• Tidak ada hasil yang ditemukan

Respon Pasar Saham oleh Pandemi Covid-19 Studi Empiris pada IDX Banking JKBANK15

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Respon Pasar Saham oleh Pandemi Covid-19 Studi Empiris pada IDX Banking JKBANK15"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

YUME : Journal of Management

ISSN : 2614-851X (Online)

Respon Pasar Saham oleh Pandemi Covid-19 Studi Empiris pada IDX Banking JKBANK15

Hery Haryanto1 Benny Sugiarto2

1, 2 Fakultas Ekonomi, Universitas Internasional Batam, Indonesia

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh covid-19 terhadap indeks pasar modal Perbankan BEI selama periode 2 Maret 2020 – 2 Maret 2021. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel kasus terkonfirmasi covid-19 memiliki efek negatif yang signifikan, sehingga semakin banyak kasus covid-19 semakin menurunkan indeks JKBANK15. Kondisi ini disebabkan semakin banyaknya kasus yang menyebabkan masyarakat takut untuk berinvestasi saham dan beralih ke instrumen transaksi yang lebih aman. Variabel kasus kematian covid-19 tidak memiliki hubungan yang signifikan, dikarenakan mulainya aktifitas tatanan baru sehingga investor sudah tidak mempedulikan lagi pemberitaan mengenai angka kematian covid-19 dan mulai bertransaksi di bursa dengan normal. Harga minyak sebagai variabel kontrol berpengaruh positif signifikan terhadap indeks JKBANK15, sedangkan nilai tukar berpengaruh negatif signifikan terhadap indeks JKBANK15. Sedangkan variabel inflasi berpengaruh negatif signifikan terhadap indeks JKBANK15.

Kata kunci : Covid-19, Kasus Terkonfirmasi, Kasus Kematian, JKBANK15

Abstract

The purpose of this study was to find out how the effect of covid-19 on the IDX banking capital market index during the period 2 March 2020 – 2 March 2021. The results of this study conclude that the variable confirmed cases of covid-19 have a significant negative effect, so that more and more cases of covid -19 further lowered the JKBANK15 index. This condition is due to the increasing wave number of cases that have caused people to be afraid to invest in stocks and switch to safer transaction instruments. The Covid-19 death case variable does not have a significant relationship, due to the start of new order activities so that investors no longer care about the news about the Covid-19 death rate and start trading on the exchange normally. Oil price as a control variable has a positive significance on the JKBANK15 index, meanwhile the exchange rate has a negative significant effect on the JKBANK15 index. And inflation variable has a negative significant effect on the JKBANK15 index.

Keyword : Covid-19, Confirmed Cases, Death Cases, JKBANK15

Copyright (c) 2021 Hery Haryanto Corresponding author :

Email Address : [email protected]

(2)

DOI: 10.37531/yume.vxix.533

1. PENDAHULUAN Latar Belakang

Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus korona yang baru saja ditemukan dalam waktu dekat ini. Sesuai dengan yang dijelaskan oleh organisasi kesehatan dunia yakni WHO, kebanyakan orang yang terjangkit virus ini mengalami gangguan mempengaruhi bagian pernapasan ringan, sedang dan bisa sembuh tanpa memerlukan pengobatan khusus. Kasus pertama covid-19 yang terkonfirmasi muncul pada kota Wuhan di negara China pada Desember 2019. WHO menyatakan wabah covid-19 sebagai darurat kesehatan masyarakat pada Januari 2020 dan menjadi perhatian internasional setelah wabah tersebut menyerang hingga tiga belas kali lipat diluar China (Cucinotta & Vanelli, 2020).

Pedoman penyebaran dan penyembuhan covid-19 oleh WHO terus berubah secara berkala karena masih minimnya penelitian ilmiah yang menjelaskan mengenai covid-19 secara memadai. Banik et al., (2020) menemukan bahwa kasus kematian yang disebabkan oleh covid-19 pada setiap negara disebabkan oleh beberapa faktor seperti sistem kesehatan masyarakat yang buruk, usia penduduk, serta tingkat kemiskinan.

Seiring berjalannya waktu dan meluasnya penyebaran virus covid-19 ini banyak negara yang telah melaporkan kasus pertama covid-19 seperti Amerika Serikat, Brazil, Rusia dan negara lainnya (Iswara, 2020). Covid-19 telah mempengaruhi ekonomi negara maju dan berkembang setelah dianggap sebagai pandemi oleh 215 negara.

Oleh karena itu pada saat WHO yang menyatakan covid-19 sebagai pandemi, pasar saham di seluruh dunia mengalami koreksi yang cukup jauh dalam waktu singkat dan membuat para investor terkejut. Sejumlah studi menyelidiki reaksi pasar saham atas pandemi covid-19 dan menemukan bahwa terjadi peningkatan volatilitas di pasar saham yang dipicu oleh situasi yang memburuk sehingga mengakibatkan kepanikan investor dan menarik dana yang ada di pasar saham.

