112
EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI KEGIATAN
KELOMPOK KERJA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEKOLAH DASAR (KKG PAI SD) DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS GURU
DI KECAMATAN NGAWEN KABUPATEN BLORA
Achmad Abdul Azis
Dosen STAI Khozinatul Ulum Blora Email : [email protected]
Abstrak
he effectiveness and efficiency of the work activities of elementary school Islamic religion teacher training groups is a measure of success that has been determined in the achievement of the PAI elementary teacher organization program activities. And trying to find good ways to achieve these goals with various efforts including through education, training and coaching such as the KKG. The objectives in this study are (1) To find out the effectiveness and efficiency of the implementation of the KKG PAI SD program activities in increasing teacher professionalism in Ngawen District, Blora Regency (2) To find out the supporting and inhibiting factors of the effectiveness and efficiency of SD PAI KKG activities in increasing the professionalism of teachers in Ngawen District Blora District (3) To find out the efforts to overcome obstacles in the effectiveness and efficiency of KKG PAI SD activities in increasing the professionalism of teachers in Ngawen District, Blora Regency.
The method in this research is qualitative research with the type of field research (field research) respondents determined through purposive sampling techniques and data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. While the data analysis technique is done in several steps, namely reducing data, displaying data, and drawing conclusions.
The results of this study indicate that: (1) The effectiveness and efficiency of the implementation of the KKG PAI SD program activities in the Ngawen District of Blora Regency is very effective and efficient in increasing teacher professionalism, among others:
adding insight, knowledge, and ability of PAI SD teachers in improving the quality of the learning process in class, teachers can work together in the preparation of learning tools, teachers can master in depth the material to be taught to students (2) Supporting and inhibiting factors of KKG PAI SD activities in increasing the professionalism of teacher teachers in Ngawen District, Blora Regency, for supporting factors between others: (a) educational factors, (b) age factors, (c) motivation factors. Inhibiting factors in the implementation of KKG PAI SD activities in increasing teacher professionalism in Ngawen District, Blora Regency, include: (a) facilities and infrastructure factors, (b) funding factors, (c) IT mastery factors that have not been maximally and evenly distributed (3) The solution what can be done is that the SDG KKG PAI is more intense in the use of technology as a learning medium, it remains consistent as a forum for professional guidance of PAI teachers and the KKG PAI SD needs to be optimally organized and sustainable empowered.
Kata Kunci : Efektivitas dan Efisiensi Kegiatan KKG PAI SD; Meningkatkan Profesionalitas Guru
113 A. Pendahuluan
Efektivitas dan efisien dalam kegiatan KKG PAI adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target yang telah dicapai oleh guru yang dalam hal ini organisasi KKG PAI, yang mana target tersebut telah ditentukan terlebih dahulu sesuai dengan tujuan dan fungsi KKG PAI, selain itu guru dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik, benar dan tepat tanpa membuang biaya, waktu dan tenaga, maupun menghasilkan suasana menyenangkan merangsang kreativitas mendorong prestasi guru.
Kelompok Kerja Guru (KKG) adalah wadah yang dijadikan tempat melakukan pertemuan bagi guru kelas atau guru mata pelajaran sejenis bagi guru SD/MI/SDLB di tingkat Kecamatan yang terdiri dari sejumlah guru dari sejumlah sekolah.1 Berkaitannya dengan forum yang ada di KKG maupun MGMP yang sangat strategis untuk peningkatan profesionalitas guru. KKG PAI SD merupakan wadah kegiatan untuk meningkatkan profesionalitas guru dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kemampuan serta ketrampilan untuk membina hubungan kerjasama secara koordinatif antara sesama guru PAI dengan memanfaatkan kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing guru PAI.2
Kelompok Kerja Guru (KKG) disekolah sebetulnya guru dapat meningkatkan kemampuannya, baik kemampuan dalam mengelola proses belajar mengajar maupun dalam mengatasi masalah-masalah yang dihadapi sehubungan dengan tugasnya sebagai pendidik. Melalui Kelompok Kerja Guru (KKG), diharapkan berbagai permasalahan yang dihadapi guru dalam kegiatan pembelajaran bisa didiskusikan. Para guru dapat bertukar pikiran dan pengalaman, atau melakukan sharing melalui forum kelompok kerja guru yang dilaksanakan oleh guru pendikan agama Islam.
Adapun beberapa program kegiatan KKG PAI pada SD yaitu program penelitian masalah pendidikan, pembuatan PTK, workshop pembuatan soal ujian, musyawarah rutin sebulan sekali, pengkajian silabus dan RPP, pembuatan bahan ajar bersama, pembuatan model pembelajaran dan sebagainya. Tujuan dari KKG ini ialah untuk meningkatkan profesionalisme guru PAI SD. Salah satu caranya ialah dengan sering mengadakan kegiatan rutin sehingga guru-guru agama SD akan semakin profesional maupun kinerjanya dalam tugasnya sebagai guru. Melalui wadah kegiatan KKG PAI SD ini bisa diefektifkan, dalam meningkatkan Profesionalitas guru PAI di SD dapat terwujud sehingga mutu PAI juga menjadi semakin tinggi. Dalam rangka meningkatkan
1 Kemendikbud, Rambu-Rambu Pengembangan Kegiatan KKG Sekolah (Jakarta: Direktorat Profesi Pendidik, 2010), Hlm. 4.
2 Kementerian Agama RI, Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar (KKG PAI SD) (Jakarta: Direktorat Pendidikan Agama Islam, 2014), Hlm. 3.
114
profesionalitas guru PAI di SD, maka KKG PAI SD perlu dilakukan secara kontinyu seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pendidikan.
