PERANCANGAN PENGENDALI KECEPATAN MOTOR ARUS SEARAH (DC) DENGAN PENDEKATAN TANGGAPAN FREKUENSI
DENGAN MENGGUNAKAN MATLAB
Heru Dibyo Laksono1
ABSTRACT
In the control of motor speed direct current (DC), the system model is nonlinear.
To analyze patterns of behavior around the operating point, one of the model system is to dilinierisasi at the operating point.
Of the model system transfer function is obtained dilinierisasi motor direct current (DC) and is designed controllers Proportional (P), Proportional Integral (PI), Proportional Differential (PD) and Proportional Integral Differential (PID) through a simulation using Matlab software and frequency response approach. From the simulation results obtained constant value proportional (P), Integral constant (I) and the constants Differential (D) controllers that control motor speed direct current (DC).
Keywords: motor direct current (DC), proportional controller (P), proportional integral controller (PI), proportional differential controller, the controller proportional integral differential (PID, frequency response, Matlab
INTISARI
Dalam pengendalian kecepatan Motor arus searah (DC), model sistem bersifat nonlinier. Untuk menganalisa pola tingkah laku disekitar titik operasi, salah satu model sistem adalah dengan dilinierisasi di titik operasi.
Dari model sistem yang dilinierisasi tersebut diperoleh fungsi alih motor arus searah (DC) dan dirancang pengendali Proporsional (P), Proporsional Integral (PI), Proporsional Diferensial (PD) dan Proporsional Integral Diferensial (PID) melalui suatu simulasi dengan menggunakan perangkat lunak Matlab serta pendekatan tanggapan frekuensi. Dari hasil simulasi didapatkan nilai konstanta Proporsional (P), konstanta Integral (I) dan konstanta Diferensial (D) pengendali yang mengendalikan kecepatan motor arus searah (DC).
Kata Kunci : motor arus searah (DC), pengendali proporsional (P), pengendali proporsional integral (PI) , pengendali proporsional diferensial, pengendali proporsional integral diferensial (PID, tanggapan frekuensi, Matlab
1 Dosen Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas Padang
PENDAHULUAN
Motor Arus Searah (DC) telah digunakan secara luas pada banyak aplikasi yang memerlukan kecepatan yang dapat diatur di bidang industri karena mempuyai karakteristik torsi dan kecepatan yang dapat dipilih.
Pengendalian kecepatan motor arus searah (DC) ini bisa dilakukan dengan berbagai metoda diantaranya, proporsional (P), Proporsional Integral (PI), Proporsional Diferensial (PD), Proporsional Integral Diferensial (PID), metoda Linear Quadractic Gausian (LQG), metoda Linear Quadractic Gaussian/Loop Transfer Recovery (LQG/LTR), Metoda H2 dan Metoda H.
Dalam pengaturan kecepatan motor arus searah (DC), ada banyak gangguan yang mungkin akan terjadi seperti kehilangan beban secara tiba-tiba sehingga kecepatan motor arus searah (DC) menjadi lebih tinggi, perubahan nilai resistansi pada komutator motor arus searah (DC) dan sebagainya, sehingga perlu studi kestabilan dinamik di sekitar titik operasinya dan mencoba menganalisa tingkah laku kestabilan kecepatan motor arus searah (DC)
menggunakan pengendali
proporsional(P), Proporsional Integral (PI), Proporsional Diferensial (PD), Proporsional Integral Diferensial (PID) dengan menggunakan pendekatan tanggapan frekuensi. Hasil studi dapat menjadi bahan-bahan perancangan pengendali untuk pengendalian kecepatan motor arus searah (DC)
Dalam penelitian ini akan dibahas simulasi yang berkaitan dengan perancangan tahap mula sistem kendali linier untuk mengendalikan kecepatan motor arus searah (DC) dengan menggunakan perangkat lunak Matlab.
Syarat menggunakan diatas adalah model motor arus searah (DC) harus bersifat linier. Untuk mendapatkan model
linier tersebut, model sistem dilinierisasi di titik operasi tertentu
Penelitian ini bertujuan melakukan simulasi memperoleh bahan informasi merancang pengendali Proporsional (P), Proporsional Integral (PI), Proporsional Diferensial (PD), Proporsional Integral Diferensial (PID) yang mengendalikan perubahan kecepatan Motor arus searah (DC) dengan pendekatan tanggapan frekuensi. Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan informasi perancangan pengendali Proporsional (P), Proporsional Integral (PI), Proporsional Diferensial (PD), Proporsional Integral Diferensial (PID) yang mengendalikan kecepatan motor
Dalam penelitian ini dilakukan pembatasan masalah sebagai berikut 1. Sistem dinamik motor arus searah
(DC) yang akan dikendalikan adalah sistem yang bersifat linier, tak berubah waktu dan kontinu.
2. Gangguan dinamik yang terjadi pada motor arus seaarah (DC ) diabaikan 3. Rotor dan shaft bersifat rigid
4. Pengedali yang dirancang terdiri pengendali Proporsional (P), Proporsional Integral (PI), Proporsional Diferensial (PD) dan Pengendali Proporsional Integral Diferensial (PID) dengan pendekatan tanggapan frekuensi.
