METODE PENELITIAN
Rancangan Penelitian
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Secara harfiah
metode deskriptif adalah metode penelitian yang bertujuan menjelaskan dengan
benar mengenai situasi atau kejadian, sehingga metode ini merupakan interpretasi
terhadap berbagai data yang telah ada dan yang secara sengaja dikumpulkan.
Dalam penelitian deskriptif dipelajari masalah-masalah serta tatacara yang
berlaku dalam masyarakat, serta situasi-situasi tertentu, termasuk tentang
hubungan kegiatan-kegiatan, sikap-sikap, pandangan-pandangan, serta
proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh-pengaruh dari suatu fenomena
(Nazir, 1985) .
Menurut Nawawi (1998), metode deskriptif merupakan langkah
melakukan representasi obyektif tentang gejala-gejala yang terdapat di dalam
masalah yang diselidiki. Lebih lanjut Nawawi (1998) menjelaskan ciri pokok
metode deskriptif adalah :
(1) Memusatkan perhatian pada masalah yang ada pada saat penelitian dilakukan
(saat sekarang) atau masalah-masalah yang bersifat aktual.
(2) Menggambarkan fakta tentang masalah yang diselidiki sebagaimana adanya,
diiringi dengan interpretasi rasional yang adequate.
Adapun bentuk metode deskritif yang digunakan (Nawawi, 1998) adalah
Studi Hubungan (Interrelationship Studies) khususnya Studi Sebab Akibat dan
Perbandingan (Causal-Comparative Studies). Dalam studi ini dilakukan usaha
untuk memahami alasan suatu gejala terjadi atau mencari sebabnya suatu
peristiwa, keadaan atau situasi berlangsung. Pada dasarnya metode ini bermaksud
menemukan hubungan sebab akibat di dalam suatu peristiwa atau keadaan yang
sedang atau sudah berlangsung (Nawawi, 1998).
Alasan dipilihnya metode Deskriptif Interrelationship
Causal-Comparative Studies penelitian ini adalah sifat dari penelitian yang bermaksud
beberapa peubah yang mempengaruhinya. Sekaligus juga melihat perbedaan di
antara berbagai peubah.
Lokasi dan Waktu Penelitian
Waktu penelitian dilakukan selama 6 bulan, di mulai sejak bulan Februari
2006 sampai Juli 2006. Penelitian dilakukan di Bandung, Bogor dan Jakarta,
dengan masing-masing mewakili Daerah Provinsi, Daerah Penyangga Ibu Kota
dan Daerah Khusus Ibu Kota yang merupakan daerah metropolitan.
Asumsi yang mendasari penentuan lokasi penelitian : Jakarta merupakan
Daerah Khusus Ibukota yang merupakan pusat kekuasaan dan pusat
pemerintahan, yang apabila permasalahan sosial anak jalanan di daerah ini tidak
dapat teratasi dengan baik terlebih lagi di daerah yang jauh dari pusat kekuasaan
dan pusat pemerintahan. Alasan di pilihnya wilayah Bogor, karena merupakan
daerah Penyangga Ibukota Jakarta yang relatif memiliki jumlah anak jalanan
terbanyak kedua setelah Bandung untuk Provinsi Jawa Barat (lampiran 5) yaitu
untuk Kota Bogor sebesar 2.195 orang dan Kabupaten Bogor sebesar 828 orang.
Alasan dipilihnya wilayah Bandung, karena merupakan salah satu Ibukota
Provinsi yang relatif dekat dengan Daerah Khusus Ibukota Jakarta serta memiliki
jumlah anak jalanan terbanyak untuk Provinsi Jawa Barat, untuk Kota Bandung
4.626 orang dan Kabupaten Bandung 802 orang. Masing-masing wilayah
(Bandung, Bogor) relatif merupakan daerah yang dekat dengan pusat kekuasaan
dan pusat pemerintahan yang apabila permasalahan sosial anak jalanan di wilayah
ini tidak dapat teratasi dengan baik, maka diduga di daerah yang jauh dari pusat
kekuasaan dan pusat pemerintahan akan semakin sulit. Di samping itu adanya
keterbatasan dana untuk melakukan penelitian di wilayah dengan cakupan yang
lebih luas.
Sampel Penelitian
Populasi ialah jumlah keseluruhan dari unit analisis yang ciri-cirinya
diduga (Singarimbun dan Effendi, 1989). Dalam hal ini populasi sasaran atau
populasi penelitian adalah seluruh anak jalanan yang ada di Bandung (± 5.500
orang), Bogor (± 3.023 orang) dan Jakarta (± 8.000 orang) yang terpilih secara
kebetulan. Teknik pengambilan sampel dari populasi adalah teknik nonprobability
sampling yakni penentuan jumlah atau ukuran sampel dilakukan secara perkiraan
atau estimasi telah mencukupi untuk mewakili populasi atau dianggap cukup
sesuai dengan masalah dan tujuan penelitian (Nawawi, 1998).
Khususnya teknik sampling aksidental (accidental sampling) yang
merupakan teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan (Sugiyono, 1997 ;
Nawawi, 1998) yaitu siapa saja anak jalanan yang secara kebetulan bertemu
dengan peneliti di wilayah penelitian dapat digunakan sebagai sampel, bila
dipandang cocok sebagai sumber data.
Sampel penelitian yang dijadikan responden pada masing-masing wilayah
berjumlah 75 orang untuk anak jalanan, terbagi menjadi 50 orang responden pria
dan 25 orang responden wanita. Dengan asumsi jumlah anak jalanan wanita
secara empirik lebih sedikit dibandingkan jumlah anak jalanan pria berdasarkan
data yang dimiliki Departemen Sosial (2005). Dalam hal ini pengambilan sampel
dari populasi anak jalanan dilakukan tidak proporsional berdasarkan jumlah di
masing-masing wilayah penelitian, dengan asumsi anak jalanan memiliki
homogenitas yang relatif tinggi, sehingga sampel yang dipilih diperkirakan sudah
dapat mewakili populasi. Total jumlah responden anak jalanan dari tiga wilayah
menjadi 225 orang.
Pengelompokkan responden anak jalanan untuk tiap daerah berdasarkan
jenis kelamin disajikan pada Tabel 8.
Tabel 8. Jumlah Responden Anak Jalanan Berdarkan Jenis Kelamin
Kota
Responden Pria
Responden Wanita
Total Responden
Bandung 50
25
75
Bogor 50
25
75
Jakarta 50
25
75
Dari Tabel 8 diambil orang tua responden sebagai bahan cross check untuk
masing-masing kota 25 orang, sehingga jumlah total responden orang tua dari tiga
wilayah adalah 75 orang. Pengelompokkan responden orang tua untuk
masing-masing daerah disajikan pada Tabel 9.
Tabel 9. Jumlah Responden Orang Tua Anak Jalanan
Kota
Responden Orang Tua Anjal
Bandung 25
Bogor 25
Jakarta 25
Jumlah 75
Total jumlah responden anak jalanan dan orang tua anak jalanan dalam
penelitian ini adalah sebanyak 300 orang. Dalam hal ini penentuan jumlah
responden tidak dilakukan berdasarkan persentase secara proporsional dengan
melihat banyaknya populasi, disebabkan penyebaran anak jalanan yang sangat
berfluktuasi antar daerah.
