BAB I
dan legit im at e, sehingga penyelenggaraan pem erint ahan dan pem bangunan
dapat berlangsung secara berdaya guna, berhasil guna, bersih dan bert anggung
jaw ab sert a bebas dari korupsi, kolusi dan nepot ism e.
Sejalan dengan hal t ersebut sebagaim ana yang diam anat kan dalam
Undang – undang Nom or 25 Tahun 2004 t ent ang Sist em Perencanaan
Pem bangunan Nasional m engam anat kan agar set iap Sat uan Keraja Perangkat
Daerah m em buat Rencana St rat egis Sat uan Kerja Perangkat Daerah (Renst ra
SKPD) sesuai dengan t ugas pokok dan fungsinya dengan t et ap berpedom an pada
Rencana Pem bangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan Rencana
Pem bangunan Jangka M enengah Daerah (RPJM D).
RENSTRA SKPD yang diat ur dalam Perundang – Undangan t ersebut
m em uat Visi, M isi, Tujuan, St rat egi, Kebijakan, program dan kegiat an
pem bangunan yang sesuai dengan t ugas dan fungsi Sat uan Kerja Perangkat
Daerah sert a berpedom an kepada RPJM Daerah dan bersifat Indikat if.
Renst ra akan digunakan sebagai rujukan dalam penyusunan rencana
kerja SKPD (RENJA SKPD). RAPBD, LAKIP dan Tolak ukur kinerja BPM PD
Kabupat en Bulukum ba. Oleh karena it u Renst ra yang dilaksanakan BPM PD unt uk
m endukung pelaksanaan RPJM D Kabupat en Bulukum ba dim ana program –
program t ersebut akan dibiayai oleh APBD Kabupat en Bulukum ba.
Renst ra Badan Pem berdayaan M asyarakat dan Pem erint ahan Desa
(BPM PD) 2011 – 2015 sebagai pedom an, landasan dan referensi dalam
Sejalan dengan hal t ersebut diat as, m aka dalam rangka perw ujudan t ugas
Bulukum ba dalam m elaksanakan t ugas dan fungsinya sebagai lem baga t eknis
daerah yang m elaksanakan am anah Program Pem berdayaan M asyarakat dan
Pem erint ahan Desa di Kabupat en Bulukum ba.
2. Tujuan
Tujuan yang diharapkan dalam penyusunan RENSTRA BPM PD Kabupat en
Bulukum ba, yakni :
a. M em berikan pem aham an kepada perencana t erhadap perubahan –
perubahan yang t erjadi, unt uk m elakukan perencanaan st rat egis sesuai
dengan Visi dan M isi perencanaan pem bangunan.
b. M enent ukan arah perencanaan pem banguan sesuai dengan dinam ika
pem bangunan yang t erjadi.
c. M enyat ukan perencanaan m asyarakat dengan perencanaan pem erint ah
d. M erum uskan kebijaksanaan dan program perencanaan pem banguan
daerah unt uk dioperasionalkan m elalui kegiat an – kegiat an t iap seksi.
e. M erum uskan kegiat an – kegiat an bidang perencanaan pem bangunan,
Landasan hukum penyusunan Rencana St rat egis SKPD BPM PD Kabupat en
Bulukum ba Tahun 2010 – 2015 yait u :
1. Undang-Undang Nom or 10 Tahun 2004 t ent ang Pem bent ukan Perat uran
Perundang-undangan (Lem baran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nom or
53, Tam bahan Lem baran Negara Republik Indonesia Nom or 4389);
2. Undang-Undang Nom or 25 Tahun 2004 t ent ang Sist em Perencanaan
Pem bangunan Nasional (Lem baran Negara Republik Indonesia Tahun 2004
Nom or 104, Tam bahan Lem baran Negara Republik Indonesia Nom or 4421);
3. Undang-Undang Nom or 32 Tahun 2004 t ent ang Pem erint ahan Daerah
(Lem baran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nom or 125, Tam bahan
Lem baran Negara Republik Indonesia Nom or 4437);
4. Undang-Undang Nom or 33 Tahun 2004 t ent ang Perim bangan Keuangan ant ara
Pem erint ah Pusat dan Pem erint ah Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nom or 126, Tam bahan Lem baran Negara Republik
Indonesia Nom or 4438);
5. Undang-Undang Nom or 17 Tahun 2007 t ent ang Rencana Pem bangunan Jangka
Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lem baran Negara Republik Indonesia
Tahun 2007 Nom or 33, Tam bahan Lem baran Negara Republik Indonesia Nom or
4700);
6. Undang Nom or 12 Tahun 2008 t ent ang Perubahan Kedua at as
Undang-Undang Nom or 32 Tahun 2004 t ent ang Pem erintahan Daerah (Lem baran
Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nom or 59, Tam bahan Lem baran Negara
7. Perm endagri 59 Tahun 2007 t ent ang Pedom an Pengelolaan Keuangan Daerah ,
Perubahan Perat uran M ent eri Dalam Negeri Nom or 13 Tahun 2006;
8. Perat uran Pem erint ah Nom or 72 t ahun 2007 t ent ang Desa;
9. Perat uran Pem erint ah Nom or 8 Tahun 2008 t ent ang Tahapan, Tat a Cara
Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pem bangunan
Daerah (Lem baran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nom or 21,
Tam bahan Lem baran Negara Republik Indonesia Nomor 4817).
10. Perat uran Daerah Kabupat en Bulukum ba 10 Tahun 2005 t ent ang Transparansi
dan Part isipasi dalam Penyelenggaraan Pemerint ahan Kabupat en Bulukum ba
(LD Tahun 2005 Nom or 10 seri c);
11. Perat uran Daerah Kabupat en Bulukum ba Nom or 11 Tahun 2008 t ent ang
Organisasi dan Tat a Kerja Inspekt orat ,Bappeda,Lem baga Teknis Daerah dan
Lem baga Lain Kabupat en Bulukum ba (LD Kab. Bulukum ba Nom or 11 seri D)
12. Perat uran Daerah Kabupat en Bulukum ba Nom or 4 Tahun 2011 t ent ang Rencana
Pem bangunan Jangka M enengah Daerah Kabupat en Bulukum ba Tahun
2010-2015;
13. Perat uran Bupat i Bulukum ba Nom or 5/ III/ 2008,t anggal 25 M aret 2008 t ent ang
Pokok –Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah;
14. Perat uran Bupat i Bulukum ba Nom or 44/ IX/ 2008 t ent ang Tugas Pokok, Uraian
Tugas Jabat an St rukt ural dan Uraian Kagiat an pada Badan Pem berdayaan
D. Hubungan Renstra SKPD dengan Dokumen Perencanaan Lainnya
Sesuai dengan am anah Undang – undang Nom or 25 Tahun 2004 t ent ang
sist em perencanaan pem bangunan Nasional, dokum en perencanaan
pem bangunan di daerah m eliput i RPJPD, RPJM D, RKPD, Renst ra SKPD dan Renja
SKPD.
Renst ra SKPD yang m erupakan salah sat u dokum en yang disusun dengan
berpedom an pada RPJM Daerah, Renst ra SKPD m em uat Visi, M isi, St rat egi,
Kebijakan, Program dan Kegiat an Indikat if yang penyusunannya berpedom an
pada RPJP Daerah dan RPJM Daerah.
Renst ra yang disusun sesuai dengan t ugas dan fungsi sat uan kerja
perangkat daerah kem udian m enjadi acuan penyusunan RKP Daerah Tahunan.
Renst ra SKPD t ersebut kem udian dijabarkan kedalam Renja SKPD oleh Dinas /
Badan dan selanjut nya dit uangkan dalam RAPBD.
