• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

79

BAB V

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1 Hasil Penelitian

Hasil penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja dan kompensasi terhadap kepuasan kerja karyawan Rooftop Coffee. Hasil penelitian tersebut akan dijelaskan sebagai berikut :

5.1.1 Karakteristik Responden

Untuk melihat gambaran mengenai responden berdasarkan jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, dan lama bekerja. Peneliti menyebarkan kuesioner sebanyak 44 eksemplar untuk seluruh karyawan Rooftop Coffee dan membutuhkan waktu selama 4 hari sampai seluruh responden menjawab kuesioner yang disebarkan. Adapun data hasil penyebaran kuesioner dapat diuraikan sebagai berikut :

Tabel 5. 1

Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin No Jenis Kelamin Frekuensi Persentase (%)

1 Laki – laki 35 79,54%

2 Perempuan 9 20,46%

Jumlah 44 100%

Sumber : Pengolahan Data Kuesioner 2022

Berdasarkan tabel 5.1 diatas dapat dilihat bahwa hasil rekapitulasi jawaban kuesioner berdasarkan jenis kelamin didominasi oleh karyawan berjenis kelamin laki-laki sebanyak 35 karyawan atau 79,54% dan karyawan berjenis kelamin perempuan sebanyak 9 orang atau 20,46%. Hal ini dikarenakan Rooftop Coffee membutuhkan banyak tenaga laki-laki untuk kegiatan operasional yang dimulai dari siang sampai malam hari.

(2)

80 Tabel 5. 2

Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

No Usia Frekuensi Persentase (%)

1 17 – 20 tahun 17 38,64%

2 21 – 25 tahun 15 34,09%

3 26 – 30 tahun 8 18,18%

4 > 30 tahun 4 9,09%

Jumlah 44 100%

Sumber : Pengolahan Data Kuesioner 2022

Berdasarkan tabel 5.2 diatas dapat dilihat bahwa hasil rekapitulasi jawaban kuesioner berdasarkan usia yaitu karyawan berusia 17 – 20 tahun sebanyak 17 karyawan (38,64%), karyawan berusia 21 – 25 tahun sebanyak 15 karyawan (34,09%), karyawan berusia 26 – 30 tahun sebanyak 8 karyawan (18,18%), dan karyawan berusia di atas 30 tahun sebanyak 4 karyawan (9,09%). Dikatakan lebih banyak karyawan berusia 17 – 20 tahun karena usia tersebut dinilai produktif dalam bekerja dan mudah bersosialisasi dengan konsumen.

Tabel 5. 3

Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir No Pendidikan Terakhir Frekuensi Persentase (%)

1 SMP 2 4,54%

2 SMA/SMK/MA 29 65,91%

3 D3 4 9,10%

4 S1 7 15,91%

5 Pasca Sarjana 2 4,54%

Jumlah 44 100%

Sumber : Pengolahan Data Kuesioner 2022

Berdasarkan tabel 5.3 diatas dapat dilihat bahwa hasil rekapitulasi jawaban kuesioner berdasarkan pendidikan terakhir yaitu karyawan

(3)

81 berpendidikan terakhir sampai tingkat SMP sebanyak 2 karyawan (4,54%), karyawan berpendidikan terakhir sampai tingkat SMA/SMK/MA sebanyak 29 karyawan (65,91%), karyawan berpendidikan terakhir sampai tingkat D3 sebanyak 4 karyawan (9,10%), karyawan berpendidikan terakhir sampai tingkat S1 sebanyak 7 karyawan (15,91%), dan karyawan berpendidikan terakhir sampai tingkat Pasca Sarjana sebanyak 2 karyawan (4,54%). Dari hasil tersebut dapat diperoleh informasi bahwa sebagian besar karyawan berpendidikan terakhir sampai SMA/SMK/MA dikarenakan banyak karyawan yang masih aktif kuliah.

Tabel 5. 4

Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Bekerja No Lama Bekerja Frekuensi Persentase (%)

1 Kurang dari 1 tahun 34 77,27%

2 1 tahun 3 6,82%

3 Lebih dari 1 tahun 7 15,91%

Jumlah 44 100%

Sumber : Pengolahan Data Kuesioner 2022

Berdasarkan tabel 5.4 diatas dapat dilihat bahwa hasil rekapitulasi jawaban kuesioner berdasarkan lama bekerja yaitu karyawan yang telah bekerja selama kurang dari 1 tahun sebanyak 34 karyawan (77,27%), karyawan yang telah bekerja selama 1 tahun sebanyak 3 karyawan (6,82%), dan karyawan yang telah bekerja selama lebih dari 1 tahun sebanyak 7 karyawan (15,91%). Dari hasil tersebut dapat diperoleh informasi bahwa sebagian besar karyawan bekerja selama kurang dari 1 tahun dikarenakan terjadi pergantian karyawan yang cukup tinggi.

(4)

82 5.1.2 Uji Validitas dan Reliabilitas

5.1.2.1 Uji Validitas

Uji validitas dilakukan pada penelitian ini bertujuan guna mengetahui tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen penelitian.

Validitas dilakukan dengan cara mengkorelasikan skor total yang diperoleh dari masing-masing responden dengan skor masing-masing item.

