TINJAUAN ATAS PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NO : 100/PUU-XIII/2015 TENTANG CALON TUNGGAL DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH | Syafei | Legal Opinion 6987 23345 1 PB
Teks penuh
Dokumen terkait
Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme pelaksanaan pemilihan kepala daerah dengan calon tunggal terkait putusan Mahkamah Konstitusi ditinjau dari hak
Pemerintahan Desa terdiri atas kepala desa atau yang disebut dengan nama lain dan perangkat desa. Kepala desa dipilih langsung oleh penduduk desa dari calon yang memenuhi syarat.
a) Bahwa ketentuan yang mengharuskan adanya paling sedikit dua pasangan calon kepala daerah untuk dapat diselenggarakannya pemilihan kepala daerah, sebagaimana
Putusan Mahkamah Konstitusi ini menjadi angin segar bagi Kabupaten Tasikmalaya sebagai salah satu daerah yang hanya memiliki satu pasangan Calon Kepala Daerah di antara
Berlaku terbatas jangka waktunya hanya selama 5 (lima) tahun sejak terpidana selesai menjalani hukumannya. Dikecualikan bagi mantan terpidana yang secara terbuka dan
Permo- honan pemohon dalam perselisihan ini diajukan paling lambat 3 (tiga) hari kerja sejak diumumkan penetapan perolehan suara pemilihan.Pengajuan ini dapat dilakukan
Berdasarkan analisis dan pembahasan di atas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.. terkait Pemilihan kepala daerah dengan hanya satu pasangan calon termasuk
Provinsi dengan jumlah penduduk lebih dari 2.000.000 dua juta sampai dengan 6.000.000 enam juta, pengajuan perselisihan perolehan suara dilakukan jika terdapat perbedaan paling banyak