Dalam mengoptimalkan KKG PAI SD di Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora terdapat kendala-kendala yang dihadapi. Kendala tersebut diantaranya kurang antusiasnya guru PAI dalam kegiatan KKG di Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora hal ini dapat dilihat dari kehadiran bapak ibu guru PAI tesebut. Ada pula beberapa guru yang kurang aktif, tidak antusias dalam mengikuti KKG seperti forum sharing masalah pembelajaran antara ketua KKG dengan guru PAI lainnya, kuranngya memiliki semangat (spirit) untuk menggerakan potensi dirinya sebagai organisasi dan sebagai pelayan bagi kepentingan PAI, hal ini mengingat guru PAI merupakan anggota dari KKG PAI SD. Disamping itu juga dalam hal meningkatkan pengetahuan dan keterampilan membuat perencanaan melaksanakan dan evaluasi pembelajaran kurang efektif.
Dari persolan-persolan diatas yang telah disebutkan di atas, maka keberadaan KKG PAI SD dengan berbagai kegiatan di Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora yang dilaksanakan minimal 1 bulan sekali, diharapkan dapat menjadi wadah diskusi atau musyawarah sebagai informasi, serta sebagai satu keselarasan atau satu tujuan. Pemecah berbagai permasalahan yang dihadapi guru PAI khususnya dalam meningkatkan profesionalitas guru. Peneliti tertarik mengadakan penelitian lapangan di Kecamatan Ngawen, sebab bukan karena letak geografisnya, namun karena terdapat keunikan- keunikan dan permasalahan-permasalahan didalamnya sebagaimana yang telah disebutkan diatas. Sehingga uraian tersebut dapat dijadikan rujukan untuk melakukan penelitian. Maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dalam bentuk tesis yang berjudul “ Efektivitas dan Efisiensi Kegiatan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar (KKG PAI SD) dalam Meningkatkan Profesionalitas Guru di Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora”.
Peningkatkan program KKG meliputi yaitu program penelitian masalah pendidikan, pembuatan PTK, workshop pembuatan soal ujian, musyawarah rutin sebulan sekali, pengkajian silabus dan RPP, pembuatan bahan ajar bersama, pembuatan model pembelajaran dan sebagainya. Program kerja kegiatan KKG PAI SD di Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora sudah dikerjakan oleh pengurus KKG Kecamatan Ngawen dan direspon secara baik oleh anggotanya, walaupun kurang maksimal. Melalui wadah kegiatan KKG PAI SD Kecamatan Ngawen ini bisa diefektifkan dan diefisiensikan kegiatan KKG, dalam meningkatkan Profesionalitas guru PAI di SD dapat terwujud sehingga mutu PAI juga menjadi semakin tinggi. Adapun subyek diteliti yaitu Pengawas
115
Guru PAI, Pengurus KKG PAI SD, guru PAI, Kepala Sekolah, dan Peserta Didik dan obyek diteliti yaitu SDN 1 Ngawen, SDN 2 Ngawen dan SDN 4 Ngawen. Dalam meningkatkan profesionalitas guru PAI di SD, maka KKG PAI SD Kecamatan Ngawen perlu dilakukan secara kontinyu seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pendidikan.
Sehingga peneliti tertarik untuk mencari tahu bagaimana efektivitas dan efisien kegiatan kelompok kerja guru pendidikan agama islam sekolah dasar dalam meningkatkan profesionalitas guru, bahwa kita ketahui keberadaan KKG hampir disetiap tempat ada dimana-mana namun efektifvitas dan efisiensi kegiatan KKG dalam meningkatkan profesionalitas guru belum merata. Sehingga peneliti memandang perlu adanya kajian yang mendalam tentang efektivitas dan efesiensi kegiatan kelompok kerja guru pendidikan agama islam sekolah dasar dalam meningkatkan profesionalitas guru di Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora.
Adapun tujuan penelitian adalah 1) Untuk mengetahu efektivitas dan efisiensi pelaksanaan program kegiatan kelompok kerja guru pendidikan agama islam sekolah dasar dalam meningkatkan profesionalitas guru di Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora.
2) Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat efektivitas dan efisiensi kegiatan kelompok kerja guru pendidikan agama islam sekolah dasar dalam meningkatkan profesionalitas guru Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora. 3) Untuk mengetahui upaya mengatasi hambatan efektivitas dan efisiensi kegiatan kelompok kerja guru pendidikan agama islam sekolah dasar dalam meningkatkan profesionalitas guru di Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora.
B. Efektivitas dan Efisiensi Kegiatan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar (KKG PAI SD)
1. Efektivitas dan Efisiensi
Kata efektif berasal dari bahasa inggris yaitu effective yang berarti berhasil atau sesuatu yang yang dilakukan berhasil dengan baik. Kamus ilmiah populer efektivitas sebagai ketepatan penggunaan, hasil guna atau menunjang tujuan.
Efektivitas adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target telah dicapai, dimana makin besar presentase target yang dicapai makin tinggi tingkat efektivitasnya. Dengan demikian pengertian efektivitas secara umum menunjukkan sampai seberapa jauh tercapainya suatu tujuan yang terlebih dahulu ditentukan.
116
Menurut morrisey, efektivitas adalah stategi yang mendorong terhadap terciptanya suatu keselarasan secara sempurna antara organisasi dengan lingkungannya dan antara organisasi dengan pencapaiannya tujuannya. Efektivitas adalah melakukan hal-hal yang benar sesuai tujuan.3 Efektif adalah membuat keputusan dengan tepat dan mengimplementasikannya dengan sukses .4 Efektivitas adalah pemanfaatan sumber daya, sarana-prasarana yang keberhasilannya dilihat dari segi tercapai tidaknya sasaran yang telah ditetapkan jika hasil kegiatan semakin mendekati sasaran, berarti makin tinggi efektivitasnya.