Instrumen dapat dinyatakan valid apabila nilai koefisien r-hitung yang diperoleh > r-tabel sedangkan instrumen dinyatakan tidak valid apabila nilai koefisien r-hitung < r tabel. Rekapitulasi hasil pengujian validitas dan reliabilitas untuk masing-masing variabel dibantu dengan software SPSS versi 25 dan dapat diuraikan pada tabel sebagai berikut :

Rumus df = n-2

= 44 – 2

= 42

Maka, dengan tingkat signifikansi 0,05 didapat r-tabel senilai 0,2973. Dengan begitu instrumen dapat dikatakan valid jika r-hitung >

0,2973 dan tidak valid jika r-hitung < 0,2973.

Tabel 5. 5

Rekapitulasi Hasil Pengujian Validitas Variabel Disiplin Kerja (X1) No. Keterangan r-Hitung r-Tabel Hasil

1. DK1 0,487 0,2973 Valid

2. DK2 0,666 0,2973 Valid

3. DK3 0,395 0,2973 Valid

4. DK4 0,306 0,2973 Valid

5. DK5 0,621 0,2973 Valid

6. DK6 0,385 0,2973 Valid

7. DK7 0,507 0,2973 Valid

8. DK8 0,610 0,2973 Valid

9. DK9 0,315 0,2973 Valid

10. DK10 0,501 0,2973 Valid

Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS versi 25

(5)

83 Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa seluruh pernyataan pada variabel Disiplin Kerja (X1) memiliki nilai r-hitung diatas nilai r-tabel, dengan begitu dapat dikatakan bahwa seluruh pernyataan tersebut dinyatakan valid dan seluruh pernyataan yang diajukan untuk mengukur variabel disiplin kerja sudah melakukan fungsi ukurnya.

Tabel 5. 6

Rekapitulasi Hasil Pengujian Validitas Variabel Kompensasi (X2) No. Keterangan r-Hitung r-Tabel Hasil

1. K1 0,758 0,2973 Valid

2. K2 0,773 0,2973 Valid

3. K3 0,850 0,2973 Valid

4. K4 0,877 0,2973 Valid

5. K5 0,583 0,2973 Valid

6. K6 0,804 0,2973 Valid

7. K7 0,757 0,2973 Valid

8. K8 0,490 0,2973 Valid

Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS versi 25

Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa seluruh pernyataan pada variabel Kompensasi (X2) memiliki nilai r-hitung diatas nilai r-tabel, dengan begitu dapat diartikan bahwa seluruh pernyataan tersebut dinyatakan valid dan seluruh pernyataan yang diajukan untuk mengukur variabel kompensasi sudah melakukan fungsi ukurnya.

(6)

84 Tabel 5. 7

Rekapitulasi Hasil Pengujian Validitas Variabel Kepuasan Kerja (Y) No. Keterangan r-Hitung r-Tabel Hasil

1. KK1 0,784 0,2973 Valid

2. KK2 0,821 0,2973 Valid

3. KK3 0,839 0,2973 Valid

4. KK4 0,635 0,2973 Valid

5. KK5 0,686 0,2973 Valid

6. KK6 0,648 0,2973 Valid

7. KK7 0,609 0,2973 Valid

8. KK8 0,655 0,2973 Valid

9. KK9 0,652 0,2973 Valid

10. KK10 0,546 0,2973 Valid

11. KK11 0,625 0,2973 Valid

12. KK12 0,770 0,2973 Valid

13. KK13 0,706 0,2973 Valid

14. KK14 0,751 0,2973 Valid

15. KK15 0,638 0,2973 Valid

Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS versi 25

Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa seluruh pernyataan pada variabel Kepuasan Kerja (Y) memiliki nilai r-hitung diatas nilai r-tabel, dengan begitu dapat diartikan bahwa seluruh pernyataan tersebut dinyatakan valid dan seluruh pernyataan yang diajukan untuk mengukur variabel kepuasan kerja sudah melakukan fungsi ukurnya.

5.1.2.2 Uji Reliabilitas

Dalam penelitian, selain valid instrumen juga harus reliabel. Uji reliabilitas digunakan guna menunjukkan seberapa konsisten hasil pengukuran apabila dilakukan dua kali atau lebih dari gejala yang sama.

Instrumen dapat dikatakan reliabel apabila nilai Cronbach’s Alpha lebih

(7)

85 besar dari 0,60. Hasil pengujian reliabilitas untuk masing-masing variabel dapat dijelaskan sebagai berikut :

Tabel 5. 8

Hasil Uji Reliabilitas Variabel Disiplin Kerja (X1)

Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS versi 25

Kuesioner dapat dikatakan reliabel jika koefisien reliabilitas bernilai positif dan lebih besar dari 0,60. Dari data yang sudah diperoleh pada tabel Reliability Statistics, diperoleh nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,616 > 0,60. Maka, dapat disimpulkan bahwa pernyataan yang merupakan dimensi variabel disiplin kerja adalah reliabel.

Tabel 5. 9

Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kompensasi (X2)

Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS versi 25

Kuesioner dapat dikatakan reliabel jika koefisien reliabilitas bernilai positif dan lebih besar dari 0,60. Dari data yang sudah diperoleh pada tabel Reliability Statistics, diperoleh nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,870 > 0,60. Maka, dapat disimpulkan bahwa pernyataan yang merupakan dimensi variabel kompensasi adalah reliabel.

(8)

86 Tabel 5. 10

Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kepuasan Kerja (Y)

Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS versi 25

Kuesioner dapat dikatakan reliabel jika koefisien realibilitas bernilai positif dan lebih besar dari 0,60. Dari data yang sudah diperoleh pada tabel Reliability Statistics, diperoleh nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,921 > 0,60. Maka, dapat disimpulkan bahwa pernyataan yang merupakan dimensi variabel kepuasan kerja adalah reliabel.

