13 BAB IV
KONSEP DESAIN 4.1 Landasan Teori
4.1.1 Etnologi
Ethnologi adalah studi mengenai suatu bangsa dari bangsa diluar kebudayaan Barat. Studi ini mencakup sains, principal, analisa, yang mana digunakan sebagai perbandingan jangka panjang dengan yang sedang terjadi di masyarakat
(Sumber : ://www.fritz-thyssen-stiftung.de/index.php?id=108&L=) 4.1.2 Gastronomi
Gastronomi adalah studi mengenai hubungan antara makanan dan kebudayaan di suatu tempat. Selama ini gastronomi sering disalah artikan sebagai ilmu seni memasak, padahal sebenarnya hal ini hanyalah bagian kecil dari gastronomi. Gastronomi mempelajari berbagai macam
komponen dengan makanan sebagai sasaran utamanya. Gastronomi berhubungan dengan seni murni, pengetahuan sosial, bahkan dengan ilmu alam dalam pengaruhnya pada tubuh manusia.
Prinsip aktivitas mengenai makanan ini mencakup penemuan, mencicipi, pencarian, pengertian dan penulisan mengenai makanan.
Observasi yang baik akan menemukan bahwa disekitar makanan, ada tarian, seni dramaris, melukis, memahat, literature, arsitektur, dan music;
14 dengan kata lain adalah seni murni. Gastronomi juga mencakup fisika, matematika, kimia, biologi, geologi, agronomi, dan juga antropologi, sejarah, filosofi, psikologi, dan sosiologi. Pengaplikasian ilmu sains dengan gastronomi sudah dikenal sebagai molecular gastronomy.
Studi formal pertama mengenai gastronomi adalah The Physiology of Taste oleh Jean Anthelme Brillat-Savarin (awal tahun 1900). Sebagai penentang buku resep masakan tradisional, gastronomi mempelajari mengenai hubungan antara rasa dan makanan, menerapkan kesenangan di meja makan sebagai ilmu sains. Pada tahun 2004, penemu dari University of Gastronomic Sciences di Bra, Italy, menyetujui prinsip- prinsip gastronomi.
(Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Gastronomy) 4.1.3 Pengertian Buku
Buku adalah kumpulan kertas atau bahan lainnya yang dijilid menjadi satu pada salah satu ujungnya dan berisi tulisan atau gambar.
Setiap sisi dari sebuah lembaran kertas pada buku disebut sebuah
halaman. Seiring dengan perkembangan dalam bidang dunia informatika, kini dikenal pula istilah e-book atau buku-e (buku elektronik), yang mengandalkan komputer dan internet (jika aksesnya online).
Ada berbagai sumber yang menguak sejarah tentang buku. Buku pertama disebutkan lahir di Mesir pada tahun 2400-an SM setelah orang Mesir menciptakan kertas papirus. Kertas papirus yang berisi tulisan ini
15 digulung dan gulungan tersebut merupakan bentuk buku yang pertama.
Ada pula yang mengatakan buku sudah ada sejak zaman Sang Budha di Kamboja karena pada saat itu Sang Budha menuliskan wahyunya di atas daun dan kemudian membacanya berulang-ulang. Berabad-abad
kemudian di Cina, para cendekiawan menuliskan ilmu-ilmunya di atas lidi yang diikatkan menjadi satu. Hal tersebut mempengaruhi sistem penulisan di Cina di mana huruf-huruf Cina dituliskan secara vertikal yaitu dari atas ke bawah.
Buku yang terbuat dari kertas baru ada setelah Cina berhasil menciptakan kertas pada tahun 200-an SM. Kertas membawa banyak perubahan pada dunia. Pedagang muslim membawa teknologi penciptaan kertas dari Cina ke Eropa pada awal abad 11 Masehi. Disinilah industri kertas bertambah maju. Kertas yang ringan dan dapat bertahan lama dikumpulkan menjadi satu dan terciptalah buku.
(Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Buku) 4.1.4 Pengertian Scrapbook
Scrapbook adalah sekumpulan memorabilia, narasi, puisi, quote, cerita, kliping, catatan, foto, tiket, bon pembayaran, dll, yang disusun dan dirangkai dalam sebuah album atau hand-made book. Beberapa
scrapbook diproduksi secara missal, namun ada juga yang tidak dicetak dan hanya untuk koleksi pribadi seseorang.
