• Tidak ada hasil yang ditemukan

Strategi Komunikasi Bagi Pemimpin Efekti

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Strategi Komunikasi Bagi Pemimpin Efekti"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS MAKALAH

KAPITA SELEKTA KEWIRAUSAHAAN

STRATEGI KOMUNIKASI BAGI PEMIMPIN EFEKTIF

Penyusun Makalah :

Alkadriansyah Darmawan 125120207111072

Fazadio Reynaldi 125120207111084

Randa Zakariya P. 125120200111055

Yohanna Adha 125120200111011

ILMU KOMUNIKASI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya maka penyusun dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “STRATEGI KOMUNIKASI BAGI PEMIMPIN EFEKTIF”.

Penyusunan makalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Kapita Selekta Kewirausahaan di Fakultas Ilmu Sosisal dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya Malang.

Dalam penulisan makalah ini penyusun menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan tugas ini. Akhirnya penyusun berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, Amiin Yaa Robbal ‘Alamiin.

Dalam Penulisan makalah ini penyusun merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penyusun. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penyusun harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...i

DAFTAR ISI...ii

BAB I...1

GAMBARAN UMUM...1

1.1. Pengertian Kepemimpinan...1

1.2. Karakteristik Pemimpin...2

1.3. Fungsi Kepemimpinan...3

1.4. Gaya Kepemimpinan dalam Proses Pengambilan Keputusan...3

1.5. Komunikasi...5

1.6. Konsep Efektivitas...5

BAB II...6

ANALISIS STRATEGI KOMUNIKASI BAGI PEMIMPIN EFEKTIF...6

2.1. Pemimpin Efektif...6

2.2. Strategi Komunikasi Efektif...6

2.3. Studi Kasus Strategi Komunikasi bagi Pemimpin Efektif...7

BAB III...9

PENUTUP...9

3.1. Kesimpulan dan Saran...9

(4)

BAB I

GAMBARAN UMUM

Komponen terpenting yang dapat dilihat dari tanggung jawab seorang manajer adalah kepemimpinan (leadership), yang mengarahkan atau memberi inspirasi kepada orang lain untuk meraih sasaran organisasi. Kepemimpinan mencakup penggunaan pengaruh dan kekuasaan. Penggunaan pengaruh dilakukan melalui komunikasi. Komunikasi adalah vital bagi setiap kesuksesan perusahaan. Komunikasi yang efektif merupakan pusat sebagian besar aspek bisnis, karena komunikasi menghubungkan perusahaan dengan semua stakeholder. Komunikasi dianggap efektif hanya jika penerima pesan (komunikan) memahami pesanpengirim pesan (komunikator) dengan baik dan memberikan respon sesuai dengan yang diharapkan komunikator.

Kegagalan dalam perusahaan banyak yang disebabkan oleh kurang tertatanya komunikasi yang dilakukan para pelaku di perusahaan tersebut. Seperti yang dikatakan Luthans (2006) bahwa komunikasi yang tidak efektif adalah akar utama permasalahan dalam organisasi. Komunikasi yang efektif antara pimpinan dan anggota menjadi faktor penting bagi pencapaian tujuan suatu perusahaan. Pemimpin perusahaan sebagai leader memiliki peran penting dalam berkomunikasi dengan anggota.

1.1. Pengertian Kepemimpinan

Pemimpin yang berhasil bukanlah yang mencari kekuasaan untuk diri sendiri, melainkan mendistribusikan kekuasaan kepada orang banyak untuk mencapai cita-cita bersama. Melalui kejelasan wewenang, tanggung jawab, serta diimbangi dengan sikap disiplin mereka mengatasi masalah bersama karyawan secara efektif dan efisien. Hal itu juga diimbangi oleh interaksi yang positif, yaitu keterampilan utama dalam mengelola sumber daya manusia. Pemimpin juga harus sensitif dalam berinteraksi, baik terhadap bahasa verbal, nada suara, maupun nonverbal atau bahasa tubuh (body language) (Wahjosumidjo, 1987).