Setelah memasuki negara China dan Amerika Serikat, Indonesia juga terkena dampak pandemi ini. Kasus pertama di Indonesia merupakan dua warga negara Indonesia, kedua warga ini tertular virus covid-19 dikarenakan berinteraksi dengan warga negara Jepang yang belum lama mengunjungi Indonesia. Setelah kasus pertama dan menyebarnya virus ini, pemerintah terpaksa melakukan beberapa kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pada tanggal 24 Maret, catatan kasus harian terungkap bahwa ada 106 kasus baru, dan pada awal April mulai mencapai 200 kasus baru per hari. Penambahan kasus ini menyebabkan indeks harga saham gabungan semakin melemah dari hari ke hari (Debora, 2020). Selain pelemahan pada indeks harga saham gabungan, indeks lain seperti IDX Banking atau JKBANK15 mengalami koreksi pada awal bulan maret menuju titik terendah. Beberapa saham perbankan yang mengalami koreksi misalnya BBCA turun sebanyak 30% dari Rp.34.000 menjadi Rp.23.675, BBNI yang sahamnya juga menurun sebesar 60%

menjadi Rp.3.600, dan BMRI jatuh sebesar 40% dari Rp.8.000 menjadi Rp.4.400 (Iwan, 2020).

Menteri keuangan RI dan BI berpandangan bahwa masa depan perekonomian Indonesia akan terancam sampai awal tahun 2021 yang disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi yang terus tertekan sebesar 2.07 % (Lestari, 2020). Industri perbankkan menjadi penggerak perekonomian dengan mengumpulkan dan menyalurkan dana kepada masyarakat. Perbankan merupakan industri yang memiliki kontribusi cukup besar terhadap nilai indeks harga saham gabungan di BEI. Pembatasan sosial berskala

(3)

DOI: 10.37531/yume.vxix.533

besar yang diterapkan dibeberapa daerah menyebabkan pengusaha mengalami kesulitan dalam menjalankan usahanya sehingga mengakibatkan gagal bayar kepada bank jika ada pinjaman. Gagalnya pembayaran oleh kreditur mengakibatkan pendapatan perbankan menurun. Pendapatan terbesar dari bank adalah bunga pemberian kredit dari masyarakat yang secara tidak langsung mempengaruhi pergerakan harga saham perusahaan perbankan, apabila jumlah balas jasa kredit yang berupa bunga tersebut menurun dan diikuti penurunan jumlah pendapatan bank maka saham bank tersebut akan menurun. Oleh karena itu perbankkan mulai membatasi jumlah penyaluran kreditnya, namun disisi lain tetap harus membayar bunga atas tabungan nasabah yang sudah menyimpan dananya. Kredit dari masyarakat yang secara tidak langsung mempengaruhi harga saham perbankkan, apabila jumlah balas jasa kredit menurun dan diikuti penurunan jumlah pendapatan bank maka saham bank tersebut akan menurun (Putri, 2020).

Berdasarkan uraian di atas isu pandemi covid-19 dan dampaknya terhadap ekonomi negara serta indeks pasar modalnya, terutama pada sektor yang mengalami penurunan pendapatan yang signifikan seperti perbankan, serta masih kurangnya penelitian terdahulu yang melakukan penelitian pengaruh covid-19 terhadap indeks pasar modal yang spesifik seperti perbankan dan tidak banyak peneliti menggunakan variabel covid-19 maka sangat penting untuk memahami seberapa besar pengaruh pandemi covid-19 terhadap IDX Banking.

Tujuan Penelitian

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh yang signifikan dari variabel kasus terkonfirmasi terhadap Indeks Pasar Modal dan variabel kasus kematian terhadap Indeks Pasar Modal.

Kontribusi

Kontribusi dalam penelitian dapat berupa untuk : 1. Untuk Perusahaan

Hasil dalam penelitian ini dapat diharapkan dapat menjadi pertimbangan untuk para investor dalam berhati2 untuk mengambil keputusan dalam berinvestasi di indeks pasar modal terutama di kondisi seperti ini.

2. Untuk Pemerintah

Hasil dalam penelitian ini diharapkan untuk pemerintah dalam mengambil tindakan mengenai cara mengatasi masalah perekonomian terutama mengoreksi pasar modal pada situasi sekarang.

3. Untuk Akademisi

Hasil dalam penelitain ini dapat digunakan untuk sumber panduan dalam suatu akademisi yang akan melakukan penelitian terbaru ataupun penelitian selanjutnya.

TINJAUAN PUSTAKA

Penelitian Terdahulu

Ashraf (2020) menganalisa faktor-faktor yang memengaruhi imbal hasil pasar modal pada 64 jenis indeks negara dengan jangka waktu 22 Januari 2020 sampai dengan 17 April 2020. Variabel independen yang digunakan adalah kasus pertumbuhan covid-19 dan kasus pertumbuhan kematian covid-19. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa kasus terkonfirmasi covid-19 memiliki pengaruh

(4)

DOI: 10.37531/yume.vxix.533

melemahkan dan menguatkan variabel indeks pasar modal, sedangkan kasus pertumbuhan kematian Covid-19 tidak berpengaruh dalam penguatan dan pelemahan terhadap indeks pasar modal.

Peneliti Al-Awadhi et al., (2020) meneliti beberapa faktor yang mempengaruhi imbal hasil saham di negara China dengan variabel independen pertumbuhan kasus covid-19 dan pertumbuhan kematian covid-19 dengan sampel indeks saham Shanghai dan Han Seng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus pertumbuhan covid-19 memiliki pengaruh melemahkan dan menguatkan variabel indeks pasar modal, sedangkan kasus kematian covid-19 tidak berpengaruh dalam penguatan dan pelemahan terhadap indeks pasar modal.