Unt uk lebih jelasnya hubungan Renst ra SKPD dengan dokum en
perencanaan lainnya, dapat dilihat pada gam bar dibaw ah ini :
Gambar. 1 Hubungan Renst ra dengan Dokum en Perencanaan Lainnya
E. Alur Pikir BPM PD
KK
Kebijaksanaan Pemerintah
1.Demokrasi Persat uan dan Kesat uan
2.Ot onomi Daerah
3.Supr emasi Hukum, keadilan dan pemerint ah yang baik
4.Pem ulihan ekonomi
5.Kesejaht eraan dan ket ahan budaya
6.Pem bangunan Daerah
7.Peran Sert a M asyarakat
Kebijaksanaan Pem erint ah Kabupat en
1. M ew uj udkan Pem erint ahan yang baik
2. Peningkat an kualit as sum ber daya manusia
3. Penguat an ket ahann ekonomi w ilayah
4. Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan hidup
5. Pem berdayaan Lembaga Pem erint ah dan M asyarakat
6. M empercepat pembangunan pedesaan dalam rangka pem berdayaan masyarakat
Kebijaksanaan Pemberdayaan M asyarakat
dan Pemerintahan Desa
1.Peningkat an ket ahanan dan pemant apan
nilai-nilai social budaya masyarakat
2.Pengembangan usaha ekonomi
masyarakat
3.Peningkat an pemanfaat an Teknologi t epat
Guna dan sum ber daya alam
4.Pengembangan penyel enggaraan ot onomi
desa
5. peni ngkat an kapasit as aparat ur dan
pengelolaan ket at ausahaan
Konsep Pemberdayaan m asyarakat dan
Pemerintahan Desa
1. M endorong Pem berdayaan M asyarakat
2. M enumbuhkan prakarsa dan kr eat ifit as masyarakat
3. M eningkat kan peran sert a masyarakat
4. Penguat an Kelem bagaan M asyarakat
5. M eningkat kan Kapasit as Pem erint ahan Desa
Visi Pem berdayaan M asyarakat
M isi Pem berdayaan M asyarakat
Tujuan Pem berdayaan M asyarakat
Sasaran Pem berdayaan M asyarakat
Pencapaian Tuj uan Sasaran Pem berdayaan M asyarakat
1. Kebijaksanaan Pem berdayaan M asyarakat dan pem erint ahan desa
2. Program pemberdayaan masyarakat dan pem erint ahan desa
3. Kegiat an pem berdayaan masyarakat dan pemerint ahan desa
-Analisis lingkungan
-Asum si – asum si
F. Sistematika Penulisan
Bab I PENDAHULUAN, m em uat t ent ang Lat ar Belakang, M aksud dan Tujuan,
Landasan Hukum , Hubungan Renst ra SKPD dengan Dokum en
Perencanaan Lainnya, dan Sist em at ika Penulisan.
Bab II GAM BARAN PELAYANAN BPM PD, m em uat t ent ang Tugas, Fungsi dan
St rukt ur Organisasi BPM PD, Sum ber daya BPM PD, Kinerja Pelayanan
BPM PD sert a Tant angan dan Peluang Pengem bangan Pelayanan
BPM PD.
Bab III ISU – ISU STRATEGI BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI, m em uat
t ent ang Ident ifikasi Perm asalahan berdasarkan t ugas dan fungsi
Pelayan BPM PD, Telaahan visi,m isi dan program Kepala Daerah dan
Wakil Kepala Daerah t erpilih, Telaahan Renst ra .
Bab IV VISI, M ISI,TUJUAN DAN SASARAN,STRATEGI DAN KEBIJAKAN, m em uat
t ent ang Visi dan M isi, Tujuan dan sasaran Jangka M enengah sert a
St rat egi dan kebijakan.
Bab V Rencana Program dan kegiat an, indikat or Kinerja kelom pok Sasaran
dan pendanaan Indikat if
BAB VI Penet apan Indikat or Kinerja
Bab VI Penut up
BAB II
GAM BARAN PELAYANAN BPM PD
A. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi BPM PD
Badan Pem berdayaan M asyarakat dan Pem erint ahanDesa m em punyai
t ugas pokok m enyelenggarakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah
dibidang pem m berdayaan m asyarakat , pem erint ahan desa dan kelurahan
berdasarkan asas desent ralisasi dan t ugas pem bant uan.
Unt uk m enyelenggarakan t ugas t ersebut , Badan pem berdayaan
M asyarakat Desa m em punyai fungsi:
a. M erum uskan Kebijakan t eknis Bidang Pem berdayaan M asyarakat
dan pem erint ahan desa
b. M em berikan dukungan at as Pelaksanaan Kebijakan pem erint ah
daerah dibidang pem berdayaan m asyarakat dan pem erint ahan
desa
c. M elakukan pem binaan dan Pelaksanaan t ugas sesuai lingkup
kerja dan kew enangan Badan Pem berdayaan M asyarakat dan
Pem erint ahan Desa
d. M elaksanakan t ugas lain yang diberikan oleh Bupat i sesuai
St rukt ur organisasi Badan Pem berdayaan M asyarakat dan pem erint ahan
Desa (BPM PD) disusun berdasarkan perat uran Daerah (PERDA) Kabupat en
Bulukum ba Nom or 11 Tahun 2008 t anggal 31 Juni 2008
Badan Pem berdayaan M asyarakat Desa dipim pin oleh seorang Kepala Badan
yang bert anggung jaw ab kepada Bupat i Bulukum ba m elalui Sekret aris Daerah
Kabupat en Bulukum ba.
BPM PD m engkoordinasikan perum usan dan pengelolaan kebijakan
t ekhnis pem erint ah daerah dibidang Pelayanan Perdesaan m elalui kerja sam a
dengan unit kerja t erkait dalam w ilayah Kabupat en Bulukum ba. Selain dari pada
it u BPM PD berkew ajiban m engusahakan dan m engint egrasikan ket erpaduan
pem berdayaan m asyarakat dan pem erint ahan desa di Kabupat en Bulukum ba
m elalui penyelenggaraan fungsi koordinasi yang baik dan berkesinam bungan.
Unt uk m elaksanakan t ugas dan fungsi yang diem ban BPM PD,sebagaim ana bagan
st rukt ur organisasi diat as sebagai berikut :
1. Kepala Badan
2. Sekret aris
2.1. Kepala Sub Bagian Program
2.2. Kepala Sub Bagian Um um dan kepegaw aian
2.3. Kepala Sub Bidang Kauangan
3. Kepala Bidang Kelem bagaan dan Sosial Budaya
3.1. Kepala Sub Bidang Kelem bagaan dan Part isipasi m asyarakat
3.2. Kepala Sub Bidang M ot ivasi Sw adaya Got ong Royong
4. Kepala Bidang Sosial Ekonom i M asyarakat dan TTG
4.1. Kepala Sub Bidang pengem bangan UEM
4.2. Kepala Sub Bidang pengem bangan Prasaranan Pedesaan dan TTG
5. Kepala Bidang Pem erint ahan Desa
5.1. Kepala Sub Bidang Kelem bagaan Pem des
B. Sumber Daya Badan Pemberdayaan M asyarakat Desa
Badan Pem berdayaan M asyarakat dan Pem erint ahan Desa sam pai
dengan bulan Januari 2011 dit unjang dengan personil/ st af sebanyak 41 orang
yang t erdiri dari 18 orang laki – laki dan 23 orang pert em puan.