Efesiensi adalah ketepatan cara dalam melakukan sesuatu dan kemampuan melaksanakan tugas dengan baik dan tepat tanpa membuang biaya, waktu dan tenaga.
Efisiensi juga dapat diberi makna sebagai proses kegiatan yang mampu melahirkan suasana kondusif, menyenangkan, merangsang krativitas mendorong prestasi dan iklim yang sehat.5
Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa efektivitas dan efisien dalam kegiatan KKG PAI SD adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target yang telah dicapai oleh guru yang dalam hal ini organisasi KKG PAI SD, yang mana target tersebut telah ditentukan terlebih dahulu sesuai dengan tujuan dan fungsi KKG PAI SD, selain itu guru dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik, benar dan tepat tanpa membuang biaya, waktu dan tenaga, maupun menghasilkan suasana menyenangkan merangsang kreativitas mendorong prestasi guru.
2. Pengertian Kelompok Kerja Guru (KKG)
Kelompok Kerja Guru (KKG) merupakan wadah atau forum kegiatan profesional bagi para guru Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah ditingkat gugus atau kecamatan yang terdiri dari beberapa sekolah.6 Kelompok Kerja Guru (KKG) adalah wadah kegiatan profesional bagi guru SD/MI/SDLB di tingkat kecamatan yang terdiri dari sejumlah guru dari sejumlah sekolah.7 Kelompok Kerja Guru (KKG) adalah forum komunikasi kerja guru, dari guru, oleh guru, dan untuk guru. Forum ini memiliki tugas dan fungsi untuk membahas masalah-masalah yang dihadapi dalam
3 George L. Morrisey, Pedoman Perencanaan Taktis (Jakarta: Prenhallindo, 2002), Hlm. 23.
4 Ricky W. Griffin, Manajemen (Jakarta: Erlangga, 2004), Hlm. 8.
5 Sudarwan Darim, Ekonomi Sumber Daya Manusia (Bandung: Pustaka Setia, 2004), Hlm. 40
6 Standar Pengembangan KKG dan MGMP, Direktorat Profesi Pendidikan Dirjen Peningkatan Mutu Pendidikan Nasional (Jakarta: Ditjen PMPTK, 2008), Hlm. 3-4.
7 Rambu-Rambu Pengembangan Kegiatan KKG dan MGMP, Direktorat Profesi Pendidikan Dirjen Peningkatan Mutu Pendidikan Nasional (Jakarta: Ditjen PMPTK, 2010), Hlm. 4.
117
pembelajaran dengan menciptakan iklim yang kondusif agar para guru dapat berekreasi didalamnya.
KKG bisa diartikan sebagai organisasi yang dimana guru membentuk organisasi itu bertujuan untuk mengingkat profesionalitasnya sebagai guru, organisasi menurut Al-Qurtubi yaitu shaff. Shaff adalah menyuruh masuk dalam sebuah barisan (organisasi) supaya terdapat keteraturan untuk mencapai tujuan.8 Suatu pekerjaan apabila dilakukan dengan teratur dan terarah, maka hasilnya juga akan baik. Maka dalam suatu organisasi yang baik, proses juga dilakukan secara terarah dan teratur.
Jadi dalam sebuah organisasi harus terjadi koordinasi yang baik dan tidak boleh terjadi penyalahgunaan wewenang. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al- Anfal ayat 46 adalah sebagai berikut :
ْمُكُحي ِر َبَهْذَت َو اوُلَشْفَتَف اوُع َزاَنَت َلَ َو ُهَلوُس َر َو َ هاللَّ اوُعيِطَأ َو Artinya : “Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah- bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Q.S. Al-Anfal :46).9
Ayat tersebut menerangkan bahwa dalam sebuah organisasi tidak boleh terdapat percekcokan yang membawa kepada permusuhan yang pada akhirnya mengakibatkan hancurnya kesatuan. Dalam tafsirnya Al-Maraghi menerangkan pertentangan yang menyebabkan rusaknya koordinasi dan organisasi akan membawa kepada kelemahan dan kegagalan.
Jadi dari pernyataan diatas dapat disimpulkan, KKG merupakan suatu organisasi atau wadah bagi guru yang bergabung dalam organisasi gugus sekolah yang bertujuan guru menjadi lebih profesional dalam upaya peningkatan pendidikan Agama Islam di SD melalui pendekatan sistem pembinaan profesional dan kegiatan belajar aktif. Salah satu bentuk peningkatan mutu tersebut adalah melalui wadah Kelompok Kerja Guru di tingkat kecamatan. Sehingga keberadaan guru Pendidikan Agama Islam disebut sekolah menghasilkan kinerja yang dapat diperhitungkan prestasinya di banding guru yang lain.
C. Profesionalitas Guru
1. Pengertian Profesional Guru
8 Al-Qurtubi, Samsyu Al-Din, Jami’ al-Bayan li al-Ahkam al-Qur’an, juz 1 (Mauqi’u Al-Tafasir: Dalam Software Maktabah Samilah, 2005), Hlm. 24.
9 Departemen Agama RI, Al-Qur’an Al-Karim dan Terjemah Bahasa Indonesia (Kudus: Menara, 2006), Hlm.
183.
