xxviii
DAFTAR PUSTAKA
Buku
Agustino, L. (2016). Dasar-dasar Kebijakan Publik. (Edisi Revisi). Bandung: Afabeta.
Anderson, J. E. (1990). Public Policymaking: An introduction. Boston: Houghton Mifflin.
Barker, C. (2006). Cultural Studies: Teori dan Praktik. Diterjemahkan oleh Nurhadi. Yogyakarta: Kreasi Wacana.
Boix, C., & Posner, D. N. (1998). Social Capital: Explaning It’s Origins and Effects
on Government Performance.
Bourdieu, P. (1980). ‘Le Capital Social: Notes Provisoires,’ Actes de la Récherche
en Sciences Sociales.
BPS Kab. MTB. (2016). Maluku Tenggara Barat dalam Angka 2015. Saumlaki: BPS Kab. MTB.
BPS Kab. MTB. (2018). Maluku Tenggara Barat Dalam Angka 2018. Saumlaki: BPS Kab. MTB.
BPS. (2015). Statistik Kriminal 2014. Jakarta: BPS.
Chambers, R. (1987). Pembangunan Desa: Mulai dari Belakang. Diterjemahkan oleh Sudrajat, P., dan disunting oleh Noorjaya, T. Jakarta: LP3ES.
Cheema, G. S., & Rondinelli, D. A. (1983). Decentralization and Development:
Policy Implementation in Developing Countries. Beverly Hills: Sage
Publications.
Coleman, J. S. (1990). Foundations of Social Theory. Cambridge, MA: Belknap. Creswell, J. W. (2012). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan
Mixed. Cetakan Kedua, 2012. Diterjemahkan oleh Fawaid, A., dan disunting
oleh Qudsy, S. Z. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
DeLeon, P. (1988). Advice and Consent: The Development of the Policy Sciences. New York: Russell Sage Foundation.
Drabbe, P. (1940). Ethnografische Studie Over Het Tanembareesche Volk. Diterjemahkan oleh Karel Mouw, 1989. Leiden: E. J. Brill.
Drabbe, P. (2016). Etnografi Tanimbar: Kehidupan Orang Tanimbar di Zaman
Dulu. Cetakan Pertama, Mei 2016. Diterjemahkan oleh Bohm, C.J., dan
disunting oleh Seralarat, K., dan Refo, I. Yogyakarta: Gunung Sopai.
Dwiyanto, A. (2011). Mengembalikan Kepercayaan Publik Melalui Reformasi
Birokrasi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Edwards III, G. C. (1980). Implementing Public Policy. Washington: Congressional Quarterly Press.
Evans, P., & Smith, D. (2004). Das Kapital untuk Pemula. Diterjemahkan oleh Ugoran Prasad. Yogyakarta: Resist Book.
Fairclough, N. (1995). Discourse and Social Change. Cambridge: Blackwell Publishers.
Field, J. (2014). Modal Sosial. Cetakan Ketiga, Februari 2014. Diterjemahkan oleh Nurhadi, dan disunting oleh Muzir, I. R. Kasihan, Bantul: Kreasi Wacana.
Frederickson, G. H. (1984). Administrasi Negara Baru. Cetakan Pertama, Mei 1984. Diterjemahkan oleh Usman, A., dan disunting oleh Britton, P., & Natsir, I. LP3ES: Jakarta.
Frederickson, G. H. (1997). The Spirit of Public Administration, San Fransisco: Jossey Bass, 1971. “Toward A New Public Administration,” dalam Frank
Marini, Toward Public Administration: A Minnowbrook Perspective,
Scranton, PA: Chandler.
Glaeser, E. L., Laibson, D., & Sacerdote, B. (2002). “An Economic Approach to Social Capital’, The Economic Journal.
Graeff, P. (2009). “Social Capital: The Dark Side” in Svendsen, Gert Tinggaard – Haase Svendsen, Gunnar Lind (Eds.). “Handbook of Social Capital”. Cheltenham: Edward Elgar Publishing.
Grindle, M. S. (1980). Politics and Policy Implementation in the Third World. New Jersey: Princenton University Press.
Hasbullah J. (2006). Social Capital (Menuju Keunggulan Budaya Manusia
Indonesia). Jakarta: MR-United Press.
Howlett, M. (2011). Designing Public Policy: Principles and Instruments. London: Routledge.
