Nama : Irda Aprianti NPM : 33412777
Jurusan : Teknik Industri
Pembimbing: Rossi Septy Wahyuni, ST., MT.
USULAN PERBAIKAN TATA LETAK FASILITAS
Pada CV ARCON’S INDONESIA
PENDAHULUAN
Peningkatan Kinerja Perusahaan Tata Letak Fasilitas Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas CV Arcon’s Indonesia Harapan Perumusan MasalahBagaimana tata letak fasilitas dan aliran pemindahan bahan pada CV Arcon’s Indonesia dengan usulan perbaikan tata letak fasilitas dan perancangan metode 5S.
PEMBATASAN MASALAH
Pembatasan masalah dari tugas akhir yaitu pengamatan dilakukan di CV Arcon’s Indonesia yang berlokasi di jl. Kemang Sari 1, Jatih Bening-Bekasi. Waktu pengamatan dilakukan terhitung sejak tanggal 10 agustus hingga 10
september 2015. Data yang digunakan
merupakan tata letak awal dan aliran
pemindahan bahan CV Arcon’s Indonesia.
TUJUAN PENELITIAN
1. Mengidentifikasi tata letak fasilitas awal CV Arcon’s Indonesia.
2. Merancang metode 5S agar tercipta lingkungan kerja yang nyaman.
3. Memberikan usulan perbaikan tata letak fasilitas berdasarkan
tata letak fasilitas awal pabrik guna meminimalisir jarak pemindahan bahan.
METODOLOGI PENELITIAN
Mulai Studi Pendahuluan 1. Identifikasi Masalah 2. Studi Lapangan 3. Studi Literatur Pengumpulan Data1. Tata Letak dan Kondisi Awal Pabrik
2. Luas Area Produksi
3. Jarak Pemindahan Bahan
Pengolahan Data:
1. Tata letak Awal Pabrik 2. Peta Proses Operasi, Tabel Panjang Lintasan
Pemindahan Bahan, Kebutuhan Luas Area Keseluruhan,ARD, ARC, dan AAD
3. Perancangan Metode 5S
Kesimpulan dan Saran
Selesai Hasil
HASIL DAN PEMBAHASAN
Luas Tanah : 4500 m2
Kantor : 50 m2
Lantai Produksi : 987 m2
Gudang Bahan Baku : 78 m2
Gudang Barang Jadi : 150 m2
Tempat Istirahat : 21 m2
Toilet : 8 m2
Tempat Mesin Tidak
Terpakai : 32 m2
HASIL DAN PEMBAHASAN
PETA PROSES OPERASI Nama Objek : Peta Proses Operasi
Dipetakan Oleh : Irda Aprianti Tanggal Dipetakan : 13 Oktober 2016
Coil O-1 O-2 O-3 O-4 O-5 O-6 O-7 O-8 I-1 S-1 6'’ 7" 13" 9" 14" 6" 900" 20" 600" Pemotongan Coil (Alat Potong Coil)
Pembentukan Pola (Mesin Pola) Pengepresan Plat (Mesin Press) Pengecekkan Pengeleman (Spay Gun) Pemasiran Penjemuran 1 (Rak Jemur Genteng)
Pewarnaan (Spray Gun)
Pemotongan Coil (Alat Potong Coil) Ringkasan
Kegiatan Jumlah Waktu (Detik) Total Operasi Inspeksi 8 1 9 1566 5 1571 PETA PROSES OPERASI
Ke Dari 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Total 1 143 143 2 4 12 12 3 31 3 1 1 4 2 2 5 2 2 6 15 15 7 1 1 8 2 2 9 3 10 3 7 10 11 12
Total Panjang Aliran Pemindahan Bahan Tata letak Awal 210
JARAK PEMINDAHAN BAHAN
(TATA LETAK AWAL)
Keterangan tabel: 1. Pintu Gerbang
2. Gudang bahan baku 3. Gulungan coil 4. St. pemotongan coil 5. St. Pembuatan pola 6. St. Pengepressan 7. St. Pengecekan 8. St. Pengeleman 9. St. Pemasiran 10. St. Pewarnaan 11. St. Penjemura
PERANCANGAN METODE 5S
Seiri (Sisih/Ringkas), area yang akan dilakukan proses pemilahan yaitu area stasiun pemasiran dan gudang barang jadi. Pemilahan pada ruang lingkup ini yaitu pemisahan antara karung yang sudah kosong dengan karung-karung yang masih berisi pasir dan pemisahan antara drum-drum kosong dari drum-drum yang masih berisi cat.
Seiton (penataan), tahap awal yang dilakukan yaitu analisis, kemudian melakukan penentuan penataan yang tepat dalam pabrik, hal ini dilakukan untuk menentukan cara penyimpanan peralatan yang baik dan kemudian dilakukan suatu kegiatan untuk menaati aturan penyimpanan yang telah dibuat.
PERANCANGAN METODE 5S
Seiso (pembersihan), tahap awal yang perlu dilakukan yaitu dengan melakukan identifikasi masalah dan menentukan sasaran. Hasil identifikasi penelitian yaitu terdapat banyak sampah yang berserakan pada lantai produksi dan kurangnya kesadaran pekerja dalam pembersihan seluruh peralatan yang telah digunakan setelah pekerjaan selesai dilakukan. Apabila, masalah dan sasaran telah
diketahui maka barulah proses pembersihan baik itu pembersihan pada lantai produksi maupun pembersihan pada peralatan setelah digunakan akan
dilakukan. Setelah lantai produksi dan peralatan dibersihkan maka perlu
dilakukan identifikasi kembali terhadap penyebab adanya kotoran dan mencari suatu solusi pencegahan agar dapat mengurangi adanya kotoran ataupun
PERANCANGAN METODE 5S
Seikatsu (Pemantapan), pada tahap ini perancangan yang dilakukan yaitu dengan pemberian label pada penempatan peralatan kerja yang bertujuan agar para pekerja dapat mengetahui penempatan setiap peralatan kerja, sehingga nantinya para pekerja akan terbiasa dengan penerapan metode 5S yang telah dirancang pada area pabrik.
Shitsuke (Pembiasaan), pada tahap ini perancangan yang dilakukan tertuju pada pimpinan pabrik selaku pemilik jabatan tertinggi di pabrik untuk selalu mengontrol dan mendisiplinkan para pekerjanya untuk terbiasa dengan
penerapan metode 5S yang telah dirancang melalui pemberian penyuluhan setiap bulannya serta melakukan pengontrolan secara langsung ke lapangan.
KEBUTUHAN LUAS AREA KESELURUHAN
Stasiun Kerja/Departemen Luas (m2) Jumlah Fasilitas Total Luas Lantai (m2)
Gudang Bahan Baku 77 1 77
Gulungan Coil 6 1 6 Pemotongan Coil 12 1 12 Pembuatan Pola 4 1 4 Pengepressan 4 1 4 Pengecekan 8 1 8 Pengeleman 6 1 6 Pemasiran 6 1 6 Pewarnaan 6 2 12 Penjemuran 60 1 60
Gudang Barang Jadi 150 1 160
Tempat Istirahat 21 1 21
Kantor 50 1 50
Toilet 8 1 8
Area Parkir 24 1 24
Area Tempat Limbah 25 1 25
Area Tempat Karung dan Drum Kosong 21 1 21
Total luas area 494
Tabel Kebutuhan Luas Area Keseluruhan
R 1 2 3 4 5 6 7 8 9 S 3 4 R 1 2 5 6 7 8 9 s S 9 8 7 6 5 4 3 2 1 R
Alternatif 1 Alternatif 2 Alternatif 3
Area Parkir Pemotongan Coil Pembuatan Pola Pengecekkan Pengeleman Pemasiran Pewarnaan Penjemuran
Gudang Barang Jadi
Tempat Istirahat Operator
O A I E E U X X I A A E A E I 5,6 9 I I O E U U X X I o o O O X 5,6 5 9 9 I O X X X X o U U O O X X I X X X X U U U U X X X 9 9 U X X X U U X X X U 9 X X X U U A X X U U 1,5,6 X X U X 9 A X U U U X U X A U X U X 9 U X U U X X X U U U X X X 9 U I X X X 1,5 I o X X 4,6 U X X U U Kantor
Gudang Bahan Baku
Gulungan Coil Pengepressan 5,6 9 HIJAU BIRU PUTIH COKLAT MERAH KODE ALASAN A E U O X DESKRIPSI ALASAN Hubungan Mutlak Diperlukan
I Hubungan Penting
Hubungan Biasa / Umum Hubungan Tidak Penting Hubungan Tidak Dikehendaki
Hubungan Sangat Penting
KODE WARNA KUNING 5,6 Toilet Tempat Limbah 2 5 4 6 DESKRIPSI ALASAN Menggunakan catatan secara sama
3 Menggunakan ruang yang sama Derajat hubungan pribadi/personal
Derajat hubungan kertas kerja Urutan Aliran Kerja Menggunakan tenaga kerja yang sama
8 7
9
Melaksanakan kerja yang sama Menggunakan peralatan kerja yang sama Kemungkinan bau yang tidak sedap, ribut, atau kotor, dll. KODE
ALASAN 1
U
Activity Relationship Chart
PABRIK CV ARCON’S INDONESIA
Activity Relationship Chart
PABRIK CV. ARCON’S INDONESIA
X X I X X X X U X U X 6 I U U U X U E o E
Tempat Karung dan Drum Kosong Gerbang 1,5,6 9 4 9 X 9 X 9 4 9 X 9 9 X 9 X 9 X 9 9 9 6 I 4,5 U 9 9 9 U 9 9 X 9 U 9 9 X 9 U 9 9 9 4,5 9 9 9 9 9 4 9 9 9 9 9 9 9 X 9 9 1,2,6 4 1,2,6 4,6 4 1,5 4 1,5 1,5,6 9 9 1,5,6 1,5,6 1,5,6 6 6 9 5,6 9 9 9 1,5,6 9 9 9 9 6 9 9 5,6 1,5,6 9 9 9 1,5,6 1,5,6
KODE WARNA
DESKRIPSI RUANG PERKANTORAN
O – 1 O – 2 RUANG LOBY RUANG STAFF DEPARTEMEN RECEVING Gulungan Coil SHIPPING R 1 2 S 17 m 3 m 2 m 7 m 2 m
AREA ALLOCATION DIAGRAM
CV ARCON’S INDONESIA
AREA ALLOCATION DIAGRAM
PABRIK
AREA ALLOCATION DIAGRAM
PERKANTORAN 2 m 3 m 3 m 1 m 2 m 3 m 6 m 1 m 3 m 4 3 m 0-1 0-2 Pemotongan Coil Pembentuk Pola Pengepresan Pengecekan Pengeleman Pemasiran Pewarnaan 3 4 5 6 7 8 R 1 S 9 6 5 22 3 S 9 6 5 7 6 5 4 8 9 S 7 m 10 m 4 m 2 mm2 2 m 2 m 4 m 6 m 11 m 3 m 3 m 2 m 6 m 1 0 m 2 m 15 m 5 m 6 m 4 m
Ke Dari 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Total 1 143 143 2 2 7 7 12 28 3 1 1 4 2 2 5 3 3 6 2 2 7 1 1 8 2 2 9 10 3 2 5 11 3 3 12
Total Panjang Aliran Pemindahan Bahan (Material Handling) Tata letak Usulan 210
JARAK PEMINDAHAN BAHAN
(TATA LETAK USULAN PERBAIKAN)
Keterangan tabel: 1. Pintu Gerbang
2. Gudang bahan baku 3. Gulungan coil 4. St. pemotongan coil 5. St. Pembuatan pola 6. St. Pengepressan 7. St. Pengecekan 8. St. Pengeleman 9. St. Pemasiran 10. St. Pewarnaan 11. St. Penjemura
3. 99 4.3 8 0.94 0.94 R 1 9 2 3 7 6 5 4 8 9 s TATA LETAK CV ARCON’S INDONESIA ` F1 0.45 F2 F4 LIMBAH PEMBUANGAN SAMPAH I P O I P O I P O I P O F5 F6 O-1 O-2 KODE WARNA DEPARTEMEN RECEVING Gulungan Coil SHIPPING R 1 2 S Pemotongan Coil Pembentuk Pola Pengepresan Pengecekan Pengeleman Pemasiran Pewarnaan 3 4 5 6 7 8 DESKRIPSI RUANG PERKANTORAN O – 1 O – 2 RUANG LOBY RUANG STAFF DESKRIPSI RUANG TERBUKA F1 F2 Toilet Ruang Istirahat F3 Parkiran F4 F5 F6 Pembuangan Limbah Mesin Tidak Terpakai
Pintu Masuk
F7 Tempat Drum
F7
9 penjemuran
1. Tata letak awal pada CV Arcon’s Indonesia dapat dikatakan masih belum tepat dan sesuai, hal ini dinyatakan dengan peletakan stasiun kerja yang belum sesuai dengan aliran proses produksi sehingga terdapat jarak pemindahan bahan yang cukup jauh, selain itu kondisi lingkungan kerja pada CV Arcon’s Indonesia kurang nyaman karena terdapat lantai produksi yang kotor dan terdapat karung dan drum-drum bekas pakai yang masih berserakan pada area stasiun kerja pemasiran dan gudang barang jadi CV Arcon’s Indonesia.
2. Permasalahan lingkungan kerja yang kurang nyaman mendorong peneliti untuk melakukan
perancangan metode 5S guna menciptakan lingkungan kerja yang nyaman bagi para pekerja. Perancangan metode 5S ini 5S ini dimulai dengan Seiri (Sisih/Ringkas), area yang akan dilakukan proses pemilahan yaitu area stasiun pemasiran dan gudang barang jadi. Seiton (penataan), tahap awal yang dilakukan yaitu analisis, kemudian melakukan penentuan penataan yang tepat dalam pabrik, hal ini dilakukan untuk menentukan cara penyimpanan peralatan yang baik dan kemudian dilakukan suatu kegiatan untuk menaati aturan penyimpanan yang telah dibuat. Seiso (pembersihan), pengaplikasian
seiso dimulai dengan melakukan identifikasi dan penentuan sasaran. Apabila, masalah dan sasaran
telah diketahui maka proses pembersihan baik itu pembersihan pada lantai produksi maupun pembersihan pada peralatan setelah digunakan akan dilakukan. Seikatsu (Pemantapan), perancangan dilakukan dengan pemberian label pada penempatan peralatan kerja yang bertujuan agar para pekerja dapat mengetahui penempatan setiap peralatan kerja, sehingga nantinya para pekerja akan terbiasa dengan penerapan metode 5S yang telah dirancang pada area pabrik. Shitsuke (Pembiasaan) pada tahap ini perancangan yang dilakukan tertuju pada pimpinan pabrik selaku pemilik jabatan tertinggi di pabrik untuk selalu mengontrol dan mendisiplinkan para pekerjanya untuk terbiasa dengan penerapan metode 5S yang telah dirancang melalui pemberian penyuluhan setiap bulannya serta melakukan
pengontrolan secara langsung ke lapangan.
KESIMPULAN
3. Usulan perbaikan tata letak fasilitas ini menghasilkan jarak pemindahan bahan yang lebih dekat dengan panjang jarak pemindahan bahan semula sejauh 210 m menjadi 120 m, hal ini berarti panjang pemindahan bahan dari tata letak awal sejauh 90 m. Pola aliran yang digunakan yaitu pola aliran odd angle, pola aliran ini dipilih berdasarkan garis aliran produksi antar stasiun kerja yang saling berkaitan. Penambahan area parkir dan pemindahan tempat limbah yang semula berada dekat dengan gudang barang jadi dan kantor dipindahkan berdekatan dengan pintu gerbang sehingga proses pengangkutan limbah dapat dilakukan dengan baik dan mengurangi resiko pekerja terkena serpihan plat yang merupakan
SARAN
Saran yang diberikan peneliti kepada perusahaan terkait hasil dari penelitian adalah perusahaan dapat meminimalisir jarak pemindahan bahan dengan melakukan perancangan tata letak fasilitas ulang berdasarkan pola aliran odd angle serta melakukan penerapan metode 5S agar tercipta kondisi lingkungan kerja yang lebih nyaman.