Pengumpulan Data
Untuk mengkaji profil anak jalanan, digunakan data primer dan data
sekunder. Data primer diperoleh dengan menggunakan kuesioner terstruktur
dengan membuat secara tepat dan terinci semua pertanyaan dan urutan
penyampaian pertanyaan (Wasistiono, 1999), dengan daftar pertanyaan yang
dipersiapkan terlebih dahulu. Disamping menggunakan pedoman wawancara
(interview guide) untuk mengumpulkan informasi yang tidak dapat dijaring
dengan menggunakan cara pertama. Pengumpulan data juga dilakukan dengan
cara Diskusi Kelompok Terarah (Focus Group Discussion) untuk melihat
dinamisasi kelompok anak jalanan. Dilakukan pula pengamatan terlibat
(participant observation) sebagai pelengkap dan alat untuk mengecek data yang
dihasilkan.
Pengambilan data sekunder dimaksudkan untuk menunjang informasi
yang dibutuhkan dalam penelitian sekaligus sebagai cheking terhadap data yang
dihasilkan dari cara-cara di atas. Dilakukan melalui studi dokumentasi dan studi
literatur.
Validitas dan Reliabilitas
Validitas berkaitan dengan sejauhmana suatu alat pengukur dapat
mengukur apa yang ingin diukur (Singarimbun dan Effendi, 1989 ; Nazir, 1985 ;
Nawawi, 1998). Dalam hal ini penulis menggunakan validitas konstruk yaitu
menguji alat ukur dengan cara mencari kerangka dari konsep, kemudian
menyusun tolok ukur operasional konsep atas dasar pengetahuan ilmiah dimana
isi kuesioner disesuaikan dengan konsep dan teori yang telah dikemukakan oleh
para ahli dan melakukan konsultasi secara intensif dengan dosen pembimbing dan
ilmuwan lain yang dianggap menguasai materi kuesioner yang digunakan.
Uji coba alat ukur di lapangan dilakukan guna melihat konsistensi antar
komponen yang satu dengan yang lainnya, sehingga tiap komponen konstruk yang
memiliki validitas tetap dapat digunakan dan mengeluarkan komponen konstruk
yang tidak memiliki validitas. Hasilnya terjadi saling keterkaitan antar indikator
dalam konsep yang diukur.
Reliabilitas adalah istilah yang dipakai untuk menunjukan sejauhmana
suatu hasil pengukuran relatif konsisten apabila pengukuran diulangi dua kali atau
lebih (Singarimbun dan Effendi, 1989 ; Nazir, 1985). Dalam hal ini uji reliabilitas
yang digunakan adalah teknik belah dua dengan cara membelah pertanyaan ganjil
dari yang genap kemudian menggabungkan seluruh item tanpa dibelah untuk
peubah-peubah yang diukur. Hasil analisis menunjukkan angka korelasi sebesar
0.7993 untuk peubah X dan 0.9177 untuk peubah Y yang berarti instrumen
memiliki keterandalan yang cukup tinggi.
Alat Analisis
Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji statistik non
parametrik serta parametrik. Parametrik dengan menggunakan model analisis jalur
(path analysis) sebagai metode guna mengkaji pengaruh-pengaruh langsung dan
tak langsung dari variabel bebas terhadap sesama variabel bebas dan terhadap
variabel terikat yang telah diduga atau diandaikan (Kerlinger, 1971). Lebih lanjut
dijelaskan Kerlinger, untuk mencapai tujuan-tujuannya, analisis jalur
menggunakan diagram kausal atau diagram jalur (path) serta analisis regresi.
Untuk mempermudah pengolahan data digunakan program SPSS. Model analisis
jalur yang akan digunakan (Sugiyono, 1998) digambarkan seperti disajikan pada
Gambar 7.
Gambar 7. Model Analisis Jalur
Disamping menggunakan model persamaan struktural (Srtuctural
Equation Model). Menurut Ferdinand (2002), yang dimaksudkan dengan
persamaan struktural/SEM (Structural Equation Model) adalah sekumpulan
teknik statistik yang memungkinkan pengujian sebuah rangkaian hubungan yang
relatif “rumit” secara simultan. Hubungan rumit itu dapat dibangun antara satu
peubah dependen dengan satu atau beberapa peubah independen. Masing-masing
peubah dependen dan independen dapat berbentuk faktor (konstruk) yang
dibangun dari beberapa peubah indikator. Penggunaan SEM bukan untuk
menghasilkan teori, tetapi untuk menguji model yang mempunyai pijakan teori
yang benar dan baik.
Teknis analisis structural equation modeling (SEM) merupakan
pendekatan terintegrasi antara analisis faktor, model struktural dan analisis Path.
Di sisi lain SEM juga merupakan pendekatan yang terintegrasi antara analisis data
dengan konstuksi konsep. Didalam SEM peneliti dapat melakukan tiga kegiatan
secara serentak, yaitu pemeriksaan validitas dan reliabilitas instrumen (setara
dengan faktor analisis confirmatory), pengujian model hubungan antara peubah
laten (setara dengan analisis Path), dan mendapatkan model yang bermanfaat
untuk prakiraan (setara dengan model struktural atau analisis regresi) menurut
Solimun (2002). Software yang tersedia untuk menganalisis di antaranya LISREL
dan AMOS.
X
X
Software yang digunakan untuk menganalisisi data dalam penelitian ini
adalah LISREL. LISREL adalah satu-satunya program SEM yang tercanggih dan
yang dapat mengestimasi berbagai masalah SEM yang bahkan hampir tidak
mungkin dapat dilakukan oleh program lain, seperti AMOS, EQS dan lain
sebainya. Di camping itu, LISREL merupakan program yang paling informatif
dalam menyajikan hasil-hasil statistik, sehingga modifikasi model dan penyebab
tidak fit atau buruknya suatu model dapat dengan mudah diketahui. Apabila
model belum baik perlu diadakan modifikasi. Penggunaan indeks modifikasi
adalah sebagai pedoman untuk melakukan modifikasi terhadap model yang
diujikan dengan syarat harus terdapat justifikasi teoritis yang cukup kuat untuk
modifikasi.
Dalam hal ini tujuan penggunaan SEM adalah untuk menemukan apakah
model masuk akal (plausible) atau fit. Pengertian fit adalah model dikatakan benar
berdasarkan data yang dimiliki. Sekaligus SEM bertujuan menguji berbagai
hipotesis yang telah dibangun sebelumnya.
Definisi Operasional dan Pengukuran
Skala pengukuran dibuat dengan menggunakan cara Semantic
Differentiasi yang dikembangkan oleh Osgood (Vredenbregt, 1978 ; Sugiyono,
1998) yaitu suatu teknik untuk meneliti arti yang terkandung dalam suatu konsep,
berusaha mengukur arti obyek atau konsep bagi seorang responden (Singarimbun
dan Effendi, 1989).
