• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA STRATEGIS BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA STRATEGIS BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH"

Copied!
80
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA STRATEGIS

BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH

TAHUN 2011 - 2015

KABUPATEN MALANG

(2)

BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH

Jl. KH. Agus Salim No. 7 Telepon (0341) 364776 Fax (0341) 353375 Email :[email protected] webside : http://www.kabmalang.go.id

M A L A N G 65119

KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN MALANG

NOMOR : 050/ /KEP/421.202/2011 TENTANG

PENETAPAN RENCANA STRATEGIS BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2011-2015

Menimbang : a. bahwa dalam rangka mempertajam visi dan misi serta menyelaraskan tujuan, strategi, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan daerah dengan tugas dan fungsi Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Malang, perlu disusun Rencana Strategis Badan Kepegawaian Daerah ;

b. bahwa Rancangan Akhir Rencana Strategis Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Malang Tahun 2011-2015 telah mendapatkan pengesahan Bupati Malang;

c. bahwa sehubungan dengan maksud pada huruf a dan b konsideran menimbang ini, maka perlu menetapkan Rencana Strategis Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Malang Tahun 2011-2015 dengan Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Malang.

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia , Nomor 4287);

2. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;

3. Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara;

(3)

Perencanaan Pembangunan;

5. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang- undang Nomor 12 tahun 2008;

6. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;

7. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2005 tentang Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah;

8. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2010 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah diubah kedua dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011;

10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

11. Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 1 Tahun 2008 Organisasi Perangkat Daerah, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 7 Tahun 2011;

12. Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 6 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kabupaten Malang Tahun 2005-2025;

13. Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 7 Tahun 2008 tentang Perencanaan Pembangunan Daerah;

14. Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Malang Tahun 2010-2015;

15. Peraturan Bupati Malang Nomor 24 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah Badan Kepegawaian Daerah;

16. Keputusan Bupati Malang Nomor : 180/656/KEP/421.013/2011 Tentang Pengesahan Rancangan Akhir Rencana Strategis Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Malang Tahun 2011-2015.

M E M U T U S K A N ...

(4)

M E M U T U S K A N : Menetapkan,

PERTAMA : Rencana Strategis Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Malang Tahun 2011-2015;

KEDUA : Rencana Strategis (Renstra) Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Malang Tahun 2011-2015 adalah dokumen perencanaan periode 5 tahun yang akan menjadi pedoman dalam menyusun Rencana Kerja (Renja) Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Malang setiap tahun selama periode Renstra berjalan;

KETIGA : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan, dan bila ada kekeliruan dalam Surat Keputusan ini akan dirubah sebagaimana mestinya;

Ditetapkan di : Malang

Tanggal : Nopember 2011

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Malang

Ir. DIDIK BUDI MULJONO, MT Pembina Utama Muda NIP. 19600504 198811 1001 Tembusan disampaikan kepada :

Yth : 1. Bpk. Bupati Malang di Malang;

2. Bpk. Sekretaris Daerah Kabupaten Malang di Malang;

3. Sdr. Inspektur Kabupaten Malang di Malang;

4. Sdr. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Malang di Malang;

(5)

Puji dan rasa syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas karunia, taufiq dan hidayah-Nya Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Malang dapat menyusun Rencana Strategis Tahun 2010 - 2015.

Penyusunan Rencana Strategis ini menyajikan secara garis besar kekuatan ( strenght) , kelemahan ( weakness), peluang ( oppurtunity ) dan tantangan ( thread ) selama 5 (tahun) tahun kedepan, juga strategi dalam menghadapi tantangan dan kelemahan dengan memanfaatkan peluang yang ada untuk menata manajemen Sumberdaya Manusia Aparatur Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Malang agar dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat secara professional, dengan demikian Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Malang mempunyai acuan umum tentang arah pembangunan ke depan. Arah ini tentu saja masih harus dirinci dan dijabarkan lebih lanjut menjadi rencana tahunan, agar skala prioritas setiap kegiatan dan program BKD lebih kongkrit. Renstra yang telah disusun ini tak banyak artinya tanpa ditindaklanjuti dengan pelaksanaan yang tuntas. Komitmen dan motivasi bisa timbul dari keberhasilan mengaktualisasikan diri dalam setiap kegiatan. Harapan kami, RENSTRA ini dapat dijadikan acuan pembelajaran jangka panjang dan sekaligus sebagai acuan rencana kerja tahunan

Dalam penyusunan Rencana Strategis ini telah melibatkan secara aktif seluruh pejabat struktural di lingkungan Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Malang, namun kami menyadari bahwa Rencana Strategis ini masih ada kekurangan, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun tentu sangat diharapkan.

Mudah-mudahan dengan disusunnya Rencana Strategis ini, dapat lebih memacu gerak dan langkah Pegawai Negeri Sipil di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Malang untuk meningkatkan kinerja yang lebih baik di masa mendatang.

Malang, Juli 2011

KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN MALANG

Ir. DIDIK BUDI MULJONO, MT

(6)

Kata Pengantar

BAB. I PENDAHULUAN Halaman

1.1. Latar Belakang 1

1.2. Landasan Hukum 1

1.3. Maksud dan Tujuan 4

1.4 Sistematika Penulisan 4

BAB. II GAMBARAN PELAYANAN 6

2.1. Tugas Pokok dan Fungsi dan Struktur Organisasi 6

2.2. Sumberdaya SKPD 9

2.3. Kinerja Pelayanan SKPD 28

2.4. Tantangan dan Peluang 29

BAB. III ISU - ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH

30 3.1. Identifikasi Permasalahan berdasarkan Tupoksi 31 3.2. Telaah Visi Misi RPJMD Kabupaten Malang Tahun

2010-2015

40

3.3. Telaah Renstra K/L 41

3.4. Telaah RTRW dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Penentuan Isu-isu Strategis

41

3.5. Penentuan Isu-isi strategis 41

BAB. IV VISI, MISI,TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

43

4.1. Visi dan Misi SKPD 43

4.2. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah SKPD 45

4.3. Strategi dan Kebijakan SKPD 47

BAB. V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF

49

Tabel 54

BAB. VI INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD

58

Tabel 59

PENUTUP 61

(7)

BAB I

PENDAHULUAN

(8)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Manajemen Sumberdaya Manusia Pegawai Negeri Sipil merupakan konsekwensi dari tuntutan perubahan yang begitu cepat dibidang politik, ekonomi dan sosial. Hal ini ditandai dengan berlakunya Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah sebagai antisipasi penetapan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974, yang semula berorientasi pada ketatalaksanaan / administrasi kepegawaian, berubah kearah pendekatan pengembangan Sumberdaya Manusia Pegawai Negeri Sipil.

Dalam perkembangannya Undang–undang Nomor 22 Tahun 1999 tersebut mengalami perubahan dan pergantian seperti Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah kedua dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008.

Sebagai amanah dari Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999, untuk menata Sumberdaya Manusia Pegawai Negeri Sipil di Daerah dibentuklah Badan Kepegawaian Daerah ( BKD ) yang berdasar pada Pasal 34 A Undang- undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian dan Keputusan Presiden Nomor 159 Tahun 2000 tentang Pedoman Pembentukan Badan Kepegawaian Daerah.

Pembinaan Kepegawaian ditujukan untuk mewujudkan sistem kepegawaian yang mantap, dengan pengembangan pegawai yang dilaksanakan secara terus menerus, berencana melalui upaya pendidikan dan pelatihan, pendidikan kedinasan, pembinaan Pegawai Negeri Sipil dengan disertai bimbingan dan konsultasi serta pengembangan motivasi, kode etik, disiplin serta pemberian penghargaan yang sesuai dengan kredibilitas pribadi dan organisasi dengan tetap mengacu serta memperhatikan kode etik dan disiplin PNS.

Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi maka dibidang pemerintahan sekarang ini telah terjadi perubahan yang besar sekali, diantaranya adalah diwujudkannya tata kepemerintahan yang demokratis (democratic and good governance). Upaya mewujudkan sistem pemerintahan

(9)

yang demokratis, bersih dan berwibawa selalu menjadi obsesi bagi rakyat dan pemerintahan di zaman modern sekarang ini. Keberhasilan pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang telah dicapai, diperlukan adanya perwujudan dan kemampuan serta kesungguhan aparatur negara untuk menjadi insan yang berkualitas, profesional dan bertanggung jawab dalam menangani berbagai permasalahan sehingga keberhasilan yang telah dicapai dapat terus dipelihara dan ditingkatkan serta diarahkan pada peningkatan Sumberdaya Manusia. Peningkatan SDM dan profesionalisme pada Aparatur Negara terus ditingkatkan guna mewujudkan Aparatur Negara yang dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional, jujur, adil dan merata dalam penyelenggaraan tugas negara, pemerintahan dan pembangunan.

1.2 Landasan Hukum

Landasan hukum pembuatan rencana strategi adalah mengacu pada:

1. Undang - Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara ; 2. Undang - Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara

;

3. Undang- Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pertanggungjawaban Keuangan Negara ;

4. Undang - Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional

5. Undang - Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah jo.

Undang - Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Pemerintah Daerah ; 6. Undang - Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan

antara Pusat dan Daerah ;

7. Undang - Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005 – 2025 ;

8. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah ;

9. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal ;

10. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

(10)

11. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.

12. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010 – 2014;

13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007;

14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

15. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 38 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2009 – 2014;

16. Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 10 Tahun 2007 tentang Kewenangan Pemerintahan Kabupaten Malang Dalam Urusan Pemerintahan Wajib dan Pilihan (Lembaran Daerah Kabupaten Malang Tahun 2007 Nomor 2/E);

17. Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 1 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Malang Tahun 2008 Nomor 1/D);

18. Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 6 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah Kabupaten Malang Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Kabupaten Malang Tahun 2008 Nomor 3/E);

19. Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 3 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Malang.

1.3 Maksud dan Tujuan

1.3.1 Maksud Penyusunan Renstra adalah :

Menjabarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD ) Kabupaten Malang Tahun 2010-2015 yang akan dilaksanakan melalui program dan kegiatan pada Badan Kepegawaian Daerah .

(11)

1.3.2 Tujuan penyusunan Renstra adalah :

Membuat suatu dokumen perencanaan pembangunan yang memberikan arah atau strategi pembangunan, sasaran strategis yang ingin dicapai oleh Badan Kepegawaian Daerah serta memberikan arahan mengenai kebijakan umum dan program pembangunan daerah selama 5 ( lima ) tahun kedepan. Dengan demikian maka Renstra SKPD menjadi pedoman penyusunan Rencana Kerja Tahunan ( RKT ).

1.4 Sistematika Penulisan

BAB I : 1.1 1.2 1.3 1.4

PENDAHULUAN Latar Belakang Landasan Hukum Maksud dan Tujuan Sistematika Penulisan.

BAB II : 2.1

2.2 2.3 2.4

GAMBARAN PELAYANAN SKPD

Tupoksi dan Struktur Organisasi Badan Kepegawaian Daerah

Sumberdaya SKPD Badan Kepegawaian Daerah Kinerja Pelayanan SKPD Badan Kepegawaian Daerah Tantangan dan Peluang

BAB III :

3.1 3.2

3.3 3.4

3.5

ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

Identifikasi Permasalahan berdasarkan Tupoksi

Telaah Visi Misi RPJMD Kabupaten Malang Tahun 2010- 2015

Telaah Restra K/L

Telaah RTRW dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Isu- isu Strategis

Penentuan isu-isu strategis BAB IV :

4.1 4.2 4.3

VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

Visi dan Misi SKPD

Tujuan dan Sasaran jangka menengah SKPD Strategi dan Kebijakan SKPD

(12)

BAB V : RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF

Tabel

BAB VI : INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD

Tabel PENUTUP

(13)

BAB II

GAMBARAN PELAYANAN

(14)

BAB II

GAMBARAN PELAYANAN

2.1 Kedudukan, Tugas Pokok Dan Fungsi Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Malang

a. Kedudukan Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Malang

1. Badan Kepegawaian Daerah merupakan unsur pendukung tugas Kepala Daerah bidang kepegawaian ;

2. Badan Kepegawaian Daerah dipimpin oleh Kepala Badan yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

b. Tugas pokok Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Malang

1. Melaksanakan sebagain urusan rumah tangga daerah di bidang kepegawaian yang ditetapkan Bupati ;

2. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan bidang tugasnya.

c. Fungsi Badan Kepegawaian Kabupaten Malang

1. Pengumpulan, pengelolaan dan pengendalian data berbentuk database serta analisa data untuk penyusunan program kegiatan ;

2. Perencanaan strategis pada Badan Kepegawaian Daerah ; 3. Perumusan kebijakan teknis bidang kepegawaian ;

4. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum bidang kepegawaian ;

5. Pembinaan dan pelaksanaan tugas bidang kepegawaian ;

6. Pelaksanaan, pengawasan, pengendalian serta evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan bidang kepegawaian ;

7. Pelaksanaan standar pelayanan minimal yang wajib dilaksanakan bidang kepegawaian ;

8. Penyelenggaraan urusan kesekretariatan pada Badan Kepegawaian Daerah ;

9. Pengkoordinasian, integrasi dan sinkronisasi kegiatan bidang kepegawaian di lingkungan Pemerintah Daerah ;

10. Pembinaan dan pelaksanaan kerjasama dengan masyarakat, Lembaga Pemerintah dan Lembaga lainnya ;

11. Penyelenggaraan administrasi Pegawai Negeri Sipil Daerah ;

(15)

12. Pelaksanaan peraturan perundang - undangan bidang kepegawaian ; 13. Perencanaan formasi dan pengembangan kepegawaian ;

14. Penyiapan kebijakan umum pengembangan kepegawaian dan berkoordinasi dengan Badan Pendidikan dan Pelatihan ;

15. Penyiapan dan pelaksanaan pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil Daerah sesuai dengan norma standar dan prosedur yang ditetapkan dalam peraturan perundang- undangan ;

16. Penyiapan dan pelaksanaan administrasi pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian dalam dan dari jabatan struktural atau fungsional sesuai dengan norma standar dan prosedur yang ditetapkan dengan peraturan perundang - undangan ;

17. Penyiapan dan penetapan pensiun Pegawai Negeri Sipil Daerah ; 18. Penetapan gaji, tunjangan dan kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil

Daerah sesuai dengan norma standar dan prosedur yang ditetapkan dalam peraturan perundang - undangan ;

19. Pelaksanaan pemberian penghargaan dan tanda jasa kepada Pegawai Negeri Sipil ;

20. Penyiapan dan pelaksanaan administrasi kepangkatan Pegawai Negeri Sipil sesuai dengan norma standar dan prosedur yang ditetapkan dalam peraturan perundang -undangan ;

21. Pengelolaan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian secara komprehensif ;

22. Penyiapan kebutuhan data dan / atau informasi untuk penyusunan program pengembangan kepegawaian ;

23. Pendokumentasian tata naskah kepegawaian ;

24. Penyelenggaraan pembinaan, pengawasan dan pengendalian di bidang kepegawaian ;

(16)

Struktur Organisasi

2.2 SUMBERDAYA SKPD

Sumberdaya Aparatur di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Malang yang dibentuk setelah era reformasi dan otonomi daerah sesuai tugas pokok dan fungsi adalah untuk mengurusi administrasi kepegawaian pemerintah daerah. Sedangkan dalam perjalanannya pembentukan Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Malang mengalami 3 (tiga) kali perubahan, yaitu :

