• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH WAKTU TANAM BAWANG PREI (Allium porum L.) PADA SISTEM TUMPANGSARI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH WAKTU TANAM BAWANG PREI (Allium porum L.) PADA SISTEM TUMPANGSARI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata)"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Hasil uji BNJ perlakuan tumpangsari jagung dengan kedelai terhadap komponen produksi tanaman jagung manis menunjukkan bahwa perlakuan tumpangsari yang

Perlakuan empat varietas jagung manis dengan sistem tanam jajar legowo 2:1 terhadap diameter jagung manis pada umur 24 dan 34 hari setelah tanam, tinggi tanaman pada umur 24 dan 54

Hasil identifikasi dan perhitungan kelimpahan predator yang terdapat pada tanaman jagung dengan sistem pola tanam monokultur dan tumpangsari secara keseluruhan kelimpahan

terdapat perbedaan yang nyata dari taraf perlakuan pupuk organik yang diberikan terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung manis, dimana makin tinggi jumlah

Sidik ragam rata-rata jumlah daun tanaman jagung manis pada umur 35 HST dengan perlakuan jenis sistem tanam dan dosis pupuk NPK.. Rata-rata jumlah daun tanaman jagung manis umur

Selain dalam pengendalian pertumbuhan gulma petani harus menimbang dalam melaksanakan penanaman jagung manis, dengan jarak tanam yang akan dilakukan, karena akan

Hasil uji BNJ perlakuan tumpangsari jagung dengan kedelai terhadap komponen produksi tanaman jagung manis menunjukkan bahwa perlakuan tumpangsari yang

Dari hasil pengamatan yang dilakukan terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, berat basah dan berat kering tanaman jagung manis, dapat dilihat bahwa