Tika Andriani D500100039
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pendirian Pabrik
Pembangunan industri sebagai bagian dari usaha pembangunan ekonomi
jangka panjang diarahkan untuk menciptakan struktur ekonomi yang lebih kokoh
dan seimbang. Hal ini tentunya memacu kita untuk lebih efisien dalam
melakukan terobosan-terobosan baru sehingga produk yang dihasilkan
mempunyai pangsa pasar, daya saing, efektif dan efisien. Pertumbuhan industri
petrokimia di Indonesia semakin berkembang, perkembangan industri petrokimia
selain akan memberi nilai tambah pada migas sebagai bahan bakunya juga akan
mendorong beragamnya produk yang dihasilkan. Salah satu industri yang
mempunyai kegunaan penting adalah nitrogliserin.
Nitroglisserin merupakan senyawa kimia yang mempunyai prospek besar
untuk berkembang secara komersial. Nitrogliserin termasuk bahan peledak di
dalam dinamit dan propelan jenis double base dan triple base. Nitrogliserin juga
digunakan dalam bidang pertambangan dan bidang farmasi, baik sebagai bahan
baku ataupun bahan pembantu. Nitrogliserin dapat dihasilkan melalui proses
nitrasi pada kondisi tertentu dengan menggunakan campuran asam nitrat dan
asam sulfat. Asam-asam tersebut telah diproduksi didalam negeri, begitu pula
dengan gliserinnya.
Kebutuhan nitrogliserin di Indonesia diperkirakan akan terus meningkat
dengan berkembangnya industri – industri yang berbahan baku nitrogliserin di
Indonesia. Selain itu nitrogliserin belum diproduksi dalam negeri sehingga untuk
mencukupi kebutuhan di dalam negeri masih harus mengimpor. Keuntungan
pendirian pabrik nitrogliserin antara lain, dapat memenuhi kebutuhan
nitrogliserin dalam negeri sehingga mengurangi impor dalam negeri yang
diharapkan dapat memberi keuntungan dan menambah devisa negara, selain itu
dapat membantu pemerintah dalam mengatasi masalah tenaga kerja sekaligus
Tika Andriani D500100039
1.2. Kapasitas Pabrik
Kapasitas pabrik merupakan faktor yang sangat penting dalam pendirian
pabrik karena akan mempengaruhi perhitungan teknis dan ekonomis. Penentuan
kapasitas pabrik nitrogliserin ditentukan dengan beberapa pertimbangan, antara
lain:
1. Prediksi kebutuhan dalam negeri
Berdasarkan data impor yang diperoleh dari Biro Pusat Statistik
[image:2.595.144.513.290.688.2]kebutuhan nitrogliserin dari tahun 2006-2013 dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Data Impor Nitrogliserin di Indonesia
No. Tahun Jumlah (Ton/Tahun)
1 2006 1.462,038
2 2007 1.671,176
3 2008 1.906,095
4 2009 1.972,256
5 2010 2.176,639
6 2011 2.564,244
7 2012 2.763,655
8 2013 2.820,533
(Badan Pusat Statistik, 2006-2013)
Dari data tersebut diperkirakan pada tahun 2017 impor
nitrogliserin di Indonesia adalah 3.808,775 ton/tahun.
y = 204.1x - 40812 R² = 0.978 0
500 1000 1500 2000 2500 3000 3500
2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014
Ju
m
lah
(T
on
/T
ah
u
n
)
Tika Andriani D500100039
2. Kapasitas produksi nitrogliserin di luar negeri
Kapasitas produksi pabrik yang telah berdiri di luar negeri dapat dilihat
[image:3.595.110.524.40.514.2]pada Tabel 2.
Tabel 2. Kapasitas Pabrik Nitrogliserin di Luar Negeri
No Pabrik Kapasitas (Ton/Tahun)
1 Celanse, Bioshop Texas 20.000
2 Tennesse Eastman Company, Tennesse 25.000
3 Publicker, Philadelphia, Pensylvania 25.000
4 Union Carbide, Texas 60.000
(Mc.Ketta & Cunningham, 1977)
3. Ketersediaan bahan baku
Kebutuhan gliserin sebagai bahan baku diperoleh dari PT. Sumi Asih
Oleochemichal Industry di Bekasi, asam nitrat diperoleh dari PT. Multi
Nirotama Kimia di Cikampek, asam sulfat diperoleh dari PT. Indonesian
Acid Industry di Bekasi, dan natrium karbonat diperoleh dari PT.
Anugrah Putra Kencana di Bekasi.
Berdasarkan pertimbangan prediksi kebutuhan dalam negeri, kapasitas
produksi nitrogliserin di luar negeri dan ketersediaan bahan baku maka dalam
perancangan pabrik nitrogliserin dipilih kapasitas perancangan sebesar 30.000
ton/tahun untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri dan ekspor nitrogliserin.