Dari segi kualit as, dengan m enggunakan t olak ukur pendidikan form al
dan m em pert im bangkan t unt ut an kom pet ensi pegaw ai dalam m enangani
bidang t ugasnya, m aka m asih perlu dilakukan peningkat an kualit as. Dari 41
orang PNS, t ingkat pendidikan S2 sebanyak 5 orang, S1 sebanyak 19 orang, D3
sebanyak 3 orang dan SLTA sederajat sebanyak 3 orang.
Unt uk m enunjang t ugas pokok dan fungsi m aka diperlukan sarana
m asyarakat , penguat an usaha ekonom i m asyarakat ,, pendayagunaan t eknologi
pedesaan dan sum ber daya alam , penguat an penyelenggaraan pem erint ahan
desa dan pelaksanaan t ugas-t ugas ket at ausahaan dalam m endukung
perw ujudan kinerja BPM PD, m aka diperlukan penyesuaian – penyesuaian
kebijakan dalam rangka pem berdayaan m asyarakat dan pem erint ahan desa ,
sesuai dengan ket ent uan yang berlaku.
Dalam proses penyesuaian kebijakan – kebijakan t ersebut kondisi
efekt if yang dihadapi Badan Pem berdayaan M asyarakat Dan Pemerint ahan
1. M asih rendahnya kinerja lem baga Pem berdayaan M asyarakat dalam
m endorong peran akt if m asyarakat dalam m engelola program – program
pem bangunan dalam rangka m ew ujudkan ket ahanan m asyarakat , t erm asuk
m asih rendahnya kem am puan sum ber daya m anusia , sepert i kader
m asyarakat sesuai t radisi dan adat ist iadat set empat sebagai pedom an sikap
dan prilaku m asyarakat dalam kehidupan bersam a ut am anya dalam
peningkat an kualit as penduduk rent an dengan upaya pem berdayaan yang
sekaligus juga upaya perlindungan t erhadap kom unit as adat t erpencil agar
m ereka hidup layak secara sosial, ekonom i dan polit ik sert a adat ist iadat
m aupun lingkungan social budaya yang dapat dipert ahankan dan dilindungi
keberadaannya.
3. Kurang berkem bangnya usaha ekonom i m asyarakat sepert i pasar desa,
usaha ekonom i sim pan pinjam , UP2K, kelom pok TTG Taskin yang
m engakibat kan rendahnya kondisi kehidupan ekonom i m asyarakat sehingga
m em erlukan upaya penguat an usaha ekonom i keluarga dan m asyarakat .
4. Pengelolaan sum ber daya alam yang kurang m engakibat kan peran akt if
m asyarakat , sehingga berdam pak pada kurang dihargainya kearifan lokal,
baik dalam pengelolaan dan pelest arian sum ber daya alam , kerusakan
lingkungan hidup dan rendahnya kesejaht eraan m asyarakat .
5. Rendahnya kesw adayaan dan kem andirian m asyarakat dalam m em bangun,
m em anfaat kan dan m em elihara sarana dan prasarana yang ada, peran sert a
dan akselerasi m asyarakat dalam pem bangunan m asyarakat yang sangant
Sw adaya M asyarakat (LSM ), dan m asyarakat yang dapat didayagunakan
sebagai dinam isat or, innovat or,fasilit at or, dan invest or unt uk syst em
dukungan pem berdayaan m asyarakat yang juga m elibat kan kerjasama
dengan luar negeri sepert i JICA dan UNICEF.
6. Belum t erbiasanya m asyarakat m endayagunakan Teknologi Tepat Guna
dalam m engelola usaha ekonom i produkt if, sehingga t idak t ercipt a
peningkat an produkt ifit as kerja dan peningkat an nilai t am bah produk hasil
usaha m asyarakat .
Upaya m engat asi kenyat aan – kenyat aan t ersebut , m em erlukan
dukungan berbagai perum usan kebijakan dan fasilit asi berdasarkan
ket ent uan perundang – undangan yang t epat , t ingkat profesionalism e dan
disiplin kerja aparat ur, sert a dukungan anggaran yang m em adai dalam
m elaksanakan kebijakan dan program – program pem berdayaan m asyarakat .
Fakt or – fakt or penent u keberhasilan (crit ical Successs Fakt or)
m erupakan fact or penent u sangat pent ing dalam penet apan pencapaian
keberhasilan organisasi BPM PD Kabupat en Bulukum ba. Fakt or penent u
keberhasilan ini dit et apkan dengan t erlebih dahulu m enganalisis fact or
lingkungan baik int ernal m aupun ext ernal dengan pendekat an SWOT, analisis
dilanjut kan unt uk m enent ukan t ingkat urgensi dan dam pak pot ensial sert a
skala priorit as.
Adapun fakt or-fakt or penent u keberhasilan dapat dirum uskan
1. Adanya kom it m en m endorong pem berdayaan , m enum buhkan prakarsa,
kreat ifit as, m eningkat kan peran sert a dan penguat an kelem bagaan
m asyarakat .
2. Tingginya kom it m en pem erint ah unt uk m elaksanakan peningkat an sosial
budaya m asyarakat , pengem bangan usaha ekonom i m asyarakat ,
peningkat an pem anfaat an t eknologi pedesaan dan sum ber daya alam
sert a peningkat an kapasit as pem erint ahan desa.
3. Tersedianya anggaran pem biayaan pem berdayaan m asyarakat dan desa
yang m em adai.
4. Tersedianya sum ber daya m anusia dan aparat ur yang propesional
dibidang pem berdayaan m asyarakat .
5. Tum buhnya kesadaran m asyarakat dalam m elaksanakan pem bangunan.
6. Tum buhnya kelem bagaan m asyarakat (Polit ik, Ekonom i & Sosial Budaya)
unt uk m endorong peningkat an kesejaht eraan m asyarakat .
D. Asumsi
1. Adanya kom it m en yang kuat bagi aparat BPM PD unt uk secara konsist en
m enyelenggarakan t ugas dan fungsinya secara berkualit as dan professional
sert a akunt abel.
2. Berkem bangnya kelem bagaan m asyarakat unt uk dapat berperan sert a dalam
pem bangunan.
3. Tercipt anya koordinasi dengan inst ansi t erkait dalam m endorong m asyarakat
secara sinergis dan t erpadu.
4. Tersedianya alokasi anggaran yang konsist en t erhadap program -program
yang t elah dit et apkan.
5. Adanya dukungan perat uran Daerah dan Keput usan Bupat i sebagai dasar
pelaksanaan Kegiat an Pem berdayaan M asyarakat dan Pem erint ahan Desa.
Dengan berdasar pada asum si t ersebut diat as sangat dit ent ukan
a. Pendekat an pem enuhan kebut uhan dasar m asyarakat (basic needs
approach)
b. Pendekat an pengem bangan inspirasi, dan part isipasi, dan part isipasi
m asyarakat (bot t om up approach)
c. Pendekat an perorganisasian dan pelem bagaan m asyarakat (com m unit y
inst it uonal approach)
d. Pendekat an pem berdayaan m asyarakat perkot aan dan perdesaan (rural
and urban com m unit y )
e. Pendekat an berpihak pada pengem bangan ekonom i rakyat (prospert y
approach)
f. Pendekat an lint as sect or dan program ( cross sect oral and program
approach)
g. Pendekat an penerapan t eknologi t epat guna (aprapriat e t ecnologocal
approach)
h. Pendekat an desent ralist ik yang lebih m engut am akan pelayanan dan
E. Tantangan dan Peluang Pengembangan Palayanan BPM PD a. Kekuatan
- Adanya kejelasan arahan kebijakan dan program pada dokum
en-dokum en perencanaan (RPJM , RENSTRA Propinsi dan Visi M isi Bupat i)
- Budaya got ong royong yang kuat dalam set iap akt ivit as ekonom i, sosial
,dan kem asyarakat an
- Kecendrungan para pihak khususnya BUM N, BUM D, NGO, dan LSM
dalam m elaksanakan program – program com m unit y developm ent
m elalui pola pem berdayaan m asyarakat
- M asih kuat nya kearifan lokal yang berakar pada nilai – nilai budaya dan
agam a
- Kondisi sosial polit ik yang relat if st abil dan t ersedianya infrast rukt ur,
sosial ekonom i yang m em adai
- Tersedianya sarana dan prasarana perkant oran dan sum ber daya
finansial yang cukup m em adai
b. Kelemahan
- Koordinasinya program pem berdayaan m asyarakat belum berjalan
secara opt im al, baik lint as sekt or m aupun lint as Kabupat en / Kot a.
