1 1.1 Latar Belakang
Kota Bandung sebagai salah satu kota yang perkembangannya sangat pesat dihadapkan pada berbagai kebutuhan dalam memenuhi kehidupan perkotaan.
Semakin pesatnya pertumbuhan penduduk Kota Bandung ini menyebabkan kebutuhan akan sarana dan prasarana perkotaan bertambah pula. Salah satu sektor yang sangat penting dalam menunjang kehidupan perkotaan adalah perumahan.
Keberadaan sarana dan prasarana dalam lingkungan suatu perumahan merupakan sesuatu hal yang sangat penting guna mendukung kualitas kehidupan dan mobilitas dari penghuni dalam perumahan tersebut. Kualitas suatu perumahan yang baik tentu saja perlu ditunjang pula oleh kualitas sarana dan prasarana perumahan yang menunjang kehidupan perumahan tersebut, seperti ketersediaan fasilitas sosial. Rata-rata penyediaan fasilitas lingkungan perumahan di Indonesia, hanya menyediakan fasilitas lingkungan berdasarkan standar menurut developer tanpa melihat aspek preferensi penghuni. Oleh karena itu, dalam upaya menciptakan perumahan dengan ketersediaan fasilitas lingkungan yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan penghuni, dibutuhkan acuan atau arahan penyediaan fasilitas lingkungan perumahan yang didasarkan pada preferensi atau kebutuhan penghuni.
Dalam Permendagri Nomor 1 Tahun 1987 tentang Penyerahan Prasarana Lingkungan Utilitas Umum dijelaskan bahwa tipe perumahan yang ada saat ini terdiri atas 2 (dua) kategori. Pertama adalah perumahan yang lengkap, artinya pada saat rumah tersebut dibeli oleh seseorang, maka calon penghuni atau pemiliknya sudah mendapatkan perumahan yang siap pakai yang disertai dengan fasilitas yang lengkap termasuk pengadaan fasilitas lingkungannya. Sebagai contoh adalah perumahan Bumi Adipura yang berada dalam wilayah pengembangan Gedebage di Kota Bandung. Kedua adalah perumahan yang tidak lengkap, artinya dalam tipe perumahan ini pada saat rumah tersebut dibeli, pemiliknya belum mendapatkan fasilitas secara lengkap.
Permasalahan dirasakan mulai muncul pada perumahan tipe pertama ketika penghuni secara tidak langsung menerima segala fasilitas perumahan yang ada secara sepihak tanpa mengetahui apa sebenarnya keinginan penghuni terhadap fasilitas yang dibutuhkan. Fasilitas yang ada di lingkungan tersebut belum tentu merupakan fasilitas yang diinginkan atau dibutuhkan oleh penghuni. Hal ini menunjukkan bahwa adanya kemungkinan beberapa fasilitas lingkungan yang lebih diinginkan keberadaannya oleh penghuni tetapi kenyataannya tidak berada dalam perumahan tersebut.
Dalam ’Petunjuk Pembangunan Kawasan Perumahan Kota’ disebutkan bahwa ada 5 (lima) jenis fasilitas sosial yang diarahkan penyediaannya dalam lingkungan perumahan yaitu: fasilitas pendidikan, perdagangan, kesehatan, peribadatan, dan olahraga / ruang terbuka.dengan spesifikasi :
1) Fasilitas Pendidikan : TK, SD, SLTP, dan SLTA
2) Fasilitas Perdagangan : warung, pertokoan, toko swalayan dan pasar.
3) Fasilitas Kesehatan : praktik dokter, apotik, toko obat, balai pengobatan dan puskesmas
4) Fasilitas Peribadatan
5) Fasilitas Olahraga dan Ruang Terbuka : lapangan olahraga dan taman.
Dalam Standar Perencanaan Kebutuhan Sarana Kota (Soefaat, Neighborhood Planning) dijelaskan bahwa penyediaan fasilitas lingkungan perumahan harus disesuaikan dengan standar ukuran fasilitas tersebut. Penting untuk menempatkan sebuah fasilitas yang efektif dari segi jarak jangkauan penghuni terhadap keberadaan fasilitas, serta efisien dari segi biaya penyediaannya.
