanya tentang kondisi dan keadaannya pada saat ini. Apa yang membuatnya terlihat gembira, berseri-seri, sedih, kesal, atau marah. Cairkan suasana dengan menjadi orang yang mau mendengar dan empati.

Misalnya: jika orang tersebut sedang senang karena akan bertemu keluarga, maka tunjukan bahwa kita juga ikut bahagia. Jika orang tersebut sedang kesal karena anaknya tidak lulus masuk Perguruan Tinggi favorit, hiburlah dengan memberi kisah-kisah orang sukses yang tidak kuliah, dsb. (berarti, kita harus punya banyak

pengetahuan yaa!)

Setelah suasana cair, mulailah bertanya tentang kondisi bisnis, pekerjaan atau keluarganya yang menyenangkan. Pujilah kehebatannya dalam berbisnis, mendidik keluarga, atau sukses dalam pekerjaannya. Kita bisa menggunakan teknik menjilat dalam perbincangan tersebut juga teknik membuat dia tersenyum.

Contoh:

Saya bertemu dengan seorang perempuan yang baru saya kenal. Saat itu, saya sedang berjualan produk kesehatan untuk detoksifikasi dan cocok untuk penderita diabetes. Saya berkenalan, lalu bertanya ibu berasal dari mana, kondisi keluarga dan anaknya, lalu saya bertanya keluarga ibu alhamdulillah sehat-sehat ya? Lalu

mengobrol tentang masalah kesehatan.

Lalu, ibu itu berkata: “saya sekeluarga adalah penderita diabetes, gak ada obatnya, mesti menjaga makanan, biaya perawatan rumah sakitnya pun mahal”. (saya menyimak dengan baik perkataan ibu tersebut). Lalu saya tanyakan ihwal pengobatan yang pernah dia jalani dan berapa biayanya. Saya tunjukan empati terhadap penderitaanya (curhat nya). Saya sama sekali belum menyinggung produk jualan saya. Saya malah bercerita begini: “saya punya tetangga, seorang herbalis, dia

(25)

punya sebuah pohon ajaib, namanya pohon daun Afrika, katanya, daunnya bisa jadi obat untuk diabetes, dan rasa daunnya ajaib, ketika dikunyah (mentah) rasanya pahit sekali, tapi setelah beberapa saat, mulut kita jadi terasa manis seperti makan

permen.

Ibu tersebut, langsung merespon: “wah, saya mau coba tuh, dimana saya bisa mendapatkannya?”

Sayangnya tetangga saya tidak menjual pohon tersebut, tapi saya punya obat herbal yang bisa mengeluarkan racun sekaligus baik untuk penderita diabetes.

“apa obatnya?” (sudah mulai ada ketertarikan dan chemistry). Saya beri solusi, dan bisa langsung closing.

Intinya,

1. Jangan langsung menjual tanpa tahu situasi dan kondisi orang yang kita hadapi.

Buatlah suasana yang nyaman, jadilah pendengar yang baik, dan pujilah orang tersebut. Makin sering anda membuat dia tersenyum, dan tertarik sekaligus tersanjung, kedekatan makin terjalin.

2. Tahap awal ini sering disebut sebagai tahap PENGKONDISIAN. Anda

mengkondisikan target dengan menggunakan beberapa teknik closing, yaitu Teknik Bertanya, Teknik Menjilat, Teknik Empati, Teknik Joke atau Membuat Target Tersenyum. Pada saat itu sudah ada chemistry antara Anda dengan dia.

3. Tahap ini, Anda belum menargetkan closing, tapi jika Anda mampu closing pada

tahap ini, maka itu rejeki Anda :D

2. Masalah

Mengidentifikasi masalah, adalah tahapan selanjutnya setelah Anda mengkondisikan calon pelanggan Anda. Identifikasi masalah ini sangat penting, karena akan bisa mengarahkan pada solusi dan closing. Selain itu, identifikasi masalah akan

mengarahkan arah pembicaraaan pada solusi, sehingga obrolan tidak menjadi ngalor

ngidul , tidak jelas ujung pangkalnya.

Contoh identifikasi masalah pada saat berbincang-bincang.

(26)

Target: Siang

Saya: Sepertinya bapak, seorang pengusaha sukses. Target: “wah, tahu dari mana?”

Saya: dari penampilan bapak, aura yang terpancar adalah aura kebahagiaan Target: sok tahu, saya Cuma PNS koq.

Saya: kalau begitu bapak seorang PNS yang bahagia (jangan lupa, buat target tersenyum dan tersanjung)

Target: bisa aja kamu.