Singh et al.,(2020) meneliti beberapa aspek yang mempengaruhi indeks pasar modal di 20 negara dengan pertumbuhan kasus harian dan pertumbuhan kasus kematian sebagai variabel independen. Sampel penelitian yang dipakai adalah Stock Index dari 20 negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus covid-19 berpengaruh dalam menguatkan indeks pasar modal Negara.

Khan et al. (2020) melakukan penelitian beberapa faktor yang mempengaruhi imbal hasil dengan sampel penelitian yang dipakai indeks pasar modal dari 16 negara.

Variabel yang digunakan adalah konfirmasi kasus mingguan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kasus mingguan covid-19 berpengaruh dalam menguatkan indeks pasar modal.

Chia et al., (2020) meneliti beberapa faktor yang mempengaruhi imbal hasil indeks pasar modal Malaysia sampel yang digunakan adalah bursa malaysia dan indeks pasar modal Malaysia dengan variabel independen yang digunakan adalah kasus covid-19. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kasus baru covid-19 memiliki pengaruh yang menguatkan indeks pasar modal Malaysia.

Lee et al. (2020) melakukan penelitian mengenai hubungan covid-19 dengan imbal hasil indeks pasar modal dengan sampel indeks saham Kuala Lumpur dan 13 sektor lainnya dari 1 Januari 2020 sampai 18 April 2020. Variabel independen yang digunakan yaitu terkonfirmasi covid-19, kasus kematian covid-19 dan harga minyak.

Hasil penelitian ini menunjukkan terkonfirmasi covid-19 memiliki pengaruh menguatkan indeks saham Kuala Lumpur.

Gherghina (2020) meneliti mengenai beberapa faktor yang memengaruhi imbal hasil indeks pasar modal di 7 negara. Sampel yang digunakan adalah 7 indeks pasar modal dan metode penelitian yang digunakan adalah grandger causality test. Variabel yang digunakan didalam penelitian ini adalah angka kematian baru covid-19 dan angka kasus terkonfirmasi baru covid-19. Hasil penelitian menunjukan bahwa angka kematian baru covid-19 tidak berpengaruh dalam menguatkan atau melemahkan indeks pasar modal. Sedangkan angka kasus terkonfirmasi baru covid- memiliki pengaruh yang menguatkan indeks pasar modal.

Jelilov et al. (2020) menganalisa penelitian mengenai beberapa faktor yang mempengaruhi imbal hasil indeks pasar modal di Nigeria. Penelitian ini dilakukan di negara Nigeria dengan menggunakan sample indeks pasar Nigeria dari tanggal 27 Februari sampai dengan 30 April 2020. Penelitian ini menggunakan model penelitian GJR-GARCH Model. Variabel yang digunakan antara lain adalah inflasi dan kasus baru covid-19. Hasil penelitian ini menunjukkan kasus baru covid-19 berpengaruh dalam menguatkan indeks pasar modal.

Peneliti Ashraf, (2020) menemukan bahwa pertumbuhan kasus covid-19 memberikan pengaruh yang dapat menguatkan imbal hasil indeks pasar modal. Hal

(5)

DOI: 10.37531/yume.vxix.533

ini menunjukkan bahwa pasar modal merespons negatif terhadap pertumbuhan jumlah yang terkonfirmasi dalam kasus ini artinya nilai pasar saham akan terus menurun apabila terus meningkat jumlah kasus yang terpapar covid-19. Hasil penelitian serupa juga dengan peneliti Singh et al.,(2020) , (Khan et al., 2020), (Chia et al., 2020), (Lee et al., 2020). Namun penelitian ini bertolak belakang dengan peneliti Rahmayani dan Oktavilia (2020) menyebutkan bahwa kasus terkonfirmasi covid-19 tidak memiliki hubungan yang dapat menguatkan dan melemahkan indeks pasar modal.

Peneliti Singh et al., (2020) menyimpulkan bahwa pertumbuhan kasus kematian covid-19 berpengaruh signifikan terhadap Indeks pasar modal. Hal ini dibuktikan dengan munculnya edaran informasi mengenai angka kematian covid-19 menyebabkan banyak investor memutuskan untuk menarik investasi mereka dan lebih memilih menyimpan dananya dalam bentuk yang lebih likuid. Hasil penelitian ini serupa juga dengan penelitiannya yang dilakukan oleh oleh Lestari, (2020), Apergis dan Apergis, (2020) dan Kotishwar A, (2020). Namun, Peneliti Indrastuti,(2021) menyebutkan kasus kematian berpengaruh tidak signifikan terhadap indeks pasar modal.

Peneliti Corsetti (2020) menyebutkan bahwa penyebaran covid-19 telah menyebabkan pergerakan valuta asing yang tinggi. Apabila nilai tukar rupiah dengan mata uang asing terjadinya penguatan maka besarnya belanja impor dapat meringankan biaya produksi dengan meningkatkan laba perusahaan dan harga saham akan meningkat. Hasil kebanyakkan penelitian menunjukkan bahwa nilai tukar berpengaruh signifikan terhadap indeks pasar modal (Aileen L. & Abraham C., 2020) ; Rahmayani & Oktavilia, 2020)).