118
Profesionalitas berasal dari kata profesi yang artinya suatu bidang pekerjaan yang ingin atau akan ditekuni oleh seseorang. Profesi juga dapat diartikan sebagai suatu jabatan atau pekerjaan tertentu yang mensyaratkan pengetahuan dan keterampilan khusus yang diperoleh dari pendidikan akademis yang intensif. Secara etimologis, istilah profesi berasal dari bahasa Inggris, yaitu profession atau bahasa latin, profecus, yang artinya mengakui, adanya pengakuan, menyatakan mampu, atau ahli dalam melakukan suatu pekerjaan. Sedangkan secara terminologi, profesi berarti sutau pekerjaan yang mempersyaratkan pendidikan tinggi pelakunya yang ditekankan pada pekerjaan mental, yaitu adanya persyaratan pengetahuan teoretis sebagai instrumen untuk melakukan perbuatan praktis, bukan pekerjaan manual.10
Profesionalisme berasal dari bahasa Inggris “professionalism” yang secara lesikal berarti sifat profesional. Orang yang profesional memiliki sifat-sifat yang berbeda dengan orang-orang yang tidak profesional, meskipun dalam pekerjaan yang sama atau katakanlah berbeda pada satu ruang kerja. Tidak jarang pula orang yang berlatar belakang pendidikan yang sama dan bekerja pada tempat yang sama menampilkan kinerja profesional yang berbeda, serta berbeda pula pengakuan masyarakat kepada mereka. Sifat profesional berbeda dengan sifat para profesional atau tidak profesional sama sekali, sifat yang dimaksud adalah seperti yang ditampilkan dalam perbuatan, bukan yang dikemas dalam kata-kata diklaim oleh pelaku secara individual. Untuk menunjukkan bahwa “Saya adalah seorang profesional” bukan dengan kata-kata, melainkan dengan perbuatan.11
Secara terminologi, profesionalisme dapat diartikan sebagai komitmen para anggota suatu profesi unyuk meningkatkan kemampuan profesionalnya dan terus menerus mengembangkan strategi-strategi yang digunakannya untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan profesinya itu.12 Menurut Sardiman, ia mendefinisikan profesionalisme sebagai ide, aliran atau pendapat bahwa suatu profesi harus dilaksanakan oleh profesional dengan mengacu pada norma-norma profesionalisme, misalnya dalam melaksanakan profesinya, profesional harus mengutamakan kliennya
10 Sudarman Danim, Inovasi Pendidikan dalam Upaya Peningkatan Profesionalisme Tenaga Kependidikan Cetakan I (Bandung: CV Pustaka Setia, 2002), Hlm. 6.
11 Sudarman Danim, Inovasi Pendidikan dalam Upaya Peningkatan Profesionalisme Tenaga Kependidikan Cetakan I (Bandung: CV Pustaka Setia, 2002), Hlm. 23.
12 Sudarwan Danim, Inovasi Pendidikan dalam Upaya Peningkatan Profesionalisme Tenaga Kependidikan (Bandung: CV Pustaka Setia, 2002), Hlm. 23-24.
119
(mitra kerjanya), bukan imbalan yang diterimanya, profesional juga harus berprilaku tertentu sesuai dengan standart profesi dan kode etik profesi.13
Menurut Kunandar menyebutkan bahwa profesionalisme berasal dari kata profesi yang artinya suatu bidang pekerjaan yang ingin atau akan ditekuni oleh seseorang. Profesi juga diartikan sebagai suatu jabatan atau pekerjaan tertentu yang mensyaratkan pengetahuan dan keterampilan khusus yang diperoleh dari pendidikan akademis yang intensif. Jadi, profesi adalah suatu pekerjaan atau jabatan yang menuntut keahlian tertentu.14
Adapun mengenai pengertian profesionalisme itu sendiri adalah, suatu pandangan bahwa suatu keahlian tertentu diperlukan dalam pekerjaan tertentu yang mana keahlian itu hanya diperoleh melalui pendidikan khusus atau latihan khusus.
Profesionalisme guru merupakan kondisi, arah, nilai, tujuan dan kualitas suatu keahlian dan kewenangan dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang berkaitan dengan pekerjaan seseorang yang menjadi mata pencaharian.Sementara itu, guru yang profesional adalah guru yang memiliki kompetensi yang dipersyaratkan untuk melakukan tugas pendidikan dan pengajaran. Dengan kata lain, maka dapat disimpulkan bahwa pengertian guru profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan maksimal. Guru yang profesional adalah orang yang terdidik dan terlatih dengan baik, serta memiliki pengalaman yang kaya di bidangnya.15
Guru profesional merupakan orang yang telah menempuh program pendidikan guru dan memiliki tingkat master serta telah mendapat ijazah Negara dan telah berpengalaman dalam mengajar pada kelas- kelas besar. Untuk dapat menjadi guru profesional, mereka harus mampu menemukan jati diri dan mengaktualisasikan diri sendiri sesuai dengan kemampuan dan kaidah-kaidah guru yang profesional.
Mengomentari mengenai rendahnya kualitas pendidikan saat ini, merupakan indikasi perlunya keberadaan guru profesional. Untuk itu, guru diharapkan tidak hanya sebatas menjalankan profesinya, tetapi guru harus memiliki interest yang kuat untuk
13 Sardiman A.M, Interaksi dan Motifasi Belajar Mengajar (Bandung: PT Raja Grafindo Persad, 2000), Hlm.
131.
14 Kunandar, Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Persiapan Menghadapi Sertifikasi Guru Cet. Ke-1 (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2007), Hlm. 45.
15 Oemar Hamalik, Kerangka Konseptual Mutu Pendidikan dan Pembinaan Kemampuan Profesional Guru (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2006), Hlm. 27.
120
melaksanakan tugasnya sesuai dengan kaidah- kaidah profesionalisme guru yang dipersyaratkan.
2. Efektivitas dan Efisiensi Kegiatan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar (KKG PAI SD) dalam Meningkatkan Profesionalitas Guru
Sebagai organisasi/forum/wadah resmi dan guru-guru PAI di tingkat SD.
Efektivitas dan efisien dalam kegiatan KKG PAI SD adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target yang telah dicapai oleh guru yang dalam hal ini organisasi KKG PAI SD, yang mana target tersebut telah ditentukan terlebih dahulu sesuai dengan tujuan dan fungsi KKG PAI SD, selain itu guru dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik, benar dan tepat tanpa membuang biaya, waktu dan tenaga, maupun menghasilkan suasana menyenangkan merangsang kreativitas mendorong prestasi guru.
