MENERJEMAHKAN IDE KE DALAM TULISAN
Oleh :
MENCARI DAN MENEMUKAN IDE
Sebuah ide seringkali muncul dengan tak
terduga atau tiba-tiba, pada saat itulah
kita sering mengabaikannya dan
menghilangkannya begitu saja. Sehingga
pada saat kita membutuhkannya untuk
membuat sebuah tulisan, seolah-olah
kita tidak pernah punya ide.
Mulailah dari sekarang kita
membiasakan diri menulis atau mencatat
setiap kali ide itu datang,
dokumentasikanlah ide-ide itu ke dalam
Sebuah ide dapat muncul dalam
berbagai situasi dan imajinasi,
misalnya : saat kita membaca, saat kita
menghadiri seminar, lokakarya, diskusi,
ngobrol dengan teman, saat mengajar,
atau bahkan saat kita sedang berada di
kamar kecil, kadang juga melalui
mimpi-mimpi kita, dan sebagainya.
Sebagai guru/dosen bahasa Prancis,
ada beberapa bidang yang dapat kita
jadikan ide penulisan : bidang
MEMILIH DAN MEMPERKUAT IDE
Ide-ide yang telah kita kumpulkan dalam buku ide
tersebut kadang tidak semua bisa kita tuangkan dalam tulisan.
Ada beberapa sebab mengapa demikian : tidak
menarik, tidak hangat / tidak trend, tidak sesuai bidang kita, dan sebagainya.
Dengan demikian kita harus memilih ide-ide
tersebut, sedangkan yang tidak terpilih sebaiknya tetap kita simpan, sebagai bahan tulisan
berikutnya.
Selanjutnya, untuk memperkuat ide pilihan kita,
sebaiknya kita mendiskusikannya dengan teman-teman yang lain, mencari pendapat lain yang
MENGUBAH IDE MENJADI TOPIK DAN JUDUL TULISAN
Selanjutnya, ide terpilih itu kita jadikan
topik tulisan kita, sekaligus dapat juga
dijadikan judul .
Buatlah judul seringkas mungkin tetapi
dapat menggambarkan isi dari tulisan
kita.
Judul bisa berupa kalimat pendek, bisa
juga berupa frasa (groupe du mot).
Sebenarnya masalah judul ini masih bisa
bersifat sementara, artinya kemungkinan
masih bisa berbah menyesuaikan isi
MEMBUAT RANCANGAN TULISAN
Setelah topik tulisan ditentukan,
selanjutnya kita menyusun
kerangka tulisan yang disesuaikan
dengan judul /topik terpilih.
Penyusunan kerangka ini
dimaksudkan sebagai pedoman
agar tulisan ilmiah kita tidak
MENGHIMPUN / MENGUMPULKAN
SUMBER BACAAN YANG SESUAI
Untuk dapat mengembangkan
topik yang telah disusun dalam
kerangka tulisan, secepatnya kita
mencari dan mengumpukan
bahan-bahan bacaan yang sesuai dengan
topik tulisan kita, kemudian
membacanya secara efisien
MEMBUAT DAN MENYUSUN INTISARI-INTISARI
Selama membaca buku-buku, kita harus
membuat intisari-intisari dari bacaan tersebut, menyusunnya kembali dengan menggunakan kalimat-kalimat (redaksi) kita sendiri.
Kita harus menghindari hal-hal yang akan
merugikan diri sendiri, misalnya : memindahkan kalimat-kalimat orang lain ke dalam tulisan kita tanpa mencantumkan sumbernya.
Di samping merugikan diri sendiri, melakukan
plagiat akan mematikan kreativitas kita dalam menyusun kalimat dan mengembangkan
HASIL DAN
PEMBAHASAN/ANALISIS
Ada banyak cara untuk menganalisis tulisan
ilmiah. Salah satu cara yang sering digunakan adalah analisis isi atau content analysis. Kita harus menafsirkan dan mengintisarikan suatu tulisan ilmiah secara seimbang dan sesuai
fakta yang disajikan.
Bagian analisis ini, kita harus menguraikan
Sementara itu, kita juga harus
mengemukakan ide atau gagasan baru
untuk memecahkan permasalahan yang
telah diuraikan sebelumnya. Uraian yang
kita sampaikan dapat berupa komentar,
pembahasan, dan lain-lain disertai dengan
argumen-argumen yang jelas dan rasional.
Hasil analisis merupakan intisari / pokok
karya ilmiah kita, hasil analisis ini pada
umumnya berupa data, fakta, informasi,
dan atau ide baru yang belum pernah
ditulis oleh orang lain
Karya ilmiah bisa berupa penelitian
CONTOH
Pengajaran EO / CE / CO dengan
menggunakan media lagu /
puisi/karya sastra dll (ptk, lesson
study)
Pola kalimat judul-judul teks
dalam buku Le Mag
Analisis kesalahan penggunaan
verba dalam tulisan siswa klas …..
Analisis wacana
lagu/puisi/iklan/rubrik
merci