Saya: oya, bapak kerja dimana? Target: di dinas kehutanan

Saya: wah, banyak keluar-masuk hutan dong, pernah ketemu tarzan? Target: ngaco kamu, ya, nggak lah

Saya: hehe bercanda pak, teman saya juga ada yang kerja di dinas kehutanan, dia sering dinas keluar daerah, termasuk ke ambon malah, padahal katanya di sana daerah konflik.

Target: ya, itu kan resiko pekerjaan

Saya: berarti, bapak orang hebat, karena sanggup menanggung resiko berat

Target: ya, begitulah, namanya juga cari makan, harus kerja keras, gak boleh malas. Saya: keluarga gak pernah protes pak, kalau ditinggal dinas, atau khawatir akan keselamatan bapak?

Target: istri dan anak saya sudah biasa ditinggal.

Saya: keluarga bapak berarti hebat juga yah. Sepertinya menjalani hidup seperti bapak, nyaman ya? Karir aman, penghasilan aman, keluarga juga nyaman. Rasanya nggak ada yang kurang.

Target: ya, alhamdulillah. Tapi namanya manusia ada saja yang kurang. Saya: Misalnya apa pak?

Target: ya, seperti saya misalnya. Sebenarnya saya sudah lelah bekerja dinas seperti ini, saya juga ingin bekerja tanpa harus meninggalkan keluarga. Tapi mau gimana lagi.

Saya: nggak coba bisnis pak? Siapa tahu ada yang cocok.

Target: bisnis apa? Saya nggak pandai bisnis, lagipula beresiko. Kalau gagal bisnis, gimana? Anak saya mau makan apa?

(27)

Sampai sini, masalah sudah teridentifikasi yaitu ingin dekat dengan keluarga, tapi bingung cara mencari uang untuk nafkah anak-istri jika tidak bekerja sebagai PNS. saya bisa langsung closing dengan menawarkan produk jasa saya.

Saya: saya punya cara bisnis yang resiko nya kecil, penghasilannya cukup besar. Sudah banyak orang yang mencoba, dan berhasil. Hanya saja perlu ketekunan dan kemauan besar untuk belajar.

Target: bisnis apaan? Jangan-jangan penipuan. Saya: ganteng begini, masak menipu pak? Target: justru yang ganteng banyak jadi penipu

Saya: (pasti tertawa bersama). Nggak lah pak, dosa. Saya juga punya keluarga, dan tidak mau menyusahkan mereka. Bapak mau tahu bisnisnya?

Target: boleh deh, siapa tahu menarik. Saya: saya buka bisnis affiliasi di internet. Target: apa itu bisnis affiliasi?

Saya: affiliasi itu semacam reseller produk, tapi online. Target: gimana cara kerjanya?

Terangkan cara kerjanya dengan detil dan menyenangkan. Selipi dengan gurauan, supaya obrolan menjadi hangat.

Saya: gimana pak, tertarik untuk mencoba? Siapa tahu bisa jadi solusi bapak untuk menambah penghasilan, bahkan bapak bisa ambil pensiun dini secepatnya. Jadi impian bapak untuk selalu dekat dengan keluarga sekaligus tetap menghasilkan uang, bisa tercapai.

Intinya :

1. Ketika pertama kali bertemu dengan orang, jangan sekali-kali langsung bertanya apa masalahnya, tapi perlu pengkondisian terlebih dahulu. Setelah terbentuk chemistry, Anda dan target sudah terbangun obrolan yang lancar, target sudah ceplas ceplos, baru Anda mulai bertanya tentang masalah-masalah mereka, impian yang belum terwujud, dan kebutuhan-kebutuhan mereka. Beri solusi, maka Anda pasti bisa closing.

2. Gunakan teknik Ya ya ya, teknik yang nanya yang menang, teknik 1 2 3, teknik now or never, teknik surprise, dll.

(28)

3. Pada tahap ini sebetulnya Anda sudah bisa closing. Tapi jika belum terjadi closing, jangan dipaksakan. Lanjutkan proses tahap ketiga, yaitu Impikasi.

3. Implikasi

Maksud dari implikasi adalah menyadarkan calon costumer tentang dampak yang akan menimpanya jika tidak segera menyelesaikan masalah, ataupun meraih

mimpinya. Misalnya, kita bisa menyampaikan begini; “jika bapak tidak segera belajar tentang internet marketing, bisnis bapak bisa jalan di tempat. Apalagi di tengah iklim persaingan bisinis yang ketat, perusahaan kita bisa tersingkir. Bukankah saat ini banyak perusahaan yang di merger karena mengalami tanda-tanda kebangkrutan? Atau jika kita meneruskan contoh dialog di atas:

Saya: belajar bisnis afiliasi ini minim resiko pak. Namun perkembanganya pesat, semakin banyak orang yang tahu, makin banyak juga pemainnya, sehingga

saingannya nanti akan sangat ketat. Jika bapak tidak memulai dari sekarang, nanti keburu ketat persaingannya. Lagipula program ini bisa jadi jalan tol untuk

menambah penghasilan bapak.

