• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. ANALISIS DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "4. ANALISIS DAN PEMBAHASAN"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

4.1. Deskripsi Tanggapan Responden

4.1.1. Hasil Penelitian Responden Tentang Aspek Kognitif

Tanggapan responden tentang aspek kognitif sesuai dengan table teori yang dinyatakan oleh Loudon Bitta (p. 327-328) dihitung berdasarkan jumlah total dari butir pertanyaan : 01.Consistency; 02.Attribution ; 03.Categorization ; 04.Objectification; 05.Autonomy ; 06.Exploration ; 07.Matching ; 08.Utilitaria.

Total tanggapan responden minimal 8 dan maksimal 40, dari hasil tersebut dibuat interval per kelas:

5 8 40 −

= 6,4, sehingga diperoleh interval setiap skor sebagai berikut : Skor 1 interval jumlah total : 8 - 14,39 ; Skor 2 interval jumlah total : 14,40 – 20,79 ; Skor 3 interval jumlah total : 20,80 – 27,19 ; Skor 4 interval jumlah total : 27,20 – 33,59 ; Skor 5 interval jumlah total : 33,6 – 40. Dari interval tersebut diperoleh jumlah tanggapan responden pada tabel 4.1.

Tabel 4.1. Tanggapan Responden Aspek Kognitif Kategori Frekuensi

(orang) Persentase Sangat tidak setuju

tidak setuju Netral setuju Sangat setuju

45 47

56 53 69

16,67 17,41 20,74 19,63 25,56

Jumlah 270 100,00

Sumber : Data Yang Diolah

Berdasarkan tabel diatas. tanggapan responden tentang aspek kognitif

mahasiswa Universitas Kristen Petra memiliki PDA-phone dapat dijelaskan setiap

jawaban sebagai berikut : sangat tidak setuju sebanyak 45 orang (16,67%), tidak

setuju sebanyak 47 orang (17,41%), netral sebanyak 53 orang (19,63%), sangat

setuju sebanyak 69 orang (25,56%). Hasil tanggapan responden menunjukkan

sebagian besar 65,93% (jawaban netral sampai sangat setuju) mahasiswa

Universitas Kristen Petra memiliki PDA-phone sebagai Alat komunikasi yang

(2)

mempunyai kemampuan yang seperti Komputer, dapat menjadi Tren baru sebagai alat komunikasi untuk kalangan menengah ke atas, dapat meningkatkan status mahasiswa, memiliki kemampuan software seperti Komputer. Seperti Microsoft word, Microsoft excel, dapat membuat lebih fleksible dan berkesan ekslusif, kemampuaannya sudah terbukti dan sedikit digunakan orang, kesesuaian antara manfaat atau fitur dengan harga dari PDA-phone, dapat membantu Tugas kuliah.

4.1.2. Hasil Penelitian Responden Tentang Afektif

Tanggapan responden tentang aspek afektif sesuai dengan table teori yang dinyatakan oleh Loudon Bitta (p. 327-328) dihitung berdasarkan jumlah total dari butir pertanyaan : 09.Tension-Reduction; 10.Expressive; 11.Ego- Defensive; 12.Reinforcement; 13.Assertion; 14.Affiliation ; 15.Identification ; 16.Modelling. Total tanggapan responden minimal 8 dan maksimal 40, dari hasil tersebut dibuat interval per kelas:

5 8

40 − = 6,4, sehingga diperoleh interval setiap

skor sebagai berikut : Skor 1 interval jumlah total : 8 - 14,39 ; Skor 2 interval jumlah total : 14,40 – 20,79 ; Skor 3 interval jumlah total : 20,80 – 27,19 ; Skor 4 interval jumlah total : 27,20 – 33,59 ; Skor 5 interval jumlah total : 33,6 – 40. Dari interval tersebut diperoleh jumlah tanggapan responden pada tabel 4.2.