(5)

leader atau seseorang yang opininya selalu didengar dan disetujui oleh pihak yang bersangkutan (stakeholder).

Menurut Agustian (2001), pemimpin yang dipercaya ialah pemimpin yang memiliki integritas tinggi dengan penuh keberanian serta berusaha tanpa mengenal putus asa untuk dapat mencapai apa yang seseorang cita-citakan. Citacita yang dimilikinya itu mampu mendorong dirinya untuk tetap konsisten dengan langkahnya sehingga orang kemudian akan menilai dan memutuskan untuk mengikutinya atau tidak mengikutinya. Integritas akan membuat seseorang dipercaya, dan kepercayaan ini akan menciptakan pengikut. Integritas disini maksudnya ialah kesesuaian antara kata-kata dan perbuatan yang menghasilkan kepercayaan.

1.2. Karakteristik Pemimpin

Karakteristik pemimpin merupakan ciri-ciri atau sifat yang dimiliki oleh setiap pemimpin dalam melaksanakan tugas-tugas kepemimpinannya. Ada empat karakteristik atau syarat pokok yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin (Sunindhia dan Widiyanti diacu dalam Hakiem 2003):

a. Pemimpin harus peka terhadap lingkungannya, harus mendengarkan saran-saran dan nasehat dari orang-orang di sekitarnya.

b. Pemimpin harus menjadi teladan dalam lingkungannya.

c. Pemimpin harus bersikap dan bersifat setia kepada janjinya, kepada organisasinya.

d. Pemimpin harus mampu mengambil keputusan, harus pandai, cakap dan berani setelah semua faktor yang relevan diperhitungkan.

Teori kepemimpinan berdasarkan ciri (traits theory) memberi petunjuk tentang ciri-ciri pemimpin yaitu (Siagian, 2003):

a. Pengetahuan umum yang luas.

b. Kemampuan untuk tumbuh dan berkembang.

c. Kemampuan analitik.

(6)

e. Keterampilan berkomunikasi secara efektif.

f. Kemampuan menentukan skala prioritas.

g. Rasionalitas.

h. Keteladanan.

i. Ketegasan.

j. Orientasi masa depan.

1.3. Fungsi Kepemimpinan

Menurut Siagian (2003), fungsi-fungsi kepemimpinan yang bersifat hakiki adalah:

1) Penentuan arah yang hendak ditempuh oleh organisasi dalam usaha pencapaian tujuan dan berbagai sasarannya.

2) Wakil dan juru bicara organisasi dalam hubungan dengan berbagai pihak diluar organisasi, terutama dengan mereka yang tergolong sebagai “stakeholder”.

3) Komunikator yang efektif.

4) Mediator yang handal, khususnya dalam mengatasi berbagai situasi konflik yang mungkin timbul antara individu dalam satu kelompok kerja yang terdapat dalam organisasi yang dipimpinnya.

5) Integrator yang rasional dan objektif.

Dengan menjalankan fungsi kepemimpinan yang hakiki tersebut, pemimpin diharapkan dapat membawa para pengikutnya ketujuan yang hendak dicapai.

1.4. Gaya Kepemimpinan dalam Proses Pengambilan Keputusan

(7)

suatu organisasi dan bisa terjadi dimana saja, asalkan seseorang menunjukkan kemampuannya mempengaruhi perilaku orang lain kearah tercapainya suatu tujuan tertentu (Rivai, 2002).

Thoha (2003) menjelaskan perilaku gaya dasar kepemimpinan dalam mengambil keputusan, terbagi atas empat gaya kepemimpinan yaitu:

1) Intruksi

Perilaku pemimpin yang tinggi pengarahan dan rendah dukungan, yang dicirikan oleh komunikasi satu arah, pemimpin memberikan batasan peranan pengikutnya dan memberitahu mereka tentang mekanisme pelaksanaan berbagai tugas. Inisiatif pemecahan masalah dan proses pembuatan keputusan semata-mata dilakukan oleh pemimpin

2) Konsultatif

Pada gaya kepemimpinan ini, pemimpin yang tinggi pengarahan dan tinggi dukungan, masih banyak memberikan pengarahan dan pengambilan keputusan, tetapi diikuti dengan meningkatkan banyaknya komunikasi dua arah dan perilaku mendukung, dengan mendengar perasaan pengikut, baik berupa ide maupun saran mereka tentang keputusan yang dibuat.

