• Tidak ada hasil yang ditemukan

PUSAT KEGIATAN DAN INFORMASI ARSITEKTUR DI DENPASAR.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PUSAT KEGIATAN DAN INFORMASI ARSITEKTUR DI DENPASAR."

Copied!
62
0
0

Teks penuh

(1)

LANDASAN KONSEPTUAL PERANCANGAN TUGAS AKHIR

Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas Dalam Memenuhi Syarat-Syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana Teknik Arsitektur

Periode Februari 2016

PUSAT KEGIATAN DAN INFORMASI ARSITEKTUR

DI DENPASAR

Oleh :

KETUT RYAN BUDHI SAPUTRA

1219251008

UNIVERSITAS UDAYANA

FAKULTAS TEKNIK

JURUSAN ARSITEKTUR (NON-REGULER)

(2)

LANDASAN KONSEPTUAL PERANCANGAN TUGAS AKHIR

Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas Dalam Memenuhi Syarat-Syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana Teknik Arsitektur

Periode Februari 2016

PUSAT KEGIATAN DAN INFORMASI ARSITEKTUR

DI DENPASAR

Oleh :

KETUT RYAN BUDHI SAPUTRA 1219251008

Dosen Pembimbing: 1. Ir. I Made Suarya,MT 2. Ir. I Nengah lanus, MT

UNIVERSITAS UDAYANA

FAKULTAS TEKNIK

JURUSAN ARSITEKTUR (NON-REGULER)

(3)
(4)
(5)

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI

UNIVERSITAS UDAYANA

FAKULTAS TEKNIK

JURUSAN ARSITEKTUR

Kampus Bukit Jimbaran – Bali

 (0361) 701806, 703320, Fax: 701806 www.ft.unud.ac.id

PERNYATAAN

Judul Tugas Akhir : Pusat Kegiatan dan Informasi Arsitektur di Denpasar Nama : Ketut Ryan Budhi Saputra

NIM : 1219251008

Program Studi : Arsitektur Periode : Pebruari 2016

Dengan ini saya menyatakan bahwa Tugas Akhir ini tidak terdapat karya pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi. Sepanjang pengetahuan saya tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan di dalam daftar pustaka.

Denpasar, 16 Juni 2016

Ketut Ryan Budhi Saputra

(6)

ABSTRACT

Architecture development in Indonesia, especially in Bali is progressing very well. This was demonstrated by several indicators including the good development of housing construction, hotels, and other with Balinese architectures style to modern architecture, rise of interest in the architecture department at some universities who provide Architecture Department in Bali, the increasing number of discussions group about architecture, often held architectural competition, and held big events related to knowledge of architecture.

Along with these developments, not accompanied by provision as an information center about architecture competition information and development space in an integrated manner to foster students and architects who will follow the design competition, and to support it, is required also of libraries that can assist in finding architecture literature. This place must provide space to public discuss, thus the aim of creating a good communication for those who want to know about the architecture, practitioners, and students of architecture can take place properly. It also can provide people needs about architectural design services, and be promotional space for manufacturers in the architecture to introduce and marketing its products to designers and consumers. It is reason in Bali, especially in the city of Denpasar required a Center of Activity and Information Architecture So the Center of Activity and Information Architectur in Denpasar can be space for education and information, exhibition, promotion, service center architecture design needs, as space a for held seminars and workshops in order to deepen the knowledge of architecture, as well as a space for sharing information.

Keyword : Architecture, Information, Center

ABSTRAK

Perkembangan Arsitektur di Indonesia khususnya di Bali mengalami kemajuan yang sangat baik. Hal itu ditunjukkan dari beberapa indikator diantaranya dari segi pembangunan baik pembangunan perumahan, hotel, dan properti lainnya yang memiliki gaya arsitektur tradisional Bali hingga modern, peningkatan minat terhadap jurusan arsitektur di beberapa Perguruan Tinggi yang menyediakan prodi Arsitektur di Bali, semakin meningkat adanya kelompok-kelompok diskusi mengenai arsitektur, seringnya diadakan berupa sayembara arsitektur, serta terselenggaranya event-event besar yang ada kaitannya dengan pengetahuan terhadap arsitektur.

Seiring dengan perkembangan tersebut, tidak diiringi dengan penyediaan wadah sebagai sebuah pusat informasi tentang info-info lomba serta ruang pembinaan secara terpadu untuk membina mahasiswa maupun arsitek yang akan mengikuti sayembara desain, serta untuk mendukung hal tersebut, diperlukan juga berupa perpustakaan yang dapat membantu dalam mencari literatur arsitektur. Wadah tersebut haruslah mempunyai sarana dalam pendidikan publik misalnya ruang berdiskusi, maka dengan demikian tujuan untuk terciptanya suatu komunikasi yang baik bagi yang ingin mengetahui tentang ilmu arsitektur, praktisi, maupun mahasiswa arsitektur dapat berlangsung dengan baik. Selain itu juga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan jasa desain arsitektur, dan menjadi ruang promosi bagi produsen di bidang arsitektur untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya kepada para perancang dan konsumen. Sehingga sudah sewajarnya jika di Bali khususnya di kota Denpasar diperlukan sebuah Pusat Kegiatan dan Informasi Arsitektur

Sehingga Pusat Kegiatan dan Informasi Arsitektur di Denpasar ini dapat menjadi suatu wadah edukasi dan inforrmasi, eksebisi/pameran, promosi, pusat pelayanan desain arsitektur, serta sebagai wadah pertemuan untuk melakukan kegiatan seminar maupun workshop dalam rangka memperdalam pengetahuan terhadap bidang arsitektur, serta sebagai wadah untuk berbagi informasi.

(7)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, karena berkat rahmat-Nya lah laporan Tugas Akhir yang berjudul “Pusat Kegiatan dan Informasi di Denpasar” dapat di selesaikan tepat pada waktunya.

Tersusunnya laporan ini bertujuan untuk memenuhi syarat-syarat guna mencapai gelar sarjana Teknik Arsitektur Periode Pebruari 2016. Semoga laporan ini dapat membantu menambah wawasan pembaca, juga dapat menjadi rujukan materi bagi pembaca yang membutuhkan materi sejenis.

Penyusunan laporan ini tentunya tidak lepas dari bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Untuk itu pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :

1. Bapak Prof. Ir. Ngakan Putu Gede Suardana, MT, PhD selaku Dekan Fakultas Teknik, Universitas Udayana.

2. Ibu Dr. Ir. Anak Agung Ayu Oka Saraswati, MT, selaku Ketua Jurusan Arsitektur Universitas Udayana.

3. Bapak Ir. I Nyoman Sudiarta, selaku Pembimbing akademik.

4. Bapak Dr. Ir. Syamsul Alam Paturusi, MSP selaku Dosen Koordinator Seminar Tugas Akhir, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana.

5. Bapak Ir. Ir. I Made Suarya, MT Selaku Dosen Pembimbing I 6. Bapak Ir. I Nengah Lanus, MT selaku Pembimbing II

7. Seluruh staf dosen Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Udayana yang telah memberikan pengetahuan dan arahan selama perkuliahan.

8. Keluarga khususnya Orang tua yang telah memberikan dukungan selama proses perkuliahan berlangsung baik dari segi moral dan materiil.

(8)

10. Serta pihak-pihak dalam keterlibatannya membantu, baik secara langsung maupun secara tidak langsung, proses penyusunan laporan seminar tugas akhir ini.

Penulis menyadari bahwa Laporan Seminar Tugas Akhir tentang “Pusat

Kegiatan dan Informasi Arsitektur di Denpasar” ini masih jauh dari sempurna, oleh

karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan laporan ini.

Akhir kata, Penulis mohon maaf atas kesalahan dan kekeliruan yang terjadi dalam penyusunan laporan ini, semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Denpasar, 2 Pebruari 2016 Penulis

(9)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

SURAT KETERANGAN ... iii

SURAT PERNYATAAN ... iv

ABSTRAK ... v

KATA PENGANTAR ... vi

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR GAMBAR ... xiii

DAFTAR TABEL………...………xviii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang ... 1

1.2. Rumusan Masalah ... 4

1.3. Tujuan ... 4

1.4. Metode Penelitian... 5

1.4.1. Pengumpulan data... 5

1.4.2. Pengolahan data ... 6

1.4.3. Penyimpulan data ... 7

BAB II PEMAHAMAN TERHADAP PUSAT KEGIATAN DAN INFORMASI ARSITEKTUR ... 8

2.1. Tinjauan Pustaka ... 8

2.1.1 Pengertian Pusat Kegiatan dan Informasi Arsitektur ... 8

2.1.2 Batasan Proyek ... 9

2.1.3 Fungsi dasar Pusat Kegiatan dan Informasi Arsitektur ... 8

2.1.4Tinjauan Terhadap Fasilitas Proyek terkait ... 10

(10)