John, P. (2011). Making Policy Work. London: Routledge.
Johnson, I. (1997). Redefining The Concept of Governance. Canadian Yogyakarta Development Agency.
Keban, Y. T. (2008). Enam Dimensi Strategis Administrasi Publik: Konsep, Teori
dan Isu. Edisi Kedua. Yogyakarta: Gava Media.
Kimbal, R. W. (2015). Modal Sosial dan Ekonomi Industri Kecil: Sebuah Studi
Kualitatif. Yogyakarta: Deepublish.
Laclau, E., & Mouffe, C. (2008). Hegemoni dan Strategi Sosialis: Postmarxisme
dan Gerakan Sosial Baru. Cetakan Pertama, Agustus 2008. Diterjemahkan oleh Darmawan, E. P., dan disunting oleh Yanuardy, D. Yogyakarta: Resist Book.
Latham, E. (1965). The group basis of politics. New York: Octagon Books.
Lerebulan, A. (2011). Tanimbar, Maluku Tenggara Barat: Antara Tradisi dan
Kehidupan Modern. Yogyakarta: Kanisius.
Lester, J. P., & Stewart, Jr. J. (2000). Public Policy: An Evolutionary Approach. Belmont: Wadsworth.
Levitan, S. A. (1980). Programs in Aid of the Poor for the 1980’s, Policy Studies
in Employment and Welfare. Fouth Edition. Baltimore and London: The
Johns Hopkinds University Press.
Lin, N. (2001). Social Capital: A theory of social structure and action. Cambridge: Cambridge University Press.
Margono, S. A., & Kusumasari, B. (Ed.). (2014). Manajemen Publik Kontemporer. Yogyakarta: Gava Media.
Mas’oed, M. (1997). Kritik Sosial dalam Wacana Pembangunan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Mazmanian, D. A., & Sabatier, P. A. (1983). Implementation and Public Policy. Scott. New Jersey: Foresman and Company.
xxx
McKinnon, S. (1991). From a shatteret sun: hierarchy, gender and alliance in the
Tanimbar island. Wisconsin: The University Press.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1992). Qualitative Data Analysis. Diterjemahkan oleh Tjetjep R. R. Jakarta: UI Press.
Mulyadi. (2010). “Pengaruh Kearifan Lokal, Locus of Control, dan Motivasi terhadap Perilaku Berwawasan Lingkungan Petani dalam Mengelola Lahan Pertanian di Kabupaten Soppeng,” dalam Jurnal Manusia dan Lingkungan, Vol. 18, No. 1. Yogyakarta: Pusat Studi Lingkungan Hidup, Universitas Gadjah Mada.
Nasikun. (1995). Sistem Sosial Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Owin. (2004). Keadilan, Pemberdayaan dan Penanggulangan Kemiskinan. Jakarta: Blantika.
Pangemanan, F., & Bohm, C. J. (2011). Sejarah Gereja Katolik di Tanimbar:
1910-2010. Yogyakarta: Kanisius.
Piliang, Y. A. (2012). Semiotika dan Hipersemiotika: Gaya, Kode dan Matinya
Makna. Matahari: Bandung.
Purwanto, E. A., & Sulistyastuti, D. R. (2012). Implementasi Kebijakan Publik:
Konsep dan Aplikasinya di Indonesia. Yogyakarta: Gava Media.
Putnam, R. D. (2000). Bowling Alone: The Collapse and Revival of American
Community. New York: Simon and Schuster.
Renwarin, P. R. (1987). Life in Saryamrene an Antropological Exploration Of the
Yamdena, in the Tanimbar Archipelago, Maluku Indonesia. Leiden: ICA
Publication.
Rijanta, R., Hizbaron, D. R., & Baiquni, M. (ed.). (2014). Modal Sosial dalam
Manajemen Bencana. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Silalahi, U. A., Rachmawati, T., Wicaksono, K. W., & Herwanto, T. S. (eds.). (2017). Hanbook Pendekatan Kualitatif untuk Penelitian Administrasi Publik. Bandung: Unpar Press.
Slamet, Y. (2010). The Relationships Between Social Institutions, Social Capital
and Their Effects on Poverty Reduction. Universiti Utara Malaysia.
Smith, K. B., & Larimer, C. W. (2009). The Public Policy Theory Primer. Boulder: Westview Press.