Peneliti (Lee et al., 2020)mengidentifikasi bahwa guncangan penawaran dan permintaan berdampak pada penurunan harga minyak. Guncangan harga minyak tersebut terkait dengan tindakan pencegahan untuk menghentikan penyebaran covid- 19 dalam hal pembatasan aktifitas. Hasil penelitian yang sebelumnya juga menunjukkan bahwa harga minyak berpengaruh signifikan terhadap indeks pasar modal (Aileen L. & Abraham C., 2020 ; Ali et al. 2020 ; Chia et al. 2020; Ciner et al., 2021

; Dwi Rahmayani 2020).

Peneliti Dwi Rahmayani (2020) mengungkapkan penyebaran covid-19 berdampak terhadap inflasi. Penyebab inflasi rendah disebabkan oleh pertumbuhan konsumsi masyarakat masih tetap lemah akibat dampak negatif pandemi virus covid- 19. Kenaikan pertumbuhan kasus terkonfirmasi dan kematian covid-19 pada bulan Agustus 2020 dengan nilai inflasi sebesar 1.32% yang menyebabkan banyak karyawan yang terkena PHK dengan memberikan dampak penurunan daya beli konsumen.

Hasil penelitian ini sejalur dengan peneliti Jelilov (2020).

METODOLOGI

Penelitian yang dilakukan oleh peneliti bersifat deduktif dengan tujuan untuk menguji hipotesis ada tidaknya hubungan variabel independen yaitu kasus terkonfirmasi dan kasus kematian terhadap variabel dependen indeks pasar modal.

Apabila dilihat dari jenis data, maka penelitian ini merupakan penelitian arsip, penelitian ini menggunakan data dari IDX Banking yang diambil dari Website Investing.com dalam bentuk data harian. Data yang digunakan adalah data time series

(6)

DOI: 10.37531/yume.vxix.533

sehingga akan diuji melalui IBM SPSS Statistics 26 dengan metode analisis regresi linier berganda.

Sasaran penelitian ini merupakan IDX Banking yang diambil data hariannya dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Populasi yang digunakan adalah indeks pasar modal yang ada di Bursa Efek Indonesia, sedangkan untuk sampel berjumlah 240 data.

Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling. Purposive Sampling ini merupakan metode pengambilan sampel dalam mempertimbangkan beberapa kriteria. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berupa data harga saham harian dari indeks JKBANK15. Data sekunder tersebut diperoleh dengan bantuan melalui fasilitas internet yaitu melalui website investing.com data harian yang digunakan sebagai sampel pada penelitian ini adalah dari tanggal 2 Maret 2020 – 2 Maret 2021.

Penelitian ini menggunakan uji t dalam menguji data yang digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh masing masing variabel independen terhadap variabel dependen dengan melakukan pengujian secara per variabel. Apabila nilai signfikansi uji T lebih kecil dari 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa per variabel independen ini memiliki pengaruh signifikan, sebaliknya apabila nilai signifikansi nya lebih dari 0.05 maka pengaruhnya tidak signifikan.

Penjelasan diatas menunjukan covid-19 mempengaruhi indeks pasar modal.

Sehingga terdapat kasus terkonfirmasi, kasus kematian, nilai tukar, harga minyak, dan inflasi. Model penelitian yang akan di gunakan pada penelitian terdapat pada Gambar 1 berikut :

Gambar 1. Model Penelitian

Sumber: Data diolah (2021).

Perumusan hipotesis pada penelitian ini adalah :

Hipotesis 1 : Kasus terkonfirmasi mempunyai pengaruh yang signifikan negatif terhadap Indeks Pasar Modal JKBANK15.

Hipotesis 2 : Jumlah Meninggal Harian Covid-19 mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap Indeks Pasar Modal JKBANK15.

Definisi Operasional Variabel

Variabel-variabel yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu :

1. Kasus Terkonfirmasi merupakan jumlah kasus terkonfirmasi yang terkena virus covid-19 yang dapat diketahui dari kutipan resmi berita.

Kasus Terkonfirmasi Kasus Kematian

Nilai Tukar Harga Minyak

Indeks Pasar Modal

Inflasi

(7)

DOI: 10.37531/yume.vxix.533

𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾 𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝐾𝐾𝐾𝐾𝑇𝑇 = 𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾 𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝐾𝐾𝐾𝐾𝑇𝑇𝑡𝑡− 𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾 𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝐾𝐾𝐾𝐾𝑇𝑇𝑡𝑡−1 𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾 𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝐾𝐾𝐾𝐾𝑇𝑇𝑡𝑡−1

2. Kasus Kematian

Kasus kematian adalah jumlah kasus kematian yang disebabkan oleh covid-19.

𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾 𝐾𝐾𝑇𝑇𝑇𝑇𝐾𝐾𝐾𝐾𝑇𝑇𝐾𝐾𝑇𝑇 = 𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾 𝐾𝐾𝑇𝑇𝑇𝑇𝐾𝐾𝐾𝐾𝑇𝑇𝐾𝐾𝑇𝑇𝑡𝑡− 𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾 𝐾𝐾𝑇𝑇𝑇𝑇𝐾𝐾𝐾𝐾𝑇𝑇𝐾𝐾𝑇𝑇𝑡𝑡−1

𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾 𝐾𝐾𝑇𝑇𝑇𝑇𝐾𝐾𝐾𝐾𝑇𝑇𝐾𝐾𝑇𝑇𝑡𝑡−1

3. Nilai Tukar

Nilai tukar adalah nilai tukar mata uang terhadap pembayaran disaat sekarang ataupun dikemudian hari.

