BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Obyek Penelitian
Garis Lini adalah suatu badan usaha yang bergerak dibidang konveksi.
Badan usaha ini belum terlalu lama bersaing di bidang konveksi. Pada akhir tahun
2010 Garis Lini dibangun sebagai penyedia jasa pembuatan jaket, seragam, jas
almamater, polo shirt, sweater, kemeja, dan jersey. Dan juga menyediakan bordir
komputer, kaos & sablon manual, dan kaos & cutting sablon. Minimal order di
Garis Lini adalah 12 pieces atau selusin dan maksimal order tidak dibatasi. Garis
Lini beralamat di Jl. Raya KH Hasyim Ashari No. 25 Pedurenan Tangerang. Toko
Garis Lini berada di pinggir jalan, walaupun toko Garis Lini tidak terlalu besar
tapi lokasi tokonya sangat strategis. Dan pendapatan perbulannya juga lumayan
besar. Jam operasional toko buka mulai dari jam 08:00 sampai jam 20:30 WIB.
Untuk masalah harga, Garis Lini juga relatif murah bila dibandingkan dengan
konveksi-konveksi lainnya. Apabila membuat banyak akan ada potongan harga
dari Garis Lini kepada konsumennya. Cara inilah yang Garis Lini lakukan untuk
menarik minat konsumen. Tujuan utama Garis Lini adalah selalu bekerja keras
untuk memenuhi kepuasan pelanggan agar selalu dapat menjadi mitra terpercaya
untuk saat ini dan di masa mendatang. Garis lini sangat mengedepankan
4.1.1 Visi dan Misi Garis Lini
Visi
Memberikan kualitas terbaik untuk Anda
Misi
Mengutamakan kepuasan pelanggan
Bekerja dengan penuh tanggung jawab dan fokus kepada pelanggan
Komunikasi dan koordinasi kepada pelanggan agar tidak terjadi kesalahan dalam proses pembuatan
Menjalankan kegiatan dengan didukung oleh tenaga ahli di bidangnya
4.1.2 Produk Garis Lini
- Kemeja dan almamater: kemeja dan almamater dibuat dengan bahan drill
standard, bahan tersebut adalah bahan yang bagus.
- Jersey futsal: Garis Lini juga memproduksi Jersey Futsal dengan bahan khusus
- Jaket dan sweater
- Bordir komputer: Bordir yang digunakan Garis Lini adalah dengan
menggunakan Computerized system yg menghasilkan kerapihan dan ketelitian
- Kaos & sablon manual: Garis Lini menggunakan meja Rel dan Screen
Aluminium untuk hasil presisi yg tinggi serta di finishing dengan mesin press.
- Kaos & cutting sablon: Garis Lini menggunakan mesin heat press dengan
4.2 Hasil Penelitian
Sesuai dengan perencanaan aktivitas komunikasi pemasaran yaitu mencari
peluang-peluang yang menarik dan mengembangkan strategi komunikasi
pemasaran yang menguntungkan. Dan merumuskan strategi pokok untuk
mencapai sasaran-sasaran komunikasi pemasaran.
Pelaksanaan pemasaran, proses yang mengubah rencana pemasaran
menjadi usaha atau tugas nyata dan memastikan tugas itu dikerjakan sedemikian
rupa sehingga ,mampu mencapai tujuan yang dinyatakan oleh rencana tersebut.
Hasil penelitian tentang aktivitas komunikasi pemasaran Garis Lini dalam
mendapatkan konsumen akan diuraikan pada bab ini yang dimana data-data
tersebut diperoleh dari hasil wawancara mendalam Owner Garis Lini Bapak
Propana Maulida dan Marketing Garis Lini Ibu Indah Rahmawati.
4.2.1 Melakukan Analisis Situasi
Suatu analisa pada produk yang nantinya akan dipasarkan, sangatlah
penting bagi perusahaan terlebih lagi jika produk yang dihasilkan merupakan
produk jasa yang secara berulang-ulang terus digunakan, maka analisa produk
dianggap perlu untuk menganalisis bagaimana kekuatan produk, kelemahan,
kesempatan yang dimiliki produk, dan ancaman yang harus dihadapi produk
a. Strength (kekuatan)
Kekuatan (strength) adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan
dari produk atau perusahaan pada saat ini. Berdasarkan data yang diperoleh dari
hasil wawancara, maka dapat disimpulkan bahwa kekuatan utama dari Garis Lini
adalah mempunyai lokasi yang strategis, mendapatkan potongan harga,
pengerjaannya cepat dan mudah diakses oleh masyarakat melalui internet.
Berikut ini adalah hasil wawancara penulis dengan owner Garis Lini,
Bapak Propana Maulida mengenai kekuatan Garis Lini konveksi adalah:
“Garis Lini Konveksi mempunyai tempat yang strategis, memiliki potongan harga, dan yang paling penting pengerjaan disini cepat tidak seperti di konveksi lainnya.”
Sedangkan yang menjadi kekuatan Garis Lini konveksi dalam
memasarkan produk atau jasanya menurut Ibu Indah Rahmawati selaku Marketing
Garis Lini adalah sebagai berikut :
“Kekuatan pemasaran Garis Lini adalah melaui internet. Sehingga masyarakat bisa dengan gampang mengakses web atau media sosial yang dibuat oleh dari Garis Lini. Karena di web masyarakat bisa dengan jelas melihat produk, dan lokasi tokonya”.
b. Weak (kelemahan)
Kelemahan (Weakness) adalah situasi atau kondisi yang merupakan
dari hasil wawancara, maka dapat disimpulkan bahwa yang menjadi kelemahan
dari Garis Lini adalah kurangnya pengetahuan khalayak tentang keberadaan dari
Garis Lini. Selain itu, konsumen juga diharuskan untuk menggunakan koneksi
internet dimana konsumen tidak bisa merasakan produk secara nyata sebelum
melakukan pembelian.
Berikut ini adalah hasil wawancara penulis dengan owner Garis Lini,
Bapak Propana Maulida mengenai kelemahan Garis Lini konveksi adalah:
“Pada saat ini yang menjadi kendala kita adalah karena kita baru dibidang konveksi ini, jadi masih banyak masyarakat yang belum mengetahui akan keberadaan Garis Lini.”
Sedangkan yang menjadi kelemahan Garis Lini dalam memasarkan produk
atau jasanya menurut Ibu Indah selaku Marketing Garis Lini adalah sebagai
berikut :
“Mengharuskan konsumen untuk menggunakan teknologi internet, dan ketergantungannya pada kecepatan koneksi internet. Selain itu, konsumen di Internet tidak dapat menyentuh, mencium, merasakan atau mencoba barang secara nyata sebelum melakukan pembelian.”
c. Opportunity (peluang)
Peluang (Oppurtunities) adalah situasi atau kondisi yang merupakan
peluang diluar perusahaan dan memberikan peluang berkembang bagi produk di
disimpulkan bahwa yang menjadi peluang dari Garis Lini adalah selalu berinovasi
dengan produk-produk baru, dan peluang produk tidak lepas dari konsumen
sendiri, karena tekhnologi sudah semakin canggih sehingga konsumen bisa
memesan atau melihat barang produk melalui gadget smartphone-nya. Dan untuk
peluang konsumen nya masih jarang pesaing yang memasarkan produk atau
jasanya melalui internet.
Berikut ini adalah hasil wawancara penulis dengan owner Garis Lini,
Bapak Propana Maulida mengenai peluang Garis Lini konveksi dalam
mendapatkan konsumen adalah:
“Peluang kita dalam mendapatkan konsumen adalah dengan cara terus berinovasi. Tidak memberikan produk-produk yang sudah ketinggalan zaman. Dan peluang produk tidak lepas dari konsumen sendiri, karena tekhnologi sudah semakin canggih sehingga konsumen bisa memesan atau melihat barang produk melalui gadget smartphone-nya”.
Sedangkan peluang Garis Lini dalam mendapatkan konsumen menurut Ibu
Indah selaku Marketing Garis Lini adalah sebagai berikut :
“Peluangnya cukup bagus. Karena masih jarang usaha konveksi lainnya yang memasarkan produk atau jasanya melaui internet. Jadi persaingan memasarkan di internet masih belum cukup kuat”.
d. Threat (ancaman)
Ancaman (Threats) adalah situasi mengancam bagi perusahaan yang
datang dari luar organisasi dan dapat mengancam eksistensi produk di masa
depan. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil wawancara, maka dapat
disimpulkan bahwa yang menjadi ancaman bagi Garis Lini adalah kompetitor atau
pesaing. Kompetitor Garis Lini ada lumayan banyak di daerah Ciledug,
diantaranya MKR konveksi, Master konveksi, Good Fellas konveksi, dan Sticky
konveksi. Garis Lini menyikapinya para pesaingnya dengan meningkatkan
kualitas produk agar mereka bisa mendapatkan konsumen.
Berikut ini adalah hasil wawancara penulis dengan owner Garis Lini,
Bapak Propana Maulida mengenai ancaman Garis Lini konveksi adalah:
“Ancamannya adalah para kompetitor atau pesaing. Kompetitor Garis Lini ada lumayan banyak di daerah Ciledug, diantaranya MKR konveksi, Master konveksi, Good Fellas konveksi, dan Sticky konveksi. Cara menyikapinya kita harus lebih baik dari mereka, dengan meningkatkan kualitas produk agar kita bisa mendapatkan konsumen”.
Situasi Persaingan Bisnis Konveksi
Persaingan di bisnis konveksi sudah semakin ketat, hal ini diutarakan oleh
bapak Propana Maulida selaku owner dari Garis Lini konveksi. Ditambahkan pula
produk yang dijual oleh Garis Lini berupa grosir kaos polos, kemeja, almamater,
jersey futsal, jaket, sweater, bordir komputer, sablon manual, dan cutting sablon.
Berikut adalah hasil wawancara penulis dengan bapak Propana Maulida
selaku owner dari Garis Lini konveksi mengenai persaingan bisnis konveksi di
jaman sekarang adalah sebagai berikut:
“Untuk saat ini situasi persaingan bisnis konveksi sudah lumayan tinggi dan mulai banyak bermunculan di pasaran, itu dikarenakan banyak fashion atau mode yang berkembang sekarang ini. Dan juga permintaan dari masyarakat untuk membuat baju sesuai dengan yang dia mau. Kita kan tahu kalo orang indonesia ini sukanya mengikuti zaman yang lagi nge-trend hehe.
Dan berikut adalah hasil wawancara mengenai produk dan jasa Garis Lini
yang mereka jual adalah sebagai berikut:
Garis Lini membuat dan menjual berbagai produk, diantaranya adalah grosir kaos polos, kemeja, almamater, jersey futsal, jaket, sweater, bordir komputer, sablon manual, dan cutting sablon”.
4.2.2 Menetapkan Tujuan dan Sasaran
Menurut Sutisna S.E. M.E, mejelaskan bahwa terdapat strategi dari model
Segmentasi, Targeting, dan Positioning yang dapat mempengaruhi konsumen
dalam proses pembelian. Untuk itu penulis memaparkan model STP tersebut ke
dalam wawancara dengan para narasumber di Garis Lini, antara lain adalah
a) Segmentasi
Segmentasi proses membagi-bagi pasar kedalam segmen atau kelompok
yang bermakna relatif dan serupa yang dapat diklasifikasikan. Berdasarkan data
yang diperoleh dari hasil wawancara, maka dapat disimpulkan bahwa segmentasi
pasar dari Garis Lini adalah yang berdomisili di Ciledug Tangerang, yang
mempunyai kelas sosial B dan C, dengan gender pria dan wanita, usia mulai dari
10 sampai 40 tahun, dan didominasi oleh para pelajar, mahasiswa, wiraswasta,
pegawai, dan komunitas. Dan Garis Lini memberikan penawaran kepada
konsumen untuk memiliki pakaian sesuai dengan desain konsumen sendiri.
Segmentasi pasar merupakan strategi yang sangat penting dalam
mengembangkan program pemasaran pada suatu perusahaan. Berikut adalah hasil
wawancara yang telah dilakukan penulis dengan Bapak Propana Maulida selaku
owner Garis Lini mengenai segmentasi pasar dari Garis Lini adalah:
“Untuk segmentasi, kita fokus di wilayah Ciledug Tangerang, tapi kadang juga banyak yang dari luar kota karena melihat web kami di internet. Dan konsumen kita kebanyakan berada di kelas B dan C, tapi banyak juga perusahaan-perusahaan besar yang membuat seragam di konveksi kami. Untuk gender, kita all gender, mayoritas pria dengan presentase 80% dan 20% untuk wanita, dengan usia mulai dari 10 sampai 40 tahun dan status pekerjaannya mulai dari pelajar, mahasiswa, wiraswasta, pegawai, dan komunitas. Dan kami memberikan penawaran kepada konsumen untuk memiliki pakaian sesuai dengan desain konsumen sendiri. Rata-rata untuk semua kategori produk disini menggunakan segmentasi yang sama”.
b) Targeting
Targeting adalah analisa dan evaluasi yang mendahulukan segmentasi
pasar sebagai bahan pertimbangan yang paling menguntungkan. Berdasarkan data
yang diperoleh dari hasil wawancara, maka dapat disimpulkan bahwa target pasar
Garis Lini adalah kalangan menengah ke bawah, pria dan wanita umur 10 sampai
40 tahun, dan status pekerjaannya pelajar, mahasiswa, wiraswasta, pegawai, dan
komunitas.
Berikut adalah hasil wawancara dengan Bapak Propana Maulida selaku
owner Garis Lini mengenai target dari Garis Lini adalah sebagai berikut :
“Kalau untuk target, kita berada di kalangan menengah ke bawah, pria dan wanita umur 10 sampai 40 tahun, dan status pekerjaannya pelajar, mahasiswa, wiraswasta, pegawai, dan komunitas.
c) Positioning
Positioning merupakan cara pemasar menanamkan citra, persepsi dan
imajinasi atas produk yang ditawarkan kepada konsumen melalui proses
komunikasi. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil wawancara, maka dapat
disimpulkan bahwa positioning dari Garis Lini adalah konveksi yang menawarkan
nilai terbaik. Yang memberikan kualitas yang terbaik dan harga yang terjangkau,
sesuai dengan visi dan misi dari Garis Lini.
Berikut adalah hasil wawancara dengan Bapak Propana Maulida selaku
“Garis Lini memposisikan produknya sebagai produk atau jasa yang menawarkan nilai terbaik. Yang memberikan kualitas yang terbaik dan harga yang terjangkau”.
4.2.3 Menyusun Strategi dan Program
Menurut Stephanie K. Marrus, Strategi adalah suatu proses penentuan
rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang
organisasi, diserta penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan
tersebut dapat dicapai. Sedangkan program adalah kumpulan proyek-proyek yang
berhubungan yang telah dirancang untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang
harmonis dan secara integraft untuk mencapai sasaran kebijaksanaan tersebut
secara keseluruhan. Strategi komunikasi pemasaran merupakan perencanaan
secara cermat mengenai kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh suatu
perusahaan dalam menyampaikan pesan kepada konsumen sasaran mengenai
keberadaan produk.
Strategi komunikasi pemasaran yang digunakan oleh Garis Lini konveksi
untuk mendapatkan konsumen adalah dengan menggunakan strategi jangka
panjang, yaitu melalui website atau sosial media seperti facebook dan twitter.
Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil wawancara, maka dapat disimpulkan
bahwa dalam pelaksanaan strategi komunikasi pemasaran yang dijalankan oleh
seperti Facebook dan Twitter. Webnya bisa dicari di situs “garislini.web.id”. Disana kita bisa melihat hasil jadi yang dikerjakan oleh Garis Lini.
Berikut adalah hasil wawancara dengan Ibu Indah selaku Marketing dari
Garis Lini, beliau menjelaskan mengenai bagaimana pelaksanaan strategi
komunikasi pemasaran yang dijalankan oleh Garis Lini sebagai berikut :
“Kalau untuk pelaksanaan strategi komunikasi pemasaran jangka panjang kita membuat web. Web kita bisa di cari di situs “garislini.web.id”. Disana bisa dilihat banyak produk-produk yang telah kami kerjakan. Dan juga kami menggunakan media sosial seperti facebook dan twiiter dengan menampilkan beberapa hasil terbaru buatan Garis Lini, sehingga para konsumen bisa melihat hasil-hasil jadi yang telah kita kerjakan.
Dalam menyusun suatu strategi pemasaran komunikasi ada beberapa
faktor-faktor yang harus diperhatikan oleh perusahaan untuk mengetahui keadaan
pasar dan kompetitor, hal tersebut dilakukan agar perusahaan dalam menjalankan
strategi komunikasi pemasarannya dapat berjalan dengan yang diharapkannya.
Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil wawancara, maka dapat disimpulkan
bahwa faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam menjalankan strategi
komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Garis Lini adalah dengan melihat
keadaan dan kondisi dari pasar serta serangan dari para kompetitor dan
menganalisanya, lalu setelah itu memaksimalkan kesempatan faktor-faktor yang
Berikut adalah hasil wawancara dengan Ibu Indah selaku Marketing dari
Garis Lini mengenai faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam menyusun
strategi komunikasi pemasaran adalah sebagai berikut :
“Faktor yang harus diperhatikan adalah melihat dari serangan para pesaing, karena dalam pelaksanaan strategi yang kita jalankan melalui media sosial kita tidak bisa memblok para kompetitor. Untuk itu kita harus memaksimalkan kesempatan dari faktor-faktor yang ada untuk memasarkan produk-produk yang telah kami buat”.
Alat-Alat Komunikasi Pemasaran
Alat-alat komunikasi pemasaran adalah suatu cara agar produk atau jasa
perusahaan tersebut dapat dikenal oleh masyarakat. Sebuah perusahaan sebelum
melakukan kegiatan promosi, ada baiknya jika menentukan alat-alat komunikasi
pemasaran yang tepat agar mencapai tujuan promosi dari strategi komunikasi
pemasaran yang akan dijalankan.
Alat-alat komunikasi pemasaran yang tepat diperlukan untuk mencapai
tujuan komunikasi sebuah perusahaan. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil
wawancara, maka dapat disimpulkan bahwa alat-alat komunikasi pemasaran yang
dilakukan garis Lini adalah melalui pemasaran interaktif dan sales promotion.
Garis Lini menggunakan media internet, yaitu dengan membuat website sebagai
pemasaran interaktif dan memberikan potongan harga kepada konsumen yang
memesan dalam jumlah yang banyak. Garis Lini menggunakan alat-alat
memasarkan produk atau jasa nya melalui internet dan Garis Lini menggunakan
sales promotion untuk menarik minat para konsumen. Sampai saat ini Giris Lini
masih menggunakan alat-alat komunikasi pemasaran tersebut.
Berikut adalah hasil wawancara yang dilakukan penulis dengan Ibu Indah
selaku Marketing dari Garis Lini mengenai alat-alat komunikasi pemasaran yang
digunakan oleh Garis Lini sebagai berikut :
“Pada saat ini alat komunikasi pemasaran yang kami gunakan hanya pemasaran interaktif dan sales promotion. Kami menggunakan media internet, yaitu dengan membuat website sebagai pemasaran interaktif dan memberikan potongan harga kepada konsumen yang memesan dalam jumlah yang banyak. Kami menggunakan alat-alat komunikasi pemasaran tersebut karena masih jarang konveksi-konveksi yang memasarkan produk atau jasa nya melalui internet dan kami menggunakan sales promotion untuk menarik minat para konsumen. Sampai sekarang kami masih menggunakan alat-alat komunikasi pemasaran tersebut.
4.2.4 melakukan Koordinasi dan Pengendalian
Menurut G.R. Terry, koordinasi adalah suatu usaha yang sinkron dan
teratur untuk menyediakan jumlah dan waktu yang tepat, dan mengarahkan
pelaksanaan untuk menghasilkan suatu tindakan yang seragam dan harmonis pada
sasaran yang telah ditentukan. Sedangkan menurut Bateman & Snell,
pengendalian adalah memantau kemajuan dari organisasi atau unit kerja terhadap
Koordinasi dan pengendalian adalah strategi jangka pendek yang
dilakukan oleh suatu perusahaan. Strategi ini dilakukan untuk memback-up
strategi jangka panjang apabila strategi jangka panjang nya belum berhasil.
Rencana yang komprehensif seringkali meliputi berbagai strategi dan program.
Disini tindakan jangka pendek yakni mengimplementasi strategi komunikasi
pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan terhadap programnya.
Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil wawancara, maka dapat
disimpulkan bahwa dalam pelaksanaan koordinasi dan pengendalian yang
dijalankan oleh Garis Lini adalah dilaksanakan dengan strategi word of mouth.
Karena strategi ini tidak membutuhkan biaya. Strategi ini dilakukan dengan
menyampaikan ke teman, sahabat, tetangga, dan saudara.
Berikut adalah hasil wawancara penulis dengan Ibu Indah selaku
Marketing Garis Lini mengenai koordinasi dan pengendalian Garis Lini dengan
membuat strategi jangka pendek sebagai berikut:
“Garis Lini menggunakan strategi jangka pendek, yaitu strategi word of mouth. Apabila strategi jangka panjang tidak berhasil kita tetap mempunyai strategi jangka pendek. Dan ini tidak membutuhkan biaya. Strategi ini cukup ampuh karena perusahaan kami termasuk perusahaan baru, jadi masih banyak orang yang belum mengenal konveksi kami. Cara ini dilakukan dengan menyampaikan ke teman, sahabat, tetangga, dan saudara.
Riset dan Evaluasi
Riset merupakan proses penyelidikan untuk mencari informasi secara
hati-hati, sistematis dalam mencari fakta dan prinsip-prinsip suatu penyelidikan yang
cermat guna menetapkan suatu keputusan yang tepat. Berdasarkan data yang
diperoleh dari hasil wawancara, maka dapat disimpulkan bahwa riset yang
dilakukan oleh Garis Lini adalah dengan menggunakan riset kecil-kecilan untuk
melihat para kompetitor Garis Lini, dan mempelajari keadaan pasar tentang
fashion yang sedang booming.
Dan evaluasi yang dilakukan oleh Garis Lini konveksi adalah melakukan
evaluasi setiap sebulan sekali dalam segi promosi. Apakah konsumen bulan ini
meningkat atau menurun. Karena Garis Lini menargetkan setiap bulannya untuk
mendapatkan 500 pieces. Apabila kurang dari target tersebut, berarti strategi
komunikasi pemasaran yang Garis Lini gunakan belum berhasil. Dan Garis Lini
akan memperbaiki dimana letak kekurangan strategi komunikasi pemasaran yang
mereka jalankan.
Berikut ini adalah hasil wawancara yang telah dilakukan penulis dengan
Ibu Indah selaku Marketing Garis Lini mengenai riset yang dilakukan oleh Garis
Lini, adalah sebagai berikut:
“Kita menggunakan riset kecil-kecilan untuk melihat para kompetitor kita, dan mempelajari keadaan pasar tentang fashion yang sedang booming.
Sedangkan evaluasi yang Garis Lini lakukan, menurut Ibu Indah selaku
“Setiap bulannya kami melakukan evaluasi. Apakah konsumen bulan ini meningkat atau menurun. Karena kami menargetkan setiap bulannya untuk mendapatkan 500 pieces. Apabila kurang dari target tersebut, berarti strategi komunikasi pemasaran yang kami gunakan belum berhasil. Dan kami akan memperbaiki dimana letak kekurangan strategi komunikasi pemasaran yang kami jalankan”.
4.3 Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan melalui wawancara dengan
para narasumber yaitu: Bapak Propana Maulida selaku owner Garis Lini konveksi
dan Ibu Indah Rahmawati selaku Marketing Garis Lini, dan menganalisa semua
data penelitian sesuai dengan fakta sebenarnya secara keseluruhan mengenai
strategi komunikasi pemasaran Garis Lini Konveksi dalam mendapatkan
konsumen.
Dengan mengacu dengan teori yang dijelaskan oleh Chris Fill dalam
bukunya yang berjudul Markerting Communication: framework, theories and
applications, dan lalu diadaptasi oleh Gregorius Chandra dalam bukunya yang berjudul Strategi dan Program Pemasaran yang diterbitkan pada tahun 2002.
Gregorius Chandra menjelaskan bahwa perencanaan strategi komunikasi
pemasaran ada empat cara, yaitu; melakukan analisis situasi, menetapkan tujuan
dan sasaran, menyusun strategi dan program, dan melakuka koordinasi dan
Berdasarkan dengan pada kerangka kerja dalam komunikasi pemasaran
yang dijelaskan Gregorius Chandra, maka dapat dikatakan bahwa proses strategi
komunikasi pemasaran Garis Lini memiliki kesamaan dengan kerangka kerja
Gregorius Chandra, dimana Garis Lini melakukan analisa situasi lingkungan,
menetapkan tujuan dan sasaran, dan Garis Lini konveksi merupakan suatu
organisasi atau perusahaan yang memiliki strategi jangka panjang dalam
menyusun strategi & program, serta strategi jangka pendek dalam melakukan
koordinasi dan pengendalian, sehingga dapat mencapai tujuan dari komunikasi
pemasaran perusahaan.
Adanya penentuan strategi merupakan suatu perencanaan yang baik bagi
setiap perusahaan mengenati program-program yang akan dijalankan, sehingga
perusahaan akan mendapatkan komunikasi pemasarannya dengan sukses maka
diperlukan sebuah pengawasan, diantaranya yaitu pengawasan lingkungan atau
yang disebut dengan analisis situasi. Analisis situasi ini melibatkan dua kegiatan
umum, yaitu yang pertama analisis internal (internal analysis) yang dilakukan
terhadap kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness), dan yang kedua yaitu
analisi eksternal (external analysis) yang dilakukan terhadap peluang
Strength Weakness Kekuatan (strength) yang dimiliki oleh
Garis Lini adalah adalah mempunyai lokasi yang strategis, mendapatkan potongan harga, pengerjaannya cepat dan mudah diakses oleh masyarakat melalui internet.
Kelemahan (weakness) yang dimiliki oleh Garis Lini adalah konsumen
diharuskan untuk menggunakan koneksi internet dimana konsumen tidak bisa merasakan produk secara nyata sebelum melakukan pembelian.
Oppurtunity Threat
Peluang (oppurtunities) dari Garis Lini karena tekhnologi sudah semakin canggih sehingga konsumen bisa memesan atau melihat barang produk melalui gadget smartphone-nya. Dan untuk peluang konsumen nya masih jarang pesaing yang memasarkan produk atau jasanya melalui internet.
Ancaman (threat) dari Garis Lini konveksi adalah kompetitor atau pesaing, diantaranya: MKR konveksi, Master konveksi, Good Fellas konveksi, dan Sticky konveksi. Dan juga
kurangnya pengetahuan khalayak tentang keberadaan dari Garis Lini
Pada tahun 2010 persaingan antar dunia bisnis konveksi sudah cukup
tinggi, dimana mulai banyak bisnis konveksi yang bermunculan. Dan pesaing
utama dari Jurnaline.com itu sendiri adalah konveksi yang terbilang masih baru
juga seperti MKR konveksi, Master konveksi, Good Fellas konveksi, dan Sticky
konveksi. Tetapi Garis Lini berupaya untuk menjadi market leader bisnis
Setelah perusahaan melakukan analisis situasi lingkungan, maka hal
selanjutnya adalah menetapkan tujuan dan sasaran. Untuk itu, Garis Lini harus
mengetahui dan memiliki pasar sasaran yang tepat yang akan dituju, seperti
segmentasi pasar, targeting, dan positioning. Dan yang menjadi segmentasi
geografis dari Garis Lini adalah masyarakat yang berdomisili di daerah Ciledug
Tangerang. Dan untuk segmentasi demografis, Garis Lini terdiri dari pria dan
wanita, usia mulai dari 10 sampai 40 tahun, yang berada pada kelas sosial B dan
C, dan didominasi oleh para pelajar, mahasiswa, wiraswasta, pegawai, dan
komunitas. Sedangkan dari segmentasi psikografis, Garis Lini memberikan
penawaran kepada konsumen yang ingin memiliki pakaian sesuai dengan desain
konsumen.
Setelah menganalisa dan mengevaluasi hasil dari segmentasi pasar, maka
selanjutnya adalah perusahaan harus mempertimbangkan target pasar yang harus
dicapai untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Dalam hal ini, yang
menjadi targeting Garis Lini adalah kalangan menengah ke bawah, pria dan
wanita umur 10 sampai 40 tahun, dan status pekerjaannya pelajar, mahasiswa,
wiraswasta, pegawai, dan komunitas. Dan apabila hasil dari analisis daya tarik
segmen pasar, maka langkah berikutnya adalah menempatkan diri di setiap
segmen dan menjadi target marketnya.
Positioning merupakan suatu elemen komunikkasi dari segmentasi pasar
yang diperlukan pemasar untuk menanamkan citra, persepsi, dan imajinasi atas
nama produk atau merek yang mengandung arti tertentu dalam beberapa segi,
yang ditawarkan kepada target sasarannya. Mengacu pada teori tersebut, maka
yang menjadi positioning Garis Lini adalah konveksi yang menawarkan nilai
terbaik. Yang memberikan kualitas yang terbaik dan harga yang terjangkau, sesuai
dengan visi dan misi dari Garis Lini.
Segmentasi Targeting Positioning
Geografis : masyarakat yang berdomisili di
daerah Ciledug
Tangerang.
Demografis : pria dan wanita dengan kisaran
usia 10 sampai 40
tahun, yang berada
pada kelas soisal B dan
C. Dan didominasi
oleh status pekerjaan
seperti para pelajar,
mahasiswa, pegawai,
wiraswasta, dan
komunitas.
Psikografis :
masyarakat yang ingin
Kalangan menengah ke
bawah, pria dan wanita
umur 10 sampai 40
tahun, dan status
pekerjaannya pelajar,
mahasiswa, wiraswasta,
pegawai, dan komunitas.
Garis Lini adalah
konveksi yang
menawarkan nilai
terbaik. Yang
memberikan kualitas
yang terbaik dan harga
yang terjangkau, sesuai
dengan visi dan misi
memiliki pakaian
sesuai dengan
desainnya sendiri.
Inti dari komunikasi pemasaran adalah suatu usaha untuk menyampaikan
pesan kepada publik terutama konsumen sasaran mengenai keberadaan produk
dipasar, dengan melihat fenomena perkembangan zaman yang semakin modern
dan ketatnya persaingan bisnis konveksi dalam mempromosikan produk atau
jasanya, maka strategi komunikasi pemasaran yang digunakan Garis Lini dalam
mendapatkan konsumen adalah dengan cara membuat web dan menggunakan
media sosial seperti Facebook dan Twitter. Webnya bisa dilihat di situs “garislini.web.id”. Disana kita bisa melihat hasil jadi yang dikerjakan oleh Garis Lini.
Pelaksanaan komunikasi pemasaran dilakukan oleh perusahaan untuk
mengetahui apakah strategi yang dijalankannya dapat berjalan dengan sesuai yang
diharapkannya atau tidak. Oleh karena itu, dalam menyusun suatu strategi
komunikasi pemasaran ada beberapa faktor-faktor yang harus diperhatikan oleh
Garis Lini untuk mengetahui keadaan pasar dan para kompetitor. Dan
faktor-faktor tersebut adalah dengan melihat keadaan dan kondisi dari pasar serta
serangan dari para kompetitor dan menganalisanya, lalu setelah itu
memaksimalkan kesempatan faktor-faktor yang ada untuk memasarkan
Sebuah perusahaan sebelum melakukan kegiatan promosi, ada baiknya
jika menentukan alat-alat komunikasi pemasaran yang tepat agar mencapai tujuan
promosi dari strategi komunikasi pemasaran yang dijalankan. Terdapat beberapa
alat-alat komunikasi pemasaran yang dirancang sedemikian rupa sehingga proses
komunikasi dapat berjalan secara efektif hingga sampai pada target market dari
konsumen sasaran perusahaan, antara lain; periklanan (adveritising), penjualan
personal (personal selling), promosi penjualan (sales promotion), humas (public
relation), penjualan langsung (direct marketing), dan pemasaran interaktif (interactive marketing).
Dari keenam alat-alat komunikasi pemasaran yang dikemukakan oleh
George dan Michael Belch, alat-alat komunikasi pemasaran yang digunakan oleh
Garis Lini dalam mendapatkan konsumen adalah dengan cara menggunakan
media pemasaran interaktif (interactive marketing) dan promosi penjualan (sales
promotion).
Berdasarkan penjelasan di atas, maka alat-alat komunikasi pemasaran
Garis Lini dalam mendapatkan konsumen adalah menggunakan media pemasaran
interaktif (interactive media) dan promosi penjualan (sales promotion).
Pemasaran interaktif merupakan bentuk usaha dari perusahaan untuk memasarkan
produk dan jasanya serta membangun hubungan dengan pelanggan melalui media
internet. Sedangkan sales promotion merupakan elemen atau bagian pemasaran
yang digunakan perusahaan untuk berkomunikasi dengan konsumennya. Kegiatan
pemasaran yang memberikan nilai tambah atau insentif kepada tenaga penjualan,
Suatu perusahaan sangatlah wajib untuk mempunyai strategi jangka
pendek. Fungsinya adalah untuk memback-up strategi komunikasi pemasarannya
atau strategi jangka panjang, apabila strategi jangka panjangnya belum berhasil.
Disinilah peran strategi jangka pendek diperlukan, untuk melakukan koordinasi
dan pengendalian terhadap suatu strategi atau perusahaan tersebut. Maka
koordinasi dan pengendalian yang dilakukan Garis Lini adalah dengan strategi
word of mouth atau berita dari mulut ke mulut. strategi ini cukup efektif dan
murah karena tidak membutuhkan biaya. Strategi ini dilakukan dengan
menyampaikan suatu pesan ke teman, sahabat, tetangga, dan saudara.
Terlepas dari situasi yang dihadapi oleh setiap perusahaan, maka penting
untuk melakukan sebuah riset dan evaluasi dari hasil upaya strategi komunikasi
pemasaran yang dilaksanakan, apakah telah mencapai tujuan yang diharapkan
atau belum. Untuk itu, riset merupakan proses penyelidikan untuk mencari
informasi tentang sesuatu secara hati-hati, sistematis dalam mencari fakta dan
prinsip-prinsip suatu penyelidikan yang cermat guna menetapkan suatu keputusan
yang tepat. Mengacu pada uraian tersebut, maka riset dari Garis Lini dalam
mendapatkan konsumen adalah dengan menggunakan riset kecil-kecilan untuk
melihat para kompetitor, dan mempelajari keadaan pasar tentang fashion yang
sedang booming.
Sedangkan evaluasi dari Garis Lini adalah dengan mencoba media sosial
yang lainnya seperti instagram, supaya bisa lebih dikenal oleh masyarakat sekitar.
Karena banyak brand-brand baru yang belum terkenal memasarkan produk
Berdasarkan dari keseluruhan kegiatan strategi komunikasi pemasaran
yang dilakukan oleh Garis Lini konveksi dalam mendapatkan konsumen, dapat
dikatakan bahwa dalam pelaksanaan strategi komunikasi pemasarannya saling
berkaitan. Dimana dalam menentukan strategi komunikasi pemasaran ataupun
menentukan alat-alat komunikasi pemasaran, Garis Lini memiliki
komponen-komponen yang secara interaktif saling bergantung satu dengan yang lainnya
dalam menjalankan setiap program-program promosi untuk mempromosikan
produk atau jasanya, sehingga dapat mencapai tujuan dari komunikasi pemasaran