2. Perpustakaan ... 15

3. Exhibition Center ... 18

4. Showroom /Tempat penjualan produk Arsitektur ... 23

2.2. Tinjauan Terhadap Proyek Sejenis... 25

2.2.1Jakarta Design Center (JDC) ... 25

2.2.2Boston Design Center (BDC) ... 33

2.2.3Pasific Design Center (PDC) ... 35

2.2.4. Kesimpulan Proyek Sejenis ... 38

2.3. Spesifikasi Umum ... 39

2.3.1Tujuan dan Sasaran ... 39

2.3.2Fungsi Rancangan ... 39

2.3.3Aktifitas ... 40

2.3.4Civitas ... 41

2.3.5Fasilitas Rancangan ... 41

2.3.6Ruang Lingkup Layanan ... 42

2.3.7Persyaratan Lokasi ... 42

2.3.8Sistem Operasional ... 43

BAB III STUDI PENGADAAN PUSAT KEGIATAN DAN INFORMASI ARSITEKTUR DI DENPASAR ... 44

3.1. Tinjauan Umum Kota Denpasar... 44

3.1.1 Kondisi Fisik... 8

A. Letak Geografis Kota Denpasar ... 44

B. Kondisi Morfologi dan Topografi ... 47

C. Kondisi Hidrologi ... 47

D. Klimatologi ... 48

3.1.2 Kondisi Non Fisik ... 48

A. Laju Pertumbuhan Penduduk ... 48

B. Perekonomian ... 49

C. Konstruksi ... 49

(11)

3.2. Kondisi dan Perkembangan Arsitektur di Bali ... 52

3.2.1Perkembangan Arsitektur berdasarkan Penyelenggaraan Kegiatan 52 3.2.2 Perkembangan Arsitektur berdasarkan Terbentuknya Wadah Diskusi ... 56

3.2.3 Perkembangan bidang Arsitektur berdasarkan Sumber Daya Manusia ... 57

3.2.4 Perkembangan bidang Arsitektur berdasarkan perusahaan yang bergerak pada sektor Arsitektur ... 60

3.2.5 Perkembangan bidang Arsitektur berdasarkan peningkatan sektor Properti di Bali... 61

3.3 Studi Pengadaan Pusat Kegiatan dan Informasi Arsitektur di Denpasar ... 61

3.3.1Studi SWOT ... 61

3.3.2 Rekomendasi terhadap Kelemahan (Weakness) dan Tantangan (threatening) pada Studi SWOT ... 64

3.3.3 Kesimpulan ... 66

3.4. Spesifikasi Khusus ... 66

3.4.1Tujuan, Fungsi dan Sasaran ... 67

3.4.2Fungsi Rancangan ... 67

3.4.3Aktifitas ... 68

3.4.4Civitas ... 69

3.4.5Fasilitas Rancangan ... 69

3.4.6. Ruang Lingkup Layanan ... 71

3.4.7 Persyaratan Lokasi ... 71

3.4.8 Sistem Operasional ... 71

BAB IV TEMA DAN PEMROGRAMAN ... 73

4.1. Tema ... 73

4.1.1 Pendekatan Pemilihan Tema ... 73

4.1.2 Penentuan Tema ... 75

(12)

4.2. Program Ruang ... 75

4.2.1 Program Fungsional ... 76

A. Identifikasi Fungsi ... 76

B. Identifikasi Jenis Kegiatan ... 77

C. Identifikasi Pelaku Kegiatan... 78

D.Fungsi, Proses Kegiatan dan Kebutuhan Ruang. ... 78

F. Kebutuhan Ruang ... 83

4.2.2 Program Performansi ... 86

4.2.3 Program Arsitektural ... 99

A. Studi Kapasitas ... 99

B. Besaran Ruang ... 106

C. Hubungan Ruang ... 107

D. Organisasi Ruang ... 111

E. Sirkulasi Ruang ... 113

4.3 Program Tapak ... 114

4.3.1 Pendekatan Kebutuhan Luas ... 114

4.3.2 Pemilihan Lokasi Tapak ... 114

4.3.3 Analisis Tapak ... 120

A.Lokasi Tapak ... 120

B.Analisis Bentuk, Ukuran dan BUA (Built Up Area) ... 121

C. Analisis Topografi dan Drainase ... 123

D. Analisis Klimatologi ... 124

E. Analisis Vegetasi ... 127

F. Analisa Geologi dan Hidrologi ... 128

G. Analisis Traffic (sirkulasi) ... 129

H. Analisis Utilitas ... 131

I. Analisa Kebisingan (noise) dan polusi ... 132

J. Analisa View ... 134

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ... 136

(13)

5.1.1 Konsep Entrance ... 136

5.1.2 Konsep Zoning Tapak ... 138

5.1.3 Konsep Ruang Luar ... 140

5.1.4 Konsep Parkir ... 143

5.1.5 Konsep Sirkulasi Tapak ... 145

5.1.5 Konsep Pola dan Orientasi Massa ... 146

5.2. Konsep Perancangan Bangunan ... 148

5.2.1 Konsep Zoning Bangunan ... 148

5.2.2 Konsep Sirkulasi Bangunan... 149

5.2.3 Konsep Bentuk Massa ... 151

5.2.4 Konsep Tampilan Bangunan ... 152

5.2.5 Konsep Tampilan Ruang Dalam... 152

5.3. Konsep Utilitas ... 154

5.3.1 Konsep Distribusi Air Bersih ... 154

5.3.2 Konsep Pembuangan Air Buangan (Air Kotor dan Air Bekas) ... 157

5.3.3 Konsep Sistem Pemadam Kebakaran ... 157

5.3.4 Konsep Sistem Distribusi Listrik ... 159

5.3.5 Konsep Sistem Penghawaan ... 160

5.4. Konsep Struktur ... 160

5.4.1 Sub Struktur ... 160

5.4.2 Super Struktur ... 161

5.4.3 Upper Struktur ... 163

DAFTAR PUSTAKA ... 164

LAMPIRAN ... 138

(14)

DAFTAR GAMBAR

BAB II

2.1 Gambar Pelaku kegiatan dan Alur Koordinasi Kantor Konsultan

Perencana Arsitektur ... 12

2.2Gambar Perubahan Tampilan Kantor Arsitektur ... 13

2.3 GambarPenataan Ruang Studio Arsitektur Tipe Self-regulatory- mixed ... 14

2.4Gambar Penataan Ruang Studio Arsitektur Tipe comby office ... 14

2.5 Gambar Space and circulation requirements of filing and other office equipment ... 14

2.6 Gambar Standar Meja pada Ruang Kerja... 15

2.7 Gambar Hubungan Antar Ruang Perpustakaan ... 18

2.8 GambarStandar Furniture Perpustakaan ... 18

2.9 Gambar Sirkulasi Pada Exhibition Center ... 22

2.10 GambarAlternatif Sirkulasi Pada Exhibition Center ... 23

2.11 GambarContoh Showroom ... 24

2.12 GambarLokasi Jakarta Design Center ... 25

2.13 GambarTampilan Jakarta Design Center ... 26

2.14 GambarTampilan Atrium Jakarta Design Center ... 27

2.15 Gambar (a)Ground Floor (b) 1th Floor Jakarta Design Center ... 28

2.16 Gambar (a) 2nd Floor (b) 3rd Floor Jakarta Design Center ... 28

2.17 Gambar (a) 4th Floor (b) 5th Floor Jakarta Design Center ... 28

2.18 Gambar (a) 6th Floor (b) 7th Floor Jakarta Design Center ... 29

2.19 Gambar Ruang Seminar Tipe Lotus Jakarta Design Center ... 30

2.20 Gambar RuangSeminar Tipe Orchid Jakarta Design Center ... 30

2.21 Gambar Ruang Seminar Tipe Flamboyan Jakarta Design Center ... 30

2.22 Gambar Showroom di Jakarta Design Center ... 32

(15)

2.24 GambarShowroom pada Boston Design Center ... 34

2.25 Gambar(a) Designer Longue (b) Café pada Boston Design Center ... 34

2.26 GambarKantor Biro Konsultan pada Boston Design Center ... 35

2.27 GambarPasific Design Center ... 36

2.28 GambarPasific Design Center Mall ... 36

2.29 Gambar Architecture Studio padaPasific Design Center ... 36

2.30 Gambar Galeri Seni, Interior dan Arsitektur pada Pasific Design Center ... 37

2.31 GambarBussines Center dan Ruang Seminar Pasific Design Center ... 37

2.32 GambarRestaurant Pasific Design Center ... 37

BAB III 3.1Gambar Peta Lokasi Kota Denpasar ... 45

3.2 Gambar Luas Wilayah Kota Denpasar Menurut Kecamatan, 2013 ... 46

3.3 Gambar Prosentase Tenaga Kerja menurut Lapangan Usaha Kota Denpasar tahun 2013 ... 49

3.4 GambarData Jumlah kegiatan IAI tahun 2012 hingga 2015 ... 53

3.5 Gambar Data Jumlah Keanggotaan IAI tahun 2012 hingga 2015 ... 57

3.6 Gambar Data Peserta pendidikan Strata 1 dan 2 IAI Bali ... 58

3.7 Gambar Data Perkembangan jumlah Anggota INKINDO Bali bidang jasa Konsultasi Konstruksi ... 60

3.8 Gambar Data Laju Pertumbuhan Sektor Properti Di Denpasar tahun 2011 – 2015 ... 61

BAB IV 4.1 GambarAlur Kegiatan dan Kebutuhan Ruang Fungsi Edukasi dan Informasi ... 78

4.2 Gambar Alur Kegiatan dan Kebutuhan Ruang Fungsi Pertemuan dan Diskusi ... 79

(16)

4.4 Gambar Alur Kegiatan dan Kebutuhan Ruang Fungsi Ekonomi ... 80

4.5 Gambar Alur Kegiatan dan Kebutuhan Ruang Fungsi Pengelolaan Pusat Kegiatan dan Informasi Arsitektur ... 81

4.6 GambarAlur Kegiatan dan Kebutuhan Ruang Fungsi Pengelola Sekretariat IAI Bali ... 81

4.7 Gambar Alur Kegiatan dan Kebutuhan Ruang Fungsi Pengelola Biro Konsultan Perencana Arsitektur... 81

4.8 Gambar Alur Kegiatan dan Kebutuhan Ruang Fungsi Service ... 83

4.9 Gambar Prosentase Proyeksi Jumlah Pengunjung 10 tahun mendatang pada pusat kegiatan dan Informasi Arsitektur di Denpasar ... 102