1. Tahun 2001 berdasar pada Peraturan Pemerintah Nomor 84 Tahun 2000 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah dan Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 27 Tahun 2001 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Badan Kepegawaian ;

2. Tahun 2004 berdasar pada Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2003 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah dan Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 3 Tahun 2004 tentang

SEKRETARIAT

BIDANG MUTASI JABATAN

SUB.BIDANG MUTASI JABATAN

STRUKTURAL

SUB.BIDANG MUTASI JABATAN

FUNGSIONAL

BAGAN SUSUNANORGANISASI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH

= GARIS KOMANDO

= GARIS KOORDINASI

KEPALA BADAN

SUB BAGIAN UMUM &

KEPEGAWAIAN

SUB BAGIAN PERENCANAAN,

EVALUASI &

PELAPORANAN

BIDANG PENGEMBANGAN &

KESEJAHTERAAN PEGAWAI

SUB.BIDANG PENGEMBANGAN

PEGAWAI

SUB.BIDANG KESEJAHTERAAN

PEGAWAI

BIDANG KEPANGKATAN DAN

PENGGAJIAN

SUB.BIDANG KEPANGKATAN DAN

PENGGAJIAN STRUKTURAL

SUB.BIDANG KEPANGKATAN DAN

PENGGAJIAN FUNGSIONAL

BIDANG INFORMASI KEPEGAWAIAN

SUB.BIDANG PENYAJIAN INFORMASI DAN

DOKUMENTASI SUB.BIDANG PENGOLAHAN DATA SUB BAGIAN

KEUANGAN DASAR :

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MALANG NOMOR 1

TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH ;

PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 24 TAHUN 2008

TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH BADAN

KEPEGAWAIAN DAERAH

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

………..

.

(17)

Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah. Sedangkan jabaran tugas dan fungsinya berdasar pada Keputusan Bupati Malang Nomor 83 Tahun 2004 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Badan Kepegawaian ;

3. Tahun 2008 berdasar pada Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah dan Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 1 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah.

Sedangkan jabaran tugas dan fungsinya tertuang pada Peraturan Bupati Malang Nomor 24 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah Badan Kepegawaian Daerah.

2.2.1 Kelembagaan

Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Malang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 1 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah serta jabaran tugas dan fungsinya tertuang pada Peraturan Bupati Malang Nomor 24 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah Badan Kepegawaian Daerah.

2.2.2 Keadaan Personalia

Jumlah Pegawai 66 ( enam puluh enam ) dan Tenaga Kontrak 2 (dua) orang jumlah seluruh personil 68 (enam puluh delapan) merupakan sumberdaya Badan Kepegawaian Daerah yang harus menangani Pegawai Negeri Sipil Daerah Kabupaten Malang pada semester II Tahun 2010 berjumlah 17.989 PNS.

Sumberdaya PNS Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Malang terinci sebagai berikut :

1) Berdasarkan Pendidikan

No. PENDIDIKAN JUMLAH

1. S 2 6

2. S 1 32

3. D-IV 1

3. Sarmud / D-3 6

4. SMA 23

5. SMP -

J u m l a h 68

Catatan : data bulan Juni 2011

(18)

2) Berdasarkan Pangkat / Golongan

No. PANGKAT/GOL.RUANG JUMLAH

1. Golongan IV 4

Pembina Utama Madya -

Pembina Utama Muda 1

Pembina Tingkat I -

Pembina 4

2. Golongan III 40

Penata Tk. I 5

Penata 7

Penata Muda Tk. I 10

Penata Muda 18

3. Golongan II 22

Pengatur Tk. I 7

Pengatur 8

Pengatur Muda Tk. I 3

Pengatur Muda 4

4. Golongan I -

Juru Tk. I -

Juru -

Juru Muda Tk. I -

Juru Muda -

5. T. Kontrak /Non Golongan

2

J u m l a h 1 s.d 5 68

Catatan : data bulan Juni 2011

3) Berdasarkan Eselon

No. ESELON JUMLAH

1. Eselon II-b 1

2. Eselon III-a 2

3. Eselon III-b 3

4. Eselon IV-a 12

J u m l a h 18

Catatan : data bulan Juni 2011

4) Staf Pelaksana

No. STAF PELAKSANA JUMLAH

1. Staf 50

J u m l a h 50

Catatan : data bulan Juni 2011

(19)

5) Berdasarkan Gender

No. JENIS KELAMIN JUMLAH

1. P r i a 44

2. Wanita 24

J u m l a h 68

Catatan : data bulan Juni 2011

6) Pendidikan Penjenjangan Aparatur

No. JENIS PENJENJANGAN JUMLAH

1. Pim II/ Spamen 1

2. Pim III 7

3. Pim IV 7

J u m l a h 14

Catatan : data bulan Juni 2011

2.2.3 Pejabat Struktural dan Fungsional

1. Kepala Badan Pejabat Eselon II-b 1 (satu) orang mempunyai tugas :

1) Memimpin, mengawasi, mengendalikan, membina , mengkoordi nasikan dan kerjasama dalam pelaksanaan kepegawaian yang ditetapkan Bupati ;

2) Melaksanakan tugas – tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan bidang tugasnya

2. Sekretariat mempunyai tugas :

1) Melaksanakan koordinasi perencanaan, evaluasi dan pelaporan program Badan Kepegawaian Daerah, pengelolaan urusan kepegawaian, urusan umum yang meliputi kegiatan surat menyurat, penggandaan, perlengkapan, rumah tangga, hubungan masyarakat dan urusan keuangan ;

2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah sesuai dengan bidang tugasnya.

Untuk melaksanakan tugas kesekretariatan dipimpin Sekretaris Pejabat Eselon III-a 1 (satu) orang yang mempunyai tugas :

a) Perencanaan kegiatan kesekretariatan ;

(20)

b) Pengelola urusan administrasi kepegawaian, kesejahteraan pegawai, pendidikan dan pelatihan pegawai ;

c) Pengelolaan urusan rumah tangga, keprotokolan dan hubungan masyarakat ;

d) Penyelenggaraan pengelolaan administrasi keuangan dan kekayaan daerah ;

e) Penyelenggaraan kegiatan surat menyurat, pengetikan, penggandaan, kearsipan ;

f) Pengelolaan administrasi perlengkapan dan mengurus pemeliharaan, kebersihan dan keamanan kantor ;

g) Pengkoordinasian dan penyusunan rencana pembangunan bidang kepegawaian , evaluasi dan pelaporan.

Sekretariat terdiri dari :

1. Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Pejabat Eselon IV-a 1 (satu) orang mempunyai tugas :

a) Menyusun rencana kegiatan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian ;

b) Menyelenggarakan, melaksanakan dan mengelola administrasi kepegawaian, kesejahteraan pegawai dan pendidikan dan pelatihan ;

c) Melaksanakan pembinaan organisasi dan ketatalaksanaan, urusan surat menyurat, kearsipan, rumah tangga, perjalanan dinas, keprotokolan, penyusunan rencana kebutuhan barang, peralatan serta pendistribusian ;

d) Melaksanakan tata usaha barang, perawatan/ penyimpanan peralatan kantor dan pendataan inventaris kantor ;

e) Menyelenggarakan administrasi perkantoran ; f) Melaksanakan kebersihan dan keamanan kantor ;

g) Menghimpun, mengolah data, menyusun program kerja Sub Bagian Umum dan Kepegawaian ;

h) Melaksanakan tugas - tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris sesuai dengan bidang tugasnya.

