• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum BankIndonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum BankIndonesia"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

1

P

Po

ok

ko

ok

k

P

Po

ok

ko

ok

k

P

Pe

en

nj

je

el

la

as

sa

an

n

K

KE

EB

BI

IJ

JA

AK

KA

AN

N

G

GI

IR

RO

O

W

WA

AJ

JI

IB

B

M

MI

IN

NI

IM

MU

UM

M

D

DA

AL

LA

AM

M

R

RU

UP

PI

IA

AH

H

Dewan Gubernur Bank Indonesia pada Jumat, 3 September 2010 memutuskan untuk menaikkan Giro Wajib Minimum (GWM) Primer dalam Rupiah menjadi 8% dan menerapkan GWM LDR. Kebijakan tersebut dimaksudkan untuk merespons tekanan inflasi yang cenderung meningkat melalui pengelolaan ekses likuiditas perbankan. Penetapan besaran GWM tersebut telah mempertimbangkan kondisi likuiditas perbankan sehingga tidak mengurangi kemampuan bank dalam ekspansi kredit sesuai dengan rencana bisnis bank dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.

1. Latar Belakang:

1.1. Kinerja perekonomian domestik terus membaik dan disertai dengan terjaganya

stabilitas sektor keuangan. Namun, tekanan inflasi yang meningkat dan kondisi ekses

likuiditas perbankan yang persisten tinggi perlu direspon agar tidak mengakselerasi

ekspektasi inflasi yang dapat mengganggu stabilitas moneter.

1.2. Stabilitas sektor keuangan yang telah terpelihara selama ini perlu terus didukung oleh

penguatan kondisi sektor perbankan dalam menghadapi berbagai risiko yang muncul,

serta perbaikan fungsi intermediasi perbankan.

1.3. Stabilitas moneter dan sektor keuangan perlu terus ditingkatkan melalui pengelolaan

ekses likuiditas perbankan secara terukur, antara lain melalui penerapan GWM.

1.4. GWM dalam Rupiah yang berlaku perlu disesuaikan dengan memperhatikan kondisi

likuiditas perbankan serta peran bank dalam menjalankan fungsi intermediasi

sehingga tetap dapat memenuhi target ekspansi kredit sesuai dengan rencana bisnis

bank, terutama kredit untuk tujuan produktif dan meningkatkan kapasitas

perekonomian.

2. Kebijakan yang Ditempuh

GWM dalam Rupiah ini mencakup: GWM Primer 8% + GWM Sekunder 2,5% + GWM LDR

2.1. GWM Primer sebesar 8% DPK rupiah:

• Penyesuaian GWM Primer dalam rupiah dari 5% menjadi 8% dari DPK rupiah.

• Terhadap pemenuhan tambahan GWM Primer dalam rupiah sebesar 3% dari DPK rupiah akan diberikan jasa giro sebesar 2,5% p.a.

• Jasa giro tidak akan diberikan pada bank yang memiliki GWM Primer di bawah 8%.

2.2. GWM Sekunder sebesar 2,5% DPK rupiah:

(2)

2

2.3. GWM LDR

• GWM LDR ditetapkan dalam suatu kisaran yang dipandang mampu mendorong fungsi intermediasi perbankan namun tetap menjaga prinsip kehati-hatian.

• Berdasarkan tujuan di atas, kisaran target LDR ditetapkan dengan batas bawah 78% dan batas atas 100%.

• Bank-bank dengan LDR di luar kisaran tersebut akan dikenakan disinsentif dengan ketentuan sebagai berikut:

- Untuk bank yang memiliki LDR lebih rendah dari batas bawah target LDR

dikenakan disinsentif berupa tambahan GWM sebesar 0,1 dari DPK rupiah untuk

setiap 1% kekurangan LDR.

- Untuk bank yang memiliki LDR lebih tinggi dari batas atas target LDR dan

memiliki CAR lebih kecil dari 14% dikenakan disinsentif berupa tambahan GWM

sebesar 0,2 dari DPK rupiah untuk setiap 1% kelebihan LDR.

- Untuk bank yang memiliki LDR lebih dari batas atas target LDR namun memiliki

CAR 14% atau lebih tidak dikenakan tambahan GWM.

• Target LDR dan parameter disinsentif sebagaimana dimaksud di atas akan dievaluasi oleh Bank Indonesia sewaktu-waktu diperlukan.

3. Implementasi Kebijakan

Kebijakan GWM ini berlaku dalam beberapa bulan mendatang dengan rincian sebagai

berikut:

No. Kebijakan GWM dalam Rupiah Implementasi

1. GWM Primer 8% DPK rupiah 1 November 2010 2. GWM Sekunder 2,5% DPK rupiah Tetap berlaku

3. GWM LDR 1 Maret 2011

Masa tenggang waktu yang cukup lama tersebut dimaksudkan untuk memberikan waktu

yang cukup bagi perbankan dalam menyesuaikan pengelolaan likuiditasnya. Kebijakan

GWM dalam rupiah tersebut akan senantiasa dievaluasi dari waktu ke waktu sesuai

dengan kondisi perekonomian.

4. Penutup

Kebijakan GWM dalam rupiah tersebut di atas akan diatur lebih lanjut dalam Peraturan

Bank Indonesia. Untuk pertanyaan, dapat disampaikan kepada Direktorat Penelitian dan

Pengaturan Perbankan, Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter, serta

Direktorat Pengelolaan Moneter melalui:

• Telepon: 381-7166, 381-8203, 381-8339, 381-8187

• E-mail: [email protected]; [email protected]

Referensi

Dokumen terkait

Analisis sifat fisiko-kimia minyak biji kepuh dilakukan untuk mengetahui sifat-sifat minyak biji kepuh yang digunakan dalam penelitian meliputi rendemen, kadar air, bilangan

Hal ini dimungkinkan karena adanya komoditi yang hanya dapat diproduksi di daerah dan pada iklim tertentu, atau karena suatu negeri mempunyai kombinasi faktor-faktor produksi dan

Penetrasi politik Jepang selama 3,5 tahun tidak banyak meninggalkan monumen atau tinggalan bangunan bersejarah di Indonesia seperti halnya India dan Cina, akan tetapi kemiripan

 Launching figure Presiden Soekarno di Madame Tussaud Bangkok pada tanggal 24 September 2012 Silahkan ikuti terus TAT Jakarta melalui website dan situs jejaring sosial kami

Hal ini terlihat dengan memberikan insentif yang lebih sesuai untuk karyawan, karena sesuai dengan angkatan kerja dan kemampuannya dalam menghasilkan serta menghargai kerja

………. Sehubungan dengan itu, Saudara diwajibkan untuk segera menarik PSAT tersebut dari peredaran. Selanjutnya Saudara diminta untuk segera menghubungi Petugas Karantina