BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengembangan Sistem Informasi
Sistem adalah sebuah kumpulan dari elemen - elemen yang mempunyai prosedurprosedur dan menjadi suatu kesatuan yang saling berketerkaitan untuk mencapai tujuan tertentu (Rosyadi & Sari, 2018).
Informasi adalah data yang sudah diolah menjadi suatu bentuk lain yang lebih berguna yaitu pengetahuan atau keterangan yang ditujukan bagi penerima dan pengambilan keputusan, baik masa sekarang atau yang akan datang. Untuk memperoleh informasi yang berguna, tindakan yang pertama adalah mengumpulkan data, kemudian mengolahnya sehingga menjadi informasi (Kusyadi, 2017).
Pengembangan sistem informasi adalah proses memodifikasi atau mengubah bagian-bagian atau keseluruhan sistem informasi untuk mengurangi resiko terjadinya kegagalan sistem informasi. Pengembangan sistem informasi dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada.
Menurut Bodnar (2006:437) setiap proyek pengembangan sistem akan melalui siklus hidup pengembangan sistem terdiri atas beberapa tahap, yaitu :
1. Analisis sistem
Langkah-langkah dalam tahap analisis sistem menurut Bodnar (2006:442), yaitu : a. Survey terhadap sistem saat ini.
b. Menidentifikasi kebutuhan informasi.
c. Mengidentifikasi persyaratan sistem. d. Laporan analisis sistem.
2. Desain sistem
Langkah-langkah dalam tahap perancangan sistem menurut Bodnar (2006:453), yaitu :
a. Mengevaluasi berbagai alternatif desain.
b. Menyiapkan spesifikasi desain.
c. Mempersiapkan dan menyerahkan spesifikasi desain sistem.
d. Cetak biru proses bisnis.
3. Implementasi sistem
Langkah-langkah dalam tahap implementasi sistem menurut Bodnar (2006:488), yaitu :
a. Membuat rencana dan pengendalian untuk implementasi.
b. Melakukan aktivitas implementasi.
c. Mengevaluasi sistem baru.
Pengembangan sistem ( systems development) dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada.
2.2 Pengaduan Masyarakat
Pengaduan Masyarakat adalah informasi atau pemberitahuan yang disampaikan oleh masyarakat, baik perseorangan dan atau keluarga yang berasal dari pegawai di lingkungan pemerintahan dan atau masyarakat umum yang berisi keluhan dan atau ketidakpuasan terkait dengan perilaku dan atau pelaksanaan tugas dan fungsi anggota Pemerintah, yang dilakukan pegawai pemerintahan, dan atau informasi tentang dugaan pelanggaran kode etik atau disiplin pegawai yang dilakukan oleh pegawai pemerintahan (Hapsari, 2019)
Pengaduan masyarakat adalah bentuk penerapan dari pengawasan masyarakat yang disampaikan oleh masyarakat, baik secara lisan maupun tertulis kepada Aparatur Pemerintah terkait, berupa sumbangan pikiran, saran, gagasan atau keluhan/pengaduan yang bersifat membangun.
Klasifikasi pengaduan terdiri dari :
1. Pengaduan informatif, yaitu setiap pengaduan yang dapat diselesaikan dengan memberikan keterangan selengkap-lengkapnya kepada pengadu. Secara teknis pengaduan informatif merupakan [engaduan yang terkait dengan layanan yang diberikan, misalnya pengaduan tentang lamanya proses pemeriksaan
2. Pengaduan penyimpangan, yaitu setiap pengaduan yang dalam penyelesaiannya memerlukan penanganan lebih lanjut (investigasi). Secara teknis pengaduan penyimpangan merupakan pengaduan yang berisi tentang dugaan terjadinya pelanggaran disiplin pegawai dan/atau kode etik.
2.3 Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat
Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (DAPM) adalah merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat yang mendukung DAPM Mandiri yang wilayah kerja dan target sasarannya masyarakat perdesaan. Pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan berada di bawah binaan Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Kementerian Dalam Negeri. Program ini didukung dengan pembiayaan yang berasal dari alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dana pinjaman/hibah luar negeri dari sejumlah lembaga pemberi bantuan dibawah koordinasi Bank Dunia.
Adapun algoritma untuk penyelesaian masalah pengaduan di DAPM sebagai berikut ;
1. Membuat Pengaduan
2. Petugas DAPM menanggapi pengaduan dari masyarakat 3. Petugas melakukan tindakan
4. Petugas memberi tanggapan dalam sistem yang diadukan masyarakat
2.4 Metodologi Pengembangan Sistem
Untuk membuat sistem informasi pengaduan layanan masyarakat maka diperlukan metode pengembangan sistem dalam penelitian tersebut. Metode pengembangan sistem yang digunakan yaitu model RUP. Rational Unified Process (RUP) merupakan suatu metode rekayasa perangkat lunak yang dikembangkan dengan mengumpulkan berbagai best practises yang terdapat dalam industri pengembangan perangkat lunak.