Vredenbergt (1978) menjelaskan teknik ini bersifat self-rating-scale,
artinya responden menilai sejumlah konsep berdasarkan suatu skala yang terdiri
dari ajektif-ejektif yang berkutub dua (bi-polar) seperti baik-jelek, tinggi-rendah,
berperanan-tidak berperanan, fungsional-disfungsional, dan lain-lain.
Ajektif-ajektif bi-polar kemudian dibagi ke dalam point yang berjalan dari positif sampai
ke negatif.
Cara ini dapat digunakan untuk mengukur tiga dimensi sikap
(Singarimbun dan Effendi, 1989 ; Vredenbergt, 1978), yaitu : 1) Evaluasi
responden tentang obyek atau konsep yang sedang diukur, 2) Persepsi responden
tentang potensi obyek atau konsep tersebut, 3) Persepsi responden tentang
aktivitas obyek. Berdasarkan skala pengukuran dengan menggunakan cara
Semantic Differentiasi yang dikembangkan Osgood yang berkutub dua (bi-polar),
dibuat indikator-indikator untuk mengukur peubah dalam penelitian, seperti tersaji
pada Tabel 10.
Tabel 10. Definisi Operasional dan Pengukuran
No Peubah Definisi Operasional Indikator Parameter Skor
X1 Latar Belakang Keluarga
Suatu keadaan yang menggambarkan situasi dan kondisi lingkungan terdekat di mana anak ja-lanan yang menjadi res-ponden penelitian ting-gal sejak lahir hingga pe-ngukuran dilakukan dan menjadi bagian di da-lamnya, meliputi : X1.1 Kondisi
Fisik Keluarga
Keadaan yang nyata ada dan terlihat dalam ling-kungan terdekat di mana anak jalanan tinggal.
Diukur dengan melihat keadaan rumah dan sekitar ru-mah keluarga anak jalanan
- Tertata serasi, ada ventilasi dan sanitasi lingkungan yang baik, MCK memiliki sendiri, tempat bermain tersedia dengan baik. - Meski padat tetapi tertata serasi,
ada ventilasi dan sanitasi ling-kungan yang agak baik, MCK memiliki sendiri tetapi kurang hygienis, tempat bermain tersedia tapi tidak memadai.
- Rumah kumuh/penuh sesak/ padat tidak tertata rapi, tanpa ventilasi dan sanitasi lingkungan yang buruk, MCK tidak hygienis, tempat bermain tidak tersedia/ sempit. 1 2 3 X1.2 Perlakuan terhadap anak
Salah satu alasan anak berada dan bekerja di jalanan, karena keingin-an meringkeingin-ankkeingin-an bebkeingin-an orang tua sampai karena adanya tekanan dan pak-saan baik dengan rasan atau tanpa keke-rasan dari orang tua.
Diukur dengan melihat hal-hal yang dirasakan /dilakukan orang tua yang mendorong anak untuk tu-run ke jalanan
-Anak belajar mempersiapkan kon-disi dalam lingkungan keluarga dan membantu orang tua untuk pekerjaan domestik
-Kesadaran anak menolong orang tua dan dirinya dengan bekerja di jalanan
-Anak di suruh bekerja dengan kewajiban menyerahkan hasilnya pada orang tua, bila tidak menye-rahkan dapat hukuman (child
abuse) 1 2 3 X1.3 Pendidi-kan Orang Tua
Jumlah tahun orang tua pernah memperoleh ilmu pengetahuan di sekolah umum. Diukur dengan menghitung jumlah tahun orang tua mengikuti pendidikan di sekolah -≥ 10 tahun -Antara 7- 9 tahun - ≤ 6 tahun pendidikan 1 2 3 X1.4 Pelaksa-naan Fungsi Sekumpulan perilaku yang merupakan gam-baran dari peranan yang
Diukur dengan melihat hal-hal yang dirasakan
Fungsi Reproduksi
-Orang tua bertanggung jawab terha-dap keluarga agar tidak lakukan
Tabel 10. (lanjutan)
No Peubah Definisi Operasional Indikator Parameter Skor
X1.4 Pelaksa-naan Fungsi Keluarga
harus dimainkan teruta-ma oleh orang tua, terka-it dengan kedudukannya dalam rumah tangga
anak terkait dengan perila-ku/peranan yang dilaku-kan orang tua dalam kehidup –an seharí- hari
hubungan seks di luar nikah -Orang tua kadang bertanggung
ja-wab terhadap keluarga agar tidak lakukan hubungan seks di luar nikah
-Orang tua tidak bertanggung jawab terhadap anggota keluarga untuk melakukan seks di luar nikah
Fungsi Ekonomis
-Orang tua mencari nafkah secara memadai
-Orang tua kurang mampu penuhi kebutuhan anggota keluarga -Orang tua tidak memadai dalam
mencari nafkah dan tergantung pa-da anggota keluarga
-Orang tua membelanjakan pengha-silan untuk penuhi kebutuhan ke-luarga,berorientasi pada penghe-matan dan ’saving investasi’. -Orang tua kadang membelanjakan
penghasilan untuk penuhi kebu-tuhan keluarga kadang berorien-tasi pada penghematan dan ’saving investasi’.
-Orang tua tidak belanjakan penghasilan untuk penuhi kebutuhan keluarga dan tidak berorientasi pada penghematan dan ’saving investasi’.
Fungsi Sosialisasi
-Orang tua berikan bimbingan dan pendidikan informal pada anak -Orang tua kadang berikan
bimbing-an dbimbing-an pendidikbimbing-an informal pada anak
-Orang tua tidak berikan bimbingan dan pendidikan informal pada anak
-Orang tua fasilitasi pendidikan non formal
-Orang tua kadang fasilitasi pendi-dikan non formal
-Orang tua tidak fasilitasi pendi-dikan non formal
-Orang tua fasilitasi pendidikan for-mal
-Orang tua kadang fasilitasi pendi-dikan formal
-Orang tua tidak fasilitasi pendi-dikan formal 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3
Tabel 10. (lanjutan)
No Peubah Definisi Operasional Indikator Parameter Skor
-Orang tua memberi dorongan dan membangkitkan semangat anggota keluarga
-Orang tua kadang memberi dorong-an ddorong-an membdorong-angkitkdorong-an semdorong-angat anggota keluarga
-Orang tua tidak memberi dorongan dan membangkitkan semangat anggota keluarga
-Orang tua memberi teladan sesuai norma dan nilai yang berlaku -Orang tua kadang memberi teladan
sesuai norma dan nilai yang berlaku
-Orang tua tidak memberi teladan sesuai norma dan nilai berlaku
-Orang tua menanamkan disiplin pa-da anggota keluarga
-Orang tua kadang menanamkan di-siplin pada anggota keluarga -Orang tua tidak menanamkan
disip-lin pada anggota keluarga
Fungsi Perlindungan/Pengawasan
-Orang tua melindungi dan menga-wasi perilaku anggota keluarga -Orang tua kadang melindungi dan
mengawasi perilaku anggota kelu-arga
-Orang tua tidak melindungi dan mengawasi perilaku anggota kelu-arga
-Orang tua menjaga anggota keluar-ga dari bahaya fisik dan non fisik -Orang tua kadang menjaga anggota
keluarga dari bahaya fisik dan non fisik
-Orang tua tidak menjaga anggota keluarga dari bahaya fisik dan non fisik
-Orang tua memberikan perasaan aman dan damai berada di dalam lingkungan keluarga
-Orang tua kadang memberikan pe-rasaan aman dan damai berada di dalam lingkungan keluarga -Orang tua tidak memberikan
pera-saan aman dan damai berada di dalam lingkungan keluarga
1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3
Tabel 10. (lanjutan)
No Peubah Definisi Operasional Indikator Parameter Skor
X1.5 Pola Hubu-ngan dengan Keluarga
Sesuatu terkait dengan kebiasaan anak jalanan dalam melakukan inter-aksinya dengan ling-kungan terdekat dimana anak tinggal.
Diukur dengan melihat jumlah dan mutu in-teraksi yang dilakukan oleh anak dengan orang tuanya
-Anak tinggal dengan orang tua, sesekali bekerja/bermain di jalan /Vulnerable to be Street Children) -Anak berhubungan tidak teratur
dengan orang tua dan bekerja di jalan Children on the Street) -Anak putus hubungan dengan orang
tua, hidup dan bekerja di jalanan /Children of the Street)
1 2 3 X1.6 Profesi/ pekerjaan orang tua
Suatu aktivitas yang biasa dilakukan oleh orang tua untuk mem-peroleh penghasilan gu-na menghidupi keluar-ganya. Diukur dengan melihat hal-hal yang dilakukan orang tua yang dapat mengha-silkan uang/ materi untuk dapat mencu-kupi kebutuh-an keluargkebutuh-anya
-Jelas, tetap, tersalur dan didukung oleh keahlian/ kemampuan -Tetap, tetapi tidak didukung
keah-lian/kemampuan -Serabutan/sekenanya 1 2 3 X2 Latar Belakang Lingku-ngan
Suatu keadaan yang menggambarkan situasi dan kondisi yang berada di luar/di sekitar kehi-dupan anak jalanan, te-tapi masih berhubungan dan anak jalanan yang bersangkutan menjadi bagian di dalamnya, meliputi : X2.1 Pendidik-an Non Formal yang diberikan lingkung-an Aktivitas memperoleh ilmu atau pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dilakukan di luar sekolah dalam lingku-ngan masyarakat. Diukur dengan menghitung jumlah hari dan kegiatan memperoleh ilmu yang dite-rima anak di luar sekolah dari lingkung-an masyarakat
-Ada aktifitas memperoleh suatu ilmu yang dilakukan di luar se-kolah
-Kadang ada aktifitas memperoleh suatu ilmu yang dilakukan di luar sekolah
-Tidak ada aktifitas memperoleh ilmu yang dilakukan di luar se-kolah 1 2 3 X2.2 Kondisi Fisik Ling-kungan
Sesuatu yang secara nyata ada dan terlihat di luar diri dan keluarga anak jalanan.
Diukur dengan melihat hal-hal yang nyata ada di sekitar anak jalanan di luar lingkungan keluarganya
-Di jalanan dan fasilitas umum lain dengan tingkat polusi yang rendah, kemacetan yang rendah, dll -Di jalanan dan fasilitas umum lain
dengan tingkat polusi yang se-dang, kemacetan yang sese-dang, dll -Di jalanan dan fasilitas umum lain
dengan tingkat polusi yang tinggi, kemacetan yang tinggi, dll
-Tidak rentan terhadap bahaya fisik (kecelakaan, eksploitasi, penindas-an, dan lain-lain)
-Kadang rentan terhadap bahaya fi-sik (kecelakaan, eksploitasi, penin-dasan, dan lain-lain)
-Rentan terhadap bahaya fisik
1 2 3 1 2 3
Tabel 10. (lanjutan)
No Peubah Definisi Operasional Indikator Parameter Skor
-Ditempat yang tidak mengganggu ketertiban
-Ditempat yang kadng mengganggu ketertiban
-Ditempat yang mengganggu keter-tiban
-Di tempat yang dapat melindungi secara fisik
-Di tempat yang kadang dapat me-lindungi secara fisik
-Di tempat yang tidak dapat melin-dungi secara fisik
1 2 3 1 2 3 X2.3 Penera-pan Sanksi
Sesuatu hukuman yang diberikan oleh masyara-kat atas pelanggaran yang dilakukan oleh anggota-anggotanya. Diukur dengan melihat tindak-an-tindakan yang telah dilakukan ma-syarakat, atas pelanggaran yang telah dilakukan oleh anggota-ang-gotanya
-Ada tindakan atau sanksi yang di-berikan lingkungan di sekitar anak jalanan karena pelanggaran yang dilakukan
-Kadang ada tindakan atau sanksi yang diberikan lingkungan di seki-tar anak jalanan karena pelanggar-an ypelanggar-ang dilakukpelanggar-an
-Tidak ada tindakan atau sanksi yang diberikan lingkungan di seki-tar anak jalanan karena pelanggar-an ypelanggar-ang dilakukpelanggar-an
-Ada upaya lingkungan di sekitar anak jalanan untuk hindari terja-dinya pelanggaran
-Kadang ada upaya lingkungan di sekitar anak jalanan untuk hindari terjadinya pelanggaran
-Tidak ada upaya lingkungan di se-kitar anak jalanan untuk hindari terjadinya pelanggaran 1 2 3 1 2 3 X2.4 Penana-man Nilai dan Norma Masyara-kat
Upaya yang dilakukan oleh masyarakat untuk memelihara hal-hal yang dianggap pantas dan ti-dak pantas sebagai acuan berperilaku dalam kehi-dupan bersama.
Diukur dengan melihat hal-hal yang dilaku-kan masyara-kat untuk me-negakkan di-siplin berperi-laku sebagai acuan pada pa-ra anggotanya
-Ada aturan yang secara umum di-sepakati dan dipatuhi bersama di lingkungan sekitar anak jalanan -Kadang ada aturan yang secara
umum disepakati dan dipatuhi ber-sama di lingkungan sekitar anak jalanan
-Tidak ada aturan yang secara umum disepakati dan dipatuhi bersama di lingkungan sekitar anak jalanan
-Ada hal-hal yang dipandang pantas dan tidak pantas untuk dilakukan secara umum
-Kadang ada hal-hal yang dipandang pantas dan tidak pantas untuk dila-kukan secara umum
-Tidak ada hal-hal yang dipandang pantas dan tidak pantas untuk dila-kukan secara umum
1 2 3 1 2 3
Tabel 10. (lanjutan)
No Peubah Definisi Operasional Indikator Parameter Skor
-Ada ketentuan yang secara umum mengikat satu sama lain
-Kadang ada ketentuan yang secara umum mengikat satu sama lain -Tidak ada ketentuan yang secara
umum mengikat satu sama lain
-Ada upaya memelihara pola peri-laku yang berperi-laku umum dalam lingkungan di sekitar anak jalanan -Kadang ada upaya memelihara pola
perilaku yang berlaku umum dalam lingkungan di sekitar anak jalanan
-Tidak ada upaya memelihara pola perilaku yang berlaku umum da-lam lingkungan di sekitar anak ja-lanan
-Ada keyakinan terhadap sesuatu yang dipandang tinggi/ bermutu -Kadang ada keyakinan terhadap
se-suatu yang dipandang tinggi/ ber-mutu
-Tidak ada keyakinan terhadap se-suatu yang dipandang tinggi/ber-mutu 1 2 3 1 2 3 1 2 3 X2.5 Situasi Ling-kungan anak jalanan
Hal yang ada di sekitar anak jalanan yang ber-kaitan dengan perilaku-nya dan tidak semata-mata bersifat fisik.
Diukur dengan melihat kondi-si yang dirasa-kan anak jala-nan yang membuat kehi-dupannya di jalanan terasa nyaman
-Terkendali sehingga tidak terjadi konflik, kekerasan dan tekanan, juga tidak di cap negatif dari ling-kungan
-Kadang terkendali sehingga tidak terlalu banyak konflik, kekerasan dan tekanan.
-Terancam, penuh konflik, kekeras-an, tekanan dan adanya cap negatif (stigma) dari lingkungan
1 2 3 X3 Ciri Fisik Anak Jalanan
Hal-hal yang terkait dengan kondisi lahiriah yang terlihat secara nyata dari anak jalanan, meliputi :
X3.1 Jenis Kelamin
Suatu keadaan yang se-cara fisik membedakan antara seorang pria dan seorang wanita
Diukur dengan melihat perbe-daan fisik anak jalanan -Pria -Wanita 1 2 X3.2 Penampi-lan fisik
Kondisi yang terlihat se-cara lahiriah dari anak jalanan terkait dengan keadaan tubuhnya. Diukur dengan melihat hal-hal yang terlihat secara nyata dengan keada-an tubuh keada-anak jalanan
-Rambut hitam, tidak berkutu dan terata rapih
-Rambut sedikit merah, tidak ber-kutu dan tidak tertata rapih -Rambut merah, banyak kutu dan
ti-dak tertata rapih
-Kulit berseri -Kulit agak kusam
-Kulit kusam dan tidak berseri
1 2 3 1 2 3
Tabel 10. (lanjutan)
No Peubah Definisi Operasional Indikator Parameter Skor
-Badan proporsional dan segar -Badan sedang dan agak kuyu -Badan kurus kering dan kuyu
-Mata sedikit merah dan agak kuyu -Mata berseri dan bersinar -Mata merah dan kuyu
1 2 3 1 2 3 X3.3 Pakaian Sesuatu yang digunakan
oleh anak jalanan untuk menutupi anggota tubuh-nya.
Diukur dengan melihat kondi-si/cara anak ja-lanan menupi anggota tu-buhnya
-Kondisi pakaian rapih, bersih, utuh, layak, kontinyu ganti pakaian seti-ap dua hari
-Kondisi pakaian kdang rapih, ka-dang bersih, kaka-dang utuh, kaka-dang layak, sesekali ganti pakaian -Kondisi pakaian tidak rapih, tidak
bersih, tidak utuh, tidak layak, se-adanya,/seenaknya, jarang ganti pakaian 1 2 3 X3.4 Penyakit yang Diderita
Suatu prevalensi gang-guan kesehatan yang dialami oleh anak jalan-an dalam kehidupjalan-annya di jalanan.
Diukur dengan melihat daya tahan dan kon-disi terkait de-ngan jenis gangguan ke-sehatan yang sedang atau pernah dialami anak jalanan -Jarang sakit -Kadang sakit -Sering sakit
-Kalau sakit, berobat ke puskes-mas/dengan petunjuk medis -Kalau sakit, diobati sendiri dengan
obat dari warung -Kalau sakit, tidak diobati
1 2 3 1 2 3
X3.5 Umur Jumlah tahun kalender usia sesungguhnya hing-ga saat pengukuran dila-kukan.
Diukur dengan menghitung jumlah/banyak nya tahun anak jalanan sudah menjalani ke-hidupannya, sejak dilahir-kan hinggá pe-ngukuran dila-kukan, berki-sar antara 6 hingga 21 ta-hun - 16-21 tahun - 11-15 tahun - 5-10 tahun 1 2 3 X4 Ciri Psikolo-gik Anak Jalanan
Hal-hal yang terkait de-ngan kondisi kejiwaan yang diperlihatkan oleh anak jalanan dalam kehi-dupannya sehari-hari, meliputi : X4.1 Kapan (umur) Mulai Jadi Anak Jalanan
Tahun di mana seorang anak untuk pertama ka-linya turun dan menja-lani kehidupannya di jalanan. Diukur dengan melihat usia berapa perta-ma kali anak memulai akti-vitas di jalanan -≥10 tahun -5-10 tahun - ≤ 5 tahun 1 2 3
Tabel 10. (lanjutan)
No Peubah Definisi Operasional Indikator Parameter Skor
X4.2 Mobilitas Mental
Pergerakan/perubahan kondisi batin yang diala-mi oleh anak jalanan dari waktu ke waktu. Diukur dengan menanyakan hal-hal yang dirasakan anak dari waktu ke waktu setiap hari terkait de-ngan kebera-daannya di ja-lanan
-Jarang terjadi perubahan rasa ter-kait dengan adanya rasa sayang, senang, benci, kecewa, tidak puas dan lainnya
-Kadang terjadi perubahan rasa ter-kait dengan adanya rasa sayang, senang, benci, kecewa, tidak puas dan lainnya
-Sering terjadi perubahan rasa ter-kait dengan adanya rasa sayang, senang, benci, kecewa, tidak puas dan lainnya 1 2 3 X4.3 Motivasi Berada di jalanan
Sesuatu yang mendorong seorang anak berada di jalanan atau di fasilitas umum lainnya.
Diukur dengan melihat hal-hal apa yang me-nyebabkan anak saat ini berada di ja-lanan
-Adanya motivasi persahabatan/-mencari teman
-Kadang ada motivasi persahabatan/ mencari teman
-Tidak ada motivasi persahabatan/ mencari teman
-Adanya motivasi kerja/mencukupi kebutuhan materi
-Kadang ada motivasi kerja/ mencu-kupi kebutuhan materi
-Tidak ada motivasi kerja/ mencu-kupi kebutuhan materi
-Adanya motivasi kekuasaan/ ke-inginan untuk menguasai atau anak dikuasai oleh anak jalanan lain
-Kadang ada motivasi kekuasaan/ keinginan untuk menguasai atau anak dikuasai oleh anak jalanan lain
-Tidak ada motivasi kekuasaan/ ke-inginan untuk menguasai atau anak dikuasai oleh anak jalanan lain 1 2 3 1 2 3 1 2 3 X4.4 Pengala-man Anak Jalanan
Jumlah tahun sudah be-rapa lama seorang anak berada di jalanan atau di fasilitas umum lainnya.
Diukur dengan menghitung jumlah dalam tahun anak be-rada di ja-lanan -≤ 4 tahun -5-9 tahun -≥10 tahun 1 2 3 X4.5 Pola Pikir (Mind Set)
Cara pandang anak ja-lanan dalam melihat diri dan lingkungannya.
Dilihat dari citra diri, hara-pan, idealisme yang dimiliki oleh anak jala-nan dalam me-mandang diri dan masa de-pannya
-Pola pikir positif, optimis, punya harapan masa depan
-Pola pikir kadang negatif, kadang pesimis, kadang punya harapan masa depan
-Pola pikir negatif, pesimis, tidak punya harapan masa depan
1
2
Tabel 10. (lanjutan)
No Peubah Definisi Operasional Indikator Parameter Skor
X4.6 Riwayat Anak Jalanan
Suatu proses yang me-ngantarkan seorang anak untuk menjadi anak jal-anan dan menjalani kehi-dupannya di jalanan.
Diukur dengan melihat kondi-si yang me-ngantarkan anak pada ke-beradaannya di jalanan
-Turun ke jalan karena coba-coba diajak teman/orang tua
-Turun ke jalanan karena kebutuhan materi
-Turun ke jalanan karena menghin-dari menghin-dari siksaan dan tekanan ke-luarga 1 2 3 X4.7 Tingkat Kreativi-tas
Kemampuan anak jalan-an untuk mengembjalan-ang- mengembang-kan sesuatu yang baru, atau memodifikasi dari sesuatu yang lama.
Diukur dengan melihat ke-mampuan anak menghasilkan sesuatu dan ti-dak hanya me-ngikuti pola yang sudah ada
-Menemukan ide-ide/cara kerja baru -Kadang memodifikasi cara kerja -Mengikuti saja cara kerja lama
-Menemukan ide-ide/cara bermain baru
-Kadang memodofikasi cara ber-main lama
-Mengikuti cara bermain lama
1 2 3 1 2 3 X4.8 Tingkat Kebutuh-an
Ukuran tertentu yang merupakan keadaan di mana segala sesuatu yang diinginkan oleh anak jalanan pada waktu tertentu tercukupi. Diukur dengan melihat sejauh mana keingin-an-keinginan anak jalanan dapat tercuku-pi dengan ke-beradaanya di jalanan
-Terpenuhi kebutuhan sandang 5 stel baju dengan kondisi baik
-Terpenuhi kebutuhan sandang 5 stel baju, tapi kondisinya tidak baik -Tidak terpenuhi kebutuhan sandang
5 stel baju
-Terpenuhi kebutuhan pangan 2 kali sehari dengan gizi yang baik -Kadang terpenuhi kebutuhan
pa-ngan 2 kali sehari, tapi gizinya rendah
-Tidak terpenuhi kebutuhan pangan 2 kali sehari
-Terpenuhi kebutuhan papan dan tidak terkena panas dan hujan dengan baik
-Kadang terpenuhi kebutuhan pa-pan, dan tidak terkena panas dan hujan
-Tidak terpenuhi kebutuhan papan, terkena panas dan hujan
-Terpenuhi kebutuhan kesehatan de-ngan baik dede-ngan berobat ke pus-kesmas
-Kadang terpenuhi kebutuhan kese-hatan dengan mengobati sendiri -Tidak terpenuhi kebutuhan
kese-hatan 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 X4.8 Tingkat Kebutuh-an
Ukuran tertentu yang merupakan keadaan di mana segala sesuatu yang diinginkan oleh anak jalanan pada waktu tertentu tercukupi. Diukur dengan melihat sejauh mana keingin-an-keinginan anak jalanan dapat tercuku-pi dengan ke-beradaanya di jalanan
-Terpenuhi kebutuhan sandang 5 stel baju dengan kondisi baik
-Terpenuhi kebutuhan sandang 5 stel baju, tapi kondisinya tidak baik -Tidak terpenuhi kebutuhan sandang
5 stel baju
-Terpenuhi kebutuhan pangan 2 kali sehari dengan gizi yang baik -Kadang terpenuhi kebutuhan
pa-ngan 2 kali sehari, tapi gizinya 1
2
3
1
Tabel 10. (lanjutan)
No Peubah Definisi Operasional Indikator Parameter Skor
rendah
-Tidak terpenuhi kebutuhan pangan 2 kali sehari
-Terpenuhi kebutuhan papan dan tidak terkena panas dan hujan dengan baik
-Kadang terpenuhi kebutuhan pa-pan, dan tidak terkena panas dan hujan
-Tidak terpenuhi kebutuhan papan, terkena panas dan hujan
-Terpenuhi kebutuhan kesehatan de-ngan baik dede-ngan berobat ke pus-kesmas
-Kadang terpenuhi kebutuhan kese-hatan dengan mengobati sendiri -Tidak terpenuhi kebutuhan
kese-hatan
-Terpenuhi kebutuhan pendidikan dengan mengikuti kusrus dan pe-latihan di lingkungan dan di se-kolah
-Kadang terpenuhi kebutuhan pendi-dikan dengan mengikuti kusrus dan pelatihan di lingkungan -Tidak terpenuhi kebutuhan
pendi-dikan
-Terpenuhi kebtuhan sarana transportasi dengan baik dan memiliki uang untuk memanfaatkannya
- Kadang terpenuhi kebutuhan sa-rana transportasi karena tiak memiliki uang untuk memanfaat-kannya
Tidak terpenuhi kebutuhan sarana transportasi karena tidak tau, tidak bisa dan tidak memiliki uang untuk memanfaatkannya
-Terpenuhi kebutuhan rasa aman dan terlindungi, bebas dari rasa takut, cemas, kalut, dan lain-lain dengan baik
-Kadang terpenuhi kebutuhan rasa aman dan terlindungi, bebas dari rasa takut, cemas, kalut, dll -Tidak terpenuhi kebutuhan rasa
aman dan terlindungi, bebas dari rasa takut, cemas, kalut, dll
-Diterima oleh lingkungan sekitar-nya
-Kadang diterima oleh lingkungan sekitarnya 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2
Tabel 10. (lanjutan)
No Peubah Definisi Operasional Indikator Parameter Skor
-Tidak diterima oleh lingkungan se-kitarnya
-Dihormati dan dihargai sebagai se-sama manusia
-Kadang dihormati dan dihargai se-bagai sesama manusia
-Tidak dihormati dan dihargai se-bagai sesama manusia
3 1 2 3 X5 Ciri Sosiolo-gik Anak Jalanan
Hal-hal yang terkait de-ngan interaksi sosial yang diperlihatkan oleh anak jalanan dalam hu-bungannya dengan ling-kungan di sekitarnya, meliputi :
X5.1 Aktivitas Sosial Ekonomi
Kegiatan yang dilakukan anak jalanan dalam ling-kungannya untuk mem-peroleh penghasilan atau pendapatan.
Diukur dengan melihat hal apa yang dilaku-kan anak jalan-an untuk menghasilkan/ memperoleh materi /uang di jalanan
-Kegiatan menggunakan alat bersa-ma tebersa-man-tebersa-man
-Kegiatan dengan menggunakan alat dilakukan sendiri
-Kegiatan tanpa alat dilakukan sen-diri 1 2 3 X5.2 Asal Daerah
Tempat dari mana seo-rang anak jalanan untuk pertama kalinya datang
Diukur dengan melihat tempat dari mana anak jalanan datang
-Dalam kota tempat anak jalanan berdomisili
-Sekitar kota tempat anak jalanan berdomisili
-Di luar propinsi tempat anak ja-lanan berdomisili
1
2
3
X5.3 Bahasa Suatu alat komunikasi yang biasa dipergunakan sehari-hari untuk me-nyampaikan informasi, pesan dan lain-lainnya.
Diukur dengan melihat kata-kata yang bia-sa digunakan dan berkem-bang serta di mengerti oleh anak jalanan dengan kelom-poknya
-Menggunakan bahasa yang dipergunakan secara umum
-Menggunakan bahasa yang merupa-kan penggabungan antara bahasa yang digunakan kelompok dengan bahasa yang digunakan secara umum
-Menggunakan bahasa yang hanya di mengerti oleh anggota kelom-poknya 1 2 3 X5.4 Interaksi Sosial
Hubungan yang dilaku-kan oleh seseorang de-ngan lingkude-ngan di se-kitarnya.
Diukur dengan melihat hubu-ngan yang di-lakukan oleh anak jalanan dengan ling-kungan diseki-tarnya
-Selalu melakukan hubungan de-ngan lingkude-ngan secara intensif -Kadang berhubungan dengan
ling-kungan sekitarnya
-Tidak pernah berhubungan dengan lingkungan sekitarnya, hanya de-ngan kelompok anak jalanan
1
2
3
X5.5 Jaringan Hubungan kerjasama yang dibuat/dibina oleh anak jalanan untuk mempermudah gerak langkahnya.
Diukur dengan melihat kerja-sama yang di-kembangkan oleh anak ja-lanan dengan sesamanya dan dengan ling-kungannya
-Kerjasama dilakukan juga dengan orang dewasa jalanan, orang tua dan dinas terkait
-Kerjasama dilakukan dengan sesa-ma anak jalanan tersesa-masuk yang di luar kelompok
-Kerjasama hanya dengan sesama anak jalanan dalam satu kelompok
1
2
Tabel 10. (lanjutan)
No Peubah Definisi Operasional Indikator Parameter Skor
X5.6 Kelom-pok Anak Jalanan
Ikatan antara tiga orang atau lebih anak jalanan, yang antara satu dengan lainnya terdapat keteri-katan, baik secara fisik maupun psikis. Diukur dengan melihat kegiat-an, interaksi dan perasaan yang dimiliki oleh anggota kelompok
-Ada bentuk-bentuk kegiatan yang dilakukan bersama dalam kelom-pok
-Kadang ada bentuk-bentuk kegiat-an ykegiat-ang dilakukkegiat-an bersama dalam kelompok
-Tidak ada bentuk-bentuk kegiatan yang dilakukan bersama dalam ke-lompok
-Ada hubungan yang dilakukan oleh anak jalanan dengan sesama anggota kelompok
-Kadang ada hubungan yang dila-kukan oleh anak jalanan dengan sesama anggota kelompok -Tidak ada hubungan yang
dilaku-kan oleh anak jalanan dengan sesama anggota kelompok
-Ada rasa memiliki kelompok dalam diri anak jalanan
-Kadang ada rasa memiliki kelom-pok dalam diri anak jalanan -Tidak ada rasa memiliki kelompok
dalam diri anak jalanan
-Ada kesetiaan terhadap nilai yang terbentuk dalam kelompok -Kadang ada kesetiaan terhadap
ni-lai yang terbentuk dalam kelom-pok
-Tidak ada kesetiaan terhadap nilai yang terbentuk dalam kelompok
-Ada rasa kebersamaan dalam ke-lompok
-Kadang ada rasa kebersamaan da-lam kelompok
-Tidak ada rasa kebersamaan dalam kelompok
-Ada rasa senang dan tidak senang berada dan menjadi bagian dari kelompok
-Kadang ada rasa senang dan tidak senang berada dan menjadi bagian dari kelompok
-Tidak ada rasa senang dan tidak senang berada dan menjadi bagian dari kelompok 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 X5.7 Mobilitas Fisik
Suatu keadaan dimana seseorang melakukan ak-tivitas untuk bepindah tempat.
Diukur dengan melihat berapa banyak dan lu-as gerak per-pindahan anak jalanan -≥ 11 kali -6-10 kali -≤ 5 kali
-Hanya dalam satu wilayah sesuai domisili
1 2 3
Tabel 10. (lanjutan)
No Peubah Definisi Operasional Indikator Parameter Skor
-Antar wilayah di sekitar domisili -Antar provinsi 2 3 X5.8 Pendidik-an Formal anak jalanan
Suatu aktivitas untuk memperoleh ilmu pe-ngetahuan yang dilaku-kan dalam lingkungan sekolah Diukur dengan melihat jumlah dalam tahun telah meng-ikuti pendidik-an di sekolah umum - ≤ 6 tahun pendidikan -Antara 7- 9 tahun -≥ 10 tahun 1 2 3 X5.9 Pendidik-an Non Formal anak jalanan
Suatu aktivitas untuk memperoleh ilmu pe-ngetahuan yang dilaku-kan di luar sekolah di dalam masyarakat.
Diukur dengan melihat jumlah dalam hari, minggu, bulan dari suatu jenis kegiatan yang diikuti
-Ada aktifitas memperoleh suatu ilmu yang dilakukan di luar se-kolah, diikuti oleh sebagian besar anak jalanan, lebih dari 2 minggu -Kadang ada aktifitas memperoleh
suatu ilmu yang dilakukan di luar sekolah, tapi hanya diikuti oleh sebagian kecil anak jalanan, tidak lebih dari 2 minggu
-Tidak ada aktifitas memperoleh ilmu yang dilakukan di luar seko-lah yang diikuti anak jalanan
1
2
3
X5.10 Sub Kultur
Nilai atau norma yang terkait dengan kebiasa-an-kebiasaan yang ber-kembang dalam diri dan kehidupan anak jalanan, baik secara pribadi mau-pun secara kelompok.
