• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEABSAHAN SURAT WASIAT TERHADAP PEMBAGIAN HARTA PERKAWINAN POLIGAMI DIHUBUNGKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NO. 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN DAN KOMPILASI HUKUM ISLAM.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "KEABSAHAN SURAT WASIAT TERHADAP PEMBAGIAN HARTA PERKAWINAN POLIGAMI DIHUBUNGKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NO. 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN DAN KOMPILASI HUKUM ISLAM."

Copied!
1
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

 Pengadilan dalam daerah hukum dimana perkawinan dilangsungkan.  Pengadilan dalam daerah hukum di tempat tinggal kedua suami isteri.  Pengadilan dalam daerah hukum di tempat

Ketentuan tentang harta bersama ini harus jelas apalagi menyangkut keterlibatan perkawinan poligami di dalamnya, karena berdasarkan hukum positif yang berlaku di

Yang berarti bahwa poligami adalah ikatan perkawinan yang salah satu pihak (suami) mengawini beberapa (lebih dari satu) isteri dalam waktu yang bersamaan.

Pasal 97 mengatakan: “Janda atau duda cerai hidup masing-masing berhak seperdua dari harta bersama sepanjang tidak ditentukan lain dalam perjanjian

1 Tahun 1974 tentang Perkawinan Pasal 3 ayat (2), Pasal (4), Pasal (5), poligami dapat dilaksanakan dengan persyaratan tertentu dan apabila poligami lebih dari empat

Walaupun persetujuan isteri atau isteri-isteri merupakan syarat bagi suami untuk dapat melakukan poligami, tetapi pelaksanaannya tidak terlalu mutlak, dalam

Adapun perkawinan yang dilakukan dengan isteri kedua, ketiga atau keempat tanpa izin dari Pengadilan Agama, maka tidak mempunyai kekuatan hukum sehingga izin

dari segi syarat-syarat perkawinan.13 Dalam Pasal 2 ayat 1 dikatakan, bahwa perkawinan itu sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya.14 Secara umum,