Ciri utama metode ini adalah menggunakan use-case driven dan pendekatan iteratif untuk siklus pengembangan perankat lunak.
RUP menggunakan konsep object oriented, dengan aktifitas yang berfokus pada pengembangan model dengan menggunakan Unified Model Language (UML).
Tahapan Pengembangan Sistem
1. Requirements
Requirements atau tahap pengumpulan semua data yang dibutuhkan dan juga
analisis. Ketika ingin membuat aplikasi, dibutuhkan sebuah dokumen berisi informasi seputar software system yang nantinya akan dikembangkan.
2. Desain
Pada tahap ini, hal-hal yang harus dipersiapkan adalah Bahasa pemograman yang akan digunakan (PHP,Java,dan lainya), database, dan juga detail teknis lainnya.
3. Coding
Pembuatan software menggunakan data yang di persyaratan dan juga desain.
4. Implementasi
Pada tahap ini adalah untuk menguji software yang sudah dimasukan code dan persyaratan lainnya. Harus mencari tahu apakah software yang dibuat sudah sesuai dengan spesifikasi, apakah ada kekurangan yang mungkin terlewat, dan lain-lain.
5. Deployment
Tahap Deploymentini semacam perilisan ketika produk (aplikasi) dinyatakn fungsional dan dapat digunakan oleh user langsung.
6. Maintenance
Setelah diluncurkan, kamu tetap harus melakukan pembenaran dan penyempurnaan aplikasi.
2.5 Website
Website adalah kumpulan halaman dalam suatu domain yang memuat tentang
berbagai informasi agar dapat dibaca dan dilihat oleh pengguna internet melalui sebuah mesin pencari. Informasi yang dapat dimuat dalam sebuah website umumnya berisi mengenai konten gambar, ilustrasi, video, dan teks untuk berbagai macam kepentingan.
Biasanya untuk tampilan awal sebuah website dapat diakses melalui halaman utama ( homepage ) menggunakan browser dengan menuliskan URL yang tepat. Didalam sebuah homepage, juga memuat beberapa halaman web turunan yang saling berhubungan satu dengan yang lain.
2.6 Bahasa Pemograman yang digunakan
Bahasa pemograman yang digunakan dalam membuat website pengaduan dapm kasomalang yaitu php.
PHP adalah bahasa pemograman web yang dapat menghasilkan kode HTML dan membuat tampilan aplikasi web menjadi dinamis (Ayuningtyas, 2019 ).
2.7 Perangkat Lunak Pendukung 2.7.1 Sublime Text
Sublime text merupakan aplikasi editor kode dan teks yang kaya fitur, cross platform, mudah dan simple yang berbasis Phyton (Hidayah, 2019).
2.7.2 Xampp
Xampp adalah suatu aplikasi ‘paket’ yang dapat menjalankan web server, PHP dan MySQL yang dipakai untuk belajar pemrograman web (Ayuningtyas, 2019)
2.7.3 HTML
HTML merupakan bahasa yang berupa tag-tag yang dapat menampilkan dan mengatur struktur website. (Ayuningtyas, 2019).
Fungsi utama HTML, untuk membuat suatau halaman website yang bisa dibaca dan dipahami dengan lebih mudah. Seluruh website yang ada di internet, dibuat dengan HTML dan tak ada pengecualian.
2.7.4 PHP
PHP adalah bahasa pemograman web yang dapat menghasilkan kode HTML dan membuat tampilan aplikasi web menjadi dinamis (Ayuningtyas, 2019 ).
Kelebihan PHP (Hypertext Prepocessor)
1. Bahasa pemograman PHP adalah sebuah bahasa script yang tidak melakukan sebuah kompilasi dalam penggunaannya.
2. Web Server yang mendukung PHP dapat ditemukan dimana – mana dari mulai apache, IIS, Lighttpd, hingga Xitami dengan konfigurasi yang relatif mudah.
3. PHP adalah bahasa open source yang dapat digunakan di berbagai mesin(Linux,Unix,Macintosh,Windows) dan dapat dijalankan secara runtime melalui console serta juga dapat menjalankan perintah-perintah sistem.
2.7.5 JavaScript
Javascript merupakan Bahasa pemrograman web yang pemrosesannya dilakukan di sisi client. Karena berjalan di sisi client. Javascript dapat dijalankan hanya dengan menggunakan browser (Abdulloh, 2016).
2.7.6 Laravel
Laravel adalah sebuah framework PHP yang dirilis dibawah lisensi MIT, dibangun dengan konsep MVC (model vie controller). Laravel adalah pengembangan website berbasis MVP yang ditulis dalam PHP yang dirancang untuk meningkatkan kualitas perangkat lunak dengan mengurangi biaya pemnbgemangan awal dan biaya pemeliharaan, dan untuk meningkatkan pengalaman bekerja dengan aplikasi dengan menyediakan sintaks yang ekspresif, jelas dan menghemat waktu.
MVC adalah sebuah pendekatan perangkat lunak yang memisahkan aplikasi logika dari presentasi. MVC memisahkan aplikasi berdasarkan komponen- komponen aplikasi, seperti : manipulasi data, controller, dan user interface.
2.7.7 CSS
CSS merupakan skrip yang digunakan untuk mengubah tampilan desain halaman suatu website (Ayuningtyas, 2019).
Fungsi CSS pada web yaitu merancang, mendesain, merubah dan membentuk halaman sebuah web atau blog dan isi dari halaman web tersebut yaitu tag-tag html.
Logikanya fungsi CSS dalam html yaitu mengubah tag-tag html yang sederhana menjadi lebih menarik dan fungsional.
2.7.8 MySQL
MySQL adalah sistem database yang dapat menyimpan data dalam bentuk tabel untuk pengembangan aplikasi web (Ayuningtyas, 2019 ).
Fungsi MySQL yaitu sebagai berikut:
1. Untuk mengelola dan membuat database dari sisi yang memuat berbagai informasi dengan menggunakan bahasa SQL.
2. Untuk melakukan query datase dalam jumlah besar agar dapat memudahkan pengguna dalam mengakses dataset tersebut dalam bentuk string atau teks
3. Memudahkan user memahami tentang basis data relasional dan karenanya memungkinkan untuk menguasai dasar-dasar data science, seperti mengetahui apakah terdapat missing value.
2.7.9 Web Mobile
Web Mobile merupakan web atau halaman website internet yang dapat digunakan atau diakses pada perangkat mobile. Skrip yang digunakan untuk mendeteksi bias menggunakan bahasa php dan java script ( Karman, 2018).
2.7.10 UML
Unified Modeling Language(UML) merupakan bahasa visual untuk pemodelan
dan komunikasi mengenai sebuah sistem dengan menggunakan diagram dan teks–
teks pendukung (Rosa dan Shalahuddin, 2016). Pada UML terdiri dari 13 macam diagram yang dikelompokkan dalam 3 kategori. Pembagian kategori dan macam – macam diagram tersebut yaitu :
UML Diagram
Structure Diagram Behavior Diagrams Interaction Diagram
Use Case Diagram
Activity Diagram Class Diagram
Object Diagram
Component Diagram
Squence Diagram
Communication Diagram
Gambar 2. 1 Diagram UML
Berikut merupakan penjelasan singkat dari pembagian katergori tersebut.
1.
Structure diagramsyaitu kumpulan diagram yang digunakan untuk menggambarkan suatu struktur statis dari sistem yang dimodelkan.2.
Behavior diagramsyaitu kumpulan diagram yang digunakan untuk menggambarkan kelakuan sistem atau rangkaian perubahan yang terjadi pada sebuah sistem.3.
Interactions diagramsyaitu kumpulan diagram yang digunakan untuk menggambarkan interaksi sistem dengan sistem lain maupun sistem interaksi antar subsistem pada suatu sistem.Jenis-Jenis Diagram UML :
1.
Use Case DiagramUse case merupakan pemodelan untuk kelakuan (behavior) sistem informasi yang akan dibuat. Use case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor dengan sistem. Adapun simbol-simbol yang digunakan dalam use case adalah sebagai berikut:
2.
Class DiagramState Machine Diagram
Composute Structure Diagram
Package Diagram
Deployment Diagram
Timing Diagram
Interaction overview Diagram
Class Diagram menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelaskelas
yang akan dibuat untuk membangun sistem. Diagram kelas dibuat agar pembuat program atau programmer membuat kelas-kelas sesuai rancangan di dalam diagram kelas agar antara dokumentasi perancangan dan perangkat lunak sinkron. Adapun simbol-simbol yang digunakan dalam class diagram adalah sebagai berikut:
3.
Activity DiagramActivity diagram menggambarkan workflow (aliran kerja) atau aktivitas dari sebuah
sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak. Yang perlu diperhatikan disini adalah bahwa diagram aktivitas menggambarkan aktivitas sistem bukan apa yang dilakukan aktor, jadi aktivitas yang dapat dilakukan oleh sistem.
Adapun simbol-simbol yang digunakan dalam activity diagram adalah sebagai berikut:
4.
Sequence DiagramSequence Diagram menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan
mendeskripsikan waktu hidup objek dan message yang dikirimkan dan diterima antar objek. Oleh karena itu untuk menggambarkan diagram sequence maka harus diketahui objek-objek yang terlibat dalam sebuah beserta metode-metode yang dimiliki kelas yang diinstansikan menjadi objek itu. Membuat diagram sequence juga dibutuhkan untuk melihat skenario yang ada pada use case.