5.1.3 Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik sangat perlu dilakukan guna memperoleh hasil penelitian yang akurat. Dalam uji asumsi klasik terdiri atas uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heterokedastisitas, berikut ini adalah hasil uji asumsi klasik yang peneliti olah menggunakan software SPSS versi 25.

5.1.3.1 Uji Normalitas

Uji normalitas adalah uji untuk mengukur apakah data yang didapatkan memiliki distribusi normal atau tidak normal, sehingga pemilihan statistik dapat dilakukan dengan tepat. Suatu model regresi yang baik yaitu data yang terdistribusi normal atau mendekati normal. Uji normalitas data dapat menggunakan metode grafik yaitu dengan melihat penyebaran data pada sumber diagonal pada grafik normal probability plot (P-P Plot of Regression Standardized residual) dan Kolmogorov-Smirnov (K-S). Dasar pengambilan keputusan pada grafik normal probability plot (P-P Plot of Regression Standardized residual) yaitu jika titik-titik menyebar sekitar garis diagonal dan nilai signifikansi lebih dari 0,05 maka data residual tersebut telah normal. Data

(9)

87 residual tersebut yaitu data yang menyebar merata dan letak polanya tidak terlalu ke kiri maupun ke kanan, dengan begitu data yang diperoleh memiliki sebaran data yang merata mewakili populasi. Sedangkan pada uji Kolmogorov-Smirnov (K-S) dasar pengambilan keputusannya adalah sebagai berikut :

1. Apabila nilai Asymp.Sig. (2-tailed) < 0,05 maka H0 ditolak. Artinya data residual terdistribusi secara tidak normal.

2. Apabila nilai Asymp.Sig. (2-tailed) > 0,05 maka H0 diterima. Artinya data residual terdistribusi secara normal.

Gambar 5. 1

Hasil Uji P-P Plot of Regression Standardized residual Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS versi 25

Berdasarkan grafik normalitas diatas, dapat diketahui bahwa titik-titik menyebar mengikuti garis diagonal yang menunjukan bahwa model regresi memenuhi asumsi normalitas.

(10)

88 Tabel 5. 11

Hasil Pengujian Normalitas Data

Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS versi 25

Berdasarkan tabel diatas yang dihasilkan dengan menggunakan software SPSS versi 25, diketahui bahwa nilai Asymp.Sig. (2-tailed) sebesar 0,175 > 0,05.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa data terdistribusi secara normal dengan dasar pengambilan keputusan dalam uji normalitas Kolmogorov-Smirnov (K-S).

5.1.3.2 Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas ditujukan untuk menguji apakah ada hubungan yang kuat antara beberapa atau semua variabel independen dalam model regresi. Model regresi yang baik adalah model regresi yang tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas atau variabel independen. Untuk melihat ada atau tidaknya multikolinearitas, dapat dilihat pada bagian tolerance value dan variance influence factor (VIF). Apabila nilai tolerance value yang lebih besar dari 0,1 (tolerance value > 0,1) atau VIF variabel independen lebih kecil dari VIF (VIF <

10) maka artinya tidak terjadi multikolinearitas. Dapat dilihat hasil uji multikolinearitas yang dilakukan menggunakan software SPSS versi 25 adalah sebagai berikut :

(11)

89 Tabel 5. 12

Hasil Uji Multikolinearitas

Tolerance VIF (Constant)

Disiplin Kerja 0,936 1,068

Kompensasi 0,936 1,068

1

Coefficientsa

a. Dependent Variable: Kepuasan Kerja Model

Collinearity Statistics

Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS versi 25

Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa hasil uji multikolinearitas menunjukkan tolerance value untuk variabel Disiplin Kerja dan Kompensasi masing-masing adalah 0,936 diatas 0,1 dengan VIF masing-masing variabel adalah 1,068 dibawah 10. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multilonearitas di antara variabel independen dalam penelitian ini.

5.1.3.3 Uji Heterokedastisitas

Uji heterokedastisitas bertujuan guna menguji terjadinya perbedaan varian dari nilai residual pada satu kali pengamatan ke pengamatan yang lainnya ditunjukan dengan nilai yang berbeda antara satu varian residual dengan varian antar residual atau dapat dikatakan tidak homogen. Uji heterokedastisitas dalam penelitian ini menggunakan model scatterplots atau diagram yang menampilkan nilai prediksi terstandarisasi (ZPRED) dan Studentized residual (SRESID) seperti ditunjukan pada gambar sebagai berikut :

(12)

90 Gambar 5. 2 Hasil Uji Heterokedastisitas

Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS versi 25

Berdasarkan gambar diatas dapat dilihat bahwa titik-titik tidak membentuk suatu pola yang jelas. Titik-titik tersebut menyebar di atas dan di bawah angka 0 sumbu Y. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah heterokedastisitas dalam model regresi.