2. Kepala Sub Bagian Keuangan Pejabat Eselon IV-a 1 (satu) orang mempunyai tugas :

a) Menyusun rencana kegiatan Sub Bagian Keuangan ;

(21)

b) Melaksanakan administrasi keuangan yang meliputi pembukuan, pertanggungjawaban dan verifikasi serta penyusunan perhitungan anggaran ;

c) Menyelenggarakan penyusunan laporan dan pertanggung jawaban penyelenggaraan anggaran satuan kerja ;

d) Menyiapkan bahan penyusunan rencana strategis Badan Kepegawaian Daerah ;

e) Menghimpun, mengolah data dan menyusun program kerja Sub Bagian Keuangan ;

f) Melaksanakan pengurusan biaya perpindahan pegawai dan ganti rugi gaji pegawai serta pembayaran hak-hak keuangan lainnya ;

g) Melaksanakan evaluasi keuangan terhadap hasil pelaksanaan program dan rencana strategis Badan Kepegawaian Daerah ; h) Mengkompilasikan dan menyusunan hasil laporan perencanaan

dan laporan akuntabilitas Badan Kepegawaian Daerah ;

i) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris sesuai dengan bidang tugasnya.

3. Kepala Sub Bagian Perencanaan , Evaluasi dan Pelaporan Pejabat Eselon IV-a 1 (satu) orang mempunyai tugas :

a) Menyusun rencana kegiatan Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan ;

b) Melaksanakan penyiapan bahan dan melaksanakan koordinasi dalam penyusunan rencana strategis pembangunan kepegawaian tingkat daerah ;

c) Menyiapkan rumusan kebijakan program kerja dan rencana kerja kegiatan Badan Kepegawaian Daerah ;

d) Menyiapkan dan menyusun bahan pengembangan kerja sama lintas sektoral ;

e) Menyelenggarakan Sistem Informasi Manajemen dan Pelaporan Badan Kepegawaian Daerah ;

f) Melaksanakan koordinasi, sinkronisasi penyusunan rencana kegiatan tahunan pembangunan kepegawaian ;

g) Melaksanakan monitoring dan koordinasi dalam rangka penyusunan bahan evaluasi dan laporan kegiatan Badan Kepegawaian Daerah ;

(22)

h) Menyiapkan bahan dan sarana pertimbangan kepada pimpinan dalam rangka pengendalian dan pengembangan pembangunan bidang kepegawaian ;

i) Melakukan evaluasi pelaksanaan rencana dan program pembangunan bidang kepegawaian ;

j) Melakukan penyusunan laporan tahunan dan laporan lainnya ; k) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris

sesuai bidang tugasnya.

3. BIDANG PENGEMBANGAN DAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI mempunyai tugas :

1) Melaksanakan sebagian tugas Badan Kepegawaian Daerah dalam mengumpulkan bahan penyusunan, perencanaan pegawai, menyusun formasi, meningkatkan derajat profesionalisme, pengembangan kualitas, kesejahteraan pegawai, penghargaan dan tanda jasa serta pembinaan Pegawai Negeri Sipil ;

2) Melaksanakan administrasi kompensasi pensiun serta urusan administrasi pegawai tidak tetap ;

3) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Badan sesuai dengan bidang tugasnya.

Kepala Bidang Pengembangan dan Kesejahteraan Pegawai Pejabat Eselon III-b 1 (satu) orang mempunyai tugas :

a. Perencanaan dan pengembangan pegawai ;

b. Penyiapan kebijakan teknis pengembangan pegawai ; c. Pemrosesan susunan kepegawaian ( formasi ) ;

d. Perencanaan dan pelaksanaan pengiriman diklat Pegawai Negeri Sipil ;

e. Pemrosesan pengembangan kualitas sumberdaya manusia untuk tugas belajar dan ijin belajar Pegawai Negeri Sipil ;

f. Pemrosesan pemberian penghargaan dan tanda jasa Pegawai Negeri Sipil ;

g. Penyusunan administrasi pensiun dan pegawai tidak tetap.

Bidang Pengembangan dan Kesejahteraan Pegawai terdiri dari : 1. Sub Bidang Pengembangan Pegawai Pejabat Eselon IV-a 1

(satu) orang mempunyai tugas :

(23)

a) Mengumpulkan bahan dan melaksanakan pengembangan kualitas pegawai melalui program tugas belajar dan ijin belajar Pegawai Negeri Sipil ;

b) Mengumpulkan data dan membuat daftar nominatif pendidikan dan pelatihan (DIKLAT) struktural dan fungsional guna peningkatan derajat profesionalisme pegawai ;

c) Melaksnakan ujian dinas dan ujian penyesuaian ijazah ;

d) Menyiapkan dan menyusun bahan formasi pegawai dan administasi penerimaan (rekruitmen) pegawai ;

e) Menyiapkan, menyusun bahan administrasi penugasan, ijin belajar dan dispensasi pegawai ;

f) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Pengembangan dan Kesejahteraan Pegawai sesuai dengan bidang tugasnya.

2. Sub Bidang Kesejahteraan Pegawai Pejabat Eselon IV-a 1 (satu) orang mempunyai tugas :

a) Mengumpulkan bahan serta penyelesaian administrasi hukuman disiplin guna pembinaan pegawai, penghargaan dan tanda jasa Pegawai Negeri Sipil ;

b) Melaksanakan penyelesaian administrasi kepegawaian yang berhubungan dengan cuti, kartu isteri/suami, asuransi kesehatan, kartu pegawai, kartu identitas pegawai, tabungan asuransi pensiun dan tabungan perumahan ;

c) Melaksanakan penyelesaian administrasi kepegawaian yang berhubungan dengan pensiun ;

d) Melaksanakan penyelesaian administrasi kepegawaian yang berhubungan dengan pegawai tidak tetap ;

e) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Pengembangan dan Kesejahteraan Pegawai sesuai dengan bidang tugasnya.

4. BIDANG KEPANGKATAN DAN PENGGAJIAN mempunyai tugas : 1) Melaksanakan sebagian tugas Badan Kepegawaian Daerah

dalam penyelesaian administrasi kepegawaian yang berhubungan dengan kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil, pengendalian kepangkatan, kenaikan gaji berkala, pelaksanaan administrasi penyesuaian (impassing) gaji pegawai negeri sipil,

(24)

pengelolaan data hasil penilaian pelaksanaan pekerjaan, penyusunan administrasi daftar urut kepangkatan dan peninjauan masa kerja Pegawai Negeri Sipil ;

2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Badan sesuai dengan bidang tugasnya.

Kepala Bidang Kepangkatan dan Penggajian Pejabat Eselon III-b 1 (satu) orang mempunyai tugas :

a. Penyiapan kebijakan teknis kepangkatan dan penggajian Pegawai Negeri Sipil ;

b. Pelaksanaan pengendalian kepangkatan Pegawai Negeri Sipil ; c. Pemrosesan administrasi kepangkatan Pegawai Negeri Sipil ; d. Pemrosesan administrasi kenaikan gaji berkala Pegawai Negeri

Sipil;

e. Pemrosesan administrasi penyesuaian (impassing) gaji Pegawai Negeri Sipil ;

f. Pemrosesan administrasi peninjauan masa kerja Pegawai Negeri Sipil ;

g. Pengelolaan data hasil penilaian pelaksanaan pekerjaan ;

h. Penyusunan administrasi Daftar Urut Kepangkatan (DUK) dan jabatan.

Bidang Kepangkatan dan Penggajian terdiri dari :

1. Kepala Sub Bidang Kepangkatan dan Penggajian Struktural Pejabat Eselon IV-a 1 (satu) orang mempunyai tugas :

a. Membuat perencanaan dan menyiapkan prosedur teknis kepangkatan dan penggajian Pegawai Negeri Sipil struktural ; b. Menyiapkan bahan - bahan pengendalian kepangkatan

Pegawai Negeri Sipil struktural ;

c. Memproses kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil struktural

;

d. Memproses kenaikan gaji berkala Pegawai Negeri Sipil struktural;

e. Memproses administrasi peninjauan masa kerja Pegawai Negeri Sipil struktural ;

f. Memproses administrasi penyesuaian gaji (impassing) gaji Pegawai Negeri Sipil struktural ;

(25)

g. Mengelola dan mengolah data hasil penilaian pelaksanaan pekerjaan Pegawai Negeri Sipil struktural ;

h. Memproses dan menyusun administrasi Daftar Urut Kepangkatan;

i. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Kepangkatan dan Penggajian sesuai dengan bidang tugasnya.