4.10 Gambar Hubungan Antar Ruang Makro Pusat Kegiatan dan Informasi Arsitektur di Denpasar ... 107

4.11 Gambar Hubungan Antar Ruang Mikro Fungsi Edukasi dan Informasi ... 108

4.12 Gambar Hubungan Antar Ruang Mikro Fungsi Eksebisi dan Diskusi & Pertemuan ... 108

4.13 Gambar Hubungan Antar Ruang Mikro Fungsi Ekonomi ... 109

4.14 Gambar Hubungan Antar Ruang Mikro Fungsi Pengelola ... 109

4.15 Gambar Hubungan Antar Ruang Mikro Fungsi Perkantoran ... 110

4.16 Gambar Hubungan Antar Ruang Mikro Fungsi Service ... 110

4.17 Gambar Pengelompokan Ruang antara ruang utama, penunjang dan pelengkap... 111

4.18 Gambar Organsasi Ruang ... 112

4.19 Gambar Sirkulasi Ruang ... 113

4.20 GambarAlternatif Tapak 1 ... 116

4.21 GambarAlternatif Tapak 2 ... 117

4.22 GambarAlternatif Tapak 3 ... 118

4.23 Gambar Lokasi dan Batasan Tapak... 120

(17)

4.25 Gambar Luas Tapak ... 121

4.26 Gambar BUA (Built Up Area) ... 122

4.27 Gambar Topografi dan Drainase ... 123

4.28 Gambar Potongan Tapak ... 123

4.29 Gambar PengolahanTapak dekat sungai ... 124

4.30 Gambar Sun Path pada areal site ... 125

4.31 Gambar Orientasi Fasad ... 126

4.32 Gambar Vegetasi di areal tapak ... 127

4.33 Gambar Kondisi dan lapisan tanah pada site ... 128

4.34 Gambar Water catchment pool dan Biopori... 129

4.35 Gambar Penempatan Entrance pada Tapak... 130

4.36 Gambar Utilitas pada Tapak... 131

4.37 Gambar Sumber Kebisingan pada Tapak ... 133

4.38 Gambar Zoning berdasarkan analisis kebisingan ... 134

4.39 Gambar Analisis View Pada Tapak ... 134

BAB V 5.1 Gambar Penempatan Entrance pada Tapak... 137

5.2 Gambar Jalur Main Entrance ... 137

5.3 Gambar Main Building sebagai pusat orientasi kegiatan ... 138

5.4 Gambar Diagram axonometric konsep zoning tapak ... 139

5.5 Gambar Zoning Vertikal pada tapak ... 139

5.6 Gambar Konsep Continous Landscape ... 140

5.7 Gambar Diagram Axonometri konsep Ruang luar... 141

5.8 Gambar Penataan pedestrian ... 142

5.9 Gambar Penataan Ruang Terbuka Aktif ... 142

5.10 Gambar Ilustrasi Parkir Outdoor ... 143

(18)

5.12 Gambar Ilustrasi Integrated Mainless Parking System ketika

kendaraan keluar ... 144

5.13 Gambar Diagram Axonometri pola dan arah sirkulasi pada tapak ... 146

5.14 Gambar Output AnalisisView dan Iklim berupa orientasi massa ... 147

5.15 Gambar Orientasi fasad bangunan ... 147

5.16 Gambar Konsep Sirkulasi bangunan ... 150

5.17 Gambar Konsep Bentuk Massa bangunan ... 151

5.18 Gambar Konsep Tampilan Bangunan ... 152

5.19 Gambar Konsep ruang dalam showroom ... 153

5.20 Gambar Konsep ruang dalam Function Room ... 153

5.21 Gambar Konsep ruang dalam Studio Arsitektur pada Biro Konsultan Perencana ... 154

5.22 Gambar Konsep ruang dalam Perpustakaan Arsitektur ... 154

5.23 Gambar Konsep Distribusi Air bersih dengan PDAM ... 155

5.24 Gambar Konsep Rain Water Harvesting System dengan Rain Catcher Tree ... 156

5.25 Gambar Sistem dan Skema penempatan Rain Catcher Tree pada Tapak ... 156

5.26 Gambar Skema pembuangan air kotor dan Air bekas ... 157

5.27 Gambar Skema Sistem distribusi air bersih menuju feed alat pemadam ... 158

5.28 Gambar Skema Penempatam Komponen pemadam kebakaran ... 158

5.29 Gambar Skema Distribusi Listrik... 159

5.30 Gambar Skema sistem distribusi listrik dalam gedung ... 159

5.31 Gambar Konsep Sub Struktur ... 161

5.32 Gambar Konsep Super Struktur ... 162

(19)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1Jenis Exhibition Center ... 20

Tabel 2.2Persyaratan Fasilitas Exhibition Center ... 21

Tabel 2.3Daftar Ruang pada Jakarta Design Center ... 28

Tabel 2.4Daftar Harga, Dimensi dan Kapasitas Tipe Lotus ... 29

Tabel 2.5Daftar Harga, Dimensi dan Kapasitas Tipe Orchid ... 30

Tabel 2.6 Daftar Harga, Dimensi dan Kapasitas dan fasilitas Tipe ... 30

Tabel 3.1 Agenda Kegiatan Ikatan Arsitektur Indonesia daerah Bali 2015 ... 52

Tabel 3.2 Sayembara Arsitektur Tingkat Nasional tahun 2015 ... 54

Tabel 3.3 Arsitek Bali yang memiliki kompetensi tingkat Internasional... 58

Tabel 3.4 Rekomendasi terhadap Kelemahan dan Tantangan pada studi SWOT ... 65

Tabel 4.1Kapasitas Berdasarkan fungsi ... 54

Tabel 4.2 Program Performansi Pada Pusat Kegiatan dan Informasi Arsitektur di Denpasar ... 86

Tabel 4.3Kapasitas Berdasarkan fungsi Edukasi dan Informasi ... 106

Tabel 4.4Kapasitas Berdasarkan fungsi fungsi Diskusi dan Pertemuan ... 107

Tabel 4.5Kapasitas Berdasarkan fungsi Pemeran/Eksebisi ... 107

Tabel 4.6Kapasitas Berdasarkan fungsi Ekonomi ... 107

Tabel 4.7Kapasitas BerdasarkanKapasitas Berdasarkan fungsi Pengelolaan ... 108

Tabel 4.8Kapasitas Berdasarkan fungsi Servis ... 109

Tabel 4.9 Besaran Ruang Pusat Kegiatan dan Informasi Arsitektur di Denpasar ... 110

Tabel 4.10 Total luasan ruang ... 119

Tabel 4.11 Kriteria Pemilihan Tapak ... 128

(20)

BAB 1

PENDAHULUAN

Pada Bab 1—Pendahuluan ini terdiri dari latar belakang, rumusan masalah, tujuan, dan teknik penulisan. Pada latar belakang terdapat uraian alasan dan hal-hal yang mendasari penulisan topik pada makalah Seminar Tugas Akhir ini. Rumusan masalah berisikan masalah yang diidentifikasi dan akan dibahas pada tahap selanjutnya. Tujuan merupakan uraian yang ingin dicapai dari penulisan ini. Teknik penulisan merupakan cara penyusunan dan penulisan makalah Seminar Tugas Akhir ini secara garis besar.

1.1 Latar Belakang

Perkembangan arsitektur di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mengalami kemajuan yang sangat baik. Berbagai kompetisi arsitektur baik nasional maupun internasional menghiasi dunia arsitektur di Indonesia. Berbagai prestasi ditorehkan oleh Indonesia misalnya seperti dilansir oleh situs Tribun News, Indonesia mendapatkan lima penghargaan Arsitek Internasional yang diselenggarakan oleh jurnal FuturArc Prize pada tahun 2011. Sebuah prestasi yang sangat membanggakan dan dapat merupakan salah satu bukti kemajuan arsitektur di Indonesia.

(21)

arsitektur yang cukup maju. Perkembangan tersebut dapat dilihat secara jelas dari segi pembangunan yang terjadi baik pembangunan rumah, hotel, dan properti lainnya yang memiliki gaya arsitektur tradisional Bali hingga modern dapat ditemui di beberapa sudut kota.

Kota Denpasar yang berjuluk Smart City dan Kota kreatif selain merupakan salah satu kota seni dan budaya serta dikenal juga dengan kota pelajar karena memiliki cukup banyak Perguruan Tinggi khususnya yang menyediakan program studi arsitektur. Peminat prodi arsitektur di Bali dari tahun ke tahun semakin meningkat. Berdasarkan data pada laman resmi SBMPTN 2015, khususnya pada Universitas Udayana, menunjukkan bahwa peminat prodi arsitektur mengalami kenaikan yang signifikan yaitu pada tahun 2012 jumlah peminat 454 orang dengan daya tampung 43 (10.13%), kemudian pada tahun 2013 jumlah peminat prodi ini yaitu 514 dengan daya tampung 30 (5.84 %), tahun 2014 mengalami peningkatan kembali yaitu 621 orang dengan daya tamping 36 (5.80%). Hal ini menjadi salah satu indikator dan bukti bahwa ilmu arsitektur semakin banyak di minati oleh masyarakat.

