• Tidak ada hasil yang ditemukan

SDN UPT IV KARANG HAMPA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SDN UPT IV KARANG HAMPA"

Copied!
111
0
0

Teks penuh

(1)

i

Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Barat Dinas Pendidikan

KURIKULUM

TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

SDN UPT IV KARANG HAMPA

TAHUN AJARAN 2020 / 2021

(2)

i

PEMERINTAH KABUPATEN ACEH BARAT DINAS PENDIDIKAN

SEKOLAH DASAR NEGERI UPT IV KARANG HAMPA

KECAMATAN ARONGAN LAMBALEK

Jl. Pirsus - Email : [email protected] - Kode Pos 23652

KEPUTUSAN KEPALA SD NEGERI UPT IV KARANG HAMPA KECAMATAN ARONGAN LAMBALEK KABUPATEN ACEH BARAT

NOMOR : 421.2/ 35 / SD-KH / 2020 T E N T A N G

PENETAPAN TIM PENGEMBANG KURIKULUM (TPK) TAHUN PELAJARAN 2020/2021

KEPALA SEKOLAH DASAR NEGERI UPT IV KARANG HAMPA

Menimbang : a bahwa Pelaksanaan Kurikulum 2013 pada SD Negeri UPT IV Karang

Hampa telah mulai dilaksanakan pada Tahun Pelajaran 2019/2020 Berdasarkan SK Batitbang Nomor 022/H/KR/2015 tanggal 02 April 2015 Tentang penetapan satuan pendidikan Rintisan Penerapan Kurikulum 2013 selama 1 semester secara mandiri:

b bahwa dalam rangka peningkatan Kemampuan guru untuk mengimplementasikan Kurikulum 2013 disekolah, perlu dibentuk TIM PENGEMBANG KURIKULUM (TPK) yang akan melakukan Penyusunan Kurikulum Sekolah dan upaya pengembangannya

c bahwa untuk maksud tersebut perlu ditetapkan dalam suatu Keputusan.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh;

2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;

3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;

4. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah;

5. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh;

6. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;

7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Kelulusan Pendidikan Dasar dan Menengah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Permendikbud Nomor 20 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Permendikbud Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Kelulusan Pendidikan Dasar dan Menengah

(3)

ii

8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2007 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Permendikbud Nomor 22 Tahun 2007 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah

9.. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Permendikbud Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah

10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2007

tentang Standar Penilaian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Permendikbud Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan Dasar dan Menengah

11. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 68 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah;

12 Qanun Aceh Nomor 5 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Pendidikan;

13 Qanun Kabupaten Aceh Barat Nomor 10 Tahun 2012, tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Kabupaten Aceh Barat; sebagaimana telah diubah dengan Qanun Kabupaten Aceh Barat Nomor 2 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Qanun Kabupaten Aceh Barat Nomor 10 Tahun 2012 Tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Kabupaten Aceh Barat;

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA SD NEGERI UPT IV KARANG HAMPA TENTANG PENETAPAN TIM PENGEMBANG KURIKULUM (TPK) SD NEGERI UPT IV KARANG HAMPA KECAMATAN ARONGAN LAMBALEK KABUPATEN ACEH BARAT

KESATU : Membentuk Tim Pengembang Kurikulum (TPK) SD Negeri UPT IV Karang Hampa Kecamatan Arongan Lambalek Kabupaten Aceh Barat Tahun 2020/2021yang selanjutnya disebut " Tim Pengembang Kurikulum (TPK SD Negeri UPT IV Karang Hampa Kecamatan Arongan Lambalek Kabupaten Aceh Barat Tahun 2020 / 2021. dengan susunan personalia sebagaimana tercantum dalam lampiran Keputusan ini.

KEDUA : Tugas Tim Pengembang Kurikulum meliputi :

a Melaksanakan Penyusunan Kurikulum 2013. pada SD Negeri UPT IV Karang Hampa Kecamatan Arongan Lambalek Kabupaten Aceh Barat

b Melakukan upaya Pengembangan dan Pembinaan Implementasi Kurikulum 2013 pada SD Negeri UPT IV Karang Hampa Kecamatan Arongan Lambalek Kabupaten Aceh Barat

KETIGA : "Tim Pengembang Kurikulum (TPK) SD Negeri UPT IV Karang Hampa Kecamatan Arongan Lambalek Kabupaten Aceh Barat" Tahun 2020/2021dalam melaksanakan tugasnya dapat mempedomani Petunjuk Teknis Pelaksanaan dan semua ketentuan yang berlaku dan bertanggung jawab kepada Kepala SD Negeri UPT IV Karang Hampa Kecamatan Arongan Lambalek Kabupaten Aceh Barat.

(4)

iii

KEEMPAT Segala biaya yang timbul akibat dikeluarkan Keputusan ini dibebankan pada Anggaran Pendapatan Belanja Sekolah (APBS), dan sumber anggaran lainnya yang relevan.

KELIMA : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan bahwa apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini akan diperbaiki kembali sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Seuneubok Teungoh Pada Tanggal : 16 Juli 2019

KEPALA SD NEGERI UPT IV KARANG HAMPA KABUPATEN ACEH BARAT

ZULMAHDI, S.Pd

NIP. 19781018 200504 1 001

Salinan Keputusan ini dengan hormat disampaikan kepada :

1 Bupati Aceh Barat di Meulaboh

2 Pimpinan DPRK Aceh Barat di Meulaboh;

4 Kepala Bappeda Kabupaten Aceh Barat di Meulaboh;

5 Inspektur Kabupaten Aceh Barat di Meulaboh;

6 Koordinator Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Kab. Aceh Barat di Meulaboh

7 Koordinator Pengawas Sekolah Wilayah III Samatiga

8 yang bersangkutan.

