• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. DESKRIPSI OBJEK SEJENIS. Gambar 4.1 Tampak Depan Perpustakaan NYPL (Sumber :

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "4. DESKRIPSI OBJEK SEJENIS. Gambar 4.1 Tampak Depan Perpustakaan NYPL (Sumber :"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

45

Universitas Kristen Petra

4. DESKRIPSI OBJEK SEJENIS

4.1. The New York Public Library 4.1.1. Profil

Gambar 4.1 Tampak Depan Perpustakaan NYPL (Sumber : http://visit5thavenue.com/nypl)

Perpustakaan ini berada di Manhattan, New York City yang merupakan perpustakaan terbesar kedua di Amerika Serikat yang berada di pusat kota yaitu Bryant Park.

4.1.2. Visi dan Misi 4.1.2.1. Visi

“Menjadi sumber informasi dan mencerdaskan masyarakat New York karena merupakan kota pelajar no 3 di Amerika Serikat”.

a. Sumber informasi, yang menyediakan bahan informasi terpilih yang dijadikan sebagai pembuatan kebijakan.

b. Mencerdaskan, yang meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyarakat New York City

(2)

46

Universitas Kristen Petra

4.1.2.2. Misi

a. Mengembangkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan aparatur tentang kearsipan serta profesionalisme kinerja aparatur dan pemanfaatan iptek.

b. Mendorong pengembangan sistem kearsipan melalui peningkatan pelayanan prima yang dapat dipertanggungjawabkan.

c. Membina dan mengembangkan koleksi perpustakaan.

d. Membina dan mengembangkan kualitas pelayanan perpustakaan e. Melestarikan koleksi sebagai koleksi bangsa.

4.1.3. Tampak Dalam

Gambar 4.2 Suasana Interior New York Public Library (Sumber : http://visit5thavenue.com/nyp)

a. Elemen pembentuk ruang

 Dinding: Ornamen Granite Klasik

 Lantai: Parket Kayu

 Plafon: Ornamen b. Elemen pengisi ruang

 Pilar

(3)

47

Universitas Kristen Petra

 Ornamen

 Lukisan

c. Sistem Penghawaan

 Alami: jendela besar disetiap dindingnya

 Buatan: lampu gantung dengan diameter 60-90 cm a. Keunggulan The New York Public Library.

Setelah menganilisis gedung New York Public Library, didapat beberapa keunggulan dari gedung ini, anatara lain:

 Koleksi buku dan fasilitas toko lengkap.

 Elemen interior bervariasi

b. Kelemahan The New York Public Library

Setelah menganilisa gedung New York Public Library, didapat beberapa kelemahan dari gedung ini, antara lain:

 Tempat cukup ramai dan padat sehingga minimnya privasi pada area baca dan area kerja.

4.2. Vennesia Library and Cultural House

Gambar 4.3 Tampak depan Vanesia Library and Cultural House (Sumber : http://www.archdaily.com)

(4)

48

Universitas Kristen Petra

c. Profil

Vennesia Library and Cultural House terletak di kota Vennesla, Norway di desain oleh arsitek Norwegia Helen dan Hard membawa bangunan dengan desain futuristic untuk fasilitas publik di Norwegia, proyek ini menghubungkan rumah dan pusat pembelajaran masyarakat dan menjadi pusat perhatian di alun- alun kota Norwegia. Bangunan ini menggabungkan struktur, infrastruktur teknis yang menciptakan identitas estetika yang dinamis untuk memenuhi maksud dari klien sebagai pusat budaya kota. Khas desain dari Helen dan Hard ini berfokus pada penghematan penggunan energi listrik didalam interiornya sebagai standar di semua bagian proyek baru. Bangunan ini dikatagorikan sebagai bangunan hemat energy kelas A karena penggunaan energi yang efesien. (Sumber:

http://www.archdaily.com)

4.2.1. Tampak Dalam

Gambar 4.4 Suasana interior di Vennesla Library and Culture House (Sumber : http://www.archdaily.com)