- Kem pet ensi aparat pem berdayaan m asyarakat belum opt im al,
khusunya dalam penguasaan t eknik – t eknik pem belajaran
pem berdayaan m asyarakat
- Ket erbat asan t enaga-t enaga pendam ping lapangan dalam pelaksanaan
c. Peluang
- Pem berlakuan ot onom i yang luas m em ungkinkan Pem erint ah daerah
unt uk m engopt im alkan pot ensi m asyarakat
- Pem berdayaan m asyarakat sebagai salah sat u pilar ot onom i daerah dan
m erupakan urusan w ajib propinsi
- Adanya kom it m en pem erint ah pusat t erhadap percepat an
pem bangunan di Kaw asan Indonesia Tim ur
- Posisi Sulaw esi Selat an sebagai sebagai jalur lint as ant ar w ilayah dan
ant ar kaw asan bagi pusat perdagangan Indonesia Tim ur
d. Tantangan
- Pengaruh globalisasi yang m engedepankan sifat rasionalism e,
m at erialist ic
- Kuat nya arus inform asi global yang m em pengaruhi prilaku dan t at anan
kehidupan sosial m asyarakat
- Kecendrungan m enurunnya peranan dan fungsi lem baga adat sebagai
penegak syst em nilai budaya dalam kehidupan m asyarakat lokal
BAB III
ISSU-ISSU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Badan Pemberdayaan M asyarakat Dan Pemerintahan Desa
Keadaan kehidupan m asyarakat Kabupat en Bulukum ba pada um um nya,
t erut am a m asyarakat yang berada di w ilayah perdesaan dengan jum lah
desa/ Kelurahan 136 yang t ersebar di 10 (sepuluh) kecam at an dengan jum lah
penduduk sebanyak 394.746 jiw a, penduduk Pra Sejaht era/ kurang m am pu sebanyak
21.460 KK . Ini m enunjukkan bahw a m asih sangat perlu perhat ian khusus dari
pem erint ah t erhadap kondisi sosial dan pola kehidupan m asyarakat di desa sebagai
akibat krisis sosial yang beberapa perm asalahan sebagai berikut :
1. Ket idak berdayaan m asyarakat secara ekonom i dan sosial dit andai dengan
kem iskinan dan pengangguran sert a berakibat pada rendahnya t ingkat
pendapat an, rendahnya derajat kesehat an. rendahnya t ingkat pendidikan.
Hal ini karena t erbat asnya akses m asyarakat t erhadap sum ber daya
t eknologi, inform asi pasar, dan sum ber pem biayaan yang m endukung
peningkat an kem am puan m asyarakat dalam m engem bangkan usaha
ekonom i produkt if.
2. Kurang berdayaan m asyarakat (pow erlessness) akibat dom inasi
kew enangan pem erint ah, pelaksanaan pem bangunan dan pem binaan
3. Kecenderungan t erjadi disharm oni sosial yang m engarah pada disent rigasi
sosial akibat m engent alnya perbedaan kepent ingan dan perbedaan afiliasi
polit ik, yang pada t it ik t ert ent u dapat m eniadakan kepedulian dan peran
akt if m asyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
4. Kecenderungan m em udarnya sist em nilai sosial budaya sebagai pranat a
ut am a dalam pem bent ukan sikap dan perilaku m asyarakat sebagai dam pak
koopt asi t erhadap inst it usi lokal, sert a kecenderungan kekurang pat uhan
m asyarakat t erhadap ket ent uan hukum yang berlaku, yang m engakibat kan
adanya kecenderungan kekurang t erat uran.
5. Rendahnya t ingkat penget ahuan dan ket erampilan m asyarakat dalam
m endayagunakan sum ber daya alam secara m andiri dan berkelanjut an,
sert a m em anfaat kan, m em elihara, dan m engem bangkan prasarana dan
sarana kebut uhannya dengan berbasiskan pada pem anfaat an sum ber daya
alam set em pat .
6. Rendahnya akses m asyarakat (khusus m asyarakat m iskin di desa-desa
t erpencil dan kaw asan pant ai) t erhadap pelayanan pem erint ah dalam
aspek penyebaran dan pendayagunaan Teknologi Tepat Guna, sehingga
rendahnya hasil usaha, rendahnya peluang pem asaran hasil usah, sert a
rendahnya pendapat an m asyarakat .
7. M asih t erdapat desa-desa dengan jum lah t enaga kerja yang t idak seim bang
berpenduduk jarang, yang m engakibat kan t idak m erat anya pert um buhan
dan kem ajuan ant ar desa dan ant ar kaw asan.
8. Belum opt im alnya peran akt if m asyarakat dalam pem bangunan karena
kurang berfungsinya lem baga Pem erint ahan Kelurahan, sert a lem baga
kem asyarakat an dalam m em ot ivasi dan m enggerakkan part isipasi
m asyarakat .
9. Belum t erbinanya pola t at a ruang dan lingkungan perdesaan sehingga
m asih t erjadi konversi at au alih fungsi lahan dilingkungan perdesaan unt uk
sekt or m odern, yakni m engakibat kan sebagian m asyarakat kehilangan
sum ber m at a pencaharian dan m enurunkan daya dukung lingkungan.
Unt uk m engat asi sejum lah ket erbat asan t ersebut , dit unt ut upaya
pem erint ah unt uk m enet apkan kebijakan dan program -program pem berdayaan
m asyarakat yang t epat unt uk m eningkat kan t arap hidup dan kesejaht eraan
m asyarakat .
M elalui st rat egi kebijakan pem berdayaan m asyarakat yang berint ikan
m eningkat kan kem am puan dan kem andirian m asyarakat dalam pem bangunan,
m aka t it ik t um pu pelaksanaan kebijakan senant iasa diarahkan pada upaya:
(1) Penguat an kelem bagaan yang ada pada t ingkat m asyarakat , (sepert i
Lem baga Pem berdayaan M asyarakat , Pem binaan Pem berdayaan Keluarga,
Lem baga Usaha Ekonom i M asyarakat , dan lem baga m asyarakat lainnya);
(2) Peningkat an kem am puan m asyarakat dalam m engelola program –program
m asyarakat , t okoh adat , t okoh agam a, dan berbagai pot ensi Sum ber Daya
M anusia;
(3) Penanggulangan kem iskinan dalam rangka peningkat an kesejaht eraan
m asayarakat .
M elalui kebijakan pem berdayaan m asyarakat akan t erw ujud profil
keberdayaan, yakni unsur-unsur yang m em ungkinkan m asyarakat dapat bert ahan
(survival), sehingga m em berdayakan m asyarakat m erupakan upaya unt uk
m eningkat kan harkat dan m art abat m asyarakat , agar m am pu m elepaskan diri dari
perangkat ket erbelakangan.
