SIEDAN - SISTEM INFORMASI ELEKTRONIK DATA BENCANA 1
Judul Inovasi : SiEdan
Inovator : BPBD Kota Sukabumi
Implementasi Inovasi Sejak : Tahun 2020
Pemantauan kondisi alam dan aktivitas terhadap potensi bencana pada daerah - daerah yang memiliki risiko tinggi perlu dilakukan secara terus menerus. Informasi terkait bencana perlu dikumpulkan, diproses, dianalisis dan dipetakan. Informasi kejadian bencana tidak hanya menyangkut kejadian bencana, namun juga penanganan yang diperlukan oleh berbagai pihak baik pada saat prabencana maupun pascabencana. Informasi bencana tersebut dapat dikelola dengan sistem informasi, salah satunya dengan pembangunan perangkat lunak sistem informasi grafis, Itulah SiEdan. BPBD Kota Sukabumi menerapkan inovasi “SiEdan” sehingga publik dapat mengakses layanan informasi secara real time. Selain itu, pemrakarsa juga dapat memanfaatkannya secara lebih mudah untuk pemetaan dan literasi kebencanaan.
SiEdan merupakan singkatan yang kepanjangannya Sistem Elektronik Data Bencana yang digunakan di Kota Sukabumi berbasis website yang dihubungkan dengan situs www.bpbd.sukabumikota.go.id diterapkan sejak tahun 2020. Berfungsi untuk layanan informasi publik dari berbagai jenis bencana seperti gempa bumi, banjir, longsor, cuaca ektrem, puting beliung dan kebakaran secara real time tentang kebencanaan di Kota Sukabumi serta menjadi Data dan Informasi Bencana yang dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan mulai dari analisis dan riset kebencanaan baik perguruan tinggi maupun perusahaan sampai dengan alat pengambil kebijakan di Pemerintah Kota Sukabumi.
SiEdan hadir sebagai salah satu jawaban untuk mengatasi permasalahan atas sulitnya mendapatkan data sekaligus sebagai terobosan data informasi kejadian alam, non alam yang terjadi di Kota Sukabumi terhimpun satu pintu secara digital berguna untuk literasi, edukasi sadar bencana dan analisis kebencanaan yang pada gilirannya dimanfaatkan sebagai bagian upaya pencegahan, mitigasi dan reduksi bencana di Kota Sukabumi.
SiEdan mengoptimalkan data terpadu sebagai pemetaan dan informasi penyebarluasannya, merupakan alat/instrumen berbasis kejadian yang kemudian diolah menjadi data/informasi bencana di Kota Sukabumi yang pemanfaatannya bisa digunakan sebagai riset dan penelitian dan kajian risiko
SIEDAN - SISTEM INFORMASI ELEKTRONIK DATA BENCANA 2 bencana yang pada sebagai kebijakan dalam investasi pembangunan daerah.
Dengan memanfaatkan SiEdan yang merupakan data dinamis maka siapa saja terbantu karena akan mengetahui terhadap titik - titik atau daerah mana saja yang berisiko bencana, bisa dilakukan analisis sehingga dapat bertindak preventiv dan premptiv terhadap bencana.
ASPEK YANG DINILAI DESKRIPSI
1. Tujuan Inovasi Permasalahan dan pengelolaan data manual
merupakan suatu hal yang sering dihadapi sejak BPBD Kota Sukabumi tahun 2013 mengingat dari sejak awal tidak ada entitas khusus yang
mengelolaanya, mulai dari menginput,
menghimpun sampai dengan menganalisis nya. Demikian juga masyarakat juga tidak tahu entitas pengampu harus minta ke unit mana. Akibatnya hal ini membuat kesulitan karena belum banyak kemampuan pengelolaan bencana dan data. Salah satu faktornya tersebar di berbagai SKPD. Demikian juga trend kejadian bencana tidak bisa ditelusuri karena tidak ada yang melakukan pengelolaan Informasi terkait bencana mulai pengumpulan, pemprosesan, penganalisisan dan pemetaan pencatatan terhadap dampak kejadian tersebut.
SiEdan hadir sebagai salah satu jawaban untuk mengatasi permasalahan di atas sekaligus sebagai terobosan data informasi kejadian alam, non alam yang terjadi di Kota Sukabumi terhimpun satu pintu secara digital berguna untuk literasi, edukasi sadar bencana dan analisis kebencanaan yang pada gilirannya dimanfaatkan sebagai bagian upaya
pencegahan, mitigasi dan reduksi bencana di Kota Sukabumi.
SIEDAN - SISTEM INFORMASI ELEKTRONIK DATA BENCANA 3
2. Keselarasan dengan Kategori yang Dipilih
SiEdan selaras dengan tujuan penanggulangan bencana secara terpadu cepat dan tepat dalam rangka mengoptimalkan data terpadu sebagai pemetaan dan informasi penyebarluasannya, merupakan instrumen berbasis kejadian yang kemudian diolah menjadi data/informasi sebagai telaah dan analisis terhadap informasi di Kota Sukabumi yang pemanfaatannya digunakan sebagai riset dan penelitian dan kajian risiko bencana yang pada gilirannya sebagai kebijakan dalam investasi pembangunan daerah.
3. Signifikansi SiEdan merupakan data dinamis bermanfaat bagi
masyarakat siapa saja karena membantu
penggunanya mengetahui terhadap titik - titik atau daerah mana saja yang berisiko bencana, bisa dilakukan analisis sehingga dapat bertindak prepentiv dan preemptiv terhadap bencana.
SiEdan ini merupakan prototipe pertama Sistem Elektronik Informasi Bencana pertama di Jawa Barat. Sistem ini berperan sebagai sistem untuk membangun data base produk informasi bencana dan saat bersamaan juga menyediakan informasi yang dapat diakses publik secara luas.
Dengan dipergunakannya SiEdan maka
permasalahan seperti kesulitan memperoleh data oleh masyarakat, pemerintah dan dunia usaha disertai data informasi yang berubah - ubah dan
tidak valid bisa teratasi yang dihadapi Pemerintah Kota Sukabumi.
4. Inovatif Inovasi ini merupakan “learning by doing” bertahun
- tahun ditambah banyaknya permintaan data dari berbagai elemen yang dilakukan sejak BPBD Kota
Sukabumi dibentuk dan sekaligus sebagai
pengampu sektor kebencanaan selaku koordinator,
komando dan pelaksana di Wilayah
SIEDAN - SISTEM INFORMASI ELEKTRONIK DATA BENCANA 4
dalam hal data pengelolaan risiko bencana berdasarkan data yang dimiliki belum pernah ada sebelumya di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi bahkan tersebar di sembarang entitas/tempat sehingga tidak ada pengolahan.
Dasar inovasi dari sistem ini adalah bagaimana
membangun sistem yang terintegrasi,
mengakomodir berbagai keperluan akan informasi, pengelolaan data, komunikatif, dan friendly dalam penggunaannya. Sistem ini tidak hanya bermanfaat bagi pengembang dan in-user yang menginput data tetapi juga dapat bermanfaat bagi masyarakat luas untuk mengakses data yang dibuka ke-publik.
Inovasi ini sebenarnya berangkat dari inisisiasi terhadap sistem yang dikembangkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana terkait dengan pengelolaan data yang disebut sebagai Data Informasi Bencana Indonesia (DIBI). Namun DIBI terlalu makro sulit diimplmenatasikan karena jangkauan dan karakter tidak sesuai dengan kondisi di lapangan nyata yang tersebar di Nusantara.
5. Transferabilitas Permasalahan data manual yang dihadapi
merupakan hal yang nyata dalam proses
pengambilan keputusan, perencanaan dan
kebijakan pembangunan oleh pemangku
kepentingan. SiEdan ini diterapkan mampu dijadikan pada kontek pengetahuan, dan Pendidikan sebagai literasi kebencanaan dan sekaligus sebagai layanan rawan informasi bencana. Sistem ini bersifat multifungsi dan multiguna serta dapat dimanfaatkan oleh berbagai stakeholder dan melibatkan berbagai pihak sebagai operator.
Perguruan tinggi yang di Kota Sukabumi seringkali meadaptasi informasi bencana dalam penelitian
SIEDAN - SISTEM INFORMASI ELEKTRONIK DATA BENCANA 5
dan penulisan skripsi demikian juga media di Kota Sukabumi menjadi referensi dalam penyebarluasan informasi bencana.
6. Sumber Daya dan Keberlanjutan
Keberlanjutan kegiatan lebih dititik beratkan pada sumber daya manusia nya agar dioptimlakan dalam penggunaannya di setiap instansii tanpa peran SDM yang kuat tidak akan bisa berjalan dengan baik. Saat ini ketersediaan SDM yang mengelolanya terbatas, namun hal ini tidak menyurutkan untuk mengembangkan secara berkelanjutan.
Untuk mendukung pelaksanaan SiEdan ini maka disediakan sumber daya finansial dan sumber daya manusia. Pada awalnya untuk pengembangan
SiEdan ini dibutuhkan anggaran sebesar
Rp. 39.000.000,00 bersumber dari APBD Kota
Sukabumi berupa jasa pihak ke-3. Untuk
keberlanjutan dukungan sumberdaya finansial, terdapat satu kegiatan dalam Renstra BPBD yang diarahkan pada implementasi inovasi pelayanan publik ini, yaitu Kegiatan Penyebarluasan Informasi Potensi Bencana Alam.
Disadari untuk keberlanjutan program ini harus didukung dengan pembiayaan yang memadai agar lebih efektif dan efesien seperti biaya operasional bagi petugas operator dan perawatan perangkat yang ada. Untuk itu diantara langkah langkah yang dilakukan antara lain :
a. Meningkatkan kompatibilitas perangkat yang digunakan;
b. Meningkatkan kapasitas pemakai dalam sistem penyampaian laporan;
c. Memperbanyak person yang bertangungjawab terhadap pengelolanya.
Sedangkan untuk sumber daya manusianya dilaksanakan pendampingan melalui sosialisasi,
SIEDAN - SISTEM INFORMASI ELEKTRONIK DATA BENCANA 6 workshop dan coaching clinic secara berkala.
Mereka yang terlibat sebagai administrator atau yang memiliki admin dalam sistem ini dipersyarakan untuk memiliki Surat Tugas atau Surat Penunjukkan dari Instansi masing-masing khususnya untuk penggunaan sumber daya yang paham akan teknologi informasi dan kebencanaan akan membantu keberlangsungan program SiEdan.
Secara sosial dan ekonomi ini akan memberikan dampak yang baik dimana secara sosial meningkatkan partisipasi masyarakat yang sadar bencana dengan literasi data. Demikian juga secara
ekonomi akan menumbuhkan produktivitas
masyarakat dan kerugian dari sisi lingkungan bisa diantisipasi lebih dini.
7. Dampak Ya ini sudah dievaluasi oleh Badan Penanggulangan
Bencana Daerah Kota Sukabumi yang dilakukan
melalui Lokakarya dengan mengumpulkan
pemangku kepentingan dengan dimana
memberikan masukan terhadap kemudahan dalam
memanfaatkan SiEdan dalam berbagai
kepentingan.
BPBD Kota Sukabumi senantiasa memonitor dampaknya pada target/kelompok sasaran dan di luar kelompok sasaran. Terhadap kolaborasi antar satuan unit kerja akan semakin terlihat manakala SiEdan dipergunakan dalam setiap kebijakan pengelolaan risiko bencana.
SIEDAN - SISTEM INFORMASI ELEKTRONIK DATA BENCANA 7
8. Keterlibatan Pemangku Kepentingan
Pemangku kepentingan yang terlibat dalam merancang, melaksanakan dan mengevaluasi inovasi ini antara lain :
a. RT RW/relawan/komunitas kebencanaan sebagai agen lokal yang menginformasikan setiap kejadian di akar rumput;
b. Aparat wilayah kelurahan yang menverifikasi setiap info kejadian dan informasi dalam bentuk laporan kejadian;
c. Operator yang menginput dan melaksanakan penghimpunan dan pengelolaan data secara
real time berkelanjutan;
d. Programer yang selalu mengpdate terhadap sistem perangkat yang digunakan;
e. Badan/Dinas Pengelolaan Keuangan yang selalu menyediakan anggaran untuk pembiayaan operasional, perawatan dan pembaharuan yang digunakan;
f. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
output yang dihasilkan dimanfaatkan dalam
perencanaan/investasi pembangunan;
g. Dinas Informasi dan Komunikasi yang selalu menyediakan Provider dan Hub yang yang
terhubung dengan semua pemangku
kepentingan;
h. Dinas Pendidikan dan kebudayaan yang memanfaatkan hasil tulisan dan karya ilmiah penelitian yang berdasarkan pada pemanfaatan edan sebagai literasi kebencanaan;
i. BPBD yang selalu menjaga kesinambungan pemanfaatan inovasi ini dalam layanan publik. 9. Pelajaran yang
dipetik
Perkembangan teknologi hari ini dapat
dimanfaatkan untuk menciptakan efisiensi dan efektifitas dalam pengelolaan data dan informasi serta membuka ruang bagi publik untuk mengakses informasi yang disediakan oleh instansi pemerintah dan pada akhirnya akan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kondisi yang ramah bencana.
SIEDAN - SISTEM INFORMASI ELEKTRONIK DATA BENCANA 8
Dengan mengetahui data dan informasi jenis bencana secara sistemis sangat bermanfaat dalam mengurangi risiko bencana di suatu wilayah antara lain akan menumbuhkan partisipasi masyarakat dalam upaya pengurangan rsiisko bencana sebagai bentuk kehadiran pemerintah bagi warganya di setiap saat. BPBD Kota Sukabumi dapat memberikan pelayanan kepada publik dengan lebih efektif dan efisien serta dapat menghemat pengunaan sumber daya yang ada dengan memanfaatkan SiEdan.
Agar menjadi inovasi sebagai perubahan yang luar biasa membawa perubahan yang lebih cepat dan lebih luar biasa harus dikembangkan terus sedemikian rupa mulai peningkatan perangkat lunak-nya seperti tool dan menu agar lebih memanjakan penggunanya, budaya sharing data, menyusun historical file, dan berbagi pakai perlu untuk diimplementasikan guna menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dan menyusun perencanaan yang lebih baik dalam proses pembangunan pengurangan risiko bencana.
SIEDAN - SISTEM INFORMASI ELEKTRONIK DATA BENCANA 9