:

Ditetapkan : Karang Hampa Pada Tanggal : 18 September 2020

(5)

iv

Lampiran - Keputusan Kepala SD Negeri UPT IV Karang Hampa Kecamatan Arongan Lambalek Kabupaten Aceh Barat

Nomor : 421.2 / 35 –SD-KH /2020 Tanggal : 18 September 2020

SUSUNAN NAMA-NAMA TIM PENGEMBANG KURIKULUM (TPK) SD NEGERI NEGERI UPT IV KARANG HAMPA

KABUPATEN ACEH BARAT TAHUN 2019 / 2020

NO NAMA JABATAN JABATAN DALAM

TIM KETERANGAN 1 Abdan, S.Pd Pengawas Sekolah Pengarah

2 Zulmahdi, S.Pd Kepala Sekolah Penaggung Jawab 3 Edison, S.Pd Guru bidang Kurikulum Ketua

4 Fitri Rafni, S.Pd Guru Kelas I Anggota TPK Kelas I 5 Rafuddin, S.Pd Guru Kelas II Anggota TPK Kelas 2 6 Satir Raziah, S.Pd.I Guru Kelas III Anggota TPK Kelas 3 7 Mawardi, S.Pd Guru Kelas IV Anggota TPK Kelas 4 8 Eri Saputra, S.Pd Guru Kelas V Anggota TPK Kelas 5 9 Edison, S.Pd Guru Kelas VI Anggota TPK Kelas 6

10 Baharuddin Guru PAI Anggota TPK MaPel Agama

11 Razali,S.Pd Guru Penjaskes Anggota TPK MaPel Penjas 12 Yusnidarwati, S.Pd Guru Kelas Anggota TPK MaPel Mulok

KEPALA SDN UPT IV KARANG HAMPA KABUPATEN ACEH BARAT

ZULMAHDI, S.Pd NIP. 19781018 200504 1 001

(6)

v

Kurikulum SD Negeri UPT IV Karang Hampa Kec. Arongan Lambalek Kabupaten Aceh Barat

Telah disetujui dan disahkan : Pada tanggal, 18 September 2020

Oleh :

Komite Sekolah Kepala Sekolah,

JURMAN AMIN ZULMAHDI, S.Pd Nip. 19781018 200504 1 001

Mengesahkan Kepala Dinas Pendidikan

Kabupaten Aceh Barat

Drs. RIDWAN YAHYA Pembina Tingkat I NIP. 19650505 199903 1 003

LEMBAR PENGESAHAN

(7)

vi

Puji Sukur ke hadirat Allah Swt., dengan rahmat dan hidayahNya, kami telah menyelesaikan penyusunan Kurikulum SD Negeri UPT IV Karang Hampa Kec.

Arongan Lambalek Kabupaten Aceh Barat tahun Pelajaran 2020/2021.

Kegiatan penyusunan Kurikulum SD Negeri UPT IV Karang Hampa Kec.

Arongan Lambalek Kabupaten Aceh Barat, berjalan dengan lancar, tentunya hal itu karena adanya dukungan dan kerjasama dari semua pihak terkait. Mulai dari Kepala Sekolah, Staf, Komite Sekolah, seluruh guru ikut menyumbangkan saran dan masukan yang untuk pengembangan kurikulum SD Negeri UPT IV Karang Hampa sesuai dengan tuntutan zaman dan tentunya tidak terlepas dari karakter bangsa yang berbudaya.

Dalam penylhgusunan Kurikulum SD.Negeri UPT IV Karang Hampa kami sangat menyadari masih banyak kekurangan dan ketidaksempurnaan, untuk itu Insya Allah Kurikulum SD Negeri UPT IV Karang Hampa Kec. Arongan Lambalek, akan ditinjau dan disempurnakan dalam tahun pelajaran berikutnya. Dan kami sangat mengharapkan saran-saran dari semua pihak, agar kedepannya Kurikulum SD. Negeri UPT IV Karang Hampa bisa lebih sempurna sesuai yang diharapkan.

Karang Hampa,18 September 2020 Kepala Sekolah,

ZULMAHDI ,S.Pd Nip. 19781018 200504 1 001

KATA PENGANTAR

(8)

vii

Halaman Surat Keputusan Kepala SD Negeri UPT IV Karang Hampa Kec.

Arongan Lambalek i

Lembar Pengesahan v

Kata Pengantar vi

Daftar Isi vii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang 1

B. Dasar Penyusunan

C. Prinsip Pengembangan dan Karakteristik Kurikulum D. Pengertian dan Istilah

2 2 6

BAB II TUJUAN, VISI, DAN MISI A. Visi, Misi dan Tujuan Sekolah

1. Tujuan Pendidikan Nasional 2. Tujuan Pendidikan Dasar 3. Visi

4. Misi

5. Tujuan Sekolah

7 7 7 7 7 7 BAB III KERANGKA DASAR DAN STRUKTUR KURIKULUM

A. Struktur Kurikulum

1. Struktur Kurikulum Kelas I - VI

9 9

B. Muatan Kurikulum

1. Muatan Kurikulum (K-2013) Kelas I - VI

11 11

DAFTAR ISI

(9)

viii C. Sistem Pembelajaran

1. Sistem Pembelajaran 92

92 D. Pengaturan Beban Belajar

1. Beban Belajar 94

94 E. Penilaian Autentik (Responsif)

1. Bentuk – bentuk Penilaian Autentik 2. Standar Ketuntasan Belajar Minimal 3. Standar Kenaikan Kelas dan Kelulusan

95 95 96 97

BAB IV KALENDER PENDIDIKAN A. Alokasi Waktu

B. Penetapan Kalender Pendidikan

98 99

BAB V PENUTUP 107

Lampiran – Lampiran

(10)

1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang

Pembukaan Undang- Undang Dasar 1945 mengamanatkan yaitu antara lain Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk mewajudkan tersebut Undang –Undang Dasar 1945 Pasal 31 ayat (3) memerintahkan agar Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang – undang

Perwujudan dari amanat Undang – Undang Dasar 1945 yaitu dengan diberlakukannya Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang system Pendidikan Nasional. Undang – Undang ini menjadi dasar hukum untuk membangun pendidikan nasional dengan menerapkan prinsip demokrasi , desentralisasi dan otonomi pendidikan yang menjunjung tinggi hak asasi manusia. Penyelenggaraan pendidikan sebagaimana yang diamanatkan dalam undang – undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang system Pendidikan Nasional diharapkan dapat mewujudkan proses berkembangnya kualitas pribadi peserta didik sebagai generasi penerus bangsa di masa depan , yang diyakini akan menjadi faktor determinan bagi tumbuh kembangnya bangsa dan Negara Indonesia sepanjang zaman.