Tabel 4.2 Tanggapan Responden Aspek Afektif Kategori Frekuensi

(orang) Persentase Sangat tidak setuju

tidak setuju Netral setuju Sangat setuju

60 44

49 42 75

22,22 16,30 18,15 15,56 27,78

Jumlah 270 100,00

Sumber : Data Yang Diolah

Berdasarkan tabel diatas. tanggapan responden tentang aspek afektif

mahasiswa Universitas Kristen Petra memiliki PDA-phone dapat dijelaskan setiap

jawaban sebagai berikut : sangat tidak setuju sebanyak 60 orang (22,22%), tidak

(3)

setuju sebanyak 44 orang (16,30%), netral sebanyak 49 orang (18,15%), sangat setuju sebanyak 75 orang (27,78%). Hasil tanggapan responden menunjukkan sebagian besar 61,49% (jawaban netral sampai sangat setuju) mahasiswa Universitas Kristen Petra memiliki PDA Phone dapat meningkatkan status karena cocok untuk dibuat sebagai tren kalangan atas, menggunakan PDA-phone agar dianggap berkelas sosial tinggi, menaikan status dan tidak diremehkan oleh orang lain, fungsi-fungsinya dan status saya meningkat, meningkatkan status social, memperbanyak teman sesama pemakai PDA-phone, membantu dalam mengerjakan tugas-tugas kuliah, ikut-ikutan teman.

4.1.3. Hasil Penelitian Responden Tentang Aktif

Tanggapan responden tentang aspek aktif sesuai dengan table teori yang dinyatakan oleh Loudon Bitta (p. 327-328) dihitung berdasarkan jumlah total dari butir pertanyaan : 01.Consistency; 02.Attribution;

05.Autonomy;06.Exploration; 09.Tension-Reduction;10.Expressive; 13.Assertion;

14.Affiliation. Total tanggapan responden minimal 8 dan maksimal 40, dari hasil tersebut dibuat interval per kelas:

5 8 40 −

= 6,4, sehingga diperoleh interval setiap skor sebagai berikut : Skor 1 interval jumlah total : 8 - 14,39 ; Skor 2 interval jumlah total : 14,40 – 20,79 ; Skor 3 interval jumlah total : 20,80 – 27,19 ; Skor 4 interval jumlah total : 27,20 – 33,59 ; Skor 5 interval jumlah total : 33,6 – 40. Dari interval tersebut diperoleh jumlah tanggapan responden pada tabel 4.3.

Tabel 4.3.Tanggapan Responden Aspek Aktif Kategori Frekuensi

(orang) Persentase Sangat tidak setuju

tidak setuju Netral setuju Sangat setuju

42 57

55 57 66

16,67 17,78 20,37 18,89 26,30

Jumlah 270 100,00

Sumber : Data Yang Diolah

(4)

Berdasarkan tabel diatas. tanggapan responden tentang aspek afektif mahasiswa Universitas Kristen Petra memiliki PDA-phone dapat dijelaskan setiap jawaban sebagai berikut : sangat tidak setuju sebanyak 42 orang (16,67%), tidak setuju sebanyak 57 orang (17,78%), netral sebanyak 55 orang (20,37%), sangat setuju sebanyak 66 orang (26,30%). Hasil tanggapan responden menunjukkan sebagian besar 65,56% (jawaban netral sampai sangat setuju) mahasiswa.

4.1.4. Hasil Penelitian Responden Tentang Pasif

Tanggapan responden tentang aspek pasif sesuai dengan table teori yang dinyatakan oleh Loudon Bitta (p. 327-328) dihitung berdasarkan jumlah total dari butir pertanyaan :03.Categorization;04.Objectification;

07.Matching;08.Utilitarian;11.Ego-Defensive;12.Reinforcement; 15 Identification

;16.Modelling. Total tanggapan responden minimal 8 dan maksimal 40, dari hasil tersebut dibuat interval per kelas:

5 8

40 − = 6,4, sehingga diperoleh interval setiap

skor sebagai berikut : Skor 1 interval jumlah total : 8 - 14,39 ; Skor 2 interval jumlah total : 14,40 – 20,79 ; Skor 3 interval jumlah total : 20,80 – 27,19 ; Skor 4 interval jumlah total : 27,20 – 33,59 ; Skor 5 interval jumlah total : 33,6 – 40. Dari interval tersebut diperoleh jumlah tanggapan responden pada tabel 4.4.

Tabel 4.4. Tanggapan Responden Aspek Pasif Kategori Frekuensi

(orang) Persentase Sangat tidak setuju

tidak setuju Netral setuju Sangat setuju

49 56

58 49 58

18,15 20,74 21,48 18,15 21,48

Jumlah 270 100,00

Sumber : Data Yang Diolah

Berdasarkan tabel diatas. tanggapan responden tentang aspek pasif

mahasiswa Universitas Kristen Petra memiliki PDA-phone dapat dijelaskan setiap

jawaban sebagai berikut : sangat tidak setuju sebanyak 49 orang (18,15%), tidak

(5)

setuju sebanyak 56 orang (20,74%), netral sebanyak 58 orang (21,48%), setuju sebanyak 49 orang (18,15%), sangat setuju sebanyak 58 orang (21,48%). Hasil tanggapan responden menunjukkan sebagian besar 61,11% (jawaban netral sampai sangat setuju) mahasiswa.

4.2. Tabulasi Silang Motif Kognitif, Afektif dengan Aktif, Pasif

Berdasarkan table yang dinyatakan oleh Loudon Bitta (p. 327-328) dapat dilakukan tabulasi silang antara : (1) Kognitif – Aktif ; (2) Kognitif – Pasif ; (3) Afektif – Aktif ; (4) Afektif – Pasif

4.2.1. Tabulasi Silang Motif Kognitif dengan Aktif

Berdasarkan hasil tanggapan responden pada motif kognitif dan aktif pada table 4.1 dan table 4.3, dapat dilakukan tabulasi silang dengan hasil pada table 4.5

Tabel 4.5. Tabulasi Silang Motif Kognitif dengan Aktif Aktif

Kognitif Frekuensi Sangat Tidak Setuju

Tidak

Setuju Netral Setuju Sangat Setuju

Total

Observasi 12 8 9 7 9 45

Sangat Tidak

Setuju Persen (%) 4,44 2,96 3,33 2,59 3,33 16,67

Observasi 6 15 11 8 8 48

Tidak Setuju Persen (%) 2,22 5,56 4,07 2,96 2,96 17,78

Observasi 6 15 16 9 9 55

Netral

Persen (%) 2,22 5,56 5,93 3,33 3,33 20,37

Observasi 8 10 10 18 5 51

Setuju

Persen (%) 2,96 3,70 3,70 6,67 1,85 18,89

Observasi 10 9 9 8 35 71

Sangat

Setuju Persen (%) 3,70 3,33 3,33 2,96 12,96 26,30

Observasi 42 57 55 50 66 270

Total Persen (%) 15,56 21,11 20,37 18,52 24,44 100,00

Sumber : Data Yang Diolah

(6)

Berdasarkan table di atas dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Tanggapan responden sangat tidak setuju pada motif kognitif memiliki PDA- phone dapat meningkatkan status mahasiswa, mempunyai kemampuan seperti computer dan aktif sebanyak 12 orang (4,44%).

2. Tanggapan responden tidak setuju pada motif kognitif memiliki PDA-phone dapat meningkatkan status mahasiswa, mempunyai kemampuan seperti computer dan aktif sebanyak 15 orang (5,56%).

3. Tanggapan responden netral pada motif kognitif memiliki PDA-phone dapat meningkatkan status mahasiswa, mempunyai kemampuan seperti computer dan aktif sebanyak 16 orang (5,93%).