3) Partisipatif

Perilaku pemimpin yang tinggi dan rendah pengarahan, dalam hal ini posisi kontrol atas pemecahan masalah dan pembuatan keputusan di pegang secara bergantian. Komunikasi dua arah ditingkatkan dan peranan pemimpin adalah aktif mendengar. Tanggung jawab dan pembuatan keputusan sebagian besar berada pada pihak pengikut.

4) Delegatif

Perilaku pemimpin yang rendah dukungan dan rendah pengarahan, pemimpin mendiskusikan masalah bersama-sama dengan bawahan, sehingga tercapai kesepakatan mengenai definisi masalah yang kemudian proses pembuatan didelegasikan secara keseluruhan kepada bawahan.

(8)

Menurut Robbins (1996) menyatakan bahwa komunikasi merupakan sebuah pentransferan makna maupun pemahaman makna kepada orang lain dalam bentuk lambang-lambang, simbol, atau bahasa-bahasa tertentu sehingga orang yang menerima informasi memahami maksud dari informasi tersebut.

Dari pengertian tersebut di atas terlihat adanya cara menyampaikan maksud yaitu dengan cara merumuskan komunikasi sebagai tingkah laku, perbuatan atau kegiatan penyampaian lambang-lambang yang mengandung arti atau makna.

1.6. Konsep Efektivitas

Kata efektif berasal dari bahasa Inggris yaitu effective yang berarti berhasil atau sesuatu yang dilakukan berhasil dengan baik. Kamus ilmiah populer mendefinisikan efetivitas sebagai ketepatan penggunaan, hasil guna atau menunjang tujuan.

Efektivitas merupakan unsur pokok untuk mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditentukan di dalam setiap organisasi, kegiatan ataupun program. Disebut efektif apabila tercapai tujuan ataupun sasaran seperti yang telah ditentukan. Hal ini sesuai dengan pendapat H. Emerson yang dikutip Soewarno Handayaningrat S. (1994:16) yang menyatakan bahwa “Efektivitas adalah pengukuran dalam arti tercapainya tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.”

Strees dalam Tangkilisan (2005:141) mengemukakan 5 (lima) kriteria dalam pengukuran efektivitas, yaitu:

1) Produktivitas.

2) Kemampuan adaptasi kerja.

3) Kepuasan Kerja.

4) Kemampuan berlaba.

(9)

BAB II

ANALISIS STRATEGI KOMUNIKASI BAGI PEMIMPIN EFEKTIF 2.1. Pemimpin Efektif

Berdasarkan pengertian pemimpin, kepemimpinan, dan efektivitas, maka dapat disimpulkan bahwa pemimpin yang efektif adalah pemimpin yang memiliki jiwa cerdas, pemberani, memiliki kredibilitas tinggi, dapat berkomunikasi dengan baik, dan mampu membawa tujuan perusahaan ke arah yang sesuai dengan tujuan perusahaan itu sendiri dan berhasil melakukan hal tersebut.

Gaya kepemimpinan sangatlah berpengaruh bagi sebuah perusahaan. Bagaimanapun gaya kepemimpinannya, nasib dan arah perusahaan berada dibawah kemampuan seorang pemimpin tersebut. Jika gaya kepemimpinannya telah baik tetapi kurang dapat berkomunikasi, maka dapat dipastikan persuhaan tersebut tidak akan mencapai tujuannya dengan sempurna, begitu juga sebaliknya.

Hal ini terkait pula dengan efektivitas kepemimpinan, dimana kepemimpinan yang efektif akan menghasilkan efektifitas dan efisiensi dalam kegiatan produksi, juga akan memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam bekerja bagi seluruh pegawainya, sehingga akan meningkatkan pula produktifitas dari perusahaan tersebut.

Menurut Drucker dalam Wiriadihardja (1987), kepemimpinan (pemimpin) yang efektif sangat langka dalam setiap organisasi dan perusahaan. Angka-angka statistik menunjukkan bahwa dari seratus perusahaan yang mulai berdiri dan beroperasi, hanya 50 persen atau setengahnya yang masih berdiri dalam tahun kedua. Pada akhir tahun kelima pada umumnya kira-kira tinggal sepertiganya saja yang masih tetap bertahan. Kegagalan, dari perusahaan-perusahaan itu sebagian besar diidentifikasi, karena tidak adanya pemimpin yang efektif.

2.2. Strategi Komunikasi Efektif

(10)

Diantara semua masalah yang muncul, disiplin komunikasi menerjemahkan gejala tersebut sebagai miss communication (kekeliruan dalam komunikasi) sehingga proses komunikasi tidak dapat berjalan sebagaimana yang diinginkan. Dengan kata lain, tidak efektif atau terhambat.

Komunikasi yang baik dapat menjadi sarana yang tepat dalam meningkatkan kinerja karyawan. Melalui komunikasi, karyawan dapat meminta petunjuk kepada atasan mengenai pelaksanaan kerja. Melalui komunikasi juga karyawan dapat saling bekerja sama satu sama lain. Komunikasi merupakan sebuah pentransferan makna maupun pemahaman makna kepada orang lain dalam bentuk lambang-lambang, simbol, atau bahasa-bahasa tertentu sehingga orang yang menerima informasi memahami maksud dari informasi tersebut (Robbins, 1996).

Seorang pemimpin dapat dinilai berhasil melaksanakan komunikasi efektif kepada pihak internal perusahaan adalah pada saat berjalannya sebuah sistem di perusahaan tersebut. Jika internal didalam perusahaan tersebut dapat berjalan dengan sebagaimana mestinya, maka pemimpin didalam perusahaan tersebut dinilai berhasil melakukan komunikasi yang efektif. Sebaliknya, jika sistem komunikasi didalam persuahaan tersebut tidak berjalan dengan baik/feedback yang diberikan pihak internal maupun eksternal perusahaan tidak baik, maka pemimpin tersebut elum dapat memnuhi syarat komunikasi efektif.

2.3. Studi Kasus Strategi Komunikasi bagi Pemimpin Efektif

Pada kasus kali ini, penyusun akan mengangkat profil kepemimpinan seorang pengusaha asal Indonesia yang bernama Bob Sadino. Bob Sadino adalah seorang pengusaha yang berbisnis di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick.

Bob menempatkan perusahaannya seperti sebuah keluarga, karyawan dianggap lebih seperti saudara daripada pekerja. Bob Sadino tidak pernah berhenti memotivasi karyawannya untuk melakukan yang terbaik, hal ini didukung dengan rasa ikut memiliki karyawan terhadap perusahaan sehingga pimpinan tidak perlu mengawasi karyawan terlalu ketat karena karyawan telah paham betul tanggung jawabnya.

(11)

cukup tinggi. Kedisiplinan karyawan sangat ditegakkan, kebijakan pemotongan gaji pun dilakukan jika ada karyawan yang melakukan kesalahan yang dianggap merugikan perusahaan.

Bob selalu menawarkan sebuah keputusan yang diambil pimpinan kepada karyawan sebelum menetapkannya menjadi peraturan. Hal ini terbukti efektif menghindari konflik terhadap adanya peraturan baru. Kalaupun terjadi konflik, kedekatan hubungan antara pimpinan dan karyawan membuat konflik segera dapat diatasi karena langsung diketahui oleh pimpinan.

(12)

BAB III PENUTUP 3.1. Kesimpulan dan Saran

Seorang pemimpin yang efektif harus mempunyai keberanian untuk mengambil keputusan dan memikul tanggung jawab atas aklbat dan resiko yang timbul sebagai konsekuensi daripada keputusan yang diambilnya, tentunya dalam mengambil keputusan.

Eksistensi dan perkembangan suatu perusahaan sangat ditentukan oleh faktor kepemimpinan. Kepemimpinan perusahaan penting dan menarik untuk diteliti dalam upaya memahami perkembangan perusahaan yang terjadi dan prospeknya pada masa depan. Salah satu aspek kepemimpinan yang penting terus dipelajari adalah gaya kepemimpinan yang diterapkan atasan terhadap bawahan (karyawan) yang dapat memotivasi karyawan secara efektif untuk bekerja lebih sungguh-sungguh dan bertanggung jawab dalam mencapai tujuan organisasi perusahaan.

(13)

DAFTAR PUSTAKA

Referensi Buku

Agustian, Ary Ginanjar. 2001. Rahasia Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual (ESQ), Jilid Pertama. Jakarta: Arga Wijaya Persada.

Boone & Kurtz. 2002. Pengantar Bisnis, Jilid I & II. Jakarta: Erlangga.

Djoko Purwanto, 2006, Komunikasai Bisnis, Edisi ke-tiga. Jakarta: Erlangga.

Handayaningrat, Soewarno. 1994. Administrasi Pemerintahan Dalam Pembangunan Nasional. Jakarta: CV. Haji Masagung.

Luthans, Fred. 2006. Organizational Behavior, Mc Graw-Hill. New York.

Rivai, Veithzal. 2005. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan, dari Teori ke Praktik. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Robbins, Stephen P. & Judge, Timothy A. 2008. Perilaku Organisasi (Organizational Behavior). Jilid 1 dan 2. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.

Siagian, Sondang P. 2003.Teori dan Praktek Kepemimpinan. Jakarta: PT. RINEKA CIPTA.

Tangkilisan, Hessel Nogi S. 2005. Manajemen Publik. Jakarta: Gramedia Widia.

Thoha, Miftah. 1999. Perilaku Organisasi – Konsep Dasar dan Aplikasinya. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

---. 2003. Birokrasi dan Politik di Indonesia. Jakarta: Rajawali Press.

Wahjosumidjo, 1987. Kepemimpinan dan Motivasi. Jakarta: Ghalia Indonesia.

(14)

Referensi Skripsi & Jurnal Online

Sehfudin, Arif (2011). Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Komunikasi Organisasi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Keryawan, Studi Pada PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional Cabang Semarang (Skripsi Sarjana, Universitas Diponegoro, 2011). Diakses dari http://eprints.undip.ac.id/26964/1/Skripsi..1(r).pdf

Azhar, Fachri (2009). Hubungan Antara Gaya Kepemimpinan Dengan Motivasi Kerja Karyawan Dalam Organisasi Perusahaan, Kasus PT. Indofarma Tbk. Cikarang (Skripsi

Sarjana, Institut Pertanian Bogor, 2009). Diakses dari

http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/12246/I09faz.pdf;jsessionid=3E36100 488BCEF30FE63BBFD96D5CC90?sequence=2

Referensi Sumber Internet Lainnya (Blog)

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja RSUD Kabupaten Ogan Ilir ditinjau berdasarkan empat perspektif dalam metode Balanced Scorecard yaitu perspektif

(a) Nyatakan satu tabiat yang boleh mengganggu proses hidup manusia.. (i) Nyatakan tabiat buruk yang dilakukan oleh

Halaman utama website e-commerce memiliki beberapa menu yang dapat diakses oleh pengunjung. Halaman ini tampil saat pertama kali pengguna mengakses website e-commerce untuk

Informasi keuangan di atas per 31 Desember 2014 diambil dari laporan keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Hendrawinata Eddy Siddharta & Tanzil (penanggung

Talas blok yang diperoleh dari perla- kuan pengurangan kadar Kalsium oksalat dengan menggunakan garam, Natrium metabisulfit dan gabungan keduanya setelah diuji

Karakteristik limbah cair domestik sebelum terjadi pengolahan di Perumahan Green Tombro Kota Malang yaitu memiliki pH = 9, kandungan COD sebesar 296,45 mg/l, dan kandungan BOD sebesar

Barium Heksaferit sering ditulis dengan notasi BaM dan memiliki stoikiometri yang mantap.Ferit dan garmet merupakan feromagnetik oksida dengan sifat dielektrik dan