Amanda Fariosya Rahmaniah, 2013
Metode Self Potential Untuk Indikasi Air Tanah Di Kelurahan Teluk Pucung Kecamatan Bekasi Utara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu DAFTAR ISI
ABSTRAK ... Error! Bookmark not defined. HALAMAN PENGESAHAN ... Error! Bookmark not defined. HALAMAN PERNYATAAN ... Error! Bookmark not defined.
KATA PENGANTAR ... Error! Bookmark not defined. UCAPAN TERIMA KASIH ... Error! Bookmark not defined. DAFTAR ISI ... vii
DAFTAR TABEL ...iError! Bookmark not defined.
DAFTAR GAMBAR ………..x
DAFTAR LAMPIRAN.………...xi
BAB I PENDAHULUAN ... Error! Bookmark not defined. 1.1. Latar Belakang Penelitian ... Error! Bookmark not defined. 1.2. Rumusan Masalah ... Error! Bookmark not defined. 1.3. Pembatasan Masalah... Error! Bookmark not defined. 1.4. Tujuan Penelitian ... Error! Bookmark not defined. 1.5. Manfaat Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... Error! Bookmark not defined. 2.1. Kondisi Geologi dan Iklim Kota Bekasi Error! Bookmark not defined. 2.2. Metode Self Potential ... Error! Bookmark not defined. 2.2.1. Parameter Self Potential ... Error! Bookmark not defined.1 2.2.2. Hubungan Respon SP Pada Air Tanah ... Error! Bookmark not defined.
2.2.3. Teknik Pengukuran ... Error! Bookmark not defined.9 2.3. Air Tanah ... 20 2.4. Akuifer ... Error! Bookmark not defined.3
Amanda Fariosya Rahmaniah, 2013
Metode Self Potential Untuk Indikasi Air Tanah Di Kelurahan Teluk Pucung Kecamatan Bekasi Utara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 30
4.1. Data Lapangan ... 30
4.2. Data Geologi ... 32
4.3. Pengolahan Data Lapangan ... 33
4.4. Interpretasi Data ... 39
BAB VKESIMPULAN DAN SARAN ... 43
5.1. Kesimpulan ... 43
5.2. Saran ... 44
DAFTAR PUSTAKA ... 45
LAMPIRAN ... 47
Amanda Fariosya Rahmaniah, 2013
Metode Self Potential Untuk Indikasi Air Tanah Di Kelurahan Teluk Pucung Kecamatan Bekasi Utara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Penelitian
Air merupakan sumber daya alam yang sangat dibutuhkan oleh makhluk
hidup. Sehingga keberadaannya baik secara kualitas maupun kuantitas perlu
dikelola dengan baik dan berwawasan lingkungan. Hal ini dilakukan agar sumber
air dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia seperti memasak, minum,
membersihkan diri atau yang lain. Maka dari itu pentingnya air dalam kehidupan
manusia merupakan kebutuhan dasar yang dapat berdampak langsung kepada
kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat. Seiring dengan bertambahnya
jumlah penduduk maka kebutuhan air juga meningkat atau bertambah.
Jumlah penduduk di Kota Bekasi tersebar pada 12 kecamatan. Penyebaran
tertinggi pada Kecamatan Bekasi Utara sebanyak 13,65% (284.547 jiwa), Bekasi
Barat 11,61% (242.042 jiwa), Pondok Gede 11,30% (235.579 jiwa) dan terendah
di Kecamatan Jatisampurna sebesar 3,75% (78.080 jiwa) (PemKot Bekasi, 2011).
Penelitian ini memfokuskan pada Kecamatan Bekasi Utara yang mempunyai
jumlah penduduk tertinggi, tetapi tidak diimbangi dengan ketersediaan air yang
juga tinggi. PDAM Tirta Bhagasasi baru bisa memenuhi 34% kebutuhan air
minum masyarakat Kabupaten Bekasi dan 35% penduduk Kota Bekasi, atau
sekitar 159.930 sambungan rumah (SR) (PemKot Bekasi, 2012). Pada Peta
Indikasi Potensi Air Tanah & Daerah Irigasi Kota Bekasi (lampiran 4)
yang memiliki potensi air tanah yang baik sedangkan daerah utara dan timur
memiliki potensi air tanah yang sedang (Zakaria, 2011). Bahkan Badan
Pengelolaan Lingkungan Hidup Kota Bekasi menunjukkan kondisi air tanah di
dua kecamatan sudah masuk zona kritis, yaitu Medan Satria dan Bekasi
Utara.Salah satu penyebab hal itu adalah penggunaan air tanah yang tinggi, baik
oleh warga maupun kawasan industri.