Gambar 4.5 Susunan display buku di Vennesla Library and Culture House (Sumber : http://www.archdaily.com)

(5)

49

Universitas Kristen Petra

Gambar4.6 Area baca di Vennesla Library and Cultural House (Sumber : http://www.archdaily.com)

a. Elemen Interior Elemen pembentuk ruang

 Dinding: bentukan dinding yang geometris

 Lantai: Parket kayu

 Plafon: menyambung dengan pola dinding Elemen pengisi ruang

 Pilar

 LED pada rak buku

b. Keunggulan Vennesla Library and Culture House

Setelah menganilisis gedung Vennesla Library and Culture House ini, didapat beberapa keunggulan dari bangunan ini, antara lain :

 Desain interiornya unik dan memiliki ciri khas sesuai dengan tampak luar gedung, dengan penataan perabot interior yang tersusun dengan rapi

 Memiliki keunggulan dalam meminimalkan penggunaan energi listrik sehingga mendapat penghargaan bangunan hemat listrik kelas A.

(6)

50

Universitas Kristen Petra

c. Kelemahan Vennesla Library and Culutral House

Setelah menganilisis gedung Vennesla Library and Cultural House ini, didapat beberapa kelemahan dari bangunan ini, antara lain:

 Dengan bentuk perabot yang futuristik maka kapasitas menjadi berkurang.

 Jumlah area membaca kurang banyak

 Banyak terdapat ruang negatif atau ruang kosong 4.3. Perpustakaan Bank Indonesia

Gambar 4.7 Tampak depan perpustakaan BI (Sumber : http://ayorek.org/)

4.3.1. Profil

Gedung Mayangkara dulunya disebut Woning voor Agent van Javasche Bank, yaitu rumah dinas petinggi De Javasche Bank, salah satu bank terkemuka pada zaman kolonial Belanda. Setelah kemerdekaan Indonesia, tepatnya pada tahun 1953, De Javasche Bank berubah nama menjadi Bank Indonesia. Awalnya gedung ini menjadi kantor utama Bank Indonesia di Surabaya. Pada tahun 1973 kantor Bank Indonesia pindah ke Jalan Pahlawan, hingga saat ini.

Saat ini, gedung yang dibangun tahun 1921 oleh biro arsitek Belanda Architecten en Ingenieur Bureau Job en Sprij ini difungsikan sebagai Perpustakaan Bank Indonesia. Bertambah lagi sebuah pusat literasi di Surabaya.

(7)

51

Universitas Kristen Petra

Perpustakaan Bank Indonesia diperuntukkan bagi masyarakat umum dan gratis (Sumber: www.wikipedia.com)

4.3.2. Tampak Dalam

Bangunan ini berbentuk simetris. Arsitekturnya merupakan perpaduan dari gaya Kolonial, Hindu dan Jawa. Bagian atap begitu mendominasi. Bermodel curam diadopsi dari gaya Perancis. Di puncaknya terdapat finial (sebuah mahkota atap), pada sisi utama finial dipasang kaca patri yang menjadi jalan masuk cahaya dan juga memantulkan warna yang terletak pada dinding putih tebal berlapis beton bertulang.

Pada bagian depan juga terdapat barisan batu alam (pada kaki-kaki bangunan). Lalu di bagian teras juga terdapat kaca patri pada jendela yang terdapat diatas pintu yang terdapat pada teras Perpustakaan BI.

Gambar4.8 Main Entrance Perpustakaan BI (Sumber : http://ayorek.org/)

Gambar 4.9 Interior perpustakaan BI (Sumber : http://ayorek.org/)

(8)

52

Universitas Kristen Petra

Desain interiornya mengikuti dari gaya arsitektur dari bangunan ini, banyak elemen-elemen interior yang masih di dominasi oleh gaya kolonial.

Beberapa contoh yang mencerminkan gaya ini terdapat pada plafon yang tinggi, bentuk jendela, dan bentuk pintu yang masih mencerminkan gaya pada masa itu.

Ruang baca ini tergolong luas dengan didukung cahaya matahari yang melimpah. Sehingga dapat mendukung suasana pada ruang ini agar jauh dari kesan gedung tua yang kusam, di sini pengunjung dapat menemukan barisan coffee table dan sofa empuk. Di sepanjang sisinya tersusun deretan rak yang menampilkan koleksi buku terbaru dan majalah.

Perpustakaan ini juga didukung oleh teknologi informasi yang mumpuni.

Jejaring internet di perpustakaan ini memiliki kecepatann menakjubkan. Ditambah lagi dengan dukungan 20 Hawlett-Packard TouchSmart-PC dengan layar sentuh yang dapat digunakan untuk mengakses secara gratis jurnal-jurnal internasional seperti JSTOR, ProQuest, Emerald, The Economist, Asian Wall Street Journal, dan The Economist. Ruang komputer ini berada di bagian ruangan KT3.

Gambar4.10 Ruang KT3 perpustakaan BI (Sumber : http://ayorek.org/)

Di seberangnya, ruang KB3 diperuntukkan sebagai ruang baca anak. Berbeda dengan ruangan lain yang sunyi dan tenang, di kids library ini penuh dengan anak kecil yang bermain dan berlarian. Temboknya dan rak bukunya penuh warna. Ruangan ini beralas matras empuk berbentuk puzzle, lengkap dengan meja kursi mini serta mainan edukasi, koleksi bukunya juga

(9)

53

Universitas Kristen Petra

sangat menarik, dari dongeng, cerita Nusantara, atlas edisi kartun, hingga ensiklopedia anak.

Gambar 4.11 Kamer KB3 perpustakaan BI (Sumber : http://ayorek.org/)

a. Keunggulan Perpustakaan Bank Indonesia

Setelah menganilisis perpustakaan Bank Indonesia ini, didapat beberapa keunggulan dari perpustakaan ini, antara lain:

 Koleksi buku beranekaragam dan lengkap

 Fasilitas dan teknologi didalamnya cukup mendukung, anatara lain seperi internet, komputer yang tergolong masih baru.

 Memiliki fasilitas reading spot yang jenisnya beragam

b. Kelemahan Perpustakaan Bank Indonesia

Setelah menganilisis perpustakaan Bank Indonesia ini, didapat beberapa kelemahan dari perpustakaan ini, anatara lain:

 Desain interiornya masih mempertahankan kondisi asli dari bangunan kolonial Belanda.

a. Kesimpulan

Sebagian perpustakaan umum sudah memberikan fasilitas yang sangat lengkap untuk para pembaca untuk mendapatkan ilmu. Di samping perpustakaan umum yang berisikan fasilitas area baca dan area penyimpanan buku juga perlu

(10)

54

Universitas Kristen Petra

adanya area khusus. Area khusus tersebuat adalah area dimana seseorang setelah membaca bisa merenungkan atau mengolah dari bahan bacaan sehingga setelah keluar dari perpustakaan umum masyarakat umum tidak lupa dan berhenti namun mengembangkan ilmu yang sudah didapat di perpustakaan. Kebanyakan desain interior dari perpustakaan umum tidak dinamis sehingga menimbulkan kesan kaku atau formal. Oleh karena itu perlu adanya ruangan yang dinamis tapi tidak memecah konsentrasi pembaca.

Gambar

Gambar 4.1 Tampak Depan Perpustakaan NYPL (Sumber :  http://visit5thavenue.com/nypl)
Gambar 4.2 Suasana Interior New York Public Library (Sumber :  http://visit5thavenue.com/nyp)
Gambar 4.3 Tampak depan Vanesia Library and Cultural House (Sumber :  http://www.archdaily.com)
Gambar 4.5 Susunan display buku di Vennesla Library and Culture House  (Sumber : http://www.archdaily.com)
+4

Referensi

Dokumen terkait