Dalam kerangka pem ikiran t ersebut , upaya pem berdayaan m asyarakat dapat
dilakukan m elalui 3 (t iga) upaya pokok yakni :
(1) M encipt akan suasana at au iklim yang m em ungkinkan berkem bangnya
pot ensi at au daya yang dim iliki m asyarakat .
(2) M em perkuat pot ensi at au daya yang dim iliki oleh m asyarakat m elalui
pem berian input berupa bant uan dana, pem bangunan prasarana dan
sarana baik fisik (jalan, irigasi dan list rik) m aupun sosial (sekolah dan
kesehat an) sert a pengem bangan lem baga pendanaan, penelit ian dan
pem asaran di daerah;
(3) M elindungi m elalui pem ihakan kepada m asyarakat yang lem ah unt uk
m encegah persaingan yang t idak seim bang, dan bukan berart i m engisolasi
BAB IV
VISI, M ISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN
A. Visi dan M isi
Adanya t ant angan, persaingan dan t unt ut an m asyarakat akan pelayanan
yang baik sert a per ubahan kondisi kedepan yang akan dihadapi sert a adanya
kew enangan Daerah Kabupat en Bulukum ba yang luas, sert a diant isipasi secara
dini oleh inst ansi perencanaan Badan Pem berdayaan m asyarakat dan
Pem erint ahan Desa (BPM PD) Kabupat en Bulukum ba agar t et ap eksis dan unggul
sesuai t unt ut an kebut uhan m asyarakat . Unt uk it u BPM PD Kabupat en Bulukum ba
perlu m em iliki visi agar st rat egi program Pem erint ahan Desa yang disusun dan
dihasilkan dapat m enjaw ab berbagai perm asalahan Pem erint ahan Desa dan
orient asi pada pencapaian hasil t unt ut an kebut uhan m asyarakat .
Visi BPM PD
“Terw ujudnya Otonomi Desa dan Kemandirian M asyarakat M elalui Pemanfaatan Sumber Daya Lokal Yang Berdimensi Keagamaan”
Visi Badan Pem berdayaan M asyarakat dan Pem erint ahan Desa sangat
m endukung dan sejalan dalam proses pem bangunan Kabupat en Bulukum ba
dengan Visi “ Sejahterakan masyarakat Bulukumba dengan membangun
M isi BPM PD :
Visi yang t elah dit et apkan diat as akan dicapai kalau dim plem ent asikan
dalam bent uk m isi BPM PD Kabupat en Bulukum ba .
Adapun m isi BPPM PD Kabupat en Bulukum ba yakni :
1. Pengem bangan ket angguhan dan kem andirian m asyarakat dalam
m elaksanakan pem bangunan, m elalui penguat an kelem bagaan m asyarakat ,
peningkat an kualit as sum ber daya m anusia, yang didukung oleh m anajem en
pem bangunan part isipat if yang efekt if, sert a pelaksanaan evaluasi
pem bangunan secara berkelanjut an.
2. Pem anfaat an kondisi sosial budaya m asyarakat yang kondusif unt uk proses
pem bangunan, m elalui pendayagunaan pot ensi adat ist iadat , t radisi dan
nilai-nilai sosial budaya m asyarakat , penum buhkem bangan part isipasi, ksw adayaan
dan kepedulian sosial dalam kehidupan berkeluarga, berm asyarakat ,
berbangsa dan bernegara, pem berdayaan keluarga, peningkat an pendidikan,
perlindungan dan pengem bangan pot ensi anak dan rem aja.
3. Penguat an usaha ekonom i keluarga, sebagai basis perekonom ian, m elalui
pem berdayaan usaha ekonom i keluarga dan m asyarakat , penyediaan dan
pengem bangan sarana dan prasarana perekonom ian m asyarakat , sert a
peningkat an kapasit as sum ber daya m anusia dalam m engelola usaha ekonom i
m asyarakat secara berkelanjut an.
4. Peningkat an kem am puan m asyarakat dalam m encipt akan, m engem bangkan
buat an dalam rangka m eningkat kan perekonom ian perdesaan dan pelest arian
lingkungan, m elalui penem ukenalan dan pem asyarakat an spesifikasi Teknologi
Tepat Guna sesuai kondisi daerah dan kebut uhan m asyarakat .
5. Peningkat an kem am puan aparat ur pem erint ah daerah dalam pem asyarakat an
dan pendayagunaan Teknologi Tepat Guna, peningkat an kerjasam a dan
kem it raan ant ara pem erint ah dengan dunia usaha dan lem baga sw daya
m asyarakat dalam penyediaan prasarana dan sarana pelayanan Teknologi
Tepat Guna, peningkat an kapasit as m anajemen kelem bagaan pelayanan
Teknologi Tepat Guna, sert a peningkat an penget ahuan dan ket eram pilan
m asyarakat dalam pendayagunaan Teknologi Tepat Guna perdesaan.
6. Penguat an penyelenggaraan pem erint ahan desa m elalui peningkat an kapasit as
Pem erint ahan Desa dan BPD, Pem ant apan sum ber pendapat an, kekayaan dan
keuangan desa, pengem bangan kerjasam a ant ara desa dan badan usaha m ilik
desa.
7. Peningkat an kinerja Badan Pem berdayaan M asyarakat dan Pem erint ahan
Desa, m elalui penet apan kebijakan, rencana, program dan kegiat an
Pem berdayaan M asyarakat dan Pem erint ahan Desa, peningkat an kapasit as
m anajem en kepegaw aian, peningkat an m anajem en keuangan, peningkat an
kapasit as pelayanan invent aris kant or, sert a peningkat an kapasit as m anajem en
B. Tujuan dan Sasaran Jangka M enengah
1. Peningkatan kualitas Kelembagaan dan Sosial Budaya M asyarakat
a. Terkajinya perat uran daerah m engenai pem bent ukan kelem bagaan
m asyarakat ;
b. M enguat nya dan m eningkat nya kerjasam a ant ar lem baga m asyarakat ;
c. Tersusunnya m odul pelat ihan peningkat an kapasit as m anajem en
part isipasif m asyarakat ;
d. Terbent uknya asosiasi Lem baga Pem berdayaan M asyarakat ) dit ingkat
Kabupat en/ Kecam at an;
e. M eningkat nya kualit as sum ber daya m anusia dan m asyarakat ;
f. Berjalannya sist em perencanaan pem bangunan part isipat if dan m ekanism e
program pem berdayaan m asyarakat ;
g. Terbent uknya Pusat Basis Dat a Pem bangunan Desa/ Kelurahan;
h. Tersusunnya pedom an fasilit asi penat aan ruang pedesaan yang berbasis
m asyarakat ;
i. M eningkat nya peran dan sw adaya got ong royong, m asyarakat dalam
kegiat an sosial dan pengelolaan pem bangunan;
j. Tercapainya penurunan kem iskinan dalam keluarga dan m asyarakat
m elalui pem berdayaan keluarga diberbagai kehidupan;
k. Terw ujudnya koordinasi pem bangunan dim ulai dari t ahap perencanaan,
l. M eningkat nya peran organisasi m asyarakat dalam pengelolaan
pem bangunan;
m . M eningkat nya peran sert a orang t ua, t okoh m asyarakat , t okoh agam a,
m asyarakat sekolah dalam upaya m endukung peningkat an kualit as
pengem bangan anak dan rem aja;
n. Berkem bangnya ket ahanan budaya m asyarakat yang berakar kuat pada
nilai-nilai t radisi adat ist iadat m asyarakat ;
2. Pengembangan Usaha Ekonomi M asyarakat
a. Berkem bangnya berbagai kegiat an usaha ekonom i keluarga dan
m asyarakat dengan m em anfaat kan kerjasam a dengan lem baga pem erint ah
dan sw ast a;