5.2 Analisis Deskriptif

Sebanyak 44 orang karyawan Rooftop Coffee menjadi responden pada penelitian ini. Skala likert yang digunakan pada analisis deskriptif ini telah ditentukan sebelumnya seperti berikut :

Tabel 5. 13 Skala Likert

Alternatif Jawaban Jawaban Bobot Nilai

Sangat Setuju SS 5

Setuju S 4

Cukup Setuju CS 3

Tidak Setuju TS 2

Sangat Tidak Setuju STS 1

Sumber : Pengolahan Data

(13)

91 Selanjutnya jawaban responden akan dicari rata-rata, dan untuk memudahkan penilaian dari rata-rata tersebut, maka ditentukan panjang kelas interval dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

Panjang kelas interval

Dimana :

Rentang nilai (R) = data tertinggi – data terendah

Jumlah kelas (K) = 5

Berdasarkan rumus diatas, maka panjang kelas interval adalah :

Panjang kelas interval = P

Sehingga dengan perhitungan tersebut, dapat diketahui jika tingkat jawaban dari responden dalam setiap item pernyataan adalah sebagai berikut :

Tabel 5. 14

Skala Interval Analisis Deskriptif Kelas Interval Disiplin Kerja

(X1)

Kompensasi (X2)

Kepuasan Kerja (Y)

4,20 – 5,00 Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik

3,40 – 4,19 Baik Baik Baik

2,60 – 3,39 Cukup Baik Cukup Baik Cukup Baik

1,80 – 2,59 Tidak Baik Tidak Baik Tidak Baik

1,00 – 1,79 Sangat Tidak Baik Sangat Tidak Baik Sangat Tidak Baik

(14)

92 5.2.1 Rekapitulasi Tanggapan Karyawan Mengenai Disiplin Kerja

Dimensi pada disiplin kerja menurut Agustini (2019:104) meliputi tingkat kehadiran, tata cara kerja, ketaatan pada atasan, kesadaran bekerja, dan tanggung jawab. Dalam kuesioner variabel Disiplin Kerja (X1) terdapat 10 item pernyataan yang dapat diuraikan sebagai berikut :

Tabel 5. 15

Rekapitulasi Tanggapan Karyawan Mengenai Disiplin Kerja No Pernyataan Jawaban Responden Total

Skor

Rata- Rata

Keterangan SS S CS TS STS

1. Saya Selalu hadir tepat waktu pada saat bekerja.

17 15 9 2 1 177 4,02 Baik

2. Sistem absensi yang diterapkan sudah optimal

14 21 9 - - 181 4,11 Baik

3. Saya melakukan pekerjaan sesuai dengan

prosedur yang ditetapkan

13 23 8 - - 181 4,11 Baik

4. Saya memahami dengan baik prosedur dalam bekerja

3 18 23 - - 156 3,55 Baik

5. Saya patuh dalam

melaksanakan arahan dari atasan

16 24 4 - - 188 4,27 Sangat Baik

(15)

93 6. Saya

berkoordinasi hal-hal penting dengan atasan sebelum mengambil keputusan sendiri

11 20 13 - - 174 3,96 Baik

7. Saya

menyelesaikan pekerjaan dengan baik

10 29 5 - - 181 4,11 Baik

8. Saya menjaga sikap selama bekerja

16 24 4 - - 188 4,27 Sangat Baik

9. Saya

mengerjakan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab.

26 18 - - - 202 4,59 Sangat Baik

10. Saya siap menerima sanksi apabila melakukan kesalahan

21 21 2 - - 195 4,43 Sangat Baik

Total Keseluruhan 1823 4,14 Baik

Nilai Tertinggi 4,59

Nilai Terendah 3,55

Sumber : Pengolahan Data, 2022

(16)

94 Berdasarkan tabel 5.15 pada kuesioner variabel Disiplin Kerja (X1) hasil penyebaran kuesioner menyatakan rata-rata nilai tertinggi sebesar 4,59 berkenaan dengan ”Saya mengerjakan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab”, sedangkan rata-rata nilai terendah sebesar 3,55 berkenaan dengan ”Saya memahami dengan baik prosedur dalam bekerja”.

Selanjutnya rata-rata nilai keseluruhan sebesar 4,14 dan berada dalam kelas interval antara 3,40 – 4,19 dan berada dalam kategori ”Baik”.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa disiplin kerja pada Rooftop Coffee dapat dinilai baik.

5.2.2 Rekapitulasi Tanggapan Karyawan Mengenai Kompensasi Menurut Dessler dalam Tannady (2017:124) indikator dalam kompensasi terdiri dari 2 komponen yaitu pembayaran keuangan langsung yang terdiri dari gaji, upah, dan insentif, selanjutnya komponen pembayaran tidak langsung yang berisi tunjangan. Dalam kuesioner variabel Kompensasi (X2) terdapat 8 item pernyataan yang dapat diuraikan sebagai berikut :

Tabel 5. 16

Rekapitulasi Tanggapan Responden Mengenai Kompensasi No Pernyataan Jawaban Responden Total

Skor

Rata- Rata

Keterangan SS S CS TS STS

1. Gaji yang saya terima sesuai dengan harapan

10 15 16 3 - 164 3,73 Baik

2. Gaji yang saya terima diberikan dengan tepat waktu

20 18 6 - - 190 4,32 Sangat Baik

3. Upah yang saya terima sesuai dengan harapan

13 16 14 1 - 173 3,93 Baik

(17)

95 4. Upah yang saya

terima sesuai dengan usaha yang saya lakukan

13 19 11 1 - 176 4,00 Baik

5. Perusahaan memberikan penghargaan kepada

karyawan yang berprestasi

23 15 5 1 - 192 4,36 Sangat Baik

6. Insentif yang diberikan sesuai dengan target yang dicapai oleh karyawan

15 22 6 1 - 183 4,16 Baik

7. Tunjangan yang saya terima sesuai dengan jabatan

10 21 10 3 - 170 3,86 Baik

8. Saya menerima tunjangan hari raya dari perusahaan

12 15 12 4 1 165 3,75 Baik

Total Keseluruhan 1413 4,01 Baik

Nilai Tertinggi 4,36

Nilai Terendah 3,73

Sumber : Pengolahan Data, 2022

Berdasarkan tabel 5.16 pada kuesioner variabel Kompensasi (X2) hasil penyebaran kuesioner rata-rata nilai tertinggi sebesar 4,36 berkenaan