Soemardjan, S. (1980). Kemiskinan Struktural: Suatu Bunga Rampai. Jakarta: YIIS.
Stoker, G. (2004). New Localism, Participation and Networked Community
Governance.
Suyanto, B. (2013). Anatomi Kemiskinan dan Strategi Penanganannya: Fakta
Kemiskinan Masyarakat Pesisir, Kepulauan, Perkotaan dan Dampak dari Pembangunan di Indonesia. Malang: In-TRANS Publishing.
Turner, M., & Hulme, D. (1997). Governance, Administration and Development:
Making the State Work. London: MacMillan Press, Ltd.
Tὅnnies, F. (1963). Community and Society. Diterjemahkan dan disunting oleh Loomis, C. P. New York: Harper and Row.
Udoji, C. J. O. (1981). The Africant Public Servant: As a Public Policy in Africa. Addis Abeba: African Association for Public Administration and Management.
Usman, S. (2018). Modal Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Weber, M. (1922). Wirtschaft und Gesellschaft.
Woolcock, M. (1998). “Social Capital and Economic Development; Toward a
Theoretical Syntesis and Policy Framework. Theory and Society,” dalam
Elinor O and T. K. Ahn.. Foundation of Social capital. Massachusetts: Edward Elgar Publishing Limited.
Woolcook, M., & Narayan. (1999). Social Capital: Implication for Development
Theory, Research and Policy.
Wuritimur, A. (2012). Basudara Orang Tanimbar: Model Kearifan Lokal. Yogyakarta: Kanisius.
Disertasi
Koritelu, P. (2009). Perubahan Hubungan Sosial Duan dan Lolat di Olilit Raya,
Tanimbar, MTB, dalam Kurun Waktu 1995-2004. Disertasi pada Program
Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia. Sahlan. (2009). Kearifan Lokal Masyarakat Tau Taa Wana Bulang dalam
Mengkonservasi Hutan di Provinsi Selawesi Tengah. Disertasi pada Program
Doktor Ilmu Lingkungan, Fakultas Hukum, Universitas Gadjah Mada. Vipriyanti, N. U. (2007). Analisis Keterkaitan Modal Sosial dan Pembangunan
Ekonomi Wilayah: Studi Kasus di Empat Kabupaten di Bali. Disertasi pada Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.
Naskah Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar
Ancok, D. (2003). Modal Sosial dan Kualitas Masyarakat. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar pada Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Barliana, M. S. (2011). Arsitektur, Ruang Publik, dan Pendidikan: Relasi Mutual
untuk Penguatan Modal Sosial. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar pada
Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.
Darwin, M. M. (2007). Revitalisasi Nasionalisme Madani dan Penguatan Negara
di Era Demokrasi. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar pada Fakultas
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada. Disampaikan pada tanggal 11 April 2007.
Dwiyanto, A. (2004). Reorientasi Ilmu Administrasi Publik: Dari Government ke
Governance. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar pada Fakultas Ilmu
Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Pramusinto, A. (2016). Mendorong Perubahan dari Luar: Ke Arah Birokrasi
Indonesia yang Demokratis dan Melayani. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru
Besar pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Pratikno. (2009). Rekonsilidasi Reformasi Indonesia: Kontribusi Studi Politik dan
Pemerintahan dalam Menopang Demokrasi dan Pemerintahan Efektif.
xxxii
Politik Universitas Gadjah Mada. Disampaikan pada tanggal 21 Desember 2009.
Artikel di Buku
Gargiulo, M., & Benassi, M. (1999). “The dark side of social capital,” dalam
Corporate Social Capital and Liability, Leenders RTAJ, Gabbay SM (Ed.).
Kluwer: Boston, MA; 298-322.
Greenwood, D. J. (1977). “Culture by the pound: An anthropological perspective on tourism as cultural commoditization,” dalam Hosts and Guests: The
Antrophology of Tourism, 129-138.
Narayan, D., & Pritchett, L. (1999). “Social Capital: evidence and implications,” hlm. 269-295 dalam P. Dasgupta & I. Seregeldin (Ed.), Social Capital: a
multifaceted perspective, World Bank, Washington.
Pülzl, H., & Treib, O. (2007). “Implementing Public Policy,” dalam Frank Fischer, Gerald J. Miller, & Mara S. Sidney (Ed.). Handbook of public policy analysis:
Theory, politics, and methods, 89-108. London: CRC Press.
