• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Capital Adequacy Ratio, Net Interest Margin, dan Loan To Deposit Ratio terhadap return saham pada Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2008-2010.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Capital Adequacy Ratio, Net Interest Margin, dan Loan To Deposit Ratio terhadap return saham pada Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2008-2010."

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

i

PENGARUH

CAPITAL ADEQUACY RATIO, NET

INTEREST MARGIN, LOAN TO DEPOSIT RATIO

TERHADAP

RETURN SAHAM

PADA PERUSAHAAN

PERBANKAN

YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

TAHUN 2008-2010

SKRIPSI

Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi pada Universitas Negeri Semarang

Oleh

Rintistya Kurniadi NIM 7250407063

JURUSAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

(2)

viii

SARI

Kurniadi, Rintistya. 2012. “Pengaruh Capital Adequacy Ratio, Net Interest Margin,

dan Loan To Deposit Ratio terhadap return saham pada Perusahaan Perbankan yang

terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2008-2010”. Skripsi. Jurusan akuntansi. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I. Drs. Subowo, M.Si. II. Indah Fajarini, SE, M.Si. Akt.

Kata kunci : Return Saham, CAR, NIM, LDR

Perbankan merupakan institusi yang cukup kompleks, khususnya dalam manajemen dana. Faktor-faktor yang berpengaruh didalamnya antara lain di dalam suatu bank harus dikelola dalam batas kerangka yang legal dan pengawasan yang ditentukan oleh undang-undang dan instansi pengawas, pada intinya bahwa bank harus dikelola secara berhati-hati. Faktor lainnya adalah hubungan antara suatu bank dengan nasabah adalah hubungan kepercayaan yang akhirnya pemegang saham perbankan menghendaki return yang diperoleh dari investasi sejenis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Capital Adequacy ratio (CAR), Net Interest

Margin (NIM), dan Loan To Deposit Ratio (LDR) terhadap return saham perusahaan

perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2008-2010.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2008-2010. Penentuan Sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 23 perusahaan perbankan yang memenuhi kriteria. Variabel yang digunakan adalah

return saham sebagai variabel dependen, sedangkan Capital Adequacy Ratio, Net

Interest Margin dan Loan To Deposit Ratio sebagai variabel independen. Metode

pengumpulan data berupa teknik dokumentasi dan analisis regresi linier berganda sebagai teknik analisis.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Capital Adequacy Ratio, Net

Interest Margin, dan Loan To Deposit Ratio secara simultan berpengaruh signifikan

terhadap return saham sebesar 16,1%. Berdasarkan hasil pengujian secara parsial Net

Interest Margin berpengaruh positif terhadap return saham sebesar 7,73%, Loan To

Deposit Ratio berpengaruh positif terhadap return saham sebesar 5,81%, sedangkan

Capital Adequacy Ratio tidak berpengaruh terhadap return saham sebesar 4,04%.

Referensi

Dokumen terkait

Rasio yang akan digunakan untuk menilai aspek permodalan, pada penelitian ini, adalah Capital Adequacy Ratio (CAR), yakni rasio kecukupan modal yang

Universitas Sumatera Utara.. Analisis Terhadap Rasio-Rasio Keuangan Untuk Mengukur Profitabilitas pada Bank-Bank Swasta Yang Go Public Di Bursa Efek Indonesia).. Analisis

Pengukuran kinerja bank dapat dilakukan dengan berbagai cara dan yang paling utama adalah dengan menggunakan analisis rasio keuangan untuk mengetahui beberapa aspek

Dapat disimpulkan bahwa LDR berpengaruh positif terhadap perolehan laba bank, sesuai penelitian Setyarini (2009) yang menyatakan semakin tinggi LDR suatu bank menunjukkan

Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel yang paling mempengaruhi profitabilitas (ROA) bank umum go public yang listed di BEI periode 2011-2015 secara berurutan adalah NPL,

Total kredit yang diberikan adalah kredit yang diberikan pada masyarakat bukan termasuk kredit yang diberikan pada bank lain, sementara dana yang dihimpun dari pihak ketiga

Hal tersebut menunjukan bahwa semakin tinggi Non performing Loan (NPL) maka akan semakin buruk kualitas kredit bank yang menyebabkan jumlah kredit bermasalah semakin besar, dan

Adapun hasil penelitian Wismaryanto 2013; Nureny 2019 menunjukkan bahwa NPL tidak berpengaruh terhadap harga saham Ha2: Non-Performing Loan berpengaruh negatif terhadap harga saham