2. Kepala Sub Bidang Kepangkatan dan Penggajian Fungsional Pejabat Eselon IV-a 1 (satu) orang mempunyai tugas :

a. Membuat perencanaan dan menyiapkan prosedur teknis kepangkatan dan penggajian Pegawai Negeri Sipil fungsional

;

b. Menyiapkan bahan - bahan pengendalian kepangkatan Pegawai Negeri Sipil fungsional ;

c. Memproses kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil fungsional ;

d. Memproses kenaikan gaji berkala Pegawai Negeri Sipil fungsional;

e. Memproses administrasi peninjauan masa kerja Pegawai Negeri Sipil fungsional ;

f. Memproses administrasi penyesuaian gaji (impassing) Pegawai Negeri Sipil fungsional ;

g. Mengelola dan mengolah data hasil penilaian pelaksanaan pekerjaan Pegawai Negeri Sipil fungsional ;

h. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Kepangkatan dan Penggajian sesuai dengan bidang tugasnya.

5. BIDANG MUTASI JABATAN mempunyai tugas :

1). Melaksanakan sebagian tugas Badan Kepegawaian Daerah dalam penyelesaian administrasi kepegawaian yang berhubungan dengan administrasi jabatan struktural, administrasi jabatan fungsional, pengangkatan pemrosesan, sumpah janji Pegawai Negeri Sipil serta perpindahan Pegawai Negeri Sipil antar Daerah/Instansi dan penempatan Pegawai Negeri Sipil ; 2). Melaksanakan tugas – tugas lain yang diberikan oleh Kepala

Badan sesuai dengan bidang tugasnya.

(26)

Kepala Bidang Mutasi Jabatan Pejabat Eselon III-a 1 (satu) orang mempunyai tugas :

a. Penyiapan kebijakan teknis administrasi jabatan Pegawai Negeri Sipil;

b. Pemrosesan administrasi jabatan struktural ; c. Pemrosesan administrasi jabatan fungsional ;

d. Pemrosesan pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil ;

e. Pelaksanaan sumpah janji Pegawai Negeri Sipil ;

f. Pelaksanaan perpindahan Pegawai Negeri Sipil antar Daerah dan Instansi ;

g. Pembuatan perencanaan tentang penempatan Pegawai Negeri Sipil ;

Bidang Mutasi Jabatan terdiri dari :

1. Kepala Sub Bidang Mutasi Jabatan Struktural Pejabat Eselon IV-a 1 (satu) orang mempunyai tugas :

a. Mempersiapkan kebijakan teknis yang berkaitan dengan administrasi jabatan struktural Pegawai Negeri Sipil ;

b. Menghimpun dan mengolah data kepegawaian Pegawai Negeri Sipil sebagai bahan pembahasan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan untuk diusulkan dalam pengisian dan pengangkatan jabatan struktural ;

c. Memproses pengangkatan dan pemindahan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan struktural ;

d. Menghimpun dan mengolah data kepegawaian Pegawai Negeri Sipil sebagai bahan perencanaan pembinaan dan penempatan Pegawai Negeri Sipil /unsur staf pada satuan kerja di lingkungan Pemerintah Daerah ;

e. Memproses pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil menjadi Pegawai Negeri Sipil dan melaksanakan sumpah janji Pegawai Negeri Sipil ;

f. Melaksanakan kegiatan pelantikan pejabat struktural dan serah terima jabatan struktural ;

g. Melaksanakan penyelesaian pindah antar Daerah /Instansi bagi Pegawai Negeri Sipil struktural ;

(27)

h. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Mutasi jabatan sesuai dengan bidang tugasnya.

2. Kepala Sub Bidang Mutasi Jabatan Fungsional

a. Mempersiapkan kebijakan teknis yang berkaitan dengan administrasi jabatan fungsional Pegawai Negeri Sipil ;

b. Memproses pengangkatan, pembebasan sementara pengangkatan kembali, impassing dan kenaikan jabatan fungsional serta pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dari jabatan fungsional ;

c. Menghimpun, memverifikasi dan mengolah Daftar Usulan Penilaian Angka Kredit (DUPAK) sebagai bahan ajuan penetapan Penilaian Angka Kredit (PAK) ;

d. Menyiapkan bahan pembinaan teknis pengelolaan administrasi jabatan fungsional ;

e. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Mutasi jabatan sesuai dengan bidang tugasnya.

6. BIDANG INFORMASI KEPEGAWAIAN mempunyai tugas :

1). Melaksanakan sebagian tugas Badan Kepegawaian daerah dalam pengumpulan, pengolahan, pemutakhiran dan verifikasi data yang berhubungan dengan data base kepegawaian, analisa data kepegawaian/Sistem Informasi Kepegawaian (SIMPEG), evaluasi dan pelaporan data kepegawaian ;

2). Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Badan sesuai dengan bidang tugasnya.

Kepala Bidang Informasi Kepegawaian Pejabat Eselon III- b 1 (satu) orang mempunyai tugas :

a. Penyiapan dan perumusan kebijakan teknis pengumpulan, pemutakhiran data pengelolaan data Pegawai Negeri sipil ;

b. Pengelolaan dan analisis data pegawai dalam rangka pengembangan karier pegawai ;

c. Pelaksanaan pengendalian database Pegawai Negeri Sipil ;

d. Pelayanan data, dokumentasi dan penyajian informasi dalam rangka membantu pengambilan keputusan ;

(28)

e. Pengelolaan dan pengembangan Sistem Informasi Kepegawaian (SIMPEG) ;

f. Pengelolaan dan pengaktifan data arsip perorangan Pegawai Negeri Sipil ( personal record office) ;

g. Pelaporan data pegawai.

Bidang Informasi Kepegawaian terdiri dari :

1. Kepala Sub Bidang Pengolahan Data Pejabat Eselon IV-a 1 (satu) orang mempunyai tugas :

a. menyiapkan prosedur teknis pengolahan data Pegawai Negeri Sipil ;

b. Mengumpulkan, menyiapkan bahan - bahan pengolahan data, memasukkan dan menganalisa data Pegawai Negeri Sipil dalam rangka pengambilan keputusan ;

c. Mengembangkan software Sistem Informasi Kepegawaian (SIMPEG) ;

d. Merencanakan, menyusun membangun dan merawat program aplikasi bidang kepegawaian ;

e. Melaksanakan pengelolaan, register dan pengendalian data kepegawaian secara elektronik ;

f. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Informasi Kepegawaian sesuai dengan bidang tugasnya.

2. Sub Bidang Penyajian Informasi dan Dokumentasi Pejabat Eselon IV-a 1 (satu ) orang mempunyai tugas ;

a. Menyiapkan prosedur teknis pelayanan data Pegawai Negeri Sipil;

b. Menyiapkan bahan-bahan laporan dan menganalisa hasil pendataan, publikasi dan dokumentasi data secara manual maupun elektronik ;

c. Merawat dan mengembangkan hardware Sistem Informasi Kepegawaian (SIMPEG) ;

d. Melaksanakan koordinasi pendataan dengan satuan kerja dilingkungan Pemerintah Daerah ;

(29)

e. Melaksanakan pengelolaan, perawatan, dokumentasi, register dan pengendalian data arsip perorangan Pegawai Negeri Sipil (personal record office) ;

f. Melaksanakan kerjasama bidang Informasi Kepegawaian dengan lembaga/instansi/pihak swasta diluar Pemerintah Kabupaten Malang ;

g. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Informasi Kepegawaian sesuai dengan bidang tugasnya.