(18)

96 dengan ”Perusahaan memberikan penghargaan kepada karyawan yang berprestasi”, sedangkan rata-rata nilai terendah sebesar 3,73 berkenaan dengan ”Gaji yang saya terima sesuai dengan harapan”. Selanjutnya rata- rata nilai keseluruhan sebesar 4,01 dan berada dalam kelas interval antara 3,40 – 4,19 dan berada dalam kategori ”Baik”. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kompensasi pada Rooftop Coffee dapat dinilai baik.

5.2.3 Rekapitulasi Tanggapan Responden Mengenai Kepuasan Kerja

Dimensi kepuasan kerja menurut Agustini (2019:64-65) meliputi gaji/imbalan, pekerjaan, supervisi, promosi, dan rekan sekerja. Dalam kuesioner variabel Kepuasan Kerja (Y) terdapat 15 item pernyataan yang dapat diuraikan sebagai berikut :

Tabel 5. 17

Rekapitulasi Tanggapan Responden Mengenai Kepuasan Kerja No Pernyataan Jawaban Responden Total

Skor

Rata- Rata

Keterangan SS S CS TS STS

1. Gaji yang saya terima sesuai dengan keterampilan yang saya miliki

12 22 9 1 - 177 4,02 Baik

2. Gaji yang saya terima sesuai dengan beban kerja yang saya emban

12 18 12 2 - 172 3,91 Baik

3. Gajji yang saya terima sesuai dengan tanggung jawab yang saya

13 17 13 1 - 174 3,96 Baik

(19)

97 emban

4. Pekerjaan yang diberikan sesuai dengan

keterampilan sehingga membuat saya tertarik

19 15 10 - - 185 4,20 Sangat Baik

5. Pekerjaan yang diberikan dapat memberikan saya peluang untuk kemajuan karir di masa depan

16 18 9 1 - 181 4,11 Baik

6. Atasan memberikan pengarahan kepada karyawan dalam bekerja

19 17 8 - - 187 4,25 Sangat Baik

7. Atasan memberikan bantuan kepada karyawan dalam bekerja

16 24 3 1 - 187 4,25 Sangat Baik

8. Atasan tegas dalam memberikan peringatan kepada karyawan

17 20 7 - - 186 4,23 Sangat Baik

9. Atasan tegas dalam memberikan

14 20 10 - - 180 4,09 Baik

(20)

98 sanksi kepada

karyawan 10. Masa kerja saya

menjadi pertimbangan dalam

melakukan kenaikan jabatan

11 18 10 5 - 167 3,80 Baik

11. Karyawan yang berprestasi akan diprioritaskan untuk

dipromosikan

15 20 8 1 - 181 4,11 Baik

12. Saya dan rekan kerja saling bekerja sama dalam melakukan pekerjaan

17 18 7 2 - 182 4,14 Baik

13. Saya dan rekan kerja saling membantu dalam melakukan pekerjaan

18 18 7 1 - 185 4,21 Sangat Baik

14. Saya memiliki komunikasi yang baik dengan rekan kerja

16 20 6 2 - 182 4,14 Baik

15. Saya memiliki komunikasi yang baik dengan atasan

18 21 5 - - 189 4,30 Sangat Baik

(21)

99

Total Keseluruhan 2715 4,12 Baik

Nilai Tertinggi 4,30

Nilai Terendah 3,80

Sumber : Pengolahan Data, 2022

Berdasarkan tabel 5.17 pada kuesioner variabel Kepuasan Kerja (Y) hasil penyebaran kuesioner menyatakan rata-rata nilai tertinggi sebesar 4,30 berkenaan dengan ”Saya memiliki komunikasi yang baik dengan atasan”, sedangkan rata-rata nilai terendah sebesar 3,80 berkenaan dengan

”Masa kerja saya menjadi pertimbangan dalam melakukan kenaikan jabatan”. Selanjutnya rata-rata nilai keseluruhan sebesar 4,12 dan berada dalam kelas interval antara 3,40 – 4,19 dan berada dalam kategori ”Baik”.

Sehingga dappat disimpulkan bahwa kepuasan kerja pada Rooftop Coffee dapat dinilai baik.

5.3 Hasil Pengujian Regresi Linear Berganda

Pada penelitian ini analisis regresi linear berganda bertujuan untuk menguji secara empirik untuk mencari hubungan fungsional dua atau lebih variabel bebas dengan variabel terikat atau untuk meramalkan dua variabel bebas atau lebih terhadap variabel terikat. Analisis regresi linear berganda yang akan dibentuk adalah:

Ŷ = α + β1X1 + β2X2 + e

Keterangan :

Ŷ = Kepuasan Kerja α = Konstanta X1 = Disiplin Kerja X2 = Kompensasi

(22)

100 βi = Koefisien regresi pada masing-masing variabel independent

e = Error

Dengan menggunakan software SPSS versi 25, diperoleh hasil analisis regresi linear berganda sebagai berikut :

Tabel 5. 18

Hasil Analisis Regresi Linear Berganda

Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS versi 25

Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda diatas dapat diperoleh estimasi pada persamaan berikut :

Y = 0,454 + 0,489 X1 + 1,276 X2 + e

Dengan hasil estimasi pada persamaan diatas maka dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Nilai konstanta sebesar 0,454 (positif) dapat diartikan bahwa Disiplin Kerja dan Kompensasi memiliki hubungan yang searah terhadap Kepuasan Kerja. Hal ini dapat menegaskan bahwa Disiplin Kerja dan Kompensasi berperan penting dalam meningkatkan Kepuasan Kerja karyawan Rooftop Coffee.