1.3. Pemilihan Lokasi Pabrik
Pemilihan lokasi pabrik sangat penting dalam perancangan pabrik karena
hal ini dapat mempengaruhi kedudukan pabrik dalam persaingan maupun
kelangsungan hidup pabrik tersebut. Pemilihan lokasi pabrik yang tepat dapat
memberikan keuntungan maksimal, dari pengamatan yang dilakukan lokasi
perancangan pabrik yang dianggap tepat yaitu Cikarang, Bekasi, Jawa Barat
sebagai tempat pendirian pabrik nitrogliserin.
Secara teoritis, ada faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam pemilihan
lokasi pabrik yang akan dibangun, diantaranya adalah faktor utama dan faktor
Tika Andriani D500100039
1. Faktor utama dalam pemilihan lokasi pabrik
Faktor utama adalah faktor yang secara langsung dapat mempengaruhi tujuan
utama dari pabrik tersebut. Produksi dan distribusi produk adalah tujuan
utama suatu pabrik. Kegiatan produksi dan distribusi produk diatur menurut
macam dan kualitas masing-masing.
Faktor utama meliputi beberapa hal, diantaranya adalah:
a. Sumber bahan baku
Bahan baku gliserin diperoleh dari PT. Sumi Asih Oleochemical Industry
di Bekasi, asam nitrat diperoleh dari PT. Multi Nirotama Kimia di
Cikampek, asam sulfat diperoleh dari PT. Indonesian Acid Industry di
Bekasi, dan natrium karbonat diperoleh dari PT. Anugrah Putra Kencana
di Bekasi.
b. Letak pasar
Lokasi pemasaran dapat mempengaruhi harga jual produk. Pendirian
lokasi pabrik yang berdekatan dengan pasar utama bertujuan untuk
mempermudah konsumen mendapatkan nitrogliserin. Daerah Bekasi
dilewati jalur utama transportasi, sehingga pemasaran nitrogliserin tidak
menjadi masalah.
c. Sarana transportasi
Bekasi merupakan daerah yang mudah dijangkau karena telah terdapat
sarana yang memadai seperti transportasi darat dan transportasi laut. Hal
ini memudahkan untuk pemenuhan bahan baku maupun distribusi
pemasaran produk.
d. Tenaga Kerja
Bekasi merupakan salah satu daerah yang padat penduduk dan menjadi
salah satu tujuan bagi para tenaga kerja, sehingga mampu menyediakan
tenaga kerja yang terampil.
e. Utilitas
Utilitas yang utama meliputi penyediaan air, bahan bakar dan listrik.
Sumber kebutuhan air diperoleh dari sungai Kalimalang yang mempunyai
Tika Andriani D500100039
musim kemarau yang relatif kecil. Kebutuhan listrik dapat dipenuhi dari
Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan generator sebagai cadangan apabila
PLN mengalami gangguan.
2. Faktor pendukung pemilihan lokasi pabrik
a. Kebijakan Pemerintah
Bekasi telah dijadikan sebagai kawasan industri sesuai dengan kebijakan
pemerintah tentang kebijakan pengembangan industri. Sehingga
faktor-faktor lain seperti iklim, karakteristik lingkungan, dampak sosial serta
hukum tentu sudah diperhitungkan.
Dari pertimbangan faktor-faktor tersebut maka lokasi pabrik nitrogliserin
akan ditetapkan di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.
1.4. Tinjauan Pustaka
1.4.1. Macam Macam Proses
Nitrogliserin dibuat dengan mereaksikan gliserin dengan asam
nitrat (HNO3). Ada beberapa macam proses pembuatan nitrogliserin,
diantaranya:
1. Biazzi Continous Process
Biazzi Continous adalah proses terbaru dalam produksi
nitrogliserin. Perlengkapannya terdiri atas nitrator, separator, dan pencuci
berpengaduk. Prosesnya meliputi nitrasi, pemisahan, dan pemurnian
nitrogliserin dengan cara pencucian. Nitratornya berupa vessel berbentuk
silinder kecil yang dilengkapi dengan stainless steel vessel dengan fin koil
pendingin, dimana freon pada suhu 5oC sampai 7oC disirkulasikan
selama nitrasi untuk menjaga reaksi pada suhu 15oC dan tekanan atmosfer
(1 atm). Kemudian hasil nitrator masuk ke separator I untuk memisahkan
nitrogliserin dari asam sisa berdasarkan berat jenis dan kelarutan,
kemudian sisa asam dinetralkan dengan larutan natrium karbonat 2%.
Di dalam tangki pencuci nitrogliserin dibuat emulsi dengan air dan dicuci
untuk melarutkan garam-garam hasil netralisasi, lalu dialirkan ke
Tika Andriani D500100039
nitrogliserin sampai tercapai standar stabilitas (faktor keamanan).
