• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Ilmu Kesehatan Vol.4 No.2, Desember 2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jurnal Ilmu Kesehatan Vol.4 No.2, Desember 2016"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

36 PENGARUH TEMAN SEBAYA TERHADAP KONSUMSI SAYUR DAN BUAH

PADA MAHASISWA STIKES MUHAMMADIYAH SAMARINDA

ANALYSIS OF PEER INFLUENCE ASSOCIATED WITH FRUITS AND VEGETABLES CONSUMPTION AMONG UNIVERSITY STUDENTS OF

STIKES MUHAMMADIYAH SAMARINDA

Rusni Masnina ABSTRAK

Latar Belakang. Mahasiswasebagai bagian dari kelompok remaja tahap akhir, dimana terjadi peningkatan independensi untuk dapat menentukan dan memilih pola makanan yang sehat, khususnya dalam hal konsumsi buah dan sayur. Identifikasi pengaruh teman sebaya terhadap konsumsi buah dan sayur pada mahasiswa adalah sangat penting, yang dapat menjadi dasar ilmiah dalam menyusun kebijakan untuk meningkatkan PHBS konsumsi buah dan sayur.Tujuan penelitian. Untuk menganalisis pengaruh teman sebaya terhadap konsumsi buah dan sayur pada mahasiswa Stikes Muhammadiyah Samarinda. Metode Penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional untuk menganalisis pengaruh teman sebaya terhadap konsumsi buah dan sayur di kalangan mahasiswa. Adapun subyek dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan tehnik proporsional stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data uji statistik chi-square digunakan dalam penelitian ini. Hasil Penelitian. Terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara pengaruh teman sebaya terhadap konsumsi buah dan sayur pada mahasiswa. Saran. Institusi pendidikan dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa dan peer untuk saling mempengaruhi dan mendukung dalam mengonsumsi sayur dan buah di kalangan mahasiswa.

Kata kunci: buah dan sayur, konsumsi, mahasiswa

ABSTRACT

Background. University students, which they are usually at the end of adolescent ages, with increased independency to select the healthy eating pattern, especially in fruits and vegetables consumption. Identification of peer influence associated with fruits and vegetables consumption among adolescents is very important, which furtherly can be used as a scientific base of policy making in promoting fruits and vegetables consumption. Objective. To analyze peer influence associated with fruits and vegetables consumption among university students of Stikes Muhammadiyah Samarinda. Methods.

This is a quantitative research with cross sectional design, to analyze peer influence associated with fruits and vegetables consumption among university students. Subjects were selected using proportionate stratified random sampling. A close-ended questionnaire was used in data collection. Chi-Square were used to analyze bivariate association in this research. Results. There was a statistically significant association between peer influence with fruits and vegetables consumption among university students. Conclusion. Peer influence has a significant association with fruits and vegetables consumption among university students. Improving these factor are needed to promote fruits and vegetables consumption among university students

Keywords: fruit and vegetable, consumption, university students

(2)

37 Pendahuluan

Konsumsi sayur dan buah merupakan bagian penting dari pola makan yang sehat dan seimbang. Sayur dan buah kaya dengan antioksidan, mengandung serat pangan, vitamin, air dan mineral yang penting untuk menunjang kesehatan seperti membantu pembentukan energi, mempertahankan fungsi organ-organ tubuh, menjaga kesehatan kulit, mata, tulang, gigi dan jaringan tubuh lainnya.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 melaporkan, bahwa proporsi rerata nasional perilaku konsumsi kurang sayur dan buah 93,5

%, tidak tampak perubahan dibandingkan tahun 2007. Di provinsi Kalimantan Timur prevalensi anak usia lebih dari 10 tahun yang kurang konsumsi sayur dan buah berdasarkan laporan Riskesdas tahun 2007 mencapai 91,8%.

1-3

Promosi kesehatan untuk meningkatkan perilaku konsumsi sayur dan buah merupakan upaya yang sangat penting untuk digalakkan, baik oleh sektor pemerintah maupun swasta. Salah satu sasaran penting upaya ini adalah mahasiswa, yang merupakan kelompok usia remaja tahap akhir, dimana terjadi peningkatan independensi dan tuntutan untuk dapat menentukan dan memilih makanan yang sehat. Tuntutan tugas sebagai seorang pelajar diperguruan tinggi dalam kesehariannya mahasiswa lebih banyak beraktivitas mengisi waktu di kampus bersama teman sebaya.