Efektivitas dan efisiensi kegiatan KKG PAI SD secara umum bertujuan sebagai forum pembahasan dan pemecahan masalah bagi para guru yang mengalami kesulitan dalam kegiatan pembelajaran, sebagai wadah kegiatan para guru dalam pengembangan profesionalitas guru, sebagai pusat kegiatan praktik pembuat alat peraga, penggunaan perpustakaan serta perolehan berbagai keterampilan mengajar maupun pengembangan administrasi kelas, serta memberikan kesempatan kepada guru yang kreatif dan inovatif untuk berbagai pengetahuan wawasan, kemampuan dan keterampilan profesional kepada sesama teman sejawat dan mendiskusikan untuk memperoleh sesuatu yang lebih baik dalam meningkatkan mutu pengetahuan, wawasan kemampuan dan keterampilan.
Sedangkan secara khusus kegiatan KKG PAI SD bertujuan untuk meningkatkan rasa kebersamaan dalam ukhuwah islamiyah, meningkatkan kompetensi guru PAI, menumbuhkan kegairahan guru PAI untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam mempersiapkan, melaksanakan dan mengevaluasi program pembelajaran PAI, membantu guru PAI dalam upaya memenuhi kebutuhan yang berkaiatan dengan kegiatan PAI dan integrasi dengan mata pelajaran lain. Serta memperluas wawasan dan saling tukar informasi dan pengalaman dalam rangka mengikuti ilmu perkembangan dan teknologi (IPTEK) serta pengembangan metode atau teknik mengajar PAI
Untuk dapat mencapai tujuan tersebut, program-program kegiatan yang dilaksanakan KKG PAI SD dalam meningkatkan profesionalitas guru terdiri dari
121
program umum, program inti, dan program penunjang. Berikut ini uraian dari ketiga program tersebut adalah:
a. Program umum, bertujuan untuk memberikan wawasan kepada guru tentang kebijakan-kebijakan pendidikan di tingkat daerah sampai pusat, seperti kebijakan terkait dengan pengembangan profesionalisme guru.
b. Program inti, program-program utama yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas kompetensi dan profesionalisme guru. Prrogram inti dapat dikelompokkan ke dalam program rutin dan program pengembangan.
c. Program Rutin terdiri dari: (1) penyusunan dan pengembangan perangkat pembelajaran seperti silabus, RPP, prota, promes; (2) diskusi permasalahan pembelajaran; (3) analisis hasil belajar peserta didik; (4) penyusunan dan pengembangan instrumen evaluasi pembelajaran; (5) pendalaman materi; (6) pelatihan terkait dengan penguasaan materi yang mendukung tugas mengajar.
d. Program Pembelajaran, seperti Penelitian Tindakan Kelas (PTK)/ Studi kasus, penulisan karya tulis ilmiah, seminar, lokakarya atau workshop, diskusi panel, pendidikan dan pelatihan, penerbitan jurnal, penyusunan dan pengembangan website, kompetisi kinerja guru, pendampingan pelaksanaan tugas guru oleh pembimbing/ tutor/ instruktur/ fasilitator di KKG, dan lain sebagainya.
e. Program Penunjang, bertujuan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan peserta KKG dengan materi-materi yang bersifat penunjang seperti bahasa asing, TIK, dan lain-lain16
Bertolak pada program kegiatan diatas menunjukkan bahwa KKG PAI SD merupakan kegiatan yang dapat meningkatkan kompetensi guru, terutama dalam meningkatkan profesionalitas guru. Sebab di dalam program inti yang telah disebutkan diatas, baik rutin maupun pengembangan, telah sesuai dengan program kegiatan dalam meningkatkan profesionalitas guru.
D. METODE PENELITIAN
Penelitian pada dasarnya adalah suatu kegiatan atau proses sistematis untuk memecahkan masalah yang dilakukan dengan menerapkan metode ilmiah.17 Metode merupakan hal yang sangat penting karena salah satu upaya ilmiah yang menyangkut cara
16 Kementerian Pendidikan Nasional, Revitalisasi dan Pengembangan KKG dan MGMP (Jakarta: Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Direktorat Profesi Pendidik2010), Hlm. 23.
17 Emzir, Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif & Kualitatif (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2011), Hlm. 3.
122
kerja untuk dapat memahami dan mengkritisi objek, sasaran suatu ilmu yang sedang diselidiki. Dengan demikian supaya penelitian ini memberikan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan, maka peneliti mengambil langkah-langkah sebagai berikut:
1. Jenis dan Pendekatan
Jenis dan pendekatan dalam tesis ini tergolong dalam penelitian deskriptif kualitatif lapangan. Peneliti menggunakan pendekatan tersebut dikarenakan penelitian ini membutuhkan data-data yang didapat dari hasil wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Data yang telah didapat selanjutnya diolah dan dihasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis dengan menghubungkan antara data secara lisan maupun tulisan.
Tujuan pendekatan ini untuk mengungkapkan tentang fakta dan keadaan tentang efektivitas dan efisisen yang terdapat pada KKG PAI SD se-Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora yang berkaitan dengan meningkatkan profesionalitas guru di Kecamatan Ngawen Kabuapeten Blora. Karena bertujuan untuk memberikan pemahaman dan gambaran global mengenai Efektivitas dan Efisiensi Kegiatan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar (KKG PAI SD) dalam Meningkatkan Profesionalitas Guru di Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora. Dalam penelitian kualitatif lebih bersifat terbuka, yakni proses penelitian ini memberikan kesempatan kepada subjek untuk menjawab pertanyaan yang diajukan menurut pemahaman dan kerangka berpikir subjek tersebut.