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaran kegiatan pembelajaran untuk mencapai pendidikan tertentu. Tujuan tersebut meliputi tujuan Pendidikan Nasional serta kesesuaian dengan kekhasan kondisi, potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik.jadi tidak dapat disangkal lagi bahwa kurikulum yang dikembangkan dengan berbasis pada kompetensi sangat diperlukan sebagai instrumen untuk mengarahkan peserta didik menjadi : (1) manusia berkualitas yang mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah ; (2) manusia terdidik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa ,beraklhak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan (3) warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab.pengembangan pendidikan nasional sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang - Undang Nomor Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional.

Dalam pengembangan Kurikulum, SD Negeri UPT IV Karang Hampa Kec. Arongan Lambalek Kabupaten Aceh Barat mengacu pada Standar Nasional Pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. berdasarkan evaluasi diri sekolah tahun pelajaran 2019/2020masih ada yang belum mencapai target yang ingin dicapai

(11)

2

terutama Standar Isi , Standar Pembiayaan , Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Proses , Standar Pengelolaan , Standar Penilaian dan Standar Sarana Prasarana.

Kurikulum SD Negeri UPT IV Karang Hampa Kec. Arongan Lambalek Kabupaten Aceh Barat ini disusun agar dapat digunakan sebagai acuan sekolah dalam penyusunan dan pengembangan program pendidikan yang akan dilaksanakan, agar sesuai dengan karakteristik, potensi, dan kebutuhan peserta didik . Oleh karena itu, dalam pengembangan kurikulum ini, SD Negeri UPT IV Karang Hampa Kec. Arongan Lambalek Kabupaten Aceh Barat melibatkan seluruh warga sekolah dan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan (stake holders).

B. Dasar Penyusunan

1. Undang - Undang RI nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

2. Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan

3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah

4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah

5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 24 Tahun 2006 dan No 6 Tahun 2007 Tentang Pelaksanaan Permendiknas No 22 dan 23 Tahun 2006

6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah

7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 24 Tahun 2007 Tentang Standar Sarana Dan Prasarana Untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah

8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 19 Tahun 2007 Tentang Standar Pengelolaan Untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah 9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 22 Tahun 2007 Tentang

Standar Penilaian Pendidikan

10. SKB Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Pendidikan Nasional No:

03/Menteri Lingkungan Hidup/02/2010 & No : 01/11/KB/2010 tgl 01 Pebruari 2010 Tentang Pembinaan dan Pengembangan Lingkungan Hidup

11. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No.

20 Tahun 2016 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah

12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No.

21 Tahun 2016 Tentang Standar isi pendidikan dasar dan Menengah

(12)

3

13. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No.

22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses

14. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No.

23 Tahun 2016 Tentang Standar Penilaian

15. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No.

24 Tahun 2016 Tentang Komptensi Inti dan Kompetensi Dasar

16. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No.

8 Tahun 2016 Tentang Buku Teks Pelajaran dan Panduan Guru untuk Pendidikan Dasar dan Menengah.

17. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No.

61 Tahun 2014 Tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan C. Prinsip Pengembangan dan Karakteristik Kurikulum

1. Prinsip – Prinsip Pengembangan Kurikulum

Pengembangan Kurikulum didasarkan pada prinsip – prinsip sebagai berikut :

a. Kurikulum sebagai rencana yang merupakan rancangan untuk konten pendidikan yang harus dimiliki oleh peserta didik setelah menyeleseikan pendidikannya di satu satuan atau jenjang pendidikan pendidikan tertentu. Kurikulum sebagai proses adalah totalitas pengalaman belajar peserta didik di satu satuan jenjang pendidikan untuk menguasai konten pendidikan yang dirancang dalam rencana.

Hasil belajar adalah perilaku peserta didik secara keseluruhan dalam menerapkan perolehannya di masyarakat.

b. Kurikulum didasarkan pada prinsip bahwa setiap sikap, keterampilan dan pengetahuan dirumuskan dalam kurikulum berbentuk kemampuan Dasar dapat dipelajari dan dikuasai peserta didik sesuai kaedah kurikulum berbasis kompetensi.

c. Kurikulum dikembangkan dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan perbedaan dalam kemampuan dan minat. Atas dasar prinsip perbedaan kemampuan individual peserta didik, Kurikulum memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memiliki tingkat penguasaan di atas standar yang telah ditentukan (dalam sikap , pengetahuan dan keterampilan ) oleh karena itu beragam progam dan pengalaman belajar disediakan sesuai dengan minat dan kemampuan peserta didik.

d. Kurikulum berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta lingkungannya kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik berada pada posisi sentral dan aktif dalam belajar.

e. Kurikulum harus tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, budaya, teknologi, dan seni. Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, budaya, teknologi, dan seni berkembang secara dinamis. Oleh karena itu konten

(13)