Artikel di Jurnal Ilmiah
Aneta. (2010). “Implementasi Kebijakan Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP) di Kota Gorontalo”. Jurnal Administrasi Publik. Vol. 1, No. 1.”
Asmara, H. M. G., Arba, & Maladi, Y. (2010). “Penyelesaian Konflik Pertanahan Berbasis Nilai-nilai Kearifan Lokal di Nusa Tenggara Barat,” dalam Mimbar
Hukum, Vol. 22, No. 1.
Bassani, C. (2003). “Social Capital Theory in the Context of Japanese Children,” dalam the electronic journal of contemporary japanese studies, http://www.japanesestudies.org.uk/.4/5/2006.
Cohen, E. (1988). “Authenticity and commoditization in tourism. Annals of
Tourism Research,” Vol. 15, 371-386.
Coleman, J. S. (1998). “Social Capital in the Creation of Human Capital,” American
Journal of Sociology, 94, 95-120.
Dika, S. L., & Singh, K. (2002). “Applications of Social Capital in Educational Literature: A Critical Synthesis,” Review of Educational Research, Vol. 72, No. 1.
Fukuyama, F. (2001). “Sosial Capital, Civil Society, and development,” dalam
Third Word Quarterly, 22(1):7-200.
Jones, N. (2010). “Enviromental activation of citizen in the context of policy agenda formation and the influence of sosial capital,” dalam The Sosial capital
Journal 47, 121-136.
Khoirrini, L., & Kartika, L. (2014). “Pengaruh Modal Insani dan Modal Sosial terhadap Kinerja: Studi Kasus Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Makanan dan Minuman Kota Bogor”, dalam Manajemen dan Organisasi, Vol. V, No. 3.
Liu, J., Qu, H., Huang, D., Chen, G., Yue, X., Zhao, X., Liang, Z. (2014). “The Role of Sosial Capital in encouraging Residents, pro-environmental
Behaviours in Community Based Ecotourism,” dalam Tourism Management, 41, 190-201.
Nurhadi. (2000). “Kearifan Lokal dalam Pengembangan Hutan Rakyat: Studi Kasus Desa Kedungkeris, Kecamatan Ngipar, Kabupaten Gunung Kidul,” dalam Jurnal Hutan Rakyat, Vol. 2, No. 1.
Portes, A. (1998). “Social Capital: Its Origins and Applications in Modern Sociology,” dalam Annual Review of Sociology, 24: 1-24.
Pretty, J., Ward, H. (2001). “Sosial Capital and The Environment,” dalam World
Development, Vol. 29, No. 2.
Putnam, R. D. (1993). “The Prosperous Community: Social Capital and Public Life,” dalam The American Prospect. Vol. 4, No. 13.
Ruslanjari, D. (2010). “Peran Kearifan Lokal dalam Kecepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Gempa Bumi di Desa Multireligi dan Monoreligi: Kasus di Kabupaten Bantul,” dalam Jurnal Kebencanaan Indonesia, Vol. 2, No. 3.
Senoaji. (2004). “Pemanfaatan Hutan dan Lingkungan oleh Masyarakat Baduy di Banten Selatan,” dalam Jurnal Manusia dan Lingkungan, Vol. XI, No. 3. Yogyakarta: Pusat Studi Lingkungan Hidup, Universitas Gadjah Mada. Shepherd, R. (2002). Commodification, Culture, and Tourism. Vol. 2(2), 183-201. Sulastriyono. (2008). “Pembangunan Hukum Sumber Daya Air Sungai yang Berbasis Kearifan Lokal: Peluang dan Tantangannya,” dalam Mimbar
Hukum, Vol. 20, No. 3.
Sulastriyono. (2009). “Nilai-nilai Kearifan Lokal dalam Pengelolaan Sumber Daya Air di Telaga Omang dan Ngloro, Kecamatan Saptosari, Gunung Kidul, Yogyakarta,” dalam Mimbar Hukum, Vol. 21, No. 2.
Susanto, E., & Rostiani, R. (2012). “Enhancing cross cultural training efficacy on expatriate adjustment through emotional intelligence and social capital,” dalam Gadjah Mada International Journal of Business, 14 (2) 1-16.