2. Lokasi Penelitian
Peneliian ini dilakukan di Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora yang terletak disebelah barat daya 20 KM kota Blora arah purwodadi dengan batas wilayah disebelah timur berbatasan Kecamatan Banjarejo, sebelah utara berbatasan dengan kecamatan Japah, sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Jati dan sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Kunduran. Adapun pelaksanaan program KKG PAI SD antara lain : di kantor UPT kecamatan Ngawen sekarang berganti nama Kantor Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Ngawen (Korwil Bidik Pendidikan Kecamatan Ngawen), aula koperasi DWIJA MULYO Korwil Bidik Pendidikan Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora, aula di sekolah dasar di lingkungan kecamatan Ngawen Kabupaten Blora maupun sekolah yang menjadi sampel tempat mengajarnya guru PAI seperti SDN 1 Ngawen SDN 2 Ngawen dan SDN 4 Ngawen Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora.
3. Subyek dan Obyek Penelitian
Subyek penelitian adalah subyek yang dituju untuk diteliti oleh peneliti pada penelitian kualitaif, responden atau subyek penelitian disebut responden, yaitu orang yang
123
memberi informasi tentang data yang diinginkan peneliti berkaitan dengan penelitian yang sedang dilaksanakan. Dalam penentuan subyek penelitian, peneliti mengacu pada pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling, yang dalam pengertiannya adalah teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu.18 Responden dalam penelitian ini adalah guru-guru PAI SD di Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora yang berjumlah 38 orang.
4. Sumber Data
Jenis data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data kualitatif yang bersifat tektual berupa konsep dan tulisan. Aspek-aspek yang akan diteliti adalah seputar apa dan bagaimana definisi, konsep, persepsi, pemikiran, argumentasi, dan temuan lapangan yang relevan dengan pembahasan.19 Adapun sumber data dalam penelitian ini dikelompokan menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder. Adapun penjelasan data primer dan data sekunder, dalam penelitian ini data primer yang diperoleh dari wawancara dan observasi yang meliputi pengawas guru PAI, pengurus KKG PAI, Guru PAI Kepala Sekolah dan Peserta didik. data sekunder dapat pula dartikan sebagai sumber data-data pendukung atau data yang diperoleh peneliti secara tidak langsung baik yang didapat dilokasi penelitian di diluar lokasi penelitian. Adapun yang menjadi sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah dokumen program kegiatan KKG PAI SD di kecamatan Ngawen Kabupaten Blora.
5. Teknik Pengumpulan Data
Adapun tekniki pengumpulan data digunakan sebagai berikut :
a. Teknik Observasi, Observasi adalah pengamatan yang dilakukan secara sengaja, sistematis mengenai fenomena sosial dengan gejala-gejala psikis untuk kemudian dilakukan pencatatan .20 Teknik Observasi yang dilakukan dalam penelitian ini yakni observasi partisipatif. Peneliti turut mengambil bagian dengan datang ditempat kegiatan dan mengikuti beberapa kegiatan yang ada tetapi tidak semuanya. Observasi dilakukan untuk melihat secara nyata dan ikut serta dalam pelaksanaan Kegiatan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar (KKG PAI SD) di Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora dan sekolah-sekolah yang menjadi obyek peneliti. Adapun tahapan observasi yang digunakan oleh peneliti antara lain: Observasi deskriptif, Observasi terfokus, dan Observasi terseleksi
18 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D) (Bandung: Alfabeta, 2013), Hlm. 300.
19 Saifuddin Azwar, Metodologi Penelitian (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004), Hlm. 55.
20 Joko Subagyo, Metode Penelitian : dalam Teori dan Praktek (Jakarta: Rineke Cipta, 1997), Hlm. 63.
124
b. Teknik Wawancara, Wawancara ada tiga macam yakni wawancara terstruktur, semi terstruktur dan tidak terstruktur.21 Wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah wawancara semi terstruktur. Peneliti menemukan permasalahan secara lebih terbuka dan responden dimintai pendapat serta ide-idenya yang terkait dengan efektivitas dan efisiensi kegiatan KKG PAI SD dalam meningkatkan profesionalitas guru di Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora. Peneliti juga harus mendengarkan secara teliti dan mencatat apa yang telah disampaikan oleh responden.
c. Teknik Dokumentasi, Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan pada subyek penelitian, namun melalui dokumen. Dokumen yang digunakan berupa buku harian, surat pribadi, laporan, notulen rapat, catatan kasus, maupun dokumen lainnya.22 Dokumentasi merupakan pelengkap dari teknik observasi dan teknik wawancara dalam penelitian kualitatif. Hasil dari observasi dan wawancara akan lebih kredibel atau dapat dipercaya jika didukung oleh data dokumen Teknik dokumentasi digunakan untuk memperoleh data tentang KKG PAI SD.
d. Triangulasi, Triangulasi merupakan suatu teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada.23 Peneliti menggunakan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi untuk sumber data yang sama secara serempak.
6. Pengujian Keabsahan Data
Dalam pengujian keabsaan data, diperluhkan teknik pemeriksaan keabsahan data.
Dalam penelitian ini, peneliti melakukan pengujian keabsahan data dengan menggunakan teknik triangulasi. Triangulasi dalam pengujian kredibilitas ini diartikan sebagai pengecekkan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu.24 Dalam pengujian keabsaan data, diperluhkan teknik pemeriksaan keabsahan data. Dengan rincian mengenai triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu.