2. Disiplin Kerja (X1) memiliki nilai positif sebesar 0,489 dapat diartikan bahwa penerapan disiplin kerja yang efektif akan berpengaruh pada peningkatan Kepuasan Kerja karyawan Rooftop Coffee.

(23)

101 3. Kompensasi (X2) memiliki nilai positif sebesar 1,276 dapat diartikan bahwa pemberian kompensasi yang baik dapat meningkatkan Kepuasan Kerja karyawan Rooftop Coffee.

5.4 Hasil Pengujian Koefisien Korelasi

Pengujian koefisien korelasi ini bertujuan guna mengetahui sejauh mana tingkat hubungan yang terjadi antara variabel bebas dan variabel terikat. Tabel tingkat hubungan korelasi dan hasil pengujian koefisien korelasi secara simultan dengan menggunakan software SPSS versi 25 adalah sebagai berikut :

Tabel 5. 19

Tingkat Hubungan Korelasi

Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0,00 – 0,119 Sangat Rendah

0,20 – 0,399 Rendah

0,40 – 0,599 Sedang

0,60 – 0,799 Kuat

0,80 – 1,000 Sangat Kuat

Tabel 5. 20

Koefisien Korelasi Secara Simultan

Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS versi 25

Berdasarkan hasil koefisien korelasi pada tabel 5.20 dapat dilihat nilai antara variabel Disiplin Kerja (X1) dan Kompensasi (X2) secara simultan memiliki nilai sebesar 0,828 dan termasuk kedalam kategori hubungan yang

(24)

102 sangat kuat karena berada dalam kelas interval koefisien antara 0,80 – 1,000.

Maka dapat disimpulkan bahwa tingkat hubungan antara variabel Disiplin Kerja (X1) dan Kompensasi (X2) secara simultan terhadap Kepuasan Kerja (Y) sangat kuat karena berada dalam kelas interval koefisien antara 0,80 – 1,000.

Nilai korelasi yang diperoleh antara Disiplin Kerja (X1) dan Kompensasi (X2) sebesar 0,828. Nilai korelasi tersebut bertanda positif yang menunjukan bahwa hubungan yang terjadi adalah searah. Dimana semakin baik disiplin kerja dan kompensasi akan diikuti oleh semakin tingginya kepuasan kerja.

Tabel 5. 21

Koefisien Korelasi Hubungan Antar Variabel Secara Parsial

Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS versi 25

Berdasarkan tabel 5.21 diatas maka diperoleh nilai hubungan antara variabel dengan uraian sebagai berikut :

1. Hubungan antara variabel Disiplin Kerja (X1) dengan Kepuasan Kerja (Y) sebesar 0,385. Tingkat hubungan berada dalam kategori hubungan rendah. Sehingga terdapat hubungan yang rendah antara Disiplin Kerja (X1) dengan Kepuasan Kerja (Y).

(25)

103 2. Hubungan antara variabel Kompensasi (X2) dengan Kepuasan Kerja (Y) sebesar 0,806. Tingkat hubungan berada dalam kategori hubungan sangat kuat. Sehingga terdapat hubungan yang sangat kuat antara Kompensasi (X2) dengan Kepuasan Kerja (Y).

5.5 Analisis Koefisien Determinasi

Koefisien Determinasi (R2) bertujuan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan variabel independen secara bersama-sama dalam memberikan pengaruh terhadap variabel dependen. Untuk melihat seberapa besar pengaruh dari masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat dapat dilihat dari hasil software SPSS versi 25 dengan Model Summary sebagai berikut:

Tabel 5. 22

Hasil Koefisien Determinasi Simultan

Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS versi 25

Berdasarkan tabel 5.22 diatas, dapat diketahui nilai R2 yang diperoleh sebesar 0,685. Cara menghitung koefisien determinasi yaitu D = R2 x 100%, sehingga diperoleh hasil D = 68,5%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh secara simultan antara variabel Disiplin Kerja (X1) dan Kompensasi (X2) terhadap variabel Kepuasan Kerja (Y) sebesar 68,5% dan sisanya sebesar 31,5% berasal dari variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

(26)

104 5.6 Pengujian Hipotesis

5.6.1 Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji t)

Uji t (t-test) dalam penelitian digunakan untuk menguji hipotesis secara parsial untuk menunjukkan pengaruh tiap variabel independen secara individu terhadap variabel dependen. Dalam penelitian ini hipotesis yang akan diuji berhubungan dengan ada tidaknya pengaruh antara variabel independen dan variabel dependen. Dimana hipotesis nol (H0) yaitu hipotesis mengenai tidak adanya pengaruh, sedangkan hipotesis alternatif (Ha) yaitu hipotesis yang diajukan pada penelitian ini. Kriteria uji hipotesis dapat dijelaskan sebagai berikut :

3. H0 diterima jika t hitung  t tabel, dapat diartikan secara individu tidak terdapat pengaruh yang signifikan pada variabel yang diteliti.

4. H0 ditolak jika t hitung > t tabel, dapat diartikan secara individu terdapat pengaruh yang signifikan pada variabel yang diteliti.

Tabel 5. 23

Hasil Uji Hipotesis Parsial (Uji t)

Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS versi 25

t tabel = t (/2 ; n-k-1) = t (0,05/2 ; 44-2-1)

(27)

105 = 0,025 ; 41

= 2,0195

Berdasarkan tebel 5.23 diatas mengenai uji hipotesis parsial dapat diperoleh hasil sebagai berikut :

1. Variabel Disiplin Kerja memperoleh nilai t hitung sebesar 2,132.

karena t hitung > t tabel (2,132 > 2,0195) maka H0 ditolak dan H1 diterima dengan tingkat sigtnifikan 0,039 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Disiplin Kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Rooftop Coffee.

2. Variable Kompensasi memperoleh nilai t hitung sebesar 8,364.

karena t hitung > t tabel (8,364 > 2,0195) maka H0 ditolak dan H2 diterima dengan tingkat signifikan 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Kompensasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Rooftop Coffee.

5.6.2 Pengujian Hipotesis Secara Simultan (Uji F)

Uji F dapat menunjukkan apakah semua variabel bebas memiliki pengaruh secara bersama-sama terhadap variable terikat. Hasil uji F dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 5. 24

Hasil Uji Hipotesis Simultan (Uji F)

Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS versi 25

(28)

106 F tabel = F (k ; n-k)

= F (2 ; 44 -2) = F (2 ; 42) = 3,22

Berdasarkan tabel 5.24 dapat diketahui nilai signifikansi untuk pengaruh variabel Disiplin Kerja dan Kompensasi secara simultan terhadap Kepuasan Kerja sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai F hitung 44,619 >

F tabel 3,22. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 diterima dan H0 ditolak yang artinya variabel Disiplin Kerja dan Kompensasi secara simultan berpengaruh terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Rooftop Coffee.

5.7 Hasil dan Pembahasan Penelitian

5.7.1 Hasil Kajian Mengenai Disiplin Kerja, Kompensasi dan Kepuasan Kerja Karyawan Rooftop Coffee

1. Pada hasil penelitian secara keseluruhan analisis pernyataan mengenai disiplin kerja menunjukkan bahwa disiplin kerja berada dalam kategori baik dengan perolehan nilai rata-rata sebesar 4,14 dan berada dalam kelas interval antara 3,40 – 4,19. Hal ini dapat dilihat dari tanggapan responden yang telah memiliki disiplin kerja yang baik dalam melakukan pekerjaannya. Meskipun hasil menunjukkan nilai rata-rata yang baik, tetapi pada bagian tata cara kerja berkenaan dengan ”Saya memahami dengan baik prosedur dalam bekerja” masih perlu ditingkatkan karena memiliki nilai rata- rata terendah sebesar 3,55. Agustini (2019:104) menyampaikan bahwa tata cara kerja yaitu aturan atau ketentuan yang harus dipatuhi oleh seluruh karyawan. Oleh karena itu, Rooftop Coffee perlu meningkatkan lagi pemahaman tentang prosedur dalam bekerja kepada karyawan.

2. Pada hasil penelitian secara keseluruhan analisis pernyataan mengenai kompensasi menunjukkan bahwa kompensasi berada

(29)

107 dalam kategori baik dengan perolehan nilai rata-rata sebesar 4,01 dan berada dalam kelas interval antara 3,40 – 4,19. Hal ini dapat dilihat dari tanggapan responden yang telah menerima gaji dan upah dengan tepat waktu dan menerima penghargaan atas prestasinya dalam perusahaan. Meskipun hasil menunjukkan nilai rata-rata yang baik, tetapi pada bagian gaji berkenaan dengan ”Gaji yang saya terima sesuai dengan harapan” masih perlu ditingkatkan karena memiliki nilai terendah sebesar 3,73. Menurut Dessler dalam Tannady (2017:124) gaji merupakan komponen kompensasi yang berkaitan dengan pemberian gaji yang sesuai dengan kinerja karyawan. Oleh karena itu, Rooftop Coffee perlu mendiskusikan mengenai gaji yang diharapkan oleh karyawan.

3. Pada hasil penelitian secara keseluruhan analisis pernyataan mengenai kepuasan kerja menunjukkan bahwa kepuasan kerja berada dalam kategori baik dengan perolehan nilai rata-rata sebesar 4,12 dan berada dalam kelas interval antara 3,40 – 4,19. Hal ini dapat dilihat dari tanggapan responden yang menerima arahan dan bantuan dari atasan dalam bekerja, atasan yang tegas dalam memberikan peringatan kepada karyawan, karyawan yang saling membantu dalam melakukan pekerjaan, serta karyawan memiliki komunikasi yang baik dengan atasan. Meskipun hasil menunjukkan nilai rata-rata yang baik, tetapi pada bagian promosi berkenaan dengan ”Masa kerja saya menjadi pertimbangan dalam melakukan kenaikan jabatan” masih perlu ditingkatkan karena memiliki nilai terendah sebesar 3,80. Agustini (2019:65) menjelaskan bahwa promosi merupakan komponen yang mengatur tersedianya kesempatan untuk berkembang dalam tugas dan jabatan. Oleh karena itu, Rooftop Coffee perlu mempertimbangkan lagi masa kerja karyawan sebagai faktor untuk kenaikan jabatan agar karyawan lebih berkembang lagi dalam melakukan pekerjaan.

(30)

108 5.7.2 Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Rooftop Coffee

Berdasarkan hasil uji hipotesis terlihat bahwa nilai t hitung yang diperoleh sebesar 2,132. Nilai ini akan dibandingkan dengan nilai t tabel pada tabel distribusi t. Dengan α = 5%, diperoleh nilai t tabel sebesar 2,0195. Dari nilai tersebut terlihat bahwa nilai t hitung > t tabel (2,132 > 2,0195). Sesuai dengan kriteria pengujian hipotesis bahwa H0 ditolak dan H1 diterima dengan tingkat signifikansi sebesar 0,039 < 0,05, maka dapat dikatakan disiplin kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja. Hasil penelitian ini relevan dengan penelitian yang dilakukan Syarif dan Hiya (2021) yang menyatakan bahwa disiplin kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja, selanjutnya diperkuat oleh hasil penelitian yang dilakukan Sari, Chandra, Tamara, dan Theodora (2020) yang menyatakan bahwa disiplin kerja berpengaruh secara signifkan terhadap kepuasan kerja.

5.7.3 Pengaruh Kompensasi Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Rooftop Coffee

Berdasarkan hasil uji hipotesis terlihat bahwa nilai t hitung yang diperoleh sebesar 8,364. Nilai ini akan dibandingkan dengan nilai t tabel pada tabel distribusi t. Dengan α = 5%, diperoleh nilai t tabel sebesar 2,0195. Dari nilai tersebut terlihat bahwa nilai t hitung > t tabel (8,364 > 2,0195). Sesuai dengan kriteria pengujian hipotesis bahwa H0 ditolak dan H2 diterima dengan tngkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, maka dapat dikatakan kompensasi berpengaruh terhadap kepuasan kerja. Kompensasi secara parsial memberikan pengaruh sebesar 61,1% terhadap kepuasan kerja, sedangkan sisanya sebesar 38,9% lainnya merupakan pengaruh dari variabel lain yang tidak diteliti. Hasil penelitian ini relevan dengan penelitian yang dilakukan Zulkarnaen dan Sudarma (2018) yang menyatakan bahwa

(31)

109 kompensasi berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan kerja. Kemudian diperkuat oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh Iroth, Lengkong, dan Dotulong (2018) yang menyatakan bahwa kompensasi berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan kerja.

5.7.4 Pengaruh Disiplin Kerja dan Kompensasi Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Rooftop Coffee

Berdasarkan pengujian koefisien korelasi dari pengolahan data software SPSS versi 25 diperoleh hasil sebesar 0,828 berdasarkan kriteria interpretasi koefisien korelasi, nilai koefisien korelasi sebesar 0,828 termasuk kedalam kategori hubungan yang sangat kuat karena berada dalam kelas interval koefisien antara 0,80 – 1,000. Selanjutnya diketahui besar koefisien determinasi yaitu 0,685 atau 68,5% yang menunjukan bahwa terdapat pengaruh secara simultan antara variabel Disiplin Kerja (X1) dan Kompensasi (X2) terhadap variabel Kepuasan Kerja (Y) yaitu sebesar 68,5% dan sisanya sebesar 31,5% berasal dari variabel lain yang tidak diteliti. Kemudian hasil uji hipotesis secara simultan dilihat dari nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan nilai F hitung 44,619

> 3,22 sehingga dapat dikatakan bahwa hipotesis diterima dan terdapat pengaruh antara variabel Disiplin Kerja (X1) dan variabel Kompensasi (X2) terhadap Kepuasan Kerja (Y). Hasil penelitian ini relevan dengan penelitian yang dilakukan Supriyadi, Priadana, dan Setia (2017) yang menyatakan bahwa disiplin kerja dan kompensasi secara simultan berpengaruh terhadap kepuasan kerja.

Referensi

Dokumen terkait

Agar lebih fokus dalam upaya mengetahui hubungan antara kemandirian belajar dan kecerdasan interpersonal dengan hasil belajar, artikel ini dibatasi hanya dalam

Lokal Ekonomi/Inv Nilai estasi Nilai Ekonomi/Inv estasi Profil Pulau- Pulau Kecil Profil Pulau- Pulau Kecil Grand Disain Pengelolaan Pulau-Pulau Kecil Grand Disain Pengelolaan

Kemudian madrasah dengan sekolah menempati posisi sejajar sejak dikeluarkannya Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri yakni Menteri Agama, Menteri Pendidikan

Kendala yang teridentifikasi setelah pengukuran beban kerja mental menggunakan metode SWAT dan Analisa Man and Machine Chart diperoleh hasil dimana aktivitas pekerjaan

Penelusuran Literature tentang materi yang berkaitan dengan eksponen matriks memberikan informasi yang diperlukan dalam menganalisis perumusan dari eksponen matriks

Oleh itu, kesimpulan yang boleh diambil daripada perbincangan diatas ialah segala aspek kehidupan manusia apabila digandingkan dengan istilah moden seperti,

Universitas Bina Darma (UBD) sebagai pelaku bisnis dibidang jasa pendidikan, mengalami hal sebagaimana permasalahan tersebut, sehingga tujuan dari penelitian ini

Kajian ini dilatar belakangi oleh tatanan geologi daerah Harau dan sekitarnya, Sumatera Barat yang diidentifikasi sebagai daerah favourable bagi akumulasi uranium yaitu