5. Perancangan dan analisa dilakukan dengan menggunakan perangkat Matlab 7.1
METODOLOGI PENELITIAN Pemodelan Matematis
Gambar-1 Rangkaian Ekivalen Motor Arus Searah (DC)
Dengan nilai parameter sebagai berikut
- Moment Inersia
J = 0.012 2
s kg.m - Rasio Redaman
b = 0.10Nms
- Konstanta Gaya Elektromotif
KKeKt
= 0.01 ampNm - Resistansi (R) = 1 ohm - Induktansi (L) = 0.5 H
Hubungan antara torsi motor (T) dan arus armatur (i) dinyatakan pada persamaan (2.1) berikut
i K
T t (2.1)
Hubungan antara emf (e) dan kecepatan sudut
θ dinyatakan pada persamaan (2.2) berikutθ K
e e (2.2)
dimana Kt Ke dengan Ktadalah konstanta armature dan Ke adalah konstanta motor. Berdasarkan Gambar- 2.1 dapat diturunkan persamaan (2.3) dan (2.4) berikut
i θ K θ b
J (2.3)
θ v K i dt R
Ldi (2.4)
Dengan menggunakan transformasi Laplace, persamaan (2.3) dan (2.4) dapat dinyatakan dalam domain S dengan asumsi semua kondisi awal bernilai nol dan diperoleh persamaan (2.5) dan (2.6) berikut
Js θ s2 bsθ s KI s (2.5)
s RI
s Vs -Ksθ
sLsI (2.6)
dengan mengeliminasi I
s pada persamaan (2.5) dan (2.6) diperoleh fungsi alih lingkar terbuka yang menyatakan perbandingan kecepatan sudut rotor
θ sebagai keluaran dengantegangan sumber
v sebagai masukan pada persamaan (2.7) dan (2.8) berikut
Js b
Ls R
K2 Ks V
θs
(2.7)
2
2
θ s K
V s JLs + JR + bL s + bR + K (2.8)
Dengan memasukkan nilai-nilai parameter yang diketahui ke persamaan (2.8) diperoleh persamaan (2.9) berikut
2θ s 0.0100
V s
=
0.0050s +0.0600s +0.1001(2.9) Adapun fungsi alih lingkar terbuka sistem kendali kecepatan motor arus searah (DC) tanpa pengendali pada persamaan (2.10) berikut
2θ s 0.0100
V s
=
0.005s 0.0600 0.1001+ s +
(2.10)
Fungsi alih lingkar tertutup sistem kendali kecepatan motor arus searah (DC)tanpa pengendali pada persamaan (2.11) berikut
2θ s 0.0100
V s = 0.005s + 0.0600s + 0.1101 (2.11)
Akar – akar persamaan karakteristik sistem kendali kecepatan motor arus searah (DC) tanpa pengendali pada persamaan (2.12) dan (2.13) berikut
s1-2.2600 (2.12)
dengan faktor redaman
sebesar1.0000 dan
nilai frekuensi alamiah tidak teredam
ωn sebesar 2.2600 rad/detik s2 9.7400 (2.13)dengan faktor redaman
sebesar1.0000 dan nilai frekuensi alamiah tidak teredam
ωn sebesar 9.7400 rad/detik.Performansi sistem lingkar tertutup dalam domain waktu untuk sistem kendali kecepatan motor arus searah (DC) adalah waktu naik
Tr sebesar 1.0172 detik, waktu keadaan mantap
Ts sebesar 1.8443 detik selain itu sistem kendali kecepatan motor arus searah (DC) ini mempuyai tipe sistem 0 (nol) dengan kesalahan keadaan mantap untuk masukan undak satuan adalah 0.9092, Untuk tanggapan keluaran kecepatan
θ sistem kendali kecepatan motor arus searah (DC) terhadap tegangan sumber v
sebagai masukan berupa fungsi undak satuan untuk sistem lingkar terbuka dan sistem lingkar tertutup diperlihatkan pada Gambar-2 berikut0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
0 0.05 0.1
Tanggapan Sistem Lingkar Terbuka Terhadap Masukan Undak Satuan
detik
Kecepatan Sudut
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
0 0.05 0.1
Tanggapan Sistem Lingkar Tertutup Terhadap Masukan Undak Satuan
detik
Kecepatan Sudut
Gambar-2 Tanggapan Kecepatan Sistem Kendali Motor Arus Searah
(DC) Tanpa Pengendali
Pada Gambar-2 terlihat bahwa sistem kendali kecepatan motor arus searah bersifat redaman kritis. Tanggapan keluaran dari kecepatan motor arus searah tidak berosilasi dan akan mencapai keadaan mantap dalam waktu singkat. Pada Gambar-3 akan diperlihatkan tempat kedudukan pole – zero dari sistem lingkar tertutup persamaan (2.11) berikut
-10 -9 -8 -7 -6 -5 -4 -3 -2 -1 0
-1 -0.8 -0.6 -0.4 -0.2 0 0.2 0.4 0.6 0.8 1
0.65 0.88 0.945 0.972 0.986 0.993
0.998
0.999
0.65 0.88 0.945 0.972 0.986 0.993
0.998 0.999
2 4 6 8 10
Tempat Kedudukan Pole - Zero
Sumbu Real
Sumbu Imaginer
Gambar-3 Tempat Kedudukan Pole - Zero Sistem Kendali Kecepatan Motor
Arus Searah (DC) Tanpa Pengendali
Pada Gambar-3 terlihat bahwa akar-akar persamaan karakteristik sistem lingkar tertutup bersifat nyata dengan nilai
s1-2.2600 dengan faktor redaman
sebesar 1.0000 dan nilai frekuensi alamiah tidak teredam
ωn sebesar2.2600 rad/detik dan s2 9.7400 dengan faktor redaman
sebesar1.0000 dan nilai frekuensi alamiah tidak teredam
ωn sebesar 9.7400 rad/detik.Selain itu hasil perhitungan Matlab menunjukkan performansi sistem kendali kecepatan motor arus searah untuk domain frekuensi dengan hasil berikut - Performansi sistem lingkar terbuka
dalam domain frekuensi adalah margin penguatan sebesar 103.3902 dB pada frekuensi sebesar NaN, margin fasa sebesar tidak terhingga pada frekuensi sebesar 543.9417 rad/detik - Performansi sistem lingkar tertutup
