LAPORAN PENELITIAN
BIDANG KELEMBAGAAN
EVALUASI TINGKAT KELAYAKAN TEMPAT
PRAKTIK KERJA PERPUSTAKAAN MAHASISWA
D2 PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS TERBUKA
Oleh Sutartono (Ketua) Ida Royandiah (Anggota)
Sri Suharmini Wahyuningsih (Anggota)
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS TERBUKA
PERSONALIA PENELITIAN
1. Ketua Peneliti
a. Nama : Drs. Sutartono, M.Hum
b. Jenis Kelamin : Laki laki
c. NIP : 19610222 199903 1 001
d. Bidang Ilmu : Perpustakaan e. Pangkat/golongan : Penata Muda/IIIa f. Jabatan Fungsional : Asisten Ahli
g. Fakultas/Jurusan : FISIP/Ilmu Komunikasi h. Waktu Penelitian : 5-6 jam/minggu
2. Anggota Peneliti:
a. Nama : Dra. Ida Royandiah, M.Si
b. Jenis Kelamin : Perempuan
c. NIP : 196001061989032003
d. Bidang Ilmu : Perpustakaan e. Pangkat/golongan : Penata /IIIc f. Jabatan Fungsional : Lektor
g. Fakultas/Jurusan : FISIP/Ilmu Komunikasi h. Waktu Penelitian : 4-5 jam/minggu
a. Nama : Dra Sri Suharmini Wahyuningsih, M.Hum b. Jenis Kelamin : Perempuan
c. NIP : 19580227 198602 2 002
d. Bidang Ilmu : Perpustakaan e. Pangkat/golongan : Penata /IIId f. Jabatan Fungsional : Lektor
g. Fakultas/Jurusan : FISIP/Ilmu Komunikasi h. Waktu Penelitian : 4-5 jam/minggu
DAFTAR ISI Halaman Judul i Lembar Pengesahan ii Daftar Isi iv Abstrak vi BAB 1 PENDAHULUAN 1 1.1. Latar Belakang 1 1.2. Perumusan Masalah 3 1.3. Tujuan Penelitian 3 1.4. Manfaat Penelitian 3
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 4
2.1. Perpustakaan 4
2.2. Praktik Kerja Perpustakaan 6
2.3
BAB 3 METODE PENELITIAN 9
3.1. Jenis Penelitian 9
3.2. Subyek dan Obyek Penelitian 9
3.3 . Metode Pengumpulan Data 10
3.4. Metode Analisis Data 10
BAB 4 PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN 12
4.1. Sebaran Perpustakaan Tempat Praktik Kerja Perpustakaan 12
4.2 Analisis Hasil Penelitian 13
4.2.1. Koleksi 19
4.2.2. Sarana Prasarana 19
4.2.3. Layanan 20
4.2.4. Tenaga Perpustakaan (SDM) 21
4.2.5. Manajemen (Penyelenggaraan dan Pengelolaan 22
BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 23
5.1 Simpulan 23
5.2 Saran 23
DAFTAR PUSTAKA 24
ABSTRAK
Kelayakan tempat praktik kerja perpustakaan merupakan salah satu faktor penting untuk mencapai tujuan praktik kerja perpustakaan. Kelayakan praktik kerja perpustakaan, ditentukan oleh keberadaan perpustakaan yang memenuhi standar sebagaimana standar perpustakaan yang ada pada Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, mengenai Standar Nasional Perpustakaan Nasional yang terdiri atas: standar koleksi perpustakaan, standar sarana dan prasarana, standar pelayanan perpustakaan, standar tenaga perpustakaan, standar penyelenggaraan, dan standar pengelolaan. Dalam pelaksanaan kegiatan PKP mahasiswa perpustakaan Universitas Terbuka, yang tersebar di 37 Unit Program Pembelajaran Jarak Jauh (UPBJJ) di Indonesia, tentu akan dijumpai perpustakaan sebagai tempat praktik yang sangat variatif jika ditinjau dari jenis, kualitas, dan kuantitasnya. Hal ini disebabkan oleh luasnya wilayah geografis yang mengakibatkan keberadaan masyarakat dengan tingkat kesejahteraan, tingkat pengetahuan, dan tingkat apresiasi terhadap perpustakaan yang beragam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang bersifat eksploratif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Subjek penelitiannya adalah: Koordinator BBLBA UPBJJ-UT, Kepala Perpustakaan, Staf Perpustakaan, dan objek penelitiannya adalah: 14 perpustakaan tempat PKP yang tersebar di UPBJJ-UT Palembang, Bogor, Bandung, Makassar, Kupang, dan Ternate. Metode pengumpulan data dengan wawancara dan dokumenter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perpustakaan tempat PKP dari tingkat propinsi hingga tingkat kabupaten/kota, dan perguruan tinggi sudah memenuhi syarat untuk tempat PKP, secara umum semua sekolah yang dipergunakan untuk tempat PKP belum memenuhi syarat yang tentukan dari segi koleksi, sarana prasarana, SDM, pelayanan, dan manajemen. Meskipun beberapa perpustakaan tingkat SLTA belum layak untuk PKP, namun dengan usaha dan kreativitas dari pihak UPBJ-UT dan mahasiswa peserta PKP, kegiatan tetap dapat dilaksanakan. Disarankan untuk dapat melaksanakan kegiatan PKP sesuai dengan ketentuan, pihak UPBJJ-UT harus sangat selektif menentukan tempat PKP, terutama memilih sekolah yang representatif.
Kata kunci: kelayakan tempat PKP, Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia No. 43 Tahun 2007.
1 BAB 1 PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang
Praktek kerja merupakan penerapan keilmuan dan bidang studi yang dimiliki pada dunia kerja yang sebenarnya. Praktik kerja juga merupakan salah satu bentuk kegiatan belajar melalui praktik, dan mendapatkan pengalaman kerja praktik serta mencari alternatif pemecahan masalah yang ditemukan pada waktu praktik. Praktik kerja bertujuan untuk memantapkan penguasaan materi suatu pelajaran atau pengetahuan. Program Studi D2 Perpustakaan dan Program Studi S1 Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Terbuka merupakan program studi yang mewajibkan mahasiswanya untuk melaksanakan Praktek Kerja Perpustakaan (PKP) dalam kurikulum perkuliahannya. Pada PKP program studi perpustakaan, bidang yang dijadikan kegiatan praktik terfokus pada kegiatan pengadaan, pengolahan dan pelayanan bahan pustaka. Dengan melakukan kegiatan PKP, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan kemampuan dalam mengidentifikasi masalah, mengamati suatu proses, mengumpulkan data serta dapat membuat suatu kesimpulan yang dilandasi dengan sikap ilmiah.
Dalam pelaksanaan kegiatan PKP mahasiswa perpustakaan Universitas Terbuka, yang tersebar di 37 Unit Program Pembelajaran Jarak Jauh (UPBJJ) di Indonesia, tentu akan dijumpai perpustakaan sebagai tempat praktik yang sangat variatif jika ditinjau dari jenis, kualitas, dan kuantitasnya. Hal ini disebabkan oleh luasnya wilayah geografis yang mengakibatkan keberadaan masyarakat dengan tingkat kesejahteraan, tingkat pengetahuan, dan tingkat apresiasi terhadap perpustakaan yang beragam.
Di Indonesia dikenal beberapa jenis perpustakaan, sesuai dengan Pasal 20 Undang-Undang Republik Indonesia No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, maka perpustakaan terdiri atas: Perpustakaan Nasional, Perpustakaan Umum, Perpustakaan Sekolah/Madrasah, Perpustakaan Perguruan Tinggi, dan Perpustakaan Khusus. Masing-masing jenis perpustakaan mempunyai tugas dan
2
fungsi yang berbeda. Hal ini mengakibatkan jenis koleksi dan layanannyapun berbeda, demikian juga standar masing-masing berbeda.