b. M eningkat nya persediaan dana at au kapit al dalam rangka m endukung,
pengem bangan usaha keluarga dan m asyarakat , m elalui usaha sim pan
pinjam m asyarakat ;
c. sesuai dengan peningkat an profesionalism e lem baga-lem baga t ersebut ;
d. M eningkat nya kualit as sum ber daya m anusia dalam m enggelola usaha
ekonom i keluarga dan m asyarakat ;
e. M eningkat nya ket ersediaan sarana dan prasarana pendukung kegiat an
ekonom i keluarga dan m asyarakat ;
f. Berkem bangnya usaha ekonom i m asyarakat yang berbasis ekonom i
g. Berkem bangnya sum ber-sum ber pendapat an m asyarakat
3. Peningkatan Pemantapan Teknologi Pedesaan dan Sumber Daya Alam
a. Tercipt anya m odel pendayagunaan Tenoklogi Tepat Guna;
b. M eningkat nya kem am puan Sum ber Daya M anusia dalam m em anfaat kan
Teknologi Perdesaan yang sesuai dengan pot ensi dan Sum ber Daya Alam
Lokal;
c. M eningkat nya kem am puan lem baga pelayanan Teknologi Pedesaan;
d. M eningkat nya produksi dan pem asaran hasil Usaha Ekonom i M asyarakat ;
e. Terw ujudnya pem berdayaan m asyarakat dalam m engeksploit asi,
m engkonversi, dan m erehabilit asi Sum ber Daya Alam , dengan berdasarkan
pada prinsip sw adaya dan got ong royong, t ransparansi dan akunt abilit as,
dem okrasi, part isipat if dan desent ralisasi;
f. M eningkat nya pem ant apan Sum ber Daya Alam dalam rangka
pengem bangan ekonom i rakyat , pengem bangan w ilayah, pem bangunan
parasarana dan sarana, pem bangunan pem ukim an;
g. M em fasilit asi kerjasam a ant ara m asyarakat desa dan dunia usaha, lem baga
sw daya m asyarakat , dan lem baga pem erint ah dalam m engelola Sum ber
Daya Alam ;
h. M engem bangkan kem andirian m asyarakat dalam pelest arian lingkungan
4. Peningkatan Kapasitas Penyelenggaraan Pemerintahan Desa
a. Terbangunnya Pem erint ah Desa dan Badan Perw akilan Desa (BPD) yang
m am pu m elaksanakan pelayanan um um kepada m asyarakat ;
b. M eningkat nya kapasit as Pem erit ahan Desa dalam pengelolaan keuangan
sehingga dapat m em biayai sendiri urusan yang m enjadi kew enangannya;
c. M eningkat nya kem it raan Pem erint ahan Desa, BPD, Lem baga Adat ,
Lem baga Kem asyarakat an dalam penyelenggaraan pem erint ahan desa dan
pem bangunan desa;
d. Terw ujudnya fasilit asi perum usan pem bagian dana perim bangan ant ara
Kabupat en dan Desa;
e. M enguat nya kegot ongroyongan, kesw adayaan, solidarit as dan
persaudaraan m asyarakat dalam m em ecahkan m asalah yang dihadapi;
f. Terw ujudnya fasilit asi perat uran daerah t ent ang pengakuan kew enangan
desa;
5. Pemantapan Kapasitas Aparatur dan Pengelolaan Ketatusahaan
a. M ant apnya pelayanan m anajem en perencanaan dalam rangka perum usan
kebijakan penyusunan rencana program dan kegiat an;
b. M ant apnya pelayanan m anajem en kepegaw aian kepada seluruh pegaw ai
c. M ant apnya pelayanan m anajem en keuangan dalam rangka pem biayaan
pelaksanaan kegiat an adm inist rasi um um dan kegiat an operasional dan
pem eliharaan;
d. M ant apnya pelayanan m anajem en perlengkapan dalam m endukung
pelaksanaan t ugas;
e . M ant apnya pelayanan t ugas ket at usahaan dan koordinasi dengan
inst ansi/ unit kerja t erkait .
C. Startegi dan Kebijakan
1. Pembinaan Kelembagaan dan Sosial Budaya M asyarakat
a. Arah Kebijakan :
1. Penyusunan kebijakan t ent ang keberadaan Lem baga M asyarakat Desa,
yakni : Lem baga Ket ahanan M asyarakat Desa (LKM D) dan Tim
Penggerak Pem binaan Kesejaht eraan Keluarga yang disesuaikan
dengan ket ent uan UU Nom or 12 Tahun 2008 Perubahan Kedua at as
Undang-Undang 32 Tahun 2004 t ent ang Pem erint ahan Daerah;
2. Penyem purnaan sist em m anajem en pem bangunan part isipat if, dengan
pola pengelolaan pem bangunan yang bert um pu pada m asyarakat
(Com m unit y based developm ent ), yakni penyem purnaan sist em
M usyaw arah Perencanaan Pem bangunan (M usrem bang) dan sist em
3. Penyem purnaan sist em pendat aan dat a dasar Profil Desa/ Kelurahan,
dengan m enem pat kan Kabupat en/ Kot a sebagai pusat pengelolaan dat a
dan inform asi at au sebagai Bank dat a pem bangunan desa;
4. Penyem purnaan sist em evaluasi keberhasilan Desa/ Kelurahan sebagai
w ahana pengukuran kinerja kem andirian m asyarakat dalam
pengelolaan pem bangunan (Self Reliance Ferfom ance);
5. Penyem purnaan pola penat aan ruang yang bert um pu pada hak,
kew ajiban dan peran akt if m asyarakat ;
6. Pengem bangan kem am puan Sum ber Daya M anusia, m asyarakat dan
pengurus lem baga m asyarakat , ant ara lain : Kader Pem bangunan Desa,
Tokoh M asyarakat , Tokoh Agam a, Tokoh Adat dan berbagai Pot ensi
Sum ber Daya M anusia lainnya;
7. M em fasilit asi pem erint ah Kecam at an/ Desa unt uk m endukung
kebijakan dan program pem berdayaan m asyarakat m engenai
pengalokasian dana didalam Anggaran Pendapat an dan Belanja Daerah
(APBD);
8. Peningkat an m ot ivasi dan sw adaya m asyarakat ;
9. Peningkat an pem berdayaan keluarga dan organisasi kekeluargaan
m asyarakat ;
10. Peningkat an Pem berdayaan Anak dan Rem aja;
11. Pem ant apan nilai-nilai sosial budaya m asyarakat sesuai t radisi dan adat
b. Tujuan
1. M enum buhkem bangkan lem baga kem asyarakat an yang m am pu
m encipt akan ket ahanan m asyarakat dalam m endukung pelaksanaan
pem bangunan yang berkelanjut an;
2. M eningkat kan kualit as sum ber daya pengguna lem baga
kem asyarakat an, pem uka m asyarakat , penyediaan kader m asyarakat
yang m andiri dan berkem am puan;
3. M eningkat kan kualit as m anajem en part isipat if m asyarakat yang
dilaksanakan secara t erpadu dengan m enerapkan prinsip ket erbukaan
dan berkeadilan;
4. M eningkat kan kualit as sist em pendat aan yang dapat didayagunakan
pem erint ah dan forum lint as pelaku, sert a t erpant auannya
keberhasilan pem bangunan m asyarakat ;
5. M eningkat kan kesadaran dan t anggung jaw ab m asyarakat dalam
m em ajukan dan m ensejaht erakan m asyarakat ;
6. M eningkat kan upaya pem berdayaan keluarga m enuju m asyarakat
sejaht era;
7. M eningkat kan kualit as peran organisasi keluarga sebagai pengam bil
keput usan dalam m ew ujudkan kesejaht eraan keluarga;
8. M eningkat kan peran sert a m asyarakat dalam m endukung
9. M eningkat kan ket ahanan nilai-nilai t radisi dan budaya m asyarakat yang
kokoh dan dinam is dengan t et ap berpegang pada pot ensi adat ist iadat
yang berakar pada jat i diri bangsa.
