• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN METODE STEPPING STONE UNTUK TRANSPORTASI PENGIRIMAN BARANG PADA CV. MITRA TRANS LOGISTICS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENERAPAN METODE STEPPING STONE UNTUK TRANSPORTASI PENGIRIMAN BARANG PADA CV. MITRA TRANS LOGISTICS"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

173

PENERAPAN METODE STEPPING STONE UNTUK TRANSPORTASI

PENGIRIMAN BARANG PADA CV. MITRA TRANS LOGISTICS

Fanny Okfiany Fahmi

Mahasiswa Teknik Informatika STMIK Budi Darma Jl. Sisingamangaraja No. 338 Simpang Limun, Medan

ABSTRAK

Transportasi adalah perpindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan sebuah kendaran yang digerakkan oleh manusia atau mesin. Masalah transportasi adalah masalah pemograman linier pada umumnya berhubungan dengan distribusi suatu produk tunggal dari beberapa sumber, dengan penawaran terbatas menuju beberapa tujuan, dengan biaya tertentu pada biaya transport minimum.Tujuan dari model transportasi adalah merencanakan pengiriman sesuatu dari sumber- sumber ketujuan sedemikian rupa untuk meminimumkan total biaya transportasi. Transportasi dikatakan seimbang jika total jumlah antara sumber dan tujuan sama. Sedangkan transportasi dikatakan tidak seimbang jika sumber lebih besar dari tujuan atau jumlah sumber lebih kecil dari tujuan. Permasalahan tersebut diselesaikan pada batas dari suatu situasi khusus pada waktu tertentu. Ketika sebuah masalah mempunyai variasi waktu teknik riset operasi lainnya harus mampu menyelesaikan masalah tersebut secara dinamis.Permasalahan pada optimalisasi biaya transportasi adalah bagaimana meminimalkan biaya transportasi pengiriman barang dari beberapa lokasi sumber (supply) ke beberapa lokasi tujuan (demand) dan permasalahan ini merupakan permasalahan linier yang mempunyai karakter khusus, yaitu cenderung membutuhkan sejumlah pembatas yang relatif banyak, sehingga penggunaan komputer untuk mengolah data akan sangat membantu dalam menyelesaikan persoalan tersebut.Metode stepping stone adalah metode untuk mendapatkan solusi optimal masalah transportasi (TC yang minimum), metode ini bersifat trial and error, yaitu dengan mencoba-coba memindahkan sel yang ada isinya (stone) ke sel yang kosong (water). Tentu saja pemindahan ini harus mengurangi biaya, untuk itu harus dipilih sedemikian rupa sel-sel kosong yang biaya transportasinya kecil dan memungkinkan dilakukan pemindahan.

Kata Kunci: Transportasi Pengiriman Barang, Teknik Riset Operasi, dan Stepping Stone I. PENDAHULUAN

Pada era globalisasi sekarang ini perkembangan disegala kehidupan semakin pesat, terutama dibidang Expedisi. Expedisi merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa pengiriman dalam kegiatannya jasa pengiriman menggunakan banyak sekali alat bantu. Apabila alat bantu tersebut sudah tidak layak pakai maka harus diadakan penggantian alat.

Salah satu penggunaan alat yang memegang peranan penting di dalam proses pengiriman barang adalah komputer. Karena segala aktivitas pembuatan surat – surat, pencatatan dan penyimpanan data sebagian besar dilakukan dengan menggunakan komputer. Dalam penggunaannya, sistem informasi expedisi dapat digunakan untuk membantu publik pemerintah ataupun individual dalam mengambil keputusan terbaik atau mencari solusi untuk masalah tertentu yang erat kaitannya dengan obyek – obyek dipermukaan bumi. Karena kemudahan dalam pengelolaan dan penggunaannya.

Transportasi adalah perpindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan sebuah kendaran yang digerakkan oleh manusia atau mesin. Masalah transportasi adalah masalah pemograman linier pada umumnya berhubungan dengan distribusi suatu produk tunggal dari beberapa sumber, dengan penawaran terbatas menuju beberapa tujuan, dengan biaya tertentu pada biaya transport minimum. Banyak model riset operasi yang sudah

dikembangkan yang berhubungan dengan komputer salah satunya adalah program linier. Program linier merupakan model riset operasi yang paling banyak digunakan dalam bidang industri, transportasi, perdagangan, ekonomi dan berbagai bidang lainnya.

Tujuan dari model transportasi adalah merencanakan pengiriman sesuatu dari sumber- sumber ketujuan sedemikian rupa untuk meminimumkan total biaya transportasi. Transportasi dikatakan seimbang jika total jumlah antara sumber dan tujuan sama. Sedangkan transportasi dikatakan tidak seimbang jika sumber lebih besar dari tujuan atau jumlah sumber lebih kecil dari tujuan. Permasalahan tersebut diselesaikan pada batas dari suatu situasi khusus pada waktu tertentu. Ketika sebuah masalah mempunyai variasi waktu teknik riset operasi lainnya harus mampu menyelesaikan masalah tersebut secara dinamis.

Permasalahan pada optimalisasi biaya transportasi adalah bagaimana meminimalkan biaya transportasi pengiriman barang dari beberapa lokasi sumber (supply) ke beberapa lokasi tujuan (demand) dan permasalahan ini merupakan permasalahan linier yang mempunyai karakter khusus, yaitu cenderung membutuhkan sejumlah pembatas yang relatif banyak, sehingga penggunaan komputer untuk mengolah data akan sangat membantu dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

(2)

error, yaitu dengan mencoba-coba memindahkan sel yang ada isinya (stone) ke sel yang kosong (water). Tentu saja pemindahan ini harus mengurangi biaya, untuk itu harus dipilih sedemikian rupa sel-sel kosong yang biaya transportasinya kecil dan memungkinkan dilakukan pemindahan.

II. LANDASAN TEORI A. Teknik Riset Operasi

Riset operasi sebagai metode ilmiah (scientific mthod) yang memungkinkan para manajer mengambil keputusan mengenai kegiatan yang mereka tangani dengan dasar kuantitatif (Morse dan Kimball, 1951). Tampaknya definisi ini kurang tegas, karena tidak tercermin perbedaan antara riset operasi dengan disiplin ilmu yang lain. Sedangkan Churchman, Arkoff dan Arnoff (1957), “Introduction to Operation Research” mengemukakan pengertian riset operasi sebagai aplikasi metoda-metoda. Teknik-teknik dan peralatan- peralatan ilmiah dalam menghadapi masalah- masalah yang timbul di dalam operasi perusahaan dengan tujuan ditemukannya pemecahan yang optimum masalah- masalah tersebut. Dua penulis lain, Miller dan M. K. Star (1960), “Executive Decisions and Operation Research” mengartikan riset operasi sebagai peralatan manajemen yang menyatukan ilmu pengetahuan, matematika, dan logika dalam kerangka pemecahan masalah – masalah yang dihadapi sehari – hari, sehingga akhirnya permasalahan tersebut dapat dipecahkan secara optimal.

Dari ketiga definisi diatas dapat disimpulkan bahawa riset operasi berkenaan dengan pengambilan keputusan optimal dalam, dan penyusunan model dari, sistem – sistem baik deterministic maupun probabilistik yang berasal dari kehidupan nyata.

B. Metode Stepping Stone

Metode Stepping Stone adalah metode yang digunakan untuk menghasilkan pemecahan layak bagi masalah transportasi dengan biaya- biaya operasi (biaya pabrik dan biaya transportasi) sehingga mendapatkan biaya pengiriman relatif.

Metode ini dilakukan dengan membuat siklus- siklus pengalihan alokasi ke kotak- kotak yang tidak terisi (variabel non baris). Sebelumnya diperiksa dulu apakah jumlah kotak yang terisi pada solusi awal telah memenuhi jumlah (m+n-1), bila belum maka dilakukan penambahan jumlah kotak yang terisi dengan cara memberikan alokasi nol pada kotak yang kosong. Beberapa hal penting yang perlu disebutkan dengan penyusunan jalur Stepping Stone. 1. Arah yang diambil baik searah maupun berlawanan arah dengan jarum jam adalah tidak penting dalam membuat jalur tertutup.

2. Hanya ada satu jalur tertutup untuk kotak kosong.

3. Jalur hanya mengikuti kotak terisi (terjadi perubahan arah), kecuali pada kotak kosong yang sedang dievaluasi.

4. Baik kotak terisi maupun kosong dapat dilewati dalam penyusunan jalur tertutup.

5. Suatu jalur dapat melintasin dirinya.

6. Sebuah penambahan dan sebuah pengurangan yang sama besar harus kelihatan pada setiap baris dan kolom pada jalur itu.

Adapun tujuan dari jalur ini adalah untuk

mempertahankan kendala penawaran dan

permintaan sambil melakukan alokasi ulang barang ke suatu kotak kosong. Semua kotak kosong

dievaluasi dengan cara yang sama untuk

menentukan apakah kotak tersebut dapat

menurunkan biaya dan karena itu menjadi calon

entering variable. Entering variable adalah kotak

kosong yang mempunyai nilai negatif pada jalur penambahan dan pengurangan biaya.

Aturan siklus dari metode stepping stone adalah sebagai berikut :

1) Suatu siklus perubahan pengalokasian tidak

boleh mengubah nilai penawaran dan

permintaan.

2) Dalam satu siklus hanya boleh terdapat satu kotak kosong (variabel non baris) yang terlibat. 3) Suatu siklus berawal dan berakhir pada kotak

yang sama.

4) Hanya boleh ada 2 kotak yang beturutan yang terlibat yang terletak pada baris/kolom yang sama.

Jadi, pada metode stepping stone pengujian didasarkan pada hasil perhitungan perubahan biaya dari siklus yang intinya adalah untuk mencoba mengalokasikan pada kotak yang kosong (variabel non baris).

III. ANALISA DAN PERANCANGAN

Pengolahan data pengiriman barang pada CV. Mitra Trans Logistics belum menggunakan komputer, namun pengiriman barang masih dilakukan dengan sistem manual dan melakukan tahapan yang rumit akan diganti dengan menggunakan sistem komputer sehingga pengiriman barang dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. Sehingga memudahkan karyawan dalam melakukan pekerjaan, system yang akan dibuat untuk menguntungkan berbagai pekerjaan kantor untuk mengatasi tugas – tugas karyawan yang sering menumpuk dan menunda – nunda dalam pekerjaannya karena peralatan yang digunakan tidak memadai. Adapun proses pengiriman barang pada CV. Mitra Trans Logistics dilakukan dengan cara sebagai berikut :

1. Pengumpulan barang yang akan dikirimkan. 2. Menulis bon atau kwitansi barang.

3. Menulis nama pengirim dan penerima barang serta alamat yang jelas.

(3)

5. Menulis total biaya pengiriman biaya. 6. Kemudian barang dikirimkan.

Selain itu pengiriman barang sering kali dilakukan tanpa perhitungan biaya. Menulis nama pengirim dan penerima barang serta alamat yang jelas sering menimbulkan pemborosan biaya pengiriman pada CV. Mitra Trans Logistics.

Tabel 1. Data Pengiriman Barang CV. Mitra Trans Logistics No . Jenis Barang Pematan g Siantar Padang Sidempu an Rantau Prapat Kapasi tas Mobil 1 Dokumen 25 kg 20 kg 10 kg 70 kg 2 Paket 100 kg 80 kg 120 kg 300 kg Total Berat 100 kg 120 kg 150 kg 370 kg

Metode Stepping Stone adalah metode yang digunakan dalam merubah alokasi produk untuk mendapatkan alokasi produksi yang optimal menggunakan cara trial and error atau coba – coba. Walaupun merubah alokasi dengan cara coba – coba, namun ada syarat yang harus diperhatikan yaitu dengan melihat pengurangan biaya per unit yang lebih besar dari pada penambahan biaya per unitnya.

Pada CV. Mitra Trans Logistics memiliki 2 jenis barang pengiriman dengan kapasitas 70 kg dan 300 kg, dan mempunyai 3 tujuan daerah Pematang Siantar, Padang Sidempuan, dan Rantau Parapat dengan daya tampung pengiriman 100 kg, 120 kg, dan 150 kg. Biaya pengangkutan setiap kg barang ke daerah tujuan pengiriman barang adalah sebagai berikut :

Tabel 2. Biaya Pengangkutan setiap kg dari asal ke tempat tujuan

Jenis Barang

Daerah Tujuan per kg (dalam ribuan Rp) Pematang Siantar Padang Sidimpuan Rantau Prapat Dokumen 10 15 12 Paket 15 30 25

Langkah – langkah dalam metode ini adalah sebagai berikut :

1. Penyusunan Tabel Alokasi

Tabel 3. Tabel Alokasi

2. Prosedur Alokasi

Setelah data tersusun dalam bentuk tabel, maka langkah selanjutnya adalah mengalokasikan barang ke tujuan daerah tempat pengiriman akan dilakukan.. Pedoman yang merupakan prosedur alokasi sistematis pertama adalah pedoman sudut barat laut (northwest corner rule). Mulai dari sudut kiri atas dari tabel 4.3 (A11) dialokasikan sejumlah

maksimum produk dengan melihat kapasitas pabrik dan kebutuhan gudang. Kemudian setelah itu, bila

Xij merupakan kotak terakhir yang dipilih,

dilanjutkan dengan mengalokasikan pada Xi,j+1 bila i

mempunyai kapasitas yang tersisa. Bila tidak, alokasikan ke Xi+1,j, dan seterusnya sehingga semua

kebutuhan telah terpenuhi.

Dari contoh diatas, alokasi pertama adalah A1.1= 25, yang akan dikirim ke kota Pematang

Siantar dalam kolom 1 (dan hilangkan kolom ini dari pertimbangan alokasi berikutnya). Dalam hal ini ada kelebihan kapasitas Paket sebesar 100 dalam baris 1, sehingga alokasi berikutnya A1,1+1=A1.2. Bila

kapasitas barang tidak lebih besar dari kapasitas kota tujuan, maka pada A1.2 dialokasikan sebesar 40, dan

hilangkan baris 1 dari pertimbangan berikutnya. Untuk selanjutnya alokasi yang dipilih A1+1,2=A2.2.

Dari tabel terlihat bahwa kapasitas kota tujuan Padang Sidimpuan masih lebih besar dari kapasitas Pematang Siantar, sehingga pada A2.2 dialokasikan

sebesar 90, dan hilangkan baris 2, dan seterusnya sampai semua kapasitas yang tersedia telah dialokasikan ke gudang- gudang yang membutuhkan seperti terlihat pada tabel 4.4. Segiempat yang terisi alokasi biasanya disebut segiempat batu, dan yang kosong disebut segiempat air.

Biaya pengangkutan untuk alokasi tahap pertama ini = 40 (10) + 30 (15) + 60 (15) + 90 (20) + 150 (25) = 400 + 450 + 900 + 1800 + 3750 = 7300 seperti yang terlihat pada tabel 4.4.

(4)

3. Merubah Alokasi secara Trial and Error

Pada tahap ini sama seperti tahap sebelumnya dengan menambahkan berat dokumen yang akan dikirimkan ke kota Pematang Siantar sebesar 40kg dan berat paket sebesar 60kg yang akan digabungkan dengan pengiriman dokumen dan paket ke kota Padang Sidimpuan.

Sehingga didapatkan biaya pengangkutan = 40(20) + 60(15) + 30(15) + 90(20) + 150(25) = 7300.

Tabel 5. Perbaikan Pertama dengan Trial and

Error

Pada Tabel 5 Perbaikan Pertama dengan Trial

and error belum mendapatkan hasil yang optimal

maka dilakukan tahap Perbaikan kedua dengan Trial

and error dengan mengosongkan salah satu tabel

untuk meminimasi biaya seperti pada tabel 4.6. Pengiriman dokumen untuk ke kota Pematang Siantar akan digabungkan dengan pengiriman dokumen ke kota Padang Sidimpuan. Sedangkan untuk kota Padang Sidimpuan Pengiriman Paket kita alihkan ke kota Pematang Siantar.

Sehingga didapatlah biaya pengangkutan sebagai berikut : 150 (15) + 70(15) + 150(25) = 7050. Maka dapat disimpulkan biaya pengangkutan sudah optimal lebih murah dari biaya pengiriman sebelumnya. Seperti terlihat pada tabel 4.6. dibawah ini

Tabel 6. Perbaikan Kedua dengan Trial and Error

IV. IMPLEMENTASI

Implementasi merupakan penerapan sistem dalam menjalankan program yang telah dibuat sehingga user dapat dengan mudah menjalankan dan mempelajari sistem tersebut. Berikut tampilan form-

form penerapan metode Stepping Stone untuk transportasi pengiriman barang :

Form Menu Utama

Form utama adalah form yang pertama kali muncul pada saat menjalankan aplikasi. Terdapat menu- menu yang mempunyai fungsi untuk memanggil aplikasi berikutnya. Fasilitas yang mendukung aplikasi diantaranya input yang mempunyai sub menu form tujuan, proses yang mempunyai sub menu form pengiriman dan cetak kwitansi, about, dan keluar.

Gambar 1. Form Menu Utama

Form Input Data Tujuan

Form input data tujuan berisikan semua data tujuan pengiriman customer. Tools yang digunakan combo box untuk pemilihan kode tujuan, label, textbox, dan button untuk menambah data tujuan, menyimpan, mengedit data tujuan, menghapus data yang telah ada serta keluar dari data tujuan. Berikut adalah tampilan form data tujuan :

Gambar 2. Form Input Data Tujuan

Form Input Data Pengiriman

(5)

Gambar 3. Form Input Data Pengiriman

Form Kwitansi Pengiriman

Form kwitansi pengiriman merupakan form yang digunakan untuk mencetak kwitansi pengiriman barang. Berikut tampilannya :

Gambar 4. Form Kwitansi Pengiriman

V. KESIMPULAN

Kesimpulan dari penulisan penelitian ini adalah: 1. Proses transportasi pengiriman barang lebih

optimal pada CV. Mitra Trans Logistics.

2. Penerapan Metode Stepping Stone sangat cocok digunakan untuk transportasi pengiriman barang karena biaya yang dihasilkan optimal.

3. Rancangan aplikasi yang diterapkan dengan metode Stepping Stone berjalan dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

1. Sutrisno. 2010.Manajemen Keuangan. Edisi Pertama. Yogyakarta: EKONESIA.

2. Subagyo Pangestu, Asri Marwan, Handoko T. Hani, Dasar – dasar Operation Research, Penerbit BPFE Yogyakarta, 2005 3. C. Widyo Hermawan, Microsoft Visual Studio, Bandung,

2009

4. Sabardi, Agus. 2011. Manajemen Keuangan. Edisi Kedua. Yogyakarta: AMP YKPN.

Gambar

Tabel 1. Data Pengiriman Barang CV. Mitra Trans  Logistics  No .  Jenis  Barang  Pematan g Siantar  Padang  Sidempu an  Rantau Prapat  Kapasitas  Mobil  1  Dokumen  25 kg  20 kg  10 kg  70 kg  2  Paket  100 kg  80 kg  120 kg  300 kg  Total Berat  100 kg  1
Tabel 5. Perbaikan Pertama dengan Trial and  Error
Gambar 4. Form Kwitansi Pengiriman

Referensi

Dokumen terkait

merupakan kunci pokok dalam menjalankan kebijakan dengan baik untuk mempertahankan dan meningkatkan fungsi kota, dalam kerangka meningkatkan kualitas kehidupan perkotaan , termasuk

Produksi adalah rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk menghasilkan Minyak dan Gas Bumi dari  Wilayah  Kerja  yang  ditentukan,  yang  terdiri  atas  pengeboran 

Panitia menyediakan akomodasi dan konsumsi bagi peserta selama kegiatan berlangsung (tidak diperkenankan membawa anggota peneliti atau keluarga), sedangkan akomodasi

Kode Suplier: TRN (TERUNA

Luaran program (dengan mengklik tombol menu “Analisis”) adalah sebuah laman web baru yang berisi hasil analisis berupa daftar tweets dari setiap kategori, minimal seperti

Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Pada Universitas Negeri Semarang.

PENERAPAN STRATEGI REACT (RELATING, EXPERIENCING, APPLYING, COOPERATING, AND TRANSFERING) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS D AN HASIL BELAJAR SISWA.. Universitas Pendidikan Indonesia

• Disimpulkan bahwa Anggota DPRD yang terlibat dalam korupsi APBD kemungkinan besar dikenai pidana penjara lebih dari 1 tahun..