JABATAN FUNGSIONAL

1). Kelompok jabatan fungsional mempuyai tugas melaksanakan sebagian tugas Pemerintah Daerah sesuai dengan keahlian dan kebutuhan ;

2). Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud, terdiri dari sejumlah tenaga, dalam jenis dan jenjang jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya, ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

(30)

2.2.4 Sarana dan Peralatan Kerja Utama

1. Sarana Gedung Kantor Luas 348M2, terdiri dari :

2. Prasarana/Peralatan Kerja Utama

NO URAIAN / JENIS JUMLAH / SATUAN

a. Meja Kursi Eselon II 1 Unit

b. Meja Kursi Eselon III 5 Unit c. Meja Kursi Eselon IV 14 Unit

d. Meja Kursi Staf 58 Unit

e. Almari 32 Buah

f. Filling Cabinet 10 Buah

g. Komputer 31 Buah

h. Printer 16 Buah

i. Note Book 6 Buah

j. LCD 1 Buah

k. Mesin Ketik manual 2 Buah

NO U R A I A N JUMLAH / SATUAN

a. Ruang Kerja Kepala Badan 1 Ruang b. Ruang Kerja Sekretaris dan Staf 4 Ruang c. Ruang Kerja Kepala Bidang Mutasi

Jabatan dan Staf

2 Ruang

d. Ruang Kerja Kepala Bidang Kepangkatan Dan Penggajian dan Staf

3 Ruang

e. Ruang Kerja Kepala Bidang Pengembangan dan Kesejahteraan Pegawai serta Staf

3 Ruang

f. Ruang Kerja Kepala Bidang Informasi Kepegawaian

1 Ruang

g. Ruang Data 1 Ruang

h. Ruang Rapat 2 Ruang

i. Kamar mandi / WC 5 Ruang

j. Musholla 2 Ruang

(31)

l. Kendaraan roda empat 4 Buah

m. Kendaraan roda dua 4 Buah

n. Brankas 1 Buah

o. Almari Besi 7 Buah

p. Jaringan Web Site BKD 1 Jaringan q. Anjungan Informasi Kepegawaian 1 Buah

(32)

2.3.5 Anggaran Tahun 2006 - 2010

Anggaran Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Malang pada Belanja Tidak Langsung/Belanja Pegawai dan Belanja Langsung/Belanja kegiatan pada Renstra Tahun 2006 - 2010 sebagai berikut:

No. URAIAN

TAHUN 2006

(Rp)

2007 (Rp)

2008 (Rp)

2009 (Rp)

2010 (Rp)

1. Belanja Tidak Langsung 1.299.309.000 1.615.284.000 1.797.883.000 1.902.409.000 2.364.501.000

Prosentase Kenaikan Pertahun 24,32 11,30 5,81 24,29

Rata-rata Kenaikan 16,43 %

2. Belanja Langsung 2.040.000.000 3.561.448.000 3.350.697.000 4.013.738.000 3.083.737.000

Prosentase Kenaikan Pertahun 74,58 -5,92 19,79 -23,17

Rata-rata Kenaikan 16,32 %

JUMLAH 1 + 2 3.339.309.000 5.176.732.000 5.148.580.000 5.916.147.000 5.448.238.000

Prosentase Kenaikan Pertahun 55,02 -0,54 14,91 -7,91

Rata-rata Kenaikan 66,48%

Dilihat dari data tersebut diatas bahwa belanja Tidak Langsung pada Tahun 2006 ke Tahun 2007 mengalami kenaikan sebesar 24,32 %, Tahun 2008 11,43 %, Tahun 2009 5,81 % dan Tahun 2010 24,29% sesuai penggunaannya adalah untuk pembayaran gaji pegawai dan adanya penambahan pegawai baru pada SKPD yang mengalami kenaikan sesuai ketentuan peraturan yang berlaku. Sedangkan pada Belanja Langsung / Kegiatan Tahun 2006 ke Tahun 2007 mengalami kenaikan sebesar 74,58 %, Tahun 2008 mengalami -5,92%, Tahun 2009 naik 19,79

% dan Tahun 2010 mengalami penurunan sebesar -23,17%, pada proses kenaikan karena adanya peningkatan

(33)

Diasumsikan kenaikan anggaran Renstra Badan Kepegawaian Daerah Tahun 2011-2015 mengacu pada anggaran tahun sebelumnya pada Belanja Tidak Langsung/Belanja Pegawai mengalami kenaikan 16,43 % per tahun, sedangkan pada Belanja Langsung/Belanja kegiatan mengalami kenaikan 16,32 % - 20 % pertahun.

(34)

2.3. Kinerja Pelayanan SKPD

Kinerja Pelayanan Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Malang sesuai dengan tupoksi adalah mengurusi administrasi kepegawaian di daerah dengan sistem dan prosedur yang diatur dalam peraturan perundang- undangan yang meliputi:

 Bezzeting pegawai ;

 Administrasi Kenaikan Pangkat Pegawai;

 Administrasi Kenaikan Gaji Berkala Pegawai;

 Persyaratan mutasi/ pemindahan pegawai ;

 Pengurusan Ijin Belajar;

 Pengurusan Tugas Belajar;

 Prosedur Pengajuan Kartu Pegawai ;

 Penerbitan Kartu Suami Isteri ;

 Administrasi Pengajuan Cuti ;

 Pemberian Penghargaan/Reward dan sanksi/ punishment;

 Pengurusan Ujian Dinas dan Ujian Penyesuaian Ijazah;

 Pembuatan Kartu Identitas Pegawai (ID CARD);

 Administrasi Pensiun.

Jumlah Pegawai Negeri Sipil Daerah Pemerintah Kabupaten Malang yang menjadi target pelayanan pada tahun 2006 - 2010 menurut golongan berjumlah :

No. Tahun GOLONGAN

JUMLAH

IV III II I

1. 2006 5.074 8.977 2.529 177 18.757

2. 2007 5.707 8.360 2.483 186 16.735

3. 2008 5.790 8.408 2.999 394 17.591

4 2009 6.767 7.345 3.510 517 18.139

5. 2010 7.076 6.840 3.553 520 17.989

Pelaksanaan program dan kegiatan yang disusun dalam Rencana Strategis Badan Kepegawaian Daerah Tahun 2006-2010 melalui strategi, kebijakan, program dan kegiatan, hasil evaluasi capaian kinerja pelayanan yang menjadi urusan wajib sesuai ketentuan Permendagri No. 13 Tahun 2006 jo.

(35)

Tabel 2.1

Pencapaian Kinerja Pelayanan Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Malang

Indikator Kinerja

Target Renstra Realisasi Capaian Rasio Capaian

2006 2007 2008 2009 2010 2006 2007 2008 2009 2010 2006 2007 2008 2009 2010

Meningkatnya kemampuan Teknis / Fungsi PNS setelah mengikuti Ujian Penyesuaian Ijazah dan Ujian Dinas

800 PNS

300 250 250 250 475

PNS

151 171 194 250 59,38 50,33 68,04 77,06 100

Sosialisasi Peraturan Kepegawaian

300 PNS

250 250 500 500 300

PNS

190 516 380 350 100 76,00 206 76,00 70,00

Meningkatn ya kesejahteraan pegawai dan menurunnya pelanggaran disiplin

Jumlah PNS yang mengurus administrasi Askes, Karis/Karsu, Bapertarum,Tali Asih

1000 PNS

1000 2000 2137 2137 1164

PNS

1743 1743 2127 2133 116 174 87,15 99,53 99,81

Jumlah PNS yang memperoleh SK KP dan Gaji Berkala

4000 PNS

4000 4000 3250 3250 4172

PNS

4486 3707 3238 3241 104 112 92,67 99,63 99,72

Menurunnya pelanggaran disiplin setelah proses pemberian sanksi/punishment

60 PNS

60 20 50 20 54

PNS

39 19 20 15 90,00 65,00 95,00 40,00 75,00

Meningkatnya pengembangan pegawai yang berkualitas dan berkompetensi

Meningkatnya jumlah aparatur hasil seleksi CPNS melalui pelamar umum dan pemberkasan PTT/GTT