Karya-karya mahasiswa arsitektur pun banyak memberikan pengaruh pada arsitektur di Indonesia karena pelajar khususnya mahasiswa arsitektur dari berbagai perguruan tinggi di Bali selain memiliki tingkat kompetensi yang baik dan mempunyai daya kreatifitas yang tinggi dalam menghasilkan sebuah hasil karya arsitektur. Pameran arsitektur menjadi sebuah wadah untuk para mahasiswa arsitektur memamerkan hasil karya arsitekturnya. Pada bulan Pebruari 2015 waktu lalu diadakan pameran arsitektur yang dilakukan oleh mahasiswa/mahasiswi Arsitektur Udayana yang bertempat di Musem Bali, Denpasar, yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahanan arsitektur terhadap masyarakat dan sebagai wujud apresiasi terhadap karya-karya mahasiswa selama melakukan tugas perancangan. Selain itu, pameran-pameran arsitektur sering diselenggarakan baik oleh pihak swasta, mahasiswa, maupun pemertintah dalam memamerkan suatu produk bangunan, desain, maupun rencana pembangunan daerah.

(22)

Sinarmasland Young Archietct. Namun yang menjadi kendala adalah belum adanya sebuah pusat informasi tentang info-info lomba serta ruang pembinaan secara terpadu untuk membina mahasiswa maupun arsitek yang akan mengikuti sayembara desain. Serta untuk mendukung hal tersebut, diperlukan literatur-literatur penunjang yang dapat memfasilitasi keperluan lomba-lomba desain arsitektur, maka dari itu diperlukan juga berupa perpustakaan yang dapat membantu dalam mencari literatur arsitektur. Wadah tersebut haruslah mempunyai sarana dalam pendidikan publik misalnya ruang berdiskusi, maka dengan demikian tujuan untuk terciptanya suatu komunikasi yang baik bagi yang ingin mengetahui tentang ilmu arsitektur, praktisi, maupun mahasiswa arsitektur dapat berlangsung dengan baik.

Denpasar dengan jumlah dan pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi, serta berbagai strata ekonomi dan latar belakang budaya kehidupan yang ada didalamnya telah memacu meningkatkan berbagai macam kebutuhan akan arsitektur. Kebutuhan itu diantaranya kebutuhan masyarakat akan pelayanan desain, Kebutuhan akan pelayanan yang luas tentang bahan-bahan bangunan bagi para perancang, sehingga perancang mengetahui perkembangan teknologi bahan-bahan bangunan dan yang ada kaitannya dengan arsitektur, kemudian kebutuhan akan suatu wadah bagi produsen. Bagi produsen hal terpenting adalah memperkenalkan dan memasarkan produknya kepada para perancang dan konsumen, khususnya untuk produk-produk baru melalui suatu pameran atau menampilkan produk-produknya pada suatu wadah khusus, maka para produsen, perancang dan konsumen dapat langsung bertatap muka dan saling berdialog untuk menggali informasi sesuai dengan kepentingan masing- masing pihak. Namun fasilitas untuk mewadahi kebutuhan tersebut belum ada di Denpasar. Dalam buku Wastu Citra karya Y.B. Mangunwijaya, arsitektur mempunyai hubungan yang erat dengan manusia. Masalah arsitektur yang terjadi di sekitar tidak hanya diselesaikan oleh teknologi bangunan tetapi juga pendekatan terhadap manusia itu sendiri. Seperti halnya pada sebuah tema pada sebuah IAI Award 2011 “Arsitektur Yang Berbagi”.

“…hakekat berarsitektur adalah memberikan manfaat sebesarbesarnya bagi masyarakat dan lingkungannya.”

(23)

Informasi arsitektur yang berfungsi sebagai sentra informasi, konsultasi, promosi dan pameran karya arsitektur (berupa bahan bangunan, maket suatu proyek yang akan ditawarkan pada masyarakat, serta karya-karya dari sebuah lomba dalam bidang arsitektur) sehingga akan menjadi suatu wadah yang tepat dalam menjembatani komunikasi antara mahasiswa arsitektur, arsitek, masyarakat, dan produsen bahan-bahan bangunan, dan perlengakapan arsitektur lainnya dengan masyarakat.

1.2 Rumusan Masalah

Penulis merumuskan beberapa masalah yang muncul dan melatarbelakangi penulisan, yang nantinya akan dibahas dan dicari solusinya, diantaranya:

1. Fasilitas apa saja yang diperlukan sehingga dapat mewadahi kegiatan secara efektif?

2. Dimana idealnya Pusat Kegiatan dan Informasi Arsitektur direncanakan, sehingga dapat bermanfaat memperkaya khasanah arsitektur, dan tercipta harmonisasi lingkungan?

3. Siapa yang dilayani oleh Pusat Kegiatan dan Informasi Arsitektur, berapa besar kapasitasnya terkait layanan yang direncanakan?

4. Bagaimana konsep perancangan Pusat Kegiatan dan Informasi Arsitektur, yang dapat dikatakan ideal sesuai konteks lokasi dan civitas, dan dapat mencapai efektifitas serta harmonis dengan lingkungannya?

1.3 Tujuan

Ada beberapa tujuan dari perancangan Pusat Kegiatan dan Informasi Arsitektur ini, yaitu

1. Meningkatkan minat dan pengetahuan terhadap Arsitektur dan mewadahi masyarakat akan kebutuhan karya-karya arsitektur seperti konsultasi desain. 2. Mewadahi pertemuan mengenai Arsitektur antara arsitek dengan arsitek atau

(24)

3. Mewadahi pameran-pameran Arsitektur baik dari dalam dan luar negeri untuk meningkatkan penghayatan masyarakat dan arsitek terhadap Arsitektur secara luas.

1.4 Metodelogi Penelitian

Metode penelitian yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu pengumpulan data serta metode pengolahan data.

1.4.1. Metode Pengumpulan Data

Metode yang digunakan dalam pengumpulan data ada dua jenis , sebagai berikut :

a. Data Primer

Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari sumbernya serta semua keterangan yang untuk pertama kalinya diamati dan dicatat oleh peneliti. Data primer ini diperoleh melalui :

1. Metode wawancara

Melakukan wawancara langsung dilapangan dengan pihak – pihak terkait di tempat Konsultan Perencana/Studio Arsitektur, Galeri Arsitektur, dan beberapa tempat yang terkait

2. Metode Observasi

Data yang dicari dengan menggunakan pengamatan langsung dilapangan diantaranya :

- Data tentang kondisi fisik dan non lahan fisik Pusat Kegiatan dan Informasi Arsitektur seperti kondisi lahan, potensi lokasi serta permasalahan terhadap daerah sekitar dan hal – hal lain yang dapat mempengaruhi atau menjadi batasan – batasan dalam proses perancangan nantinya.

- Mempelajari karakter lokasi dan merasakan langsung berada dilokasi sehingga memudahkan munculnya ide – ide atau konsep dalam suatu perancangan.

b. Data Sekunder

(25)

1) Studi Literatur

Pengumpulan data melalui studi literatur ini dapat digunakan sebagai data penunjang untuk proses perencanaan dan perancangan kedepannya, berupa buku, internet, dan lainya yang terkait dengan fasilitas-fasilitas yang ada pada Pusat Kegiatan dan Informasi Arsitektur di Denpasar.

2) Tinjauan Fasilitas Sejenis

Tinjauan Fasilitas Sejenis dilakukan dengan cara pengamatan secara tidak langsung maupun secara langsung, dimana tinjauan tidak langsung dapat diperoleh melalui media internet dan tinajauan secara langsung dilakukan dengan cara mendatangi dan mengamati secara langsung fasilitas sejenis yang sudah ada, demi mendapatkan informasi yang dapat membantu perencanaan kedepannya.

1.4.2 Metode Pengolahan Data

Pengolahan data dilakukan pada data data yang telah terkumpul untuk memperoleh suatu informasi yang akan digunakan untuk pertimbangan perencanaan dan perancangannya. Teknik pengolahan data ini terdiri dari Kompilasi data dan analisis data.

A. Kompilasi data

Kompilasi data merupakan teknik pengolahan data dengan cara pemilihan dan pengelompokan data berdasarkan jenis, kriteria dan hubungan keterkaitannya.

B. Analisis data

Analisis data merupakan teknik pengolahan data dengan beberapa pendekatan pendekatan, yaitu :

1) Kualitatif, merupakan analisa data melalui proses deskripsi yang kemudian ditransformasikan ke dalam skala yang lebih sempit dan mudah dimengerti, seperti dalam bentuk diagram ataupun skema

(26)

3) Komparatif, yaitu membandingkan teori pada literatur dengan kenyataan yang ada sehingga menemukan pemecahan permasalahan.

C. Sintesis

Sintesis merupakan teknik yang digunakan untuk mentrasnformasikan data-data dan informasi yang didapat menjadi alternatif solusi pemecahan masalah, dimana akan memperoleh sebuah kesimpulan dalam bentuk alternatif.

1.4.3 Penyimpulan data

Penyimpulan data merupakan teknik penarikan kesimpulan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini adalah sebagai berikut :

A. Deduksi

Pengambilan keputusan dilakukan dari hal-hal yang bersifat umum menuju hal-hal yang bersifat khusus

B. Induksi

(27)

BAB 2

PEMAHAMAN TERHADAP PUSAT KEGIATAN

DAN INFORMASI ARSITEKTUR

Pada Bab II ini akan dijabarkan mengenai tinjauan pustaka mengenai Pusat Kegiatan dan Informasi Arsitektur dan hal-hal yang berkaitan dengan fasilitas objek, serta tinjauan dan studi proyek sejenis mengenai objek sejenis juga dapat digunakan sebagai acuan dalam perencanaan dan perancangan kedepanya.

