• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dr. Lies Sulistiani, S.H., M.H.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Dr. Lies Sulistiani, S.H., M.H."

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

Peran LPSK Dalam

Pemenuhan Hak

Korban Kekerasan

Seksual

Disampaikan oleh :

Dr. Lies Sulistiani, SH., M.Hum

(2)

TUGAS LPSK

diatur dalam Pasal 2 UU 13/2006 Tentang

Perlidungan

Saksi

dan

Korban.

Yaitu

memberikan

perlindungan kepada Saksi dan Korban dalam semua tahap

proses peradilan pidana dalam lingkungan peradilan.

FUNGSI LPSK

sebagai salah satu Lembaga Negara baru

setelah Reformasi tahun 1998, yaitu menyelenggarakan

perlindungan dan memberikan hak bagi Saksi dan/atau

Korban untuk menghindarkan ancaman atau intimidasi baik

hak maupun jiwanya dari si pembuat tindak pidana dan/atau

para simpatisan (keluarga maupun para pengikutnya).

Tugas & Fungsi LPSK

(3)

LPSK sebagai “Lembaga yang bersifat mandiri” diharapkan mampu menjalankan peran dan fungsinya sebagai “Lembaga

yang bertanggungjawab melakukan perlindungan bantuan terhadap saksi maupun korban-korban kasus tindak pidana di

Indonesia”, khususnya “memberikan rasa aman dalam memberikan keterangan pada setiap proses peradilan pidana

(Pasal 4 UU 13/2006).

Keberadaan LPSK dalam upaya menegakkan prinsip hukum “Equality Before The Law” dengan cara memberikan jaminan perlindungan kepada saksi, pelapor, dan korban dalam proses peradilan hukum pidana di setiap tahapan proses hukum sangat erat kaitannya dengan upaya dan proses mewujudkan “Judiciary

Reform” yang mengarah pada upaya untuk membentuk “Restorative Justice Model” dalam proses peradilan hukum

(4)

UU 31/2014 Dan

Penguatan Layanan

Kepada Korban

Kekerasan Sekual

(5)
(6)

PEMENUHAN HAK

DALAM

TINDAK PIDANA

TERTENTU

Keberadaan saksi dan korban sangat menentukan

dalam pengungkapan tindak pidana pada proses

peradilan pidana. Kepada saksi dan korban diberikan

perlindungan. saksi dan korban Pemenuhan hak diberikan kepada saksi dan korban

tindak pidana kasus tertentu berdasarkan

Pasal 5 UU 31 Tahun 2014.

Tindak pidana lain yang akibatkan saksi dan/ korban

(7)

LAYANAN PERLINDUNGAN TERHADAP

KORBAN KEKERASAN SEKUAL

Tugas LPSK diatur dalam Pasal 2 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Di dalam Pasal tersebut, tugas LPSK antara lain:

- Memberikan perlindungan pada saksi; dan - Memberikan perlindungan pada korban.

Bentuk – bentuk layanan perlindungan, antara lain: - Fisik

- Hukum

- Hak Prosedural

Bentuk-bentuk layanan bantuan, antara lain: - Medis

- Psikologis - Psikososial

(8)
(9)

Dalam kondisi tertentu, saksi dan/atau

korban kejahatan dapat

memberikan kesaksiannya tanpa hadir

langsung di pengadilan, tempat

dimana perkara sedang diperiksa.

Kesaksian tersebut diberikan

melalui media tulis atau

sarana elektronik dengan

didampingi oleh pejabat yang

berwenang .

(10)

Perlindungan LPSK

terhadap anak

yang menjadi Saksi dan/atau Korban

dapat diberikan setelah mendapat

izin dari orang tua/wali

.

Namun, izin tersebut

tidak diperlukan

, dalam hal:

a.Orang tua/wali diduga sebagai pelaku tindak pidana terhadap anak yang

bersangkutan;

b.Orang tua/wali patut diduga menghalang-halangi anak yang bersangkutan

dalam memberikan kesaksian;

c.Orang tua/wali tidak cakap menjalankan kewajiban sebagai orang tua/wali;

d.Anak tidak memiliki orang tua/wali; atau

e.Orang tua/wali anak yang bersangkutan tidak diketahui keberadaannya.

(11)

Penanganan Perlindungan dan Bantuan Layanan Pemenuhan Hak bagi Saksi dan Korban kejahatan memerlukan perhatian dan pemahaman dari semua pihak terkait, yang dalam hal ini kepentingan saksi dan korban bukan saja tertuju pada rasa keadilan dalam proses penegakan hukum namun mereka juga memerlukan proses pemulihan

(12)

Kerjasama Antar Lembaga

Kerjasama Antar Lembaga

Dalam Pemenuhan Hak

Dalam Pemenuhan Hak

Korban

Korban

Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan

dan Anak (P2TP2A) Propinsi/Kabupaten/Kota,

Kemensos, LSM (Penanganan Pertama)

Dinas Kesehatan, RSUD, Kemenkes (Rehabilitasi

Medis)

Dinas Kesehatan, RS Jiwa, Kemensos (Rehabilitasi

Psikologis)

Dinas

Pendidikan,

Dinas

Tenaga

Kerja,

(13)

Kerjasama Antar Lembaga

Kerjasama Antar Lembaga

Dalam Pemenuhan Hak

Dalam Pemenuhan Hak

Korban

Korban

Aparat Penegak Hukum dalam Sistem Peradilan

Pidana (Pemenuhan Hak Prosedural Saksi dan

Korban)

Majelis Hakim yang menangani perkara (Dalam hal

(14)
(15)

Ketentuan Pidana

terhadap pihak yang menghalang-halangi proses pemberian perlindungan tidak saja tertuju pada perorangan, tetapi juga terhadap koorporasi dengan hukuman denda tiga kali
(16)

Beberapa Penanganan

Kasus Kekerasan

(17)

KASUS PEMERKOSAAN SISWI DI

GORONTALO

LPSK memberikan perlindungan kepada 1 orang

korban dalam kasus pemerkosaan siswi oleh 13

orang, dimana 9 diantaranya oknum polisi di

Gorontalo (tahun 2013).

Layanan perlindungan yang diberikan berupa,

pemenuhan hak prosedural, pengamanan fisik,

rehabilitasi medis dan psikologis, pendampingan

pada setiap tahapan proses peradilan, dan

(18)

Kasus Pencabulan Siswa TK

JIS

LPSK memberikan perlindungan kepada 3 orang siswa

TK JIS korban pencabulan dan 6 orang keluarganya

(tahun 2014).

Perlindungan yang diberikan berupa perlindungan di

rumah aman, rehabilitasi medis dan psikologis,

(19)

KASUS ANAK YANG DICABULI

UNTUK PROSTITUSI GAY DI

PUNCAK

Pemberian bantuan berupa layanan

Pemenuhan Hak Prosedural dan Fasilitasi

Restitusi.

Saksi Korban yang mendapat layanan

sebanyak 7 orang, terdiri dari 6 orang berusia

anak dan 1 orang berusia dewasa.

Dalam kasus ini LPSK juga berhasil

memfasilitasi pemberian keterangan secara

terpisah melalui

video conference

di PN

(20)

TERIMA KASIH

LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) Jl Raya Bogor KM 24 No 47-49, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas

Jakarta Timur 13750

Ph.+296-81-560

[email protected]

: LPSK

Referensi

Dokumen terkait