7. Teknik Analisis Data
Patton sebagaimana dikutip Lexi J. Moleong mendefinisikan analisis data sebagai suatu proses mengatur urutan data, mengorganisasikannya ke dalam suatu pola, kategori,
21 Beni Ahmad Saebani, Metode Penelitian (Bandung, Pustaka Setia, 2008), Hlm. 191.
22 M. Iqbal Hasan, Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2002), Hlm. 87.
23 Andi Prastowo, Menguasai Teknik – Teknik Koleksi Data Penelitian Kualitatif : Bimbingan dan Pelatihan Lengkap Serba Guna (Yogyakarta: Diva Press, 2010), Hlm. 289.
24 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D) (Bandung, Alfabeta, 2007), Hlm. 372.
125
dan satuan uraian dasar.25 Pelaksanaan analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui kegiatan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi. Dengan teknik interview, observasi, dan dokumentasi, penelitian ini diprediksikan akan mendapatkan data yang berupa catatan lapangan (field notes), transkrip wawancara, dokumen hasil kerja dan laporan, gambar, foto, dan biografi tentang workshop, dan diklat KKG PAI SD se- Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora. Pelaksanaan analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui kegiatan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi.
Dengan teknik interview, observasi, dan dokumentasi, penelitian ini diprediksikan akan mendapatkan data yang berupa catatan lapangan (field notes), transkrip wawancara, dokumen hasil kerja dan laporan, gambar, foto, dan biografi tentang workshop, dan diklat KKG PAI SD se-Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora. Setelah data terkumpul, dilakukan proses reduksi data. Lalu dilakukan analisis data dengan beberapa langkah-langkah sebagai berikut Pengumpulan Data (Data Collection), Reduksi Data (Data Reduction), Penyajian Data (Data Presentation), Penarikan kesimpulan dan verifikasi (Conclusion Drawing and Verification)
E. Analisis
Berdasarkan dari hasil pengamatan dan wawancara secara mendalam yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini. Maka peneliti mencoba menjelaskan berbagai data yang diperoleh dari responden dan biasa menjadi rujukan pada hasil pengamatan yang dilakukan selama penelitian. Pada bab ini akan dikemukakan deskripsi, analisis, dan pembahasan hasil penelitian. Deskripsi bertujuan untuk memberikan gambaran umum tentang keadaan yang akan diteliti, deskripsi tersebut tentang Efektivitas dan Efisiensi Kegiatan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar (KKG PAI SD) Dalam Meningkatkan Profesionalitas Guru di Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora, berikut deskripsi hasil penelitian dan pembahasan sebagaimana berikut ini.
1. Efektivitas dan efisiensi pelaksanaan program kegiatan KKG PAI di Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora. Telah mencapai sesuai dengan program yang telah disepakati, sebagaimana dengan mengintensifkan kegiatan pembahasan materi baru yang diperoleh dari hasil penataran maupun dari permasalahan yang didapat saat guru PAI melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Kegiatan KKG PAI SD juga
25 Lexi J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2000), Hlm. 103.
126
dilaksanakan dengan baik. Disamping itu dapat dilihat pada intensnya kegiatan KKG PAI SD yang dilaksanakan, seperti kegiatan dalam rangka meningkatkan efektivitas pembelajaran, meningkatkan kreatifitas dan skil serta kegiatan yang meningkatkan pengetahuan dan wawasan guru pendidikan agama Islam. Efektivitas dan efisiensi pelaksanaan program kegiatan KKG PAI di Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora sangat efektif dan efisien dalam meningkatkan profesionalitas guru, antara lain : menambah wawasan, pengetahuan dan kemampuan guru PAI sekolah dasar dalam meningkatkan mutu proses pembelajaran di kelas; guru PAI menguasai karakteristik peserta didik; guru menguasai berbagai pendekatan, strategi, metode, media, teknik pembelajaran PAI: guru dapat bekerjasama dalam pennyusunan prota promes, silabus, RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran); guru dapat menguasai secara mendalam materi yang akan diajarkan kepada peserta didik; menguasai secara mendalam proses penilaian hasil belajar dan tindak lanjut evaluasi peserta didik; guru menguasai secara mendalam proses serta dapat mengetahui bakat dan minat peserta didik yang tersaluarkan dalam kegiatam MAPSI (Mata Pelajaran Agama Islam dan Seni Islam), disamping itu, setiap masing-masing guru PAI akan mendapatkan apresiasi berupa sertifikat keikutsertaan KKG PAI SD yang telah mengikuti KKG PAI selama 12-14 kali pertemuan selam 1 (satu) tahun sebagai tambahan pada penilaian angka kredit guru.
2. Faktor pendukung dan penghambat efektivitas dan efisiensi kegiatan KKG PAI SD dalam meningkatakan profesionalitas guru di Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora.
Adapun faktor pendukung efektivitas dan efisiensi kegiatan KKG PAI SD dalam meningkatakan profesionalitas guru antara lain : (a) faktor pendidikan (b) faktor motivasi (c) faktor usia. Faktor pendidikan menjadi faktor pendukung karena semua guru PAI SD di Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora memiliki kualifikasi akademik dalam bidang Pendidikan Agama Islam. Begitu pula dengan faktor motivasi dan usia menjadi sebab kondisi para guru PAI yang bermacam-macam menjadikan semangat dan motivasi guru PAI yang tinggi untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan dan keterampilan dibidang pendidikan agama islam. Semisal guru PAI yang tergolong masih muda, trampil, dan cakap dapat membantu para guru PAI yang senior. Selain itu pengalaman guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, kedisiplinan dan kebijakan kepala sekolah serta lingkungan sekolah yang di anggap kondusif dalam melaksanakan peroses pembelajaran. Adapun faktor penghambat efektivitas dan efesiensi kegiatan KKG PAI SD dalam meningkatkan profesionalitas guru antara lain :
127
(a) faktor sarana dan prasaran (b) faktor dana (c) faktor penguasaan IT yang belum maksimal dan merata. Ketiga faktor tersebut menjadi penghambat program kegiatan KKG PAI SD dalam meningkatkan profesionaliatas guru dikarenakan minimnya sarana dan prasarana seperti kurang tersedianya laptop maupun proyektor milik KKG PAI SD dirasa menghambat dalam kegiatan KKG PAI khususnya di bidang pendidikan dan pelatihan, ketersediannya dana dalam pendidikan dan pelatiahan yang minim menjadikan kegiatan terbatas, serta minimnya penguasaan IT pada guru PAI SD khususnya guru senior dirasa menghambat dalam pelaksanaan program kegiatan KKG PAI khususnya dalam meningkatkan profesionalitas guru. Selain itu belum adanya penghargaan yang seimbang, masih rendahnya kesejahteraan yang diterima oleh para guru khususnya guru non PNS, serta terbatasnya sarana prasarana. selain itu alokasi waktu pelajaran yang dianggap kurang, serta seringnya kurikulum pendidikan di Indonesia berganti.