Selanjutnya nitrogliserin yang yang dihasilkan disimpan dalam tangki
penyimpan.
2. Schmid-Meissner Continous Process
Scmid-meissner adalah proses pertama dalam pembuatan
nitrogliserin. Prosesnya meliputi nitrasi, pemisahan, dan pemurnian
nitrogen secara netralisasi dan pencucian. Nitratornya berbentuk tangki
berpengaduk, dilengkapi pipa-pipa pendingin vertikal. Sebagai medium
pendingin dipakai brine yang masuk pada suhu -5oC. Asam campuran
masuk dari bagian bawah nitrator dan gliserin masuk dari bagian atas
sedangkan hasilnya keluar secara overflow ke separator (stainless steel).
Suhu nitrator dijaga jangan lebih dari 18 C dan tekanan atmosfer.
Nitrogliserin yang telah terpisah dicampur dengan larutan pencampur
yang panas, berupa soda dan ammonia dan kemudian diemulsi dengan
udara.
Pemisahan nitrogliserin dan sisa asam berdasarkan pembentukan
dua lapisan dan perbedaan densitas. Sisa asam yang densitasnya lebih
kecil berada pada lapisan atas dan nitrogliserin pada lapisan bawah. Sisa
asam yang keluar dari separator akan di-recovery, sedangkan nitrogliserin
dicuci dalam menara atau kolom pencuci yang berisi baffle. Di dalam
kolom pencuci, campuran dibuat emulsi dengan memakai air yang dingin
dan menginjeksikan udara bertekanan. Emulsi mengalir dari atas kolom
ke intermediate separator, kemudian dialirkan ke dasar kolom pencuci II.
Emulsi mengalir dari puncak kolom pencuci II menuju separator II,
kemudian cairan dialirkan lagi ke kolom pencuci III dan separator III
sampai stability yang diinginkan telah tercapai.
3. Nitro nobel injector proses
Alat dalam proses ini adalah sebuah injektor yang dipakai untuk
mencampur gliserol dengan pre-cooled nitration acid (asam penitrasi
Tika Andriani D500100039
menimbulkan kevakuman, hingga gliserin akan tertarik masuk.
Pencampuran kedua zat ini sangat cepat dan akan membentuk emulsi.
Gliserin yang terisap ke injektor pada suhu 48C segera bereaksi dengan
asam. Reaksi berlangsung pada suhu 45-50C. Emulsi yang diperoleh
segera didinginkan sampai suhu 15 C lalu keluar secara gravitasi menuju
centrifuge, di sini nitrogliserin akan dipisahkan dari asam bekas,
kemudian asam bekas dapat di-recycle.
Campuran yang mengandung nitrogliserin diemulsikan dengan water jet
untuk membentuk campuran non-explosive, lalu dinetralkan dengan
Na2CO3, dan dicuci. Nitrogliserin yang telah stabil dilewatkan melalui
injektor untuk membentuk non-explosivewater emulsion demi keamanan
dalam penyimpanan (Kirk & Othmer, 1965).
Pada proses pembuatan nitrogliserin keamanan merupakan hal
yang paling utama. Hal ini mengingat sifat dasar nitrogliserin yang mudah
meledak. Sehingga pada hal perancangan industri pembuatan nitrogliserin
digunakan proses Biazzi. Hal ini dikarenakan proses berlangsung pada
suhu rendah (15oC) baik reaktor maupun proses pemisahan. Pembuatan
nitrogliserin dari gliserin dan asam nitrat dilakukan dalam reaktor alir
tangki berpengaduk dengan suhu 15oC dan tekanan 1 atm. Reaksi
berlangsung secara eksotermis sehingga membutuhkan pendingin.
Konversi pembentukan nitrogliserin 95 %.
1.4.2. Kegunaan Produk
Nitrogliserin merupakan senyawa kimia yang biasa digunakan
sebagai bahan peledak, terutama dinamit. Nitrogliserin juga digunakan
sebagai obat untuk meredakan rasa sakit dan mengurangi frekuensi
serangan angina pectoris dan juga untuk vasolidator kondisi jantung. Jika
digunakan sebagai bahan peledak, nitrogliserin termasuk bahan peledak
Tika Andriani D500100039
1.4.3. Sifat Fisis dan Kimia Bahan Baku dan Produk a. Bahan Baku
1. Gliserin
Sifat Fisis:
Rumus molekul : C3H5(OH)3
Berat molekul : 92 g/gmol
Bentuk : cair
Warna : tidak berwarna
Titik didih : 290oC
Titik leleh : 18oC
Densitas : 1,26 g/cm3
Suhu kritis : 450oC
Tekanan kritis : 39,48 atm
Sifat Kimia a. Hidrolisis
Reaksi hidrolisis antara minyak dan air akan menghasilkan
asam lemak dan gliserol, menurut reaksi:
C3H5(COOR)3+H2O↔C3H5(OH)3+3HOOCR ...(1)
b. Saponifikasi
Jika lemak direaksikan dengan alkali untuk menghasilkan
gliserol dan garam atau sabun atau logam alkali, menurut
reaksi:
C3H5(COOR)3+ 3NaOH ↔ C3H5(OH)3+3NaOOCR ...(2)
Reaksi ini adalah dasar reaksi yang digunakan pada
industri sabun.
c. Interesterifikasi
Ester beralkohol rendah diperoleh dengan mereaksikan
Tika Andriani D500100039
menggantikan gliserol, biasanya menggunakan katalis
alkali, menurut reaksi:
C3H5(COOR)
3+ CH3OH3 ↔ CH3OOCR+ C3H5(OH)3 (3) Reaksi ini biasa disebut alkoholisis.
d. Nitrasi
Jika gliserin direaksikan dengan asam nitrat dapat
menghasilkan nitrogliserin, menurut reaksi:
C3H5(OH)3+ 3HNO3 → C3H5(ONO2)3+3H2O ...(4)
(Swern, 1982)
2. Asam Nitrat
Sifat Fisis :
Rumus molekul : HNO3
Berat molekul : 63,02 g/mol
Titik didih : 86oC pada 1 atm
Titik beku : -42oC pada 1 atm
Bentuk : cair
Warna : putih
Densitas : 1,502 g/cm3
Sifat Kimia
a. Merupakan asam monobasik kuat.
b. Asam nitrat dapat bereaksi dengan semua logam kecuali
emas, iridium, platinum, rhodium, tantalum dan titanium.
c. Asam nitrat merupakan pengionisasi yang kuat, menurut
reaksi:
NaOH + HNO
3 → NaNO3 + H2O …...………..(5)
d. Asam nitrat merupakan pengoksidasi yang kuat, menurut
reaksi:
I2 + 10HNO
3 → 2HIO3 +4H2O+10NO2 …………....(6)
Sn + 4HNO
Tika Andriani D500100039
e. Asam nitrat tidak stabil terhadap panas dan bisa terurai
sebagai berikut:
4HNO
3 → 4NO2+ 2H2O+O2 ………...………….…...(8)
(Kirk & Othmer, 1965)
3. Asam Sulfat
Sifat Fisis:
Rumus Molekul : H2SO4
Berat Molekul : 98 g/gmol
Bentuk : cair
Titik Didih : 340oC
Titik Leleh : 10,35oC
Densitas : 1,841 g/cm3
Suhu kritis : 652oC
Tekanan kritis : 63,16 atm
Sifat Kimia:
a. H2SO4 bereaksi dengan HNO3 membentuk ion nitronium
yang sangat penting dalam suatu reaksi nitrasi, menurut
reaksi:
HNO3+ H2SO4+ 2e-↔ SO4-2 + H3O++ NO2………...…(9)
b. Mempunyai daya tarik yang besar terhadap air dan
membentuk senyawa-senyawa hidrat seperti H2SO4.H2O
dan H2SO4.2H2O.
c. Dalam reaksi nitrasi, sifat asam sulfat ini mencegah HNO3
membentuk hydrogen dan ion nitrat dan hanya membentuk
Tika Andriani D500100039
b. Produk
1. Nitrogliserin
Sifat Fisis :
Rumus Molekul : C3H5(ONO2)3
Berat Molekul : 227 g/gmol
Bentuk : cair
Titik didih : 218oC
Titik leleh : 13oC
Densitas (15oC) : 1,6 g/cm3
Suhu kritis : 407oC
Tekanan kritis : 29,61 atm
Sifat Kimia :
a. Merupakan bahan mudah meledak, dengan reaksi peledakan
yaitu :
C3H5(ONO 2)3 →
3
2N2+ 3CO2+ 5
2H2O (uap)+ 1
4O2 ...(10)
cair gas
Karena perubahan dari zat cair menjadi gas yang terjadi
begitu cepat, maka timbul tekanan dan temperatur yang
sangat tinggi sehingga menimbulkan peledakan.
(Kirk & Othmer, 1965)
1.4.4. Tinjauan Proses Secara Umum
Nitrogliserin dibuat dengan mereaksikan gliserin dengan asam
nitrat (HNO3). Reaksi ini merupakan reaksi nitrasi, yaitu reaksi antara
asam nitrat dan gliserin, di mana fase campuran di dalam reaktor
berbentuk fase emulsi. Hal ini dapat di lihat pada reaksi di bawah ini:
C3H5(OH)
3+ 3HNO3 H2SO4
C3H5(ONO2)