• Tidak ada hasil yang ditemukan

SISTEM PEMERTINTAHAN INDONESIA PADA MASA ORDE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "SISTEM PEMERTINTAHAN INDONESIA PADA MASA ORDE "

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

SISTEM PEMERTINTAHAN

INDONESIA PADA MASA ORDE

LAMA

Oleh

(2)

PENGERTIAN

Sistem berarti suatu keseluruhan yang terdiri

atas beberapa bagian yang mempunyai hubungan fungsional.

Pemerintahan dalam arti luas adalah

pemerintah/ lembaga-lembaga Negara yang menjalankan segala tugas pemerintah baik sebagai lembaga eksekutif, legislative

(3)

Sistem pemerintahan orde

lama merupakan

awal sejarah pemerintahan bangsa Indonesia.

Pada masa orde lama inilah, bangsa kita baru

memulai menata segala perihal aturan dalam

mengelola

negara

. Saat itu, kita baru saja

memproklamirkan

diri

menjadi

negara

merdeka meskipun belum bebas seratus

persen dari kekuasaan penjajah. Maka, bisa

dikatakan bahwa era pemerintahan

orde

lama menjadi cikal bakal pengaturan sistem

untuk

bangsa

Indonesia

.

Pemerintahan orde lama adalah

pemerintahan negara Indonesia yang

berlangsung di bawah pimpinan Soekarno. Pemerintahan orde lama berlangsung sejak

(4)

SISTEM PRESIDENSIAL

Merupakan system pemerintahan di mana kepala

pemerintahan dipegang oleh presiden dan pemerintah tidak bertanggung jawab kepada parlemen

(legislative). Menteri bertanggung jawab kepada presiden karena presiden berkedudukan sebagai kepala Negara sekaligus kepala pemerintahan. Ciri-ciri pemerintahanya :

1. Pemerintahan Presidensial didasarkan pada prinsip pemisahan kekuasaan.

2. Eksekutif tidak mempunyai kekuasaan untuk menyatu dengan Legislatif.

(5)

System Parlementer

Pada masa system Parlementer, system masih terasa semu. Dimana pemerintahan Parlementer lahir atas dasar Konstitusi Republik Indonesia Serikat pada 1950. Ditandai dengan adanya Perdana Menteri. Pada masa ini posisi parlemen menjadi sangat penting dalam pemerintahan dan dapat mengangkat perdana menteri. Selain hal ini juga parlemen dapat menjatuhkan pemerintahan dengan mosi tidak percaya.

Ciri-cirinya :

1. Pemerintahan Parlementer didasarkan pada prinsip pembagian kekuasaan.

2. Adanya tanggung jawab yang saling menguntungkan antara legislatif dengan eksekutif, dan antara presiden dan kabinet.

(6)

System Demokrasi liberal

Pada masa Demokrasi liberal ditentukan pada

(7)

Konstituante

(8)

Pada masa Orde Lama ini banyak ditandai

dengan bergonta gantinya kabinet yang ada di pemerintahan.

Diantaranya :

Pada masa ini terjadi banyak pergantian kabinet diakibatkan situasi politik yang tidak stabil.

Tercatat ada 7 kabinet pada masa ini.

• 1950-1951 - Kabinet Natsir

• 1951-1952 - Kabinet Sukiman-Suwirjo • 1952-1953 - Kabinet Wilopo

• 1953-1955 - Kabinet Ali Sastroamidjojo I

(9)

Dekrit Presiden 5 Juli 1959

Dekrit Presiden 5 Juli 1959 ialah dekrit yang mengakhiri masa parlementer dan digunakan kembalinya UUD 1945. masa sesudah ini

lazim disebut masa Demokrasi Terpimpin. Isinya ialah:

1. Kembali berlakunya UUD 1945 dan tidak berlakunya lagi UUDS 1950

2. Pembubaran Konstituante

(10)

Demokrasi Terpimpin

(11)

Referensi

Dokumen terkait

presidensial. Presiden Republik Indonesia adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Kabinet dibentuk oleh presiden dan bertanggung jawab kepada presiden. Namun,

Sedangkan dalam sistem pemerintahan presidensial, kepala pemerintahan juga merangkap sebagai kepala negara yang dipegang oleh presiden, dan dipilih untuk masa jabatan tertentu

Bentuk pemerintahan seperti ini adalah dimana terdapat pemisahan yang tegas antara badan legislatif (Parlemen) dengan eksekutif (Pemerintah). Menurut sistem ini

Dalam Demokrasi Terpimpin presiden mendapat dukungan dari tiga kekuatan besar yaitu Nasionalis, Agama dan Komunis. Ketiganya menjadi kekuatan presiden dalam mempertahankan

Pers dipaksa untuk memuat setiap berita harus tidak boleh bertentangan dengan pemerintah, di era pemerintahan Soekarno dan Soeharto, kebebasan pers ada, tetapi lebih terbatas

Pada masa Orde Baru pemerintahan dipegang oleh Soeharto, yang menerapkan Pancasila dan UUD 1994 secara murni dan konsekuen. Orde Baru didirikan untuk mengoreksi

Aksi itu di hadang oleh pasukan Cakrabirawa ( pasukan pengamanan presiden) dan menyebabkan terjadinya bentrokan. Dalam peristiwa itu, seorang mahasiswa Universitas

Dalam hal ini Pemerintah sudah menerapkan keamanan nasional sesuai dengan teori yang telah dibahas sebelumnya “yang mana pemerintahan, bersama dengan parlemen, bertanggung jawab untuk