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh teman sebaya terhadap konsumsi sayur dan buah pada mahasiswa Stikes Muhammadiyah Samarinda

Metode Penelitian

Desain penelitian yang dilakukan adalah cross-sectional untuk menganalisis pengaruh teman sebaya tehadap konsumsi sayur dan buah pada mahasiswa Stikes Muhammadiyah

Samarinda. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Stikes Muhammadiyah Samarinda sejumlah 1.195 orang. Sampel sejumlah 134 orang, yang dihitung berdasarkan prevalensi penelitian sebelumnya dan menggunakan rumus besar sampel.

1,4.

Sampel diambil secara proporsional dari keempat program studi, yaitu 68 orang dari Strata 1 Keperawatan, 33 orang dari Diploma III Keperawatan, 30 orang dari Strata 1 Kesehatan Masyarakat, dan 3 orang dari Diploma III Kesehatan Lingkungan. Pemilihan sampel dilakukan secara acak sederhana pada mahasiswa semester IV Stikes Muhammadiyah Samarinda yang telah mendapat mata kuliah Ilmu Gizi, sehingga jumlah sampel minimal terpenuhi.

Pengumpulan data variabel dependen yaitu konsumsi sayur dan buah menggunakan metode isian Semi- quantitative Food Frequency Questionnaire (FFQ-SQ), yang meminta subjek untuk mengingat kembali jenis, porsi dan frekuensi sayuran dan buah yang dikonsumsi dalam 1 minggu terakhir, dibantu dengan kartu peraga food model dari Riskesdas tahun 2007.

Diperkirakan besar porsi sajian per kali makan pada 18 jenis sayur dan 18 jenis buah yang dimodifikasi dengan berat atau porsi dan frekuensi konsumsi.

Sedangkan kuesioner untuk mengukur variabel independen yaitu pengaruh teman sebaya dimodifikasi dari kuesioner Eating Habits of School children: Pro Children Project.

5

Sebelum digunakan dalam penelitian, kuesioner terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil uji validitas kuesioner diperoleh nilai r Pearson’s Product Moment pada rentang 0,362–0,972, dan internal consistency menunjukkan bahwa nilai Alpha Cronbach berkisar antara 0,639–

0,818. Untuk analisa data menggunakan

Uji statistik Chi-Square sebagai analisis

bivariat.

(3)

38 Hasil Penelitian

1. Analisis Univariat

Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dan tempat tinggal tergambar pada tabel 1 di bawah ini.

Tabel 1.

Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin dan Tempat Tinggal

Variabel n %

Jenis Kelamin

- Laki laki 50 37,3 - Perempuan 84 62,7

Jumlah 13

4 100,

0 Tempat Tinggal

- Bersama Keluarga

73 54,4 8 - Bukan

Keluarga

61 45,5 2

Jumlah 13

4 100,

0

Proporsi mahasiswa yang berjenis kelamin perempuan lebih besar dibanding mahasiswa laki-laki (62,7%).

Dilihat dari faktor tempat tinggal, sebagian besar tempat tinggal mahasiswa adalah bersama keluarga (54,48%).

Tabel 2.

Distribusi Umur dan Uang Saku per Bulan

Variabel Mean Median Min Max SD Umur

tahun)

19,34 19 18 21 0,953 Uang

saku (rb)

876 800 500 2.000 315

Rata-rata usia mahasiswa adalah 19,34 tahun. Dilihat dari uang saku, rata-rata uang saku mahasiswa setiap bulannya sebesar Rp 876.000,00.

Konsumsi sayur dan buah mahasiswa pada tabel 3, menunjukkan bahwa dari 134 responden, proporsi terbesar adalah pada kategori konsumsi sayur dan buah kurang yaitu sebesar 93,3%. Hal ini menunjukkan bahwa konsumsi sayur dan buah harian pada

mahasiswa Stikes Muhammadiyah Samarinda belum sesuai anjuran WHO, yaitu sebanyak 400 gram setiap hari, dimana jumlah tersebut setara dengan 5- 7 porsi sayur dan buah sehari.

6

Tabel 3.

Kategori konsumsi sayur dan buah pada mahasiswa Stikes

Muhammadiyah Samarinda

Variabel n %

Konsumsi Sayur dan Buah*

- Baik 9 6,7

- Kurang 125 93,3

Jumlah 134 100,00

*Baik jika konsumsi sayur dan buah ≥ 400 gram setiap hari

Kurang jika konsumsi sayur dan buah <

400 gram setiap hari

2. Analisis Bivariat

Analisis bivariat dengan menggunakan uji statistic chi-square untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi sayur dan buah. Berdasarkan hasil uji statistik chi-square faktor-faktor yang tidak ada hubungan secara signifikan dengan konsumsi sayur dan buah dalam penelitiannya ini diantaranya karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin (nilai p = 0,153), dan tempat tinggal (p = 1,000).

Berdasarkan hasil analisis

hubungan antara pengaruh teman

sebaya dengan konsumsi sayur dan

buah diperoleh nilai p=0,001, maka

dapat disimpulkan ada hubungan

yang signifikan antara pengaruh

teman sebaya dengan konsumsi

sayur dan buah. Odds ratio untuk

pengaruh teman sebaya sebesar

12,704 dengan 95% CI antara 2,494-

64,720, artinya responden dengan

pengaruh teman sebaya baik

berpeluang 12,704 kali lebih besar

untuk mengonsumsi sayur dan buah

dibandingkan responden dengan

pengaruh teman sebaya kurang.

(4)

39 Tabel 4. Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi sayur dan buah

pada mahasiswa Stikes Muhammadiyah Samarinda Variabel

Independen

Konsumsi sayur dan buah

Baik Kurang OR nilai p

n % n % (95%CI)

Jenis Kelamin

- Laki-laki 1 2,0 49 98,0 0,194 0,153

- Perempuan 8 9,5 76 90,5 (0,024-

Jumlah 9 6,7 125 93,3 1,599)

Tempat Tinggal

- Bersama Keluarga 5 6,8 68 93,2 1,048 1,000

- Bukan Keluarga 4 6,6 57 93,4 (0,269-

Jumlah 9 6,7 125 93,3 4,087)

Pengaruh Teman Sebaya

- baik 7 20,6 27 79,4 12,704 0,001

- kurang 2 2 98 98 (2,494-

Jumlah 9 6,7 125 93,3 64,720)

Pembahasan

Penilaian konsumsi sayur dan buah pada mahasiswa Stikes

Muhammadiyah Samarinda

menggunakan metode FFQ semi kuantitatif. Dari hasil analisis didapatkan bahwa mahasiswa memiliki tingkat konsumsi sayur dan buah yang kurang (93,3%). Keadaan ini hampir sama dengan penelitian dari Riskesdas tahun 2013, dimana proporsi rerata nasional perilaku konsumsi kurang sayur dan buah sebesar 93,5%.

3

Rata-rata jumlah konsumsi sayur dan buah pada mahasiswa hanya 166,52 gram per hari, jauh di bawah rekomendasiWHO (400 gram setiap hari).

7

Penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya, bahwa remaja memiliki tingkat konsumsi yang rendah terhadap sayur dan buah-buahan

8

Peneliti lain menemukan terjadi penurunan konsumsi buah dan sayur pada remaja di Jakarta, disebutkan bahwa kebiasaan makan remaja cenderung kurang mengonsumsi buah dan sayur, lebih memilih konsumsi makanan siap saji yang tinggi kolesterol dan garam tetapi rendah serat.

9

Berdasarkan temuan tersebut, menurut peneliti, rendahnya konsumsi sayuran dan buah pada mahasiswa Stikes Muhammadiyah Samarinda, karena

responden menginginkan makanan yang serba praktis, harga relatif murah dan sulitnya mendapatkan berbagai jenis sayur dan buah. Sehingga mahasiswa memiliki kecenderungan memilih makanan apapun yang tersedia tanpa mempedulikan kesehatan dirinya.