Syahyuti. (2008). “Peran Modal Sosial (Social Capital) dalam Perdagangan Hasil Pertanian,” dalam Forum Penelitian Agro Ekonomi, Vol. 26, No. 1, Juli 2008. van Meter, D. S., & van Horn, C. E. (1975). “The Policy Implementation Process: A Conceptual Framework,” dalam Administration and Society, Vol. 6, No. 4. Artikel di Internet
Rachmawati, T. (2015). Plus Minus “Technopark”. Artikel dimuat pada harian Pikiran Rakyat, 10 Juni 2015, hlm. 28. Diakses tanggal 29 Mei 2016, dari laman https://tandamatabdg.wordpress.com/2015/06/10/plus-minus techno park/.
Socialcapitalresearch (2004). Levels at Which Social Capital is Located. Diakses
tanggal 3 Mei 2017, dari laman
https://www.socialcapitalresearch.com/literature/theory/levels.html. Artikel Berita di Internet
xxxiv
Ambon Ekspres. (2015). MTB Termiskin di Maluku. Diakses tanggal 20 Maret 2017 dari laman http://ambonekspres.fajar.co.id/2015/02/24/mtb-termiskin-di-maluku/.
Anehdidunia. (2014). Suku Terpencil Terasing di Indonesia. Diakses tanggal 19 Maret 2017 dari laman http://www.anehdidunia.com/2014/10/suku-terpencil-terasing-di-indonesia.html.
Antara Jatim. (2011). Blok Cepu, Harapan dan Kenyataan. Diakses tanggal 20 Maret 2017 dari laman http://www.antarajatim.com/lihat/berita/77662/blok-cepu-harapan-dan-kenyataan.
Brilio. (2015). Perempuan ini sediakan ambulans gratis, mulia sekali. Diakses tanggal 17 Mei 2017 dari laman https://www.brilio.net/news/perempuan-ini-sediakan-ambulans-gratis-mulia-sekali-ambulans-gratis-1506181.html. Detik. (2015). Bertemu Suku Baduy Dalam, Menemukan Makna Hidup yang
Hilang. Diakses tanggal 19 Maret 2017 dari laman https://travel.detik.com/read/2015/01/27/104600/2797060/1025/bertemu-suku-baduy-dalam-menemukan-makna-hidup-yang-hilang.
Dhara Pos. (2015). Termiskin di Maluku, Bupati MTB Didesak Evaluasi Pimpinan
SKPD. Diakses tanggal 20 Maret 2017 dari laman
http://www.dharapos.com/2015/04/termiskin-di-maluku-bupati-mtb-didesak.html.
Gatra. (2013). NURROHIM: Master Pendidik Anak Jalanan. Diakses tanggal 8 November 2015 dari laman http://www.gatra.com/fokus-berita/22773-nurrohim-master-pendidik-anak-jalanan.html.
idn.times. (2016a). 7 Pernikahan Adat dengan Biaya Termahal se-Indonesia.
Diakses tanggal 19 Maret 2017 dari laman
https://life.idntimes.com/relationship/francisca-christy/7-pernikahan-adat-dengan-biaya-termahal-se-indonesia.
idn.times. (2016b). Harga peti semahal harga sewa pelaminan. Diakses tanggal 19 Maret 2017 dari laman https://hype.idntimes.com/fun-fact/francisca- christy/ternyata-budaya-pemakaman-di-indonesia-sama-mahalnya-dengan-biaya-pernikahan.
Liputan6. (2015). Fakta Menarik Seputar Kehidupan Suku Anak Dalam di Jambi.
Diakses tanggal 19 Maret 2017 dari laman
http://news.liputan6.com/read/2355588/fakta-menarik-seputar-kehidupan-suku-anak-dalam-di-jambi.
Merdeka. (2013). Kayu palang, kayu paling mahal di Papua. Diakses tanggal 19 Maret 2017 dari laman https://www.merdeka.com/peristiwa/kayu-palang-kayu-paling-mahal-di-papua.html.
Metrotvnews. (2015). Valen, Kartini Tanpa Kebaya dari Kolong Jembatan.
Diakses tanggal 27 April 2017 dari laman
http://news.metrotvnews.com/read/2015/04/22/389696/valen-kartini-tanpa-kebaya-dari-kolong-jembatan.