4. Tanggapan responden setuju pada motif kognitif memiliki PDA-phone dapat meningkatkan status mahasiswa, mempunyai kemampuan seperti computer dan aktif sebanyak 18 orang (6,67%).

5. Tanggapan responden sangat setuju pada motif kognitif memiliki PDA-phone dapat meningkatkan status mahasiswa, mempunyai kemampuan seperti computer dan aktif sebanyak 35 orang (12,96%).

Dari table tersebut kita bisa mengetahui motif kognitif dan aktif ini seberapa banyak responden yang sangat setuju sampai dengan yang sangat tidak setuju. Di motif ini menggabungkan antara motif sesuatu hal yang lebih rasional dan kenyataannya dengan sesuatu hal yang diinginkan, secara aktif mencari sesuai yang dibutuhkan. Contohnya seperti: Tanggapan responden sangat tidak setuju pada motif kognitif memiliki PDA-phone dapat meningkatkan status mahasiswa, mempunyai kemampuan seperti komputer dan aktif sebanyak 12 orang (4,44%).

Sehingga kita dapat mengetahui jenis responden memiliki PDA-phone yang memiliki motif kognitif dan aktif. Sehingga perusahaan dapat memilah-milah konsumen mana yang dapat menjadi target perusahaan tersebut.

4.2.2. Tabulasi Silang Motif Kognitif dengan Pasif

Berdasarkan hasil tanggapan responden pada motif kognitif dan pasif pada

table 4.1 dan table 4.4, dapat dilakukan tabulasi silang dengan hasil pada table 4.6

(7)

Tabel 4.6. Tabulasi Silang Motif Kognitif dengan Pasif Pasif

Kognitif Frekuensi Sangat Tidak Setuju

Tidak

Setuju Netral Setuju Sangat Setuju

Total

Observasi 10 8 9 11 7 45

Sangat Tidak

Setuju Persen (%) 3,7 2,96 3,33 4,07 2,59 16,67

Observasi 9 17 10 6 6 48

Tidak Setuju Persen (%) 3,33 6,3 3,7 2,22 2,22 17,78

Observasi 11 9 21 9 5 55

Netral

Persen (%) 4,07 3,33 7,78 3,33 1,85 20,37

Observasi 10 12 8 12 9 51

Setuju

Persen (%) 3,7 4,44 2,96 4,44 3,33 18,89

Observasi 9 10 10 11 31 71

Sangat

Setuju Persen (%) 3,33 3,7 3,7 4,07 11,48 26,3

Observasi 49 56 58 49 58 270

Total Persen (%) 18,15 20,74 21,48 18,15 21,48 100,00

Sumber : Data Yang Diolah

Berdasarkan table di atas dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Tanggapan responden sangat tidak setuju pada motif kognitif memiliki PDA- phone dapat meningkatkan status mahasiswa, mempunyai kemampuan seperti komputer dan pasif sebanyak 10 orang (3,7%).

2. Tanggapan responden tidak setuju pada motif kognitif memiliki PDA-phone dapat meningkatkan status mahasiswa, mempunyai kemampuan seperti komputer dan pasif sebanyak 17 orang (6,3%).

3. Tanggapan responden netral pada motif kognitif memiliki PDA-phone dapat meningkatkan status mahasiswa, mempunyai kemampuan seperti komputer dan pasif sebanyak 21 orang (7,78%).

4. Tanggapan responden setuju pada motif kognitif memiliki PDA-phone dapat meningkatkan status mahasiswa, mempunyai kemampuan seperti komputer dan pasif sebanyak 12 orang (4,44%).

5. Tanggapan responden sangat setuju pada motif kognitif memiliki PDA-phone

dapat meningkatkan status mahasiswa, mempunyai kemampuan seperti

komputer dan pasif sebanyak 31 orang (11,48%).

(8)

Dari data tabulasi silang tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa seberapa besar responden yang setuju dan yang tidak setuju. Karena menggabungkan antara motif responden yang mengetahui kecanggihan PDA-phone tetapi tidak secara aktif mencari tahu sejauh mana detail fitur-fitur yang dimiliki oleh PDA-phone. seperti:

Tanggapan responden sangat tidak setuju pada motif kognitif memiliki PDA- phone dapat meningkatkan status mahasiswa, mempunyai kemampuan seperti komputer dan pasif sebanyak 10 orang (3,7%).

4.2.3. Tabulasi Silang Motif Afektif dengan Aktif

Berdasarkan hasil tanggapan responden pada motif kognitif dan aktif pada table 4.2 dan table 4.3, dapat dilakukan tabulasi silang dengan hasil pada table 4.7

Tabel 4.7. Tabulasi Silang Motif Afektif dengan Aktif Aktif

Afektif Frekuensi Sangat Tidak Setuju

Tidak

Setuju Netral Setuju Sangat Setuju

Total

Observasi 10 10 12 8 6 46

Sangat Tidak

Setuju Persen (%) 3,7 3,7 4,44 2,96 2,22 17,04

Observasi 11 12 6 5 12 46

Tidak Setuju

Persen (%) 4,07 4,44 2,22 1,85 4,44 17,04

Observasi 5 10 23 6 10 54

Netral Persen (%) 1,85 3,7 8,52 2,22 3,7 20

Observasi 6 13 5 15 6 45

Setuju

Persen (%) 7 9,5 9,17 8,33 11 45

Observasi 10 12 9 16 32 79

Sangat

Setuju Persen (%) 3,7 4,44 3,33 5,93 11,85 29,26

Observasi 42 57 55 50 66 270

Total

Persen (%) 15,56 21,11 20,37 18,52 24,44 100,00 Sumber : Data Yang Diolah

Berdasarkan table di atas dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Tanggapan responden sangat tidak setuju pada motif afektif yaitu dapat

meningkatkan status karena cocok untuk dibuat sebegai tren kalangan atas,

(9)

memperbanyak teman sesama pemakai PDA-phone dan aktif sebanyak 10 orang (3,7%).

2. Tanggapan responden tidak setuju pada motif afektif yaitu dapat meningkatkan status karena cocok untuk dibuat sebegai tren kalangan atas, memperbanyak teman sesama pemakai PDA-phone dan aktif sebanyak 12 orang (4,44%).

3. Tanggapan responden netral pada motif afektif yaitu dapat meningkatkan status karena cocok untuk dibuat sebegai tren kalangan atas, memperbanyak teman sesama pemakai PDA-phone dan aktif sebanyak 23 orang (8,52%).

4. Tanggapan responden setuju pada motif afektif yaitu dapat meningkatkan status karena cocok untuk dibuat sebegai tren kalangan atas, memperbanyak teman sesama pemakai PDA-phone dan aktif sebanyak 15 orang (8,33%).

5. Tanggapan responden sangat setuju pada motif afektif yaitu dapat meningkatkan status karena cocok untuk dibuat sebegai tren kalangan atas, memperbanyak teman sesama pemakai PDA-phone dan aktif sebanyak 32 orang (11,85%).

Dari table tabulasi silang ini dapat diketahui sejauh mana responden yang setuju dan yang tidak setuju dengan motif afektif dan aktif. Karena menggabungkan antara apa yang diinginkan tanpa tahu lebih lanjut sebetulnya barang tersebut baik atau buruk, mengikuti perasaannya dengan secara aktif mencari tahu tentang suatu barang. Seperti pada responden setuju pada motif afektif yaitu dapat meningkatkan status karena cocok untuk dibuat sebegai tren kalangan atas, memperbanyak teman sesama pemakai PDA-phone dan aktif sebanyak 15 orang (8,33%).

4.2.4. Tabulasi Silang Motif Afektif dengan Pasif

Berdasarkan hasil tanggapan responden pada motif kognitif dan pasif pada

table 4.2 dan table 4.4, dapat dilakukan tabulasi silang dengan hasil pada table 4.8.

(10)

Tabel 4.8. Tabulasi Silang Motif Afektif dengan Pasif Pasif

Afektif

(X1) Frekuensi Sangat Tidak Setuju

Tidak

Setuju Netral Setuju Sangat Setuju

Total

Observasi 15 10 10 6 5 46

Sangat Tidak

Setuju Persen (%) 5,56 3,7 3,7 2,22 1,85 17,04

Observasi 8 15 9 5 9 46

Tidak Setuju Persen (%) 2,96 5,56 3,33 1,85 3,33 17,04

Observasi 7 10 21 8 8 54

Netral

Persen (%) 2,59 3,7 7,78 2,96 2,96 20

Observasi 7 8 8 16 6 45

Setuju

Persen (%) 2,59 2,96 2,96 5,93 2,22 16,67

Observasi 12 13 10 14 30 79

Sangat

Setuju Persen (%) 4,44 4,81 3,7 5,19 11,11 29,26

Observasi 49 56 58 49 58 270

Total Persen (%) 18,15 20,74 21,48 18,15 21,48 100,00

Sumber : Data yang diolah

Berdasarkan table di atas dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Tanggapan responden sangat tidak setuju pada motif afektif yaitu dapat meningkatkan status karena cocok untuk dibuat sebagai tren kalangan atas, memperbanyak teman sesama pemakai PDA-phone dan pasif sebanyak 15 orang (5,56%).

2. Tanggapan responden tidak setuju pada motif afektif yaitu dapat meningkatkan status karena cocok untuk dibuat sebegai tren kalangan atas, memperbanyak teman sesama pemakai PDA-phone dan pasif sebanyak 15 orang (5,56%).

3. Tanggapan responden netral pada motif afektif yaitu dapat meningkatkan status karena cocok untuk dibuat sebegai tren kalangan atas, memperbanyak teman sesama pemakai PDA-phone dan pasif sebanyak 21 orang (7,78%).

4. Tanggapan responden setuju pada motif afektif yaitu dapat meningkatkan status karena cocok untuk dibuat sebegai tren kalangan atas, memperbanyak teman sesama pemakai PDA-phone dan pasif sebanyak 16 orang (5,93%).

5. Tanggapan responden sangat setuju pada motif afektif yaitu dapat

meningkatkan status karena cocok untuk dibuat sebegai tren kalangan atas,

(11)

memperbanyak teman sesama pemakai PDA-phone dan pasif sebanyak 30 orang (11,11%)

Pada table tabulasi silang ini dapat diketahui secara jelas responden yang setuju dan yang tidak setuju dengan pemakaian PDA Phone apakah cocok digunakan sebagai trend kalangan atas, apakah sesuai dengan keinginannya tetapi tidak secara aktif mencari tahu tentang barang tersebut, atau bersifat pasif. Seperti pada Tanggapan responden tidak setuju pada motif afektif yaitu dapat meningkatkan status karena cocok untuk dibuat sebegai tren kalangan atas, memperbanyak teman sesama pemakai PDA-phone dan pasif sebanyak 15 orang (5,56%).

4.2.5. Nilai Rata-Rata Kognitif dan Afektif

Berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Loudon Bitta (p. 327-328) dapat disusun nilai rata-rata setiap komponen motif sebagai berikut :