Jika tidak mulai sekarang, bisa menghambat pencapaian cita-cita bapak lho? Target: ok. Saya coba deh

Closing.

Intinya :

1. Buat kondisi keterdesakan bagi target. Terus bertanya implikasi yang akan menimpa target jika tidak segera action. Misal, masalahnya akan bertambah berat, impiannya akan semakin sulit terwujud, dll.

2. Kembali gunakan teknik ya ya ya, teknik surprise, teknik bertanya, teknik now or never, Teknik Exlusive, Teknik Tampak Murah, dll.

4. Tuntaskan

Arahkan pertanyaan menuju closing. Tawarkan produk dengan berbagai

keunggulannya. Pengaruhi fikiran calon costumer, bahwa dia harus segera membeli produk yang kita tawarkan, dengan menggunakan teknik-teknik closing yang sudah saya ajarkan.

(29)

Lalu akhiri dengan pertanyaan: kapan bapak akan mulai bergabung dengan sekolahafiliasi.com? hehe. Atau, kapan bapak akan transfer untuk mendapatkan produk kami. Kami memiliki layanan ekspress. Begitu uang ditransfer dan konfirmasi, barang langsung dikirim.

Intinya :

1. Pada tahap ini harus betul-betul terjadi closing. Jika target market Anda benar-benar target potensial, pasti terjadi closing. Jika tidak terjadi closing, berarti target Anda bukan target potensial. Jangan menyerah, cari lagi target potensial yang lain 

2. Target potensial adalah target yang butuh produk/jasa Anda, dan mampu membayar sesuai dengan harga yang Anda tetapkan.

3. Gunakan teknik perbandingan harga, teknik tampak murah, teknik harga coret, dll.

Formula SMIT ini merupakan formula praktis untuk menggunakan 17 teknik closing yang sudah dibahas sebelumnya. Formula ini adalah panduan bagi Anda, sehingga Anda tidak perlu lagi bingung, teknik mana yang perlu Anda gunakan terlebih dahulu.

Itulah kenapa saya menamakannya sebagai The Killer Closing Sales Technique. Untuk mendapatkan teknik ini, saya harus mengikuti workshop Selling On The Stage selama 3 hari, dan harus merogoh kocek sebesar 6jt rupiah  Saya harap Anda betul-betul

mempraktekkan teknik ini, hingga Anda menguasainya. Jika Anda sudah menguasainya, saya yakin akan terjadi peningkatan pada omzet penjualan Anda. Kemampuan selling Anda pun akan meningkat secara drastis. Anda pun akan selalu merasa enjoy untuk selling. Bahkan target Anda pun akan senantiasa senang jika Anda selling pada mereka, karena mereka tidak merasa Anda seorang penjual. Target akan selalu menganggap Anda sebagai problem solver bagi masalah, impian dan kebutuhan mereka.

Apa jadinya, jika Anda enjoy selling? dan target market Anda selalu merasa senang dengan kehadiran Anda? senang jika Anda menawarkan produk/jasa pada mereka? Pada saat itu Anda akan menjadi money magnet, dan dikejar-kejar uang dalam arti yang sesungguhnya  Asyik bukan?

(30)

Untuk mengetahui sejauh mana formula SMIT ini berhasil dengan baik, maka kita perlu tolok ukur yang jelas. sambil belajar, mari kita sambil latihan yuk!

Tugas 2

1. Buatlah daftar 10 calon costumer yang akan kita tawari produk atau jasa kita 2. Hitunglah berapa orang dari mereka yang membeli produk barang atau jasa kita. 3. Hitung juga rasio (prosentase) pembeliannya dari 10 calon tersebut. Misal, dari

10 calon costumer, yang membeli ada 6 orang, berarti rasionya 60%.

Semakin besar rasionya, berarti kemampuan kita dalam menerapkan formula SMIT ini makin piawai/baik.

Inga, Inga !!!

Kunci keberhasilan terletak pada intensitas kita

berlatih

Makin sering latihan, makin terasah.

Penutup

Ebook ini adalah hanya sebagian dari praktek selling yang dilakukan oleh para pakar bisnis. Teori-teori yang dibahas di dalamnya hanya akan menjadi wacana, dan pengetahuan jika tidak diprakekan. Jadi, selamat mempraktekan dan mencobanya

Semoga anda berhasil dan diberi limpahan rezeki yang berkah. Amiin

Semoga bermanfaat 

Jangan lupa add akun fb saya ya : fb.com/juraganarfah Salam.

(31)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :