• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori Teori Animasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori Teori Animasi"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

25

KONSEP DESAIN

4.1 Landasan Teori

4.1.1 Teori Animasi

Kata “animasi” berasal dari kata animate, yang berarti membuat obyek mati menjadi seperti hidup. Animasi adalah tampilan cepat dari urutan gambar 2-D atau 3-D karya seni atau posisi model untuk membuat ilusi gerakan.

Ada 12 macam prinsip tentang bagaimana seharusnya animasi itu dibuat. Beberapa prinsip animasi yang digunakan dalam pembuatan film pendek ini adalah:

1. Staging

Seperti halnya yang dikenal dalam film atau teater, staging dalam animasi juga meliputi bagaimana ‘lingkungan’ dibuat untuk mendukung suasana atau ‘mood’ yang ingin dicapai dalam sebagian atau keseluruhan scene.

2. Anticipation

Anticipation dapat dianggap sebagai persiapan atau ancang – ancang sebelum melakukan gerakan. Contohnya seperti seseorang yang bangkit dari duduk harus membungkukkan badannya terlebih dahulu sebelum benar-benar berdiri. Atau pada gerakan memukul sebelum tangan ‘maju’ harus ada gerakan ‘mundur’ terlebih dahulu

(2)

3. Follow Through and Overlapping Action

Follow Through adalah tentang bagian tubuh tertentu yang tetap bergerak meskipun seseorang telah berhenti bergerak. Misalnya, rambut yang tetap bergerak sesaat setelah berhenti berlari.

Overlapping Action secara mudah bisa dianggap sebagai gerakan saling-silang. Maksudnya, adalah serangkaian gerakan yang saling mendahului (overlapping). Pergerakan tangan dan kaki ketika berjalan bisa termasuk didalamnya.

4. Timing & Spacing

Grim Natwick, seorang animator Disney pernah berkata, “Animasi adalah tentang timing dan spacing”. Timing adalah tentang menentukan waktu kapan sebuah gerakan harus dilakukan, sementara spacing adalah tentang menentukan percepatan dan perlambatan dari bermacam-macam jenis gerak.

5. Slow In and Slow Out

Sama seperti spacing yang berbicara tentang akselerasi dan deselerasi. Slow In dan Slow Out menegaskan kembali bahwa setiap gerakan memiliki percepatan dan perlambatan yang berbeda-beda. Slow in terjadi jika sebuah gerakan diawali secara lambat kemudian menjadi cepat. Slow out terjadi jika sebuah gerakan yang relatif cepat kemudian melambat.

6. Arcs

Dalam animasi, sistem pergerakan tubuh pada manusia, binatang, atau makhluk hidup lainnya bergerak mengikuti pola yang disebut Arcs. Hal ini memungkinkan mereka bergerak secara halus dan lebih realistik, karena pergerakan mereka mengikuti suatu pola yang berbentuk lengkung (termasuk lingkaran, elips, atau parabola). Pola gerak semacam inilah yang tidak dimiliki oleh sistem pergerakan mekanik / robotik yang cenderung patah-patah.

(3)

7. Secondary Action

Secondary Action adalah gerakan-gerakan tambahan yang dimaksudkan untuk memperkuat gerakan utama supaya sebuah animasi tampak lebih realistik. Secondary action tidak dimaksudkan untuk menjadi pusat perhatian, sehingga mengaburkan atau mengalihkan perhatian dari gerakan utama. Kemunculannya lebih berfungsi untuk memperkuat gerakan utama.

8. Appeal

Prinsip appeal merupakan cara yang baik untuk menyampaikan sesuatu pesan dalam bentuk kesan yang menarik, cantik, dan komunikatif dari sebuah karakter yang ingin disampaikan. Ada juga yang berpendapat bahwa appeal adalah tentang penokohan, berkorelasi dengan kharisma seorang tokoh atau karakter dalam animasi.

Teori animasi diakses pada tanggal 23 juli2013 dari link http://dkv.binus.ac.id/2010/04/14/12-prinsip-animasi/ 4.1.2 Teori Warna

Penggunaan warna yang tepat sangatlah penting untuk bisa menyampaikan komunikasi terhadap pemirsa. Dalam dunia audio visual, warna bisa mengkomunikasi suatu mood atau suasana, atau menggambarkan karakteristik suatu tokoh. Pemilihan warna juga harus diperhatikan agar tidak terjadi salah pengertian dalam komunikasi visual. Dalam kebudayaan tertentu warna juga memiliki arti dan makna tersendiri, sehingga dalam pemilihan warna kita harus memperhatikan berbagai aspek seperti apakah warna yang dipilih memiliki arti tersendiri pada masyarakat yang dituju atau tidak sehingga tidak akan terjadi kesalahan persepsi menggunakan warna dengan baik dan tepat merupakan masalah desain yang rumit. Warna merupakan unsur penting dalam desain, karena dengan warna, suatu karya desain akan mempunyai arti dan nilai lebih. Warna juga bisa memberikan pengaruh emosional kepada suasana yang diciptakan.

(4)

Dalam film pendek ini, warna yang digunakan merupakan perpaduan dari warna cerah dan warna kelam untuk memberikan kesan perubahan drastis dari mood yang ceria menjadi sedih.

Teori warna diakses pada tanggal 25 juli 2013 dari link

http://www.intuit.com/website-building-software/blog/2011/12/color-theory-101-creating-the-%E2%80%9Cmood%E2%80%9D-of-your-website/

4.1.3 Cinematography

Cinematography merupakan serangkaian teknik dalam mengatur komposisi penempatan kamera (type of shot, image composition), seting kamera (depth of field), camera movement, color theory maupun setup pencahayaan untuk mendapatkan komposisi maupun kondisi yang menarik untuk dilihat.

4.1.3.1 Type of Shot

- Extreme Close-up, pengambilan gambar yang sangat dekat dengan objek (kurang lebih sekitar 15cm). berfungsi untuk memperlihatkan detail sebuah objek.

- Big Close-up, pengambilan gambar yang menampilkan komposisi dari bahu hingga kepala.

- Close-up, komposisi gambar yang menampilkan dari dada atau ketiak, hingga kepala, dengan head room diatas kepala sebesar 5 s.d. 10% dari tinggi bingkai.

- Medium Close-up, komposisi gambar dari bawah dada atau atas siku hingga kepala ditambah dengan head room.

- Medium Shot, komposisi gamnar dari pinggang hingga kepala ditambah head room.

- Full Shot/ Full Body Shot, Pengambilan gambar seluruh badan dengan penambahan head room dan foot room masing-masing sebesar 10%.

(5)

- Long Shot/ Wide Shot, Komposisi gambar dengan penempatan tinggi objek dua per tiga hingga setengah tinggi layar. - Extreme Long Shot, Pengambilan gambar dengan tinggi

objek seper-empat hingga seper-enam tinggi layar. Pengambilan gambar jenis ini biasanya bertujuan untuk memperlihatkan panorama. 4.1.3.2 Komposisi

- Rule of Thirds, menempatkan point of interest pada titik-titik perpotongan garis imaginer yang membagi frame menjadi sembilan bagian sama besar.

- Symetrical Rule, Menempatkan point of interest tepat ditengah-tengah frame.

- Golden Rule, menempatkan point of interest hapir di tengah frame namun objek tidak beradah persis ditengah frame.

Cynematography diakses pada tanggal 25 juli 2013 dari link http://directingmovies.wordpress.com/type-of-shots/ 4.2 Strategi Kreatif

4.2.1 Strategi Komunikasi

4.2.1.1 Profil Target Audiens

a. Demogafis

Jenis Kelamin : pria dan wanita Usia : 13 – 25 tahun

b. Geografis

Masyarakat yang tinggal di kota besar yang suka menghabiskan waktu untuk menonton film.

(6)

c. Psikografis

- Masyarakat yang menyukai film animasi dan mempunyai rasa ingin tahu terhadap film.

- Masyarakat yang menyukai hewan terutama hewan peliharaan seperti anjing.

- Masyarakat yang suka menggunakan internet 4.2.1.2 Masalah yang Dikomunikasikan

Bagaimana membuat audiens dapat terbawa emosinya dan memahami pesan moral dalam film pendek animasi ini.

4.2.1.3 Tujuan Komunikasi

1. Ingin menunjukan kepada masyarakat luas mengenai emosi seekor anjing.

2. Menghadirkan sebuah film pendek animasi yang dapat membawa emosi dan pesan moral untuk audiens.

4.2.1.4 Premis atau Plot Cerita

Seekor anjing yang tetap menuruti dan setia terhadap majikannya, walaupun sudah dilupakan oleh majikannya.

4.2.1.5 USP (Unique Selling Point)

Keunikan dari film animasi ini adalah: a. Pesan moral yang dalam

b. Dapat menyentuh emosi audiens c. Desain karakter yang unik 4.2.1.6 Penetapan Judul Film

(7)

Judul yang ditentukan oleh penulis adalah ”Last Trick” yang berarti trik terakhir dimana cerita ini berakhir di saat anjingnya melakukan trik terakhirnya sebelum mati.

4.2.1.7. Sinopsis Cerita

Livia adalah seorang anak yang pendiam dan hampir tidak mempunyai teman. Hingga suatu hari ayahnya membawakan seekor anjing yang masih kecil. Livia pun memelihara anjing tersebut dan mengganggap anjing itu sebagai teman bermainnya. Waktu pun berlalu, anjing itu pun mulai diajari beberapa trik oleh majikannya seperti duduk, dimana anjing nya duduk diam dan menunggu Livia.

Namun di saat Livia mendapat banyak teman baru. Ia mulai melupakan kehadiran anjingnya. Waktu pun terus berlalu hingga Livia mulai tinggal di luar negri untuk kuliah. Akan tetapi anjing itu tetap setia mengikuti majikannya kemanapun ia pergi, namun Livia pun kesal dan menyuruhnya duduk.

Di saat liburan semester kuliah, Livia kembali ke rumah orang tua nya untuk berlibur. Akan tetapi, disana ia menemukan anjing nya dalam keadaan sekarat di depan rumah. Melihat majikannya kembali, anjing itu pun mulai menggerakan ekor nya perlahan-lahan. Namun di saat itu juga, hal itu merupakan hari terakhir ia bisa melihat majikannya.

4.2.1.8 Treatment dan Solusi Cerita

1. Diawali dengan memperlihatkan kehidupan Livia yang suka menyendiri karena tidak mempunyai teman.

2. Ayah Livia pulang membawa seekor anjing bernama Tobi.

3. Livia pun langsung senang dan memelihara anjing tersebut, dan akhirnya anjing itu menjadi teman bermainnya.

(8)

5. Livia mulai mengajari anjingnya bermacam – macam trik. Salah satu trik nya adalah duduk, dimana anjing itu duduk diam dan menunggu sampai Livia menyuruhnya datang.

6. Livia mulai mempunyai kenalan teman baru

7. Memperlihatkan adegan Livia bersenang – senang dengan teman baru nya dan di saat yang sama ia mulai melupakan kehadiran Tobi.

8. Tobi terus mengikuti kemanapun Livia pergi, namun Livia terus menyuruh anjingnya untuk duduk dan menunggu.

9. Pergantian waktu, Livia mulai memasuki jenjang kuliah dan harus tinggal di luar negri di karena kan tempat kuliah nya yang berada di luar negri. 10. Livia berpamitan dengan orang tua nya dan menyuruh orang tua nya untuk menjaga anjing nya.

11. Namun di saat bersamaan, Tobi terus mengikuti Livia hingga ke luar rumah. Livia pun kesal dan menyuruh anjing nya untuk duduk dan menunggu. Anjing nya pun langsung menuruti majikannya dan diam menunggu. Livia pun segera berangkat ke luar negri.

12. Menunjukan adegan Tobi menunggu Livia di depan rumah setiap hari. 13. Pergantian waktu, Livia pulang kembali ke rumah orang tua nya untuk liburan semester kuliah. Tetapi, di sana ia melihat anjingnya yang terbaring. 14. Livia pun langsung tersadar melihat kesetiaan anjing nya yang menuruti semua perintah majikannya dengan baik. Livia pun merasa bersalah karena ia mulai jarang memperhatikan anjingnya.

16. Livia mengelus anjingnya. Anjingnya yang melihat majikannya pulang mulai menggerakan ekor nya perlahan.

17. Namun dikarenakan faktor usia, anjing itu tidak dapat hidup lebih lama lagi. Livia pun sedih dan menyesal sambil memeluk anjingnya.

(9)

19. Credit title

4.2.1.9 Script

”LAST TRICK”

FADE IN:

EXT. TAMAN - SORE

Kamera Tilt dari langit ke depan rumah CUT

INT. KAMAR - SORE

Livia sedang membaca komik di kamarnya

Tiba - tiba terdengar suara anjing dari ruang tamu CUT

INT. RUANG TAMU - SORE Livia melihat keluar kamar

Ayah Livia membawa seekor anjing bernama Tobi kamera close-up ke Tobi

FADE OUT CUT

EXT. TAMAN - SIANG

Livia bermain lempar bola dengan Tobi

(10)

Livia mengelus Tobi sebagai tanda sayangnya.

CUT

EXT. TAMAN - SORE

Livia duduk bersama Tobi CUT

EXT. TAMAN - SIANG

Livia mengajari Tobi untuk bisa bersalam

Close up tangan Tobi memegang tangan Livia CUT

Livia menyuruh Tobi duduk

LIVIA ”Duduk”

Tobi duduk dan Livia mengelus Tobi

Di kejauhan terlihat beberapa anak tetangga yang sedang melihat Tobi dan Livia

CUT

EXT.TAMAN - SORE

Livia membawa Tobi jalan jalan di taman

Dari kejauhan anak tetangga melihat Livia dan Tobi Tobi langsung lari mendekati anak tetangga itu

Anak tetangga itu pun mengelus anjing tersebut Livia pun menghampiri mereka dan menyapanya

FADE OUT CUT

(11)

Livia bermain monopoli bersama teman - teman baru nya

Salah satu teman Livia sedang melempar dadu dengan bersemangat Dadu jatuh dengan bunyi keras

Tobi kaget dan melihat ke arah suara dadu tersebut

Tobi menghampiri Livia dan teman -teman nya dan merusak susunan monopoli tersebut

Livia dan teman teman nya kaget

Livia kesal dan menyuruh Tobi untuk duduk di luar kamar nya

Tobi pun sedih dan menunggu di depan kamar Livia FADE OUT

CUT

EXT. HALAMAN RUMAH - SORE

Livia dan teman - temannya keluar dan ingin bermain bola di taman

Tobi mengikuti

Namun Livia menyuruh anjingnya untuk menunggu Tobi pun duduk dan menunggu di halaman rumah

FADE OUT CUT

FADE IN

INT. KAMAR - SORE

Menunjukan Livia yang sudah dewasa dan sedang melihat form penerimaan kuliah di luar negri

Tobi melihat Livia kemudian memasang ekspresi sedih

(12)

EXT. HALAMAN RUMAH - PAGI

Livia mulai berangkat untuk keluar negri. Pada saat ingin pergi, Tobi terus mengikutinya

Livia menyuruh Tobi untuk kembali ke rumah Namun Tobi tetap bersikeras mengikuti Livia

Livia pun kesal dan menyuruh Tobi untuk duduk dengan nada dingin

LIVIA

”duduk!!"

Tobi pun langsung duduk dan Livia segera pergi tanpa melihat Tobi lagi

FADE OUT

CUT FADE IN

EXT. HALAMAN RUMAH - SORE

Memperlihatkan adegan Tobi yang menunggu kepulangan Livia sepanjang hari

FADE OUT CUT

FADE IN

EXT. HALAMAN RUMAH - SORE

Pergantian waktu, Livia pulang untuk liburan semester

Tiba - tiba ia melihat Tobi yang sudah tua terbaring di depan rumah

Livia menjatuhkan barang bawaannya dan segera menghampiri anjing nya

(13)

Melihat anjingnya terbaring dan sudah tua, Livia mengelus anjingnya

Anjingnya yang mengetahui kepulangan Livia mulai membuka matanya dan menggerakan ekor nya perlahan

Namun dikarenakan faktor usia, anjing nya tidak dapat hidup lebih lama lagi

Livia pun tersadar, flashback adegan adegan Livia dengan Tobi pada waktu kecil

Livia menangis dan memeluk Tobi

FADE TO BLACK

TITLE: ”LAST TRICK”

4.3 Strategi Desain

4.3.1 Visual Style

Untuk desain visual dalam film pendek animasi ini, penulis akan menggunakan bentuk desain karakter yang sederhana dan terlihat lowpoly dengan pendekatan semi realis dimana karakter manusianya tidak mempunyai muka. Untuk environment nya, penulis ingin meminimalisir detail yang ada agar karakter lebih terfokus dalam cerita. Warna yang digunakan merupakan perpaduan dari warna cerah dan warna kelam untuk memberikan kesan perubahan drastis dari mood yang ceria menjadi sedih. Animasi yang dibuat menggunakan pendekatan 3d dengan hasil render 2d.

4.3.2 Motion Style

Motion style yang digunakan lebih banyak menggunakan gerakan kamera yang perlahan. Dengan pengambilan full shot untuk menunjukan gesture Livia dengan Tobi yang sedang bermain dan pengambilan close up untuk menunjukan ekspresi Tobi yang nantinya ingin ditonjolkan dari animasi ini.

(14)

4.3.3 Karakter dan Environment

Untuk karakter, animasi pendek ini menggunakan 4 macam karakter yaitu Tobi (Anjing), Livia, Ayah Livia, dan Teman Livia. Namun yang menjadi karakter utama dalam cerita ini adalah Livia dan Tobi.

Sedangkan untuk environment yang akan digunakan adalah sebagai berikut:

1. Taman

Taman menjadi environment utama di dalam animasi ini, dimana Livia dan Tobi bermain dan juga tempat Livia mengajari anjing nya berbagai macam trik dan tempat Livia berekenalan dengan anak tetangganya.

2. Kamar Livia

Kamar Livia menjadi environment dimana Livia dan teman teman nya bermain monopoli. Kamar ini dibuat dengan refrensi kamar anak – anak perempuan pada umumnya.

3. Depan Rumah

Tempat ini menjadi environment terakhir dimana Tobi terus menunggu majikannya pulang hingga tua dan menjadi scene terakhir di dalam animasi ini.

Referensi

Dokumen terkait

Mikroskopis Otot Sapi oleh Aktivitas Proteolitik Lactobacillus plantarum pada Dendeng Fermentasi ” ini disusun sebagai hasil dari penelitian bersama tim yang. telah dilakukan

Hal tersebut dapat terjadi karena padatnya pemukiman di Kota Malang khususnya di sekitar Universitas Brawijaya, kurang baiknya kebijakan Pemerintah mengenai tata kota,

Peneliti ingin mengetahui kemampuan bertahan sel untuk hidup pada suhu yang berbeda. Sehingga pada penelitian ini peneliti memberikan intervensi yaitu suhu kamar dan suhu

SELEKSI PENERIMAAN CALON PRAJA TAHUN 2018 DAFTAR PESERTA TES KESEHATAN DAERAH. PROVINSI

Jasa pariwisata (perjalanan) memiliki kontribusi terbesar dalam ekspor jasa Indonesia. Diurutan kedua adalah jasa bisnis dengan kontribusi sebesar 28,79 persen. Kontribusi

menayangkan tentang para pekerja keras yang hanya dipandang sebelah mata oleh pihak- pihak yang ingin mengambil dan mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya tanpa melihat atau

Penelitian dilakukan dalam dua fase, terdiri dari penyesuaian simpangan struktur model dengan simpangan terukur pada kondisi sesungguhnya untuk mendapatkan konstanta kekakuan

Dua dari lima genotip tersebut, BTM 2064 dan BTM 867, memiliki karakter jumlah cabang produktif, jumlah bunga per tanaman, jumlah tandan bunga per tanaman,