Diukur dengan melihat cara, kebiasaan, tata kelakuan, ni-lai, norma yang berkem-bang di ling-kungan anak jalanan
-Ada kebiasaan, cara hidup, tata ke-lakuan, nilai, norma yang ber-kembang di lingkungan anak ja-lanan
-Kadang ada kebiasaan, cara hidup, tata kelakuan, nilai, norma yang berkembang di lingkungan anak jalanan
-Tidak ada kebiasaan, cara hidup, tata kelakuan, nilai, norma yang berkembang di lingkungan anak jalanan 1 2 3 Y1 Perilaku Anak jalanan
Suatu tindakan atau perbuatan yang cende-rung secara menetap di-lakukan oleh anak jalan-an dalam kehidupjalan-annya meliputi : Y1.1 Perilaku Normal Anak jalanan
Perbuatan yang secara menetap dilakukan oleh anak jalanan dalam ke-hidupannya yang sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku
Diukur dengan melihat perila-ku normal yang diperli-hatkan anak ja-lanan, di anta-ranya : Y1.1.1 Berani menang-gung resiko
Kemampuan untuk ber-tanggung-jawab atas apa yang dilakukan dan tidak melempar kesalahan pa-da orang lain Diukur dengan melihat ke-mampuan anak untuk bertang-gung jawab atas apa yang dilakukannya dan tidak me-lempar kesa-lahan pada orang lain
-Bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya dan tidak melempar kesalahan pada orang lain -Kadang bertanggung jawab atas apa
yang dilakukannya dan tidak me-lempar kesalahan pada orang lain -Tidak bertanggung jawab atas apa
yang dilakukannya dan melempar kesalahan pada orang lain
1
2
Tabel 10. (lanjutan)
No Peubah Definisi Operasional Indikator Parameter Skor
Y1.1.2 Mandiri Kemampuan untuk tidak bergantung pada orang lain dan berusaha meme-nuhi/melakukan segala-nya dengan upaya sendi-ri terlebih dahulu Diukur dengan melihat ke-mampuan anak untuk tidak bergantung pa-da orang lain dan berusaha memenuhi/me-lakukan sega-lanya dengan upaya sendiri terlebih dahulu
-Tidak bergantung pada orang lain dan berusaha memenuhi/ melaku-kan segalanya dengan upaya sen-diri terlebih dahulu
-Kadang bergantung pada orang lain dan kadang berusaha memenuhi/ melakukan segalanya dengan upaya sendiri terlebih dahulu -Bergantung pada orang lain dan
tidak berusaha memenuhi/ mela-kukan segalanya dengan upaya sendiri terlebih dahulu
1
2
3
Y1.1.3 Semangat hidup
Kemampuan untuk tidak mudah menyerah dengan tantangan dan kesulitan yang dihadapi Diukur dengan melihat ke-mampuan untuk tidak mudah menye-rah pada tan-tangan dan ke-sulitan yang dihadapi
-Tidak mudah menyerah dengan tan-tangan dan kesulitan yang diha-dapi
-Kadang mudah menyerah dengan tantangan dan kesulitan yang diha-dapi
-Mudah menyerah dengan tantangan dan kesulitan yang dihadapi
1 2 3 Y1.1.4 Sensitivi-tas anak jalanan
Kemampuan untuk pe-duli terhadap keadaan disekitarnya Diukur dengan melihat ke-mampuan untuk peduli terhadap kea-daan di seki-tarnya
-Peduli terhadap keadaan di seki-tarnya
-Kadang peduli terhadap keadaan di sekitarnya
-Tidak peduli terhadap keadaan di sekitarnya 1 2 3 Y1.2 Perilaku Abnormal
Perbuatan yang secara menetap dilakukan oleh anak jalanan dalam kehi-dupannya yang tidak se-suai dengan norma dan nilai yang berlaku
Diukur dengan melihat perila-ku abnormal yang dipelihat-kan anak jalan-an, diantaranya Y1.2.1 Bebas Keadaan dimana segala
sesuatu yang disenangi/ diingini, dilakukan tanpa memperhatikan kaidah, norma, serta nilai yang berlaku Diukur dengan melihat perila-ku yang dise- nangi/diingin-kan, dilakukan tanpa perhati-kan norma ser-ta nilai yang berlaku
-Hal-hal yang dilakukan anak mem-perhatikan kaidah, norma serta ni-lai yang berlaku
-Hal-hal yang dilakukan anak ka-dang memperhatikan kaidah, nor-ma serta nilai yang berlaku -Hal-hal yang dilakukan anak tidak
memperhatikan kaidah, norma ser-ta nilai yang berlaku
1
2
3
Y1.2.2 Liar Keadaan yang semaunya sendiri
Diukur dengan melihat perila-ku yang sema-unya sendiri
-Hal-hal yang dilakukan anak me-ngikuti aturan yang berlaku -Hal-hal yang dilakukan anak
ka-dang semaunya sendiri, kaka-dang ikut aturan
-Hal-hal yang dilakukan anak se-maunya sendiri, tanpa ada aturan
1
2
3
Y1.2.3 Masa bodoh
Tidak peduli dengan a-papun yang terjadi di lingkungan sekitarnya Diukur dengan melihat kepe-dulian anak dengan apapun yang terjadi di lingkungan sekitarnya
-Anak peduli dengan hal-hal yang terjadi di lingkungan sekitarnya -Anak kadang peduli dengan hal-hal
yang terjadi di lingkungan seki-tarnya
-Anak tidak peduli dengan hal-hal yang terjadi di lingkungannya
1
2
Tabel 10. (lanjutan)
No Peubah Definisi Operasional Indikator Parameter Skor
Y1.2.4 Penuh curiga
Keadaan yang tidak mu-dah mempercayai hal-hal yang ada disekitarnya
Diukur dengan melihat peri-laku yang ti-dak mudah mempercayai hal-hal yang ada di sekitar-nya
-Anak mudah mempercayai hal-hal yang ada di sekitarnya
-Anak kadang mudah mempercayai hal-hal yang ada di sekitarnya -Anak tidak mudah mempercayai
hal-hal yang ada di sekitarnya
1
2
3
Y1.2.5 Reaktif Keadaan yang cepat menanggapi apa yang terjadi/dirasakan dan cenderung bersifat emosional
Diukur dengan melihat peril-aku yang cepat menanggapi apa yang ter-jadi/dirasakan dan cenderung bersifat emosi-onal
-Anak cepat menanggapi apa yang terjadi/dirasakan dan cenderung bersifat emosional
-Anak kadang cepat menanggapi apa yang terjadi/dirasakan dan cende-rung bersifat stabil
-Anak tidak cepat menanggapi apa yang terjadi/dirasakan dan cende-rung bersifat apatis
1
2
3
Y1.2.6 Susah diatur
Keadaan yang tidak mudah untuk diarahkan
Diukur dengan melihat peri-laku yang ti-dak mudah untuk diarah-kan
-Anak mudah untuk diarahkan -Anak kadang mudah untuk
diarah-kan
-Anak tidak mudah untuk diarahkan 1 2 3 Anak Jalanan Individu berusia 5-21 tahun yang menghabis-kan waktu minimal 5 (lima) jam dalam sehari, untuk melakukan kegiat-an hidup di jalkegiat-ankegiat-an baik untuk mencari nafkah atau berkeliaran.
Profil Gambaran yang ada dan dimiliki oleh suatu ob-yek, terkait dengan fak-tor internal dan ekster-nal. Strategi Pengen-tasan Anak Jalanan
Cara-cara yang relatif teryakini untuk dapat menghilangkan anak dari jalanan atau fasilitas umum lainnya secara lebih efektif dan efisien.