• Tidak ada hasil yang ditemukan

Permintaan dan penawaran serta efisiensi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Permintaan dan penawaran serta efisiensi"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PERMINTAAN DAN

PENAWARAN SERTA

EFISIENSI PASAR

(2)

Analisis

Kesejahteraan

Konsumen

(3)

SURPLUS

KONSUMEN

Selisih antara jumlah maksimum yang bersedia dibayar konsumen untuk sebuah barang dengan sebenarnya dibayar konsumen.

Ilustrasi:

Membeli humburger dengan harga Rp.14.000 konsumen akan

membeli 7 juta humburger/ bulan. Pada saat humburger seharga Rp. 20.000 konsumen

masih akan membeli 1 juta humburger/ bulan. Jika konsumen mampu membeli burger dengan harga Rp. 14.000

(4)

SURPLUS

PRODUSEN

Jumlah yang dibayarkan oleh penjual untuk sebuah barang dikurangi dengan biaya produksi barang tersebut.

Beberapa produsen mau memproduksikan burger dibawah Rp. 14.000 maka

mereka hanya menerima surplus sebesar 1, karna harga pasar burger adalah Rp 14.000 wilayah segitiga

(5)

EFISIENSI

(6)

PASAR KOMPETETIF MEMAKSIMALKAN JUMLAH SURPLUS PRODUSEN DAN KONSUMEN

Menyebabkan deadweight

loss Kerugian bersih pada surplus produsen dan konsumen karna produksi kurang ataupun

(7)
(8)

PENYEBAB POTENSIAL KERUGIAN

BOBOT MATI DARI PRODUKSI

KURANG DAN BERLEBIH

.

Ketika penawaran dan permintaan berinteraksi secara

bebas, pasar yang kompotetif memproduksi yang

(9)

Referensi

Dokumen terkait

Biaya tenaga kerja tambahan ditentukan oleh upah riil yang dihitung sebagai (upah nominal/tingkat harga), upah riil ini mengukur jumlah output riil yang harus

efek substitusi: yaitu perubahan jumlah barang yang diminta konsumen semata-mata sebagai dampak perubahan harga relatif setelah pendapatan riil konsumen

2) Dikatakan hukum permintaan ketika semakin turun tingkat harga, maka semakin banyak jumlah barang yang bersedia di minta, dan sebaliknya semakin

Permintaan adalah keinginan konsumen membeli suatu barang pada berbagai tingkat harga selama periode waktu tertentu. Singkatnya permintaan adalah banyaknya jumlah barang yang

dihitung sebagai (upah nominal/tingkat harga), upah riil ini mengukur jumlah output riil yang harus dibayar perusahaan untuk setiap pekerjanya, karena dengan

“Hubungan antara barang yang diminta dengan harga barang tersebut dimana hubungan berbanding terbalik yaitu ketika harga meningkat atau naik maka jumlah barang yang diminta

Apabila selera konsumen terhadap suatu barang dan jasa tinggi, maka akan diikuti dengan permintaan jumlah barang dan jasa yang meningkat, demikian sebaliknya.. Contoh

• Surplus konsumen (CS) terjadi apabila jumlah maksimum yang mampu konsumen bayar lebih besar dari jumlah yang secara aktual harus dibayar untuk mendapatkan