Pelaksanaan kegiatan praktik kerja akan dapat terlaksana dengan baik apabila didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai kelayakannya. Kelayakan praktik kerja perpustakaan, ditentukan oleh keberadaan perpustakaan yang memenuhi standar sebagaimana standar perpustakaan yang ada pada Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, mengenai Standar Nasional Perpustakaan Nasional yang terdiri atas: standar koleksi perpustakaan, standar sarana dan prasarana, standar pelayanan perpustakaan, standar tenaga perpustakaan, standar penyelenggaraan, dan standar pengelolaan.
Sarana dan prasarana dalam satu unit kerja sangat dibutuhkan, terlebih jika unit tersebut merupakan unit yang mempunyai tugas memberikan pelayanan kepada orang lain. Perpustakaan adalah unit yang bertugas memberikan layanan kepada pemustaka, sehingga standar-standar kelayakan perpustakaan merupakan sesuatu yang sangat penting. Sebaran dan beragamnya keberadaan perpustakaan yang dijadikan tempat praktik mahasiswa perpustakaan FISIP-UT di seluruh Indonesia, menggugah pertanyaan apakah keberadaan perpustakaan tempat PKP memenuhi standar kelayakan. Sebagai referensi, dapat diambil contoh temuan penelitian tentang peran perpustakaan sekolah di Tangerang Selatan, bahwa Standar Nasional Indonesia/SNI 7329:2009 tentang Perpustakaan Sekolah belum diterapkan, karena dana yang digunakan untuk pengembangan perpustakaan masih bervariasi bergantung pada kebutuhan dan kebijakan pimpinan sekolah. SDM yang mengelolapun masih guru yang diberi tugas tambahan mengelola perpustakaan, sarana prasarana dan teknologi informasi dan komunikasi yang diharapkan sudah ada di perpustakaan tingkat SLTP juga belum semuanya tersedia (Sutartono, 2010: 42).
Dalam upaya mencapai kompetensi yang telah ditetapkan, maka praktik kerja merupakan kegiatan yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa. Praktik adalah kegiatan yang menuntut mahasiswa untuk menerapkan konsep, prinsip, prosedur,
3
dan keterampilan dalam situasi nyata atau buatan secara terprogram dan terbimbing. . Dengan demikian, pelaksanaan praktek kerja lapangan dapat menjadi jembatan antara lembaga pendidikan tinggi semacam program studi D2 Perpustakaan dan S1 Ilmu Perpustakaan sebagai lembaga yang menghasilkan lulusan Diploma atau Sarjana Perpustakaan dengan lembaga informasi.
1.2. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka yang menjadi pertanyaan dalam penelitian ini adalah:
1. Bagaimana kelayakan koleksi perpustakaan tempat PKP?
2. Bagaimana kelayakan sarana dan prasarana tempat PKP?
3. Bagaimana kelayakan pelayanan perpustakaan tempat PKP?
4. Bagaimana kelayakan tenaga perpustakaan tempat PKP?
5. Bagaimana kelayakan manajemen perpustakaan tempat PKP? 1.3. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui kondisi koleksi perpustakaan tempat PKP
2. Untuk mengetahui konsisi sarana dan prasarana perpustakaan tempat PKP 3. Untuk mengetahui kondisi pelayanan perpustakaan tempat PKP
4. Untuk mengetahui kondisi tenaga perpustakaan tempat PKP 5. Untuk mengetahui kondisi manajemen perpustakaan tempat PKP. 1.4. Manfaat Penelitian
1. Bagi UT sebagai pihak pengelola: sebagai dasar pijakan menentukan kebijakan standar kelayakan tempat PKP ke depan yang dituangkan ke dalam Panduan dan Pedoman PKP
2. Bagi mahasiswa: kelayakan tempat PKP dapat memenuhi upaya pencapaian kompetensi yang diinginkan sebagai mahasiswa yang bergelut dalam bidang perpustakaan.
4 BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.Perpustakaan
Perpustakaan adalah institusi pengelola karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka (Pasal 1 ayat 1 UU Nomor 43 Tahun 2007).
Perpustakaan dibedakan menjadi beberapa jenis: Perpustakaan Nasional, Perpustakaan Umum, Perpustakaan Sekolah/Madrasah, Perpustakaan Perguruan Tinggi, dan Perpustakaan Khusus. Masing-masing jenis perpustakaan mempunyai tugas dan fungsi yang berbeda. Pustakaan Nasional adalah lembaga pemerintah non departemen (LPND) yang melaksanakan tugas pemerintah dalam bidang perpustakaan yang berfungsi sebagai perpustakaan pembina, perpustakaan rujukan, perpustakaan deposit, perpustakaan penelitian, perpustakaan pelestarian, dan pusat jejaring perpustakaan, serta bekedudukan di ibukota negara. Perpustakaan umum adalah perpustakaan yang diperuntukkan bagi masyarakat luas sebagai sarana pembelajaran sepanjang hayat tanpa membedakan umur, jenis kelamin, suku, ras, agama, dan status sosial-ekonomi. Perpustakaan sekolah/madrasah melayani peserta didik pendidikan kesetaraan yang dilaksanakan di lingkungan satuan pendidikan yang bersangkutan. Perpustakaan perguruan tinggi merupakan perpustakaan untuk mendukung pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Perpustakaan khusus adalah perpustakaan yang diperuntukkan secara terbatas bagi pemustaka di lingkungan lembaga pemerintah, lembaga masyarakat, lembaga pendidikan keagamaan, rumah ibadah atau organisasi lain. Perpustakaan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya mempunyai standar standar tertentu sesuai dengan jenisnya, dan telah diundangkan dalam dalam UU Nomor 43 Tahun 2007.
Di Indonesia berdasarkan SK Menpan Nonor 132 tahun 2003 dinyatakan bahwa perpustakaan itu adalah: unit kerja yang memiliki sumber daya manusia, ruangan khusus dan koleksi bahan pustaka sekurang-kurangnya terdiri dari 1000 judul dari
5
berbagai disiplin ilmu yang sesuai dengan jenis perpustakaan yang bersangkutan dan dikelola menurut sistem tertentu. Dari ketentuan di atas, sebuah perpustakaan harus: a) memiliki unit kerja, yaitu suatu lembaga yang memiliki status resmi; b) memiliki sumber daya yang mampu mengelola perpustakaan; c) memiliki koleksi minimal 1000 judul yang sesuai dengan kebutuhan pemakainya; d) memiliki sistem pengelolaan yang standar (Hermawan, 2010: 12). Persyaratan ini ditujukan untuk perpustakaan terutama yang dikelola pemerintah. Disamping itu, ketentuan tersebut dibuat agar dapat mengawasi mutu perpustakaan. Dengan adanya standar minimal tersebut memungkinkan terbentuknya perpustakaan yang berkualitas, baik yang dikelola pemerintah atau swasta.
Sumber daya manusia merupakan komponen yang penting dalam keberhasilan pencapaian tujuan perpustakaan. Dalam melaksanakan tugasnya, suatu perpustakaan butuh tenaga perpustakaan, yang terdiri dari pustakawan dan tenaga teknis perpustakaan. Pustakawan harus memenuhi kualifikasi sesuai dengan standar nasional perpustakaan. Sedangkan tugas tenaga teknis perpustakaan dapat dirangkap oleh pustakawan sesuai dengan kondisi perpustakaan yang bersangkutan.
Secara umum perkembangan perpustakaan dapat dibedakan dalam dua sudut pandang, yaitu fisik dan nonfisik. Menurut Sutarno (2008: 60) perkembangan fisik mencakup supra dan infrastruktur seperti gedung beserta kelengkapannya, sarana prasarana, perabot dan perlengkapan, aplikasi teknologi informasi, sarana komunikasi dan transportasi, koleksi, dan sumber daya manusia serta sumber daya finansial. Pengembangan fisik tersebut dapat langsung terlihat dan kasad mata sehingga orang/masyarakat menjadi tertarik dan dapat memanfaatkan. Secara nonfisik, yaitu landasan/perangkat hukum, peraturan perundang-undangan (terakhir UU Nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan). Pada bidang lain adalah administrasi dan manajemen, pemantapan struktur organisasi, status, komitmen, kerjasama dan dukungan pihak-pihak yang terkait, yaitu pemerintah, masyarakat, lembaga pendidikan, swasta dan dunia usaha serta produsen informasi dalam segala bentuk dan aktivitasnya. Kedua faktor tersebut saling mengisi dan melengkapi sehingga tidak dapat dipisahkan satu lainnya. Keduanya
6
dilakukan bersamaan secara bertahap dari tingkat pusat sampai dengan di daerah dan di desa-desa di seluruh Indonesia. Perkembangan kegiatan tersebut kemudian menjelma menjadi berbagai melakukan penghimpunan koleksi bahan pustaka, pengolahan, pengemasan informasi, pemeliharaan, pelestarian, pemberdayaan, dan layanan kepada seluruh lapisan masyarakat.
Perpustakaan masa depan mencerminkan kehidupan dalam kemajuan, yang paling mudah terlihat secara fisik. Kondisi fisik tersebut sangat penting, karena orang terutama akan melihat gambaran pertama tentang perpustakaan pada hal-hal tersebut daripada ciri-ciri dan bobot isinya. Sutarno dalam Rimbarawa (2006: 257) mengemukakan ciri-ciri fisik tersebut antara lain sebagai berikut (1) gedung dan bangunan yang megah atau mewahdengan sejumlah ruangan yang memadai, (2) para pegawai yang bersemangat, berintegritas, berdisiplin, dan menjiwai serta loyal kepada pekerjaan, (3) lokasi yang strategis dengan lahan yang luas dan mudah diketahui masyarakat dan mudah dijangkau pengunjung disertai sejumlah papan penunjuk, (4) sarana dan prasarana yang memadai, perlengkapan/ inventaris kantor yang baik dan standar, seperti mebiler, alat transportasi, dan beberapa mesin untuk mendukung pelaksanaan aktivitas organisasi, (5) sumber informasi (koleksi bahan pustaka yan relatif lengkap, bervariasi, bermutu dan jumlah yang memadai dan selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (up to date), (6) tersedia dan dilengkapi penerapan teknologi, terutama teknologi informasi, dan (7) sistem, prosedur atau mekanisme kerja yang baik. Semua komponen tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh dan berkaitan satu sama lain. Jadi tidak bisa sepotong-potong, meskipun realisasinya dilakukan secara bertahap.
2.2. Praktik Kerja Perpustakaan
Banyak program profesional dan kejuruan menggunakan praktik kerja sebagai sarana untuk memungkinkan peserta pendidikannya menguji pembelajaran yang diperoleh secara teoritis di dunia nyata. Pelaksanaan praktik di dunia nyata itu dapat berbentuk Praktik Kerja Lapangan, Praktik Kerja Lapangan Mandiri, Praktik Kerja, dan sebagainya, namun pada dasarnya mempunyai prinsip yang sama. Praktek kerja memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal dan
7
mengetahui secara langsung tentang instansi sebagai salah satu penerapan disiplin dan pengembangan karier. Ketika di lapangan melaksanakan praktek kerja, mahasiswa dapat menilai tentang pengembangan dari ilmu yang mereka miliki. Praktek Kerja Lapangan (PKL) adalah suatu bentuk pendidikan dengan cara memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa untuk berpartisipasi dengan tugas langsung di Lembaga BUMN, BUMD, Perusahaan Swasta, dan Instansi Pemerintahan setempat. Praktek Kerja Lapangan (PKL) memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengabdikan ilmu-ilmu yang telah diperoleh di kampus. Praktek Kerja Lapangan (PKL) merupakan wujud relevansi antara teori yang didapat selama di perkuliahan dengan praktek yang ditemui baik dalam dunia usaha swasta maupun pemerintah. Praktek Kerja Lapangan (PKL) akan menambah kemampuan untuk mengamati, mengkaji serta menilai antara teori dengan kenyataan yang terjadi dilapangan yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas managerial mahasiswa dalam mengamati permasalahan dan persoalan, baik dalam bentuk aplikasi teori maupun kenyataan yang sebenarnya (https://id-id.facebook.com/PoliteknikNegeriLampung/posts/ 417761574985928).
Praktek Kerja Lapangan Mandiri (PKLM) merupakan suatu kegiatan penerapan ilmu yang diperoleh mahasiswa dibangku perkuliahan pada suatu lapangan pekerjaan. yang bertujuan untuk melatih mahasiswa agar mengenal situasi dunia kerja sekaligus untuk meningkatkan kualitas mahasiswa itu sendiri. (http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/16180/4/Chapter%20I.pdf). Praktik adalah kegiatan yang menuntut mahasiswa untuk menerapkan konsep, prinsip, prosedur, dan keterampilan dalam situasi nyata atau buatan secara terprogram dan terbimbing atau mandiri. Praktikum adalah kegiatan yang menuntut mahasiswa untuk melakukan pengamatan, percobaan, atau menguji suatu konsep atau prinsip materi mata kuliah yang dilakukan di dalam atau di luar laboratorium. Kegiatan praktik atau praktikum dilaksanakan di bawah bimbingan instruktur/ supervisor/pembimbing. (Katalog UT, 2014: 46)
8
Manfaat dari pelaksanaan kerja praktik antara lain: 1). Bagi mahasiswa, Mahasiswa mendapatkan keterampilan untuk melaksanakan program kerja pada perusahaan maupun instansi pemerintahan. Melalui praktek kerja lapangan mahasiswa mendapatkan bentuk pengalaman nyata serta permasalahan yang dihadapi dunia kerja . Selain itu, mahasiswa akan menumbuhkan rasa tanggung jawab profesi di dalam dirinya melalui praktek kerja lapangan. 2). Bagi Lembaga Perguruan Tinggi, Lembaga dapat menjalin kerjasama dengan dunia usaha, Lembaga BUMN, BUMD, Perusahaan Swasta, dan Instansi Pemerintahan. Praktek Kerja Lapangan dapat mempromosikan keberadaan Akademik di tengah-tengah dunia kerja. 3). Bagi tempat PKL, Iinstitusi dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja lepas yang berwawasan akademi dari praktek kerja lapangan tersebut. Dunia kerja atau institusi kerja tersebut akan memperoleh tenaga kerja yang sesuai dengan bidangnya. Kemudian laporan praktek kerja lapangan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber informasi mengenai situasi umum institusi tempat praktek tersebut (https://id-id.facebook.com/PoliteknikNegeriLampung/posts/ 417761574985928).
Praktik Kerja Perpustakaan yang dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi D2 Perpustakaan Universitas Terbuka juga mempunyai tujuan untuk memantapkan penguasaan materi suatu pelajaran atau pengetahuan. Dalam hal ini mahasiswa diharapkan terjun langsung ke lapangan yaitu pada perpustakaan yang telah ditunjuk. Mahasiswa dihadapkan pada kegiatan yang senyatanya, yakni aktivitas sehari-hari dalam dunia perpustakaan. Di tempat praktik mahasiswa akan mengenal alat-alat yang sudah baku dan tersedia di perpustakaan, kemudian mereka akan memakainya. Mahasiswa juga akan langsung mengetahui bagaimana prosedur bahan pustaka mulai diseleksi, dipesan, diterima, diolah, disimpan di rak, serta dilayankan kepada pemustaka.
Dengan melakukan kegiatan praktik kerja perpustakaan, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan kemampuan dalam mengidentifikasikan masalah, mengamati suatu proses, mengumpulkan data serta dapat membuat suatu kesimpulan yang dilandasi dengan sikap ilmiah (Royandiah, 2011: 1.20).
9 BAB 3
METODE PENELITIAN
3.1. Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang bersifat eksploratif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Penelitian deskriptif dimaksudkan untuk eksplorasi dan klarifikasi mengenai sesuatu fenomena atau kenyataan sosial, dengan jalan mendeskripsikan sejumlah variable yang berkenaan dengan masalah dan unit yang diteliti (Faisal,1992: 20).
Dengan pendekatan studi kasus, maka berbagai variable dalam penelitian ini akan ditelaah secara intensif, mendalam, rinci dan komprehensif mengenai hal-hal yang berkaitan dengan masalah kelayakan tempat praktik kerja perpustakaan di UPBJJ-UT.