2.1. Tinjauan Pustaka

2.1.1 Pengertian Pusat Kegiatan dan Informasi Arsitektur

Untuk memudahkan memahami judul maka perlu diuraikan pengertian judul proyek ini sebagai berikut :

- Pusat : menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) pusat berarti Pokok, pangkal atau yang jadi pumpunan 1.

- Kegiatan diartikan sebagai suatu aktivitas; usaha; pekerjaan (KBBI) 2. - Informasi : pemberitahuan; kabar atau berita tentang sesuatu (KBBI)

1

Departemen Pendidikan Nasional. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. edisi ketiga, Jakarta : Balai Pustaka 2

(28)

- Arsitektur : Arsitektur merupakan ilmu yang berkaitan dengan perencanaan dan perancangan suatu wadah untuk menampung kegiatan manusia. Menurut Amos Rappoport (1981 ) : Arsitektur adalah ruang tempat hidup manusia, yang lebih dari sekedar fisik, tapi juga menyangkut pranata-pranata budaya dasar. Pranata ini meliputi: tata atur kehidupan sosial dan budaya masyarkat, yang diwadahi dan sekaligus memperngaruhi arsitektur3.

Jadi Pusat Kegiatan dan Informasi Arsitektur dapat didefinisikan sebagai pusat atau sentra segala aktifitas yang berkaitan dengan ilmu arsitektur dan segala bentuk informasi terkini mengenai perkembangan arsitektur, karya arsitektur, serta menjadi suatu wadah kerjasama diantara konsumen, produsen dan para profesional bidang arsitektur.

Menurut Prana (2015), selaku ketua IAI Bali, Pusat Kegiatan dan Informasi Arsitektur erat kaitannya pada suatu wadah pelayanan baik berupa barang maupun jasa, khususnya di bidang bangunan dan arsitektur. Wadah ini juga sebagai eksebisi, edukasi, dan pelatihan skill para arsitek muda untuk mempersiapkan diri sebagai arsitek handal/Profesional Architect agar dapat bersaing dikancah global4.

2.1.2 Batasan Proyek

Batasan mengenai Pusat Kegiatan dan Informasi Arsitektur yaitu mencakup Fasilitas-fasilitas yang hanya mewadahi kegiatan arsitektur, dengan lingkup pelayanan untuk masyarakat awam, mahasiswa arsitektur, Arsitek dan Pencinta seni arsitektur. Fasilitas-fasilitas yang berkaitan dengan arsitektur dan desain seperti :

1. kantor konsultan Perencana/Architecture Studio

2. Perpustakaan 3. Exhibition hall

4. Function Room (Ruang Seminar, Workshop, Meeting)

3Zahmad, Markus. 2009. Pendekatan dalam Perancangan Arsitektur. Yogyakarta : Kanisius

(29)

5. Showroom tempat penjualan furniture, material bangunan dengan teknologi terbaru, dan perlengkapan arsitektur yang ada kaitannya dengan kebutuhan mahasiswa.

2.1.3 Fungsi dasar Pusat Kegiatan dan Informasi Arsitektur

Sebagai suatu lembaga yang baru dan mempunyai ruang lingkup yang spesifik di bidang bangunan, maka fungsi dasar suatu pusat kegiatan arsitektur adalah sebagai berikut:

a. Aktifitas pengembangan skill arsitektur muda dan pusat informasi perkembangan arsitektur terkini, pusat informasi pengembangan arsitektur daerah,serta pusat informasi perlombaan sayembara nasional dan internasional.

b. Pusat diadakannya pertemuan mengenai Arsitektur antara arsitek dengan arsitek atau dengan Pihak Pemerintah, serta masyarakat awam. Untuk membudayakan dialog, kritik serta apresiasi masyarakat terhadap Arsitektur.

c. Mewadahi pameran-pameran Arsitektur baik dari dalam dan luar negeri untuk meningkatkan penghayatan masyarakat dan arsitek terhadap Arsitektur secara luas.

2.1.4 Tinjauan Terhadap Fasilitas Proyek terkait

1. Kantor Konsultan Perencana

Pada pemahaman ini akan dibahas tentang pengertian konsultan perencana arsitektur, ruang lingkup profesi, persyaratan dan klasifikasi, bentuk badan usaha, hak dan tanggung jawab, serta cara mendapatkan pekerjaan

A. Pengertian Konsultan Perencana Arsitektur

(30)

lelang, dokumen pelaksanaan konstruksi dan memberikan penjelasan pada waktu pelelangan serta memberikan penjelasan terhadap persoalan-persoalan perancangan yang timbul selama tahap konstruksi serta bertanggung jawab secara konstruksi kepada pemimpin projek atau pemimpin bagian projek 5.

Menurut Hunt, W.D. (dalam Meyer,1983), Kantor adalah suatu bangunan yang mewadahi transaksi bisnis dengan pelayanan secara professional6. Jadi Kantor Konsultan Perencana Arsitektur dapat didefinisikan sebagai suatu wadah yang memberikan pelayanan terhadap konsultasi dalam bidang perencanaan (planning) lingkungan, perancangan (designing) bangunan beserta kelengkapannya.

B. Ruang Lingkup Pelayanan Konsultan Perencana Arsitektur

Ruang lingkup layanan jasa konsultasi yang diberikan oleh konsultan perencana mencakup layanan survey, layanan studi makro, layanan studi rinci, layanan perancangan dan perencanaan, layanan pengawasan, layanan produksi dan industri, layanan konsultasi operasi dan pemeliharaan serta rehabilitasi, layanan jasa informasi, layanan jasa manajemen, penelitian dan pelatihan serta layanan jasa penasehat6. Bentuk layanan konsultan perencana arsitektur dapat dibagi menjadi 2,

yaitu Planning and Design dan Design Direction.

a. Planning and Design, meliputi:

1) Architectural Planning and Design

2) Landscape Planning and Design

3) Lighting Planning and Design

b. Design Direction, meliputi:

1) Structure

2) Mechanical & Electrical

3) Interior Design

5

Departemen Keuangan dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, 2000 : 55 6

(31)

4) Communication Media

C. Pelaku Kegiatan dan Alur Koordinasi Konsultan Perencana

Dalam Konsultan perencana Arsitektur umumnya dipimpin oleh Principal Architect, yang menjadi penghubung antara client untuk menentukan requirement project, dan menyepakati nilai proyek. Berdasarkan buku The Profesional Practiceof Architectural Working Drawing (5:2003), maka dapat digambarkan pelaku kegiatan dan alur koordinasi pada konsultan perencana Arsitektur sebagai berikut :

D. Kantor Konsultan Perencana Arsitektur

Bentuk fisik penataan kantor perencana arsitektur mengalami perubahan seiring dengan perkembangan jaman, dahulunya ruang kerja arsitektur yang hanya dilengkapi dengan meja gambar, namun seiring dengan kemajuan teknologi sudah mengalami perubahan menjadi sistem komputerisasi.

Gambar 2.1 Pelaku kegiatan dan Alur Koordinasi Kantor Konsultan Perencana Arsitektur

(32)

“The Physical plan of architectural office has began take a new look. Rows and rows of drafting tables and cubicle are being replaced to the work mobile stations, giving an entirely new appearance to the work environtment”7.

Di era perkembangan teknologi, sistem manual yang digunakan terdahulu sudah berubah menjadi berbasis komputerisasi yang lebih dikenal dengan CAD (Computer Aided Design), sehingga para perancang akan semakin dipermudah dengan teknologi ini.

1. Standar Ruang Konsultan Perencana Arsitektur

Standar Fasilitas Ruang

Ruang-ruang yang dibutuhkan pada kantor konsultan perencana arsitektur diantaranya Studio Arsitektur, Ruang Administrasi, Ruang Receptionist, Ruang Meeting, Ruang Kepala Studio, Ruang Direktur, dan Toilet. Serta perlengkapan yang diperlukan diantaranya meja kerja, meja rapat, kursi, lemari buku, Rak kayu, Buffet, Komputer, Printer, Telepon, Komputer Printer, Scanner, LCD &Layard an Plotter.

7

Wakita, Osamu & M.Linde, Richard.2003. The Profesional Practice of Architectural Working Drawing. New York : John Wiley & Sons Inc,

Gambar 2.2 Perubahan Tampilan Kantor Arsitektur

(33)

Standar Penataan Ruang Kerja

a. Penataan Studio Arsitektur

Gambar 2.3 Penataan Ruang Studio Arsitektur Tipe Self-regulatory-mixed

Sumber: : Metric Handbook Planning and Design Data, Third Edition (185 : 2008)

Gambar 2.4 Penataan Ruang Studio Arsitektur Tipe comby office

Sumber: : Metric Handbook Planning and Design Data, Third Edition (186 : 2008)

Gambar 2.5 Space and circulation requirements of filing and other office equipment

(34)

2 Perpustakaan

Pada pemahaman ini akan dibahas tentang pengertian Perpustakaan, jenis perpustakaan, ruang lingkup literatur yang diwadahi dan persyaratan ruang pada perpustakaan.

A. Pengertian Perpustakaan

Menurut IFLA (Internasional Federation of Library Association)

“Perpustakaan merupakan kumpulan bahan tercetak dan non tercetak dan atau sumber informasi dalam komputer yang tersusun secara sistematis untuk kepentingan pemakai8. Perpustakaan juga dapat didefinisikan sebagai tempat untuk mengembangkan informasi dan pengetahuan yang dikelola oleh suatu lembaga pendidikan, sekaligus sebagai sarana edukatif untuk membantu memperlancar cakrawala pendidik dan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar8.

8

Basuki, Sulistyo. 2003. Pengantar Ilmu Perpustakaan, Jakarta: universitas terbuka.

Gambar 2.6 Standar Meja pada Ruang Kerja

(35)

B. Jenis Perpustakaan

Berdasarkan IFLA mengelompokkan jenis-jenis perpustakaan atas : 1. Perpustakaan Nasional (National Library)

2. Perpustakaan Umum (Public Library)

3. Perpustakaan Perguruan Tinggi (University Library) 4. Perpustakaan Sekolah (School Library)

5. Perpustakaan Khusus (Special Library) 6. Perpustakaan Wilayah

7. Perpustakaan Keliling

C. Perpustakaan Khusus

The Internationl Standard For Library and Information ScienceI, mendefinisikan perpustakaan khusus sebagai perpustakaan yang berdiri sendiri yang mencakup satu disiplin ilmu atau bidang pengetahuan khusus atau area minat khusu. Istilah perpustakaan khusus meliputi perpustakaan yang secara utama melayani pengguna dengan kategori tertentu, atau terutama menyediakan bagian dokumen secara spesifik.

a. Layanan Informasi Perpustakan Khusus

Layanan informasi yang disediakan oleh perpustakaan khusus merupakan salah satu karakteristik yang membedakkan perpustakaan khusus dengan perpustakaan jenis

lainnya. Ferguson dan Mobley (8:1984) mengatakan bahwa “These Libraries are devoted to utilitarian information service rather than scholarly or educational9”. Dari hal ini dapat disimpulakan bahwa perpustakaan khusus lebih menekankan pada fungsi layanan informasi daripada fungsi pendidikan.

Ada tujuh jenis pelayanan informasi yang dapat disediakan oleh perpustakaan khusus, diantaranya layanan peminajaman, layanan referens, layanan

9

(36)

bibliografis, layanan kesiagaan informasi, layanan terjemahan dan layanan penelurusan online.

b. Sistem Layanan Perpustakaan

Ada dua macam sistem pelayanan yang biasa dilakukan oleh perpustakaan yaitu sistem pelayanan terbuka dan sistem pelayanan tertutup.

1) Sistem Pelayanan Tertutup (Close Access)

a. Kebalikan dari sistem terbuka, pengunjung tidak boleh masuk ke ruangan koleksi, tetapi yang dibutuhkannya harus diambilkan oleh petugas. Penelusuran/pencarian koleksi harus melalui katalog. Petugas selain mencatat peminjaman dan pengembalian, juga mengambilkan dan mengembalikan koleksi ke rak.

2) Sistem Pelayanan Terbuka (Open Access)

a. Dalam sistem pelayanan terbuka perpustakaan memberi kebebasan kepada pengguna untuk dapat masuk dan memilih sendiri koleksi yang diinginkannya dari rak. Petugas hanya mencatat apabila koleksi tersebu akan dipinjam serta dikembalikan.

C. Standar Ruang Perpustakaan

Standar Kebutuhan Ruang

(37)

Standar Komponen Ruang Perpustakaan

2.1.4.3 Exhibition Center

Pada pemahaman ini akan dibahas tentang pengertian Exhibition Center, jenis jenis-jenis exhibition center, dan persyaratan ruang pada perpustakaan.

A. Pengertian Exhibition Center

Exhibition Center secara umum merupakan gedung multifungsi yang memadukan fungsi eksibisi dan konferensi yang di dalamnya menawarkan area

Gambar 2.7 Hubungan Antar Ruang Perpustakaan

Sumber: : Data Arsitek Jilid 1 (148 : 1991)

Gambar 2.8 Standar Furniture Perpustakaan

(38)

yang cukup untuk mengakomodasi ribuan pengunjung. Exhibition Center

menyewakan ruang untuk pertemuan seperti konferensi perusahaan, pameran dan perdagangan industri. Exhibition center merupakan gabungan yang harus mewadahi 3 fungsi yaitu pertemuan (meeting), konferensi (conference), dan pameran (exhibition)10.

Fasilitas Eksibisi disediakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat dan komersial. Eksibisi tersebut digunakan untuk memungkinkan pengunjung untuk melihat dan memperoleh informasi spesifik, misalnya:

 Karya seni, peninggalan sejarah, penemuan-penemuan ilmiah, prestasi teknologi, keragaman lingkungan dan warisan budaya

 Produk dan jasa yang tersedia untuk konsumen umum atau yang diidentifikasi sebagai kelompok pengguna barang dan jasa.

B. Bentuk Kegiatan Exhibition Center

Berikut bentuk-bentuk pertemuan menurut Fred Lawson, dalam bukunya

Conference, Convention, and Exhibition Facilities, yang dapat ditampung dalam sebuah exhibition center, antara lain:

1. Kegiatan exhibition dan trade fair

1. Trade show and fairs, yang mengumpulkan penjual dan pembeli produk,

barang dan jasa bersama-sama dalam sektor industri tertentu

2. Consumer show or fair, pameran yang terbuka untuk masyarakat umum

3. Campuran trade-consumer shows or fair, yang mengizinkan masyarakat umum mengikuti atau membuka pameran pada hari-hari tertentu saja 4. Private exhibitions, di mana masing-masing perusahaan atau lembaga

menyelenggarakan pameran mereka sendiri untuk menunjukkan produk yang mereka pilih atau ciptakan ke khalayak

10

(39)

5. peluncuran produk, yang memperkenalkan barang baru dan layanan yang mungkin ditampilkan dalam perdagangan, pameran pribadi atau keduanya.

2. Kegiatan Convention dan Congres

1. Kongres, merupakan pertemuan untuk mendiskusikan atau menetapkan penyelesaian sejumlah permasalahan.

2. Konvensi, merupakan pertemuan sejumlah orang untuk suatu objek umum atau untuk bertukar pikiran, pandangan dalam grup.

3. Konferensi, merupakan sesi umum dan face to face kelompok dengan partisipasi yang tinggi terutama terhadap perencanaan, mendapatkan fakta informasi, ataupun menyelesaikan masalah. Biasanya terdiri dari satu golongan seperti profesi, asosiasi, dan perusahaan. Pertemuan ini terkesan sangat formal dan mendorong partisipasi kolektif dalam mencapai pendapat obyektif dan tujuan.

4. Seminar, umumnya tatap muka berbagi pengalaman tentang fakta di bawah bimbingan seorang pemimpin diskusi. Pesertanya lebih dari 30 orang

5. Workshop, umumnya terdiri dari sesi umum bersamaan dengan tatap muka

peserta untuk meningkatkan pengetahuan baru, kemampuan dan wawasan dalam masalah. Pesertanya lebih dari 35 orang.

6. Simposium, diskusi panel dengan pemberian pemaparan ahli sebelum sesi audiensi. Walaupun partisipasi pendengar rendah dalam simposium

7. Forum, diskusi panel yang mengambil sisi yang bertolak belakang oleh ahli dengan pemberian pemaparan dan memberikan kesempatan kepada pendengar untuk berpartisipasi.

8. Kuliah umum, presentasi resmi oleh seorang ahli yang diikuti dengan sesi tanya jawab.

9. Panel, dua atau lebih pembicara yang mengemukakan sudut pandang dengan diskusi antar pembicara yang dipimpin oleh moderator.

(40)

seputar masalah yang paling banyak. Diskusi ini memiliki penekanan sama pada diskusi dan instruksinya.

C. Jenis-jenis Exhibition Center Tabel 2.1 Jenis Exhibition Center

Roles (peran) Types Of centers Types of exhibits

cultural

Visitor centers

Museum

Art galeries

Science center

- National collections

- Regional collections

- Local collections

- Private collections

Commercial-cultural

Visitor centres

Private colletions

- Company sponsored

- Privatly operated

- Designed exhibitions

Commercial

Design centres

Trade centres

Display cases

- Company display

- Leased space

- Featured exhibitions

(41)

D. Jenis dan Persyaratan Exhibition Center

Tabel 2.2. Persyaratan Fasilitas Exhibition Center

Aspect Checklist

Public accsess Sarana transportasi, ruang tunggu, fasilitas parkir

Sensitive areas Perlindungan terhadap pengrusakan dan kerusakan (pagar, parit).

Penggabungan dalam susunan (halaman, konservatori kaca)

Security generally Pengendalian jalur akses, sistem pengawasan

Flood lighting pencahayaan bangunan dan outdoor pameran (Sistem

pencahayaan, lokasi). Pencahayaan pintu masuk dan pendekatan

Maintenance Ground maintance, building fabric, window cleaning

Emergency access and egress

Lokasi keluar dan tempat berkumpul. Akses kendaraan, hidran air, pencahayaan darurat

Technical plant Plant room requirements, location, limitation of noise, vibration;

effuvia, storage and safety requirements

Exhibits and other deliveries

Loading dock requirements, dimensional clearances, handling equipment, security control, weather protection

Sumber: : Congress, Convention, and Exhibition Facilities, Fred Lawson (117:2000)

Gambar 2.9 Sirkulasi Pada Exhibition Center

(42)

2.1.4.4 Showroom /Tempat penjualan produk Arsitektur

Pada pemahaman ini akan dibahas tentang pengertian Showroom, Fungsi dan Tujuan Showroom

A. Pengertian Showroom

Showroom dapat diartikan sebagai tempat display untuk furniture ataupun barang yang bertujuan untuk dipamerkan dan dijual oleh suatu produsen. Sedangkan Showroom Arsitektur adalah suatu wadah untuk memamerkan produk-produk arsitektur baik berupa furniture, material bangunan terbaru, maupun perlengkapan lainnya yang ada kaitannya dengan bidang arsitektur.

