• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Komponen Makna Verba “Menyakiti” dalam Bahasa Melayu Dialek Sambas (Kajian Semantik)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Analisis Komponen Makna Verba “Menyakiti” dalam Bahasa Melayu Dialek Sambas (Kajian Semantik)"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1 Komponen Makna “Menyakiti”

Referensi

Dokumen terkait

Leksem verba sangkil juga mempunyai komponen makna dengan tanda (-), yang artinya, leksem tersebut tidak mempunyai komponen makna, seperti aktivitas membawa tidak berhubungan

Adapun alasan peneliti memilih medan makna verba berjalan pada masyarakat Melayu Ngabang karena pertama, dilihat dari sisi pembentukan kata BMDN berbeda dengan bahasa

Data dalam penelitian ini adalah kata-kata yang berupa kalimat, ungkapan yang mencakup medan makna verba mengambil dalam BDKDBA, komponen makna BDKDBA, jenis makna

ngonyap (v) makan nasi lengkap, bubur, kue, buah yang dikupas kulitnya, atau memakan buah tanpa dikupas kulitnya dengan cara dikunyah dalam jumlah banyak dan

Peran semantis dari leksem-leksem pada medan makna verba memotong dalam BMDS adalah untuk memotong yang dapat dilakukan pada manusia, tumbuhan, hewan, dan benda

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas tangan “menyakiti” dalam bahasa Sunda dapat dibagi ke dalam dua kelompok, yakni berdasarkan komponen makna generik dan

Kedua verba di atas dikatakan tidak total dan tidak komplet karena tidak dapat bertukar pada konteks kalimat seperti pada contoh, selain itu keduanya tidak memiliki makna

Untuk mengetahui komponen makna yang terkandung pada kata dasar verba yang memiliki relasi makna ‘menampakkan’ yaitu dengan cara melihat terlebih dahulu makna kata dari