Konsep perencanaan lingkungan yang sehat (Barton, 2000) sangat erat kaitannya dengan akses terhadap fasilitas lingkungan. Fasilitas lingkungan sehat yang tersedia dalam suatu lingkungan perumahan, setidaknya ada 3 aspek yang menunjang yaitu jarak jangkau yang sehat terhadap keberadaan fasilitas sosial, tersedianya akses yang baik terhadap pelayanan, serta peningkatan intensitas berjalan kaki dibandingkan intensitas berkendaraan dalam melakukan perjalanan terhadap fasilitas pelayanan.
Dalam kasus perumahan Bumi Adipura Kota Bandung (proses pembangunan baru memasuki tahap ke-4 dari 13 tahapan pembangunan yang direncanakan), penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui preferensi penghuni terhadap penyediaan fasilitas di lingkungan perumahan. Hasil penelitian ini akan sangat berguna sebagai dasar pertimbangan untuk arahan dalam penyediaan fasilitas lingkungan di perumahan Bumi Adipura selanjutnya berdasarkan preferensi penghuni serta sesuai standar ukuran daya tampung dan jarak jangkauan yang sehat. Karena itu, studi arahan penyediaan fasilitas lingkungan berdasarkan preferensi penghuni di perumahan Bumi Adipura ini penting untuk dilakukan.
1.2 Rumusan Permasalahan
Permasalahan muncul ketika fasilitas-fasilitas yang terdapat dalam lingkungan perumahan yang telah terbangun dan ditempati pemilik rumah, kenyataannya tidak sesuai dengan keinginan atau kebutuhan penghuni. Oleh karena itu dibutuhkan suatu kajian berkaitan dengan arahan penyediaan fasilitas lingkungan perumahan berdasarkan preferensi penghuni. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini penting dilakukan untuk dijadikan sebagai dasar pertimbangan untuk arahan dalam penyediaan fasilitas lingkungan di perumahan Bumi Adipura yang sesuai dengan keinginan serta mampu memenuhi kebutuhan penghuninya.
1.3 Tujuan dan Sasaran Studi
Tujuan studi ini adalah untuk merumuskan arahan penyediaan fasilitas lingkungan perumahan Bumi adipura berdasarkan preferensi penghuni. Untuk mencapai tujuan studi tersebut maka sasaran dari studi ini adalah:.
1. Mengidentifikasi pola pemanfaatan fasilitas sosial penghuni di wilayah studi.
2. Mengidentifikasi preferensi penghuni terhadap penyediaan fasilitas lingkungan perumahan
3. Menganalisis tingkat kebutuhan fasilitas lingkungan perumahan berdasarkan standar kebutuhan pelayanan di wilayah studi.
4. Merumuskan arahan penyediaan fasilitas lingkungan perumahan
1.4 Ruang Lingkup Studi
Ruang lingkup studi yang dilakukan terbagi menjadi 2 (dua) bagian penjelasan yaitu ruang lingkup wilayah studi yang menggambarkan alasan pemilihan dan kondisi wilayah studi, serta ruang lingkup analisis yang menjelaskan mengenai jenis dan kedalaman analisis yang dilakukan.
1.4.1 Ruang Lingkup Wilayah Studi
Untuk memenuhi tujuan dan sasaran yang ingin dicapai dalam penelitian ini, maka lokasi yang dipilih sebagai wilayah studi ini adalah perumahan Bumi Adipura yang terletak di Kecamatan Rancasari, Kelurahan Derwati, Wilayah Pengembangan Gedebage, Kota Bandung.
Pertimbangan pemilihan lokasi perumahan ini adalah sebagai berikut:
1. Perumahan Bumi Adipura merupakan perumahan yang terletak di wilayah pinggiran Kota Bandung. Fasilitas sosial yang terkonsentrasi di pusat kota, menyebabkan sulitnya akses untuk menjangkau keberadaan fasilitas-fasilitas tersebut. Oleh karena itu perumahan Bumi Adipura diharapkan mampu menyediakan fasilitas lingkungan yang mampu melayani kebutuhan penghuninya.