dalam domain frekuensi adalah lebar pita (bandwidth) sebesar 1.8300 rad/detik
Selanjutnya akan diperlihatkan tanggapan frekuensi sistem kendali kecepatan motor arus searah (DC) dengan diagram Bode pada Gambar -4 berikut ini
-120 -100 -80 -60 -40 -20
Magnitude (dB)
10-1 100 101 102 103
-180 -135 -90 -45 0
Phase (deg)
Bode Diagram Gm = Inf dB (at Inf rad/sec) , Pm = Inf
Frequency (rad/sec)
Gambar-4. Diagram Bode Sistem Lingkar Terbuka Sistem Kendali Kecepatan Motor Arus Searah (DC) Tanpa Pengendali dan Kompensator
PEMBAHASAN
Perancangan Pengendali
Pengendali yang dirancang terdiri dari pengendali Proporsional (P), Proporsional Integral (PI), Proporsional Derivatif (PD) dan Proporsional Integral Derivatif (PID). Pada tahap perancangan ini menggunakan perangkat lunak Matlab untuk memperoleh bahan informasi mengenai perancangan pengendali tersebut. Adapun fungsi alih untuk pengendali proporsional (P) pada persamaan (3.1) berikut
c
pG s K (3.1)
DimanaKpadalah konstanta pengendali Proporsional (P). Fungsi alih untuk pengendali Proporsional Integral (PI) pada persamaan (3.2) berikut
p IGc s = K K
s (3.2)
Dimana Kpadalah konstanta pengendali Proporsional (P) dan KI adalah konstanta pengendali Integral (I). Fungsi alih untuk pengendali Proporsional Diferensial (PD) pada persamaan (3) berikut
c
p DG s = K + K s (3.3)
DimanaKpadalah konstanta pengendali Proporsional (P) dan KD adalah konstanta pengendali Diferensial (D).
Fungsi alih untuk pengendali Proporsional Integral Diferensial (PID) pada persamaan (3.4) berikut
KIGc s = K + P s + K sD (3.4)
Dimana Kpadalah konstanta pengendali Proporsional (P), KIadalah konstanta pengendali Integral dan KD adalah konstanta pengendali Diferensial (D).
Selain itu dengan menggunakan pendekatan tempat kedudukan akar dengan posisi
akar-akar dominan lingkar tertutup di s = s β1 , diperoleh persamaan (3.5) dan (3.6) berikut
Ip
1
sin β + ψ 2K cosβ
K Msin β s
(3.5)
D I2
1 1
sin ψ K K s Msin β s
(3.6)
dimana M dan ψ adalah magnitude dan sudut phasa fungsi alih lingkar terbuka pada s = s β1 dengan rumusan matematis pada persamaan (3.7) berikut
p
1G s M ψ (3.7)
Adapun fungsi Matlab untuk perancangan pengendali proporsional adalah
Spesifikasi Perancangan Pengendali Sebelum perancangan dimulai, perlu ditetapkan terlebih dahulu spesifikasi perancangan sistem kendali sebagai pedoman dalam proses perancangan agar diperoleh hasil akhir yang sesuai dengan kebutuhan. Demikian halnya
sistem kendali yang akan dirancang ini memiliki spesifikasi sebagai berikut 1. Lewatan maksimum kurang dari 20
%
2. Waktu keadaan mantap kurang dari 2 detik
3. Waktu naik kurang 0.7500 detik 4. Margin fasa antara 300 s/d 600 Hasil Simulasi
Hasil perancangan pengendali Proporsional (P) untuk sistem kendali kecepatan motor arus searah (DC) dengan pendekatan tanggapan frekuensi diperoleh konstanta Proporsional
Kp sebesar 65.0000 dengan fungsi alih pengendali pada persamaan (5.1) berikut
Gc s = 65.0000 (5.1)
Fungsi alih lingkar terbuka sistem kendali kecepatan motor arus searah (DC) dengan pengendali Proporsional (P) pada persamaan (5.2) berikut
20.6500 Gc s G s =
0.0050s + 0.0600s + 0.1001(5.2 )
Fungsi alih lingkar tertutup sistem kendali kecepatan motor arus searah (DC) dengan pengendali Proporsional (P) pada persamaan (5.3) berikut
2θ s 0.6500
V s = 0.0050s + 0.0600s + 0.7501 (5.3)
Akar – akar persamaan karakteristik sistem kendali kecepatan motor arus searah (DC) dengan pengendali Proporsional (P) pada persamaan (5.4) dan (5.5) berikut
s1 6.0000j10.7000 (5.4)
s2 6.0000j10.7000 (5.5)
dengan faktor redaman
sebesar0.4900 dan nilai frekuensi alamiah tidak teredam
ω
n sebesar 12.2000 rad/detik.Selain itu performansi sistem lingkar tertutup dalam domain waktu untuk sistem kendali kecepatan motor arus searah (DC) dengan pengendali Proporsional (P) adalah
o Waktu naik
Tr sebesar 0.1333 detik o Waktu puncak
Tp sebesar 0.2950detik
o Lewatan maksimum
Mp sebesar 17.1133 %o Waktu keadaan mantap
Ts sebesar 0.6650 detikSistem kendali kecepatan motor arus searah (DC) dengan pengendali Proporsional (P) ini mempuyai tipe sistem 0 (nol) dengan kesalahan keadaan mantap untuk masukan undak satuan adalah 0.1334. Untuk tanggapan keluaran kecepatan
θ dari sistem kendalikecepatan motor arus searah (DC) terhadap tegangan sumber
v sebagaimasukan berupa fungsi undak satuan tanpa pengendali Proporsional (P) dan dengan pengendali Proporsional (P) diperlihatkan pada Gambar-5 berikut
0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20
0 0.05 0.1
Tanggapan Sistem Terhadap Masukan Undak Satuan Sebelum Pemasangan Pengendali Proporsional
detik
Kecepatan Sudut
0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5 5
0 0.5 1 1.5
Tanggapan Sistem Terhadap Masukan Undak Satuan Setelah Pemasangan Pengendali Proporsional
detik
Kecepatan Sudut
Gambar-5. Tanggapan Kecepatan Sistem Lingkar Tertutup Kendali Kecepatan Motor Arus Searah (DC) Berdasarkan Pendekatan Tanggapan
Frekuensi
Pada Gambar-4 terlihat bahwa sistem kendali kecepatan motor arus searah (DC) setelah pemasangan pengendali Proporsional (P) menunjukan sistem bersifat redaman kurang. Tanggapan kecepatan motor arus searah akan berosilasi dengan amplitudo yang kecil dan sistem kendali kecepatan motor arus searah (DC) tidak memerlukan waktu yang lama untuk kembali ke keadaan tetapnya. Secara umum pemasangan pengendali Proporsional (P) pada sistem kendali kecepatan motor arus searah akan menambah durasi waktu puncak
Tp dari 0.0000 detik menjadi 0.2950 detik, mengurangi waktu naik
Tr dari 1.0172 detik menjadi 0.1333 detik, menambah lewatan maksimum
Mp dari 0.0000 % menjadi 17.1133 % dan mengurangi waktu keadaan mantap
Ts dari 1.8443 detik menjadi 0.6650 detik.Berikutnya tanggapan frekuensi sistem kendali kecepatan motor arus searah sebelum dan sesudah pemasangan pengendali Proporsional (P) dapat dilihat pada Gambar-5 berikut
-200 -100 0
Magnitude (dB)
10-1 100 101 102 103
-180 -90 0
Phase (deg)
Bode Diagram Gm = Inf dB (at Inf rad/sec) , Pm = Inf
Frequency (rad/sec)
-100 0 100
Magnitude (dB)
10-1 100 101 102 103
-180 -90 0
Phase (deg)
Bode Diagram
Gm = Inf dB (at Inf rad/sec) , Pm = 59.2 deg (at 9.31 rad/sec)
Frequency (rad/sec)
Gambar-6 Diagram Bode Sistem Kendali Kecepatan Motor Arus Searah
Berdasarkan Gambar-6 performansi sistem lingkar terbuka dalam domain
frekuensi setelah pemasangan pengendali Proporsional (P) diperoleh
- Margin penguatan sebesar 2270.0000 dB
- Frekuensi margin penguatan sebesar 9.3000 rad/detik
- Margin fasa sebesar 59.20000 - Frekuensi margin fasa sebesar
544.0000 rad/detik
Untuk performansi sistem lingkar tertutup dalam domain frekuensi setelah pemasangan pengendali Proporsional (P) diperoleh
- Lebar pita (bandwidth) sebesar 15.8000 rad/detik
- Magnitude puncak sebesar 1.0100 dB - Frekuensi puncak sebesar 8.9500
rad/detik
Bertambahnya lebar pita (bandwidth) setelah pemasangan pengendali Proporsional (P) mengakibatkan lebih cepatnya waktu naik
Tr dari tanggapan waktu sistem lingkar tertutup, sistem lebih peka terhadap derau dan perubahan parameter sistem sebaliknya jika lebar pita (bandwidth) bertambah kecil setelah pemasangan pengendali Proporsional (P) maka waktu naik
Tr dari tanggapan waktu sistem lingkar tertutup akan lebih lambat, kepekaan sistem terhadap derau tidak terlalu tinggi dan lebih kokoh terhadap perubahan parameter sistem.Hasil perancangan pengendali Proporsional Integral (PI) untuk sistem kendali kecepatan motor arus searah (DC) dengan pendekatan tanggapan frekuensi diperoleh konstanta Proporsional
Kp sebesar 51.9322 dan konstanta Integral
KI sebesar 76.1481, fungsi alih pengendali pada persamaan (5.6) berikut
c
76.1481 G s = 51.9322 +
s
(5.6)
Fungsi alih lingkar terbuka sistem kendali kecepatan motor arus searah (DC)
dengan pengendali Proporsional Integral (PI) pada persamaan (5.7) berikut
3 20.5193s + 0.7615 G s G s = c
0.0050s + 0.0600s + 0.1001s (5.7)
Fungsi alih lingkar tertutup sistem kendali kecepatan motor arus searah (DC) dengan pengendali Proporsional Integral (PI) pada persamaan (5.8) berikut
3 2θ s 0.5193s + 0.7615
V s = 0.0050s + 0.0600s + 0.6194s +0.7615 (5.8) Akar – akar persamaan karakteristik sistem kendali kecepatan motor arus searah (DC) dengan pengendali Proporsional Integral (PI) pada persamaan (5.9) s/d (5.11) berikut
s1 1.4000 (5.9)
dengan faktor redaman
sebesar1.0000 dan nilai frekuensi alamiah tidak teredam
ω
n sebesar 1.4000 rad/detik.s2 5.3000j9.0000 (5.10)
s3 5.0000j9.0000 (5.11)
dengan faktor redaman
sebesar0.5080 dan nilai frekuensi alamiah tidak teredam
ω
n sebesar 10.4000 rad/detik.Selain itu performansi sistem lingkar tertutup dalam domain waktu untuk sistem kendali kecepatan motor arus searah (DC) dengan pengendali Proporsional Integral (PI) adalah
o Waktu naik
Tr sebesar 0.1719 detik o Waktu puncak
Tp sebesar 0.3509detik
o Lewatan maksimum
Mp sebesar 11.5350 %o Waktu keadaan mantap
Ts sebesar 0.8809 detikSistem kendali kecepatan motor arus searah (DC) dengan pengendali
Proporsional Integral (PI) ini mempuyai tipe sistem 1 (satu) dengan kesalahan keadaan mantap untuk masukan undak satuan adalah 0.1315. Untuk tanggapan keluaran kecepatan
θ dari sistemkendali kecepatan motor arus searah (DC) terhadap tegangan sumber
vsebagai masukan berupa fungsi undak satuan tanpa pengendali Proporsional Integral (PI) dan dengan pengendali Proporsional Integral (PI) diperlihatkan pada Gambar-7 berikut