16 Jenis-jenis scrapbook antara lain, sejarah keluarga, buku
perjalanan, buku kenangan, sejarah organisasi, dll.
Scrapbook mencerminkan keunikan dari pemikiran, hidup dan aktivitas penulisnya. Kriteria scrapbook yang baik adalah sederhana, data-data yang fokus dan langsung menuju pada permasalahan yang dibahas.
Perkembangan komputer turut berdampak pada perkembangan teknik produksi untuk memperbanyak dan publikasi scrapbook. Pada saat ini scrapbook bukan hanya berbentuk buku, namun juga website pribadi dan virtual scrapbook.
(Sumber : http://42explore.com/scrapbk.htm)
Scrapbook adalah metode untuk menyimpan kenangan pribadi dan kenangan keluarga dengan bentuk fotografi, media cetak, dan memorabilia di dalam album atau scrapbook.
Ide ini datang jauh sebelum penemuan mesin cetak. Menurut sejarah, scrapbook sama dengan bercerita tentang sesuatu namun lebih dengan visual daripada penjelasan kata-kata, dan lebih fokus.
Scrapbook menggunakan fotografi telah muncul semenjak fotografi sudah memasyarakat. Scrapbook pada awalnya berupa foto dengan catatan mengenai foto tersebut. Terkadang juga disertai dengan memorabilia seperti kliping dari Koran, surat, dll.
17 Bagian penting dari sebuah scrapbook adalah album / buku itu sendiri, yang mana dapat dijilid secara permanen, atau berbentuk file yang suatu saat dapat disisipkan kembali. Ada juga bentuk lain, seperti mini album.
Ukuran modern scrapbook : - 12 inch square
- 8½×11 inch pages - 6, 7, atau 8-inch square
Dengan ditemukannya scanner, desain desktop, software desain grafis dan desain layout, serta percetakan professional dapat
mempermudah pembuatan scrapbook secara digital. Internet juga memungkinkan para pembuat scrapbook untuk mem-publish karya mereka.
(Sumber : Wikipedia)
4.1.5 Teori Layout / Tata Letak
Layout diartikan sebagai penataan letak atau pengorganisasian atau strukturisasi dari beberapa unsur desain agar teratur dan tercipta hirarki yang baik guna mendapatkan dampak yang kuat bagi yang melihat.
(Sumber : Kamus Istilah Periklanan, Matari Advertising)
18 Prinsip – prinsip sebuah layout :
• Balance
Keseimbangan membantu menentukan ukuran dan pengaturan setiap bagian – bagian dalam layout. Layout yang tidak seimbang membuat pembaca kesulitan membaca, dan akan merasakan sesuatu yang salah pada halaman yang dibaca.
Ada 2 macam pendekatan balance : Simetric Balance (kuat dan stabil) dan Asimetric Balance (variatif dan bergerak)
• Rhytm
Irama merupakan bentuk yang dihasilkan dengan mengulang elemen secara bervariasi. Pengulangan secara konsisten dan bervariasi adalah kunci utamanya. Keduanya saling melengkapi, karena tanpa adanya variasi, pengulangan akan tampak membosankan. Setiap variasi elemen yang mengalami pengulangan juga harus memiliki kesatuan yang utuh.
• Emphasis
Dalam upaya menarik perhatian pembaca, setiap pesan pada layout harus memiliki daya tarik yang tinggi. Jika tidak, pembaca akan cepat berpaling.
• Unity
Keseluruhan elemen pada sebuah layout harus saling memiliki satu dengan yang lainnya. Hal ini membantu menentukan banyaknya elemen yang ingin digunakan dan bagaimana penggunaannya.
19 4.1.6 Teori Tipografi
Tipografi menurut Danton Sihombing MFA, merupakan
representasi visual dari sebuah bentuk komunikasi verbal dan merupakan property visual yang pokok dan efektif. Lewat kandungan nilai
fungsional dan nilai estetikanya, huruf memiliki potensi untuk menerjemahkan atmosfir – atmosfir yang tersirat dalam sebuah
komunikasi verbal, yang dituangkan melalui abstraksi bentuk – bentuk visual.
4.1.7 Teori Fotografi
Menurut Shahidul Alam, Chairman dari World Press Photo Jury 2003, fotografi mengabadikan moment (yang terjadi mungkin hanya saat itu dan tidak dapat terulang kembali)
(Sumber : World Press Photo 2003) 4.1.8 Teori Margin
Menurut Jacci Howard Bear, white space penting dalam desain untuk memberikan teks dan grafik ruang untuk bernafas. Dalam sebuah desain, daerah white space yang paling menonjol terdapat pada margin yang mengelilingi halaman. Ruang kosong ini merupakan elemen penting dari keseluruhan layout halaman. Margin dapat menyampaikan sifat tertentu, membuat halaman lebih mudah atau lebuh sulit untuk dipegang atau dibaca, dan margin dapat mempengaruhi biaya dari seluruh cetakan.
20 Margin yang sama besar akan lebih cepat membosankan,
sedangkan ukuran margin yang tidak sama besar dapat menciptakan ruang asimetris yang lebih dinamis.
(Sumber : Sihombing, MFA, Danton, 2001, Tipografi dalam Desain Grafis)
4.1.9 Teori Grid
Grid adalah format layout yang bertumpu pada garis – garis vertikal dan horizontal yang membagi bidang sehingga terkotak – kotak, mengacu pada lukisan Piet Mondrian.
(Sumber : Santoso, Sigit, 2002, Advertising Guide Book) 4.2 Strategi Kreatif
4.2.1 Tujuan Komunikasi
Merancang sebuah buku perjalanan mengenai tempat – tempat makan enak di Jakarta sebagai salah satu ‘objek wisata’ di Jakarta.
4.2.2 Keyword
Makanan yang enak dapat menjadi sesuatu yang menyenangkan di tengah kota Jakarta dengan segala kekurangannya.
4.2.3 Sasaran yang dituju Demografi :
• Jenis Kelamin : Pria dan Wanita
21
• Usia : 18 – 25 tahun
• SES : B dan B+
• Pendidikan : Mahasiswa
Geografi :
• Berdomisili di Jakarta
Psikografi :
• Suka makan
• Punya banyak waktu luang untuk bersosialisasi
• Merasa penat tinggal di Jakarta 4.2.4 USP
Buku mengenai tempat makan di Jakarta yang berupa scrapbook dan bukan hanya directory.
4.2.5 Tone & Manner
Ringan dan unik (apa adanya), karena buku ini menggambarkan sebuah catatan wisata kuliner penulis yang diceritakan dengan jujur (apa adanya) dengan menyertakan beberapa memorabilia yang didapat selama perjalanan.
4.2.6 Pendekatan / Approach
• Pendekatan Emosional
Melalui foto – foto yang terdapat di dalam buku ini, diharapkan pembaca dapat tertarik untuk mencoba makanan yang diulas.
22
• Pendekatan Kreatif
Layout scrapbook dalam buku ini menggambarkan kejujuran dan apa adanya pemikiran penulis dalam buku ini, sehingga tercipta kepercayaan antara pembaca dan penulis.
4.2.7 Unsur – unsur Desain Komunikasi Visual
• Tipografi
Jenis- jenis huruf yang digunakan adalah :
- Avant Gue (untuk mendapatkan kesan catatan tangan penulis) Contoh :
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z a b c d e f g h I j k l m n o p q r s t u v w x y z 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 - = , . / ; ‘ [ ] ! @ # $ % ^
& * ( ) _ + } | { “ : ? > <
23 - Times New Roman (sebagai font yang bersifat resmi)
Contoh :
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z a b c d e f g h I j k l m n o p q r s t u v w x y z 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 -
= , . / ; ‘ [ ] ! @ # $ % ^ & * ( ) _ + } | { “ : ? > <
- Consolas (untuk tulisan berukuran kecil, agar mudah dibaca)
Contoh :
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z a b c d e f g h I j k l m n o p q r s t u v w x y z 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 ‐ = , . / ; ‘ [ ] ! @ # $ % ^ & * ( ) _ + } | { “ : ? > <
- ALGERIAN (untuk mendapatkan kesan cetak/stamp) Contoh :
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 - = , . / ; ‘ [ ] ! @ # $ % ^ & * ( ) _ + } | { “ : ? > <
• Visual
Visual dalam buku ini menggunakan media fotografi dengan teknik scrapbook.
24
• Layout
Layout yang digunakan dalam buku ini adalah layout dan system grid yang variatif dan bergerak untuk penempatan foto dan teks.
• Pemilihan Item - Buku - Pin - Poster