4

kurikulum harus selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, budaya, teknologi, dan seni membangun rasa ingin tahu dan kemampuan bagi peserta didik untuk mengikuti dan memanfatkan secara tepat hasil – hasil ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

f. Kurikulum harus relevan dengan kebutuhan kehidupan, pendidikan tidak boleh memisahkan peserta didik dari lingkungannya dan pengembangan kurikulumdidasarkan kepada prinsip relevansi pendidikan dengan kebutuhan dan lingkungan hidup artinya kurikulum memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mempelajari permasalahan di lingkungan masyarakatnya sebagai konten kurikulum dan kesempatan untuk mengaplikasikan yang dipelajarai di kelas dalam kehidupan di masyarakat.

g. Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat dirumuskan dalam sikap, pengetahuan dan keterampilan dasar yang dapat digunakan untuk mengembangkan budaya belajar.

h. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermayarakat, berbangsa dan bernegara. Kepentingan nasional dikembangkan melalui penentuan struktur kurikulum, Standar kemampuan (SK) dan Kemampuan dasar ( KD ) serta silabus.

Kepentingan daerah dikembangkan untuk membangun manusia yang bermartabat dan mampu berkonstribusi secara langsung kepada masyarakat sekitarnya. Kedua kepentingan ini saling mengisi dan memberdayakan keragaman dan kebersatuan dalam kerangka Bhinneka Tunggal Ika.

2. Karateristik Kurikulum

1. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia

Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia.

2. Kebutuhan kompetensi masa depan

Kemampuan - kemampuan yang perlu dikuasai generasi yang hidup di masa depan tidak lagi menitikberatkan pada penguasaan materi dan berpikir rutin, karena kedua kemampuan itu telah dilakukan oleh komputer. Kemampuan kompetensi masa depan antara lain kemampuan berkomunikasi, kreatif, berpikir jernih dan kritis dengan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan, menjadi warga negara yang bertanggungjawab, toleran, hidup dalam masyarakat yang mengglobal, serta memiliki minat luas dalam kehidupan, kesiapan untuk bekerja, kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya, dan rasa tanggungjawab terhadap lingkungan. Kurikulum harus

(14)

5

mampu menjawab tantangan ini sehingga perlu mengembangkan kemampuan-kemampuan ini dalam proses pembelajaran.

3. Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik

Pendidikan merupakan proses sistematik untuk meningkatkan martabat manusia secara holistik yang memungkinkan potensi diri (afektif, kognitif, psikomotor) berkembang secara optimal. Sejalan dengan itu, kurikulum disusun dengan memperhatikan potensi, tingkat perkembangan, minat, kecerdasan intelektual, emosional, sosial, spritual, dan kinestetik peserta didik.

4. Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan

Daerah memiliki keragaman potensi, kebutuhan, tantangan, dan karakteristik lingkungan. Masing-masing daerah memerlukan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik daerah dan pengalaman hidup sehari - hari. Oleh karena itu, kurikulum perlu memuatkeragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan daerah.

5. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional

Dalam era otonomi dan desentralisasi, kurikulum adalah salah satu media pengikat dan pengembang keutuhan bangsa yang dapat mendorong partisipasi masyarakat dengan tetap mengedepankan wawasan nasional. Untuk itu, kurikulum perlu memperhatikan keseimbangan antara kepentingan daerah dan nasional.

6. Tuntutan dunia kerja

Kegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh kembangnya pribadi peserta didik yang berjiwa kewirausahaan dan mempunyai kecakapan hidup. Oleh sebab itu, kurikulum perlu memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja. Hal ini sangat penting terutama bagi satuan pendidikan kejuruan dan peserta didik yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

7. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS)

Pendidikan perlu mengantisipasi dampak global yang membawa masyarakat berbasis pengetahuan di mana IPTEKS sangat berperan sebagai penggerak utama perubahan. Pendidikan harus terus menerus melakukan adaptasi dan penyesuaian perkembangan IPTEKS sehingga tetap relevan dan kontekstual dengan perubahan.

Oleh karena itu, kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

8. Agama

Kurikulum dikembangkan untuk mendukung peningkatan iman, taqwa, serta akhlak mulia dan tetap memelihara toleransi dan

(15)

6

kerukunan umat beragama. Oleh karena itu, muatan kurikulum semua mata pelajaran ikut mendukung peningkatan iman, taqwa, dan akhlak mulia.

9. Dinamika perkembangan global

Kurikulum menciptakan kemandirian, baik pada individu maupun bangsa, yang sangat penting ketika dunia digerakkan oleh pasar bebas. Pergaulan antarbangsa yang semakin dekat memerlukan individu yang mandiri dan mampu bersaing serta mempunyai kemampuan untuk hidup berdampingan dengan suku dan bangsa lain.

10. Persatuan nasional dan nilai - nilai kebangsaan

Kurikulum diarahkan untuk membangun karakter dan wawasan kebangsaan peserta didik yang menjadi landasan penting bagi upaya memelihara persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu, kurikulum harus menumbuhkankembangkan wawasan dan sikap kebangsaan serta persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

11. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. Penghayatan dan apresiasi pada budaya setempat ditumbuhkan terlebih dahulu sebelum mempelajari budaya dari daerah dan bangsa lain.

12. Kesetaraan jender

Kurikulum diarahkan kepada pengembangan sikap dan perilaku yang berkeadilan dengan memperhatikan kesetaraan jender.

13. Karakteristik satuan pendidikan

Kurikulum dikembangkan sesuai dengan kondisi, dan ciri khas satuan pendidikan.

D. Pengertian Istilah

1. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

2. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.

3. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran,

(16)

7

indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar.

Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.

4. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran merupakan bagian dari perencanaan proses pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar.

5. Penugasan Terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh pendidik.

6. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidikuntuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaiannya diatur sendiri oleh peserta didik.

7. Kalender Pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur.

8. Permulaan Tahun Ajaran baru adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan.

9. Minggu Efektif Belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran.

10. Waktu Pembejaran Efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh matapelajaran termasuk muatan lokal, ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri.

11. Waktu Libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal.

BAB II TUJUAN , VISI, DAN MISI

A. Visi, Misi dan Tujuan Sekolah 1. Tujuan Pendidikan Nasional

Tujuan Pendidikan Nasional adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa ,Beraklak mulia ,sehat ,berilmu , cakap , kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab

(17)

8

2. Tujuan Pendidikan Dasar

Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri atau mengikuti pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi.

3. VISI

Terwujudnya sekolah yang menghasilkan siswa yang beriman dan bertaqwa serta unggul dalam prestasi ”

Indikator Visi:

1. Menyelenggarakan pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas

2. Menyelenggarakan pendidikan untuk menghasilkan peserta didik yang unggul dalam bidang akademik, non akademik; moral, kemandirian, dan aktifitas keagamaan.

3. Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, untuk meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan di sekolah

4 . Memberdayakan alumni dalam rangka peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.

5. MISI

a. Menanamkan keyakinan / Aqidah melalui pembelajaran pendidikan Agama Islam.

b . Menerapkan disiplin yang tinggi bagi guru dan siswa

c . Menyelenggarakan pendidikan untuk menghasilkan peserta didik yang cerdas,terampil dan unggul dalam bidang moral, kemandirian dan aktifitas keagamaan.

d . Mejalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan sekitar sekolah.

6. Tujuan Sekolah

Berdasarkan Tujuan Pendidikan ,Visi , Misi dan Evaluasi Diri Sekolah (EDS) tujuan SD Negeri UPT IV Karang Hampa Kabupaten Aceh Barat diharapkan dapat :

a) Terlaksananya Kurikulum 2013 dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendikan ( KTSP) 2013 sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP )

b) Terealisasinya penyusunan silabus dan RPP semua mata pelajaran kelas I ,II, III, IV , V dan VI sesuai standar nasional

c) Memiliki perangkat penilaian lengkap

(18)

9

d) Menggunakan Pendekatan Saintefik dalam proses pembelajaran

e) Terwujudnya suasana pembelajaran yang menantang , menyenangkan , komunikatif , Inovatif , kreatif dan demokratis

f) Memiliki pengembangan bahan dan sumber belajar

g) Terwujudnya efisiensi waktu belajar ,optimalisasi penggunaan sumber belajar dilingkungan untuk menghasilkan karya dan prestasi yang maksimal

h) Terwujudnya peningkatan prestasi dibidang Akademik dan Non Akademik

i) Terwujudnya lingkungan sekolah yang memiliki kepedulian sosial dan lingkungan , cinta damai , cinta tanah air , semangat kebangsaan , serta hidup demokratis yang menjadi bagaian dari pendidikan budaya , karakter bangsa dan kewirausahaan

j) Membekali 60 % siswa mampu mengakses berbagai informasi yang positif melalui internet

k) Mengembangkan kompetensi Kepala Sekolah, Guru dan tenaga kependidikan

l) Memiliki program pengembangan jalinan kerja dan penggalangan dana dengan DUDI, alumni dan donator lainnya

m) Memiliki program pengembangan model evaluasi Ulangan Harian, Ulangan Tengah Semester, Ulangan Akhir Semester, Ulangan Kenaikan Kelas.

n) Mampu mengadakan dan merawat RKB, Perpustakaan,UKS dan lapangan olahraga

o) Mampu mengembangkan supervise klinis

p) Membiasakan seluruh siswa melaksanakan sholat berjamaah q) Mengembangkan penilaian authentic secara berkesinambungan r) Mengoptimalkan program perbaikan dan pengayaan

s) Terealisasinya pengembangan budaya dan lingkungan sekolah sesuai dengan standar nasional

t) Mengupayakan peningkatan kualitas lingkungan dengan memperbanyak penanaman pohon.

u) Mengoptimalkan progam pengolahan sampah untuk mengurangi pencemaran udara.

v) Mengupayakan tersedianya kantin sekolah yang sehat ,bersih ,indah dan ramah lingkungan.

(19)

10

BAB III

STRUKTUR KURIKULUM A. STRUKTUR KURIKULUM

1. Struktur Kurikulum

Struktur kurikulum menggambarkan konseptualisasi konten kurikulum dalam bentuk mata pelajaran, posisi konten/mata pelajaran dalam kurikulum, distribusi konten/mata pelajaran dalam semester atau tahun, beban belajar untuk mata pelajaran dan beban belajar per minggu untuk setiap peserta didik. Struktur kurikulum adalah juga merupakan aplikasi konsep pengorganisasian konten dalam sistem belajar dan pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran.

Pengorganisasian konten dalam sistem belajar yang digunakan untuk kurikulum yang akan datang adalah sistem semester sedangkan pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran berdasarkan jam pelajaran per semester.

Struktur kurikulum adalah juga gambaran mengenai penerapan prinsip kurikulum mengenai posisi seorang peserta didik dalam menyelesaikan pembelajaran di suatu satuan atau jenjang pendidikan.

Dalam struktur kurikulum menggambarkan ide kurikulum mengenai posisi belajar seorang peserta didik yaitu apakah mereka harus menyelesaikan seluruh mata pelajaran yang tercantum dalam struktur ataukah kurikulum memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menentukan berbagai pilihan. Struktur kurikulum terdiri atas sejumlah mata pelajaran, dan beban belajar.