Oleh karena itu, maka perlu mengadakan penafsiran, perencanaan dan
pengembangan yang tepat, agar kita dapat menghemat pemakaian air melindungi
sumber yang ada demi kelestariaan sumber daya alam tersebut dan demi
kelangsungan hidup manusia. Keadaan ini mendorong pencarian dan pemanfaatan
air yang semakin intensif. Mengetahui zona jenuh air tidaklah mudah karena di
setiap daerah mempunyai kondisi tanah yang berbeda-beda maka dari itu
diperlukan penyelidikan yang terarah dan sesuai dengan kaidah-kaidah yang
berlaku dalam pengetahuan geologi dan hidrogeologi guna mendapat data yang
tepat dan akurat. Sehingga kita perlu mengetahui kondisi geologi bawah
permukaan pada daerah tersebut khususnya di kawasan pemukiman yang sangat
membutuhkan air tanah dengan mempertimbangkan kondisi daerah yang berada
pada zona air tanah kritis maka penelitian lebih difokuskan pada Kelurahan Teluk
Pucung.
Air tanah merupakan air yang berada pada ruang-ruang antar batuan,
dimana batuan dan air itu sendiri merupakan media penghantar arus listrik.
Metode yang tepat dengan permasalahan yaitu metode Self-Potential (SP) karena
3
memerlukan adanya injeksi arus ke permukaan tanah karena bumi memiliki
potensial alami yang dihasilkan dari arus konveksi bumi. Selain itu, penelitian
untuk identifikasi air tanah pernah dilakukan oleh Ardi (2004) tentang Metode
Potensial Diri Untuk Analisis Struktur Geologi Dan Sumber Air Tanah Sesar
Lembang, Bandung : Studi Kasus Daerah Cihideung Dan Parongpong, dan
Musfira (2010) tentang Deteksi Aliran Air Bawah Tanah Menggunakan Metode
Self Potential Di Daerah Agrowisata Cilangkap Jakarta Timur.
Dalam penelitian ini mempelajari bagaimana metode SP dapat
dipergunakan untuk memperkirakan keberadaan air tanah. Oleh karena itu, penulis
memanfaatkan metode tersebut untuk meneliti permasalahan ini, dengan judul
penelitian “Metode Self Potential Untuk Indikasi Air Tanah di Kelurahan Teluk
Pucung Kecamatan Bekasi Utara”.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan permasalahan kelangkaan air tanah di Kelurahan Teluk
Pucung Kecamatan Bekasi Utara, maka dibutuhkan profil SP bawah permukaan
dalam menyelesaikan permasalahan tersebut dengan rumusan masalah dalam
penelitian ini adalah:
a. Bagaimana respon SP untuk zona jenuh air yang merupakan indikasi
keberadaan air tanah di daerah penelitian?
1.3. Pembatasan Masalah
Permasalahan dibatasi pada daerah Kelurahan Teluk Pucung Kecamatan
Bekasi Utara dengan teknik pengambilan data yaitu metode Self Potential yang
menggunakan teknik basis tetap dengan alat digital voltmeter pada resolusi 0,1
mV. Pada lokasi dengan luas lokasi penelitian yaitu 50 x 50 m sehingga daerah
anomali yang diteliti hanya meliputi daerah tersebut. Analisis data dibatasi hanya
pada kontur isopotensial untuk data elevasi dan respon SP, selain itu didukung
juga oleh grafik SP terhadap jarak dan data konduktivitas sumur warga.
1.4. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui zona jenuh
air yang merupakan indikasi keberadaan air tanah dan arah aliran air tanah di
Kelurahan Teluk Pucung Kecamatan Bekasi Utara.
1.5. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi zona jenuh air
yang merupakan indikasi keberadaan air tanah dan arah alirannya, sehingga
informasi tersebut dapat digunakan pemilik tanah untuk dijadikan sebagai sumber
air tanah atau dapat juga digunakan pemilik kebun yang memanfaatkan tanah
Amanda Fariosya Rahmaniah, 2013
Metode Self Potential Untuk Indikasi Air Tanah Di Kelurahan Teluk Pucung Kecamatan Bekasi Utara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu BAB III
METODE PENELITIAN 1.1. Lokasi
Lokasi penelitian terletak di kecamatan Bekasi Utara yang mempunyai
letak geografis 106o48’28’’ – 107o27’29’’ Bujur Timur dan 6o10’6’’ – 6o30’6’’
Lintang Selatan, kemiringan 0-2% dan ketinggian >25m di atas permukaan laut.
Lokasi tersebut dipilih karena lokasi penelitian terletak pada zona kritis air tanah
seperti yang telah dipaparkan di BAB II pada subbab kondisi geologi dan iklim
Kota Bekasi.
Gambar 3.1. Lokasi Kelurahan Teluk Pucung Kecamatan Bekasi Utara
1.2. Alat dan Bahan (lampiran 3)
2. Elektroda porous pot
a. 2 pipa berdiameter @ 2cm dan panjang @ 30cm
b. 2 Kawat tembaga panjang @ 35cm
c. 2 kayu berdiameter @1,5cm dan panjang@ 3cm
d. 2 karet sandal berdiameter @1.5cm
3. Kabel 2 gulung
4. Meteran dengan panjang 100m
5. Multi-Parameter TestrTM 35 Series
6. GPS garmin 76CSx
7. Larutan CuSo4
1.3. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dari data primer
berupa data beda potensial dan data pendukung berupa data konduktivitas air
sumur yang diukur secara langsung. Adapun metode penelitian tersebut meliputi
pengukuran, pengolahan data dan interpretasi data.
1.4. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 22 September 2012 sampai
dengan tanggal 23 September 2012.
1.5. Prosedur Penelitian
Metode penelitian yang dilakukan di lapangan yaitu metode Self
26
pertama adalah proses kalibrasi alat, tahap kedua adalah proses pengambilan data,
dan tahap ketiga adalah pengolahan dan interpretasi data.
1. Kalibrasi alat
Sebelum melakukan pengukuran potensial diri, perlu dilakukan kalibrasi
alat. Tujuan dari pengkalibrasian alat adalah untuk memperoleh data lapangan
yang baik. Kalibrasi elektroda yaitu dengan cara menancapkan kedua
elektroda porous pot ke tanah dengan jarak kurang lebih 10 cm (lampiran 5).
Pada keadaan tersebut, diukur beda potensialnya dengan penunjukan harus
lebih kecil atau sama dengan 5 milivolt. Bila potensial menunjukkan lebih
besar dari 5 milivolt, maka kemungkinannya dikarenakan elektroda porous
pot tidak bersih atau dapat juga karena adanya larutan yang bocor. Elektroda
porous pot merupakan elektroda non-polarisasi yang digunakan untuk
menghindari beda potensial antara logam dan tanah pada titik kontak yang
akan menambah atau mengurangi potensial yang memang telah ada. Atas
dasar tersebut maka elektroda pada pengukuran tidak mengunakan bahan
stainless untuk menghindari adanya polarisasi.
2. Pengambilan Data
Pengukuran dalam penelitian ini meliputi 78 titik pada 6 lintasan dengan
rentang 5 m. Pada lintasan 1 memiliki panjang 110 m meliputi 23 titik,
berbeda pada lintasan 2,3,4,5 dan 6 yang memiliki panjang 50 m meliputi 11
lahan yang kurang untuk melakukan penelitian dan medan yang tidak
memungkinkan dilakukannya pengukuran.
Pengukuran dilakukan dengan menancapkan dua elektroda yang diisi oleh
larutan CuSO4 dengan konsentrasi sama, dihubungkan dengan kawat tembaga
yang terisolasi oleh pipa dan voltmeter. Beberapa elektroda non-polarisasi
CuSO4 digunakan untuk kontak antara tanah dan voltmeter serta kabel
tembaga terisolasi sebagai penghubung.
Teknik pengambilan data di lapangan mempergunakan teknik basis tetap,
yaitu dengan menjaga satu elektroda tetap sebagai titik referensi, sedangkan
elektroda yang lainnya bergerak dari satu titik ukur ke titik ukur lainnya
(gambar 2.4). Selain itu, diambil pula data konduktivitas sumur di dalam grid
untuk mendukung hasil yang ingin dicapai.
3. Pengolahan dan Interpretasi Data
Teknik pengukuran basis tetap ini lebih mudah dilakukan di lapangan
karena hanya satu elektroda saja yang berpindah. Tetapi, dengan teknik ini
kesalahan pengukuran akan dapat dikoreksi dengan beda potensial dari titik
referensi dengan titik yang bergerak. Hasil pengukuran diperlihatkan berupa
profil SP dengan jarak, kontur isopotensial untuk respon SP dan kontur
isopotensial untuk elevasi. Penelitian ini diperoleh data dalam bentuk kontur
isopotensial karena geologi daerah pengukuran memungkinkan untuk
dilakukan pengukuran dalam bentuk grid (lintasan tertutup) pada gambar 3.2.
Hasil pengukuran yang diperoleh menunjukkan anomali-anomali yang dapat
28
dengan menggunakan program Surfer. Setelah itu data konduktivitas sumur
yang telah diukur kemudian diubah menjadi resistivitas dengan rumus ρ ,
dimana ρmerupakan resistivitas (Ωm) dan
merupakan konduktivitas (S/m)
setelah di dapat hasil berupa data resistivitas air sumur lalu bandingkan
dengan literatur yang ada.
Berikut ini adalah diagram alir metode penelitian,
Gambar 3.3 Diagram alir metode penelitian
Amanda Fariosya Rahmaniah, 2013
Metode Self Potential Untuk Indikasi Air Tanah Di Kelurahan Teluk Pucung Kecamatan Bekasi Utara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian metode potensial diri yang telah dilakukan di
Kelurahan Teluk Pucung Kecamatan Bekasi Utara, dapat ditarik kesimpulan
sebagai berikut:
a. Pada Lintasan ke-5 (L5) terindikasi adanya air tanah dengan terlihatnya
respon SP dengan rentang -50 sampai -80 mV pada kontur isopotensial.
Indikasi air tanah didukung oleh struktur geologi daerah tersebut yang
berupa endapan aluvial dan data konduktivitas sumur gali di dalam
lintasan tersebut. Pada literatur air tanah memiliki nilai resistivitas 10-100
Ωm dan konduktivitas 0,01-0,1 Siemen/m. Pada S1, S2, S3 dan S4
memiliki konduktivitas 370 μS/cm atau 0.037 S/m dan resistivitas 27,8
Ωm. Selain itu, pada grafik hubungan SP dan jarak untuk lintasan ke-3
(L3) terlihat adanya anomali positif di jarak 35m yang diduga zona jenuh
air yang cukup dalam, sehingga air yang berada di dalam zona ini cukup
banyak.
b. Pada kontur isopotensial untuk elevasi terlihat arah aliran air tanah
didominasi dari arah utara menuju selatan di sebelah timur laut dalam peta
kontur isopotensial dengan elevasi 41 m menuju elevasi 19 m, dari daratan
5.2. Saran
Beberapa saran untuk lebih memperbaiki hasil dari metode potensial diri
antara lain :
a. Untuk penelitian selanjutnya sebaiknya pengukuran dapat dilakukan pada
rentang jarak tetap yang lebih rapat dari pengukuran sebelumnya.
b. Penelitian ini dapat dilanjutkan untuk penelitian selanjutnya pada waktu
yang berbeda yaitu pada musim hujan sehingga nantinya dapat digunakan
sebagai pembanding dengan membandingkan respon SP pada musim
kemarau dengan musim hujan pada daerah penelitian. Sehingga nantinya
akan didapat informasi keberadaan air tanah tersebut merupakan air tanah
Amanda Fariosya Rahmaniah, 2013
Metode Self Potential Untuk Indikasi Air Tanah Di Kelurahan Teluk Pucung Kecamatan Bekasi Utara
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
DAFTAR PUSTAKA
Ardi, N.D (2004). Metode Potensial Diri Untuk Analisis Struktur Geologi Dan
Sumber Air Tanah Sesar Lembang, Bandung : Studi Kasus Daerah
Cihideung Dan Parongpong. Skripsi Sarjana pada FPMIPA UPI Bandung :
tidak diterbitkan.
Fournier C, (1983). Methode geoelectriques appliques a l’hydrogeologie en
region volcanique (chaines des puys, Massif Central Francais ) ; These 3
eme Cycle, Univ. Montpellier II, France.
Musfira.(2010). Deteksi Aliran Air Tanah Menggunakan Metode Self Potential
Di Daerah Agrowisata Cilangkap Jakarta Timur. Skripsi Sarjana pada
FMIPA Universitas Indonesia Depok: tidak diterbitkan.
Pemerintah Kota Bekasi. (2011). Kondisi Geografis Wilayah Kota Bekasi.
[Online]. Tersedia : http://bekasikota.go.id. [20 Oktober 2012]
Reynolds, J.M. (1997). An Introduction to Applied and Environmental
Geophysics. New york : John W & Sons.
Sudana, D dan Achdan, A. (1992). Peta Geologi Lembar Karawang, Jawa.
Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.
Vichabian, Y dan Morgan, F.D. (2002).Self Potentials In Cave Detection. The
Telford, W.M. (1990). Applied Geophysics Second Edition. New York :
Cambridge University Press.
Wuryantoro. (2007). Aplikasi Metode Geolistrik Tahanan Jenis Untuk
Menentukan Letak dan Kedalaman Aquifer Air Tanah (Studi Kasus di Desa
Temperak Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang Jawa Tengah).Skripsi
Sarjana pada FMIPA UNNES : tidak diterbitkan
Zakaria, A. (2011) Krisis Air Di Kota Bekasi. [Online]. Tersedia:
http://alizaka.blogspot.com/2011/10/krisis-air-di-kota-bekasi.html[06
November 2012].