𝑁𝑁𝑇𝑇𝑁𝑁𝐾𝐾𝑇𝑇 𝑇𝑇𝐾𝐾𝑇𝑇𝐾𝐾𝑇𝑇 = 𝑁𝑁𝑇𝑇𝑁𝑁𝐾𝐾𝑇𝑇 𝑇𝑇𝐾𝐾𝑇𝑇𝐾𝐾𝑇𝑇𝑡𝑡− 𝑁𝑁𝑇𝑇𝑁𝑁𝐾𝐾𝑇𝑇 𝑇𝑇𝐾𝐾𝑇𝑇𝐾𝐾𝑇𝑇𝑡𝑡−1

𝑁𝑁𝑇𝑇𝑁𝑁𝐾𝐾𝑇𝑇 𝑇𝑇𝐾𝐾𝑇𝑇𝐾𝐾𝑇𝑇𝑡𝑡−1

4. Harga Minyak

Harga minyak umumnya merujuk terhadap harga satu barrel minyak

𝐻𝐻𝐾𝐾𝑇𝑇𝐻𝐻𝐾𝐾 𝑀𝑀𝑇𝑇𝑇𝑇𝑀𝑀𝐾𝐾𝑇𝑇 = 𝐻𝐻𝐾𝐾𝑇𝑇𝐻𝐻𝐾𝐾 𝑀𝑀𝑇𝑇𝑇𝑇𝑀𝑀𝐾𝐾𝑇𝑇𝑡𝑡− 𝐻𝐻𝐾𝐾𝑇𝑇𝐻𝐻𝐾𝐾 𝑀𝑀𝑇𝑇𝑇𝑇𝑀𝑀𝐾𝐾𝑇𝑇𝑡𝑡−1 𝐻𝐻𝐾𝐾𝑇𝑇𝐻𝐻𝐾𝐾 𝑀𝑀𝑇𝑇𝑇𝑇𝑀𝑀𝐾𝐾𝑇𝑇𝑡𝑡−1

5. Inflasi

Inflasi adalah proses meningkatnya harga secara umum dan terus menerus.

Data yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari website resmi BPS

HASIL DAN PEMBAHASAN Statistika Deskriptif

Sampel yang akan digunakan penelitian ini merupakan Indeks Pasar Modal JKBANK15 dengan periode 02 Maret 2020 hingga 02 Maret 2021. Berdasarkan tabel di atas menunjukkan sampel penelitian indeks pasar modal JKBANK15 dengan jumlah 161 data yang memiliki nilai min dan maks sebesar -0.028 dan 0.022 dengan nilai rata- rata -0.00009, terjadi tekanan penurunan indeks JKBANK15 yang cukup signifikan dengan nilai minus 2% pada bulan maret 2020, dimana covid-19 yang tersebar di berbagai negara yang menyebabkan perekonomian global hancur. Hasil penelitian ini lebih baik ketimbang hasil pengujian indeks pasar modal yang dilakukan Ashraf (2020) yang menunjukkan penurunan indeks pasar modal hingga 17% pada saat hari setelah diketahui adanya virus covid-19.

Tabel 1. Hasil Uji Statistik Deskriptif Variabel Penelitian

N Minimu

m Maksimu

m Rata-rata Std.

Deviation Indeks Pasar Modal 16

1 -0.028 0.022 0.00009 0.009797 KasusTerkonfirmasi 16

1 -0.434 1.077 0.04207 0.223863

KasusKematian 16

1 -0.833 2.250 0.07883 0.379238

HargaMinyak 16

1 -3.215 0.377 -0.02216 0.279341

NilaiTukar 16

1 -0.029 0.038 -0.00003 0.010469

Inflasi 16 0.013 0.029 0.01656 0.003831

(8)

DOI: 10.37531/yume.vxix.533

Valid N 16

1

Sumber : Data sekunder diolah (2021).

Variabel kasus terkonfirmasi covid-19 memiliki rata-rata sebesar nilai rata-rata 0.04207, dengan artian pada periode waktu 2 maret 2020 hingga 2 maret 2021 menunjukkan rata-rata kenaikkan perhari kasus covid sebesar empat persen.

Variabel kasus kematian covid-19 memiliki nilai maks sebesar 2.250 yang menunjukkan tingkat kasus kematian tertinggi mencapai dua ratus persen sebanyak 476 kasus pada tanggal 28 Januari 2021.

Variabel harga minyak memiliki nilai terendah sebesar -37.63 yaitu terjadinya penurunan harga minyak pada tanggal 20 April 2020 yang disebabkan oleh pemberlakuan pembatasan aktifitas di berbagai negara.

Variabel nilai tukar mempunyai nilai tertinggi sebesar 16,504.80 yang tercatat pada tanggal 24 Maret 2020 menunjukkan pergerakkan nilai tukar rupiah berhasil menguat seiring dengan pelemahan dolar AS.

Variabel inflasi memiliki nilai rata rata sebesar 0.01656 selama kurun waktu penelitian rata-rata kenaikan inflasi di Indonesia sebesar 0.165 terhadap pandemi covid-19.

Hasil Uji Outlier

Hasil uji outlier yang dilakukan dengan menggunakan variabel dependen dan independen untuk menghilangkan data yang menyimpang. Sebanyak 79 data yang ada memiliki nilai yang tidak cocok sehingga data-data yang digunakan dalam penelitian ini yang memiliki nilai SDR yang lebih tinggi dari -1.96 sampai dengan 1.96 merupakan data-data yang menyimpang sehingga tidak akan dipakai dalam penelitian. Data outlier ini akan dikeluarkan dari hasil pengujian dan tidak akan digunakan untuk pengujian. Total keseluruhan data yang bebas dari outlier berjumlah 161 data sehingga data-data ini yang akan digunakan dalam penelitian.