0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20
0 0.05 0.1
Tanggapan Sistem Terhadap Masukan Undak Satuan Sebelum Pemasangan Pengendali Proporsional Integral
detik
KecepatanSudut
0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5 5
0 0.5 1 1.5
Tanggapan Sistem Terhadap Masukan Undak Satuan Setelah Pemasangan Pengendali Proporsional Integral
detik
KecepatanSudut
Gambar-7. Tanggapan Kecepatan Sistem Lingkar Tertutup Kendali Kecepatan Motor Arus Searah (DC) Berdasarkan Pendekatan Tanggapan
Frekuensi
Pada Gambar-6 terlihat bahwa sistem kendali kecepatan motor arus searah (DC) setelah pemasangan pengendali Proporsional Integral (PI) menunjukan sistem bersifat redaman kurang dan orde sistem lingkar tertutup berubah dari orde 2 (dua) menjadi orde 3 (tiga). Secara umum pemasangan pengendali Proporsional Integral (PI) pada sistem kendali kecepatan motor arus searah (DC) akan menambah durasi waktu puncak
Tp dari 0.0000 detik menjadi0.3509 detik, mengurangi waktu naik
Tr dari 1.0172 detik menjadi 0.1719 detik, menambah lewatan maksimum
Mp dari 0.0000 % menjadi 11.5350 % dan menambah waktu keadaan mantap
Ts dari 1.8443 detik menjadi 0.8809 detik.Berikutnya tanggapan frekuensi sistem kendali kecepatan motor arus searah sebelum dan sesudah pemasangan pengendali Proporsional Integral (PI) dapat dilihat pada Gambar-7 berikut
-200 -100 0
Magnitude (dB)
10-1 100 101 102 103
-180 -90 0
Phase (deg)
Bode Diagram Gm = Inf dB (at Inf rad/sec) , Pm = Inf
Frequency (rad/sec)
-100 0 100
Magnitude (dB)
10-1 100 101 102 103
-180 -90 0
Phase (deg)
Bode Diagram
Gm = Inf dB (at Inf rad/sec) , Pm = 55 deg (at 8 rad/sec)
Frequency (rad/sec)
Gambar-8 Diagram Bode Sistem Kendali Kecepatan Motor Arus Searah
Berdasarkan Gambar-8 performansi sistem lingkar terbuka dalam domain frekuensi pada pengendalian kecepatan motor arus setelah pemasangan pengendali Proporsional Integral (PI) diperoleh
- Margin penguatan sebesar 2850.0000 dB
- Frekuensi margin penguatan sebesar 8.0000 rad/detik
- Margin fasa sebesar 55.00000 - Frekuensi margin fasa sebesar
544.0000 rad/detik
Untuk performansi sistem lingkar tertutup dalam domain frekuensi pada pengendalian kecepatan motor arus searah setelah pemasangan pengendali Proporsional Integral (PI) mengalami perubahan dari
o Lebar pita (bandwidth) sebesar 1.8300 rad/detik
Menjadi
o Lebar pita (bandwidth) sebesar 12.8000 rad/detik
o Magnitude puncak sebesar 1.0900 dB
o Frekuensi puncak sebesar 7.2000 rad/detik
Bertambahnya lebar pita (bandwidth) setelah pemasangan pengendali Proporsional Integral (PI) mengakibatkan lebih cepatnya waktu naik
Tr dari tanggapan waktu sistem lingkar tertutup, sistem lebih peka terhadap derau dan perubahan parameter sistem sebaliknya jika lebar pita (bandwidth) bertambah kecil setelah pemasangan pengendali Proporsional Integral (PI) maka waktu naik
Tr dari tanggapan waktu sistem lingkar tertutup akan lebih lambat, kepekaan sistem terhadap derau tidak terlalu tinggi dan lebih kokoh terhadap perubahan parameter sistem.Hasil perancangan pengendali Proporsional Diferensial (PD) untuk sistem kendali kecepatan motor arus searah (DC) dengan pendekatan tanggapan frekuensi diperoleh konstanta Proporsional
Kp sebesar 132.5100 dan konstanta Diferensial
KD sebesar 2.1555 dengan fungsi alih pengendali pada persamaan (5.12) berikut
Gc s = 132.5100 + 2.1555s (5.12)
Fungsi alih lingkar terbuka sistem kendali kecepatan motor arus searah (DC) dengan pengendali Proporsional Diferensial (PD) pada persamaan (5.13) berikut
20.0216s + 1.3250 G s G s = c
0.0050s + 0.0600s + 0.1001s (5.13)
Fungsi alih lingkar tertutup sistem kendali kecepatan motor arus searah (DC) dengan pengendali Proporsional
Diferensial (PD) pada persamaan (5.14) berikut
2θ s 0.0216s + 1.3250
V s = 0.0050s + 0.0816s +1.4250 (5.14) Akar – akar persamaan karakteristik sistem kendali kecepatan motor arus searah (DC) dengan pengendali Proporsional Diferensial (PD) pada persamaan (5.15) dan (5.16) berikut
s1 8.1600j14.8000 (5.15)
s2 8.1600j14.8000 (5.16)
dengan faktor redaman
sebesar0.4830 dan nilai frekuensi alamiah tidak teredam
ωn sebesar 16.9000 rad/detik.Selain itu performansi sistem lingkar tertutup dalam domain waktu untuk sistem kendali kecepatan motor arus searah (DC) dengan pengendali Proporsional Diferensial (PD) adalah o Waktu naik
Tr sebesar 0.0895 detik o Waktu puncak
Tp sebesar 0.1937detik
o Lewatan maksimum
Mp sebesar 18.4643 %o Waktu keadaan mantap
Ts sebesar 0.4696 detikSistem kendali kecepatan motor arus searah (DC) dengan pengendali Proporsional Diferensial (PD) ini mempuyai tipe sistem 0 (nol) dengan kesalahan keadaan mantap untuk masukan undak satuan adalah 0.0702.