420 CPNS

500 600 600 700 247

CPNS

154 502 975 554 58,80 30,08 83,66 162 79,14

Penempatan dan penataan personil pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan struktural/fungsional

750 pejabat

700 1000 1250 1250 493

pejabat

750 1203 1543 1200 65,73 107 120 123 96,00

Meningkatnya kompetensi 150 150 150 150 150 137 133 104 141 253 91,33 88,66 69,33 94,00 168

(36)

Indikator Kinerja

Target Renstra Realisasi Capaian Rasio Capaian

2006 2007 2008 2009 2010 2006 2007 2008 2009 2010 2006 2007 2008 2009 2010

Terseleksinya calon pegawai yang berkualitas melalui seleksi calaon Praja IPDN

75 Calon

Praja

0 45 100 100 43

Calon Praja

0 34 97 100 57,33 0 75,55 97,00 100

Meningkatnya kualitas pelayanan kepegawaian kepada pegawai daerah

17000 PNS

18000 18000 18000 18000 16757

PNS

16736 17591 18139 17989 98,44 92,97 97,72 100 99,93

(37)

2.4 Tantangan dan Peluang

Tantangan yang ada pada Badan Kepegawaian Daerah untuk 5 tahun kedepan adalah :

1. Perubahan dan perkembangan peraturan bidang kepegawaian yang harus ditangani secara cepat dan tepat ;

2. Jumlah PNS yang memasuki batas usia pensiun untuk 5 tahun kedepan yang perlu disiapkan pengantinya ;

3. Tenaga GTT/PTT dan sukwan pada masing-masing SKPD yang belum masuk pada database dari hasil pendataan tahun 2010;

4. Posisi jabatan struktural/fungsional PNS yang masih belum terisi ; 5. Masih adanya Pelanggaran disiplin yang dilakukan PNS;

6. PNS yang masih memerlukan pendidikan penjenjangan untuk meningkatkan kompetensi;

Peluang yang dimanfaatkan untuk menghadapi tantangan kedepan adalah : a. Adanya potensi Sumber Daya Manusia Aparatur yang dapat

dikembangkan dalam penataan personil ;

b. Adanya kebijakan untuk melakukan pembinaan, pengembangan dan pengawasan kepada aparatur agar PNS berdisiplin dan profesional ; c. Adanya kebijakan pemerintah untuk mengembangkan dan mengelola PNS

yang profesional dalam penataan manajemen PNS;

d. Sistem teknologi Informasi dan komputerisasi yang mendukung pelayanan yang prima, cepat dan tepat.

(38)

BAB III

ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN

TUGAS FUNGSI

(39)

BAB III

ISU - ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH

Dari analisis lingkungan internal dan eksternal, isu strategis pembangunan Kabupaten Malang 2010-2015 yang dirumuskan dan penting untuk diperhatikan diantaranya Good Governance dan Pelayanan Prima. Untuk mewujudkan Good Governance dan mewujudkan pelayanan prima dibutuhkan Sumberdaya Manusia yang berkualitas profesional dan proporsional. Pegawai Negeri Sipil Daerah merupakan sumberdaya aparatur didaerah selaku pelayan masyarakat perlu dilakukan perencanaan dan pengelolaan secara profesional dan proporsional dalam pelaksanaan tugas pekerjaan dan jabatan. Dengan kompetensi (pengetahuan dan ketrampilan) Pegawai Negeri Sipil Daerah yang dimiliki, akan mampu mewujudkan pelayanan prima di daerah.

Dari analisis isu strategis yang menjadi permasalahan didaerah adalah bagaimana kemudahan pelayanan publik baik pelayanan administrasi dan hak- hak masyarakat lainnya dapat terlayani dengan baik. Kemudian dari hasil analisis lingkungan daerah untuk mewujudkan pelayanan publik dan yang menjadi kekuatan yaitu tersedianya sumber daya manusia yang memadai.

Analisis yang menjadi kelemahan daerah adalah pelayanan pemerintah kepada masyarakat belum memuaskan dan yang menjadikan peluang daerah adalah adanya political will secara nasional untuk memajukan sumber daya manusia Indonesia melalui prioritas pembangunan pendidikan dan kesehatan dan yang menjadi ancaman daerah adalah era globalisasi yang harus diikuti sesuai perkembangan oleh Organisasi Perangkat Daerah.

Badan Kepegawaian Daerah merupakan Organisasi Perangkat Daerah sesuai tugas pokok dan fungsi adalah mengurusi administrasi kepegawaian di daerah dengan sistem dan prosedur yang diatur dalam peraturan perundang- undangan yang meliputi : perencanaan (formasi), persyaratan pengangkatan, penempatan dan pemindahan, pendidikan dan pelatihan, penggajian, pemberhentian, sanksi (punishment) dan penghargaan (reward), pensiun. Untuk mendukung program pembangunan pemerintah daerah selama 5 tahun kedepan sesuai agenda dan prioritas pembangunan diantaranya Mewujudkan pemerintahan dan masyarakat yang mandiri dan berdaya saing, yaitu suatu kondisi pemerintahan dan masyarakat yang semakin mampu menyelenggarakan pemerintahan dan pembangunan berdasarkan kemampuan sendiri dan berdaya

(40)

luas, yang selanjutnya diarahkan kedalam agenda prioritas pembangunan Pemerintah Kabupaten Malang.

Sebagai konsekwensi dalam mendukung prioritas pembangunan daerah dalam memberikan kemudahan pelayanan publik tentunya perlu disiapkan penataan sumberdaya aparatur yang profesional dan proporsional. Untuk menata sumberdaya aparatur Pegawai Negeri Sipil Daerah hal-hal yang perlu diperhatikan adalah dengan melakukan Identifikasi Permasalahan berdasarkan tugas pokok dan fungsi. Hasil Identifikasi Permasalahan tugas pokok fungsi dilakukan melalui analisa SWOT, Analisis Alternatif Strategi dan Analisa Strategis Pilihan yang diuraikan sebagaimana tabel berikut :

3.1. Identifikasi Permasalahan berdasarkan Tupoksi :

Dari identifikasi pemasalahan berdasarkan tugas pokok dan fungsi pada Badan Kepegawaian Daerah yang menjadi perhatian untuk 5 (lima) tahun kedepan dalam pengelolaan Sumberdaya Manusia Aparatur melanjutkan program dan kegiatan yang belum tercapai pada target Renstra sebelumnya sehingga perlu ditindaklajuti pada Renstra 2010-2015 sebagai konsekuensi dalam mendukung program pemerintah daerah 5 tahun mendatang. Permasalahan yang dihadapi dan harus dilaksanakan adalah : a. Proses pengangkatan GTT/PTT yang masuk dalam database

kepegawaian sesuai regulasi SE MENPAN No. 5 tahun 2010 untuk dilakukan pemberkasan menjadi Calon Pegawai Negeri dan tindak lanjut pemetaan Tenaga Honorer Kategori I, II dan Non Kategori;

b. Rekruitmen CPNS dari Pelamar Umum untuk mengganti PNS yang memasuki BUP yang disiapkan penggantinya ;

c. Penataan personil secara proporsional pada jabatan struktural/

fungsional karena pensiun untuk disiapkan penggantinya melalui promosi/pengangkatan dan pelantikan ;

d. Penataan Guru SD sesuai kebutuhan Rombongan Belajar (Rombel) untuk meningkatkan kualitas pendidikan ;

e. Wacana Perubahan Batas Usia Pensiun (BUP) PNS mencapai usia 58 tahun ;

f. Sosialisasi PP No. 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS yang disampaikan kepada seluruh aparatur / PNS untuk mengurangi pelanggaran disiplin sehingga dapat meningkatkan pelayanan;

g. Regulasi administrasi kepegawaian melalui Kartu Pegawai Elektronik

(41)

h. Pengembangan data PNS melalui sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian (SAPK) dan informasi data yang mudah diakses secara langsung oleh PNS melalui teknologi informasi .

