• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGATURAN PEMBUNGAAN TANAMAN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) ‘KRISTAL’ MELALUI APLIKASI WAKTU STRANGULASI YANG BERBEDA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGATURAN PEMBUNGAAN TANAMAN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) ‘KRISTAL’ MELALUI APLIKASI WAKTU STRANGULASI YANG BERBEDA"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 2. Pengaruh waktu strangulasi terhadap kandungan karbohidrat, nitrogen dan C/N daun tanaman jambu biji ‘Kristal’
Gambar 1. Jumlah buah yang dipanen tanaman jambu biji ‘Kristal’ pada berbagai perlakuan waktu strangulasi
Tabel 4. Pengaruh strangulasi terhadap pembesaran buah jambu biji ‘Kristal’
Tabel 5. Pengaruh strangulasi terhadap PTT dan TAT buah jambu biji ‘Kristal’

Referensi

Dokumen terkait

Perkembangan kecacatan buah jambu ‘Kristal’ perlakuan pembrongsongan dengan beberapa bahan aktif pestisida Perlakuan pembrongsongan dengan bahan aktif pestisida

Dari penelitian yang telah dilaksanakan dapat diambil kesimpulan yaitu ketinggian perangkap yang efektif mengendalikan hama lalat buah pada areal tanaman jambu biji

Konsentrasi yang paling optimal dalam mengurangi kerontokan bunga dan buah pada tanaman jambu biji ( Psidium guajava ) adalah GA 3 90 ppm yang menunjukkan. persentase

Namun, dalam proses Perbanyakkan jambu biji kristal merah yang berasal dari benih (generatif) masih menemui hambatan, yaitu musim berbuah dan berbunga lebat tidak

Berdasarkan roadmap jambu kristal Indonesia tahun 2015−2035, jambu kristal memiliki peluang dan potensi yang cukup menjanjikan untuk menggantikan (subtitusi)

Berdasarkan hasil observasi lapang yang dilakukan, kegiatan kali ini melakukan uji kadar TSS ( Total Suspended Solid ) pada jambu biji merah dan jambu biji kristal yang

Beberapa gejala penyakit yang mungkin muncul pada tanaman jambu kristal adalah layu, nekrotik pada daun dan buah baik berupa bercak maupun hawar, scab, karat, busuk buah, bengkak akar,

Hasil penelitian menunjukan bahwa 1 perlakuan Paklobutrazol konsentrasi 8.000 ppm meningkatkan jumlah variabel tunas generatif, jumlah bunga mekar, jumlah bakal buah, jumlah buah, dan