Untuk tanggapan keluaran kecepatan
θ dari sistem kendali kecepatan motor arus searah (DC) terhadap tegangan sumber
v sebagai masukan berupa fungsi undak satuan tanpa pengendali Proporsional Diferensial (PD) dan dengan pengendali Proporsional Diferensial (PD) diperlihatkan pada Gambar-8 berikut0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20
0 0.05 0.1
Tanggapan Sistem Terhadap Masukan Undak Satuan Sebelum Pemasangan Pengendali Proporsional Diferensial
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
0 0.5 1 1.5
Tanggapan Sistem Terhadap Masukan Undak Satuan Setelah Pemasangan Pengendali Proporsional Diferensial
Gambar-9. Tanggapan Kecepatan Sistem Lingkar Tertutup Kendali Kecepatan Motor Arus Searah (DC) Berdasarkan Pendekatan Tanggapan
Frekuensi
Pada Gambar-9 terlihat bahwa sistem kendali kecepatan motor arus searah (DC) setelah pemasangan pengendali Proporsional Diferensial (PD) menunjukan sistem bersifat redaman kurang. Secara umum pemasangan pengendali Proporsional Diferensial (PD) pada sistem kendali kecepatan motor arus searah (DC) akan menambah durasi waktu puncak
Tp dari 0.0000 detik menjadi 0.1937 detik, mengurangi waktu naik
Tr dari 1.0172 detik menjadi 0.0895 detik, menambah lewatan maksimum
Mp dari 0.0000 % menjadi 18.4643 % dan menambah waktu keadaan mantap
Ts dari 1.8443 detik menjadi 0.4696 detik.Berikutnya tanggapan frekuensi sistem kendali kecepatan motor arus searah sebelum dan sesudah pemasangan pengendali Proporsional Diferensial (PD) dapat dilihat pada Gambar-9 berikut
-200 -100 0
Magnitude (dB)
10-1 100 101 102 103
-180 -90 0
Phase (deg)
Bode Diagram Gm = Inf dB (at Inf rad/sec) , Pm = Inf
Frequency (rad/sec)
-50 0 50
Magnitude (dB)
10-1 100 101 102 103
-180 -90 0
Phase (deg)
Bode Diagram Gm = Inf , Pm = 55 deg (at 15 rad/sec)
Frequency (rad/sec)
Gambar-10 Diagram Bode Sistem Kendali Kecepatan Motor Arus Searah
Berdasarkan Gambar-10 performansi sistem lingkar terbuka dalam domain frekuensi pada pengendalian kecepatan motor arus setelah pemasangan pengendali Proporsional Diferensial (PD) diperoleh
- Margin penguatan sebesar tidak terhingga
- Frekuensi margin penguatan sebesar 15.0000 rad/detik
- Margin fasa sebesar 55.00000 - Frekuensi margin fasa sebesar NaN Untuk performansi sistem lingkar tertutup dalam domain frekuensi pada pengendalian kecepatan motor arus searah setelah pemasangan pengendali Proporsional Diferensial (PD) mengalami perubahan dari
o Lebar pita (bandwidth) sebesar 1.8300 rad/detik
Menjadi
o Lebar pita (bandwidth) sebesar 22.6000 rad/detik
o Magnitude puncak sebesar 1.1200 dB
o Frekuensi puncak sebesar 12.7000 rad/detik
Bertambahnya lebar pita (bandwidth) setelah pemasangan pengendali Proporsional Diferensial (PD) mengakibatkan lebih cepatnya waktu naik
Tr dari tanggapan waktu sistem lingkartertutup, sistem lebih peka terhadap derau dan perubahan parameter sistem sebaliknya jika lebar pita (bandwidth) bertambah kecil setelah pemasangan pengendali Proporsional Diferensial (PD) maka waktu naik
Tr dari tanggapan waktu sistem lingkar tertutup akan lebih lambat, kepekaan sistem terhadap derau tidak terlalu tinggi dan lebih kokoh terhadap perubahan parameter sistem.Hasil perancangan pengendali Proporsional Integral Diferensial (PID) untuk sistem kendali kecepatan motor arus searah (DC) dengan pendekatan tanggapan frekuensi diperoleh konstanta Proporsional
Kp sebesar 132.5100, konstanta Integral
KI sebesar 0.1000 dan konstanta Diferensial
KD sebesar 2.1559 dengan fungsi alih pengendali pada persamaan (5.17) berikut
c
0.1000
G s = 132.5100 + 2.1599s
s
(5.17)
Fungsi alih lingkar terbuka sistem kendali kecepatan motor arus searah (DC) dengan pengendali Proporsional Integral Diferensial (PID) pada persamaan (5.18) berikut
32 20.0216s + 1.3250s + 0.0010 G s G s = c
0.0050s + 0.0600s + 0.1001s (5.18)
Fungsi alih lingkar tertutup sistem kendali kecepatan motor arus searah (DC) dengan pengendali Proporsional Integral Diferensial (PID) pada persamaan (5.19) berikut
2
3 2
θ s 0.0216s + 1.3250s + 0.0010
V s = 0.0050s + 0.0816s + 1.4250s + 0.0010 (5.19) Akar – akar persamaan karakteristik sistem kendali kecepatan motor arus searah (DC) dengan pengendali Proporsional Integral Diferensial (PID) pada persamaan (5.20) s/d (5.22) berikut