Dilihat dari faktor tempat

tinggal, sebagian besar tempat tinggal

mahasiswa adalah bersama keluarga (73

orang), dan sebagian besar mahasiswa

yang tinggal bersama keluarga

mengonsumsi sayur dan buah yang

kurang (68,1%). Kebiasaan konsumsi

sayur dan buah yang kurang pada remaja

berawal pada kebiasaan keluarga yang

tidak baik yang sudah tertanam sejak

kecil dan akan terus terjadi pada usia

remaja. Penelitian lain menemukan

bahwa mahasiswa yang menjadikan

keluarga sebagai acuannya memiliki

kebiasaan makan tiga kali sehari, makan

malam dan makan camilan. Keluarga

merupakan faktor utama dalam

pembentukan perilaku makan dan juga

dalam pembinaan kesehatan.

8,10

Menurut

peneliti dari beberapa pernyataan dan

hasil penelitian yang disampaikan,

pengenalan dan pemaparan buah dan

sayur secara berulang-ulang saat usia

dini, dapat menjadi awal yang baik

(5)

40 untuk meningkatkan konsumsi sayur dan

buah. Selain itu adanya kebiasaan makan bersama, anjuran keluarga untuk mengonsumsi sayur dan buah, penyajian setiap hari jenis sayur dan buah serta fasilitasi dari keluarga mempengaruhi konsumsi sayur dan buah.

Pengaruh teman sebaya dalam penelitian ini mempengaruhi konsumsi sayur dan buah pada mahasiswa.

Penelitian terdahulu melaporkan bahwa faktor penentu perilaku makan mahasiswa selain dipengaruhi oleh faktor individu, lingkungan juga jaringan sosial (kontrol orang tua, teman dan jaringan peer).

10

Menurut peneliti, mahasiswa yang waktunya lebih banyak dihabiskan di kampus sebagai lembaga formal dalam proses sosialisasinya, lebih banyak bergaul dengan teman sebaya dalam kesehariannya dibanding interaksi dengan keluarga. Sementara pihak institusi belum mendukung penuh bagi mahasiswa saat menghabiskan waktu seharian di kampus, berinteraksi dengan rekan sebaya disela waktu istirahat, dan kegiatan ekstrakurikuler dalam mengonsumsi sayur dan buah.

Lingkungan sosial, ketersediaan dan akses mudah mendapatkan buah dan sayur secara signifikan berhubungan dengan perilaku konsumsi.

10

Barrier yang dapat diidentifikasi bagi pendatang multietnik di USA dalam konsumsi sayur dan buah adalah keterbatasan akses terhadap produk sayur dan buah segar.

11

Dalam Variabel sosial dan struktural mempengaruhi seseorang untuk mengakses makanan segar, layak dan bergizi. Namun komunitas yang lebih luas, faktor makrosistem yang meliputi ketersediaan pangan, produksi pangan dan distribusi system yang berperan tidak langsung dalam menetukan perilaku makanan belum dapat memberikan pengaruh yang kuat pada pemilihan konsumsi sayur dan buah pada remaja.

12-13

Untuk itu, perlu strategi penyusunan program dan upaya meningkatkan akses yang dilakukan oleh institusi pendidikan dalam mendukung konsumsi sayur dan buah pada mahasiswa.

Kesimpulan dan Saran

Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa konsumsi sayur dan buah pada mahasiswa Stikes Muhammadiyah Samarinda masih kurang. Faktor yang berpengaruh secara signifikan dengan konsumsi sayur dan buah pada mahasiswa adalah pengaruh teman sebaya.

Perlu upaya dari pihak institusi pendidikan meningkatkan akses terhadap sayur dan buah bagi mahasiswa dan teman sebaya saat melakukan kegiatan di kampus dengan mengoptimalkan akses terhadap sayur dan buah di lingkungan kampus baik dari keterjangkauan harga, waktu, maupun kepraktisan penyediaan jenis sayuran dan buah. Selain itu mahasiswa dan peer dapat meningkatkan kesadaran dan saling mempengaruhi serta mendukung untuk mengonsumsi sayur dan buah disetiap kebersamaan dan aktivitas mereka di kampus.

Daftar Pustaka

1. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Depkes RI. (2008) Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Indonesia Tahun 2007, Jakarta 2. Badan Penelitian dan

Pengembangan Kesehatan Depkes RI. (2010) Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Indonesia Tahun 2010, Jakarta 3. Badan Penelitian dan

Pengembangan Kesehatan Depkes RI. (2013) Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Indonesia Tahun 2013, Jakarta 4. Lemeshow, S., Hosmer, D.W.,

Klar. J., Lwanga, S.K.. (1997)

Besar Sampel dalam Penelitian

(6)

41 Kesehatan. Yogyakarta: Gadjah

Mada Unversity Press

5. Klepp, K.I., Rodrigo, . P., Thorsdottir, I., Kristjansdottir, A., Due, P., Almeida, M. D., Elmadfa, I., Brug, J., Ehrenblad, B., Poortvliet,E., Bourdeaudhuij, I.,D.

(2003) Pro Children Survey Material: Pro Children Project.

http://www.prochildren.org/questio nnares.htm, diakses pada tanggal 9 april 2014

6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014) Pedoman Gizi Seimbang 2014, Jakarta, Kemenkes RI

7. Saufika, A., Retnaningsih, Alfiasari, (2012) Gaya Hidup dan Kebiasaan Makan Mahasiswa.

Bogor: Jurnal ilmu Keluarga dan Konsumen, Vol. 5, No. 2, 157-165 8. Elnovriza, D., Yenrina, R.,

Bachtiar, H. (2008) Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Asupan Zat Gizi mahasiswa Universitas Andalas Yang Berdomisili di Asrama

Mahasiswa. Padang.

Dipublikasikan

9. Bahria dan Triyanti. (2010).

Faktor-faktor yang terkait dengan Konsumsi Buah Dan Sayur pada Remaja di 4 SMA Jakarta Barat, artikel penelitian: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 4. No. 2

10. Deliens, T., Clarys, P., Bourdeaudhuij, I.D., Deforche, B.

(2014) Determinants of eating behavior in university students: a qualitative study using focus group discussions. BMC Public health.

14: 53

11. Othman, K.I., Karim, M.S., Karim, R., Adzan, N., Halim, N. A., Osman, S.(2012) Factors Influencing Fruits and Vegetables Consumption Behaviour Among Adults In Malaysia. Journal of Agribusiness Marketing. Vol 5: 29- 46

12. Chin Yeh, M., Ickes, SB., Lowenstein, LM., Shival, K., Ammerman, AS., Farris, R., Katz, Dl. (2008) Understanding barriers and facilitators of fruit and vegetable consumtion among a diverse multi-ethnic population in the USA. Oxford Journals. Volume 23, pp. 42-51

13. Stang J, Story, M. (2005) Understanding Adolescent Eating Behaviours, Stang J, Cerita M (eds) Guidelines for Adolescent Nutrition Services,

http://www.epi.umn.edu/let/pubs/ad ol_book.shtm, diakses pada 14 mei 2014

14. Browning, C.J.,& Thomas, S.A.

(2005) .Behavioral Change: An Evidence-based Handbook for Social and Public Health.

Edinburgh: Elsevie

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian kuantitatif dengan judul Pengaruh Kepercayaan Pelanggan terhadap Keputusan Pelanggan di Yayasan Nurul Hayat Surabaya ini menggunakan bentuk jenis penelitian

Dalam Bahan Belajar Mandiri ( BBM) ini pertama anda akan mempelajari dasar-dasar statistika yang mencakup pengertian statistik dan statistika, macam-macam data,

Salah satu proses yang terdapat pada domain DSS adalah DSS05 (Manage Security Services), yang merupakan proses yang berfokus pada upaya melindungi informasi organisasi untuk

Setiap pengemudi kendaraan bermotor beroda 3 (tiga), 4 (empat), 6 (enam) baik yang kendaraannya dipergunakan untuk menganggkut para peziarah Sendangsono,

ƒ Model yang dikembangkan mampu menjawab permasalahan yang berkaitan dengan peningkatan reliabilitas produk melalui peningkatan reliabilitas komponennya, sehingga dapat ditentukan

Dari hasil perhitungan pengaruh antara suku bunga SBI dan kurs Dollar secara simultan terhadap harga saham dapat dikatakan memiliki pengaruh yang signifikan karena

limited dan sebagian yang lain merupakan power limited. Kondisi paling baik adalah jika prosentase pemakaian power sama dengan prosentase pemakaian bandwidth. Dengan

yang diharapkan adalah ntuk baut yang akan digunakan. Untuk dapat menganalisa cost issue dapat.. 36 dilihat terlebih dahulu data perbandingan antara inhouse, outhouse, dan