Tabel 3.1

Struktur Kurikulum Kelas

Mata Pelajaran Kelas dan alokasi waktu

I II III IV V VI Kelompok A

1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 4 4 4 4 4 4

2. PPKn 5 5 6 5 5 5

3. Bahasa Indonesia 8 9 10 7 7 7

4. Matematika 5 6 6 6 6 6

5. IPA - - - 3 3 3

6. IPS - - - 3 3 3

(20)

11

Kelompok B

7. Seni budaya dan prakarya 4 4 4 4 4 4

8. PJOK 4 4 4 4 4 4

Kelompok C ( Muatan Lokal)

a. Bahasa Aceh 2 2 1 2 2 2 b. Tulisan Arab Indonesia - - 1 1 1 1 c. Bahasa Inggris - - - 1 1 1

Jumlah 32 34 36 40 40 40

Keterangan:

Mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya dapat memuat Bahasa Daerah.

Selain kegiatan intrakurikuler seperti yang tercantum di dalam struktur kurikulum diatas, terdapat pula kegiatan ekstrakurikuler SD/MI antara lain Pramuka (Wajib), Usaha Kesehatan Sekolah, dan Palang Merah Remaja.

Mata pelajaran Kelompok A adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat.

Mata pelajaran Kelompok B yang terdiri atas mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya serta Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat dan dilengkapi dengan konten lokal yang dikembangkan oleh pemerintah daerah.

Satuan pendidikan dapat menambah jam pelajaran per minggu sesuai dengan kebutuhan peserta didik pada satuan pendidikan tersebut.

Struktur kurikulum meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama enam tahun mulai kelas I s.d.kelasVI. Struktur kurikulum disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan, Standar Kompetensi/ Kompetensi Inti Mata pelajaran dengan ketentuan sebagai berikut :

a. Memuat 11 mata pelajaran, yang terbagi dalam komponen kelompok A, B dan kelompok C

b. Mata pelajaran Kelompok A adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh Kemendikbud dan Kemenag pusat.

(21)

12

c. Mata pelajaran Kelompok B yang terdiri atas mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya serta Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat dan dilengkapi dengan konten lokal yang dikembangkan oleh pemerintah daerah.

d. Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diajar / diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat dan minat peserta didik sesuai dengan kondisi madrasah. Kegiatan pengembangan diri di SD Negeri UPT IV Karang Hampa Kec. Arongan Lambalek Kabupaten Aceh Barat dilakukan dalam bentuk kegiatan lifeskill/ekstrakurikuler yang difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru matapelajaran atau tenaga kependidikan yang memiliki kemampuan di bidang lifeskill/ekstrakurikuler yang telah ditentukan oleh sekolah. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial, belajar dan pengembangan karir peserta didik.

e. Jam Pelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum.

f. Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 35 menit

g. Minggu effektif dalam satu tahun pelajaran adalah 38 minggu

B. MUATAN KURIKULUM

1. Muatan Kurikulum Kelas

Muatan Kurikulum SD Negeri UPT IV Karang Hampa Kec. Arongan Lambalek Kab. Aceh Barat mengacu pada Kurikulum 2013 yang dipadukan dengan kurikulum SD Negeri UPT IV Karang Hampa Kec. Arongan Lambalek meliputi sejumlah mata pelajaran sebanyak 11 mata pelajaran yang terbagi menjadi kelompok A, kelompok B dan kelompok C seperti dalam tabel struktur kurikulum. Dalam muatan Kurikulum 2013 memuat Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar.

Kompetensi Inti merupakan terjemahan atau operasionalisasi Standar Kompetensi Lulusan dalam bentuk kualitas yang harus dimiliki oleh peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikan pada satuan pendidikan tertentu atau jenjang pendidikan tertentu, gambaran mengenai kompetensi utama yang dikelompokkan ke dalam aspek sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang

(22)

13

harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran. Kompetensi Inti harus menggambarkan kualitas yang seimbang antara pencapaian hard skills dan soft skills.

Kompetensi Inti berfungsi sebagai unsur pengorganisasi (organising element) kompetensi dasar. Sebagai unsur pengorganisasi, Kompetensi Inti merupakan pengikat untuk organisasi vertikal dan organisasi horizontal Kompetensi Dasar. Organisasi vertikal Kompetensi Dasar adalah keterkaitan antara konten Kompetensi Dasar satu kelas atau jenjang pendidikan ke kelas/jenjang di atasnya sehingga memenuhi prinsip belajar yaitu terjadi suatu akumulasi yang berkesinambungan antara konten yang dipelajari peserta didik.

Organisasi horizontal adalah keterkaitan antara konten Kompetensi Dasar satu mata pelajaran dengan konten Kompetensi Dasar dari mata pelajaran yang berbeda dalam satu pertemuan mingguan dan kelas yang sama sehingga terjadi proses saling memperkuat.

Kompetensi Inti dirancang dalam empat kelompok yang saling terkait yaitu berkenaan dengan sikap keagamaan (Kompetensi Inti 1), sikap sosial (Kompetensi Inti 2), pengetahuan (Kompetensi Inti 3), dan penerapan pengetahuan (Kompetensi Inti 4). Keempat kelompok itu menjadi acuan dari Kompetensi Dasar dan harus dikembangkan dalam setiap peristiwa pembelajaran secara integratif. Kompetensi yang berkenaan dengan sikap keagamaan dan sosial dikembangkan secara tidak langsung (indirect teaching) yaitu pada waktu peserta didik belajar tentang pengetahuan (Kompetensi Inti 3) dan penerapan pengetahuan (Kompetensi Inti 4). Kompetensi Dasar Sekolah Dasar (SD)/

1. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR KELAS I a. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR 1. Menerima dan

menjalankan ajaran

agama yang

dianutnya

1.1 Terbiasa membaca basmalah setiap memulai belajar al-Qur’an

1.2 Terbiasa membaca al-Qur’an dengan tartil

1.3 Menerima adanya Allah Swt. yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

1.4 Menerima keesaan Allah Swt. berdasarkan pengamatan terhadap dirinya dan makhluk ciptaan-Nya yang dijumpai di sekitar rumah dan sekolah