1. Kekuatan Strenght (S)

a. Adanya Undang-undang dan Peraturan tentang Kepegawaian dalam menunjang penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan bidang kepegawaian ;

b. Tersedianya aparatur yang memiliki kompetensi pendidikan dan komitmen kinerja yang baik ;

c. Tersedianya dana yang cukup untuk melaksanakan kegiatan ;

d. Kemampuan personil dalam struktur organisasi yang relevan dan profesional.

2. Kelemahan Weakness (W)

a. Prasarana yang kurang memadai untuk memberikan kenyamanan pelayanan kepada PNS dan belum tersedianya sarana yang cukup khususnya untuk penyimpanan data arsip perorangan PNS ;

b. Terhambatnya penyampaian informasi kepegawaian secara cepat karena jangkauan lokasi SKPD yang menyebar didaerah ;

c. Terbatasnya personil yang menangani kepegawaian dengan jumlah PNS yang mendapatkan pelayanan ;

d. Kurangnya fasilitas sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung pelayanan.

3. Peluang/Opportunity (O)

a. Adanya potensi Sumber Daya Manusia Aparatur yang dapat dikembangkan dalam penataan personil ;

b. Adanya kebijakan untuk melakukan pembinaan, pengembangan dan pengawasan kepada aparatur agar PNS berdisiplin dan profesional ; c. Adanya kebijakan pemerintah untuk mengembangkan dan mengelola

PNS yang profesional dalam penataan manajemen PNS;

d. Sistem teknologi Informasi dan komputerisasi yang mendukung pelayanan yang prima, cepat dan tepat.

4. Ancaman/Thread (T)

a. Adanya tuntutan pelayanan yang lebih baik bagi PNS mulai dari

(42)

c. Adanya perkembangan kebijakan pemerintah yang baru, untuk direspon secara cepat dan segera ditindaklajuti;

d. Tuntutan Standar Pelayanan Publik bagi masyarakat penerima pelayanan dari PNS secara profesional.

A S U M S I

Dari kedua Analisis tersebut baik lingkungan Internal ataupun Eksternal dengan menggunakan analisis SWOT ( Tabel 1 ) diperoleh Asumsi (ASI) sebagai berikut :

1. Adanya Undang-undang dan Peraturan tentang Kepegawaian dalam menunjang penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan bidang kepegawaian dan tersedianya dana yang cukup untuk melaksanakan kegiatan merupakan kekuatan utama dalam pencapaian Visi;

2. Terhambatnya penyampaian informasi kepegawaian secara cepat karena jangkauan lokasi SKPD yang menyebar didaerah, Kurangnya fasilitas sarana prasarana yang kurang memadai untuk mendukung perkembangan dan penyampaian informasi kepegawaian didaerah merupakan kelemahan untuk pencapaian Visi ;

3. Adanya potensi Sumber Daya Manusia Aparatur yang dapat dikembangkan dalam penataan personil dan kebijakan untuk melakukan pembinaan dan pengawasan kepada aparatur agar PNS berdisiplin dan profesional merupakan peluang yang perlu di manfaatkan untuk pencapaian Visi ;

4. Adanya tuntutan pelayanan yang lebih baik bagi PNS mulai dari proses rekruitmen hingga proses pensiun, era globalisasi dan kemajuan Iptek yang menuntut perkembangan sistem pelayanan kepegawaian harus mengikuti perubahan merupakan ancaman terhadap pencapaian Visi.

ANALISIS STRATEGIS

Dari asumsi dan informasi lain yang telah dikembangkan sebelumnya, dilakukan Analisa Strategis dan Analisa Pilihan (ASAP) melalui pengembangan lebih lanjut Analisa SWOT (Tabel 2) ditemukan Strategi alternatif adalah sebagai berikut :

1. Strategi SO

a. Mendayagunakan Undang-undang dan Peraturan tentang Kepegawaian dalam menunjang penyelenggaraan pemerintahan

(43)

b. Mendayagunakan dana yang cukup untuk melaksanakan kegiatan dalam melakukan pembinaan dan pengawasan kepada aparatur agar PNS berdisiplin dan profesional.

2. Strategi WO

a. Prasarana yang kurang memadai untuk memberikan kenyamanan pelayanan kepada PNS dan belum tersedianya sarana yang cukup untuk penyimpanan data arsip perorangan PNS ditingkatkan dengan mengelola PNS yang profesional dalam penataan manajemen PNS

;

b. Terhambatnya penyampaian informasi kepegawaian secara cepat karena jangkauan lokasi SKPD yang menyebar didaerah dilakukan melalui pengembangan Sistem teknologi Informasi dan komputerisasi yang mendukung pelayanan yang prima, cepat dan tepat.

3. Strategi ST

Memanfaatkan Kemampuan personil dalam struktur organisasi yang relevan dan profesional untuk menghadapi tuntutan standar pelayanan publik bagi masyarakat penerima pelayanan dari PNS secara profesional.

4. Strategi WT

a. Dengan terbatasnya personil yang menangani kepegawaian dengan jumlah PNS yang mendapatkan pelayanan tingkatkan dengan sarana prasarana yang kurang memadai untuk mendukung perkembangan dan penyampaian informasi kepegawaian didaerah;

b. Dengan Kurangnya fasilitas sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung pelayanan ditingkatkan dengan pengembangan sarana prasarana untuk memberikan tuntutan standar pelayanan publik bagi masyarakat penerima pelayanan dari PNS secara profesional.

FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN

Untuk memberikan fokus dan memperkuat rencana sehingga dapat memperjelas hubungan antara Visi, Misi dan Nilai-nilai Asumsi dan ASAP.

Selanjutnya disusun Faktor Penentu Keberhasilan (FPK) dan dikembangkan dari Alternatif Strategi (Tabel 3), sebagai berikut :

1. Mendayagunakan Undang-undang dan Peraturan tentang Kepegawaian dalam menunjang penyelenggaraan pemerintahan dan

Gambar

Tabel : Indikator Kinerja SKPD Badan Kepegawaian Daerah          yang mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPMJD

Referensi

Dokumen terkait

Entri data dan validasi data Mengentri data guru ke format microsoft excel yang telah dibuat dan validasi data guru dengan data dapodik untuk pemetaan kebutuhan

Semoga kajian market intelligence ini dapat bermanfaat sebagai bahan referensi bagi seluruh pihak terkait untuk menentukan strategi pemasaran dan pengambilan

Dari 2 klas tersebut ternyata tidak saling bebas atau independen, justru klas Mahasiswa di dalamnya memiliki atribut yang merupakan objek dari klas Matakuliah,

Besarnya pengaruh keputusan pembelian (X) terhadap kepuasan konsumen (Y) pada kartu perdana Indosat dapat dilihat dari indikator yang digunakan masing-masing

Menu utama merupakan tampilan utama saat program pertama kali dijalankan, menu utama terdapat beberapa tombol seperti Login, Pendaftaran, Pemeriksaan, Laporan, Cari,

Terkait persoalan penanaman nilai-nilai akhlak, Dawam Raharjo dalam bukunya Keluar Dari Kemelut Pendidikan Nasional bahwa pembinaan akhlak anak dapat dilakukan: (1)

Tujuan penelitian ini adalah mendiskusikan mengani penyebab kredit, dampak sanksi dan aturan adat terhadap debitur yang kreditnya macet, serta perbedaan ROA pada LPD yang

Alhamdulillahirabbil ‘alamiin, segala puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wata’ala atas limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan