• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH JARAK DAN PANJANG KOLOM DENGAN DIAMETER 4 CM PADA STABILISASI TANAH LEMPUNG EKSPANSIF MENGGUNAKAN METODE DSM BERPOLA TRIANGULAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH JARAK DAN PANJANG KOLOM DENGAN DIAMETER 4 CM PADA STABILISASI TANAH LEMPUNG EKSPANSIF MENGGUNAKAN METODE DSM BERPOLA TRIANGULAR"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel  2.  Kriteria  Tanah  Ekspansif  Berdasarkan Shrinkage Limit
Tabel 3 di atas menjelaskan bahwa  dalam  tiga  kali  pengujian  sampel  menghasilkan rata-rata Gs = 2,73
Tabel  6.  Derajat  ekspansifitas  berdasarkan PI (ASTM)
Tabel  9  menunjukkan  bahwa  perbandingan variasi jarak antar kolom (L)  memberikan  pengaruh  signifikan  terhadap  penurunan nillai settlement
+2

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan eksperimen yang telah dilakukan, yaitu pemodelan fisik tanah ekspansif yang distabilisasi dengan kolom DSM 15% fly ash dengan variabel bebas jarak

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi jarak dan kedalaman kolom dengan metode Deep Soil Mixing (DSM) tipe panels diameter 4 cm campuran

Gambar 10 Grafik Hubungan Daya Dukung dengan Penurunan Terhadap Panjang Kolom (Df) = 15 cm Tujuan dari penelitian ini di maksudkan untuk mengetahui berapa besar

Tugas Akhir “Pengaruh Diameter Kepala Mini Kolom Terhadap Beban dan Deformasi Pelat Flexiglass di atas Tanah Lempung Ekspansif” merupakan bagian dari penelitian payung “SISTEM

Berdasarkan hasil dan pembahasan pada penelitian yang dilakukan mengenai pengaruh variasi jarak dan kedalaman stabilisasi tanah ekspansif di Bojonegoro dengan metode

Untuk mengetahui jarak dan panjang kolom yang optimum untuk meningkatkan nilai daya dukung pada tanah lempung ekspansif di Bojonegoro dengan pencampuran 15% fly

Untuk mengetahui jarak dan panjang kolom yang menghasilkan nilai daya dukung maksimum pada tanah lempung ekspansif di Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Jawa Timur

Untuk mengetahui jarak dan panjang kolom yang optimum untuk meningkatkan nilai daya dukung pada tanah lempung ekspansif di Bojonegoro dengan pencampuran 15% fly