3.2. Subjek dan Objek Penelitian
Dalam penelitian ini subjek penelitiannya adalah Koordinator Bantuan Belajar dan Layanan Bahan Ajar UPBJJ-UT, kepala perpustakaan, dan staf perpustakaan. Adapun yang menjadi objek penelitian adalah perpustakaan, di mana akan diteliti kelayakan standar koleksi perpustakaan, standar sarana dan prasarana, standar pelayanan perpustakaan, standar tenaga perpustakaan, standar penyelenggaraan, dan standar pengelolaan. Pada penelitian ini tempat PKP yang diteliti ada 14 perpustakaan yang tersebar pada 6 UPBJJ-UT yaitu: UPBJJ-UT Palembang, Bogor, Bandung, Makassar, Kupang, dan Ternate. Dilihat dari jenis perpustakaannya, maka sebaran 14 perpustakaan tempat PKP adalah sebagai berikut: 3 perpustakaan setingkat provinsi, 6 perpustakaan setingkat kabupaten/kota, 1 perpustakaan setingkat perguruan tinggi, dan 4 perpustakaan sekolah setingkat SLTA. Pemilihan tempat PKP merupakan pemilihan secara acak dengan pertimbangan dapat mewakili wilayah Indonesia Barat (Palembang, Bogor, dan Bandung), mewakili Indonesia Tengah (Makassar, Kupang) dan Indonesia Timur (Ternate).
10 3.3. Metode Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini data yang diperlukan bersumber dari individu yang dianggap berperan dalam proses kegiatan dalam lingkup tempat PKP, dan atau yang memiliki peranan dalam penentuan kebijakan kegiatan perpustakaan, termasuk dokumen-dokumen yang berhubungan dengan objek penelitian. Dengan demikian metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari metode dokumenter dan wawancara.
Pengumpulan data dokumenter dilakukan dengan cara memeriksa dan menghimpun dokumen/laporan pengembangan koleksi, pengolahan koleksi, pelayanan koleksi, dan sember daya manusia yang ada di perpustakaan, kemudian dicatat disesuaikan dengan kebutuhan informasi berdasarkan tujuan penelitian. Pengumpulan data dengan wawancara terstruktur, sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Sulistyo (2006: 171) bahwa wawancara terstruktur adalah wawancara dengan menggunakan daftar pertanyaan yang telah disiapkan sebelumnya. Dengan demikian sudah disiapkan pedoman wawancara yang memuat pertanyaan-pertanyaan yang relevan dengan tujuan penelitian. Wawancara juga memungkinkan untuk dikembangkan guna menggali informasi lebih dalam dan rinci sepanjang masih dalam konteks yang berkaitan dengan tujuan penelitian.
3.4. Metode Analisis Data
Analisis data dalam penelitian kualitatif terdiri dari tiga jalur yang terjadi secara bersamaan yaitu: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi (Huberman, 1992: 16).
Setelah data diperoleh melalui wawancara, maka dilakukan koding dan analisis data. Langkah pertama dari koding yaitu menyusun transkripsi wawancara, kemudian membubuhkan catatan-catatan pada transkripsi tersebut. Selanjutnya dilakukan reduksi data, yaitu membuat rangkuman inti dari wawancara. Penyajian yaitu sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan.
11
Langkah ke tiga dari analisis adalah penarikan kesimpulan/verifikasi, yaitu mengambil kesimpulan yang merupakan hasil akhir penelitian yang dapat digunakan sesuai kebutuhan dalam rangka pemecahan masalah.
12 BAB 4
PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
4.1. Sebaran Perpustakaan Tempat Praktik Kerja Perpustakaan
Pada penelitian ini tempat praktik kerja perpustakaan (PKP) yang diteliti ada 14 perpustakaan yang tersebar pada 6 UPBJJ-UT yaitu: UPBJJ-UT Palembang, Bogor, Bandung, Makassar, Kupang, dan Ternate. Dilihat dari jenis perpustakaannya, maka sebaran 14 perpustakaan tempat PKP adalah sebagai berikut: 3 perpustakaan setingkat provinsi, 6 perpustakaan setingkat kabupaten/kota, 1 perpustakaan setingkat perguruan tinggi, dan 4 perpustakaan sekolah setingkat SLTA. Secara rinci sebarannya adalah sebagai berikut:
Perpustakaan setingkat provinsi:
1. Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Sulawesi Selatan 2. Badan Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan
3. Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Barat Perpustakaan setingkat kabupaten/kota:
1. Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep)
2. Kantor Kearsipan dan Perpustakaan Kota Ternate
3. Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Tidore Kepulauan 4. Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sikka
5. Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Cianjur Kota
6. Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sumedang Perpustakaan setingkat perguruan tinggi:
1. Perpustakaan UPI Kampus Purwakarta Perpustakaan setingkat SLTA:
1. SMA Negeri 8 Ternate 2. SMAK Negeri 2 Ternate 3. SMA Negeri I Cianjur 4. SMA Negeri I Garut
13 4.2. Analisis Hasil Penelitian
Penelitian di perpustakaan di ke 6 UPBJJ-UT adalah untuk megkaji tingkat kelayakan tempat PKP bagi mahasiswa D2 Perpustakaan Universitas Terbuka. Aspek yang dikaji meliputi koleksi, sarana dan prasarana, pelayanan, tenaga perpustakaan, dan manajemen (penyelenggaraan dan pengelolaan). Berikut hasil kajian tentang beberapa aspek tersebut.
14 Tabel 1: Sebaran Tempat Praktik Kerja Perpustakaan
Tempat PKP Koleksi Sarana dan Prasarana Pelayanan Perpustakaan Tenaga (Penyelenggaraan dan Manajemen
Pengelolaan) Keterangan
UPBJJ-UT Makassar:
a. Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Propinsi Sulawesi Selatan - 37.683 judul - 237.050 eksemplar - Nonfiksi 24.437 judul - Referens 9.576 judul - Fiksi 3.670 judul - LT: 3.000 M2 - LB: 2.204 M2 - Terdiri dari beberapa ruangan dan berlantai dua. - Ruang IT dengan 20 unit komputer - Sirkulasi - Baca - Referens/Rujukan - Bimbingan Pembaca Promosi: - Story Telling - Perpust Keliling - Pameran
- Sosialisasi Minat Baca
SDM Aparatur berjumlah 149 orang terdiri dari: S2 : 15 orang S1 : 104 orang D3 : 9 orang SMA : 21 orang
Struktur organisasi ada Kepala Badan, membawahi Bidang2:
- Pengolahan arsip Aktif - Pengolahan Arsip Statis - Layanan Informasi - Deposit, Pengembangan,
Pengolahan, dan Pelestarian Bahan Pustaka, - Jabatan Fungsional Alamat Jl. Sultan Alauddin Km 7 Tala Salapang, Makassar Alokasi anggaran - Pengembangan Koleksi :40% - Belanja lain-lain: 60% b. Kantor Perpustakaan dan
Arsip Daerah Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep)
- 5.259 judul. - 12.501 eksemplar Non fiksi 4.111 judul Referens 300 judul Fiksi 1.354 judul, dan sisanya ada majalah populer, jurnal, serta terbitan pemerintah.