2. Perumahan Bumi Adipura termasuk kategori tipe perumahan yang lengkap (Permendagri No.1 Tahun 1987), di mana penghuni perumahan memperoleh kepemilikan rumah yang disertai keberadaan fasilitas lingkungannya. Namun keberadaan fasilitas lingkungan yang disediakan perumahan ini, belum tentu merupakan fasilitas yang diinginkan maupun dibutuhkan oleh penghuninya.
3. Perumahan Bumi Adipura, merupakan salah satu perumahan terbesar yang direncanakan (150 Ha) di Kota Bandung terutama di wilayah pengembangan Gedebage.
4. Perumahan Bumi Adipura dibangun dengan pembagian skala 3 (tiga) tipe rumah yaitu Sederhana, Menengah dan Mewah; sehingga cocok dipergunakan untuk studi kasus dalam penelitian ini.
Standar klasifikasi tipe rumah mengacu pada standar developer Bumi Adipura, yang mengklasifikasikan tipe rumah menjadi 3 (tiga) tipe rumah berdasarkan jenis dan luas rumah yang dibangun. Klasifikasi tersebut adalah sebagai berikut :
1. Rumah Sederhana
Rumah yang sasarannya adalah golongan masyarakat yang berpenghasilan menengah
Rumah dengan lingkungan yang dibangun dengan standar developer yaitu bangunan rumah tipe 21, tipe 28 dan tipe 32 dengan luas tanah antara 54 m2 sampai 60 m2.
2. Rumah Menengah
Rumah yang sasarannya adalah golongan masyarakat yang berpenghasilan menengah ke atas
Rumah dengan lingkungan yang dibangun dengan standar developer yaitu bangunan rumah tipe 36, tipe 40, tipe 46, tipe 48, tipe 56 dan tipe 62 dengan luas tanah antara 84 m2 sampai 120 m2.
3. Rumah Mewah
Rumah yang sasarannya adalah golongan masyarakat yang berpenghasilan tinggi
Rumah dengan lingkungan yang dibangun dengan standar developer yaitu bangunan rumah tipe 66 dan diatas tipe 70 dengan luas tanah antara 120 m2 sampai 200 m2.
1.4.2 Ruang Lingkup Analisis
Dalam studi ini, lingkup pembahasannya bersifat merumuskan arahan penyediaan fasilitas lingkungan perumahan berdasarkan preferensi penghuni serta sesuai dengan standar kebutuhan pelayanan dan standar jarak yang sehat.
Penelitian ini bersifat studi kasus, bukan merupakan generalisasi dari seluruh perumahan yang ada di Kota Bandung, sehingga hanya dapat dijadikan informasi atau referensi dalam penyediaan fasilitas lingkungan perumahan Bumi Adipura.
Sesuai dengan tujuan dari studi ini yaitu merumuskan arahan penyediaan fasilitas lingkungan perumahan berdasarkan preferensi penghuni, maka ruang lingkup analisis yang dilakukan dalam studi ini adalah untuk menjawab 4 (empat) hal, yaitu:
1. Pola pemanfaatan fasilitas sosial penghuni di wilayah studi.
2. Preferensi penghuni terhadap penyediaan fasilitas lingkungan perumahan Bumi Adipura.
3. Tingkat kebutuhan fasilitas lingkungan perumahan berdasarkan standar kebutuhan pelayanan di wilayah studi.
4. Rumusan arahan penyediaan fasilitas lingkungan perumahan Bumi Adipura
Pada studi ini yang dimaksud dengan fasilitas lingkungan perumahan adalah fasilitas yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan penghuni perumahan atau fasilitas-fasilitas sosial yang dibutuhkan masyarakat dalam lingkungan perumahan. Dalam ’Petunjuk Pembangunan Kawasan Perumahan Kota’
disebutkan bahwa ada 5 (lima) jenis fasilitas sosial yaitu: fasilitas pendidikan, perdagangan, kesehatan, peribadatan, dan olahraga/ruang terbuka. Maka dalam studi ini, ruang lingkup fasilitas sosial yang akan diteliti yaitu :
1. Fasilitas Pendidikan, dibatasi pada tingkat pendidikan: TK, SD, SMP, dan SMA
2. Fasilitas Perdagangan, dibatasi pada warung, pertokoan, toko swalayan dan pasar.
3. Fasilitas Kesehatan, dibatasi pada tempat praktik dokter, apotik, toko obat, balai pengobatan dan puskesmas
4. Fasilitas Peribadatan, dibatasi pada Mesjid atau Gereja.
5. Fasilitas Olahraga dan Ruang Terbuka dibatasi pada lapangan olahraga dan taman.
1.5 Metode Penelitian
Sub bab ini menjelaskan dan menguraikan mengenai tahap analisis yang digunakan dalam penelitian serta teknik pengumpulan data yang terdiri atas survey data primer dan survey data sekunder
1.5.1 Tahap Analisis
Tahap analisis yang dilakukan meliputi:
1. Identifikasi Pola Pemanfaatan Fasilitas Sosial Penghuni
Untuk mengidentifikasi pola pemanfaatan fasilitas sosial menurut tipe rumah, maka faktor yang dikaji adalah spesifikasi fasilitas sosial, lokasi dan alasan memilih lokasi fasilitas sosial yang digunakan oleh penghuni perumahan.
- Pengkajian spesifikasi fasilitas sosial yang digunakan adalah untuk mengetahui jenis fasilitas sosial yang dimanfaatkan.
- Pengkajian lokasi pemanfaatan fasilitas sosial adalah untuk mengetahui lokasi pemilihan penghuni dalam memanfaatkan fasilitas sosial.
- Alasan pemilihan fasilitas sosial dimaksudkan untuk mengetahui hal-hal yang mendasari penghuni memilih fasilitas sosial tertentu dibanding fasilitas lainnya, seperti alasan kedekatan, kualitas, kelengkapan, faktor harga dan sebagainya, untuk kemudian dipertimbangkan dalam arahan penyediaan fasilitas lingkungan perumahan.
Data yang dipergunakan dalam analisis ini diperoleh melalui survei data primer yaitu dengan menyebarkan kuesioner mengenai pola pemanfaatan fasilitas sosial.
2. Identifikasi Preferensi Penghuni terhadap Penyediaan Fasilitas di Lingkungan Perumahan
Untuk mengetahui preferensi penghuni terhadap penyediaan fasilitas di lingkungan perumahan Bumi Adipura, dilakukan dengan menggunakan metode penelitian pembobotan atau penskoran terhadap penghuni berdasarkan tipe rumah. Data yang dipergunakan dalam analisis ini diperoleh melalui survei data primer mengenai peringkat tingkat kebutuhan penghuni dalam memilih fasilitas sosial di lingkungan perumahan melalui penyebaran
kuesioner. Kuesioner ini bersifat tertutup yaitu dengan menyediakan alternatif jawaban dalam bentuk peringkat prioritas.
3. Analisis Tingkat Kebutuhan Fasilitas Lingkungan Perumahan
Tujuan analisis ini adalah untuk mengetahui tingkat kebutuhan fasilitas lingkungan perumahan berdasarkan acuan jumlah penduduk (Kepmen P.U.
No. 378/KPTS/1987), Standar Perencanaan Kebutuhan Sarana Kota (Soefaat:
Neighborhood Planning) mengenai standar ukuran fasilitas serta berdasarkan standar acuan jarak sehat (Barton, 2000). Tingkat kebutuhan ini diukur dengan melakukan estimasi jumlah penduduk perumahan Bumi Adipura berdasarkan kebutuhan pelayanan di wilayah studi. Luas ukuran fasilitas lingkungan dihitung berdasarkan standar dengan memperhatikan aspek penduduk yang dilayani dan daya tampung.