Tabel 4.9. Nilai Rata-rata Komponen Motif

Active

3,1221 Passive

3,0638 Motif

Internal

3,1212 External

3,1230 Internal

3,0777 External

3,0499 Preservation

3,1435

01.Consistency 3,3222

02.Attribution 3,1481

03.Categorization 3,0593

04.Objectification 3,0444 Cognitive

3,1616

Growth 3,1796

05.Autonomy 3,1407

06.Exploration 3,137

07.Matching 3,1926

08.Utilitarian 3,2481 Preservation

3,0433

09.Tension- Reduction 2,981

10.SelfExpressive 3,096

11.Ego-Defensive 3,115

12.Reinforcement 2,981 Affective

3,0245

Growth 3,0055

13.Assertion 3,041

14.Affiliation 3,111

15.Identification 2,944

16.Modelling 2,926

Sumber : Data yang diolah

Dan dari Tabel 4.9 dapat menggambakan bahwa konsumen relative setuju

bahwa PDA-phone sebagai alat komunikasi yang mempunyai kemampuan yang

seperti komputer (Consistency), PDA-phone dapat menjadi tren baru sebagai alat

komunikasi memenuhi kebutuhan pebisnis dan mahasiwa (Attribution),

bermampuaannya seperti komputer berjalan dan dapat meningkatkan status sosial

mahasiswa (Categorization), PDA-phone memiliki kemampuan software seperti

(12)

komputer. Seperti Microsoft word, Microsoft excel, dll (Objectification), dengan menggunakan PDA- phone dapat membuat lebih fleksible dan berkesan ekslusif (Autonomy), kemampuaannya sudah terbukti dan sedikit digunakan orang (Exploration), ada kesesuaian antara manfaat atau fitur dengan harga dari PDA- phone (Matching), mempunyai game dan fungsi office yang dapat membantu mengerjakan tugas dan mengisi waktu senggang (Utilitarian), mengekspresikan diri seperti kalangan eksekutif muda dan pebinis (Self-Expressive), ingin menaikan status dan tidak diremehkan oleh orang lain (Ego-Defensive), PDA- phone dapat menyatakan pribadi pemakai seperti kelas social (Assertion), Dengan PDA-phone saya dapat memperbanyak teman sesama pemakai PDA-Phone (Affiliation),

Sedangkan yang relatif kurang setuju saya merasa PDA-phone dapat

meningkatkan status karena kategori menengah ke atas (Tension-Reduction), Saat

saya mencoba menggunakan dan saya merasa puas dengan kualitas dan nyaman

saat dipakai (Reinforcement), saya memiliki PDA-phone karena dengan

menggunakan PDA-phone menujukan golangan ekonomi menengah atas

(Identification), Saya tertarik membeli PDA-phone karena ikut-ikutan teman

(Modelling).

Referensi

Dokumen terkait

Sebenarnya, jika menghayati definisi yang dikemukakan oleh Undang-Undang No.13 Tahun 2003, dalam hal ini Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat sudah mencoba untuk mengangkat

kontekstual peserta didik dapat menunjukkan sikap cermat dan teliti dalam menjelaskan konsep barisan aritmatika dan mampu menentukan nilai suku ke-n suatu

Kedua, kinerja yang ditunjukkan oleh guru masih rendah Ketiga, Gaya kepemimpinan yang relevan digunakan oleh kepala sekolah SDN 2 Pemecutan dalam meningkatkan kinerja guru adalah

sekolah SMP Negeri 5 Kabupaten Banggai melakukan hal- hal yang sama dengan sekolah- sekolah termaju yang berada di kabupaten Banggai untuk memajukan dan peningkatan

biasa digunakan sehari-hari (tidak terlalu formal). Contohnya seperti, buku dongeng, novel, cerpen, drama, dan lain-lain. Ketiga adalah karya tulis populer adalah karya

Untuk mengurangi pengeluaran biaya dan waktu yang tidak perlu, pada tahap awal skrining dapat dilakukan oleh perawat atau tenaga medis terlatih dengan menggunakan kuesioner

a.. +uatu perusahaan akan memproduksi 9 macam barang.. yang jumlahnya tidak boleh lebih dari&L unit. "euntungan dari kedua produk tersebut masing- masing adalah

Merujuk pada hasil wawancara dan analisis terhadap enam pengguna jilbab yang telah dilakukan, Penulis mencoba untuk memperoleh pengalaman dan pemahaman pengguna