- LT: 684 M2 - LB: 148 M2 - Terdiri dari
beberapa ruangan dan berlantai dua. - Ruang IT dengan 8 unit komputer - Sirkulasi - Baca - Referens - Bimbingan Pembaca Promosi: - Story Telling - Perpust Keliling - Sosialisasi Minat Baca
SDM Aparatur berjumlah 17 orang terdiri dari: S2 : 1 orang S1 : 7 orang Selebihnya D3 dan SMA
Struktur organisasi ada Kepala Badan, membawahi Bidang2:
- Pengolahan arsip Aktif - Pengolahan Arsip Statis - Layanan Informasi - Deposit, Pengembangan,
Pengolahan, dan Pelestarian Bahan Pustaka,
- Jabatan Fungsional
Jl. A. Burhanuddin No.1 Pangkajene
UPBJJ-UT Ternate: a. Kantor Kearsipan dan
Perpustakaan Kota Ternate -27.343 judul -32.158 eksemplar -Nonfiksi 26.165 judul -Referens 98 judul -Fiksi 1.080 judul -Sisanya ada majalah
- LT: 570 M2 - LB: 384 M2 - Terdiri dari: Lt 1: Pengolahan Lt 2: R. Baca Anak/Remaja dan Sirkulasi - Sirkulasi - Baca di tempat - Referens - Bimbingan Pembaca - Bercerita / mendongeng - Pemutaran film SDM Aparatur berjumlah 48 orang terdiri dari: S2 : 2 orang S1 : 11 orang D3 : 3 orang SMA : 32 orang
Struktur organisasi ada Kepala Badan, membawahi Bidang2:
- Pengolahan arsip Aktif - Pengolahan Arsip Statis - Layanan Informasi - Deposit, Pengembangan,
Alamat: Jl.Stadion Ternate Maluku Utara
15 populer, suratkabar, terbitan pemerintah, terbitan pemerintah daerah Lt 3 : Koleksi, Ruang Baca, R.Audio Visual - 6 unit komputer - Perpust Keliling - Perpust Terapung Promosi: - Pameran
- Promosi jasa layanan melalui poster, brosur, phamplet.
-melalui media cetak, elektronik dan TV kabel. - Lomba2 yg bertemakan peningkatan dan pembudayaan minat baca.
-Diklat dan bintek pengelola
perpustakaan sekolah dan kelurahan
Pengolahan, dan Pelestarian Bahan Pustaka,
b. Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Tidore Kepulauan - 7.325 judul -14.720 eksemplar -Nonfiksi 5.589 judul Referens 414 judul -Fiksi 1.318 judul -Buku Langka 4 judul
- LT: 600 M2 - LB: 500 M2 - Terdiri dari
beberapa ruangan dan berlantai dua. - 4 unit komputer - Sirkulasi - Baca di perpustakaan - Referens - Bimbingan Pembaca - Bercerita / mendongeng - Pemutaran film - Perpust Keliling - Perpust Terapung Promosi: - Pameran - Penyebaran poster SDM Aparatur berjumlah 13 orang terdiri dari: S2 : 1 orang S1 : 5 orang D3 Perpustakaan:1 D3 NonPerpust : 3 SMA : 3 orang
Struktur organisasi ada Kepala Badan, membawahi Bidang2:
- Pengolahan arsip Aktif - Pengolahan Arsip Statis - Layanan Informasi - Deposit, Pengembangan,
Pengolahan, dan Pelestarian Bahan Pustaka
Alamat: Jl. Sultan Mansyur No. 38 Tidore, Maluku Utara
16
- Pemasangan iklan - Seminar
- Lomba-lomba c. SMA Negeri 8 Ternate 300 an judul yang
terdiri dari sebagaian besar koleksi adalah buku-buku pelajaran yang dipergunakan oleh siswa, beberapa koleksi reference, serta koleksi fiksi.
- LR: 18 M2 - Sirkulasi
- Baca di Perpustakaan Guru piket 1 orang Guru yang ditunjuk dan dijadwal untuk piket bertanggungjawab langsung kepada Kepala Sekolah
Kota Ternate
d. SMAK Negeri 2 Ternate 600 an judul yang sebagian besar koleksi adalah buku-buku pelajaran yang dipergunakan oleh siswa, beberapa koleksi referens, koleksi fiksi, serta majalah populer.
- L 48 M2 - Sirkulasi
- Baca di perpustakaan
Guru piket 2 orang Guru yang ditunjuk dan dijadwal untuk piket bertanggungjawab langsung kepada Kepala Sekolah
Kota Ternate
UPBJJ-UT Palembang
Badan Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan
168.000 judul buku 240.000 eksemplar , terbagi dlm berbagai bidang ilmu. Paling banyak berada di bidang ilmu agama, sosial, teknologi, seni dan sastra Gedung berlantai 3, dengan pembagian: Lantai 1 untuk kegiatan layanan, lantai 2 untuk kegiatan pengadaan, pengolahan dan deposit, lantai 3 untuk kegiatan kantor. Layanan yang dilakukan: 1. layanan sirkulasi 2. layanan internet 3. layanan referensi 4. layanan koleksi anak 5. layanan koleksi
deposit 6. layanan
perpustakaan keliling 7. layanan story teling
SDM berjumlah 82 orang dengan kualifikasi S2 : 7 orang S1 : 40 orang Sedang sisanya berpendidikan dari SD sampai SMA
Dalam pengelolaan Badan Perpustakaan DaerahProvinsi Sumatera Selatan dipimpin oleh kepla perpustakaan yang dibantu oleh beberapa kepala bidang yaitu bidang
pengembangan koleksi, layanan dan deposit.
Dalam bidan gtersebut dibantu karyawan yang mempunyai kopetensi di bidang
masing-Jln. Demang Lebar Daun No. 47 Palembang
17
masing
UPBJJ-UT Kupang:
Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kab. Sikka
Jumlah koleksi 4.950 judul, 11.306 eksemplar. Dengan perincian: Nonfiksi 4.616 jdl Fiksi 344 judul Referensi 281 judul Luas tanah 12.190 m2 Luas gedung 135 m2 Layanan yang dilakukan:
1. layanan ruang baca 2. layanan sirkulasi dan referensi 3. layanan penelusuran informasi 4. layanan perpustakaan keliling SDM berjumlah 17 orang dengan kualifikasi: S1 : 3 orang Diploma : 4 orang SMU : 10 orang
Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kab. Sikka dipimpin Kepala Kantor dan dibantu seksi-seksi yaitu:
Seksi Akuisisi dan pengolahan Seksi Pelayanan dan
Referensi
Seksi Pengolahan Arsip
Jln. Litbang-Wairklau, Maumere
UPBJJ-UT Bogor
a.Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Cianjur Kota 13.725 judul 32.665 eksp Fiksi 525 judul Referens 945 Nonfiksi 10155 Luas tanah 250 m2, luas bangunan 175 m2, 2 lantai. Terdiri dari ruang pelayanan, ruang baca, ruang pengolahan. Lyn. Sirkulasi Lyn referens 11 orang 1 kepala perpustakaan 4 pustakawan (S1) 6 orang staf (S1 2, SLTA 4 orang)
Struktur organisasi ada Kepala Perpustakaan, membawahi Bidang2: - Pengolahan arsip Aktif - Pengolahan Arsip Statis - Layanan Informasi - Jabatan Fungsional
Jl. Slamet Riyadi No.1
Kota Cianjur
b. SMA Negeri I Cianjur 756 Judul 1.267 eksp Fiksi 145 Non fiksii 661
1 lantai, luas 100 m2, 1 ruangan terdiri dari meja pelayanan dan meja
pengolahan.
Lyn sirkulasi 2 orang, bukan
pustakawan Kepala Sekolah dan 2 staf perpustakaan. Kota Cianjur
UPBJJ-UT Bandung
a.Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Prov. Jawa Barat
60.432 eksemplar dengan berbagai subjek Luas tanah 1.950 m2 Luas Bangunan 900 m2 Ada 2 gedung Gedung deposit Layanan referens (koleksi budaya jawa barat) - Lyn sirkulasi - Lyn pembaca - Lyn Referens 28 orang, 14 orang pustakawan 6 orang S2, 8 orang S1. 14 orang staf pend. S1 dan SLTA.
Struktur organisasi ada Kepala Badan, membawahi Bidang2:
- Pengolahan arsip Aktif - Pengolahan Arsip Statis - Layanan Informasi - Deposit, Pengembangan,
Jl. Kawaluyaan Indah II No. 4 Bandung.
18
Gedung Pelayanan - Lyn Bimbingan Pembaca - Story Telling - Pameran
- Sosialisasi Minat Baca
Pengolahan, dan Pelestarian Bahan Pustaka,
- Jabatan Fungsional
b. SMA Negeri I Garut 842 Judul 1856 eksp Fiksi 173 Non fiksii 669
1 lantai, luas 70 m2, 1 ruangan terdiri dari meja pelayanan dan meja pengolahan.
Lyn sirkulasi 2 orang, bukan pustakawan
Kepala Sekolah dan 2 staf perpustakaan.
Garut
c.Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sumedang 16.738 judul 41.675 eksp Fiksi 1.523 judul Referens 944 Nonfiksi 14.270 Luas tanah 578 m2 Luas bangunan 423 m2 Terdiri dari ruang pelayanan, ruang baca, ruang pengolahan. Lyn. Sirkulasi Lyn referens 8 orang 1 kepala perpustakaan 2 pustakawan (S1) 5 orang staf (S1 2, SLTA 4 orang)
Struktur organisasi ada Kepala Perpustakaan, membawahi Bidang2: - Pengadaan - Pengolahan - Layanan Informasi - Jabatan Fungsional Alamat: Jl. Mayor Abdurachman No.185 Kota Sumedang
d.Perpustakaan UPI Kampus
Purwakarta 21.635 judul 43.775 eksp Fiksi 674 judul Referens 822 Nonfiksi 20.119 1 lantai, luas 350 m2. Terdiri dari ruang pelayanan, ruang baca, ruang pengolahan. Lyn. Sirkulasi Lyn referens - Lyn Bimbingan Pembaca - Story Telling - Pameran
- Sosialisasi Minat Baca
5 orang 1 kepala perpustakaan (S1 Perpustakaan) 1 pustakawan (D2) 3 orang staf (S1 1, SLTA 2 orang)
Struktur organisasi ada Kepala Perpustakaan, membawahi Bidang2: -Pengadaan - Pengolahan - Layanan Informasi - Jabatan Fungsional Alamat: Jl. Veteran Purwakarta
19 4.2.1. Koleksi
Menurut UU 43 th. 2007, tentang Perpustakaan pada Bab 1, ps 1 (2) menyatakan bahwa koleksi perpustakaan adalah semua informasi dalam bentuk karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam dalam berbagai media yang mempunyai nilai pendidikan, yang dihimpun, diolah, dan dilayankan.
Koleksi perpustakaan setingkat provinsi, tingkat kabupaten/kota, juga tingkat perguruan tinggi pada kenyataannya secara kuantitas sudah diatas jumlah 5000 judul. Untuk kepemilikan koleksi paling sedikit yaitu Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) dengan koleksi 5.259 judul, 12.501 eksemplar, yang terdiri dari Non fiksi 4.111 judul Referens 300 judul Fiksi 1.354 judul, dan sisanya ada majalah populer, jurnal, serta terbitan pemerintah. Badan Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan merupakan perpustakaan dengan jumlah koleksi terbanyak, yaitu mencapai 168.000 judul buku dan 240.000 eksemplar, tentu dengan sebaran subjek yang relatif lengkap, paling banyak berada di bidang ilmu agama, sosial, teknologi, seni dan sastra dan terdiri dari jenis fiksi, nonfiksi referens, majalah, suratkabar, terbitan pemerintah pusat dan daerah. Sedangkan untuk keempat sekolah setingkat SLTA yang diteliti ternyata belum ada satupun yang mempunyai koleksi minimal 1000 judul, bahkan kebanyakan koleksinya adalah sebagian besar merupakan buku-buku pelajaran sekolah, disamping buku referens, majalah dan suratkabar. Dari realitas ini dapat disimpulkan bahwa secara koleksi semua perpustakaan setingkat provinsi, kabupaten/kota dan tingkat perguruan tinggi sudah mempunyai kelayakan sebagai tempat PKP, sedangkan untuk keempat perpustakaan sekolah tingkat SLTA ternyata belum dapat dikatakan layak.
4.2.2. Sarana dan Prasarana
Sarana prasarana dalam suatu unit kerja sangat diperlukan, apalagi unit tersebut merupakan unit yang memberikan layanan kepada orang lain. Perpustakaan adalah unit yang memberikan layanan kepada penggunanya, sehingga sarana prasarana ini sangat dibutuhkan.
20
Secara umum kondisi sarana dan prasarana pada perpustakaan setingkat provinsi, tingkat kabupaten/kota, juga tingkat perguruan tinggi pada kenyataannya berada pada kondisi baik dan terawat serta cukup memadai luas tanah dan luas bangunannya. Demikian juga dengan sarana peruntukan ruangannya yang pada umumnya ada ruang pelayanan/sirkulasi, ruang baca, ruang pengolahan, ruang administrasi, ruang komputer/IT. Sedangkan untuk perpustakaan sekolah yang diteliti, semuanya masih dibawah 168 m2 sebagaimana ditentukan sebagai syarat minimal untuk ruang perpustakaan tingkat SMA, MA, SMK, dan MAK (SNI7329:2009, 6). Dari realitas tersebut , maka dapat ditarik kesimpulan bahwaditinjau dari sudut sarana dan prasarananya semuaperpustakaan setingkat provinsi, tingkat kabupaten/kota, juga tingkat perguruan tinggi sudah memenuhi tingkat kelayakan untuk tempat PKP, sedangkan untuk keempat sekolah yang diteliti belum memenuhi tingkat kelayakan untuk PKP.
4.2.3. Layanan
Muara layanan di perpustakaan sesungguhnya adalah layanan kepada pengguna, sebab sebua dilakukan oleh perpustakaan tujuannya adalah agar supaya pemakai perpustakaan mendapatkan kepuasan dari layanan pemakai (Saleh, 2009, 4.1). Dengan demikian, layanan yang diberikan kepada pengguna hendaknya mendapat perhatian serta direncanakan sebaik-baiknya. Jumlah jenis layanan pengguna perpustakaan yang dapat diberikan kepada pengguna perpustakaan sebenarnya cukup banyak, namun layanan kepada pemakai hendaknya sesuai dengan kebutuhan agar supaya tujuan pemakai puas (user satisfaction) dapat dicapai oleh perpustakaan.
Dikaji dari segi pelayanannya maka pada perpustakaan setingkat provinsi, tingkat kabupaten/kota, juga tingkat perguruan tinggi secara umum mempunyai berbagai jenis layanan yang diperplukan seperti: layanan sirkulasi (layanan pinjam dan pengembalian bahan pustaka), layanan, referens, layanan pendidikan pemakai, layanan penelusuran informasi, layanan story telling, bahkan untuk perpustakaan pemerintah rata-rata mempunyai layanan perpustakaan keliling. Sedangkan untuk perpustakaan sekolah yang diteliti secara umum hanya ada layanan sirkulasi, dan layanan baca di perpustakaan. Dari data yang ada, maka dapat diambil kesimpulan
21
bahwa pada perpustakaan setingkat provinsi, tingkat kabupaten/kota, juga tingkat perguruan tinggi, secara pelayanan sudah memenuhi tingkat kelayakan yang diinginkan, sedangkan untuk perpustakaan sekolah belum, sebab menurut SNI 7329:2009, dalam layanan perpustakaan kegiatan pendayagunaan koleksi materi perpustakaan kepada pengguna, yaitu sirkulasi, penelusuran, pendidikan pengguna, dan pinjam antar perpustakaan.
4.2.4. Tenaga Perpustakaan (SDM)
Dalam rangka mengelola suatu unit kerja diperlukanlah tenaga yang berkualifikasi dibidangnya. Untuk mengelola perpustakaan sesuai dengan kualifikasi yang telah ditentukan. Tenaga Perpustakaan adalah tenaga kependidikan yang diberi tugas teknis serta tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh untuk melakukan kegiatan kepustakawanan. Dalam SNI 7329: 2009 tenaga perpustakaan sekolah mempunyai kualifikasi minimal pendidikan menengah (SMA) serta memperolah pelatihan kepustakawanan. Dalam Permendiknas No. 25 tahun 2008 disebutkan bahwa tenaga perpustakaan sekolah/ madrasah memiliki sekurang-kurangnya satu tenaga yang berkualifikasi SMA atau sederajat dan bersertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan sekolah/madrasah dari lembaga yang ditetapkan oleh pemerintah.
Secara faktual keberadaan tenaga perpustakaan (SDM) dapat dilihat bahwa pada perpustakaan setingkat provinsi, tingkat kabupaten/kota, juga tingkat perguruan tinggi mempunyai tenaga perpustakaan yang cukup memadai dan pada setiap perpustakaannya pun ada tenaga pustakawannya. Sedangkan untuk perpustakaan sekolah yang diteliti, semuanya mengandalkan tenaga guru piket yang bukan seorang pustakawan untuk bergiliran menjaga dan melayani pengguna perpustakaannya. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa pada pada perpustakaan setingkat provinsi, tingkat kabupaten/kota, juga tingkat perguruan tinggi sudah memenuhi tingkat kelayakan dalam segi tenaga perpustakaannya, namun keadaan ini belum terjadi pada keempat sekolah yang diteliti.
22
4.2.5. Manajemen (Penyelenggaraan dan Pengelolaan)
Pengorganisasian merupakan fungsi manajemen yang harus diperhatikan oleh perpustakaan. Degan adanya pengorganisasian maka akan jelas siapa yang menjadi atasan dan siapa yang menjadi bawahan, siapa yang memiliki wewenang dan tanggung jawab terhadap jalannya perpustakaan. Dengan kejelasan ini akan terjadi komunikasi baik dari atas ke bawah (top down) yang biasanya berupa instruksi atau perintah, maupun dari bawah ke atas (bottom up) yang biasanya berupa informasi ataupun saran-saran (Saleh, 2009, 7.1).
Pada perpustakaan setingkat provinsi, tingkat kabupaten/kota, juga tingkat perguruan tinggi yang dijadikan objek penelitian semua mempunyai struktur organisasi yang jelas dan ada Surat Keputusan dari masing-masing yang berwewenang, sehingga pengelolaan dan penyelenggaraan perpustakaan dan kepustakawannan (menurut SNI 7329:2009 kepustakawanan adalah teori, praktik, dan teknologi ilmu perpustakaan dan informasi guna melaksanakan fungsi perpustakaan) menjadi jelas. Fakta ini menjadikan perpustakaan menjadi memenuhi tingkat kelayakan secara manajemen. Untuk perpustakaan tingkat sekolah yang menjadi objek penelitian, belum dapat mencapai tingkat kelayakan tersebut sebab secara struktural memang dipimpin oleh Kepala Sekolah, namun belum memenuhi apa yang ada pada SNI 7329:2009, pasal 8.1.a) yang mengisyaratkan bahwa: perpustakaan dipimpin oleh seorang kepala yang bertanggung jawab kepada kepala sekolah, dan pada ayat b). Kualifikasi kepala perpustakaan adalah tenaga perpustakaan sekolah atau tenaga kependidikan dengan pendidikan minimal diploma dua di bidang ilmu perpustakaan dan informasi atau diploma dua bidang lain yang sudah memperoleh sertifikat pendidikan di bidang ilmu perpustakaan dan informasi dari lembaga pendidikan yang terakreditasi.
23 BAB 5
SIMPULAN DAN SARAN
5.1. Simpulan
Dari pembahasan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Semua perpustakaan tempat PKP dari tingkat propinsi hingga tingkat kabupaten/kota, dan perguruan tinggi sudah memenuhi syarat untuk tempat PKP.
2. Semua sekolah yang dipergunakan untuk tempat PKP belum memenuhi syarat yang tentukan dari segi koleksi, sarana prasarana, SDM, pelayanan, dan manajemen.
3. Meskipun beberapa perpustakaan tingkat SLTA belum layak untuk PKP, namun dengan usaha dan kreativitas dari pihak UPBJ-UT dan mahasiswa peserta PKP, kegiatan tetap dapat dilaksanakan.
5.2. Saran
Untuk perbaikan pelaksanaan kegiatan PKP disarankan:
1. Untuk dapat melaksanakan kegiatan PKP sesuai dengan ketentuan, pihak UPBJJ-UT harus sangat selektif menentukan tempat PKP, terutama jika tempat PKP adalah perpustakaan sekolah, maka harus dipilih perpustakaan sekolah yang representatif.
2. Perlu diupayakan merekrut pustakawan yang mempunyai integritas tinggi untuk membantu memberi solusi bagi peserta PKP ketika menghadapi masalah di lapangan, walaupun pustakawan tersebut tidak harus selalu mendampingi di tempat PKP.
3. Jika tidak ada koleksi baru yang harus diolah oleh peserta PKP, pembimbing dapat mencarikan tempat/perpustakaan lain yang memerlukan tenaga untuk mengolah koleksi barunya
24
DAFTAR PUSTAKA
Faisal, Sanapiah (1992). Format-Format Penelitian Sosial: Dasar-Dasar dan Aplikasi. Jakarta: Rajawali Press.
Hermawan S, Rachman, Zulfikar Zen (2010). Etika Kepustakawanan: Suatu Pendekatan Terhadap Kode Etik Pustakawan Indonesia. Jakarta: Sagung Seto.
https://id-id.facebook.com/PoliteknikNegeriLampung/posts/417761574985928 diakses 28 Februari 2014.
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/16180/4/Chapter%20I.pdf, diakses 28 Februari 2014.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 25 tahun 2008 tentang Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah/Madrasah
Rimbarawa, Kosam, Supriyanto (2006). Aksentuasi Perpustakaan dan Pustakawan, Jakarta: Sagung Seto.
Royandiah, Ida, Sri Suharmini W. (2011). Praktik Kerja Perpustakaan Progrram Studi D II Perpustakaan. Jakarta: Universitas Terbuka.
Saleh, Abdul Rahman dan Rita Komalasari. (2009) Buku Materi Pokok Manajemen Perpustakaan. Jakarta : Universitas Terbuka
Standar Nasional Indonesia (SNI) 7329:2009 tentang Perpustakaan Sekolah. Jakarta : Badan Standardisasi Nasional
Sulistyo-Basuki (2006). Metode Penelitian. Jakarta: Wedatama Widya Sastra. Surat Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 132 tahun 2003
tentang Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya. Jakarta: Perpustakaan RI.
Sutarno NS. (2008). 1 Abad Kebangkitan Nasional & Kebangkitan Perpustakaan. Jakarta: Sagung Seto.
Sutartono, Sri Suharmini Wahyuningsih, Arifah Bintarti, Hascaryo Pramudibyanto (2010). Peran Perpustakaan Dalam Pembelajaran di Sekolah Lanjutan Pertama Daerah Kecamatan Pamulang Tangerang Selatan. Jakarta: Universitas Terbuka.
Undang Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan.
25
CURRICULUM VITAE
A. DATA PRIBADI
a) Nama : Drs. Sutartono, M.Hum
b) Alamat :
1) Alamat Kantor : Gedung Rektorat UT, Lt III, Jl Cabe Raya, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, 15418.
2) Alamat Rumah : Taman Pondok Cabe C8/2, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, 15418. c) Telepon
1) Telepon Kantor : 7490941 pes. 1911 2) Faksimili : (021) 7434391 3) Telepon Rumah : (021) 7410927 4) e-mail : [email protected]
B. RIWAYAT PENDIDIKAN
a) Tahun 1973 : Lulus SD Potrobangsan I, Magelang. b) Tahun 1976 : Lulus SMP Negeri I, Magelang.
c) Tahun 1982 : Lulus SMA Pancasila Bersubsidi, Purworejo. d) Tahun 1990 : Lulus Strata-1 Ilmu Hubungan Masyarakat,
Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran, Bandung.
e) Tahun 2009 : Lulus Strata-2 Ilmu Perpustakaan,
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, Jakarta.
C. PENELITIAN/PUBLIKASI ILMIAH
a) FAQ: Solusi Mencapai Efisiensi Penyelenggaraan Forum Komunitas UT Online (Kasus Forum Komunitas UT Online yang Dikelola oleh FISIP). (Jurnal Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh, Vol. 13, No. 2. September 2012).
b) Evaluasi Program Dry Lab (Kajian terhadap Penguasaan Konsep Materi Konservasi Bahan Pustaka Kertas), tahun 2011, dibiayai Lembaga Penelitian –UT.
c) Peran Perpustakaan dalam Pembelajaran di Sekolah Lanjutan Pertama Daerah Kecamatan Pamulang Tangerang Selatan, tahun 2010, dibiayai Lembaga Penelitian-UT.
26
d) Pemahaman Mahasiswa Terhadap Materi Matakuliah Pengantar Statistik Sosial (Kajian Perbandingan Pemahaman Mahasiswa Perguruan Tinggi Jarak Jauh dengan Mahasiswa Perguruan Tinggi Tatap Muka), tahun 2006, dibiayai Lembaga Penelitian –UT.
e) Asyncronous Communication in Web-Based Learning: The Application of Diffusion Innovation in Distance Learning. (The 19th Asian Association of Open Universities Annual Conference, September 2005).
f) Pengembangan Tutorial Melalui Media Telepon pada Pendidikan Jarak Jauh. (Jurnal Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh, Vol. 3, No. 2, September 2004).
g) Pengaruh Peningkatan Intensitas Komunikasi terhadap Peningkatan Lulusan Mahasiswa D III Komunkasi Penyuluhan BKKBN di Seluruh Indonesia Tahun 1999 – 2001. (Tahun. 2002).
27
CURRICULUM VITAE
Nama (lengkap dengan gelar)
Dra. Ida Royandiah, M Si
Alamat Perumahan Universitas Terbuka, Blok D1 No 1, RT 04/1, Jabon Mekar, Parung, Bogor 16330
Tempat/Tanggal Lahir Bandung, 6 Januari 1960 Jenis kelamin Perempuan
Status Perkawinan Kawin Jabatan struktural
terakhir
Ketua Program Studi Perpustakaan Pekerjaan Tenaga Edukatif/ Dosen FISIP-UT Masa kerja di UT 15 tahun
Riwayat Pendidikan
Jenjang Pendidikan tahun Institusi
Sarjana Strata 2 Ilmu Perpustakaan
2003 Universitas Indonesia
Bandung Sarjana Strata 1 Ilmu
Komunikasi
1986 Universitas Padjadjaran
Bandung Riwayat Pekerjaan
Jabatan tahun Institusi/Instansi
Staf Pengajar 1989 - 2005 Universitas Terbuka
Riwayat Jabatan
Jabatan Tahun
Ketua Program Studi S1 Ilmu Komunikasi
Ketua Program Studi D2 Ilmu Perpustakasi
1995 - 2000 2003 - Sekarang
Karya ilmiah
Bentuk Judul Tahun
Modul UT Penelitian Komunikasi 1994
Modul UT Komunikasi Penyuluhan 1996
Hasil Penelitian Kebutuhan Pendidikan Pemakai di Perpustakaan UT
Computer assisted Instruction ( CAI)
Persepsi dan Konsep Diri dalam Komunikasi Antar Pribadi
1999
Suplemen WEB Informasi digital di perpustakaan berbasis pemakai
2003
28
Komunikasi Organisasi dan Aliran Informasi dengan Kwalitas Pelayanan Informasi Terhadap Mahasiswa di UT
Hasil Penelitian Pola Perilaku Komunikasi dan Prestasi Belajar Mahasiswa di UPBJJ Jakarta
Pelatihan/kursus yang pernah diikuti
Jenis Pelatihan/kursus status Tahun
Pelatihan Analisis Data Peserta 1998
Pelatihan PATUT Peserta 1998
Pelatihan SPSS Peserta 1998
Pelatihan Pembuatan Web Suplement
Peserta 2004
Pelatihan Tutorial Elektronok
29 Nama
CURRICULUM VITAE
Dra. Sri Suharmini Wahyuningsih, M.Hum
NIP 19580227 198602 2 002
NIDN 0002066213
Sertifikasi Dosen 11100103117786 Tempat/Tanggal Lahir Solo, 27 Februari 1958 Jenis kelamin Perempuan
Jabatan struktural terakhir
Lektor/III/d
Pekerjaan Tenaga Edukatif/Dosen FISIP-UT Riwayat Pendidikan
Jenjang Pendidikan Tahun Institusi
Sarjana Strata 1 1985 Universitas Sebelas Maret Sarjana Strata 1 kedua 1990 Universitas Indonesia Magister/Strata 2 2010 Universitas Indonesia
Karya ilmiah
Bentuk Judul Tahun
Seminar Fakultas Perpustakaan Universitas Terbuka Menuju Perpustakaan Digital
2006 Bahan Ajar Penulisan Bahan Ajar (modul) PUST2137
Penyusunan Laporan
2006 Penelitian Laporan Evaluasi Bahan Ajar PUST2134
Pengolahan Bahan Pustaka
2006 Penelitian Laporan Evaluasi Bahan Ajar PUST2257
Penelusuran Literatur
2006 Penelitian Laporan Evaluasi Bahan Ajar PUST2137
Pelestarian Bahan Pustaka
2007 Penelitian Laporan Penelitian Kajian Perpustakaan
Digital dalam rangka mewujudkan
Perpustakaan Digital Universitas Terbuka
2007 Seminar Fakultas Pemanfaatan Koleksi Perpustakaan oleh
Tenaga Akademik Khusus FISIP-UT
2007 Thesis Evaluasi E-Learning Pendidikan Ilmu
Peprustakaan dan Informasi (Studi Kasus di Universitas Terbuka)
2010 Seminar Nasional Pentingnya Informasi pada Masyarakat
Madani
2011 Poster WEB Suplement as one of learning media in
E-Learning (ICDE)
2011 Penelitian Sri Suharmini W, Ida Royandiah, Yanti
Hermawati. Kajian layanan tutorial online terhadap prestsi belajar mahasiswa D2 Perpustakaan
2011
Artikel Jurnal Informasi Sebagai Aset dan Sumber Daya (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi
30 ”Libraria”)
Seminar Nasional Peran sumber informasi dalam meningkatkan pendidikan dasar untuk semua
2012 Artikel Jurnal Web-Suplemen Sebagai Sarana Pembelajaran
E-Learning Ilmu Perpustakaan (Jurnal Pendidikan Universitas Terbuka)
2012
Karya ilmiah (sebagai Anggota Tim)
Bentuk Judul Tahun
Penelitian Sri Sediyaningsih, Ida Royandiah, Hascaryo Pramudibyanto, Sri Suharmini. Konsep Diri dan Interaksi Sosial : studi mengenai
komunikasi interpersonal dalam interaksi sosial jarak jauh terhadap pembentukan konsep diri mahasiswa Universitas Terbuka
2010
Penelitian Sutartono, Sri Suharmini, Arifah Bintarti, Hascaryo Pramudibyanto.Peran Perpustakaan Sekolah Dalam Pembelajaran di Sekolah Lanjutan Pertama Daerah Kecamatan Pamulang Tangerang Selatan
2010
Panduan (TIM) Panduan Praktik Kerja Perpustakaan PUST2290
2010 Penelitian Sutartono, Arifah Bintarti, Sri Suharmini W.
Evaluasi Program Dry Lab: Kajian Terhadap Penguasaan Konsep Materi Konservasi Bahan Pustaka Kertas
2011
Pedoman (TIM) Pedoman Praktik Kerja Perpustakaan PUST2290
2011 Hasil Penelitian Pada
Penelitian Hibah Bersaing Dikti
Tri Darmayanti, Arifah Bintarti, Sri
Suharmini. Prototipe Kuliah Umum Berbasis Ubiquotious Learning pada Pendidikan Jarak jauh
2012
Pelatihan/kursus yang pernah diikuti
Jenis Pelatihan/kursus status Tahun
Benchmarking the Curriculum for Library & Information Science Education in Indonesia
Nasional 2001
The 4th Co-Exist-Sea Workshop Nasional 2002
Pelatihan Pengembangan Desain Instruksional E-Learning
Regional 2006
Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar E-Learning
Regional 2006
Pelatihan Penggunaan Flash dan WEB bagi Tenaga Akademik
Regional 2006
Pelatihan Pengoperasian Sistem E-Learning Regional 2006 Training on Developing Multi Studio-based
Learning Material