4. Rumusan Arahan Penyediaan Fasilitas di Lingkungan Perumahan
Memberikan rumusan arahan penyediaan fasilitas lingkungan perumahan, berdasarkan hasil preferensi, ukuran yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan dan daya tampung, serta sesuai dengan arahan jarak sehat.
1.5.2 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang akan dilakukan dalam studi ini, dilakukan dengan 2 (dua) cara, yaitu survey data primer dan survey data sekunder.
1. Survey data primer
Survey data primer ini dilakukan untuk mendapatkan data dan informasi mengenai penyediaan jumlah dan kondisi eksisting fasilitas lingkungan perumahan di wilayah studi, pola pemanfaatan fasilitas sosial penghuni berdasarkan tipe rumah serta preferensi penghuni terhadap penyediaan fasilitas lingkungan perumahan. Survei data primer ini dilakukan dengan 3 (tiga) cara yaitu :
a. Wawancara, proses ini dilakukan untuk mendapatkan informasi dari tokoh-tokoh masyarakat di wilayah studi ini serta pihak pengembang.
Informasi yang diperoleh dari hasil wawancara ini terutama kondisi
eksisting fasilitas sosial yang ada, pengelolaan fasilitas dan mekanisme penyediaan fasilitas lingkungan tersebut.
b. Observasi atau pengamatan lapangan, proses pengambilan data ini dilakukan untuk mengamati lokasi atau objek penelitian. Objek yang diamati dan dilihat dalam observasi ini mencakup mengenai ketersediaan fasilitas sosial, jumlah fasilitas sosial yang ada, kondisi fasilitas sosial, dan karakteristik warga di lokasi studi.
c. Penyebaran kuesioner, proses ini dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner terhadap warga. Kuesioner ini mencakup pertanyaan yang bertujuan untuk mengetahui data-data yang menyangkut identitas, yang terdiri atas umur, pendidikan, pekerjaan, lama tinggal, data mengenai pendapatan dan pengeluaran rutin per bulan, pola pemanfaatan fasilitas sosial penghuni serta preferensi penghuni terhadap fasilitas lingkungan perumahan.
Populasi dalam penelitian ini adalah kepala keluarga di Perumahan Bumi Adipura yang termasuk dalam wilayah Kelurahan Derwati Kecamatan Rancasari Kota Bandung. Saat ini perumahan telah dihuni oleh 1066 kepala keluarga (KK) dengan 4223 jiwa. Objek penelitian yaitu fasilitas sosial perumahan. Mengingat jumlah populasi yang relatif banyak, maka dilakukan penarikan sampel dengan teknik sampling proporsional. Penentuan ukuran sampel menggunakan rumus Slovin (Rakhmat, 1997:2). Perhitungan ini digunakan karena sudah diketahui jumlah populasi dalam penelitian ini yaitu KK di Perumahan Bumi Adipura.
Perhitungan ukuran sampel adalah sebagai berikut:
Keterangan : n = ukuran sampel N = jumlah populasi
e = nilai kritis (batas ketelitian) yang diinginkan (persentase kelonggaran ketelitian karena pengambilan sampel populasi) batas kesalahan ditentukan sebesar 10%.
N n =
Ne2 + 1
1 1 . 0 1066
1066
2 +
= × n
= 91,42
Berdasarkan perhitungan dengan rumus di atas, maka dapat diperoleh ukuran sampel minimal sebanyak 92 sampel. Namun untuk lebih memudahkan penilaian menurut penghuni berdasarkan 3 (tiga) tipe rumah, setiap tipe rumah diambil sampel sebanyak 33 responden, sehingga pengambilan sampel untuk tiga tipe rumah berjumlah 99 responden yang sudah memenuhi kriteria minimal jumlah sampel sebanyak 92 responden.
Responden dalam penelitian ini adalah Kepala keluarga
2. Survei data sekunder
Survei data sekunder dilakukan untuk mendapatkan informasi-informasi yang berkaitan dengan studi ini dari pemerintah daerah, pihak pengembang, kantor kelurahan, RT setempat, serta studi literatur mencakup mengenai konsep ruang Neigborhood Unit, tinjauan mengenai fasilitas sosial, konsep dan standar penyediaan fasilitas lingkungan perumahan, serta konsep Healthy Neighborhood Planning yang terkait dengan studi ini.
Gambar 1.1.
Kerangka Pemikiran
Umumnya penyediaan fasilitas lingkungan perumahan hanya menurut standar developer
Permendagri No. 1 Tahun 1987 Tentang Penyerahan Prasarana Lingkungan Utilitas Umum:
Perumahan Tipe Lengkap Perumahan Tipe Tidak Lengkap
Permasalahan : Perumahan tipe lengkap
Developer membangun perumahan lengkap beserta fasilitasnya Konsumen membeli rumah beserta fasilitasnya
Pembangunan fasilitas hanya sesuai standar tanpa melihat aspek preferensi penghuni
Adanya kemungkinan fasilitas lingkungan yang lebih diinginkan keberadaannya oleh penghuni tetapi kenyataannya tidak berada dalam perumahan tersebut
Perlunya rumusan arahan penyediaan fasilitas di lingkungan perumahan berdasarkan preferensi penghuni
Studi kasus Perumahan Bumi Adipura Kota Bandung
Penghuni rumah tipe sederhana
Penghuni rumah tipe menengah
Penghuni rumah tipe mewah
Identifikasi Pola Pemanfaatan Fasilitas Sosial Penghuni
Identifikasi preferensi penghuni terhadap penyediaan fasilitas lingkungan perumahan
Analisis Tingkat Kebutuhan Fasilitas Lingkungan Perumahan
Kepmen PU 378/KPTS/
1987 : Standar jumlah penduduk
Preferensi penghuni perumahan Bumi Adipura terhadap penyediaan fasilitas lingkungan perumahan
Kebutuhan fasilitas lingkungan perumahan Bumi Adipura
Standar Perencanaan Kebutuhan Sarana Kota (Soefaat: Neighborhood Planning) : Luasan fasilitas
Rumusan arahan penyediaan fasilitas lingkungan perumahan Bumi Adipura
Konsep healthy Neighborhood Planning mengenai arahan jarak sehat (Hugh.Barton, 2000)
1.6 Sistematika Pembahasan
Sistematika pembahasan dalam penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut :
BAB 1 Pendahuluan
Bab ini berisi latar belakang, rumusan permasalahan, maksud, tujuan dan sasaran studi, ruang lingkup studi, metodologi penelitian dan sistematika pembahasan.
BAB 2 Landasan Teori
Bab ini berisikan konsep yang mendasari studi ini konsep ruang Neigborhood Unit, tinjauan umum mengenai fasilitas sosial, konsep dan standar penyediaan fasilitas lingkungan perumahan serta konsep Healthy Neighborhood Planning.
BAB 3 Gambaran Wilayah Studi
Bab ini berisikan gambaran umum wilayah studi mengenai kondisi internal wilayah studi, kondisi eksternal wilayah studi, dan karakteristik penghuni perumahan Bumi Adipura.
BAB 4 Analisis
Bab ini berisikan analisis yang dibutuhkan dalam studi ini, yang terdiri dari identifikasi pola pemanfaatan fasilitas sosial di wilayah studi, identifikasi preferensi penghuni terhadap penyediaan fasilitas lingkungan perumahan, analisis tingkat kebutuhan fasilitas lingkungan berdasarkan standar kebutuhan pelayanan, serta arahan penyediaan fasilitas lingkungan perumahan Bumi Adipura
BAB 5 Kesimpulan
Pada bab ini dipaparkan beberapa temuan studi, kesimpulan dan rekomendasi mengenai arahan penyediaan fasilitas lingkungan perumahan Bumi Adipura sebagai hasil akhir penelitian. Selain itu juga disebutkan kelemahan studi yang akan mendasari usulan studi lanjutan