3. Adapun solusi yang dapat dilakukan yaitu dengan KKG PAI SD lebih intens melaksanakan kegiatan pengembangan kompetensi profesional guru dalam rangka pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran, serta tetap konsisten menjadi wadah pembinaan profesional guru PAI dan KKG PAI SD perlu diberdayakan secara optimal, terorganisir dan berkesinambungan.
F. Kesimpulan
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa:
1. Efektivitas dan efisiensi pelaksanaan program kegiatan KKG PAI SD di Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora sangat efektif dan efisien dalam meningkatkan profesionalitas guru, antara lain: menambah wawasan, pengetahuan, dan kemampuan guru PAI SD dalam meningkatkan mutu proses pembelajaran di kelas, guru dapat bekerja sama dalam penyusunan perangkat pembelajaran, guru dapat menguasai secara mendalam materi yang akan diajarkan kepada peserta didik.
2. Faktor pendukung dan penghambat kegiatan KKG PAI SD dalam meningkatkan profesionalitas guru guru di Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora, untuk faktor pendukung antara lain: (a) faktor pendidikan, (b) faktor usia, (c) faktor motivasi.
Faktor penghambat pelaksanaan kegiatan KKG PAI SD dalam meningkatkan profesionalitas guru di Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora, antara lain: (a) faktor
128
sarana dan prasarana, (b) faktor dana, (c )faktor penguasaan IT yang belum maksimal dan merata.
3. Adapun solusi yang dapat dilakukan yaitu dengan KKG PAI SD lebih intens dalam pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran, tetap konsisten menjadi wadah pembinaan profesional guru PAI dan KKG PAI SD perlu diberdayakan secara optimal terorganisir dan berkesinambungan.
129
DAFTAR PUSTAKA
Al-Qurtubi, Samsyu Al-Din (2005), Jami’ al-Bayan li al-Ahkam al-Qur’an, juz 1. Mauqi’u Al-Tafasir: Dalam Software Maktabah Samilah.
Andi Prastowo (2010). Menguasai Teknik – Teknik Koleksi Data Penelitian Kualitatif : Bimbingan dan Pelatihan Lengkap Serba Guna. Yogyakarta: Diva Press.
Beni Ahmad Saebani (2008). Metode Penelitian. Bandung, Pustaka Setia.
Departemen Agama RI (2006). Al-Qur’an Al-Karim dan Terjemah Bahasa Indonesia. Kudus:
Menara.
Emzir.(2011). Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif & Kualitatif (Jakarta: Raja Grafindo Persada.
George L. Morrisey (2002). Pedoman Perencanaan Taktis. Jakarta: Prenhallindo.
Joko Subagyo (1997), Metode Penelitian : dalam Teori dan Praktek. Jakarta: Rineke Cipta.
Kemendikbud (2010). Rambu-Rambu Pengembangan Kegiatan KKG Sekolah. Jakarta:
Direktorat Profesi Pendidik.
Kementerian Agama RI (2014). Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar (KKG PAI SD). Jakarta: Direktorat Pendidikan Agama Islam.
Kementerian Pendidikan Nasional (2010). Revitalisasi dan Pengembangan KKG dan MGMP (Jakarta: Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Direktorat Profesi Pendidik.
Kunandar (2007). Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Persiapan Menghadapi Sertifikasi Guru Cet. Ke-1. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Lexi J. Moleong (2000). Metodologi Penelitian Kualitatif Bandung: Remaja Rosdakarya.
M. Iqbal Hasan (2002). Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Jakarta:
Ghalia Indonesia.
Oemar Hamalik (2006). Kerangka Konseptual Mutu Pendidikan dan Pembinaan Kemampuan Profesional Guru. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Rambu-Rambu Pengembangan Kegiatan KKG dan MGMP (2010). Direktorat Profesi Pendidikan Dirjen Peningkatan Mutu Pendidikan Nasional. Jakarta: Ditjen PMPTK.
Ricky W. Griffin (2004). Manajemen. Jakarta: Erlangga.
Saifuddin Azwar (2004). Metodologi Penelitian.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
130
Sardiman A.M (2000). Interaksi dan Motifasi Belajar Mengajar. Bandung: PT Raja Grafindo Persada.
Standar Pengembangan KKG dan MGMP (2008). Direktorat Profesi Pendidikan Dirjen Peningkatan Mutu Pendidikan Nasional. Jakarta: Ditjen PMPTK.
Sudarman Danim (2002). Inovasi Pendidikan dalam Upaya Peningkatan Profesionalisme Tenaga Kependidikan Cetakan I. Bandung: CV Pustaka Setia.
Sudarwan Darim (2004). Ekonomi Sumber Daya Manusia. Bandung : Pustaka Setia.
Sugiyono (2007). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Bandung: Alfabeta.
Sugiyono (2013). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D). Bandung: Alfabeta.