B. Fungsi dan Tujuan

Fungsi showroom/anchor tenant menurut Drs. Abdul Latif menyebutkan ada 4 fungsi perdagangan, yaitu11 :

- Sebagai tempat untuk menginformasikan dan memasarkan berbagai jenis barang/produk dari produsen ke konsumen.

- Sebagai market test terhadap produk-produk yang dilempar ke pasaran untuk mengetahui harga, kualita dan opini masyarakat.

- Sebagai suatu titik orientasi kehidupan sosial masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya.

11

Latif, Abdul. 2000.Beberapa Aspek Pemasaran Barang-barang, Majalah Promosi Ekonomi. Jakarta.

Gambar 2.10 Alternatif Sirkulasi Pada Exhibition Center

(43)

- Sebagai community center yaitu tempat berkumpulnya, interaksi sosial dan bisnis antara konsumen dan lembaga terkait.

Tujuan dari pengadaan fasilitas showroom arsitektur ini adalah :

- Sebagai wadah unutuk memberikan pelayanan informasi dan promosi untuk para pengunjung atau calon pembeli.

- Sebagai wadah untuk memberikan pelayanan informasi dan pemberdayaan terhadap industri kreatif khususnya dalam industri furniture dan bahan bangunan teknologi terbaru.

- mewadahi kegiatan pemasaran (marketing) dan penjualan (sales) produk-produk arsitektur secara efektif dan terkodinir.

B. Contoh Showroom Arsitektur

Gambar 2.11 Contoh Showroom

(44)

2.2 Tinjauan Terhadap Proyek Sejenis

Pada Tinjauan proyek sejenis akan mengamati serta meninaju atau membandingkan proyek sejenis yang digunakan sebagai acuan pada proyek yang akan dibuat, dalam hal ini proyek sejenis yang akan dikaji yaitu :

2.2.1 Jakarta Design Center (JDC)

Jakarta Design Center merupakan sebuah wadah untuk menampung karya-karya arsitektur, tempat kerjasama diantara konsumen, produsen dan para profesional bidang arsitektur disamping itu juga dapat meningkatkan kualitas produk dalam negeri.

Jakarta Design Center yang mulai beroperasi pada pertengahan bulan Maret 1990 merupakan suatu gedung pusat pelayanan desain terpadu serta sebuah sentra spesifik di bidang arsitektur dan desain baru di Jakarta ataupun di Indonesia. Gedung Design Center pertama di Indonesia ini dimaksudkan sebagai pusat informasi mengenai produk interior dan arsitektur dalam bentuk visual dan tiga dimensi, baik untuk perancang maupun untuk masyarakat umum. Sebagai pusat pelayanan desain terpadu, Jakarta Design Center menyajikan kepada perancang maupun masyarakat untuk melihat langsung semua elemen bangunan dan interior secara lengkap dalam skala sesungguhnya sehingga tidak perlu membuang waktu untuk mencari informasi produk yang letaknya berjauhan.

- Lokasi

Gambar 2.12 . Lokasi Jakarta Design Center

Sumber: Lokasi JDC.

(45)

Lokasi Jakarta Design Center sangat strategis yaitu di Jl. Jendral Gatot Subroto. Pemilihan lokasi ini berdasarkan letaknya yang mudah dicapai dari arah manapun sehingga sangat mendukung fungsinya sebagai pusat informasi interior dan arsitektur. Jakarta Design Center ini terletak pada lahan seluas 1,3 Ha mempunyai dengan total luas bangunan sekitar 24.000m2. JDC ini terletak pada jalur yang sangat padat dan juga bukan pada daerah terpencil.

- Tampilan Fisik Jakarta Design Center

Tampilan fisik bagunan Jakarta Design Centre merupakan bentuk segi empat dengan penampilan eksterior massif mengadopsi langgam arsitektur modern yaitu Internatinal Style yang secara keseluruhan disebut clear architecture, artinya tanpa penggunaan ornamentasi, hanya permainan bidang-bidang geometri. Bentuk yang demikian diharapkan dapat diterima oleh semua generasi, sehingga usia desain dapat bertahan sampai 100 tahun.

Bentuk segi empat masif muncul akibat orientasi bangunan yang mengarah ke dalam. Ruang-ruang pamer selalu dilihat dari dalam bangunan, sehingga tidak perlu adanya bukaan pada fasad. Hal ini lebih mendukung obyek yang dipamerkan agar lebih jelas dan terfokus bila tidak ada bukaan kaca pada dinding luarnya. Agar tampilan luar bangunan tidak terlalu masif, maka dibuat pada keempat sudut segi

Gambar 2.13 Tampilan Jakarta Design Center

(46)

empat. Bukaan kaca pada keempat sudut tersebut selain berfungsi sebagai bukaan juga difungsikan sebagai tempat tangga darurat.

- Tampilan Ruang Dalam

Jakarta Design Centre memiliki luasan total bangunan sekitar 26.000 m2. Pada gedung ini terdapat atrium sebagai ruang terbuka yang menerus dari lantai dasar sampai lantai enam. Atrium disini mempunyai peranan yang cukup penting yang dapat digunakan sebagai sarana kontak visual lantai.

Eskalator sebagai alat transportasi vertikal terdapat pada atrium. Lubang atrium yang seluas kurang lebih 155 meter persegi berfungsi juga sebagai pusat orientasi ruang dalam, hal ini untuk memudahkan orientasi pengunjung yang sedang memperhatikan obyek yang dipamerkan dan memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi pengunjung dapat tercapai. Selain itu untuk menunjang kenyamanan pengunjung dibuat koridor dengan ukuran yang cukup lebar, kurang lebih 5 meter. Secara umum fungsi bangunan Jakarta Design Centre ini adalah tempat pameran. Pembagian fungsi dan aktifitas dalam bangunan design centre ini dibuat dari lantai ke lantai.

Gambar 2.14 . Tampilan Atrium Jakarta Design Center

(47)

Gambar 2.15. (a)Ground Floor (b) 1th Floor Jakarta Design Center

Sumber: http://j-d-c.com/ . Diakses 10 Oktober 2015

(a) (b)

Gambar 2.16 (a) 2nd Floor (b) 3rd Floor Jakarta Design Center

Sumber: http://j-d-c.com/ . Diakses 10 Oktober 2015

(a) (b)

Gambar 2.17 . (a) 4th Floor (b) 5th Floor Jakarta Design Center

Sumber: http://j-d-c.com/ . Diakses 10 Oktober 2015

(48)

Ground Floor

- Tenant (Adirasa Catering, Kopkar BTG, Acqua

Trend, Galleria Prima Asri, Kuka)

- R. Seminar (lotus, Orchid, Flamboyan)

- Toilet

- Office Culture by Cellini

- Trend Interiors Commercial

- Trend Interiors Office

- Kantor IAI (IAI nasional dan DKI)

- Kantor HDII DKI dan Nasional

- R. Pompa dan Chiller

- R.Meeting

Gambar 2.18 . (a) 6th Floor (b) 7th Floor Jakarta Design Center

Sumber: http://j-d-c.com/ . Diakses 10 Oktober 2015

(a) (b)

Tabel 2.3. Daftar Ruang pada Jakarta Design Center

(49)

- Fasilitas Seminar dan Showroom

Pada Jakarta Design Center menyediakan ruang seminar dan showroom yang berkaitan dengan perlengkapan arsitektur. Ruang seminar yang disediakan memiliki 3 tipe, yaitu Lotus, Orchid, dan Flamboyan.

1. Lotus

Deskripsi Lotus 1 Lotus 2 Lotus 3

Harga Rp. 1.300.000/hari Rp. 2.500.000/hari Rp. 3.200.000/hari

Dimensi 14,4 x 7,2m 14,4 x 14,4m 14,4 x 21,6m

KapasitasTipe Theater

100 orang 200 orang 300 orang

Kapasitas tipe ruang kelas

50 orang 100 orang 150 orang

2. Orchid

Gambar 2.19. Ruang Seminar Tipe Lotus Jakarta Design Center

Sumber: http://j-d-c.com/ . Diakses 10 Oktober 2015

Tabel 2.4 . Daftar Harga, Dimensi dan Kapasitas Tipe Lotus

Sumber: http://j-d-c.com/ . Diakses 10 Oktober 2015

Gambar 2.20 . Ruang Seminar Tipe Orchid Jakarta Design Center

(50)

Deskripsi Orchid 1 Orchid 2

Harga Rp. 1.100.000/hari Rp. 1.100.000/hari

Dimensi 11 x 7,6m 12 x 6,2m

KapasitasTipe Theater

60 orang 60 orang

Kapasitas tipe ruang kelas

35 orang 35 orang

3. Flamboyan Room

Deskripsi Standar Audiovisual

Harga Rp. 1.250.000/hari Rp. 1.750.000/hari

Dimensi 12,1 x 13,7m 12,1 x 13,7m

KapasitasTipe Theater

130 orang 130 orang

Fasilitas - LCD,DVD, VCD

Sumber: http://j-d-c.com/ . Diakses 10 Oktober 2015

Gambar 2.21 Ruang Seminar Tipe Flamboyan Jakarta Design Center

Sumber: http://j-d-c.com/ . Diakses 10 Oktober 2015

Tabel 2.6 . Daftar Harga, Dimensi dan Kapasitas dan fasilitas Tipe

Sumber: http://j-d-c.com/ . Diakses 10 Oktober 2015

(51)

-Showroom

Showroom merupakan fasilitas yang disediakan oleh Jakarta Design Center berupa tenant-tenant yang disewakan untuk menampilkan suatu produk-produk arsitektur, desain interior, dan material bangunan terbaru.