Hasil Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk melihat apabila data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti pola garis diagonal. Dengan hasil yang menunjukkan bahwa titik-titik sebaran data ini mengikuti garis diagonal, meskipun ada beberapa titik-titik sebaran tersebut yang tidak mengikuti garis diagonal.

Hasil Uji Heteroskedasitsitas

Menurut Ghozali (2018) munculnya heteroskedastisitas dapat diamati melalui hasil scatter plot. Terdeteksinya heteroskedastisitas dapat dilihat dengan melihat pola scatterplot. Dengan hasil yang menunjukkan pada model penelitian tidak membentuk pola yang bergelombang atau melebar dan akan menyempit pada titik-titik dan tersebar di atas dan bawah angka nol pada sumbu Y. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa model ini tidak terjadi adanya heteroskedastisitas.

Hasil Uji t

Menurut Ghozali (2018) apabila suatu model regresi yang memiliki nilai signfikansi uji T lebih kecil dari 0,05 maka disimpulkan bahwa per variabel independen ini memiliki pengaruh yang signifikan dan sebaliknya apabila nilai signifikansi nya lebih dari 0,05 maka pengaruhnya tidak signifikan.

(9)

DOI: 10.37531/yume.vxix.533

Tabel 2. Hasil Uji T

Variabel Sig. Kesimpulan Hipotesis

(Constant) 0.00

0

KasusTerkonfirmasiCovid-

19 0.00

0 Signifikan Negatif H1 Dapat Dibuktikan KasusKematianCovid-19 0.76

9 Tidak Signifikan H2 Tidak Dapat Dibuktikan

HargaMinyak 0.03

9 Signifikan Positif H3 Dapat Dibuktikan

NilaiTukar 0.00

0 Signifikan Positif H4 Dapat Dibuktikan

Inflasi 0.00

1 Signifikan Negatif H5 Dapat Dibuktikan Sumber : Data sekunder diolah (2021).

Hasil penelitian pada tabel 2 menunjukkan bahwa semakin bertambah kasus terkonfirmasi covid-19 semakin terkoreksi indeks pasar modal. Indeks pasar modal menurun disebabkan dengan berita yang menyebutkan covid-19 dapat menular antar manusia, kemudian menimbulkan kepanikan pada investor sehingga lebih memilih untuk berhenti bertransaksi saham dan menjualnya dengan jumlah yang signifikan dan beralih ke investasi yang lebih aman (Al-Awadhi et al., 2020). Hasil ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Ashraf (2020) , Anh & Gan (2020), Khan et al., (2020), Chia et al., (2020), Lee et al. (2020), Kotishwar (2020). Namun hasil penelitian ini tidak konsisten dengan penelitian Rahmayani dan Oktavilia (2020).

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa naik turunnya kasus kematian tidak memiliki pengaruh terhadap indeks pasar modal. Hal ini bisa disebabkan karena mulai jenuhnya investor terhadap pemberitaan mengenai covid-19 dan dimulainya aktifitas tatanan baru sehingga investor sudah tidak mempedulikan lagi pemberitaan mengenai angka kematian covid-19 dan mulai bertransaksi di bursa dengan normal (Indrastuti, 2021). Hasil penelitian ini konsisten dengan peneliti Ashraf (2020). Namun hasil penelitian ini tidak konsisten dengan peneliti Singh et al. (2020), Ali et al. (2020), Al-Awadhi et al. (2020), Apergis dan Apergis (2020), dan Kotishwar (2020).

Variabel kontrol harga minyak menunjukkan hubungan yang signifikan positif terhadap indeks pasar modal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kenaikan harga minyak meningkatkan indeks jkbank15 naik. Hal ini bisa disebabkan karena ketika harga minyak naik maka biaya operasional perusahaan berbagai industri ikut naik sehingga menurunkan laba perusahaan terkecuali perusahaan perbankan, hal ini disebabkan sektor ini tidak menggunakan minyak sebagai operasional perusahaannya sehingga investor mengalikan investasinya kepada perusahaan sektor perbankan (Gumilang, 2014). Hasil penelitian ini konsisten dengan peneliti Chia et al.(2020). Hasil penelitian ini bertolak belakang oleh peneliti Aileen L dan Abraham C (2020).

Variabel kontrol nilai tukar berpengaruh signifikan positif terhadap indeks pasar modal. Penelitian ini menjelaskan apabila kurs naik maka indeks pasar modal juga akan naik. Hal ini disebabkan dengan adanya peningkatan dalam indeks pasar modal dapat mendorong investor untuk menjual aset dalam bentuk dollar dan beralih menginvestasikan modalnya ke dalam pasar saham domestik dengan hasil imbal hasil yang lebih besar (Haryanto et al., 2020). Hasil penelitian ini konsisten dengan peneliti

(10)

DOI: 10.37531/yume.vxix.533

Aileen L. & Abraham C (2020) dan (Gherghina et al., 2020). Hasil penelitian ini bertolak belakang dengan peneliti Rahmayani dan Oktavilia (2020).