1.5 Menerima adanya Allah Swt. Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maharaja

1.6 Menerima dan mengakui makna dua kalimat syahadat

1.7 terbiasa berdoa sebelum dan sesudah belajar 1.8 Meyakini bahwa perilaku hormat dan patuh

(23)

14

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR

kepada orangtua dan guru sebagai cerminan dari iman

1.9 Meyakini bahwa berkata yang baik, sopan, dan santun sebagai cerminan dari iman

1.10 Meyakini bahwa bersyukur, pemaaf, jujur, dan percaya diri sebagai cerminan dari iman 1.11 Terbiasa bersuci sebelum beribadah

1.12 Menjalankan salat dengan tertib

1.13 Meyakini kebenaran kisah Nabi Adam a.s.

1.14 Meyakini kebenaran kisah Nabi Idris a.s.

1.15 Meyakini kebenaran kisah Nabi Nuh a.s.

1.16 Meyakini kebenaran kisah Nabi Hud a.s.

1.17 Meyakini kebenaran kisah Nabi Muhammad saw

2. menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi

dengan keluarga, teman, dan guru

2.1 Menunjukkan sikap percaya diri dalam melafalkan huruf-huruf hijaiyyah dan harakatnya

2.2 Menunjukkan sikap kasih sayang dan peduli kepada sesama sebagai implementasi pemahaman Q.S. al- Fatihah dan Q.S. al-Ikhlas 2.3 Menunjukkan perilaku percaya diri sebagai

implementasi pemahaman adanya Allah Swt.

2.4 Menunjukkan perilaku percaya diri sebagai implementasi pemahaman keesaan Allah Swt.

2.5 Menunjukkan sikap kasih sayang, peduli, kerja sama, dan percaya diri sebagai implementasi pemahaman al-Asmau al-Husna:

ar-Rahman, ar- Rahim, dan al-Malik

2.6 Menunjukkan sikap teguh pendirian sebagai implementasi pemahaman makna dua kalimat syahadat

2.7 Menunjukkan sikap disiplin sebagai implementasi pemahaman makna doa sebelum dan sesudah belajar

2.8 Menunjukkan perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru

2.9 Menunjukkan sikap yang baik, sopan, dan santun ketika berbicara

2.10 Menunjukkan perilaku bersyukur, pemaaf, jujur, dan percaya diri

2.11 Menunjukkan perilaku bersih badan,

(24)

15

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR

pakaian, barang-barang, dan tempat sebagai implementasi pemahaman makna bersuci 2.12 Menunjukkan sikap disiplin sebagai

implementasi pemahaman salat dan kegiatan agama yang dianutnya di sekitar rumahnya melalui pengamatan

2.13 Menunjukkan sikap pemaaf sebagai implementasi pemahaman kisah keteladanan Nabi Adam a.s.

2.14 Menunjukkan sikap semangat dan rajin belajar sebagai implementasi pemahaman kisah keteladanan Nabi Idris a.s.

2.15 Menunjukkan sikap kerja keras dan kerja sama sebagai implementasi pemahaman kisah keteladanan Nabi Nuh a.s.

2.16 Menunjukkan sikap sopan dan santun sebagai implementasi pemahaman kisah keteladanan Nabi Hud a.s.

2.17 Menunjukkan sikap jujur dan kasih sayang sebagai implementasi pemahaman kisah keteladanan Nabi Muhammad saw

3. Memahami

pengetahuan

faktual dengan cara mengamati

[mendengar,

melihat, membaca]

dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah

3.1 Mengetahui huruf-huruf hijaiyyah dan harakatnya secara lengkap

3.2 Memahami pesan-pesan pokok Q.S. al-Fatihah dan Q.S. al-Ikhlas

3.3 Memahami adanya Allah Swt. yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

3.4 Memahami keesaan Allah Swt. berdasarkan pengamatan terhadap dirinya dan makhluk ciptaan-Nya yang dijumpai di sekitar rumah dan sekolah

3.5 Memahami makna al-Asmau al- Husna: ar- Rahman, ar-Rahim, dan al-Malik

3.6 Memahami makna dua kalimat syahadat

3.7 Memahami makna doa sebelum dan sesudah belajar

3.8 Memahami perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru

3.9 Memahami berkata yang baik, sopan, dan santun

3.10 Memahami makna bersyukur, pemaaf, jujur, dan percaya diri

3.11 Memahami tata cara bersuci

(25)

16

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR

3.12 Memahami salat dan kegiatan agama yang dianutnya di sekitar rumahnya melalui pengamatan

3.13 Memahami kisah keteladanan Nabi Adam a.s.

3.14 Memahami kisah keteladanan Nabi Idris a.s.

3.15 Memahami kisah keteladanan Nabi Nuh a.s.

3.16 Memahami kisah keteladanan Nabi Hud a.s.

3.17 Memahami kisah keteladanan Nabi Muhammad saw.

4. Menyajikan pengetahuan

faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang

mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia

4.1 Melafalkan huruf-huruf hijaiyyah dan harakatnya secara lengkap

4.2.1 Melafalkan Q.S. al-Fatihah dan Q.S. al-Ikhlas dengan benar dan jelas

4.2.2 menunjukkan hafalan Q.S. al- Fatihah dan Q.S. al-Ikhlas dengan benar dan jelas

4.3 menunjukkan bukti-bukti adanya Allah Swt.

yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

4.4 menunjukkan bukti-bukti keesaan Allah Swt.

berdasarkan pengamatan terhadap dirinya dan makhluk ciptaan-Nya yang dijumpai di sekitar rumah dan sekolah

4.5 melafalkan al-Asmau al-Husna: ar- Rahman, ar- Rahim, danal-Malik

4.6 melafalkan dua kalimat syahadat dengan benar dan jelas

4.7 melafalkan doa sebelum dan sesudah belajar dengan benar dan jelas

4.8 mencontohkan perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru

4.9 mencontohkan cara berkata yang baik, sopan, dan santun

4.10 mencontohkan perilaku bersyukur, pemaaf, jujur, dan percaya diri

4.11 mempraktikkan tata cara bersuci

4.12.1 melaksanakan salat dan kegiatan agama di sekitar rumahnya melalui pengamatan

4.12.2 mencontohkan kegiatan agama di sekitar rumahnya

4.13 menceritakan kisah keteladanan Nabi Adam a.s.

4.14 menceritakan kisah keteladanan Nabi Idris a.s.

4.15 menceritakan kisah keteladanan Nabi Nuh a.s.

(26)

17

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR

4.16 menceritakan kisah keteladanan Nabi Hud a.s.

4.17 menceritakan kisah keteladanan Nabi Muhammad saw.

b. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

KELAS: I

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR 1. Menerima dan

menjalankan

ajaran agama yang dianutnya

1.1 Mensyukuri ditetapkannya bintang, rantai, pohon beringin,kepala banteng, dan padi kapassebagai gambar pada lambang negara “Garuda Pancasila”

1.2 Menunjukkan sikap patuh aturan agama yang dianut dalam kehidupan sehari-hari di rumah 1.3 Menerima keberagaman karakteristik individu

sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa dirumah 1.4 Menerima keberagaman di rumah sebagai

anugerah Tuhan Yang Maha Esa di rumah

2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalamberinteraksi dengan

keluarga,teman, dan guru

2.1 Bersikap santun, rukun, mandiri, dan percaya diri sesuai dengan sila-sila Pancasila dalam lambang negara “Garuda Pancasila” dalam kehidupan sehari-hari

2.2 Melaksanakan aturan yang berlaku dalam kehidupan seharihari dirumah

2.3 Menampilkan kebersamaan dalam keberagaman karakteristik individu di rumah

2.4 Menampilkan sikap kerja sama dalam keberagaman di rumah

3. Memahami

pengetahuan

faktual dengan cara mengamati mendengar,

melihat, membaca]

an menanya

berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan daN kegiatannya, dan benda-benda yang

3.1 Mengenal simbol sila-sila Pancasila dalam lambang Negara Garuda Pancasila”

3.2 Mengidentifikasi aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari- hari di rumah

3.3 Mengidentifikasi keberagaman karateristik individu di rumah

3.4 Mengidentifikasi bentuk kerjasama dalam keberagaman di Rumah

(27)

18

dijumpainya di

rumah dan

disekolah

4. Menyajikan pengetahuan

faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang

mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang

mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia

4.1 Menceritakan simbol-simbol sila Pancasila pada Lambang Garuda sila Pancasila

4.2 Menceritakan kegiatan sesuai dengan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah 4.3 Menceritakan pengalaman kebersamaan dalam

keberagaman kehidupan individu di rumah

4.4 Menceritakan pengalaman kerjasama dalam keberagaman di Rumah

c. Bahasa Indonesia

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR 3. Memahami

pengetahuan faktual dengan cara mengamati

(mendengar,

melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah

3.1 Menjelaskan kegiatan persiapan membaca permulaan (cara duduk wajar dan baik, jarak antara mata dan buku, cara memegang buku, cara membalik halaman buku, gerakan mata dari kiri ke kanan, memilih tempat dengan cahaya yang terang, dan etika membaca buku) dengan cara yang benar

3.2 Mengemuka-kan kegiatan persiapan menulis permulaan (cara duduk, cara memegang pensil, cara menggerakkan pensil, cara meletakkan buku, jarak antara mata dan buku, pemilihan tempat dengan cahaya yang terang) yang benar secara lisan

3.3 Menguraikan lambang bunyi vokal dan konsonan dalam kata bahasa Indonesia atau bahasa daerahatau bahasa daerah

3.4 Menentukan kosakata tentang anggota tubuh dan pancaindra serta perawatannya melalui teks pendek (berupa gambar, tulisan, slogan sederhana, dan/atau syair lagu) dan eksplorasi lingkungan

3.5 Mengenal kosakata tentang cara memelihara kesehatan melalui teks pendek (berupa gambar, tulisan, dan slogan sederhana) dan/atau eksplorasi lingkungan.

Gambar

Tabel  Beban  Belajar  Kegiatan  Tatap  Muka  Keseluruhan    SDN  UPT  IV  Karang Hampa Kec
Tabel 4.1  KALENDER PENDIDKAN

Referensi

Dokumen terkait

Diduga Peran asuransi swasta akan makin meningkat jika ada implementasi yg jelas dari JKN untuk layanan COB & TopUp market Private insurance Pengaruh JKN-BPJS

Perwujudan eksistensi diri Liem Sian Yu sebagai masyarakat terhormat itu juga ditampakkan pada kondisi fisik elemen desain ruang dalam bangunan hotel Niagara, yaitu

Alat Penukar Kalor Tipe CEU. Alat Penukar Kalor

Ditinjau dari RPP yang dibuat oleh masing- masing guru dapat disimpulkan bahwa RPP tergolong ideal. Hanya saja dalam implementasi proses pembelajaran tidak semuanya

Tujuan dari Tugas Akhir ini adalah mengevaluasi geometrik jalan rel hasil perencanaan kontraktor dengan Peraturan Dinas No.10 PJKA pada proyek jalur ganda dari Km 109+635 sampai

Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini menyatakan ada hubungan negatif antara pengetahuan tentang risiko kehamilan remaja di luar nikah dengan sikap terhadap hubungan

Dihadiri oleh direktur atau yang mewakili dengan membawa Surat Kuasa dari Direktur atau Pihak Calon Penyedia yang berwenang yang menandatangani Surat kuasa sesuai

Pelaksanaan Evaluasi Hasil Kinerja Bidang Pendidikan Jasa Lainnya 0 Rp.. No Satuan Kerja