Gambar 2.22 . Showroom di Jakarta Design Center

(52)

2.2.2 Boston Design Center (BDC)

Boston Design Center merupakan pusat pelayanan desain terpadu dan menjadi sebuah sentra spesifik di bidang arsitektur dan desain interior di daerah Boston, Inggris. Terletak di areal kawasan bisnis Innovation and Design Building, bangunan ini berdiri di lahan yang memiliki luasan 1.4 juta sq/ft dengan luas bangunan 350.000 sq/feet. Wadah ini juga sebagai pusat berkumpulnya Designer, Arsitek, Mahasiswa dan komunitas desain untuk berdiskusi dan berbisnis.

Boston Design Center memiliki 70 Showroom dengan 1200 merk terkenal yang menampilkan produk-produk arsitektur, desain interior dan material-material terbaru. Pusat desain ini juga sebagai kantor pusat BSA (Boston Society of Architect) selaku pengelola gedung ini yang bekerja sama dengan AIA (American Institute of Architect), American Society of Landscape Architects (ASLA), American Society of Interior Designers (ASID), International Interior Design Association (IIDA), dan International Furnishings & Design Association (IFDA).

- Fasilitas

1. Showroom Produk Arsitektur desain interior dan material-material terbaru

2. Kantor Instansi Arsitektur (Boston Society Of Architecture) 3. Perpustakaan

4. Kantor Biro konsultan Arsitektur dan Desain Interior 5. Café dan Bar

6. Ruang Pameran (exhibition Hall) 7. Ruang Seminar

8. Designer Longue

Gambar 2.23. Fasad Boston Design Center

(53)

Gambar 2.24 . Showroom pada Boston Design Center

Sumber: http://bostondesign.com/ . Diakses 10 Oktober 2015

(a) (b)

Gambar 2.25. (a) Designer Longue (b) Café pada Boston Design Center

(54)

2.2.3 Pasific Design Center (PDC)

Pasific Design Center merupakan pusat pelayanan desain yang mewadahi kebutuhan arsitektur dan interior, dan seni serta menjadi sentra bisnis dan kampus arsitektur dan desain di California. PDC didesain oleh Caesar Pelli yang dibangun pada tahun 1975 dengan luas lahan 57.000m2

Pasific Design Center memiliki 130 Showroom dengan 2100 merk terkenal yang menampilkan produk-produk arsitektur, desain interior. Ada beberapa fasilitas yang diwadahi diantaranya :

1. Showroom Produk Arsitektur desain interior dan material-material terbaru

2. Kantor Instansi Arsitektur 3. Perpustakaan

4. Kantor Biro konsultan Arsitektur dan Desain Interior 5. Restaurant

6. Ruang Pameran (Exhibition Hall) 7. Ruang Seminar

8. Ruang Komunitas Seni

9. Kampus Seni, Desain dan Arsitektur 10.Bussiness Center Longue

Gambar 2.26 . Kantor Biro Konsultan pada Boston Design Center

(55)

Gambar 2.27 . Fasad Pasific Design Center

Sumber: http://www.pacificdesigncenter.com/. Diakses 10 Oktober 2015

Gambar 2.28. Pasific Design Center Mall

Sumber: http://www.pacificdesigncenter.com/. Diakses 10 Oktober 2015

Gambar 2.29 . Architecture Studio pada Pasific Design Center

(56)

Gambar 2.31. Bussines Center dan Ruang Seminar Pasific Design Center

Sumber: http://www.pacificdesigncenter.com/. Diakses 10 Oktober 2015

Gambar 2.32 . Restaurant Pasific Design Center

Sumber: http://www.pacificdesigncenter.com/. Diakses 10 Oktober 2015

Gambar 2.30 Galeri Seni, Interior dan Arsitektur pada Pasific Design Center

(57)
(58)

2.3. Spesifikasi Umum

Pada pembahasan ini akan dijelaskan secara umum tentang Pusat Kegiatan dan Informasi Arsitekturitu mulai dari tujuan dan sasaran, fungsi, fasilitas, ruang lingkup pelayanan, Persyaratan pemilihan lokasi, serta sistem operasional dengan hasil studi pustaka yang sebelumnya dilakukan.

2.3.1 Tujuan dan Sasaran

Tujuan dari Pusat Kegiatan dan Informasi Arsitektur ini adalah untuk mewadahi segala bentuk aktifitas yang berkaitan dengan ilmu arsitektur dan informasi terkini mengenai perkembangan karya-karya arsitektur menjadi suatu wadah kerjasama diantara konsumen, produsen dan para profesional bidang arsitektur.Wadah ini juga sebagai sarana eksebisi, edukasi, dan pelatihan skill para arsitek muda untuk mempersiapkan diri sebagai arsitek handal/Profesional Architect agar dapat bersaing dikancah global. Sasaran wilayah mencakup daerah Denpasar, wilayah regional Bali, maupun Nasional, serta sasaran pengunjungnya adalah masyarakat awam, mahasiswa arsitektur, Arsitektur Profesional maupun pecinta ilmu arsitektur.

2.3.2 Fungsi Rancangan

Fungsi dari perencaan Pusat Kegiatan dan Informasi Arsitektur ini yaitu :

1. Fungsi Edukasi dan Informasi

Mengembangkan skill arsitektur muda dan menjadi pusat informasi perkembangan arsitektur terkini, pusat informasi pengembangan arsitektur daerah,serta pusat informasi perlombaan sayembara nasional dan internasional.

2. Fungsi Pertemuan dan Diskusi

Pusat diadakannya pertemuan mengenai Arsitektur antara arsitek dengan arsitek atau dengan Pihak Pemerintah, serta masyarakat awam. Untuk membudayakan dialog, kritik serta apresiasi masyarakat terhadap Arsitektur.

3. Fungsi Eksebisi/Pameran

(59)

4. Fungsi Ekonomi

Sebagai sarana promosi produk-produk arsitektur seperti material bangunan dengan teknologi terbaru, serta penjualan perlengkapan arsitektur yang ada kaitannya dengan kebutuhan mahasiswa arsitektur.

2.3.3 Aktifitas

Ada beberapa jenis aktifitas dari Pusat kegiatan dan Informasi Arsitektur ini, yaitu :

1. Kegiatan Edukasi dan Informasi

Yaitu melakukan kegiatan pembinaan terhadap ilmu arsitektur dan desain terutama pembinaan dalam rangka mempersiapkan lomba sayembara desain, dengan cara mencari literatur di perpustakaan maupun kegiatan workshop yang dilakukan oleh professional architect.

2. Kegiatan Pertemuan dan diskusi

Selain sebagai pusat pembinaan dan informasi arsitektur, Pusat Kegiatan dan Informasi Arsitektur juga mewadahi kegiatan pertemuan dan diskusi bagi para professional architect, mahasiswa arsitektur, dan pihak yang terkait, untuk melakukan kegiatan seminar maupun workshop dalam rangka memperdalam pengetahuan terhadap bidang arsitektur, serta sebagai wadah untuk berbagi informasi.

3. Kegiatan Eksebisi dan Pameran

Kegiatan eksebisi atau pameran yang dilakukan seperti pameran bahan atau material terbaru, pameran karya-karya arsitek bali dan mahasiswa arsitektur, maupun pameran rencana pembangunan daerah Bali.

4. Kegiatan Ekonomi

Yaitu kegiatan terjadi adanya transaksi ekonomi seperti membeli perlengkapan yang ada kaitannya dengan kebutuhan mahasiswa arsitektur, dan kegiatan lainnya yang mewadahi transaksi ekonomi.

5. Kegiatan Pengelolaan

Gambar

Gambar 2.1 Pelaku kegiatan dan Alur Koordinasi  Kantor Konsultan Perencana Arsitektur
Gambar 2.2 Perubahan Tampilan Kantor Arsitektur
Gambar 2.3 Penataan Ruang Studio Arsitektur Tipe Self-regulatory-mixed
Gambar 2.8 Standar Furniture Perpustakaan
+7

Referensi

Dokumen terkait

dan kegiatan pengguna didalam bangunan tersebut. menjadikan Pusat Studi Arsitektur sebagai wadah dalam. menemukan teori-teori baru dalam arsitektur dan

Jadi pengertian judul secara keseluruhan dari “Pusat Kecantikan dan Kebugara di Surakarta dengan Nuansa Arsitektur Tradisional Jawa” adalah sebuah tempat atau wadah

 Menggunakan material lokal pada interior ruang ruang Pusat Relaksasi  Pemakaian warna Ruang yang sesuai dengan fungsi Pusat Relaksasi  Misal : Penggunaan Warna

Perlu adanya suatu wadah pembinaan dan pelatihan bagi para atlit muda bulutangkis di Semarang yang terpadu dan dilengkapi dengan fasillitas pertandingan dan latihan serta

Alas an tersebut digunakan sebagai dasar pemikiran untuk menampung aktifitas yang berkaitan dengan mode dan perkembangan dalam satu wadah yang menjadi pusat dan dilengkapi

Perancangan Pusat Kerajinan ini menerapkan tema Arsitektur Modern dimana ruang menjadi objek utama untuk diolah sehingga menghasilkan sirkulasi dengan peletakan ruang-ruang

Merumuskan program dasar perencanaan dan perancangan yang berhubungan dengan aspek – aspek perancangan dan perencanaan Pusat Kegiatan Ibu dan Anak Terpadu di

Pelaku, jenis kegiatan secara khusus dan kebutuhan ruang pada pusat kebugaran dan SPA di Denpasar ... program