-4
s1-7.0200 x 10 (5.20)
dengan faktor redaman
sebesar1.0000 dan nilai frekuensi alamiah tidak teredam
ωn sebesar 7.0200 x 10-4 rad/detik.s2 8.1600j14.8000 (5.21)
s3 8.1600j14.8000 (5.22)
dengan faktor redaman
sebesar0.4830 dan nilai frekuensi alamiah tidak teredam
ωn sebesar 16.9000 rad/detik.Selain itu performansi sistem lingkar tertutup dalam domain waktu untuk sistem kendali kecepatan motor arus searah (DC) dengan pengendali Proporsional Integral Diferensial (PID) adalah
o Waktu naik
Tr sebesar 0.0993 detik o Waktu puncak
Tp sebesar 0.1937detik
o Lewatan maksimum
Mp sebesar10.1467 %
o Waktu keadaan mantap
Ts sebesar 1.2249 detikSistem kendali kecepatan motor arus searah (DC) dengan pengendali Proporsional Integral Diferensial (PID) ini mempuyai tipe sistem 2 (dua) dengan kesalahan keadaan mantap untuk masukan parabolik satuan adalah 100.100. Untuk tanggapan keluaran kecepatan
θ dari sistem kendalikecepatan motor arus searah (DC) terhadap tegangan sumber
v sebagaimasukan berupa fungsi undak satuan tanpa pengendali Proporsional Integral Diferensial (PID) dan dengan pengendali Proporsional Integral Diferensial (PID) diperlihatkan pada Gambar-9 berikut
0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20
0 0.05 0.1
Tanggapan Sistem Terhadap Masukan Undak Satuan Sebelum Pemasangan Pengendali Proporsional Integral Diferensial
detik
Kecepatan Sudut
0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5 5
0 0.5 1 1.5
Tanggapan Sistem Terhadap Masukan Undak Satuan Setelah Pemasangan Pengendali Proporsional Integral Diferensial
detik
Kecepatan Sudut
Gambar-11. Tanggapan Kecepatan Sistem Lingkar Tertutup Kendali Kecepatan Motor Arus Searah (DC) Berdasarkan Pendekatan Tanggapan
Frekuensi
Pada Gambar-11 terlihat bahwa sistem kendali kecepatan motor arus searah (DC)setelah pemasangan pengendali Proporsional Integral Diferensial (PID) menunjukan sistem bersifat redaman kurang. Secara umum pemasangan pengendali Proporsional Integtal Diferensial (PID) pada sistem kendali kecepatan motor arus searah (DC) akan menambah durasi waktu puncak
Tp dari0.0000 detik menjadi 0.1937 detik, mengurangi waktu naik
Tr dari 1.0172 detik menjadi 0.0993 detik, menambah lewatan maksimum
Mp dari 0.0000 % menjadi 10.1467 % dan mengurangi waktu keadaan mantap
Ts dari 1.8443 detik menjadi 1.2249 detik.Berikutnya tanggapan frekuensi sistem kendali kecepatan motor arus searah sebelum dan sesudah pemasangan pengendali Proporsional Integral Diferensial (PID) dapat dilihat pada Gambar-10 berikut
-200 -100 0
Magnitude (dB)
10-1 100 101 102 103
-180 -90 0
Phase (deg)
Bode Diagram Gm = Inf dB (at Inf rad/sec) , Pm = Inf
Frequency (rad/sec)
-100 0 100
Magnitude (dB)
10-4 10-2 100 102
-180 -90 0
Phase (deg)
Bode Diagram Gm = Inf , Pm = 55 deg (at 15 rad/sec)
Frequency (rad/sec)
Gambar-12. Diagram Bode Sistem Kendali Kecepatan Motor Arus Searah
Berdasarkan Gambar-12 performansi sistem lingkar terbuka dalam domain frekuensi pada pengendalian kecepatan motor arus setelah pemasangan pengendali Proporsional Integral Diferensial (PID) diperoleh
- Margin penguatan sebesar tidak terhingga
- Frekuensi margin penguatan sebesar 15.0000 rad/detik
- Margin fasa sebesar 55.00000 - Frekuensi margin fasa sebesar NaN Untuk performansi sistem lingkar tertutup dalam domain frekuensi pada pengendalian kecepatan motor arus searah setelah pemasangan pengendali Proporsional Diferensial (PD) mengalami perubahan dari
o Lebar pita (bandwidth) sebesar 1.8300 rad/detik
Menjadi
o Lebar pita (bandwidth) sebesar 22.6000 rad/detik
o Magnitude puncak sebesar 1.1200 dB
Bertambahnya lebar pita (bandwidth) setelah pemasangan pengendali Proporsional Integral Diferensial (PID) mengakibatkan lebih cepatnya waktu naik
Tr dari tanggapan waktu sistem lingkar tertutup, sistem lebih peka terhadap deraudan perubahan parameter sistem sebaliknya jika lebar pita (bandwidth) bertambah kecil setelah pemasangan pengendali Proporsional Integral Diferensial (PID) maka waktu naik
Trdari tanggapan waktu sistem lingkar tertutup akan lebih lambat, kepekaan sistem terhadap derau tidak terlalu tinggi dan lebih kokoh terhadap perubahan parameter sistem.
KESIMPULAN
Hasil perancangan pengendali dengan menggunakan pendekatan tanggapan frekuensi dapat dilihat pada Tabel -1 berikut
Tabel-1. Perbandingan Hasil Perancangan Pengendali Dengan Pendekatan Tanggapan Frekuensi Pengend
ali
Wak tu Naik (deti
k)
Waktu Kead
aan Manta
p (detik)
Lewat an Maksi
mum (%)
Margi n Fasa (derjat
) Proporsi
onal (P)
0.13 33
0.665 0
17.11 33
59.20 00 Proporsi
onal Integral (PI)
0.17 19
0.880 9
11.53 50
55.00 00
Proporsi onal Diferensi al (PD)
0.08 95
0.469 6
18.46 43
55.00 00
Proporsi onal Integral Diferensi al (PID)
0.09 93
1.224 9
10.14 67
55.00 00
Pada Tabel-1 terlihat bahwa pengendali yang dapat digunakan untuk pengendalian kecepatan motor arus searah adalah pengendali Proporsional (P), pengedali proporsional Integral (PI), pengendali Proporsional Diferensial (PD)
dan pengendali Proporsional Integral Diferensial (PID).
DAFTAR PUSTAKA
[1] R. Dorf dan B. Robert, ‘Modern Control System’, Ninth Edition, Prentice Hall, New Jersey , 1995 [2] S.Bahram dan Hassul Michael,
‘Control System Design Using Matlab’, Prentice Hall, New Jersey , 1995
[3] B. C. Kuo dan H. C. Duane,
‘Matlab Tools For Control System And Design’, Prentice Hall, New Jersey , 1995
[4] K. Ogata, ‘Modern Control System’, Third edition, Prentice Hall, New Jersey , 1995
[5] H.D Laksono,’ Simulasi Pola Tingkah Laku Kecepatan Motor Arus Searah (DC) Di Titik Operasi
Mempergunakan Metoda Linear Quadratic Regulator (LQR)’, Teknika, Vol 2, No. 29, Tahun XV, April 2008 [6] H.D Laksono,’ Simulasi Pola Tingkah Laku Kecepatan Motor Arus Searah (DC) Di Titik Operasi
Mempergunakan Metoda
Penempatan Pole’, Teknika, Vol 1, No. 32, Tahun XVI, November 2009 Pada bagian ini akan diperlihatkan salah fungsi Matlab untuk perancangan pengendali proporsional (P) berikut
function [numopen,denopen,dencl] = Pengendali_P_RF(num,den)
%
r=abs(roots(den));
i=find(r>0); rp=r(i);
rmx=max(rp); rmn=min(rp);
wst=0.1*round(rmn);
wf=20*round(rmx);;dw=wf/800;
w=wst:dw:wf;
[mag,phase]=bode(num,den,w);
[Gm, Pm, wpc, wgc]= margin(mag, phase, w);
fprintf('Sistem Sebelum Pemasangan Pengendali Proporsional \n')
fprintf('Gain Margin = %7.3g',Gm),fprintf(' Gain crossover w = %7.3g\n',wgc)
fprintf('Phase Margin = %7.3g',Pm),fprintf(' Phase crossover w = %7.3g\n',wpc)
fprintf('\n')
Kp=input('Konstanta Kp -> ');
numopen=Kp*num; denopen=den;
[magp,phasep]=bode(numopen,denopen, w);
[Gm1, Pm1, wpc1, wgc1]= margin(magp, phasep, w);
fprintf('Gain Margin dan Phase Margins Setelah Pemasangan Pengendali Proporsional \n')
fprintf('Gain Margin =
%7.3g',Gm1),fprintf(' Gain crossover w
= %7.3g\n',wgc1) fprintf('Phase Margin =
%7.3g',Pm1),fprintf(' Phase crossover w
= %7.3g\n',wpc1) fprintf('\n')
%
m=length(num); n=length(den);
if n > m
o=zeros(1,n-m); mk=[o,1];
num1=conv(num,mk);
else, num1=num; end numopen=conv(Kp,num1);
dencl=denopen+numopen;
[M,ph]=bode(numopen,dencl,w);
frqspec(w,M)
%
%
disp('Akar - Akar Persamaan Karakteristik Setelah Pemasangan Pengendali P') sys_cl = tf(numopen,dencl);
damp(sys_cl) BIODATA
Heru Dibyo Laksono ST, MT, Lahir di Sawah Lunto, 7 Januari 1977, Menamatkan S1 di Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas (Unand) Padang tahun 2000 bidang Teknik Tenaga Listrik.
Pendidikan S2 bidang Kendali dan Sistem diselesaikan di Institute Teknologi Bandung (ITB) tahun 2004. Masuk sebagai dosen Teknik Elektro Universitas Andalas sejak tahun 2005.