• Tidak ada hasil yang ditemukan

1.2 PENYELIDIKAN PENDAHULUAN GEOLOGI DAN GEOKIMIA DAERAH PANAS BUMI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "1.2 PENYELIDIKAN PENDAHULUAN GEOLOGI DAN GEOKIMIA DAERAH PANAS BUMI"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Lokasi Daerah Penyelidikan
Gambar 2. Peta Geologi Panas Bumi Daerah Kepanasan, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau
Gambar 4. Peta Geologi Panas Bumi Daerah Sungai Pinang, Kabupaten Kuantan Singingi,  Provinsi Riau
Gambar 7.Grafik Isotop δ18O Terhadap δ2H (Deuterium)

Referensi

Dokumen terkait

Merupakan produk kontak antara fluida asam yang berhubungan dengan sistem panas bumi dengan batuan sedimen, yang sehingga terjadi netralisasi membentuk mata air panas Cikawah

Indikasi adanya gejala panas bumi di daerah Sampuraga ditunjukkan oleh munculnya manifestasi panas bumi permukaan berupa mata air panas dan fumarol yang tersebar di daerah

Pembentukan sistem panas bumi di daerah Bora diperkirakan berkaitan erat dengan aktivitas tektonik yang menyebabkan terbentuknya zona depresi Bora dan memicu terjadinya

Metode geologi digunakan untuk mengetahui sebaran batuan, mengenali gejala tektonik, dan karakteristik fisik manifestasi panas bumi. Pemetaan morfologi, satuan

2) Lokasi pemunculan manifestasi panas bumi ditemukan pada tiga wilayah yaitu kecamatan Kecamatan Waeapo (Waesalit), Bata Bual (Waelawa), Kepala Madan (Waesekat), yang berupa mata

Manifestasi panas bumi di daerah Candi diketahui bahwa batuan penyusun sumur Umbul-Telomoyo terdiri dari mata air panas tersebut sampai kedalaman 502 m terdiri yang

Manifestasi panas bumi permukaan berupa mata air panas Kura dengan temperatur 58-81°C dan batuan ubahan di Kawah Karitemang pada bagian tengah daerah penyelidikan diindikasikan

Teknik Panas Bumi, [3] Tim Penyelidikan Rinci Geologi, Geokimia, dan Geofisika Terpadu Daerah Panas Bumi Merawa/Marana, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, 2004.. Laporan Penyelidikan