Variabel kontrol inflasi berpengaruh signifikan negatif terhadap indeks pasar modal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kenaikan variabel kontrol inflasi menyebabkan penurunan indeks pasar modal. Hal ini disebabkan karena selama pandemi covid-19 mengakibatkan harga bahan kebutuhan pokok masyarakat naik dan inflasi terus menerus meningkat sehingga masyarakat menunda melakukan investasi karna mendahulukan kebutuhan pokok dan membuat harga indeks pasar modal menurun (Krisna & Wirawati, 2013). Hasil penelitian ini konsisten dengan peneliti Jelilov (2020). Namun hasil penelitian ini bertolak belakang terhadap peneliti Rahmayani dan Oktavilia (2020).

SIMPULAN

Salah satu tujuan dalam penelitian untuk mengetahui bagaimana efek covid-19 terhadap indeks pasar modal Idx Banking selama periode 2 Maret 2020 - 2 Maret 2021.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel terkonfirmasi kasus covid-19 memiliki pengaruh yang signifikan negatif, sehingga semakin banyak kasus covid-19 semakin menurunkan indeks jkbank15. Kondisi ini disebabkan karena pertumbuhan kasus yang semakin naik menyebabkan masyarakat takut terhadap berinvestasi disaham dan berpindah ke instrumen transaksi yang lebih aman.

Variabel kasus kematian covid-19 memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap indeks pasar modal, sehingga apabila kasus kematian semakin tinggi tidak akan menurunkan indeks jkbank15. Hal ini disebabkan dengan mulainya aktifitas baru yang disebut new normal yang membuat para investor tidak memperdulikan terhadap adanya pertumbuhan kasus kematian sehingga mereka tidak akan melakukan panic selling sehingga tidak menyebabkan indeks perbankan menurun dan mulai bertransaksi di bursa dengan normal.

Variabel kontrol harga minyak berpengaruh signifikan positif terhadap indeks jkbank15, sedangkan nilai tukar memiliki pengaruh yang signifikan negatif terhadap indeks jkbank15. Sedangkan untuk variabel inflasi memiliki pengaruh yang signifikan negatif terhadap indeks jkbank15.

SARAN

Melihat hasil riset indeks pasar modal di Indonesia, penelitian ini menyediakan beberapa impllikasi untuk investor dan juga pemerintah. Dengan melihat hubungan antar kasus terkonfirmasi dan kematian covid-19 terhadap indeks pasar modal di Indonesia. Dalam hasil ini menunjukkan bahwa pemerintah perlu melihat dampak covid-19 yang diberikan terhadap indeks pasar dan begitu juga terhadap investor.

Apabila investor terus mengalami kepanikkan terhadap jatuhnya indeks pasar, maka pemerintah perlu memberikan solusi dalam mengatasi krisis fluktuasi pasar modal secara berkelanjutan, seperti penanganan dalam lonjakkan kasus covid-19. Selain itu, pemerintah juga perlu mengembangkan program vaksinasi yang dijalankan seefisien dan seefektif mungkin dengan tujuan untuk menumbuhkan kepercayaan investor terhadap pemerintah dalam berupaya untuk menangani covid-19 dan menumbuhkan perekonomian kembali.

.

(11)

DOI: 10.37531/yume.vxix.533

Referensi :

Aileen L., & Abraham C. (2020). The Effect of COVID-19 Pandemic on the Philippine Stock Exchange, Peso-Dollar Rate and Retail Price of Diesel. The Journal of Asian Finance, Economics and Business.

https://doi.org/10.13106/jafeb.2020.vol7.no10.543

Al-Awadhi, A. M., Alsaifi, K., Al-Awadhi, A., & Alhammadi, S. (2020). Death and contagious infectious diseases: Impact of the COVID-19 virus on stock market returns. Journal of Behavioral and Experimental Finance.

https://doi.org/10.1016/j.jbef.2020.100326

Anh, D. L. T., & Gan, C. (2020). The impact of the COVID-19 lockdown on stock market performance: evidence from Vietnam. Journal of Economic Studies.

https://doi.org/10.1108/JES-06-2020-0312

Apergis, N., & Apergis, E. (2020). The role of Covid-19 for Chinese stock returns:

evidence from a GARCHX model. Asia-Pacific Journal of Accounting and Economics. https://doi.org/10.1080/16081625.2020.1816185

Ashraf, B. N. (2020). Stock markets’ reaction to COVID-19: Cases or fatalities?

Research in International Business and Finance.

https://doi.org/10.1016/j.ribaf.2020.101249

Banik, A., Nag, T., Chowdhury, S. R., & Chatterjee, R. (2020). Why Do COVID-19 Fatality Rates Differ Across Countries? An Explorative Cross-country Study Based on Select Indicators. Global Business Review.

https://doi.org/10.1177/0972150920929897

Chia, R. C. J., Liew, V. K. Sen, & Rowland, R. (2020). Daily new COVID-19 cases, the movement control order, and Malaysian stock market. International Journal of Business and Society.

Corsetti, and M. (2020). COVID-19 crisis, the dollar, and capital flows | VOX, CEPR Policy Portal. https://voxeu.org/article/covid-19-crisis-dollar-and-capital-flows Cucinotta, D., & Vanelli, M. (2020). WHO declares COVID-19 a pandemic. In Acta

Biomedica. https://doi.org/10.23750/abm.v91i1.9397

Debora, Y. (2020). Riwayat Kasus Corona di Indonesia, dari Maret hingga September 2020.

