• Tidak ada hasil yang ditemukan

S PSPI 1201864 Chapter5

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "S PSPI 1201864 Chapter5"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

108 Zayyin Abdul Quddus, 2016

HUBUNGAN ANTARA KEGIATAN MENDONGENG DI PERPUSTAKAAN DENGAN BUDAYA BACA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB V

SIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Simpulan

Berdasarkan penelitian yang berjudul “Hubungan antara kegiatan

mendongeng di perpustakaan dengan budaya baca (studi deskripitif

kuantitatif kelas 5 di SDPN SABANG Kota Bandung)” maka dapat ditarik

simpulan.

1. Terdapat hubungan antara Pendongeng (storyteller) dengan budaya baca

siswa kelas 5 SDPN Sabang Kota Bandung secara signifikan dengan

tingkat hubungan yang sedang.

2. Terdapat hubungan antara alasan (reasons) mendongeng dengan budaya

baca siswa kelas 5 SDPN Sabang Kota Bandung secara signifikan dengan

tingkat hubungan yang sedang.

3. Terdapat hubungan antara koheren (coherence) mendongeng dengan

budaya baca siswa kelas 5 SDPN Sabang Kota Bandung secara signifikan

dengan tingkat hubungan yang sedang.

4. Terdapat hubungan antara nilai (value) mendongengdengan budaya baca

siswa kelas 5 SDPN Sabang Kota Bandung secara signifikan dengan

tingkat hubungan yang sedang.

5. Terdapat hubungan antara kreasi kembali (recreate) mendongeng dengan

budaya baca siswa kelas 5 SDPN Sabang Kota Bandung secara signifikan

dengan tingkat hubungan yang sedang.

B. Rekomendasi

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dilapangan, maka

peneliti memberikan beberapa rekomendasi/saran kepada pihak-pihak yang

terkait dan dapat dikjadikan masukan untuk lebih baik lagi. Berikut adalah

(2)

109

Zayyin Abdul Quddus, 2016

HUBUNGAN ANTARA KEGIATAN MENDONGENG DI PERPUSTAKAAN DENGAN BUDAYA BACA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

1. Bagi Perpustakaan SDPN Sabang.

a. Ditambahnya jumlah pustakawan yang bekerja di Perpustakaan SDPN

Sabang, karena pustakawan yang dimiliki hanya 1 orang saja,

khusunya pustawakan yang bisa melaksanakn kegiatan mendongeng

dengan keahlian yang mumpuni.

b. Ditambahnya alat-alat penunjang di Perpustakaan, khususnya

penunjang dalam kegiatan mendongeng di Perpustakaan.

c. diterapkannya program mendongeng di Perpustakaan bagi setiap

kelas, dari mulai kelas 1 sampai kelas 6 dengan jadwal yang teratur

dan juga tidak bersinggungan dengan jadwal akademis melainkan

saling beriringan dan saling melengkapi.

2. Bagi Pustakawan Perpustakaan SDPN Sabang.

a. Diharapkan pustakawan lebih mbisa mengasah skill mengenai tatacara

mendongeng dengan mengikuti berbagai pelatihan.

b. Menyamaratakan jadwal mendongeng bagi setiap kelas dari kelas 1

sampai 6.

c. Menambah variasi mendongeng dengan adanya tambahan berbagai

media dalam mendongeng.

3. Bagi Peneliti Selanjutnya

Diharapkan peneliti selanjutnya yang meneliti mengenai hubungan

antara kegiatamn mendongeng di Perpustakaan dengan budaya baca siswa

hendaknya mengkaji secara kompreshensif dan mendalam serta dapat

menggunakan teknik pengumpulan data dan metode yang lebih beragam

sehingga data yang didapatkan lebih lengkap dan sesuai dengan

Referensi

Dokumen terkait

Implementasi kurikulum 2013 pada mata pelajaran seni budaya di SMPN 5 Kota. Bandung dapat

HUBUNGAN PROGRAM 15 MEMBACA DENGAN MINAT KUNJUNG SISWA KE PERPUSTAKAAN Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu..

Pola asuh otoriter orang tua dengan perilaku membaca siswa SMP.. Negeri 9 Bandung tergolong dalam kategori baik. Hal ini

HUBUNGAN ANTARA KEGIATAN MENDONGENG DI PERPUSTAKAAN DENGAN BUDAYA BACA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu.. 1

HUBUNGAN ANTARA KEGIATAN MENDONGENG DI PERPUSTAKAAN DENGAN BUDAYA BACA.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

untuk berkunjung ke ruang baca anak dan koleksi yang tersedia dapat. dimanfaatkan

Model Pembelajaran Menulis Berbasis Budaya terhadap siswa kelas VII.. SMP Muhammadiyah 6

Mayoritas siswa di SMKN 12 Bandung memiliki tingkat kreativitas yang dikategorikan sedang yaitu sebanyak 51% sedangkan sebanyak 23% dikategorikan memiliki tingkat