2. Penguatan Usaha Ekonomi M asyarakat
a. Arah Kebijakan
1. M eningkat kan usaha ekonom i m asyarakat yang m aju, m andiri dan
beriorent asi pada pem enuhan perm int aan pasar, dalam rangka
m eningkat kan ket ahanan ekonom i nasional;
2. M eningkat kan kem am puan m anajem en Lem baga Ekonom i M asyarakat
agar m am pu m engelola dan m engem bangkan usahanya secara efisien
dan efekt if;
3. M em perkuat M anajem en Pasar Desa, sebagai wadah pem asaran hasil
usaha m asyarakat dan sum ber pendapat an asli desa;
4. M em perkuat m anajem en Lum bung Pangan M asyarakat Desa (LPM D)
dalam rangka m eningkat kan pangan m asyarakat ;
5. M em fasilit asi ket erkait an Usaha Ekonom i M asyarakat di perdesaan
dengan usaha m asyarakat diperkot aan, m elalui pola hubungan
b. Tujuan
1. M em berdayakan Usaha Ekonom i M asyarakat m elalui pengem bangan
berbagai kegiat an kerjasam a;
2. M engem bangkan penyediaan kapit al at au dana unt uk m enggerakkan
kegiat an Usaha Ekonom i M asyarakat m elalui pengem bangan kegiat an
sim pan pinjam ;
3. M eningkat kan fungsi Kelem bagaan Ekonom i M asyarakat , agar dapat
m enjalankan Usaha Ekonom i M asyarakat ;
4. M eningkat kan kapasit as Sum ber Daya M anusia unt uk m enjalankan
kegiat an Usaha Ekonom i M asyarakat ;
5. M enyediakan dan m engem bangkan sarana dan prasarana pendukung
kegiat an Ekonom i M asyarakat .
3. Peningkatan Pemanfaatan Teknologi Perdesaan dan SDA
a. Arah Kebijakan :
1. M eningkat kan peran akt if dan kem am puan m asyarakat dalam upaya
pem am faat an dan pendayagunaan Teknologi Tepat Guna unt uk
m engem bangkan ket eram pilan m asyarakat ;
2. M eningkat kan kualit as aparat pem erint ah dan lem baga-lem baga
m asyarakat dalam pem anfaat an, pem asyarakat an dan pendayagunaan
3. M eningkat kan sist em pem anfaat an dan pengelolaan Sum ber Daya
Alam yang berbasis pada kekuat an m asyarakat dalam rangka
m endukung t um buh kem bangnya ekonom i m asyarakat ;
4. M eningkat kan Pem berdayaan m asyarakat dalam m engeksploit asi,
m engkonversi dan m erehabilit asi Sum ber Daya Alam dengan
berdasarkan prinsip sw adaya;
5. M eningkat kan pem anfaat an Sum ber Daya Alam dalam rangka
pengem bangan Usaha Ekonom i M asyarakat , pengem bangan w ilayah
perdesaan, pem bangunan prasarana dan Prasarana perdesaan,
penat aan pem ukim an dan penyediaan fasilit asi penyehat an lingkungan
pem ukim an.
b. Tujuan
1. M eningkat kan Peran akt if dan kem am puan m asyarakat dalam upaya
pendayagunaan Teknologi Tepat Guna unt uk m engem bangkan
keunggulan kom parat if dan kom pet it if.
2. M encipt akan m odel pendayagunaan Teknologi Tepat Guna;
3. M eningkat kan kualit as aparat dalam pendayagunaan Teknologi Tepat
Guna;
4. M engem bangkan sist em pengelolaan Sum ber Daya Alam yang berbasis
pada kekuat an m asyarakat dalam rangka m endukung t um buh
5. M engem bangkan sist em pengelolaan Sum ber Daya Alam yang berbasis
pada kekuat an m asyarakat unt uk m enanggulangi degradasi Sum ber
Daya Alam dan peningkat an kelest arian lingkungan hidup;
6. M engem bangkan sist em pengelolaan Sum ber Daya Alam yang hem at
energi, efisien dan m enjam in kesinam bungan perunt ukan dalam rangka
m em perkuat ekonom i m asyarakat .
4. Peningkatan Kapasitas Penyelenggaraan Pemerintahan Desa
a. Arah Kebijakan
1. Pengem bangan dan pem ant apan pem erint ahan desa dan Badan
Perw akilan Desa (BPD);
2. Peningkat an kem am puan dan ket eram pilan Aparat Desa dan BPD,
Lem baga Adat , Lem baga Kem asyarakat an sert a pengurus Badan Usaha
M ilik Desa;
3. Penat aan adm inist rasi Pem erint ahan Desa/ Kelurahan;
4. Pengem bangan sum ber pendapat an, kekayaan dan keuangan desa;
5. Pem bent ukan Badan Usaha M ilik Desa (BIM D);
6. Peningkat an peran sert a lem baga adat dan lembaga kem asyarakat an
dalam penyelenggaraan pem erint ahan desa;
7. Pengem bangan sist em m onit oring dan evaluasi ot onom i desa secara
berkelanjut an.
1. M eningkat kan kapasit as pem erint ahan desa dan Badan Perw akilan
Desa (BPD) dalam penyelenggaraan pem erint ahan desa;
2. M eningkat kan kapasit as pem erint ah desa dalam pengelolaan keuangan
desa;
3. M eningkat kan pelayanan adm inist rasi pem erint ahan desa dengan
dukungan sarana dan prasarana;
4. M engem bangkan dem okrat isasi, part isipasi, akunt abilit asi dan
t ransparansi dalam penyelenggaraan pem erint ahan desa.
5. Peningkatan Kapasitas Aparatur dan Pengelolaan Ketatausahaan
a. Arah Kebijakan
1. Penyusunan perum usan kebijakan, rencana, program dan kegiat an
pem berdayaan m asyarakat berdasarkan analisis dat a dan inf orm asi
yang akurat , program priorit as yang berpedom an pada RPJM D Kab.
Bulukum ba Tahun 2010-2015 sert a seluruh ket ent uan perat uran
perundang-undangan.
2. Kepegaw aian, Perat uran Daerah Nom or 11 Tahun 2008 t ent ang
Organisasi dan Tat a Kerja Inspekt orat , Bappeda, Lem baga Teknis
Daerah dan Lem baga Teknis Lainnya;
3. Penyelenggaraan m anajem en keuangan unt uk m em enuhi kebut uhan di
Lingkungan Badan Pem berdayaan M asyarakat dan Pem erint ahan Desa
4. Pengelolaan invent arisasi Badan dan pelayanan kebut uhan alat t ulis
kant or, t eraw at dan t erpelihara sert a dapat digunakan secara
berkesinam bungan;
5. Pelayanan adm inist rasi ket at ausahaan berpedom an pada
KEPM ENDAGRI No. 54 Tahun 2009 t ent ang Tat a Naskah Dinas di
Lingkungan Pem erint ah Kabupat en sesuai prinsip pelayanan yang t epat
w akt u dan t epat sasaran.
b. Tujuan
1. M enyusunan kebijakan, rencana, program dan kegiat an operasional
Badan PM PD secara t epat ;
2. M em enuhi hak-hak kepegaw aian yang pat ut dim iliki set iap pegaw ai
sert a m enegakkan disiplin pegaw ai;
3. M eningkat kan kem am puan dan displin pegaw ai dalam pelaksanaan
t ugas pokok dan fungsi;
4. M enyediakan anggaran unt uk m em biayai kegiat an adm inist rasi um um ,
kegiat an operasional dan pem eliharaan;
5. M enyediakan barang invent aris dalam m endukung pelaksanaan t ugas;
ANALISIS SW OT BADAN PEM BERDAYAAN M ASYARAKAT DAN PEM ERINTAHAN
1. Visi SKPD sebagai suat u yang
t erbaik
4. Tersedianya sarana dan
prasarana perkant oran yang cukup m em adai
5. Sum berdaya financial yang cukup m em adai baik yang bersum ber dari PAD m aupun dari Dana Alokasi um um (DAU)
6. Tersedianya sum berdaya
aparat ur yang jum lahnya m em adai
7. Tersedianya perat uran unt uk
penyelenggaraan
t eknost rur m asyarakat yang belum berkem bang secara opt im al
3. Belum t erident ifikasinya
jum lah dan sebaran
pem berdayaan m asyarakat belum opt im al, khususnya dalam penguasaan t
eknik-t eknik pem belajaran
pem berdayaan m asyarakat
belum berjalan secara
opt im al baik lint as sect or
m aupun lint as
PELUANG(O)
kelem bagaan m asyarakat
BAB V
PROGRAM DAN KEGIATAN
Program dan kegiat an SKPD adalah program yang dilaksanakan oleh BPM PD
baik yang dilaksanakan BPM PD sendiri m aupun kerja sam a dengan pihak lain.
Program dan kegiat an t ersebut adalah sebagai berikut :
1. Program peningkat an keberdayaan m asyarakat perdesaan
a) Pem berdayaan lem baga dan organisasi m asyarakat
b) Penyelenggaraan pendidikan dan pelat ihan t enaga t ekhnis
m asyarakat
c) Penyelenggaraan disem inasi, inform asi bagi m asyarakat desa
d) Pelat ihan pelat ih (TOT) bidang t eknologi t epat guna
e) Pelaksanaan pendat aan profil desa/ kelurahan
f) Koordinasi dan pem ant auan pem berian m akanan t am bahan unt uk
anak sekolah dasar
g) Pert em uan Pokjanal Posyandu
h) Pengem bangan program nasional pem berdayaan m asyarakat mandiri
perdesaan (cost sharing)
2. Program pengem bangan lem baga ekonom i perdesaan
a) Pelat ihan ket eram pilan m anajem en BUM D
b) Pelat ihan ket eram pilan usaha indust ri kerajinan
d) Pem binaan operasional penyaluran RASKIN
e) Pem bangunan dan pengem bangan Pasar Perdesaan
f) Rehabilit asi pasar desa
g) Pengadaan alat penet as t elur
3. Program peningkat an part isipasi m asyarakat dalam m em bangun desa
a) Pem binaan kelom pok m asyarakat dalam rangka pem bangunan desa
b) Pem ant auan dan m onit oring m usyaw arah pem bangunan desa /
kelurahan dan kecam at an
c) Pem berian st im ulan pem bangunan desa
d) Pelaksanaan gelar TTG t ingkat nasional
e) Pem bangunan Posyandu / Baruga Sayang
f) Penilaian perlom baan Desa / Kelurahan
g) Pelaksanaan Bulan Bhakt i Got ong Royong M asyarakat (BBGRM )
4. Program peningkat an kapasit as aparat ur pem erint ah desa
a) Pelat ihan aparat ur pem erint ah desa dalam pengelolaan keuangan
desa
b) Pem binaan alokasi dana desa (ADD)
c) Pelat ihan aparat ur pem erint ah desa dalam bidang m anajem en
pem erint ahan desa
d) M onit oring, evaluasi dan pelaporan
f) Rehabilit asi kant or desa
g) Pem bangunan kant or desa
5. Program peningkat an kapasit as kelem bagaan desa
a) Pelat ihan kader pem berdayaan m asyarakat
b) Pem binaan percont ohan ot onom i desa
6. Program peningkat an peran perem puan di perdesaan
a) Pem binaan kelem bagaan PKK
BAB VI
PENETAPAN INDIKATOR KINERJA
Indikat or kinerja m erupakan uraian ringkas dengan m enggunakan ukuran
kuant it at if at au kualit at if yang m engindikasikan pencapaian suat u sasaran at au
t ujuan yang t elah disepakat i dan dit et apkan. Fungsi indikat or kinerja daerah yakni
m em perjelas t ent ang; w hich, w hat , w hy, w ho, where, w hen, and how suat u kegiat an
dilaksanakan, m encipt akan konsensus yang dibangun oleh st akeholders, dan
m em bangun dasar pengukuran, analisis, dan evaluasi kinerja program
pem bangunan
Target kinerja m erupakan jum lah indikat or kinerja yang direncanakan akan
dicapai oleh kegiat an t ert ent u. Target kinerja harus berupa angka num erik, dapat
diperbandingkan, dan cukup spesifik.
Langkah-langkah m enyusun indikat or kinerja
1. Susun dan t et apkan rencana st rat egis; visi, m isi, t ujuan, sasaran, dan cara
m encapai t ujuan/ sasaran (kebijakan, program , dan kegiat an)
2. Ident ifikasi dat a/ inform asi yang dapat dikem bangkan m enjadi indikat or kinerja.
Dalam hal ini dat a hendaknya relevan, akurat , lengkap, dan kem am puan
penget ahuan t ent ang bidang yang akan dibahas akan banyak m enolong unt uk
3. Pilih dan t et apkan indikat or kinerja yang paling relevan dan berpengaruh besar
Berdasarkan visi, m isi, t ujuan, dan sasaran pem bangunan, m aka disusun indikat or
BAB VII P E N U T U P
Rencana St rat egis (Renst ra) SKPD Badan Pem berdayaan m asyarakat dan
Pem erint ahan Desa Kabupat en Bulukum ba t ahun 2011 – 2015 yang disusun
berdasarkan t ugas pokok dan fungsi BPM PD m erupakan penjabaran dari rencana
pem bangunan jangka m enengah Kabupat en Bulukum ba t ahun 2005-2010,
keberhasilannya sangat dit ent ukan oleh dukungan aparat / personal, sarana dan
prasarana, pem biayaan, dukungan sert a kerjasam a dari berbagai pihak baik dari
Pem erint ah m aupun sw ast a dan m asyarakat .
Renst ra SKPD BPM PD t ahun 2011-2015 sebagai pedom an, landasan dan
refrensi dalam m enyusun Rencana Sat uan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD)
dasar evaluasi dan laporan pelaksanaan at as kinerja t ahunan dan lim a t ahun
kedepan.
Dem ikian Rencana St rat egis SKPD ini disusun dan diharapkan seluruh
aparat / personil BPM PD m em pedom ani pola kerangka penyusunan laporan
akunt abilit as kinerja dim asa dat ang.
KEPALA BPM PD
Drs. H. M uh. Sabir
Pangkat : Pem bina Tk. I