11 September. https://tirto.id/riwayat-kasus-corona-di-indonesia-dari-maret- hingga-september-2020-f4d6

Gherghina, Ștefan C., Armeanu, D. Ștefan, & Joldeș, C. C. (2020). Stock market reactions to COVID-19 pandemic outbreak: Quantitative evidence from ARDL bounds tests and granger causality analysis. International Journal of Environmental Research and Public Health. https://doi.org/10.3390/ijerph17186729

Indrastuti, D. K. (2021). Judul Karya Ilmiah (Artikel)  : Impact of Confirmed, Death, and Recovered Cases of COVID-19 Toward Stock Exchange Composite Index.

Trisakti School of Management, 10(1), 1–10.

Iswara, A. J. (2020). Korban pada 6 Februari Diduga Kematian Pertama Covid-19 di AS, Beda dengan Data Resmi Halaman all - Kompas.com. 16 March 2020.

https://www.kompas.com/global/read/2020/04/23/141311870/korban-pada- 6-februari-diduga-kematian-pertama-covid-19-di-as-beda-dengan?page=all Iwan, S. (2020). Ini Daftar 10 Saham Perbankan yang Terperosok Dihantam Corona. 23

March 2020. https://www.suara.com/bisnis/2020/03/23/150308/ini-daftar-10- saham-perbankan-yang-terperosok-dihantam-corona

Jelilov, G., Iorember, P. T., Usman, O., & Yua, P. M. (2020). Testing the nexus

(12)

DOI: 10.37531/yume.vxix.533

between stock market returns and inflation in Nigeria: Does the effect of COVID-19 pandemic matter? Journal of Public Affairs.

https://doi.org/10.1002/pa.2289

Khan, K., Zhao, H., Zhang, H., Yang, H., Shah, M. H., & Jahanger, A. (2020). The impact of COVID-19 pandemic on stock markets: An empirical analysis of world major stock indices. Journal of Asian Finance, Economics and Business.

https://doi.org/10.13106/jafeb.2020.vol7.no7.463

Kotishwar A. (2020). Impact of Covid-19 Pandemic on Stock Market With Reference To Select Countries-A Study. Academy of Accounting and Financial Studies Journal.

Krisna, A. A. G. A., & Wirawati, N. G. P. (2013). PENGARUH INFLASI, NILAI TUKAR RUPIAH, SUKU BUNGA SBI PADA INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN DI BEI. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana 3.2.

Lee, K. Y. M., Jais, M., & Chan, C. W. (2020). Impact of covid-19: Evidence from malaysian stock market. International Journal of Business and Society.

Lestari, N. P. (2020). Menimbang Mahalnya Biaya ‘Lockdown.’ Arsip Publikasi Ilmiah Biro Administrasi Akademik.

Perencanaan, K., Nasional, P., & Indonesia, B. R. (2020). Dampak Covid-19 terhadap Pergerakan Nilai Tukar Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Jurnal Perencanaan Pembangunan: The Indonesian Journal of Development Planning, 4(2), 151–165. https://doi.org/10.36574/jpp.v4i2.114

Putri, H. T. (2020). Covid 19 dan Harga Saham Perbankan di Indonesia. Eksis: Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Bisnis, 11(1), 6. https://doi.org/10.33087/eksis.v11i1.178 Rahmayani, D., & Oktavilia, S. (2020). Does the Covid-19 pandemic affect the stock

market in Indonesia? Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 24(1).

https://doi.org/10.22146/JSP.56432

Singh, S., & Srivastava, R. K. (2020). Understanding the intention to use mobile banking by existing online banking customers: an empirical study. Journal of Financial Services Marketing, 25(3–4), 86–96. https://doi.org/10.1057/s41264-020- 00074-w

Gambar

Gambar 1. Model Penelitian
Tabel 1. Hasil Uji Statistik Deskriptif Variabel Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Sehubungan dengan Penanganan Pandemi Corona Virus Disease – 19 (COVID-19), pengungkapan dan penyajian atas dampak dan penanganan pandemi Covid-19 berpedoman dengan Surat

Sehingga selama pandemi Covid-19 pasar modal Indonesia, dan India (Nifty 50) cenderung tersegmentasi, sedangkan pasar modal Hongkong (HSI), Jepang (Nikkei 225),

Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi dampak pandemi Covid -19 terhadap sektor perbankan, mengidentifikasi apakah pandemi Covid -19 dapat digolongkan

Sistem Pemantauan Terintegrasi Kasus COVID-19 Fakultas Kedokteran Hewan IPB (SIMPATIK COVID-19) merupakan sistem surveilans kasus COVID-19 yang melibatkan pelapor-pelapor yang

Penelitian selanjutnya juga dilakukan oleh Henny Saraswati, dengan judul “Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pasar Saham Di Indonesia”, Hasil kajian menunjukkan bahwa

1) Tujuan dan alasan pembelian saham oleh milenial saat pandemi COVID-19 adalah adanya peluang keuntungan yang dilihat oleh milenial di media sosial saat pandemi COVID-19

Permasalahan dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini, antara lain: (1) Pada masa pandemi Covid-19 ini masih terjadi penambahan yang signifikan kasus Covid-19;

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MAHASISWA BANDUNG MENGGUNAKAN INTERNET BANKING SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN NON TUNAI DI ERA PANDEMI COVID- 19 (STUDI KASUS APLIKASI LIVIN OLEH