Okezone. (2014). Blok Mahakam Dikuasai Asing Selama 50 Tahun. Diakses
tanggal 20 Maret 2017 dari laman
http://economy.okezone.com/read/2014/11/10/19/1063322/blok-mahakam-dikuasai-asing-selama-50-tahun.
Tribun Maluku. (2015). Program Gerbang Dutas Akan Diresmikan oleh Mendagri. Diakses tanggal 10 Juli 2017 dari laman http://www.tribun-maluku.com/2015/07/program-gerbang-dutas-akan-diresmikan.html.
Tribun Nasional. (2013). Dokter Lie Ciptakan RS Apung Obati Rakyat Miskin di
Pelosok Indonesia. Diakses tanggal 8 November 2015 dari laman
http://www.tribunnews.com/nasional/2013/12/22/dokter-lie-ciptakan-rs-apung-obati-rakyat-miskin-di-pelosok-indonesia.
Bohm, C. J. (1995). Sejarah Gereja Katolik di Tanimbar: 1910-1995. Saumlaki: Pusat Pengembangan Karya Pastoral Wilayah Tanimbar.
Majalah
Majalah Tempo, Edisi 29 Februari - 6 Maret 2016. Laporan Penelitian
Brata, A. G. (2004). Social Capital and Credit in A Javanese Village. Research Institute University of Atmajaya Yogyakarta.
Collier, P. (1998). “On Economic Consequences of Civil War.” Dalam Oxford
Economic Papers 51 (1999, 168-83). Washington DC: The World Bank.”
Fukuyama, F. (2013). “What is Governance?”. CGD Working Paper 314. Washington, DC: Center for Global Development.
Grootaert, C. (1999). Social Capital: The Missing Link. Social Capital Working Paper No.3. World Bank.
Grootaert, C. (2001). “Does Social Capital Help the Poor?: A Synthesis of Findings from the Local Level Institutions Studies in Bolivia, Burkina Faso and Indonesia”, The World Bank: Social Development Family Environmentally
and Socially Sustainable Development Network. Local Level Institutions
Working Paper No. 10, June 2001.
Krishna, A., & Uphoff. (1999). Conceptual and Empirical study of Collective Action for Conserving and Developing Watershed in Rajasthan India. Sosial
Capital Inisiative Working Paper No.13. The World Bank.
Lin, N. (1999). “Building a Network Theory of Social Capital,” The XIX
International Sunbelt Social Network Conference, South Carolina, February
18-21.
Laporan Penelitian di Internet
BPS. (2014). Jumlah Penduduk Miskin Maret 2014 Mencapai 28,28 Juta Orang. Diunduh dari laman https://www.bps.go.id/pressrelease/2014/07/01/256/ jumlah-penduduk-miskin-maret-2014-mencapai-28-28-juta-orang.html, tanggal 10 Juli 2017.
BPS Provinsi Maluku. (2017). Jumlah Penduduk Miskin di Provinsi Maluku
Menurut Kabupaten/Kota 2005-2015. Diunduh dari laman http://maluku.bps.go.id/linkTabelStatis/view/id/167, tanggal 10 Juli 2017. Dokumen
xxxvi
Portes, A. (1998). Social Capital: Its Origins and Applications in Modern Sociology. Annual Review of Sociology. 24: 1-24.
UNDP. (1997). Governance for Sustainable Human Development: A Policy
Document. Diakses tanggal 29 Mei 2016, dari laman http://www.pogar.org/publications/other/undp/governance/undppolicydo c97-e.pdf.
World Bank. (1998). “The Initiative on Defining, Monitoring and Measuring Social Capital: Text of Proposal Approved for Funding”. Social Capital Initiative
Working Paper No.2. The World Bank, Social Development Family,
Environmentally and Socially Sustainable Development Network. June 1998. World Bank. (2006). Social Capital in Economic Trade and Migration.
Peraturan Perundang-undangan
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2019 tentang Perubahan Nama Kabupaten Maluku Tenggara Barat menjadi Kabupaten Kepulauan Tanimbar di Provinsi Maluku.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 78 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Pulau-pulau Kecil Terluar.
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2010 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 1999 tentang Pembentukan Provinsi Maluku Utara, Kabupaten Buru, dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2000 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 46 Tahun 1999 tentang Pembentukan Provinsi Maluku Utara, Kabupaten Buru, dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan
Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang.